Anda di halaman 1dari 2

SELF LEARNING SKENARIO TN.

FATRIS
Extin Faulinza
04071001038
3. Bagaimana t!ni! "m#i!$aan% m!ani$m &an int#"#ta$i 'a$il "m#i!$aan
lua# "a&a Tn. Fat#i$(
a. Kulit : sawo matang, siamosis pada ujung-ujung jari tangan dan kaki, terlihat
penonjolan pembuluh darah pada leher.
Pemeriksaan kulit pada mayat meliputi penilaian warna kulit secara keseluruhan,
ujung-ujung jari tangan dan kaki, keadaan pembuluh darah menonjol atau tidak
dengan cara inspeksi. Pada kasus yang diduga terjadi karena keracunan kulit
diperiksa untuk mencari luka bekas suntikan yang baru. Tidak ada teknik khusus
dalam pemeriksaan ini
Mekanisme :
- keracunan gangguan pertukaran udara pernapasanpenurunan kadar
oksigen sel darah merah (hipoksia) dan penimbunan !" (hiperkapnea) dalam
plasmahemoglobin tidak mengandung !" dalam jumlah yang berlebihan
dalam pembuluh darah kulit terutama kapilerwarna biru keunguan#sianosis
yang terlihat pada kulit atau bagian tubuh lain seperti ujung-ujung jari (sianosis
mulai timbul jika darah arteri mengandung $ gr %b yang tidak mengandung !"
dalam setiap &'' ml darah.
- (eracunan gangguan pertukaran udara pernapasan dilatasi kapilerstasis
darah pada kapiler )enous atau pembuluh darah lain nyakongesti*#bendungan
darah penonjolan pembuluh darah (pada kasus pembuluh darah leher)
+nterpretasi
- ,ianosis dan penonjolan pembuluh darah merupakan tanda-tanda as*iksia yaitu
suatu keadaan tubuh kekurangan !" atau sama sekali tidak mempunyai !" yang
dapat berakibat pada kematian.
). *ata: -ola mata bening, terdapat bintik perdarahan pada kedua bola mata
Pada pemeriksaan mata dinilai mata tertutup atau terbuka, selain itu dinilai juga
a. kelopak mata : adakah kelainan seperti ectropion, entropion, blepharitis
b. bola mata : adakah kelainan seperti pthysis bulbi, e.ophtalmus. ,elaput bening
mata jernih, keruh. /arna iris: coklat, biru, hitam. Teleng mata : kanan-kiri sama
besar atau tidak.
Mekanisme : hipoksiamerusak kapilerkapiler yang terdiri dari selapis sel
pecahtimbul bintik perdarahan.
+nterpretasi : bintik perdarahantanda as*iksia karena pecahnya kapiler
+. L)am ma,at - li./# m/#ti$ 0: warna merah keunguan, agak lebih terang, sukar
hilang pada penekanan
Mekanisme : pasca matieritrosit menempati tempat terbawah akibat gaya
gra)itasimengisi )ena dan )enulamembentuk bercak warna ungu#li)ide.
0ebam mulai tampak "'-1' menit pasca mati, makin lama intensitasnya makin
bertambah dan menjadi lengkap dan menetap 2-&" jam.
0ebam yang berwarna merah terang dapat diduga karena keracunan ! atau 3.
Teknik pemeriksaan : tekan dengan telapak jari jempol atau telunjuk kemudian
lepas. 0ihat apakah bekas tekanan tersebut warna nya berubah pucat atau tidak.
4tau dengan tekanan kuat dan lama nilai cepat hilang pada penekanan atau tidak.
+nterpretasi :
- ditekan mudah hilang saat kematian kurang dari 2-&" jam sebelum saat
pemeriksaan
- agak mudah hilang saat kematian lebih dari &" jam sebelum saat
pemeriksaan
- sukar hilang saat kematian lebih dari &" jam sebelum saat pemeriksaan
&. Ka!u ma,at -#ig/# m/#ti$0: terdapat pada mulut, leher, kedua lengan agak sukar
dilawan, kedua tungkai agak mudah dilawan
Mekanisme : pasca kematian cadangan glikogen dalam otot habisenergi
tidak terbentuk lagiaktin dan miosin menggumpalotot kaku.
(aku mayat mulai timbul kira-kira " jam setelah mati klinis, dimulai dari bagian
luar tubuh (otot-otot kecil) ke arah dalam (sentripetal). ,etiap mati klinis &" jam
kaku mayat menjadi lengkap dan dipertahan kan selama &" jam dan kemudian
menghilang dalam urutan yang sama.
Teknik Pemeriksaan : membuka mulut, leher ditekuk, mem*leksikan sendi siku
untuk menilai kaku mayat pada kedua lengan, mem*leksikan kedua seendi lutut
+nterpretasi :
- tidak ada kaku
- mudah dilawan
- agak mudah dilawan
- sukar dilawan
. Lu!a1lu!a : tidak ada
Teknik pemeriksaan
&. pemeriksaan luka hendaklah didahului dari yang paling berbahaya atau
merupakan sebab kematian baru
". dicatat pertama lokalisasi umum (misal dada kiri), kemudian tentukan lokalisasi
khusus (setinggi +, +++-ordinat, empat sentimeter dari garis tengah depan-a.sis).
%endaklah to*ogar*i diambil pada titik yang tidak bergerak.
1. 5eskripsi luka : diuraikan tentang data-data mengenai gambaran luka. 0uka
menganga, bentuk elips, tepi rata, sudut luka runcing atau tumpul, panjang, dasar
menembus bagian organ lain tidak
6. ,ekitar luka
$. 4rah luka