Anda di halaman 1dari 19

DAFTAR ISI

BAB I
KATA PENGANTAR 2
PENDAHULUAN .. 3
BAB II
DRUG ABUSE ... 5
OPIOID ... 6
DESOMORFIN ... 9
KLASIFIKASI DESOMORFIN 10
SEJARAH DESOMORFIN 10
KROKODIL 11
PRODUKSI KROKODIL .. 12
CARA DAN KESAN PEMAKAIAN KROKODIL . 14
MIGRASI PEMAKAIAN HEROIN KEPADA KROKODIL ... 15

BAB III
KESIMPULAN . .17
LAMPIRAN .. .18

DAFTAR PUSTAKA 19

Referat: Krokodil
BAB I
KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur di panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan Rahmat
dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun referat berjudul Krokodil ini tepat pada
waktunya. Setinggi-tinggi terima kasih di atas bimbingan daripada Dr Carla, SpKJ, Dr Imelda,
SpKJ dan Dr Adhi, SpKJ sepanjang kami menjalani kepaniteraan di RSKO ini.
Referat ini disusun dan dibuat berdasarkan materi materi yang diambil dari sumber yang
dipercayai. Materi materi bertujuan agar dapat menambah pengetahuan dan wawasan dokter
muda dalam mempelajari secara lebih mendalam mengenai ilmu berkaitan drug abuse.
Dalam penulisan referat ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada
teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu
kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan
referat ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak
yang telah membantu dalam penyusunan referat ini.
Akhir kata, semoga referat ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian.

Jakarta, Maret 2013

Penulis
2|Page

Referat: Krokodil

PENDAHULUAN

Penyalahgunaan obat suatu hal yang lazim terjadi di kalangan remaja, dan merupakan masalah
yang penting dalam kesehatan dalam masyarakat. Keluarga, teman, sekolah dan masyarakat
harus memberikan dukungan kepada mereka sehingga mereka mampu secara emosional dan
mental untuk tidak menyalahgunakan obat.

Apakah yang dimaksudkan dengan penyalahgunaan obat?

Penyalahgunaan obat artinya memakai obat tanpa indikasi medis atau tanpa petunjuk dokter
karena penyakitnya atau hal lain yang dianjurkan dokter. Yang paling banyak disalahgunakan
adalah narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lainnya yang dapat menimbulkan
ketagihan/kecanduan dan ketergantungan yang populer disebut dengan narkoba. Tanpa indikasi
(kegunaan) yang dianjurkan dokter atau dosis yang tidak tepat akan berbahaya bagi kesehatan
manusia dan bahkan dapat menimbulkan kematian tiba-tiba.6

Menurut WHO, drug abuse atau substance abuse merujuk kepada penggunaan zat psikoaktif
yang berbahaya dan memudaratkan, yaitu termasuklah alkohol dan obat-obatan terlarang.
Penggunaan bahan psikoaktif dapat menyebabkan ketergantungan yaitu sekelompok gejala yang
terdiri daripada perilaku, kognitif dan fenomena fisiologis yang berkembang selepas penggunaan
bahan psikoaktif yang berulang kali dan biasanya termasuklah keinginan yang kuat untuk

3|Page

Referat: Krokodil
mengambil obat, kesulitan dalam mengendalikan pemakaiannya dan kekerapan yang berulang
kali untuk menggunakan bahan obat terlarang meskipun memberi dampak yang memudaratkan.2

Krokodil adalah sejenis narkoba baru yang muncul di Rusia sejak tahun 2002. Dikatakan
narkoba jenis ini mula ditemui di Siberia dan mulai tersebar ke seluruh negeri sejak dari itu.
Nama medis untuk krokodil adalah desomorphine. Desomorphine merupakan bahan utama
dalam pembuatan krokodil selain beberapa zat kimia lain yang turut dicampur dalam racikan
untuk meningkatkan efek penggunaannya.3,6

4|Page

Referat: Krokodil
BAB II
DRUG ABUSE

Penyalahgunaan obat adalah masalah kesehatan yang serius. Masalah ini mempengaruhi hampir
kesemua komunitas dan keluarga dalam cara tertentu. Menurut data, setiap tahun, sekitar 40 juta
penyakit atau kecederaan yang terjadi disebabkan oleh penyalahgunaan obat di Amerika Serikat.3
Antara obat yang sering disalah guna adalah seperti:

Amfetamin

Contoh: Methamphetamine
Nama lain: Chalk, Crystal, Glass, Ice, Meth, Speed, Tina.

