Anda di halaman 1dari 12

Penatalaksanaan Gizi pada Pasien TB Paru

Penyakit TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh mikro bakterium
tuberkulosis. Kuman batang aerobik dan tahan asam ini dapat merupakan organisme
patogen maupun saprofit. Sebagian besar kuman TBC menyerang paru, tetapi dapat
juga mengenai organ tubuh lainnya (DPKS !", #$$#%. Penyakit tuberkulosis
disebabkan oleh kuman&bakteri 'y(oba(teriumtuber(ulosis. Kuman ini pada
umumnya menyerang paru ) paru dan sebagian lagi dapat menyerang di luar paru )
paru, seperti kelenjar getah bening (kelenjar%, kulit, usus&saluran pen(ernaan, selaput
otak, dan sebagianya (*aban, #$$+%.
Tuberkulosis klinis disebabkan oleh my(oba(terium tuber(ulosis. Bentuk yang tidak
khas dari mikobakterium (misalnya 'y(o, kansasii, my(ointra(ellulare% juga dapat
menyebabkan penyakit paru pada orang)orang yang lemah atau kekebalannya
tertekan. "nsiden tuberkulosis aktif diantara pasienpasien yang sputumnya positif
terhadap basil tahan asam, pada hapusan langsung adalah sekitar ,, -, dibandingkan
dengan hanya ,,$- pada pasien yang hasil spuntumnya positif (.ans dan Cro(kford,
,//0%. 'ikrobakterium tuberkulosis adalah kuman berbentuk batang, yang
mempunyai sifat khusus yaitu tahan terhadap asam pada pe1arnaan, sehingga disebut
pula basil tahan asam (BT2%. Kuman TBC (epat mati dengan sinar matahari
langsung, tetapi dapat bertahan hidup beberapa jam ditempat yang gelap dan lembab.
Dalam jaringan tubuh kuman ini dapat dormant atau tertidur lama selama beberapa
tahun (Depkes !", #$$#%.
Tempat masuknya kuman mikrobaterium tuberkulosis adalah saluran pernapasan,
saluran pen(ernaan (3"%, dan luka terbuka pada kulit. Kebanyakan infeksi
tuberkulosis terjadi malalui udara, yaitu melalui inhalasi dropet yang mengandung
kuman)kuman basil tuberkel yang berasal dari orang yang terinfeksi. Saluran
pen(ernaan merupakan tempat masuk utama bagi jenis bo.in, yang penyebarannya
melalui susu yang terkontaminasi. Tuberkulosis adalah penyakit yang dikendalikan
oleh respon imunitas diperantara sel ( Pri(e, ,//4%.
Klasifikasi penyakit TBC dapat dibagi menjadi enam kategori atau kelas yaitu 5
,. Kelas $
Tidak ada jangkitan tuberkulosis, tidak terinfeksi (tidak ada ri1ayat terpapar, reaksi
terhadap tes kulit tuberkulin tidak ber1arna%.
#. Kelas ,
Terpapar tuberkulosis, tidak ada bukti infeksi (ri1ayat terpapar, reaksi tes kulit
tuberkulin tidak bermakna%.
6. Kelas #
Pada infeksi tuberkulosis, tidak timbul penyakit (reaksi tes kulit tuberkulin bermakna,
pemeriksaan bakteri negatif, tidak ada bukti klinik maupun radiografik%.
0. Kelas 6
Tuberkulosis 5 saat ini sedang sakit ('ikrobakterium Tuberkulosis ada dalam biakan
selain itu, reaksi tes kulit tuberkulosis bermakna dan ada bukti radiografik tentang
adanya penyakit%.
4. Kelas 0
Tuberkulosis 5 saat ini tidak sedang menderita penyakit (ada ri1ayat mendapat
pengobatan pen(egahan tuberkulosis, tidak ada bukti klinik dan radiografik tentang
adanya penyakit pada saat ini%.
