Anda di halaman 1dari 36

1

NAMA :
KELAS:

HIDROSFER (PERAIRAN DARAT)


A. SIKLUS AIR
Air adalah :

Air merupakan zat yang penting bagi tubuh sehingga tanpa air orang tidak akan hidup. Agar
air dapat dimanfaatkan untuk keperluan : .

. ..
Guna keperluan kehidupannya, manusia harus mengambil air antara lain dari :

Hidrosfer adalah :

. ..
Hidrosfer meliputi :

Air mengalir melalui suatu daur air yang berjalan dengan sempurna. Dalam daur air itu, air
jatuh kepermukaan bumi dari atsmosfer dan kembali lagi ke atsmosfer.
Air yang terkena panas matahari akan menguap ke atsmosper. Uap air di atsmosfer kemudian
mengalami kondensasi menjadi titik-titik air dan jatuh kebumi sebagai hujan. Dari seluruh
hujan yang jatuh kebumi sebagai hujan. Dari seluruh hujan yang jatuh kebumi hanya

yang

mengalir kesungai dan kembali ke laut. Sisanya meresap ke dalam tanah.


Proses pergerakan air itu di sebut siklus air.
Siklus air dibedakan menjadi tiga, yaitu siklus pendek, siklus sedang, dan siklus panjang.
1. Siklus pendek adalah :

GAMBAR KAN SIKLUS PENDEK

Siklus sedang adalah : .

GAMBARKAN SIKLUS SEDANG

Siklus panjang adalah :

GAMBARKAN SIKLUS PENJANG

Aktifitas yang berkaitan dengan siklus air antara lain sebagai berikut :
1. Evaporasi, yaitu proses perubahan :
..

2. Transpirasi, yaitu penguapan :

3. Evapotranspirasi, yaitu :

a. Evaportranspirasi pontensial adalah :

b. Evapotranspirasi aktual adalah :


.......
.
4. Kondensasi adalah proses :

..
5. Sublimasi adalah : .
.
6.

Infiltrasi adalah :

..
7. Presipitasi adalah :

.
B.

PERAIRAN DARAT
1. Air tanah
a. Potensi
Air tanah adalah air : ..

.
Makin banyak air hujan yang meresap ke dalam tanah makin banyak pula air yang tersimpan
didalam tanah.
Secara umum air tanah dibedakan menjadi dua macam, yaitu air tanah dangkal (air freatik
dan
air tanah dalam (air artesis).

1) Air tanah dangkal


Air tanah dangkal adalah : .

..

2)

Air Tanah Dalam


Air tanah dalam adalah ( air artetis.): .

..
Geyser adalah :


b. Manfaat dan Pengelolaan
Sumber daya air dimanfaatkan dan dikelola sebaik-baiknya, misalnya :

.
Pelindungan dan pelestarian sumber air bertujuan melindungi dan melestarikan keberadaan
sumber-sumber air dilingkungan terhadap kerusakan atau gangguan yang disebabkan oleh
alam atau oleh tindakan manusia.
Usaha pelindungan dan pelestarian tersebut antara lain dilakukan melalui :
a)

b)

c)
..
d)

e) ...
..
f)
..
g)

h)
.
i)

2. Sungai

Sungai adalah :

.
Air sungai dapat berasal :
.
Dalam penjelasannya. Aliran air sungai mempunyai tiga aktivitas, yaitu melakukan erosi,
transportasi, dan sedimentasi.
Air sungai dapat mengikis tanah yang dilaluinya, kemudian membawa kemuara sungai untuk
diendapkan.
Erosi sungai terbesar terjadi :

Meander adalah : .

..
Danau oxbow (oxbow lake) :

. ..

Proses terjadinya oxbow lake.

Delta adalah :

.
Profil sungai
Menurut profil memanjang, sebuah sungai dapat dibagimenjadi tiga bagian , yaitu bagian
hulu , tengah dan hilir .
Bagian hulu

Bagian tengah

Bagian hilir

a. Jenis-jenis Sungai
1) Berdasarkan sumber air, sungai dibedakan menjadi tiga.
(a) Sungai mata air,
(b) Sungai hujan,
......
(c) Sungai gletser,

.
2) Berdasarkan arah aliran, sungai dibedakan menjadi empat.
(a) Sungai konsekuen : ..
.
(b) Sungai subsekuen,

..
(c) Sungai obsekuen,

..
(d) Sungai resekuen,

..
3) Berdasarkan struktur geologi, sungai dibedakan menjadi dua.
(a) Sungai anteseden, yaitu :

..
(b) Sungai superposed, yaitu :

. .

4. Berdasarkan keberadaan aliran airnya , sungai dapat dibedakan menjadi sungai


permanen , periodic , intermitten
- Sungai permanen :
..
Penyebabnya adalah :
a.
b.
c. ..
Contoh :
.
.
-

Sungai periodic : .
.
.
Contoh : ..
.
.

