Anda di halaman 1dari 12

5

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Hidrodinamika
2.1.1 Definisi Hidrodinamika
Hidrodinamika merupakan salah satu cabang ilmu yang berhubungan
dengan gerak liquid atau lebih dikhususkan pada gerak air. Skala atau lingkup
analisis ilmu ini adalah pada gerak partikelir air atau dapat disebut dalam skala
makroskopik. Skala makroskopik disini memiliki maksud air tersusun dari
partikel-partikel fluida. Karena berhubungan dengan perlakuan fisis dari
persamaan-persamaan dasar fluida kontinyu berbasis hukum-hukum newton. Jadi
objek yang dijadikan bahan analisa merupakan fluida newton.
2.1.2 Momentum Aliran Pipa
Zat cair yang bergerak dapat menimbulkan gaya yang dapat menggerakkan
katup pada pompa hidram. Demikian juga zat cair yang mengalir pada belokan
pipa juga bisa menimbulkan gaya yang bekerja pada belokan tersebut.
Gaya pada aliran pipa dapat dijelaskan dengan persamaan momentum
yang didefinisikan sebagai perkalian antara massa (M) dan kecepatan (v).
Momentum = m . v (2.1)
Menurut hukum Newton II, perubahan momentum dapat menyebabkan
terjadinya gaya, yang sebanding dengan laju perubahan momentum.Gaya yang
terjadi karena adanya gerak zat cair disebut dengan gaya dinamis dan merupakan
Universitas Sumatera Utara
6

gaya tambahan pada gaya tekanan hdrostatis. Momentum melalui tabung aliran
dalam satu satuan waktu adalah :
Momentum = m .v = .v. A.v = .v
2
. A (2.2)
Momentum = .Q.v (2.3)
dengan :
= rapat massa zat cair
v = kecepatan aliran
A = tampang aliran
t = waktu
dm = laju perubahan massa
A = perubahan tampang
Q = debit aliran

2.2 Benturan air (water hammer)
Gejala ini terjadi bila suatu aliran zat cair di dalam pipa dengan tiba-tiba
dihentikan, misalnya dengan menutup katup secara sangat cepat. Disini seolah-
olah zat cair membentur katup sehingga menimbulkan tekanan yang melonjak dan
diikuti fluktuasi tekanan di sepanjang pipa untuk beberapa saat.
Pada pipa yang dihubungkan dengan pompa gejala benturan air ini juga
dapat terjadi. Misalnya, bila sebuah pompa yang sedang bekerja tiba-tiba mati
(karena dimatikan atau karena listrik padam) maka aliran akan terhalang impeller
sehingga mengalami perlambatan yang mendadak. Di sini terjadi onjakan tekanan
pada pompa dan pipa seperti peristiwa penutupan katup secara tiba-tiba. Lonjakan
Universitas Sumatera Utara
7

tekanan juga dapat terjadi jka pompa dijalankan dengan tiba-tiba atau katup
dibuka secara cepat.
Besarnya lonjakan atau jatuhnya tekanan karena benturan air, tergantung
pada laju perubahan kecepatan aliran. Dalam hal katup, tergantung pada
kecepatan penutupan atau pembukaan katup, dan dalam hal pompa, tergantung
pada cara menjalankan dan menghentikan pompa. Selain itu, panjang pipa,
kecepatan aliran air dan karakteristik pompa merupakan factor faktor yang
sangat menetukan besarnya lonjakan atau jatuhnya tekanan karena benturan air.
Gejala palu air (water hammer) yang terjadi karena aliran dalam pipa
dengan kecepatan (V). secara tiba tiba dihentikan akan menyebabkan terhentinya
aliran air sehingga kecepatan (V2) menjadi nol maka timbul gaya F sebesar :
F = m x o = m x
v
t
(2.4a)
Karena kecepatan berkurang menjadi nol, maka:
F = m x
0-v1
t
= m x
(v1)
t
(2.4b)
Tanda negatif berarti arah gaya berlawanan dengan arah aliran.
Bila panjang kolom air yang terhenti adalah L dengan luas penampang A dan
massa jenis air Tekanan kolom air yang terhenti selama waktu t maka :
P =
P
A
=
A x L x p x v
A x t
=
L x p x v
t
(2.5)
dengan :
F = gaya fluida yang mengalir, N
Universitas Sumatera Utara
8

m = massa fluida yang mengalir, kg
= m=AL
a = percepatan fluida yang mengalir, m/s
= dv/dt
= massa jenis fluida, untuk air = 1000 , kg/m
A = luas penampang pipa masuk, m
L = panjang pipa masuk, m