7. Kelas 4
8rang di(urigai mendapat tuberkulosis (diagnosa di tunda%.
Keluhan yang banyak terdapat pada penderita Tuberkulosis Paru yaitu 5
a. Demam
Biasanya menyerupai demam influen9a. Tetapi kadang)kadang panas badan dapat
men(apai 0$)0,:C. keadaan ini sangat dipengaruhi oleh daya tahan tubuh pasien dan
berat ringannya infeksi kuman tuberkulosis
yang masuk.
b. Batuk
3ejala ini banyak ditemukan, batuk terjadi karena adanya iritasi pada bronkus. Sifat
bentuk dimulai dari batuk kering (non)produktif% kemudian setelah timbul peradangan
menjadi produktif (menghasilkan spuntum%.
(. Sesak nafas
Pada penyakit yang ringan (baru tumbuh% belum dirasakan sesak nafas akan
ditemukan pada penyakit yang sudah lanjut, yang infiltrasinya sudah meliputi
setengah bagian paru)paru.
d. ;yeri dada
3ejala ini agak jarang ditemukan. ;yeri dada timbul bila infiltrasi radang sudah
sampai ke pleura sehingga menimbulkan pleuritis. Terjadi gesekan kedua pleura
se1aktu pasien menarik atau melepaskan napasnya.
e. 'alaise
Penyakit tuberkulosis bersifat radang yang menahun. 3ejala malaise sering ditemukan
berupa anoreksia tidak ada nafsu makan, badan makin kurus (berat badan turun%, sakit
kepala, meriang, nyeri otot, keringat malam.
Terapi Diit
Terapi diit bertujuan memberikan makanan se(ukupnya guna memperbaiki dan
men(egah kerusakan jaringan tubuh lebih lanjut serta memperbaiki status gi9i agar
penderita dapat melakukan aktifitas normal.
Terapi Diet untuk penderita kasus Tuberkulosis Paru adalah5
a. nergi diberikan sesuai dengan keadaan penderita untuk men(apai berat badan
normal.
b. Protein tinggi untuk mengganti sel)sel yang rusak meningkatkan kadar albumin
serum yang rendah (<4),$$ gr%.
(. *emak (ukup ,4)#4 - dari kebutuhan energi total.
d. Karbohidrat (ukup sisa dari kebutuhan energi total.
e. =itamin dan mineral (ukup sesuai kebutuhan total.
'a(am diit untuk penyakit TBC5
a% Diit Tinggi nergi Tinggi Protein " (TTP ,%
nergi5 #7$$ kkal, protein ,$$ gr (#&kg BB%.
b% Diit Tinggi nergi Tinggi Protein "" (TTP ""%
nergi 6$$$ kkal, protein ,#4 gr (#,4 gr&kg BB%
;B 5 Perhitungan kebutuhan energi dan 9at gi9i makro dapat disesuaikan dengan
kondisi tubuh penderita (BB dan TB% dan Penderita dapat diberikan salah satu dari
dua ma(am diit Tinggi nergi Tinggi Protein (TTP% sesuai tingkat penyakit
penderita.
Dapat dilihat diba1ah ini bahan makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan pada
penderita tuber(ulosis.
TBC Paru, Penyebab, Gejala dan Penanggulangannya
3ejala)gejala utama TBC adalah Batuk yang bertambah menjelang dini hari, Demam
sedang, Sering berkeringat banyak pada dini hari. Pada kerusakan paru berat timbul
sesak nafas dan batuk darah.
Tanda)tanda klinis utama yang bisa dilihat adalah Pembesaran kelenjar limfe di leher
diba1ah telinga. Pada pemeriksaan paru ditemukan tanda)tanda lendir&(airan dalam
paru, sering dibagian atas paru, kadang)kadang nafas sesak dan mengeluarkan suara
seperti peluit.
Pada pemeriksaan mikroskopis dahak ditemukan BT2 >. Pemeriksan !adiologi
memperlihatkan tanda)tanda lendir di bagian atas paru, (orakan .askuler meningkat
disekitar bron(hus dan kadang)kadang ditemukan rongga pada al.eolus paru
Konsep Terapi Medis5
?ntuk 'embasmi Bakteri 'y(oba(terium tuber(ulosis diberikan obat anti TB
( 82T % yaitu5 !ifampisin, ";@, thambutol, Pira9inamid. Cairan dalam paru
dikeluarkan dengan 8bat)obatan dan 8perasi& katerisasi paru. 3ejala batuk, demam,
sesak nafas dan pendarahan diatasi dengan pemberian obat)obatan.
KONSP T!"P# $!B"%
Pengalaman klinis terhadap penderita TBC yang mengalami batuk darah pada Praktek
dr.Aadli, menunjukkan suatu kombinasi 8bat 2nti Tuber(ulosis( rifampisin, ";@,
ethambutol, pira9inamid % dengan ekstrak tripang ( 3old)3 Sea Cu(umber Belly %
sangat (epat mengatasi batuk darah dan menurunkan demam.
3old)3 Sea Cu(umber Belly mempunyai kemampuan meregenerasi sel)sel paru yang
rusak, memperbaiki fungsi kapiler sehingga memper(epat mengatasi perdarahan.
Selain itu 3old)3 Sea Cu(umber Belly (Tripang % juga dapat menurunkan demam.
TST#MON#
Seorang penderita TBC disertai batuh darah masif, bernama '.Cusuf, pria, umur 46
tahun. Sudah pernah berobat pada dokter spesialis paru. 8bat yang direkomendasiD
!ifamfisin, ";@, thambutol , Pira9inamid, KalneE, BromheEin, .it B7. Tapi batuk
darah tidak berhenti.
Sejak #, 'ai #$$< berobat di Praktek dr.Aadli. 8bat yang diberikanD 82T
(!ifampisin 04$mg, ";@ 6$$ mg, Pira9inamid 4$$ mg% dosis tunggal ,E sehari dan
3old)3 Sea Cu(umber Belly ( kstrak Tripang % dengan dosis 6 E , sendok makan.
@asilnya dalam , hari pengobatan, batuk darahnya sudah berhenti. ;amun demikian
untuk membasmi bakteri 'y(oba(terium tuber(ulosis 82T harus diteruskan sesuai
standard F@8.
Tuberculosis Paru (TB Paru)
Fritten by 2.i(enna Published in5 Kesehatan Comments 6 Pdf Print mail
Insidensi Tuberculosis (TBC) dilaporkan meningkat secara drastis
pada dekade terakhir ini di seluruh dunia termasuk juga di Indonesia.
Penyakit ini biasanya banyak terjadi pada negara berkembang atau yang
mempunyai tingkat sosial ekonomi menengah ke bawah. Tuberculosis (TBC)
merupakan penyakit infeksi penyebab kematian dengan urutan atas atau
angka kematian (mortalitas) tinggi angka kejadian penyakit (morbiditas)
diagnosis dan terapi yang cukup lama.anda bisa juga baca selengkapnya di
sini
!i Indonesia TBC merupakan penyebab kematian utama dan angka
kesakitan dengan urutan teratas setelah I"P#. Indonesia menduduki
urutan ketiga setelah India dan China dalam jumlah penderita TBC di dunia.
$umlah penderita TBC paru dari tahun ke tahun di Indonesia terus
meningkat. "aat ini setiap menit muncul satu penderita baru TBC paru dan
setiap dua menit muncul satu penderita baru TBC paru yang menular.
Bahkan setiap empat menit sekali satu orang meninggal akibat TBC di
Indonesia. %engingat besarnya masalah TBC serta luasnya masalah semoga
tulisan ini dapat bermanfaat.