Sungai intermitten :
.
Contoh :
.
b. Pola Aliran Sungai
Pola aliran sungai yang ada dipermukaan bumi sangat dipengaruhi oleh
morpologi tempat sungai mengalir dan struktur geologinya. Pola aliran sungai yang
umum adalah sebagai berikut.

1) Pola dendritik
Pola aliran sungai : ..

........................................................................................................
2) Pola Trellis
Pola aliran sungai :

..
3) Pola Radial
Pola aliran sungai :

.
4) Pola Rektangurlar
Pola aliran sungai :

..
c. Manfaat Sungai
Beberapa manfaat dari sungai yang sampai saat ini dapat kita lihat dan rasakan dalam
kehidupan sehari-hari antara lain sebagai beriut.
1)

2)

10

.
3)

4)

.
5)

...................................................................................................................
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian sungai antara lain

sebagai berikut.
1)

..
2)

..
3)

11

d. Daerah Aliran Sungai


Daerah aliran sungai (DAS) adalah :

..
Luas DAS tidak sama di semua tempat, tergantung pada bentuk DAS yang ada.

3. Danau
Danau adalah :

a. Danau Alam

Danau alam adalah :

..
1) Danau Tektonik, yaitu

..
2) Danau Vulkanik, yaitu

....................
3) Danau tektonovulkanik, yaitu :

12

....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
.......................................................................................................................
4) Danau Karst, yaitu : .....

..
5) Danau Glasial, yaitu : ,...

.
6) Danau bendungan alam, yaitu :

..
b. Danau Buatan
Danau buatan (Waduk) adalah :

..
Manfaat waduk adalah :

13

4. Rawa
Rawa adalah :

..
Di Indonesia rawa-rawa banyak terdapat :

.
Berdasarkan sifat airnya, rawa-rawa dapat dibedakan menjadi rawa air asin, rawa air
tawar, dan rawa air payau.
a. Rawa air asin adalah
.
b. Rawa air payau adalah
.
c. Rawa air tawar adalah

C. BANJIR: Penyebab, Dampak, dan Usaha Mengurangi Resikonya


Banjir adalah : .

14

Ada tiga jenis banjir yang umum terjadi, yaitu banjir sungai, banjir danau, dan banjir laut.
1. Banjir sungai
Banjir sungai :

..
2. Banjir danau : .

..
3. Banjir pasang
Banjir pasang : ...

15

1. Penyebab terjadinya banjir


Hujan, salju yang mencair, dan air pasang merupakan penyebab terjadinya banjir.
Namun, terdapat faktor-faktor lain yang juga berperan sehingga terjadi banjir, antara lain
sebagai berikut :
a.

..
b.

c.
..
d.
..

2.

Dampak Terjadinya Banjir


a. Dampak positif, yaitu :

..
b. Dampak negatif.
1)

2)
..
3)
.
4)
.

16

5)

3.

Usaha Mengurangi Resiko Terjadinya Banjir


Karena banjir merupakan bencana alam, tidak mungkin feno tersebut dicegah oleh
manusia, Namun, manusia dapat melakukan upaya-upaya tertentu untuk mengurangi risiko
yang diakibatkan oleh banjir, upaya-upaya tersebut anatara lain sebagai berikut.
a.
.
b.
..
c.
...
d.
..
e.

HIDROSFER
B. SIKLUS AIR
Air adalah senyawa gabungan dua atom di hidrogen dengan satu
atom oksigen menjadi H2 O. Air dapat berbentuk padat, cair, dan gas. Air
berbentuk padat jika didinginkan sampai 0o C dan mendidih pada suhu
100 oC. Air merupakan zat yang penting bagi tubuh sehingga tanpa air
orang tidak akan hidup. Agar air dapat dimanfaatkan untuk keperluan
rumah tangga, kantor, pabrik, dan tempat-tempat lain, maka harus
memenuhi syarat-syarat antara lain air harus tidak berwarna, relatif tidak
berbau, dan tawar (tidak berasa).
Guna keperluan kehidupannya, manusia harus mengambil air antara
lain dari sungai, danau,
dan dari dalam tanah dengan cara membuat sumur.
Sekitar 97,2 % permukaan bumi (samudra , laut)merupakan
wilayah perairan, dan air diatmosfer 2,8 %. Lapisan air yang
menyelimuti permukaan bumi disebut hidrosfer. Hidrosfer meliputi
samudra, laut, sungai, danau, gletser, salju, air tanah, dan uap air

17

atmosper. Air di permukaan bumi jumlahnya selalu tetap meskipun


berubah bentuk. Dari bentuk cair menjadi uap air, kemudian kembali
menjadi cair.
Perbandingan jumlah air dilautan dan air didaratan , sebagai berikut :
1. Air dilautan atau Samudra
:
97,2 %
2. Air didaratan dan atmosfer : 2,8 % , terdiri dari
- Salju
: 2,15 %
- Air tanah
: 0,62 %
- Air danau
: 0,03 %
- Air sungai
: 0,0001 %
- Di atmosfer
: 0,0001 %
-

Air mengalir melalui suatu daur air yang berjalan dengan


sempurna. Dalam daur air itu, air jatuh kepermukaan bumi dari
atsmosfer dan kembali lagi ke atsmosfer.
Air yang terkena panas matahari akan menguap ke atsmosper. Uap air
di atsmosfer kemudian mengalami kondensasi menjadi titik-titik air dan
jatuh kebumi sebagai hujan. Dari seluruh hujan yang jatuh kebumi
sebagai hujan. Dari seluruh hujan yang jatuh kebumi hanya 1/3 ( ) yang
mengalir kesungai dan kembali ke laut. Sisanya meresap ke dalam
tanah.

18

Air tanah itu kemudian menjadi sumber mata air yang mengalir
melalui sungai dan akhirnya kembali lagi ke laut. Proses pergerakan air
itu di sebut siklus air.
Siklus air dibedakan menjadi tiga, yaitu siklus pendek, siklus sedang,
dan siklus panjang.
2. Silus pendek yang apabila uap air laut mengalami kondensasi diatas
laut kemudian jatuh sebagai hujan dan kembali kelaut.
3. Silus sedang, yaitu apabila uap air laut mengalami kondensasi
membentuk awan kemudian terbawa angin menuju daratan dan jatuh
sebagai hujan.
Curahan hujan sebagian meresap kedalam tanah, sungai serta
danau dan akhirnya kembali ke laut.
4. Siklus panjang, yaitu apabila uap air laut dibawa angin menuju
daratan hingga pegunungan tinggi, menjadi kristal-kristal es atau
salju, kemudian jatuh sebagai hujan es atau salju membentuk gletser,
masuk ke sungai dan akhirnya kembali ke laut.
Aktifitas yang berkaitan dengan siklus air antara lain sebagai berikut :

19

1. Evaporasi, yaitu proses perubahan zat cair menjadi uap air,


misalnya evaporasi dari air sungai, danau, dan laut. Faktor-faktor
yang mempengaruhi evaporasi adalah sebagai berikut.
b. Faktor meteorologis, terdiri dari suhu air, suhu udara/atmosfer,
kelembapan,
kecepatan angin, tekanan udara, dan sinar Matahari (radiasi)
c. Banyaknya air, misalnya penguapan pada permukaan tanah yang
jenuh air berbeda
dengan permukaan tanah yang tidak jenuh air.
2. Transpirasi, yaitu penguapan air dari tumbuh-tumbuhan melalui
pori-pori daun (stomata). Faktor-faktor yang mempengaruhi
transpirasi adalah sebagai berikut.
a. Faktor meterologis yaitu sinar matahari karena transpirasi
berlangsung pada siang
hari, sedangkan pada malam hari stomata akan tertutup.
b. Jenis tumbuh-tumbuhan, yati berhubungan dengan ukuran
stomata dan kandungan airyang diperlukan tumbuh-tumbuhan.
c. Jenis tanah, yaitu kondisi kelembapan tanah membatasi
persediaan air yang diperlukan oleh tumbuh-tumbuhan.
3. Evapotranspirasi, yaitu kombinasi antara evaporasi dan transpirasi.
c. Evaportranspirasi pontensial adalah evaportranspirasi yang terjadi
apabila tersedia cukup air dari presipitas atau irigasi.
Evapotranspirasi potensial sangat penting untuk memperkirakan
kebutuhan irigasi.
d. Evapotranspirasi aktual adalah evapotranspirasi yang terjadi
sesungguhnya, yaitu
dengan kondisi pemberian air seandainya. Evapotranspirasi aktual
akan menjadi kecil apabila jumlah air yang tersedia untuk
tanaman berkurang.
4. Kondensasi adalah proses perubahan wujud dari bentuk uap air
menjadi titik-titik air.
5. Sublimasi adalah perubahan wujud dari gas menjadi bentuk padat,
contohnya perubahan uap air menjadi salju.
6. Infiltrasi adalah peresapan air kedalam tanah melalui pori-pori tanah.
7. Presipitasi adalah segala materi yang dicurahkan dari atmosfer ke
permukaan bumi dalam bentuk air (hujan) maupun padat (salju).
D. PERAIRAN DARAT
5. Air tanah
c. Potensi

20

Air tanah adalah air yang terdapat di lapisan tanah di permukaan


bumi. Air tanah berasal dari air hujan yang meresap kedalam tanah.
Makin banyak air hujan yang meresap ke dalam tanah makin banyak
pula air yang tersimpan didalam tanah. Besar kecilnya resapan air
hujan bergantung pada tingka kelembapan tanah, prositas tanah,
dan kemiringan lereng.
Secara umum air tanah dibedakan menjadi dua macam, yaitu
air tanah dangkal (air freatik) dan
air tanah dalam (air artesis).
3)
A

ir tanah dangkal
Air tanah dangkal adalah air yang terdapat di atas lapisan batuan
kedap air. Kedalaman air tanah dapat kita amati pada permukaan air
sumur. Namun kedalaman permukaan air sumur itu berbeda-beda di
berbagai tempat. Hal itu disebabkan oleh perbedaan tabel atau
tipisnya lapisan permukaan tanah dan kedudukan permukaan air
tanah. Sebagai contoh, di daerah pegunungan biasanya permukaan
air tanah biasanya sangat dalam, sedangkan didaratan rendah
permukaan air tanahnya dangkal. Kedudukan permukaan air tanah
juga dipengaruhi oleh musim. Pada musim kemarau kedudukan
permukaan air tanah lebih dalam dibandingkan pada musim hujan.

