Apakah Kau Mencintaiku??

( karya: AyEx “TiLaR” Merebean)

Saat Aku duduk sendiri.. Menepi… Dan terasing… Otakku melayang … Jiwakupun turut terbang… Melempar selayang pandang… Keseluruh daerahmu yang terlarang… Kuhardikkan beberapa kata… Kuhadirkan sepetik tanya… Apakah Kau Mencintaiku Tuhan?? Karena Aku hidup daripadaMu… Apakah Kau Mencintaiku Kawan?? Karena tiap detik aku bersamamu… Apakah Kau Mencintaiku Sayang?? Karena hatiku adalah milikmu… Tak sepatah katapun hadir tenangkan jiwaku… Tak secuil harapanpun menjawab kegalauan hatiku…

Aku bingung… Aku berpikir… Berpikir dan terus berpikir… Bagai roda jaman yang berputar tanpa akhir Mencari sebuah jawaban hati yang kelak kan kuukir… Tak ada Jawaban… Jawaban… Maupun jawaban… Kukatupkan bibir pertanda ku diam… Kulipatkan tangan pertanda ku berdoa… Kumohonkan jawaban Tuhanku… Kumohonkan jawaban seorang kawanku… Kumohonkan jawaban kekasihku… Diam… Sunyi… Sepi yang kutemukan… Seperti layaknya prasasti yang tersembunyi… Aku menengadah dan kembali bertanya dengan segenap jiwaku… Apakah Kau Mencintaiku Tuhan??

Karena aku hidup daripadaMu… Dan Tuhan menjawab dalam bisikan… Aku Mencintaimu melebihi air ketuban ibumu… Aku tak puas dengan jawaban itu Apakah Kau Mencintaiku Kawan?? Karena tiap detik aku bersamamu… Dan kawanku pun menjawab… Aku mencintaimu sebesar kesetia kawananmu… aku semakin tak puas dengan jawaban itu Apakah Kau Mencintaiku sayang?? Karena hatiku adalah milikmu… Dan kekasihku pun menjawab… Aku mencintaimu sebesar kesetiaanmu dan pengorbananmu… Aku sungguh semakin tak puas dengan jawaban itu… Hatiku terbakar tak berterima… Apalagi mau mereka dengan adanya diriku?? Pikirku… Masih kurangkah pengorbananku selama ini?? Masih kurangkah kesetiaanku selama ini?? Aku telah berkorban segala yang kumiliki…

Aku telah serahkan hati demi kesetiaanku… Tapi mengapa tetap saja mereka mengeluh dan mengaduh…?? “Sekecil Apapun Peranmu Lakukanlah Dengan Sepenuh Hati” Sebuah jawaban menelanjangiku… Mengolok-olok aku… Seakan telah tiba waktuku di masa penghakiman… Aku tertunduk malu dan tersipu… Hatiku hancur lebur bagai debu… Mereka tak pantas mencintaiku… Karena aku terlalu sombong akan semua kepintaranku… Karena aku terlalu congkak akan rasa “akulah yang paling setia” Karena aku terlalu takabur dengan pengorbananku… Padahal itu hanya setitik…

AyEx Merebean’08

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful