Anda di halaman 1dari 7

KARAKTER KEPEMIMPINAN NASIONAL

( Seri : Pendidikan Politik Rakyat )


Oleh : Drs. Abdul Rahman Kadir, MM
Dengan emosinya yang buruk, setiap pemimpin menguras
energi banyak orang lain dengan membuat mereka cemas,
tertekan, atau marah . Birgitta Wistrand.
Pemimpin positif, yang bisa menularkan suasana hati positif
kepada kelompok , J.M. George dan . Bettenhausen.
I. PENDAHULUAN
Berbagai literatur dalam dan luar negeri, yang kuno maupun yang mutakhir,
yang tradisional maupun modern, yang sederhana maupun yang canggih,
mengajarkan kepada kita bahwa seorang pemimpin harus selalu memiliki
kelebihan dan keunggulan dari pada rakyatnya Berikut ini petikan pendapat
para pakar negara kepemimpinan :
. Pemimpin adalah !en"aruh !ohn "a#well deskripsi satu kata,
singkat dan sederhana, yang menempatkan kepemimpinan dalam
jangkauan setiap orang $epemimpinan bukan jabatan, posisi, atau
bagan alir ( %lowchart ) $epemimpinan adalah suatu #ehidu!an yang
mempengaruhi kehidupan lain
$. $arakter adalah kekuasaan Booker & 'ashington, yang harus
dipelajari dalam pelajaran pertama adalah kepemimpinan berwawasan
luas dibangun dari karakter yang hakiki (n)rastruktur karakter yang baik
sangat penting untuk mendukung %in"#ah la#u ( beha*ior ) yang baik
$epercayaan dan keterlibatan pengikut akan parallel dengan le*el
karakter kita ( pemimpin )
&. $arakter adalah hasil !embiasaan dari sebuah gagasan dan
perbuatan, Stephen R +o*ey: &aburlah "a"asan, tuailah perbuatan
&aburlah perbuatan, tuailah #ebiasaan &aburlah #ebiasaan, tuailah
$,R,$&-R &aburlah karakter, tuailah nasib &he Se*en .abits o)
.ighly -))ecti*e People
'. /,S(B merupakan sisa dari rancangan0, Branch Rickey selanjutnya
menyatakan : 1rang banyak membicarakan nasib bagus dan nasib
jelek, jarang sekali keberhasilan ditentukan oleh P-23,/4 1rang
bilang5 /asib baik terjadi ketika peluang sesuai dengan persiapan
(. 4unakan #e#uasaan untuk memban%u orang $ita diberi
kekuasaan tidak untuk meraih tujuan pribadi, atau membuat
!er%un)u#an %erbesar di dunia, dan bukan untuk mendapatkan nama
.anya ada satu kegunaan kekuasaan yakni membantu orang0 4eorge
Bush
*. Sebagai a%uran, ia yang punya (/%1R",S( terbanyak akan
sukses !alin" "emilan" dalam hidup 6israeli
+. Pengembangan kepemimpinan adalah !er)alanan se!an)an"
hidu!, bukan kepergian singkat !ohn "a#well
,. !ika pemimpin menunjukkan kecakapan, perhatian kepada orang
lain secara &323S, dan karakter yang %er!u)i, maka rakyat akan
mengikuti0 & Richard +hase
II. KONDISI KEPEMIMPINAN NASIONAL SAAT INI
&ulisan ini tidak dimaksudkan untuk mendiskreditkan siapapun yang
memainkan peran kekuasaan saat ini, melainkan sebagai sarana mawas
diri guna perbaikan perilaku kepemimpinan nasional agar mampu
membawa bangsa (ndonesia kejaman baru yang penuh persaingan 6i
bawah ini )enomena yang dapat ditangkap, dirasakan, dilihat dan didengar :
. &erjadi degradasi perilaku kepemimpinan nasional, yang ditandai
dengan maraknya 5 saling hujat, saling )itnah, pro*okasi, agitasi para
pengikutnya, pengingkaran kebenaran, saling jegal, menjadi pengadu
domba, menjadikan massa pengikutnya setia sampai mati tanpa peduli
kebenaran, keadilan dan budaya, pokoknya membalas lawan tanpa
etika, menjadi pemimpin kharismatik yang memiliki pengikut )anatik
$. Para pemimpin sebagian besar tidak mencegah pengikutnya
melakukan pelanggaran : konstitusi, norma agama, adat, sosial dan
etika pro)esi Bahkan norma dan tata pergaulan dunia7keprotokolan
diterjang tanpa malu
&. &idak peka ( sensiti*e ) terhadap aspirasi masyarakat, bahwa rakyat
memerlukan ketenteraman, kenyamanan dan keadilan bukan wacana
politik yang terus meruncing
'. &idak melakukan pendidikan politik bagi para pengikutnya, dibuktikan
dengan pemahaman yang sempit terhadap keputusan politik seperti 5
memorandum, penyelesaian 4,", 1P" dll
(. Setelah duduk diberbagai jabatan negara ternyata masih
memposisikan diri sebagai utusan golongan, parpol dan kelompoknya,
sehingga kepekaan rasa nasionalisme8nya tipis Bahkan cenderung
primodial, etnosentris dan tidak berusaha menjadi politikus maupun
negarawan multicultural atau kosmopolitan
*. Paradigma dan mind8set yang kolusi), nepotis dan korupti) semakin
menjadi $onon melebihi tindak penyimpangan di jaman 1RB, yang
dikecam dan dijadikan agenda re)ormasi untuk diberantas,
+. $eteladanan berperilaku 5 ucapan, pernyataan, diplomasi dan
penyelesaian masalah mendasar yang dihadapi bangsa kurang Sense8
o) crisis hampir8hampir punah karena dominasi kepentingan ( interest )
pribadi, kelompok, partai dan golongan, bisnis dan rasis
2
,. &idak dapat membedakan %inda#an %e"as terhadap pelanggaran
#edaula%an ne"ara dengan tindakan pelanggaran .,", adanya pro
dan kontra penindakan terhadap pemberontak dan kaum separatis Para
pemimpin yang bertanggung jawab seolah tak perduli, tapi justru
mengomentari bidang tugas pemimpin lain yang tak ada sangkut paut
dengan #e!emim!inann-a.
.. Para pemimpin partai8partai, orsospol, 2S" dan 1$P, membungkus
akti)itas politik dengan nuansa keagamaan yang cenderung memicu
pertikaian antar etnik, antar sesama warga masyarakat, bahkan sesama
penganut agama namun berbeda aliran politik 6engan demikian rakyat
awam sulit membedakan dengan akal rasionya mana kegiatan agama
atau politik
/. $eberagaman tingkat pendidikan )ormal, jurusan 7 pro)esionalisme
dan legalisasi kerancuan pro)esionalitas dalam kepemimpinan negara
ditingkat atas 7 $abinet dengan mendudukkan menteri yang tak sesuai
dengan bidang keahlian dan kepro)esionalan (ngat konstitusi
mengharuskan berdirinya $abinet ,hli bukan koalisi, aliansi ataupun
pelangi, indikator kualitas perilaku kepemimpinan diatas membawa
bangsa dan negara dalam krisis kepercayaan dan perangkap dunia
( global trap ) yang sangat parah, konon mendudukkan (ndonesia
diperingkat 9:;8an kualitas S6" di dunia
III. AKTUALISASI KARAKTER KEPEMIMPINAN
. Seraya menjalankan peranannya sebagai negarawan yang
dipercaya oleh Rakyat melalui pemilu era re)ormasi yang semua pihak
mengakui sebagai pemilu yang paling demokratis selama (ndonesia
merdeka, maka para negarawan harus dapat mengimplementasikan
$arakter kepemimpinan $1/S&(&3S(1/,2 <akni suatu karakter
kepemimpinan yang berdisiplin, demokratis, memiliki si)at hangat dalam
bergaul tanpa meninggalkan etika berkomunikasi antarpersona Suatu
karakter kepemimpinan yang memiliki daya dorong bangkitnya
(/SP(R,S( membentuk kerangka kerja pemerintahan yang memahami
bahwa undang8undang harus jelas dan cukup spesi)ik untuk membantu
terciptanya bentuk masyarakat yang ideal
$. 6engan penuh keterbukaan pemimpin berprestasi menyalin
komunikasi dua arah antar sesama pemimpin maupun dengan
pengikutnya Saat inilah pendidikan politik dapat diberikan kepada para
pengikut Seni dasar demokrasi dipersemaikan sejak dini oleh para
pemimpin kepada para pengikutnya
&. Pemimpin berkarakter %e"as dalam menjalankan kewajiban
kepemimpinannya, melakukan persuasi dalam membangun konsensus
3
dengan seni mempengaruhi ( persuasi) ) "ereka harus mampu
memimpin orang untuk bekerja dengan cara yang tepat dan melakukan
hal yang tepat
'. -)ek riak kepemimpinan merembet dan menular ke strata
kepemimpinan yang dibawahnya, maka tidak heran bila para elite telah
berhenti bertikai kata dan bersilaturahmi, ternyata dibawah dan daerah
yang jauh dari rentang kendali organisasi pertikaian baru dimulai (ni
harus dicegah melalui pendidikan politik dengan keteladanan pemimpin
yang bijak, mengendalikan lidah dan mulutnya
(. Pemimpin berkarakter memiliki gaya emosi yang istimewa, senang
bergaul, secara emosi lebih ekspresi) dan dramatis, lebih hangat dan
lebih sosial, bebas dari prasangka buruk terhadap lawan politik, lebih
kooperati), lebih menyenangkan, lebih apresiati) dan dapat dipercaya,
bahkan lebih lembutdaripada pemimpin biasa
*. Pemimpin yang berkarakter men0n)0l !0si%i1 memiliki kemampuan
*isioner yang komprehensi) terhadap pola8pola yang mencolok
ditengah8tengah in10rmasi yang +haos (kacau dan membingungkan ),
chaos yang tercipta secara otomatis akibat perbuatan buruk pemimpin
dapat menimbulkan chaos baru yang lebih *andal dan *ulgar
+. Pemimpin berkarakter mampu memadukan reali%as em0si dengan
apa yang mereka liha%, sehingga dapat menghasilkan pengaruh yang
mendalam bagi pengikutnya dan menjadikan *isi yang mampu
membangkitkan inspirasi (Bill /ewman 5 &he &en 2aws o) 2eadership)
,. Pemimpin ber#ara#%er %erbai# memiliki 5 $ecakapan yang dapat
membangkitkan daya cipta orang lain, dan mengilhami mereka untuk
bergerak kearah yang dikehendaki , seperti dikatakan oleh Robert -
$aplan dari +enter )or +reati*e 2eadership
.. Pemimpin ber#ara#%er %erbai# mampu mengalirkan Ener"i Seperti
Ronald Reagan yang dikenal sebagai, $omunikator 3lung selama
masa kepresidenannya, ia adalah aktor pro)essional 6aya emosi dalam
karismanya menonjolkan kemampuan mempengaruhi pendengarnya
dalam debat terbuka melawan 'alter "ondale
/. Sisi negati) pemimpin ber#ara#%er #harisma%i# adalah mudahnya
tersebar emosi kepada kelompok pengikut )anatiknya 6isini berlaku
pepatah 2 I#an membusu# dari #e!alan-a dulu 2. Perangai kasar,
angkuh dan sembarangan akan mampu menjatuhkan moral
kelompoknya Birgitta 'istrand menyebutnya sebagai 5 Ke%ida#
mam!uan menahan em0si , ( emotional incontinence ), untuk
menularnya emosi merusak yang datangnya dari atas kebawah
I3. 4IRI 5 4IRI PEMIMPIN 6ERKARAKTER
4
,ktualisasi karakter kepemimpinan yang diharapkan bangsa dan negara
adalah yang mampu mengantarkan anak bangsa dari #e%er"an%un"an
(dependency7 menuju #emerde#aan ( independency ), selanjutnya menuju
kontinum maturasi diri yang komplit #e salin" %er"an%un"an
(interdependency), memerlukan !embiasaan melalui contoh #e%eladanan
!erila#u para elite politik yang bergerak di eksekuti), yudikati) dan legislati)