21

4) Air Tanah Dalam


Air tanah dalam adalah air tanah yang terletak diantara dua
lapisan batuan kedap air. Air tanah dalam merupakan sumber air
yang relatif tidak pernah kering. Apabila lapisa kedap air di bor dan
mendapat tekanan yang cukup tinggi, air tanah dalam akan
memancar dan di sebut air artetis.
Air tanah juga dapat keluar ke permukaan bumi dalam bentuk
sumber air panas yang disebut geyser. Geyser adalah sumber air
panas yang erat hubungannya dengan aktivitas vulkanisme. Sumber
air panas itu apabila mendapat tekanan akan memancar keluar
disertai dengan gas. Semburan itu terjadi kadang-kadang beraturan
dan kadang-kadang tidak.
d. Manfaat dan Pengelolaan
Sumber daya air dimanfaatkan dan dikelola sebaik-baiknya,
misalnya dengan tidak melakukan pencemaran terhadap sumber air,
seperti danau dan sungai. Eksploitasi yang berlebihan terhadap
sumber-sumber air juga dapat menimbulkan masalah yang serius.
Begitu pentingnya peranan air dalam kehidupan sehingga
pemerintah melakukan upaya untuk menjamin penyelenggaraan
pengelolaan sumber daya air. Pemerintah menyusun pola
pengelolaan berdasarkan wilayah sumber daya air dengan
berlandaskan pada perinsip keterpaduan antara sumber daya air
permukaan dan air tanah. UU tersebut mengundang reaksi
penolakan, terutama dari organisasi lingkungan. Mereka menilai
bahwa beberapa materi pengaturan hak guna air dalam undangundang tersebut bertentangan dengan pasal 33 ayat (2) dan (3) UUD

22

1945. Pasal-pasal tersebut dinilai membuka celah bagi privatisasi


dan komersialisasi pengelolaan sumber daya air, baik air tanah, air
permukaan, maupun sebagai bahan badan sungai.
Pengelolaan tersebut akan mendorong peningkatan peran swasta
sekaligus mengurangi peran negara dalam pengelolaan air serta
tidak adanya batasan kepemilikan swast, termasuk swasta asing,
dalam sektor pengelolaan air. Hal itu akan memicu konflik
penguasaan dan pengusahaan air antarpetani dan antar petani
(masyarakat Biasa) degan pengusaha (badan Usaha) karena pelaku
usaha dapat dipastikan akan lebih mendahulukan fungsi/aspek
ekonomi daripada fungsi sosialnya.
UU Sumber Daya Air juga mengatur tentang konservasi sumber
daya air. Dalam UU ini yang dimaksud dengan konservasi sumber
daya air adalah upaya memelihara keberadaan, keberlanjutan
keberadaan, sifat dan fungsi sumber daya air agar senantiasa
tersedia dalam kuantitas dan kualitas yang memadai untuk
memenuhi kebutuhan makhluk hidup, baik untuk waktu sekarang
maupun untuk generasi yang akan datang. Konservasi dilakukan
melalui kegiatan pelindungan dan pelestarian sumber air,
pengawetan air, pengelolaan kualitas air, dan pengendalian
pencemaran air.
Pelindungan dan pelestarian sumber air bertujuan melindungi dan
melestarikan keberadaan sumber-sumer air dilingkungan terhadap
kerusakan atau gangguan yang disebabkan oleh alam atau oleh
tindakan manusia.
Usaha pelindungan dan pelestarian tersebut antara lain dilakukan
melalui :
a. Pemeliharaan kelangsungan fungsi resapan air dan
daerah tangkapan air.
b. Pengendalian pemamfaatan sumber air.
c. Pengisian air pada sumber air.
d. Pengaturan perasarana dan sarana sanitasi.
e. Pengamanan sumber air dalam hubungan dengan
kegiatan pembangunan dan pemanfaatan lahan pada
sumber air.
f. Pengendalian pengelolaan tanah di daerah hulu.
g. Pengaturan daerah sempadan sumber air.
h. Rehabilitas hutan lahan.
i. Pelestarian hutan lindung, kawasan suka alam, dan
kawasan pelestarian alam.
Guna menegakan hukum tentang pengelolaan sumber daya air,
UU memberikan sanksi pidana kepada setiap orang yang dengan