Tuberculosis (TBC) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh
bakteri %ycobacterium tuberculosis. TBC terutama menyerang paru&paru
sebagai tempat infeksi primer. "elain itu TBC dapat juga menyerang kulit
kelenjar limfe tulang dan selaput otak. TBC menular melalui droplet
infeksius yang terinhalasi oleh orang sehat. Pada sedikit kasus TBC juga
ditularkan melalui susu. Pada keadaan yang terakhir ini bakteri yang
berperan adalah %ycobacterium bo'is.
Etiologi
(uman ini berbentuk batang mempunyai sifat khusus yaitu tahan
terhadap asam pada pewarnaan (Basil Tahan #sam). (uman TB cepat mati
dengan sinar matahari langsung tetapi dapat bertahan hidup beberapa jam
di tempat yang gelap dan lembek. !alam jaringan tubuh kuman ini dapat
dorman selama beberapa tahun. (uman dapat disebarkan dari penderita TB
BT# positif kepada orang yang berada disekitarnya terutama yang kontak
erat.
TBC merupakan penyakit yang sangat infeksius. "eorang penderita TBC
dapat menularkan penyakit kepada )* orang di sekitarnya. %enurut
perkiraan +,- )./ penduduk dunia saat ini telah terinfeksi %.
tuberculosis. (abar baiknya adalah orang yang terinfeksi %. tuberculosis
tidak selalu menderita penyakit TBC. !alam hal ini imunitas tubuh sangat
berperan untuk membatasi infeksi sehingga tidak bermanifestasi menjadi
penyakit TBC.
Manifestasi Klinis
Penderita TBC akan mengalami berbagai gangguan kesehatan seperti batuk
berdahak kronis demam subfebril berkeringat tanpa sebab di malam hari
sesak napas nyeri dada dan penurunan nafsu makan. "emuanya itu dapat
menurunkan produkti'itas penderita bahkan kematian.
0ejala 1mum 2
Batuk terus menerus dan berdahak selama / minggu atau lebih
0ejala lain yang sering dijumpai 2
!ahak bercampur darah
Batuk darah
"esak nafas dan rasa nyeri dada
Badan lemah nafsu makan menurun berat badan menurun rasa
kurang enak badan (malaise) berkeringat malam walaupun tanpa
kegiatan demam meriang lebih dari satu bulan.
0ejala&gejala tersebut diatas dijumpai pula pada penyakit paru
selain TBC. -leh sebab itu orang yang datang dengan gejala diatas harus
dianggap sebagai seorang 3suspek tuberkulosis4 atau tersangka penderita
TB dan perlu dilakukan pemeriksaan dahak secara mikroskopis langsung.
"elain itu semua kontak penderita TB Paru BT# positif dengan gejala
sama harus diperiksa dahaknya.
Pemeriksaan Klinis
Pemeriksaan pertama terhadap keadaan umum pasien mungkin
ditemukan konjungti'a mata atau kulit yang pucat karena anemia suhu
demam (subfibris) badan kurus atau berat badan menurun.
Tempat kelainan lesi TB yang perlu dicurigai adalah bagian apeks paru. Bila
dicurigai infiltrat yang agak luas maka akan didapatkan perkusi yang redup
dan auskultasi nafas bronkial. #kan didapatkan juga suara nafas tambahan
berupa ronkhi basah kasar dan nyaring. Tetapi bila infiltrat ini diliputi
oleh penebalan pleura suara nafasnya menjadi 'esikular melemah.
Pemeriksaan penunjang
& Tuberculin skin testing
!ilakukan dengan menginjeksikan secara intracutaneous *.)ml Tween&
stabili5ed li6uid PP! pada bagian punggung atau dorsal dari lengan bawah.