Steroid anabolic

Contoh: Substansi buatan yang berkaitan dengan hormone seks lelaki


Nama lain: Anabolic-androgenic steroids, Performance-enhancing drugs.

Club drugs

Contoh: Ecstacy, Lysergic Acid Diethylamide (LSD)


Nama lain: Anabolic Boomers, Yellow Sunshines.

Cocaine

Nama lain: Blow, C, Coke, Crack, Flake, Snow.

5|Page

Referat: Krokodil

Heroin

Nama lain: H, Junk, Skag, Smack.

Inhalan

Contoh: Huffing.

Marijuana

Nama lain: Cannabis, Ganja, Grass, Hash, Pot, Weed.

OPIOID

Desomorphine

atau

nama

kimiawinya

dihydrodesoxymorphine

adalah

sejenis

opioid

yangditemukan pada tahun 1932 di Amerika Serikat. Obat yang termasuk dalam golongan opioid
adalah heroin, morfin, oxycodone dan meperidine. Obat opioid biasanya digunakan untuk
meredakan nyeri. Terdapat beberapa mekanisme sistem saraf pusat (CNS) yang dapat meredakan
persepsi dari nyeri dan antaranya adalah dengan menimbulkan euphoria.1

Pada sistem saraf pusat, penggunaan berulang obat-obatan opioi dapat menyebabkan efek
sebagai berikut:

6|Page

Referat: Krokodil

a. Analgesik
Sensasi nyeri terdiri dari input berbahaya ditambah reaksi organisme terhadap stimulus tersebut.
Analgesik pada opioids dapat mengubah persepsi nyeri dan reaksi pasien terhadap nyeri. Obat ini
juga dapat menyebabkan peningkatan threeshold rasa nyeri. Namun, efeknya hanya bisa
disimpulkan dari efek subjektif pasien.3

b. Euphoria
Pasien biasanya juga akan mengalami sensasi menyenangkan dan bebas dari rasa khawatir.
Meskipun begitu, pada pasien yang normal (tidak merasakan sakit), pengalaman dysphoric akan
lebih terasa daripada efek menyenangkan. Dysphoria akan menyebabkan kelelahan dan perasaan
tidak enak.3

c. Sedasi
Rasa mengantuk dan kaburnya pemikiran sering terjadi pada pemberian obat jenis ini ditambah
lagi dengan kerusakan pada kemampuan logika. Kadang-kadang juga bisa terjadi sedikit
amnesia. Meski mengantuk pasien lebih mudah dibangunkan. Namun, kombinasi ,orfin dengan
obat depressan pusat lain, mungkin mengakibatkan depresi yang mendalam. Morfin merupakan
obat analgesik yang dapat menggangu pola tidur REM dan NREM, begitu juga dengan obat
opioids lainnya.6

7|Page

Referat: Krokodil
d. Depresi respirasi
Obat-obatan jenis ini akan menghambat mekanisme pernafasan di batang otak. Tekanan CO2
alveolar juga mungkin meningkat.6

e. Penekan batuk
Obat-obatan jenis ini dapat melakukan supresi pada respon batuk. Codeine, salah satu jenis obat,
sering digunakan pada orang yang menderita batuk patologis dan pasien yang membutuhkan
penjagaan ventilasi melalui tabung endotrakeal. Namun, supresi batuk ini juga dapat
menyebabkan akumulasi sekret yang akan menhambat jalan nafas dan atelectasis.6

f. Miosis
Miosis merupakan aksi farmakologis yang sedikit atau bahkan tidak ada toleransi sama sekali.
Oleh karena itu, hal ini penting dalam diagnosa overdosis opioids.Konstriksi pupil biasanya akan
nampak pada pasien yang addict.6

g. Kekakuan tungkai
Hal ini dipercaya sebagai akibat aktivitas obat ini di spinal kord. Hal ini juga bisa menyebabkan
gangguan torak sehingga ventilasi juga terganggu.6

h. Emesis
Analgesik opioids dapat mengaktivasi zona pemicu kemoreseptor pada batang otak yang memicu
muntah dan mual.