23

sengaja melakukan kegiatan yang mengakibatkan rusaknya sumber


air, merugikan upaya pengawetan air, dan atau mengakibatkan
pencemaran air. UU juga mencantumkan larangan pengusahaan
sumber daya air tanpa izin dari pemerintah, juga larangan melakukan
kegiatan pelaksanaan konstruksi pada sumber air tanpa izin dari
pemerintah.
6. Sungai
Sungai adalah aliran air tawar melalui suatu saluran menuju laut,
danau, atau sungai lain yang lebih besar. Air sungai dapat berasal dari
glerser, danau yang meluap, atau mata air pegunungan. Dalam
penjelasannya. Aliran air sungai mempunyai tiga aktivitas, yaitu
melakukan erosi, transportasi, dan sedimentasi. Air sungai dapat
mengikis tanah yang dilaluinya, kemudian membawa kemuara sungai
untuk diendapkan. Erosi sungai terbesar terjadi dibagian hulu (daerah
pegunungan). Lereng yang curam didaerah pegunungan mengakibatkan
aliran relatif deras sehingga erosi vertikal lebih besar. Oleh karena itu,
dapat di amati lembah sungai didaerah pegunungan mengakibatkan
aliran relatif deras sehingga erosi vertikal lebih besar. Oleh karena itu,
dapat di amati lembah sungai didaerah pegunungan berbentuk seperti
huruf V.
Di bagian hilir, aliran air lebih lambat karena lereng relatif landai.
Oleh karena itu, erosi horizontal lebih besar. Hal itu dapat kita amati
lewat bentuk lembah sungai dibagian hilir yang makin lebar dan
berkelok-kelok (meander). Meander terdapat di bagian lembah sungai
yang melebar dan rendah. Akibat adanya putaran atau pembelokan
sungai, jarak aliran sungai menjadi sangat panjang.
Dalam perkembangannya setelah membentuk meander, sungai itu
dapat berkelok kembali lagi sehingga memotong lengkungan
membentuk sebuah pulau. Jalan pintas yang memotong lengkungan itu
menjadi bagian dari saluran utama sungai. Adapun jalan masuk menuju
lengkungan diputus oleh tumpukan endapan. Melalui cara itu terbentuk
genangan air yang berbentuk bulan sabit (lengkungan yang terpotong)
yang dikenal dengan danau oxbow (oxbow lake).

24

Proses terjadinya oxbow lake.


Di Muara sungai, aliran airnya tenang. Makin mendekati laut atau
danau, sungai itu makin lebar dan alirannya lambat. Hal itu
menyebabkan bahan-bahan hasil erosi mudah diendapkan
(sedimentasi). Hasil sidimentasi yang tampak dimuara disebut delta

Profil sungai
Menurut profil memanjang, sebuah sungai dapat dibagimenjadi tiga
bagian , yaitu bagian hulu , tengah dan hilir .

Bagian hulu
Arus deras
Daya erosi besar
Arah erosi terutama
kebagian dasar (erosi
vertikal)
Palung sungai
berbentuk huruf V
Kadang kala terdapat
air terjun / jeram
Tidak terjadi
pengendapan

Bagian tengah
Arus deras
Daya erosi berkurang
Arah erosi kebagian
dasar dan samping
(erosi vertical dan
lateral )
Palung sungai
berbentuk huruf U
Mulai terjadi
sedimentasi
Sering terjadi meander
(kelokan sungai )

Bagian hilir
Arus tenang
Daya erosi kecil
Arah erosi kesamping
(erosi lateral)
Palung sungai melebar
Banyak terjadi
pengendapan
Di bagian muara
kadang kala berbentuk
delta

e. Jenis-jenis Sungai
7. Berdasarkan sumber air, sungai dibedakan menjadi tiga.
a. Sungai mata air, yaitu sungai yang artinya berasal dari mata air.

25

b. Sungai hujan, yaitu sungai yang artinya berasal dari air hujan.
Pada saat musim hujan debit air bertambah,
sedangkan pada musim kemarau debit air berkurang.
Sungai-sungai di Indonesia sebagian besar termasuk
sungai hujan.
c. Sungai gletser, yaitu sungai yang airnya berasal dari pencairan
gletser (es), misalnya sungai Memberamo di Papua.
8. Berdasarkan arah aliran, sungai dibedakan menjadi empat.
-. Sungai konsekuen, yaitu sungai yang aliran airnya searah
dengan kemiringan kereng.
- Sungai subsekuen, yaitu sungai yang aliran airnya yang tegak
lurus terhadap sungai konsekuen.
- Sungai obsekuen, yaitu anak sungai dari sungai subsekuen yang
arah aliran airnya berlawanan dengan sungai konsekuen.
- Sungai resekuen, yaitu anak sungai dari sungai subsekuen yang
arah aliran airnya sejajar dengan sungai konsekuen.
9. Berdasarkan struktur geologi, sungai dibedakan menjadi dua.
- Sungai anteseden, yaitu sungai yang tetap mempertahankan
pola alirannya meskipun terjadi pengangkatan secara
perlahan-lahan. Oleh karena itu, sungai anteseden akan
membentuk celah atau lembah yang disebut water gap.
-

Sungai superposed, yaitu sungai yang mengalir pada suatu


dataran aluvia atau dataran peneplain hingga struktur batuan
di dataran itu tersingkap tanpa banyak mengubah pola aliran
sungai.