Watt 1981 berpendapat bahwa pada sistem pemompaan pompa hidram,
gejala water hammer ini terjadi karena air yang mengalir dalam pipa dengan
kecepatan v masuk ke dalam sistem pompa kemudian naik ke klep buang (waste
valve) sehingga terjadi penutupan tiba tiba dan menyebabkan timbulnya tekanan
yang cukup besar dalam badan pompa.
2.3 Hidraulik Ram
2.3.1 Definisi Hidraulik ram
Hidraulik ram merupakan suatu alat yang digunakan untuk menaikan air
dari tempat rendah ke tempat yang lebih tinggi secara automatic dengan energy
yang berasal dari air itu sendiri. Alat ini sangat efektif untuk digunakan pada
daerah pedalaman. Dalam kerjanya alat ini, tekanan dinamik air yang ditimbulkan
memungkinkan air mengalir dari tinggi vertical (head) yang rendah, ke tempat
yang lebih tinggi.
Dalam operasinya, alat ini mempunyai keuntungan dibandingkan dengan
jenis pompa lainnya, antara lain; tidak memerlukan sumber tenaga tambahan,
biaya operasional murah, tidak memerlukan pelumasan, hanya mempunyai dua
Universitas Sumatera Utara
9

bagian yang bergerak sehingga memperkecil terjadinya keausan, perawatannya
sederhana dan dapat bekerja dengan efisien pada kondisi yang sesuai.
2.3.2 Bagian bagian pompa hidram
1. Waste valve (Klep Buang)
Klep buang merupakan salah satu bagian penting dari hidraulik ram, dan
harus dirancang dengan baik sehingga berat dan gerakkannya dapat disesuaikan.
Klep buang dengan tegangan yang berat dan jarak antar lubang klep dengan karet
klep cukup jauh, memungkinkan kecepatan aliran air dalam pipa pemasukan
lebih besar sehingga pada saat klep buang menutup, terjadi energy tekanan yang
besar dan menimbulkan gejala water hammer.
Klep buang yang ringan dan gerakkkannya pendek akan memberikan
pukulan atau denyutan yang lebih cepat dan menyebabkan hasil pemompaan lebih
besar pada jarak pemompaan yang rendah. Penelitian mengenai bentuk terbaik
dari klep buang masih kurang, tetapi pada saat ini jenis klep buang sederhana
nampaknya bekerja cukup baik.

2. Delivery valve (Klep Masuk)
Klep masuk harus mempunyai lubang yang besar, sehingga
memungkinkan air yang dipompa memasuki ruang udara tanpa hambatan pada
aliran. Klep ini dibuat dengan bentuk yang sederhana dan dinamakan klep searah
(non return). Klep searah (one direction) ini yang akan mencegah air yang sudah
dipompa untuk kembali ke pompa.
Universitas Sumatera Utara
10

3. Air Chamber (Ruang Udara)
Ruang udara harus dibuat sebesar mungkin untuk memampatkan udara dan
menahan tegangan tekanan (pressure pulse) dari siklus ram, memungkinkan aliran
air secara tetap melalui pipa penghantar dan kehilangan tenaga karena gesekan di
perkecil.
Jika ruang udara penuh denga air, ram akan bergetar keras dan dapat
mengakibatkan ruang udara pecah. Jika hal ini terjadi ram harus dihentikan
segara. Beberapa ahli menyarankan bahwa volume ruang udara harus sama
dengan volume air dalam pipa penghantar. Pada pipa penghantar yang panjang hal
ini akan membutuhkan ruang udara yang tidak terlalu besar dan untuk itu
sebaiknya dirancang ruang udara dengan ukuran kecil.
4. Delivery pipe (Pipa penghantar)
Pipa masuk adalah bagian yang sangat penting dari sebuah pompa
hidram. Dimensi pipa masuk juga harus diperhitungkan dengan teliti dan terbuat
dari bahan yang kyat agar dapat menahan tekanan tinggi yang disebabkan
menutupnya katup limbah secara tiba- tiba. Untuk menetukan panjang pipa masuk
dapat digunakan beberapa referensi yang telah tersedia berikut ini:
6H < L < 12H (Eropa dan Amerika Utara)
L = 900 H/(N
2
*D) (Rusia)
L = 150 < L/D < 1000 (Calvert)
dengan :
L = panjang pipa masuk
Universitas Sumatera Utara
11

H = head supply
h = head output
D = diameter pipa masuk
N = jumlah ketukan per menit
Menurut beberapa penelitian yang dilakukan, referensi perhitungan
Calvert memiliki hasil yang lebih bagus. (Ahmad Nur, 2010)
2.3.3 Prinsip kerja Pompa Hidram
Energi yang dibutuhkan untuk mengangkat air berasal dari air yang jatuh
menurun akibat gravitasi. Seperti beberapa peerangkat bertenaga air lain, namun
tidak seperti turbin air, hidram menggunakan kelembaman bagian yang bergerak
bukan dari tekanan air dan beroperasi pada 4 siklus, seperti berikut:



Siklus I
Klep buang terbuka dan air dari reservoir mengalir melalui pipa masukan
A ke badan pompa, mengisi badan pompa tersebut dan sebagian akan keluar
melalui klep buang B. Posisi klep masuk C masih tertutup. Pada kondisi awal
seperti ini tidak ada tekanan dalam tabung udara dan belum ada air yang keluar
dari pipa outlet E.
Universitas Sumatera Utara
12


Gambar 2.1. Ilustrasi Siklus 1
(Shuaibu N. Muhammad, 2007)
Siklus II
Air telah memenuhi badan hidram, ketika air telah mencapai nilai yang
sesuai, katup limbah mulai menutup. Pada pompa hidram yang baik, prosses
menutupnya limbah terjadi sangat cepat.