dalam taman sari demokrasi yang kondusi) .abitat yang dapat dijadikan
persemaian karakter pemimpin itu antara lain harus dapat menumbuh
subur#an dan mengembangkan perilaku dan si)at8si)at seperti :
. $esadaran diri sendiri (sel) awareness) jujur terhadap diri sendiri dan
terhadap oranglain, jujur terhadap kekuatan diri, kelemahan dan usaha
yang %ulus untuk memperbaikinya
$. 6asarnya seseorang pemimpin cenderung memperlakukan orang
lain dalam organisasi atas dasar persamaan derajad, tanpa harus
menjilat keatas menyikut kesamping dan menindas ke bawah
6iingatkan oleh 6eepak Sethi agar pemimpin berempati terhadap
bawahannya secara tulus
&. "emiliki rasa ingin tahu dan dapat didekati sehingga orang lain
merasa aman dalam menyampaikan um!an bali# dan gagasan8
gagasan baru secara jujur, lugas dan penuh rasa hormat kepada
pemimpinnya
'. Bersikap %rans!aran dan mampu menghormati pesaing ( lawan
politik ) atau musuh, dan belajar dari mereka dalam situasi
kepemimpinan ataupun kondisi bisnis pada umumnya
(. "emiliki kecerdasan, cermat dan tangguh sehingga mampu bekerja
secara pro)essional keilmuan dalam jabatannya .asil pekerjaanya
berguna bagi dirinya, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara
*. "emiliki rasa kehormatan diri ( a sense o) personal honour and
personal dignity ) dan berdisiplin pribadi, sehingga mampu dan
mempunyai rasa tanggungjawab pribadi atas perilaku pribadinya &idak
seperti saat ini para pemimpin saling lempar ucapan pedas terhadap
rekan sejawatnya yang berbeda aliran politiknya
+. "emiliki kemampuan berkomunikasi, semangat team work ,
kreati), percaya diri, ino*ati) dan mobilitas
3. PENUTUP
. Ke!emim!inan ber#ara#%er ataupun #ara#%er #e!emim!inan
merupakan hasil karya pendidikan, pelatihan, talentscouting dan
pembiasaan, yang dipadukan dengan sinergi pembelajaran sepanjang
hayat, diperkuat oleh da-a nalar dan #e8erdasan a#al budi serta
kecerdasan spritual, seraya menyelaraskan dengan irama kehidupan
yang sedang berkembang dan berubah cepat tak menentu
5
$. 6engan pemahaman sederhana sesungguhnya pembentukan karakter
seseorang menjadi tanggung jawab semua pihak $arenanya
pemerintah, legislati) dan yudikati) bersama rakyat wajib menyediakan
persemaan yang subur untuk pengembangan $arakter kepemimpinan
= pemimpin yang berkarakter
&. &ulisan ini diilhami nasehat bijak 2ee (acocca 5 ,nda punya gagasan
cemerlang /amun jika anda tidak dapat menyampaikan gagasan,
gagasan anda tidak akan beranjak kemana pun Semoga gagasan
sederhana diatas mendapat tempat dihati para pembaca, manakala juga
merasa perihatin yang mendalam terhadap segala peristiwa
kemasyarakatan, ekonomi, keamanan dan kesejahteraan yang tak
kunjung selesai di negara kita "ari introspeksi dan bangkit maju
'. Bersama Pauline . Peters marilah kita berdoa : <a &uhan, ketika aku
salah, beri aku $-$3,&,/ untuk untuk mengubah5 ketika aku benar,
!ermudahlah hidup dengan kebenaran itu Perteguhlah aku bahwa
$-$3,S,,/ yang ditunjukkan dengan +1/&1. P-R(2,$3 akan jauh
berdampak lebih mengesankan daripada 1&1R(&,S !,B,&,/, ,min>
"edan, :; "aret ?;;9
Drs. A.R. Kadir, MM
,lamat : Pemerhati $omunikasi Politik
!l ,dinegoro /o 9@ dan (rama $ehidupan
"edan ( ?;?:A ) "antan $a$anwil 6eppen S3
- mail: arkBin)okom C plasacom

6
7