10.
Berdasarkan keberadaan aliran airnya , sungai dapat
dibedakan menjadi sungai permanen , periodic , intermitten
- Sungai permanen : sungai yang alirannya tetap sepanjang
tahun . Penyebab tetapnya aliran sungai adalah :
a. Hujan yang terus menerus sepanjang tahun didaerah hulu
b. Hutan yang masih lebat didaerah hulu
c. Mata airnya berasal dari salju abadi
Contoh : sungai sungai di P.Sumatra , Kalimantan dan
Papua

26

11.

Sungai periodic : sungai yang alirannya tidak tetap sepanjang


tahun , pada musim kemarau kering dan musim penghujan
kadang kala meluap sehingga menyebabkan banjir .
Contoh : sungai sungai di P. Jawa dan Nusa Tenggara
Sungai intermitten : sungai yang hanya berair sesudah hujan .
sungai demikian banyak terdapat di daerah gurun pasir

Pola Aliran Sungai


Pola aliran sungai yang ada dipermukaan bumi sangat
dipengaruhi oleh morpologi tempat sungai mengalir dan struktur
geologinya. Pola aliran sungai yang umum adalah sebagai
berikut.

27

5) Pola dendritik
Pola aliran sungai yang tidak teratur. Pola tersebut biasanya
terdapat di daerah dataran rendah atau daerah pantai. Anakanak sungai yang mengalir bermuara ke sungai induk
berbentuk sudut lancip dan ada pula yang berbentuk sudut
tumpul.
6) Pola Trellis
Pola aliran sungai yang aliran sungai induknya sejajar
dengan anak-anak sungai yang bermuara pada sungaiinduk.
Pertemuan antara sungai induk dan anak sungai membentuk
sungai siku-siku (tegak lurus).
7) Pola Radial
Pola aliran sungai yang memusat kesuatu daerah. Pola itu
biasanya terdapat didaerah cekungan (basin).
8) Pola Rektangurlar
Pola aliran sungai yang membentuk sudut siku-siku. Pola itu
biasanya terdapat di daerah patahan.
12.
Manfaat Sungai

28

Beberapa manfaat dari sungai yang sampai saat ini dapat


kita lihat dan rasakan dalam kehidupan sehari-hari antara lain
sebagai beriut.

6) Sebagai prasarana transportasi. Di beberapa daerah sungai di

manfaatkan untuk perasarana transportasi, contohnya sungai


Kapuas, Sungai Barito, Sungai Kahayun, dan
7) Sungai Mahakam di Kalimantan, Sungai Musi, Sungai Indragiri,

dan Sungai batanghari di Sumatra, serta sungai Memberamo dan


Sungai Digul di Papua.
8) Merupakan sumber air untuk irigasi.
9) Aliran sungai digunakan untuk membangkit tenaga listrik.
Beberapa sungai di Indonesia yang digunakan untuk pembangkit
tenaga listrik adalah Sungai Asahan di Sumatra utara, Ci Tarum di
Jawa Barat, sungai di Jawa Timur, serta Bangawan Solo di Jawa
tengah dan Jawa timur.
10) Dimanfaatkan sebagai prasarana olah raga, contohnya arung
jeram. Selain itu, keindahan aliran sungai dapatdigunakan sebagai
sarana rekreasi.
11) Digunakan sebagai tempat budi daya perikanan.
Karena berbagai manfaat dapat diperoleh dari sungai, hendaknya
kelestarian sungai tetap dijaga. Dengan menjaga kelestarian sungai
berarti menjaga lingkungan hidup.
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian
sungai antara lain sebagai berikut.

29

1. Menjaga kelestarian hutan terutama didaerah sungai bagian hulu.


Hal itu karena hutan didaerah hulu sungai merupakan tempat
peresapan air hujan. Dengan demikian, menjadaga kelestarian hutan
berarti menjaga ketersediaan air yang akan mengalir ke sungai.
2. Pembuatan teras-teras pada lereng disepanjang aliran sungai
mencegah terjadi erosi yang akan memperdangkal kedalaman
sungai.
3. Tidak membuat limbah dan sampah ke sungai, baik dari pabrik
maupun rumah tangga. Pembuatan limbah dan sampah ke sungai
akan merusak kehidupan yang berada di dalam sungai. Selain itu,
pembuangan sampah ke sungai akan menyeababkan aliran
sungai menjadi terhambat. Hal itu akan mengakibatkan banjir
apabila terjadi hujan yang deras.
13.

