Anda di halaman 1dari 2

Doa Nabi Isa As.

lihat kitab Al-Aufaq Imam Ghozali Ra........bab Ismul A`zhom.....hall 107



Setiap nabi dan rasul dianugerahi mukjizat yang berbeda-beda oleh Allah SWT. Mukjizat adalah
kejadian luar biasa untuk membuktikan kenabian dan kerasulan seseorang. Mukjizat yang
diperlihatkan nabi dan rasul umumnya disesuaikan dengan kondisi umat pada zamannya. Pada masa
Nabi Isa alaihis salam, masyarakat Bani Israil sedang dilanda penyakit materialis. Segala sesuatunya
serba dinilai dengan uang, emas dan harta benda. Urusan dunia selalu dinomor satukan, sementara
menyangkut keimanan, keagamaan dan bekal akhirat diabaikan.
Nabi Isa mendapat tugas utama untuk mendidik ruhani dan tauhid kepada umatnya yang senang
membantah. Karena itu ia diberi beragam mukjizat dan keistimewaan oleh Allah SWT untuk
menopang perjuangan dakwahnya. Mukjizat yang paling awal terjadi ketika ia masih bayi, bahkan
sesaat setelah dilahirkan. Waktu itu ia sudah bisa berbicara secara lancar dengan manusia dewasa.
Ia menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan masyarakatnya.
Hal tersebut terkait dengan pelecehan dan fitnah yang dialamatkan kepada Ibunya, yakni Siti Maryam.
Mereka menuduh Ibu Nabi Isa seorang pelacur dan wanita murahan. Sebab, Ibunya tidak pernah
menikah dan tidak mempunyai suami, tetapi bisa hamil dan melahirkan seorang bayi. Dengan tegas
Nabi Isa menyatakan bahwa Ibunya tidak pernah bersalah. Ibunya termasuk perempuan baik, saleh,
suci, dan berasal dari keturunan terpandang yang diberkahi Allah SWT.
Membuat Burung dari Tanah
Kaum Nabi Isa yang pandai berdebat sangat mengingkari adanya ruh dan hari kebangkitan. Oleh
karena itu, mereka meminta Nabi Isa untuk menghidupkan orang yang sudah lama mati. Nabi Isa
menyanggupinya untuk meyakinkan mereka yang terlampau mengagung-agungkan akal pikiran.
Mereka kemudian beramai-ramai menunjukkan sebuah kuburan tua yang tidak jauh dari tempat
tinggalnya.
Putra Maryam, kalau kamu memang benar utusan Tuhan, coba hidupkan orang ini! Seperti kami
ketahui, tubuh orang ini sudah ditimbun tanah beberapa tahun lalu. Rambut dan dagingnya kami yakin
sudah habis dimakan cacing. Tulang-tulangnya sudah terlepas dan hancur berantakan, tantang salah
seorang pemimpin Bani Israil, tangannya mengarah ke kuburan.
Kamu jangan harap bermimpi di siang bolong, wahai Isa! Jika kamu bisa, kami baru percaya kepada
dirimu dan Tuhanmu, celetuk yang lainnya dengan nada sinis sembari berkacak pinggang. Kawan-
kawannya memberi dukungan melalui isyarat bahasa tubuhnya.
Baiklah, akan saya bangunkan orang ini atas izin Allah SWT, jawab Nabi Isa, terlihat tenang.
Nabi Isa langsung bermunajat kepada Allah SWT. Usai berdoa, Nabi Isa mendekati kuburan, lalu
mengarahkan kedua tangannya. Ia memangil-manggil penghuni kubur. Seketika orang yang sudah
mati itu hidup kembali. Jasad dan anggota tubuhnya tetap utuh dan masih lengkap, sama seperti dulu
ketika ia hidup. Ia bisa berbicara dengan orang-orang yang hadir, terutama dengan Nabi Isa.
Apa kalian sudah percaya dengan adanya hari kebangkitan atau hari akhir? tanya Nabi Isa.
Orang-orang Bani Israil tidak ada yang berani bersuara. Mereka serempak bungkam. Mereka masih
kaget melihat peristiwa yang baru saja dilihatnya. Seakan-akan mereka disergap perasaan percaya
dan tidak percaya.
Kami masih belum percaya dengan kenabianmu. Coba tunjukkan kehebatanmu yang lain! pinta
seseorang lainnya, suaranya setengah berteriak.
Apa lagi yang ingin kalian minta? tukas Nabi Isa.
Perlihatkan kepada kami cara membuat burung hidup dari tanah liat.
Nabi Isa kembali berdoa kepada Allah SWT. Selang beberapa menit, ia mengambil tanah liat yang
