Anda di halaman 1dari 6

1.

Tentukan kuanta energi yang terkandung dalam sinar dengan panjang gelombang 6600 jika
kecepatan cahaya adalah 3 x 108 m/s dan tetapan Planck adalah 6,6 x 1034 Js !

Pembahasan
E = h(c/)
E = (6,6 x 1034 )( 3 x 108/6600 x 1010 ) = 3 x 1019 joule

2. Panjang gelombang cahaya yang dipancarkan oleh lampu monokromatis 100 watt adalah
5,5.107 m. Cacah foton (partikel cahaya) per sekon yang dipancarkan sekitar....
A. 2,8 x 1022 /s
B. 2,0 x 1022 /s
C. 2,6 x 1020 /s
D. 2,8 x 1020 /s
E. 2,0 x 1020 /s

Pembahasan
Data :
P = 100 watt Energi yang dipancarkan tiap sekon adalah 100 joule.

Energi 1 foton
E = h(c/)
E = (6,6 x 1034 )( 3 x 108/5,5 x 107 ) joule

Jumlah foton (n)
n = 100 joule : * (6,6 x 1034 )( 3 x 108/5,5 x 107 ) joule+ = 2,8 x 1020 foton.

3.Hitung tekanan hidrostatis pada kedalaman 75 cm di dalam :
a) air (massa jenis = 1000 kg/m3 );
b) minyak (massa jenis = 800 kg/m3 );
c) raksa ( massa jenis = 13 600 kg/m3 ).
Penyelesaian
Diketahui :
g = 9,8 m/s2.
h = 75 cm
= 0,75 m
Ditanya :
Ph air (air = 1000kg/m3)
Ph minyak (minyak = 800 kg/m3)
Ph raksa (raksa = 13.600 kg/m3)
Jawab :
Ph = . g . h
= 1000 . 9,8 . 0,75
= 7350 N/m2
= 7350 Pa
Ph = . g . h
= 800 . 9,8 . 0,75
= 5880 N/m2
= 5880 Pa
Ph = . g . h
= 13.600 . 9,8 . 0,75
= 99.960 N/m2
= 99.960 Pa

4. Bola lampu mempunyai spesifikasi 132 W/220 V, ketika dinyalakan pada sumber tegangan
110 V memancarkan cahaya dengan panjang gelombang 628 nm. Bila lampu meradiasikan
secara seragam ke segala arah, maka jumlah foton yang tiba persatuan waktu persatuan luas di
tempat yang berjarak 2,5 m dari lampu adalah ... (h =6,6.1034 J s)
(A) 5,33 . 1018 foton.s m2
(B) 4,33 . 1018 foton.s m2
(C) 3,33 . 1018 foton.s m2
(D) 2,33 . 1018 foton.s m2
(E) 1,33 . 1018 foton.s m2

Pembahasan
Daya Lampu yang memiliki spesifikasi 132 W/220 V saat dipasang pada tegangan 110 V dayanya
akan turun menjadi :
P2 =(V2/V1)2 x P1
P2 =(110/220)2 x 132 watt = 33 watt

Intensitas (daya persatuan luas) pada jarak 2,5 meter :
I = (P/A) dengan A adalah luas permukaan, anggap berbentuk bola (luas bola empat kali luas
lingkaran).
I = (P/4 r2)
I = (33/4 (2,5)2) = 0,42 watt/m2
0,42 watt/m2 Energi tiap sekon persatuan luas adalah 0,42 joule.

Jumlah foton (n) :
n = 0,42 : (hc/) = * 0,42 + : * ( 6,6 x 1034 )( 3 x 108 )/( 628 x 109 ) + = ( 0,42 ) : (3,15 x 1019 )
n = 1,33 x 1018 foton

5. Bunyi dengan panjang gelombang 1,5 m memiliki kecepatan rambat sebesar 330 m/s.
Dapatkah bunyi tersebut didengar oleh telinga manusia normal?

Pembahasan
Mencari frekuensi terlebih dahulu:
f = /
f = 330 / 1,5
f = 220 Hz
Bunyi dengan frekuensi antara 20 hingga 20000 Hz tergolong audiosonik , bisa didengar oleh
manusia.
Selengkapnya :
infrasonik : frekuensi bunyi lebih kecil dari 20 Hz
ultrasonik : frekuensi bunyi lebih besar dari 20000 Hz

6. Senar I dan senar II memiliki panjang yang sama. Jika luas penampang senar I adalah tiga kali
luas penampang senar II, tentukan :
a) perbandingan frekuensi senar I dan senar II, anggap senar memiliki tegangan yang sama
b) frekuensi senar II jika frekuensi senar I adalah 500 Hz

Pembahasan
a) f1 / f2 = A2 / A1
f1 / f2 = A2 / 3A2
f1 : f2 = 1: 3

b) f1 : f2 = 1: 3
f2 = 3 x f1
f2 = 3 x 500
f2 = 1500 Hz

7. Sebuah kumparan dengan induktansi 5 mH mengalami perubahan kuat arus yang mengalir
dari 0,2 A menjadi 1,0 A dalam waktu 0,01 sekon. Tentukan besarnya tegangan yang timbul
akibat peristiwa tersebut!