Daerah Aliran Sungai


Daerah aliran sungai (DAS) adalah saluran wilayah di sekitar
sungai yang apabila terjadi hujan airnya mengalir ke sungai utama.
Wilayah das di batasi oleh punggung (gigir) gunung atau
pegunungan.
Luas DAS tidak sama di semua tempat, ergantung pada
bentuk DAS yang ada. Misalnya, luas DAS di pulau Jawa berbeda
dengan luas DAS di Pulau Kalimantan.
Sebuah DAS dapat terdiri dari sedikit atau banyak sungai.
Melalui tentang kerapatan sungai, sebuah DAS dapat dilakukan
jenis batuan dan iklimnya. Misalnya, sebuah DAS yang tersiri
daribatuan yang keras tingkat kerapatan sungainya rendah.
Sebuah DAS yang berada di daerah yang beriklim kering anak
sungainyai tidak banyak.

30

Banyak atau sedikitnya air yang jatuh ke alur sungai yang


jatuh keluar sungai pada saat huja dan cepat atau lambatnya air
hujan terkumpul di alur dipengaruhi oleh lereng DAS. Lereng DAS
dapat diketahui dengan menghitung perbedaan antara titik
tertinggi dan titik terendah laur sungai, selanjutnya dibagi dengan
panjang suangai.
Kelestarian lingkungan DAS perlu dijaga, misalnya dengan
melereng adanya penebangan liar, sebaliknya, penghijawan perlu
ditingkatkan khususnya di daerah hulu. Hal itu di maksudkan agar
air hujan didaerah tersebut dapat tersimpan dan tidak secara
langsung masuk ke sungai. Oleh karena itu, DAS juga berperan
atas terjadinya banjir.
14. Danau
Danau adalah massa air dalam jumlah besar yang berada dalam
suatu cekungan atau basin di wilayah daratan.
c. Danau Alam
Danau alam adalah danau yang terbentuk secara alami tanpa
campur tangan manusia. Danau alam dapat dibedakan menjadi
enam macam, yaitu sebagai berikut.
7) Danau Tektonik, yaitu danau yang terbentuk karena adanya

penurunan daratan yang di sebabkan oleh tenagaga tektonik.


Sebagai contoh akibat adanya proses patahan menyebabkan
terbentuknya lembah (slenk), kemudian terisi air hujan atau air
resapan sehingga terbentuk danau. Di Indonesia yang
termasuk danau tektonik antara lain Danau Singkarak di
sumatra dan Danau Towuti di Sulawesi.

31

8) Danau Vulkanik, yatu danau yang terbentuk akibat adanya

letusan gunung api. Setelah terjadi letusan, gunung api tersebut


mati, kemudian kepundan gunung terisi air hujan sehingga
terbentuk danau. Di Indonesia yang termasuk danau vulkanik
antara lain Danau kelud di Jawa, Danau Kalimutu di Flores,
Danau Poso dan Danau Matana di Sulawesi, serta Danau
Maninjau dan Danau Kerinci di Sumatera.
9) Danau tektonovulkanik, yaitu danau yang terbentuk akibat

adanya proses tektonik dan vulkanik. Akibat terjadi letusan


gunung api, sebagai badan gunung patah dan menutup lubang
kepundau. Lubang kepundan yang sudah tertutup tersebut
kemudian terisi oleh air hujan sehingga terbentuk danau. Di

32

Indonesia yang termasuk danau tektonovulkanik adalah Danau


Toba di Sumatera.

10) Danau Karst, yaitu danau yang terbentuk akibat pelarutan

didaerah kapur yang disebut juga dolina. Dolina yang besar di


sebut uvala. Di Indonesia yang termasuk danau karts antara
lain Uvala Bendo Gede di Gunung Kidul, Yogyakarta.
11) Danau Glasial, yaitu danau yang terbentuk karena erosi glester,

contohnya The Great lake di Amerika Serikat


12) Danau bendungan alam, yaitu danau yang terbentuk karena

aliran sungai terbendung, misalnya oleh tanah longsor atau


aliran lava dari gunung yang meletus. Contohnya, danau Air
Tawar di aceh dan Danau Tondano di Sulawesi.
d. Danau Buatan
Danau buatan (Waduk) adalah danau yang sengaja dibuat oleh
manusia untuk keperluan tertentu
Contohnya,
Waduk jati luhur dan saguling di Jawa barat dan
Waduk Kedungombo di Jawa Tengah.

33

Baik danau alam maupun danau buatan dapat dimanfaatkan untuk


berbagai keperluan. Di Indonesia, manfaat waduk antara lain
untuk membangkit listrik, pengairan lahan pertanian, pengendali
banjir, rekreasi, dan budidaya ikan.