ada di sekitarnya. Tanah itu dibuat seperti burung, lalu ditiup dan jadilah burung yang bebas terbang
ke sana kemari.
Ini bukti bahwa ruh itu ada pada setiap makhluk hidup. Sudahkah ini menunjukkan bahwa Allah SWT
Maha Kuasa? ucap Nabi Isa.
Kami masih belum percaya kepadamu. Itu semua hanya permainan sihirmu. Dasar pembohong!
cetus masyarakat, lantas berbarengan meninggalkan Nabi Isa.
Menurunkan Makanan dari Langit
Pada satu kesempatan Nabi Isa sedang berkumpul bersama para pengikutnya di tempat ibadah.
Mereka meminta Nabi Isa supaya menurunkan makanan dan minuman dari langit. Secara kebetulan,
orang-orang yang tidak percaya dengan kenabian Isa mengetahui permintaan itu. Rupanya mereka
ingin membuktikan sendiri secara kasat mata kehebatan Nabi Isa. Akhirnya mereka meminta izin ikut
bergabung dengan umat Nabi Isa.
Nabi Isa berdiri, lalu melangkahkan kakinya. Ia meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya,
kemudian menundukkan kepala untuk memulai bermunajat. Ya Allah Tuhan kami, turunkanlah
kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit. Saking khusunya berdoa, sampai-sampai ia
menangis dan air matanya memasahi jenggotnya yang panjang. Seketika turunlah makanan besar
dari celah dua awan: satu awan di atasnya, satu awan di bawahnya. Saat itu orang-orang melihatnya
penuh takjub. Nabi Isa melanjutkan doanya, Ya Allah Tuhan kami, jadikanlah makanan ini sebagai
rahmat dan jangan menjadi fitnah bagi kami.
Makanan dari langit itu turun di hadapan Nabi Isa. Aroma dan baunya sangat harum, menggoda lidah
siapa saja untuk segera menyantapnya. Nabi Isa tersungkur dalam keadaan sujud syukur yang diikuti
oleh umatnya. Setelah itu mereka makan bersama. Bahkan orang-orang yang semula tidak percaya
dengan Nabi Isa langsung meyakini ajaran-ajarannya. Sementara bagi pengikut Nabi Isa, mukjizat ini
semakin mempertebal keimanannya kepada Allah SWT. Dikisahkan, makanan itu tidak habis-habis,
meski dimakan oleh ribuan orang.
Nabi Isa Dituduh Tukang Tipu
Pakaian sehari-hari yang dikenakan Nabi Isa terbuat dari bahan wol murah. Penampilannya sungguh
sederhana, bersahaja, namun tidak membuatnya minder. Hal ini tidak seperti umumnya warga Yahudi
pada masa itu yang senang bermewah-mewahan. Tetapi jangan dikira, ujung bajunya itu jika disentuh
orang yang sakit, maka orang itu akan sembuh. Penderita kusta atau lepra, penyakit belang atau yang
mengidap penyakit kronis lainnya, seketika bisa sembuh bila tersentuh baju Nabi Isa. Bahkan jika
Nabi Isa meletakkan tangannya di atas mata orang yang buta, maka orang itu langsung dapat melihat
keindahan dunia.
Mukjizat lain yang dimiliki Nabi Isa adalah melihat sesuatu yang gaib. Penglihatannya sanggup
menembus benda yang tidak bisa disaksikan kebanyakan mata orang biasa. Mata batinnya sangat
tajam dan panca inderanya sungguh peka. Misalnya Nabi Isa mampu melihat makanan, minuman dan
barang-barang yang disimpan di dalam rumah yang pintunya tertutup. Padahal ia hanya melihatnya
dari luar, tanpa terlebih dahulu masuk atau mendapat bocoran dari seseorang maupun pengikutnya.
Ternyata yang ditebak dan dikatakan Nabi Isa benar adanya, sesuai dengan isi rumah.
Bagi orang yang tidak senang dengan Nabi Isa, tentu menganggap Nabi Isa memiliki peliharaan jin
atau makhluk gaib sejenisnya yang bisa diperintah semaunya. Tetapi Nabi Isa maupun para
pengikutnya tidak mau menanggapi pernyataan atau komentar murahan seperti itu. Nabi Isa tetap
sabar. Ia menyadari, nabi dan rasul sebelum dirinya pun sering mendapat fitnah dan perlakuan kurang
baik. Selain itu, ia tahu, para pejuang pendahulunya kerap dikatakan tukang sihir, tukang sulap,
tukang tipu, atau pembohong kendati oleh masyarakatnya sendiri.***