Gambar 2.2 Ilustrasi Siklus 2
(Shuaibu N. Muhammad, 2007)

Universitas Sumatera Utara
13

Siklus III
Air akan berhenti mengalir secara mendadak sebagai gelombang kejut
akibat adanya water hammer dan membuat aliran balik ke reservoir melalui pipa
hantar A. klep buang B tertutup. Volume udara dalam tabung udara berfungsi
meratakan perubahan tekanan yang drastis dalam hydraulic ram melalui katup
penghantar dan denyut tekanan di dalam tabung yang kembali lagi ke pompa akan
menyebabkan hisapan dan tertutupnya katup penghantar yang merupakan katup
searah yang menghalangi kembalinya air ke dalam pompa, sehingga air dalam
tabung tersebut akan tertekan keluar melalui pipa penghantar (outlet) E yang
mengalirkan air ke atas.

Gambar 2.3 Ilustrasi Siklus 3
(Shuaibu N. Muhammad, 2007)

Siklus IV
Gelombang kejut tersebut akan menjadi arus balik kearah reservoir dan ini
berarti terjadi penurunan tekanan pada sistem pompa sehingga klep masuk C
Universitas Sumatera Utara
14

tertutup kembali sedangkan klep buang B terbuka. Akibat berkurangnya
gelombang tekanan tersebut, arus air dari reservoir mengalir menuju pompa
melalui pipa hantar A. Klep masuk C tertutup sampai volume udara dalam tangki
udara stabil dan air berhenti mengalir keluar dari pipa hantar E. Pada titik ini
siklus I dimulai lagi dan begitu seterusnya.

Gambar 2.4 Ilustrasi Siklus 4
(Shuaibu N. Muhammad, 2007)

2.4 Persamaan Energi pada pompa hidram
2.4.1. Energi yang dibangkitkan pada pompa hidram
Energi yang dibutuhkan pada pompa hidram berasal dari fluida
itu sendiri. Air yang mengalir melalui pipa masuk pada ketinggian H
mengalami percepatan. Untuk lebih jelas dapat dilihat gambar berikut :
Universitas Sumatera Utara
15


Gambar 2.5 Skema instalasi pompa hidram
Untuk menghitung besarnya energy yang dibangkitkan pada pompa
hidram, ditinjau kondisi di masing-masing titik saat awal pengoperasian pompa
hidram, dimana pada kondisi demikian air yang masuk ke badan hidram
langsung keluar melalui klep buang dengan kecepatan t ertentu (V
3
), dan tekanan
di titik 3, P
3
akan sama dengan atmosfer (= 0) karena klep buang dalam keadaan
terbuka penuh.
Kecepatan v
3
dapat dihitung dengan menggunakan persamaan kontinuitas
dimana harga debit Q bernilai konstan, sehingga:
Q = v
3
x A
waste
(2.6)

dengan:
Q = debit air yang keluar melalui katup limbah, m
3
/s
v
3
= kecepatan air di titik 3 (yang melalui katup limbah), m/s
A
waste
= luas penampang lubang katup limbah, m
2
Tinggi hantar 7 m
Tinggi jatuh 1,5 m
Panjang pipa hantar 10 m
Universitas Sumatera Utara
16

Setelah nilai v
3
didapatkan, maka kita dapat menghitung energy yang
dibangkitkan hidram, dengan rumus :
E = m :
3
2
(2.7)
dengan:
E = energi hidram, J
m = massa fluida yang mengalir, kg = massa fluida yang mengalir
melalui pipa masuk = AL
v
3
= kecepatan massa fluida yang mengalir, m/s
L = panjang pipa masuk, m
A = luas penampang pipa masuk, m
= massa jenis air (= 1000) , kg/m
2.4.2. Efisiensi Pompa Hidram
Efisiensi pompa hidram dihitung dengan menggunakan persamaan dari
DAubuisson, yaitu :
=
q h
(+q) H
(2.8)
dengan :

A
= efisiensi hidram menurut DAubuisson
q = debit hasil, m
3
/s
Q = debit limbah, m
3
/s
h = head keluar, m
H = head masuk, m

Universitas Sumatera Utara

Anda mungkin juga menyukai