!alam wkatu 78 9 :; jama area yang menonjol (indurasi) bukan eritema
diukur. 1kuran tes %antou< ini sebesar =mm diinterpretasikan positif
pada kasus&kasus 2
). Indi'idu yang memiliki atau dicurigai terinfeksi ,I>
;. %emiliki kontak yang erat dengan penderita TBC yang infeksius
/. Indi'idu dengan rontgen dada yang abnormal yang mengindikasikan
gambaran proses penyembuhan TBC yang lama yang sebelumnya
tidak mendpatkan terapo -#T yang adekuat
7. Indi'idu yang menggunakan ?arkoba dan status ,I>&ny tidak
diketahui
"edangkan ukuran )*mm uji tuberculin dianggap positif biasanya pada
kasus&kasus seperti 2
). Indi'idu dengan kondisi kesehatan tertentu kecuali penderita ,I>
;. Indi'idu yang menggunakan ?arkoba (jika status ,I>&ny negati'e)
/. Tidak mendapatkan pelayanan kesehatan populasi denganpendapatan
yang rendah termasuk kelompok ras dan etnik yang beresiko tinggi
7. Penderita yang lama mondokdirumah sakit
=. #nak kecil yang berusi kurang dari 7 tahun
1ji ini sekarang sudah tidak dianjurkan dipakaikarena uji ini haya
menunjukkan ada tidaknya antibodi anti TBC pada seseorang sedangkan
menurut penelitian 8*@ penduduk indosia sudah pernah terpapar intigen
TBC walaupun tidak bermanifestasi sehingga akan banyak memberikan
false positif.
& Pemeriksaan radiologis
). #danya infeksi primer digambarkan dengan nodul terkalsifikasi pada
bagian perifer paru dengan kalsifikasi dari limfe nodus hilus
;. "edangkan proses reaktifasi TB akan memberikan gambaran 2
a) ?ekrosis
b) Ca'itasi (terutama tampak pada foto posisi apical lordotik)
c) Aibrosis dan retraksi region hilus
d) Bronchopneumonia
e) Infiltrate interstitial
f) Pola milier
g) 0ambaran diatas juga merupakan gambaran dari TB primer lanjut
/. TB pleurisy memberikan gambaran efusi pleura yang biasanya terjadi
secara massif
7. #kti'itas dari kuman TB tidak bisa hanya ditegakkan hanya dengan )
kali pemeriksaan rontgen dada tapi harus dilakukan serial rontgen
dada. Tidak hanya melihat apakah penyakit tersebut dalam proses
progesi atau regresi.
Pemeriksaan darah
Pemeriksaan ini kurang mendapat perhatian karena hasilnya kadang&
kadang meragukan tidak sensitif tidak juga spesifik. Pada saat TB baru
mulai (aktif) akan didapatkan jumlah leukosit yang sedikit meninggi dengan
hitung jenis pergeseran ke kiri. $umlah limfosit masih dibwah normal. Baju
endap darah mulai meningkat. $ika penyakit mulai sembuh jumlah leukosit
kembali normal dan jumlah limfosit masih tinggi. Baju endap darah mulai
turun ke arah normal lagi. Bisa juga didapatkan anemia ringan dengan
gambaran normokron dan normositer gama globulin meningkat dan kadar
natrium darah menurun.
Pemeriksaan sputum
Pemeriksaan sputum adalah penting karena dengan ditemukannnya
kuman B# diagnosis tuberkulosis sudah dapat dipastikan. (riteria BT#
positif adalah bila sekurang&kurangnya ditemukan / batang kuman BT#
pada satu sediaan.
Klasifikasi penyakit dan tipe penderita
Penentuan klasifikasi penyakit dan tipe penderita TB memerlukan
3definisi kasus4 yang memberikan batasan baku dari setiap klasifikasi dan
tipe penderita.