15. Rawa
Rawa adalah tanah yang selalu tergenag air karena tidak ada
pelepasan air (drainase). Oleh karena itu, air rawa bersipat asam.
Kondisi yang demikian menyebabkan rawa tidak cocok untuk lahan
pertanian. Di indonesia rawa-rawa banyak terdapat di pantai-pantai
sebelah timur Pulau Sumatra, pantai-pantai du pulau kalimantan, dan
pantai-pantai di Pulau Papua.
Berdasarkan sifat airnya, rawa-rawa dapat dibedakan menjadi rawa
air asin, rawa air tawar, dan rawa air payau.
d. Rawa air asin adalah rawa yang terdapat didaerah pantai.
e. Rawa air payau adalah rawa yang terdapat di sekitar muara
sungai di dekat laut.
f. Rawa air tawar adalah rawa yang terdapat di sekitar sungaisungai besar.
E. BANJIR: Penyebab, Dampak, dan Usaha Mengurangi Resikonya
Banjir adalah peristiwa tergenagnya daratan, yang biasanya kering,
oleh air yang berasal dari sumber-sumber air di sekitar daratan. Sumbersumber air tersebuat antara lain sungai, danau, dan laut. Genangan
yang ditimbulkan oleh sumber-sumber air tersebut sifatnya tidak
permanen.

34

Banjir terjadi karena suber-sumber air tersebut tidak mampu lagi


menampung banyak air, baik air hujan, salju yang mencair, maupun air
pasang sehingga air meluap melampaui batas-batas sumber air. Air
yang meluap tersebut juga tidak mampu diserap oleh daratan
disekitarnya sehingga daratan menjadi tergenang. Hujan yang sangat
deras dan dalam waktu yang lama merupakan penyebab terjadinya
banjir yang umum terjadi di seluruh dunia.
Hujan yang sangat deras di daerah hulu sungai sangat dapat dapat
menyebabkan terjadinya banjir bandang. Banjir bandang adalah banjir
besar yang datang secara tiba-tiba dan mengalir deras sehingga
menghanyutkan benda-benda besar, misalnya batu dan kayu.

Ada tiga jenis banjir yang umum terjadi, yaitu banjir sungai, banjir
danau, dan banjir laut.
4. Banjir sungai
Banjir sungai umumnya terjadi secara berkala. Meluapnya sungai
dapat terjadi karena hujan lebat atau mencairnya es atau salju di
daerah hulu. Di Indonesia banjir sungai terjadai pada saat musim hujan.
5. Banjir danau
Air danau dapat meluap ke daratan di sekitarnya antara lain karena
badai atau angin yang sangat besar. Setelah badai berhenti, air danau
masih dapat bergerak secara mendadak ke satu arah kemudian ke arah
yang lain. Banjir danau juga dapat terjadi karena bendungan jebol.
6. Banjir pasang

35

Banjir pasang dapat terjadi antara lain karena angin topan, letusan
gunung berapi, dan gempa bumi. Gelombang pasang akibat gempa
bumi dikenal dengan istilah Tsunami. Contoh terjadinya banjir pasang
adalah sbagai berikut.
a. Siklon dan gelombang pasang di teluk Bangala pada tahun 1970
menewaskan 266.000orang di Bangladesh.
b. Letusan gunung api krakatau pada tahun 1883 menimbulkan
gelombang pasangsetinggi 12 m di atas permukaan laut normal.
4. Penyebab terjadinya banjir
Hujan, salju yang mencair, dan air pasang merupakan penyebab
terjadinya banjir.
Namun, namun terdapat faktor-faktor lain yang juga berperan sehingga
terjadi anjir, antara lain sebagai berikut.
a. Penebangan hutan disekitar DAS bagian hulu sehingga tidak ada
penutup lahan yang
dapat menahan aliran air.
b. Perubahan pengguna lahan di sekitar DAS secara sembarangan.
c. Tertutupnya aliran sungai, baik oleh sampah maupun sedimentasi.
d. Pembuatan saluran air atau sistem pembuangan air yang tidak
efektif.

Penebangan hutan.
5. Dampak Terjadinya Banjir
Banjir merupakan bencana alam yang selalu merugikankehidupan.
Namun, banjir juga dapat menguntungkan bagi lingkungan. Oleh karena

36

itu, banjir memberikan dampak positif dan dampak negatif bagi manusia
dan lingkungan.
a. Dampak positif, yaitu menyuburkan tanah di daerah sepanjang
aliran air karena banjir mengangkut tanah yang subur dari hulu.
b. Dampak negatif.
1. Menghanyutkan tanaman dan lapisan humus tanah.
2. Mengenangi daerah pertanian.
3. Memutus hubungan trasportasi sehingga daerahnya menjadi
terisolasi.
4. Persediaan air bersih menjadi berkurang.
5. Aliran dan genangan banjir dapat menyebabkan penyakit.
c. Usaha Mengurangi Resiko Terjadinya Banjir
Karena banjir merupakan bencana alam, tidak mungkin feno tersebut
dicegah oleh manusia, Namun, manusia dapat melakukan upaya-upaya
tertentu untuk mengurangi risiko yang diakibatkan oleh banjir, upayaupaya tersebut anatara lain sebagai berikut.
1. Tidak melakukan penebangan hutan di DAS bagian hulu.
2. Melakukan reboisasi di DAS bagian hulu.
3. Membuat saluran air atau sistem pembuangan air yang efektif.
4. Melakukan pengerukan sedimen di daerah hilir.
5. Tidak membuang sampah kesalauran-saluran air.