Pembahasan
Data dari soal :
Induktansi kumparan L = 5 mH = 5 x 103 H
Perubahan arus i = 1,0 0,2 = 0,8 A
Selang waktu t = 0,01 sekon

Fotometri ialah sains pengukuran cahaya, iaitu dari segi kecerahan yang dicerap oleh mata
manusia. Ini berlainan dengan radiometri, iaitu sains pengukuran cahaya dari segi kuasa mutlak.

Fotometri dan mata
Kepekaan mata manusia tidaklah sama bagi semua panjang gelombang dalam cahaya tampak.
Fotometri cuba untuk mengambil kira ciri ini dengan memberi pemberat kepada setiap panjang
gelombang ini dengan satu faktor yang mewakili kepekaan mata terhadap panjang gelombang
tersebut.
Tindak balas mata terhadap cahaya sebagai fungsi panjang gelombang ditunjukkan dalam fungsi
kekilauan. Mata mempunyai tindak balas yang berbeza sebagai fungsi panjang gelombang
apabila ia menyesuaikan diri dalam keadaan terang (penglihatan fotopik) dan dalam keadaan
gelap (penglihatan skotopik). Fotometri adalah berdasarkan tindak balas fotopik mata, dan oleh
itu pengukuraan fotometri tidak akan menjelaskan dengan tepatnya sekiranya kecerahan sumber
yang diserap adalah di bawah keadaan pencahayaan yang ideal
Kuantiti fotometri
Terdapat banyak unit pengukuran yang digunakan dalam fotometri. Ramai yang bertanya
mengapa terdapat bermacam-macam unit, atau bertanya tentang penukaran unit-unit yang
sebenarnya tidak boleh ditukarkan (sebagai contoh lumen dan kandela). Kita juga sudah biasa
dengan penggunaan kata sifat berat yang boleh mengambarkan berat atau ketumpatan,
walaupun pada dasarnya kedua-dua ini adalah berbeza. Begitu juga dengan kata sifat cerah,
yang boleh merujuk kepada lampu yang memancarkan fluks berkilau yang tinggi (disukat
dengan lumen), atau dengan lampu yang menumpukan fluks berkilaunya pada alur yang tirus
(kandela). Oleh sebab terdapat pelbagai cara di mana cahaya boleh merambat dalam ruang 3
dimensi, menyerak, bertumpu, terpantul oleh permukaan berkilat atau kusam, dan oleh sebab
cahaya mempunyai banyak panjang gelombang, maka bilangan jenis pengukuran cahaya yang
pada asasnya berbeza juga akan bertambah, dan begitu juga dengan bilangan kuantiti dan unit
yang dapat menggambarkan sifat-sifat ini. Beberapa kuantiti fotometri adalah sebagai berikut :
Intensitas Cahaya ( I)
Intensitas cahaya adalah ukuran kekuatan sumber menurut mata
Suatu sumber dikayakan memiliki intensitas cahaya I sebesar 1 candela ( 1 cd ) jika tampak sama
terang seperti sesuatu sumber baru tertentu yang bersuhu 2046 K ( putih menyala )
Kebanyakan sumber cahaya menampak kan intensitas yang berbeda-beda bila dipandang
berbagai arah, hingga nilai-nilai suatu sumber dapat bergantung pada susut pandang
Satuan Intensitas adalah candela ( cd)

Flux Cahaya ( F )
Fluks cahaya adalah Jumlah cahaya yang melalui suatu permukaan, dan besarnya Flux adalah
F = I A / r
Dimana r = jarak sumber terhadap permukaan
I = intensitas cahaya sumber
A = luas permukaan
Satuan flux adalah lumen ( lm )
Flux Total : F = 4 I ( sumber isotropis )

Iluminasi ( Kuat Penerangan ) E

Iluminasi Banyaknya cahay yang tiba pada suatu luas permukaan
Besarnya kuat penerangan : E = F/A
Dimana F = Flux yang tiba pada satu permukaan
A = luas permukaan
Satuan kuat penerangan adalah lm/m
2
atau lux

Kuat Penerangan oleh sumber isotropic
E = I/r2
Dimana r adalah jarak dari sumber. Karena A sebanding dengan r
2
, maka E dapat dituliskan
sebagai :
E = I / A
Azaz Fotometri

Jika dua sumber cahaya dengan intensitas I
1
dan I
2
berjarak r
1
dan r
2
dari layar menghantarkan
flux ada layar sedemikian rupa sehingga kuat penerangan sama,maka

Soal :
Sebuah lampu 60 W mempunyai efisiensi 14 lm/W diletakkan 2 m diatas meja,
1. . Berapa kuat penerangan yang mengenai meja
2. Dimana lampu harus diletakkan agar kuat penerangan di meja menjadi 2x lebih besar
Jawab :
Efisiensi = Fluks cahaya/ Daya
14 = Fluks / 60
Fluks chy = 14 x 60
= 840 lumen
F = 4 I
Kuat penerangan
E = I/r2
= F / 4 r2
= 840 / 4 2
2


E berbanding terbalik dengan 1/ r
2

2.