Anda di halaman 1dari 5

Hadiah Dalam Kantung Wafer

Siang yang menyenangkan.Akira dan Riva telah berjanji bertemu di


lapnagan bola di pinggir komplek sepulang sekolah.Mereka akan bersepeda
bersama-sama.Tetapi, sudah hampir sepuluh menit Akira menunggu di sana,
Riva tak juga datang.
Kamu terlamabt.Hampir saja aku menyusul ke rumahmu.sungut Akira
saat Riva datang.
Tadi, rantai sepedaku lepas lagi.jadi, aku meminta kakakku
memperbaikinya.jawab Riva
Maaf.Aku tidak tau.sesal Akira.
Sudah, tidak apa-apa.Nanti kalau tabunganku sudah cukup, aku akan beli
rantai yang baru.jawab Riva sambil tersenyum.
Akira mengambil dua bungkus wafer dari keranjang sepedanya.Satu
bungkus diberikan pada Riva, sebungkus lagi untuk dirinya sendiri.Mereka
makan wafer itu sambil mengayuh sepeda.Tiba-tiba, Riva melihat ada benda
asing di dalam bungkus wafer miliknya.Sebuah bungkusan plastik berisi
lipatan kertas berwarna biru.Rupanya, kertas itu uang lima puluh ribu!
Riva mengangkat uang lima puluh ribu itu sambil menatap tak percaya.
Lima puluh ribu sangat berarti baginya.Uang itu bisa digunakan untuk
membeli rantai sepeda yang baru.Tetapi, hati kecilnya berkata lain.
Ini uangmu, Akiraujar Riva kemudian.
Memang betul, uang itu ada di bungkus wafernya.Tetapi, wafer itu
adalah pemberian Akira.
Aku tidak mengerti.Kamu dapat dari mana uang itu?tanya Akira
bingung.
Sepertinya, uang ini adalah hadiah wafer ini.Kamu yang member aku
wafer ini.Berarti, uang ini adalah uangmu.Riva berkata yakin.
Akira langsung menyambar unag itu dari tangan Riva.Mulut Akira sedikit
ternganga seperti tidak percaya.Dengan uang itu, Akira bisa membeli lebih
banyak wafer.Tetapi, Akira merasa bersalah kalau dua menyimpan uang itu
untuk dirinya sendiri.
Tidak, Riv.Aku sudah memberikan wafer ini ke kamu.Jadi, uang ini
punya kamu.kata Akira yakin.
Dua sahabat itu tidak menemukan kata sepakat.Masing-masing punya
pendapat yang kuat.Akira yakin kalau uang itu milik Riva.Riva juga
berpendapat kalau uang itu seharusnya milik Akira.
Mungkin kalau kita bagi dua, baru adil, Ra.jawab Riva.
Hoiberhenti!!!tiba-tiba terdengar suara dari belakang mereka.
Serentak Akira dan Riva menghentikan sepeda mereka dan menoleh.
Ternyata, itu teman mereka Vasha, teman sekelas mereka.Vasha berlari ke
arah mereka.
Kamu menyuruh kami berhenti?teriak Akira.
Buakn.Tapi itu!Vasha berlari melewati Akira dan Riva.Tangannya
menunjuk-nunjuk sesuatu.
Oh, ternyata uang Vasha, sehelai uang dua puluh ribuan, terbang ditiup
angin kencang.Vasha terus berlari.Riva da Akira akhirnya turun dari
sepeda, dan ikut membantu Vasha mengejar.Tetapi, terlambat! Uang itu
melayang di atas sungai, lalu hanyut dibawa arus yang deras.
Itu uang ibuku untuk membeli beras.Kata Vasha di sela-sela tangisnya.
Riva dan Akira berpandangan.Seperti mengerti pikiran masing-masing,
mereka kemudian tersenyum.
Jangan kawatir, Vasha.Naik di boncenganku sekarang!pinta Riva dengan
riang.
Meskipun terlihat bingung, Vasha menurut.Mereka bertiga bersepeda
menuju toko kelontong terdekat.Tetapi, sebelum mereka sampai di sana,
rantai sepeda Riva lepas lagi.Akhirnya, mereka bertiga berjalan sampai ke
toko kelontong.
Beras satu kilo berapa, Bu?tanya Akira pada ibu penjaga toko.
Enam ribu.jawab ibu penjaga toko ramah.
Beli tiga setengah kilo kalau begitu.jawab Akira Riv, sini sepedamu!
Akira menyambar sepeda Riva, kemudian berlari meninggalkan Riva dan
Vasha sendiri.
Riva dan Vasha bingung, tetapi mereka sudah tidak sempat bertanya
pada Akira.Akira sudah berlari jauh dengan sepeda Riva yang rantainya
putus.Sambil, menunggu, Riva bercerita tentang uang yang ia dapat dalam
wafer pemberian Akira pada Vasha.
Waktu terus berjalan, Akira tak juga kunjung datang.Vasha mulai
kawatir.
Mungkin uang hadiah itu sudah dipakai Akira untuk jajanVasha
berkata di sela tangisnya.Ibu penjga toko juga telah menanyakan uang
untuk membayar beras.
Tidak.Sepeda Akira masih ada di sini.Selain itu, sahabatku itu bukan
pembohong.yakin Riva.
Setelah lebih dari tiga puluh menit, Akira datang mengendarai sepeda
Riva sambil tersenyum.
Maaf, lama.AKu membeli rantai baru untuk sepeda Riva dan meminta
penjualnya langsung memasang.kata Akira.
Uang untuk beras Vasha?tanya Riva kawatir.
Tenang saja.Akira kemudian menyerahkan selembar uang sua puluh
satu ribuan dan selembar ribuan kepada ibu penjaga toko.
Dua puluh empat ribu untuk rantai sepeda Riva.Dua puluh satu ribu
untuk beras Vasha.Dan sisanyaAkira tersenyum, kemudian berkata kepada
ibu penjaga toko Lima ribunya buat wafer ya, Bu.
Mereka bertiga kemudian tertawa.Akira dan Riva sudah menemukan cara
untuk menyelesaikan masalah mereka.Sebuah cara yang menyenangkan.