#da empat hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan definisi kasus&
yaitu
). -rgan tubuh yang sakit 2 paru atau ekstra paru
;. ,asil pemeriksaan dahak secara mikroskopis langsung 2 BT# positif
atau BT# negati'e
/. Ciwayat pengobatan sebelumnya 2 baru atau sudah pernah diobati
7. Tingkat keparahan penyakit 2 penyakit ringan atau berat
a. KLASIFIKASI
#. Tuberculosis Paru
Tuberculosis paru adalah tuberculosis yang menyerang jaringan paru
tidak termasuk pleura (selaput paru)
Berdasarkan pemeriksaan dahak TB Paru dibagi menjadi ; yaitu 2
). Tuberkulosis Paru BT# positif
;. Tuberkulosis Paru BT# negati'e
B. Tuberculosis Dkstra Paru
Tuberculosis ekstra paru adalah tuberculosis yang menyerang organ
tubuh selain jaringan paru misalnya pleura (selaput paru) selaput
otak selaput jantung kelejar limfe tulang persendian kulit usus
ginjal saluran kencing alat kelamin dan lain&lain.
Berdasarkan tingkat keparahannya TB Dkstra Paru dibagi menjadi ;
yaitu 2
). Tuberkulosis Dkstra Paru Cingan
%isal 2 TB kelenjar limfe pleuritis eksudatif unilateral tulang
(kecuali tulang belakang) sendi dan kelenjar adrenal
;. Tuberkulosis Dkstra Paru Berat
%isal 2 meningitis milier perikarditis peritonitis pleuritis
eksudatif dupleks TB tulang belakang TB usus TB saluran
kencing dan alat kelamin.
b. TIPE PE!E"ITA
Tipe penderita ditentukan berdasarkan riwayat pengobatan
sebelumnya. #da beberapa tipe penderita yaitu 2
). (asus baru
#dalah penderita yang belum pernah diobati dengan -#T atau sudah
pernah menelan -#T kurang dari satu bulan (/* dosis harian)
;. (ambuh (relaps)
#dalah penderita TB yang sebelumnya pernah mendapatkan terapi
TB dan etlah dinyatakan sembuh atau pengobatan lengkap kemudian
kembali lagi berobat dengan hasil pemeriksaan dahak BT# positif
/. Pindahan (transfer in)
#dalah penderita TB yang sedang mendapatkan pengobatan disuatu
kabupaten lain dan kemudian pindah berobat ke kabupaten ini.
Penderita tersebut harus membawa surat rujukan.pindahan (A-C%
TB *E)
7. (asus berobat setelah lalai (pengobatan setelah default.drop&out)
#dalah penderita TB yang kembali berobat dengan hasil pemeriksaan
dahak BT# positif setelah putus berobat ; bulan atau lebih.
=. 0agal
#dalah penderita BT# positif yang masih tetap positif atau kembali
menjadi positif pada akhir bulan ke&= atau lebih.
#dalah penderita BT# negati'e rontgen positif yang menjadi BT# positif
pada akhir bulan ke&; pengobatan.
F. Bain&lain
"emua penderita lain yang tidak memenuhi persyaratan tersebut
diatas. Termasuk dalam kelompok ini adalah kasus kronik (adalah
penderita yang masih BT# positif setelah menyelesaikan pengobatan
ulang dengan kategori ;)
Pengobatan tuberkulosis
"aat ini telah dapat dilakukan pengobatan TBC secara efektif dan dalam
waktu yang relatif singkat. Program pengobatan tersebut dikenal dengan
nama !-T" (!irect -bser'ed Treatment "hortcourse). -bat yang
digunakan adalah kombinasi dari Cifampicin Isonia5id Pyra5inamid
Dthambutol dan "treptomycin. Pengobatan dilakukan dalam waktu F&8
bulan secara intensif dengan diawasi seorang P%- (Pengawas %enelan
-bat) untuk meningkatkan ketaatan penderita dalam minum obat.
Ceferensi2
Gulkifli #min #sril Bahar ;**F. Tuberkulosis Paru Buku #jar Ilmu
Penyakit !alam $akarta2 1I
http2..www.medicastore.com.tbc.
http2..www.medicastore.com.tbc.penyakitHtbc.htm
http2..www.infopenyakit.com.;**:.);.penyakit&tuberkulosis&tbc.html

Anda mungkin juga menyukai