8|Page

Referat: Krokodil

DESOMORFIN

Desomorfin merupakan turunan dari morfin, di mana struktur kimiawi morfin yang mengandung
gugus 6-hidroksil dihapus dan ikatan ganda 7,8 dikurangkan. Desomorfin memiliki efek
penenang dan analgesik. Obat jenis ini, secara subyektif dikatakan 8 hingga 10 kali lebih kuat
dibandingkan morfin. Desomorfin memiliki onset yang cepat dan durasi metabolisme yang lebih
pendek bersama efek samping mual dan depresi pernafasan lebih ringan berbanding morfin pada
dosis yang setara. Sintesis tradisional desomorphine dimulai dari -chlorocodide, yang itu
diperoleh dengan reaksi kimia klorida tionil dengan kodein. Dengan reduksi katalitik (catalytic
reduction), -chlorocodide menghasilkan dehydrodesoxycodeine, yang akhirnya diubah menjadi
desomorphine selepas proses dimetilasi.1, 4, 5

9|Page

Referat: Krokodil

KLASIFIKASI DESOMORFIN

Desomorfin (C17H21NO2), atau dehydrodeoxymorphine atau berdasarkan International Union of


Pure and Applied Chemistry (IUPAC), 4,5- -Epoxy-17-methylmorphinan-3-ol adalah sejenis
analog opioid yang pertama kali disintesis dan dipatenkan di Amerika Serikat. Desomorfin pada
mulanya disintesis dengan tujuan sebagai alternatif kepada morfin dari aspek toleransi,
ketergantungan (adiksi) dan efek samping.1

Malangnya, desomorfin adalah obat yang gagal memberi hasil yang lebih baik berbanding
morfin dari tiga kriteria yang disebutkan sebelumnya. Sebaliknya, desomorfin menunjukkan
peningkatan potensi efek ketergantungan yang lebih tinggi daripada morfin. Seperti obat
golongan opioid yang lain, desomorfin mempunyai efek analgesik, muscle-relaxing, sedasi dan
efek euphoria. Berbanding morfin, potensi desomorfin adalah 8 hingga 10 kali lebih tinggi.
Selain itu, terbukti bahawa desomorfin mempunyai onset yang yang lebih cepat untuk efeknya
dan masa paruh obat yang lebih pendek. 1, 5

SEJARAH DESOMORFIN

Desomorfin pernah digunakan di Switzerland dan dipasarkan di sana pada tahun 1940 oleh
pabrik obat Hoffman-La Roche. Ianya didaftarkan dengan nama dagang Permonid. Permonid
tersedia dalam bentuk ampul dan supersitoria. Ianya biasa digunakan terutama untuk nyeri post

10 | P a g e

Referat: Krokodil
operasi disebabkan efeknya yang cepat selain mempunyai efek samping depresi pernafasan dan
mual yang lebih rendah.
Produksi obat diteruskan di Switzerland sehinggalah pada tahun 1981, dicatatkan terjadinya efek
idiosyncratic analgesic pada seorang pasien di Bern. Pasien ini dikatakan mengalami penyakit
yang jarang sebagai akibat dari penggunaan obat ini. Menurut laporan, dosis yang diterima
adalah 0,16 g (kira-kira 80 ampul) per hari, daripada dokter yang merawatnya. Kini, paten obat
ini dimiliki oleh sebuah organisasi non-marketable drugs di Jerman dan Austira.1

KROKODIL

Krokodil mendapat nama dari efek penggunaannya yang menyebabkan kulit pecandu menjadi
warna hijau, bersisik dan bergelombang seperti buaya atau crocodile. Pada penggunaan obat ini,
sekiranya obat ini tidak meresap ke dalam pembuluh darah dan langsung disuntik ke dalam otot
tubuh, bahagian tersebut akan berkembang menjadi abses. Menjadi suatu hal yang umum pada
pecandu krokodil sekiranya bahagian tubuh yang disuntik berkembang menjadi gangren
sehingga pada akhirnya memerlukan tindakan amputasi. Bahagian tubuh yang disuntik dengan
krokodil biasanya akan membusuk sehingga kelihatan tulang pecandunya. 1, 4, 5

Desomorphine yang merupakan zat utama dalam krokodil mula mendapat perhatian pada tahun
2010 di Rusia karena terjadinya peningkatan produksi secara terlarang. Hal ini mungkin kerana
proses penghasilannya yang relatif sederhana yaitu daripada sintesis kodein. Obat ini mudah
dibuat dari kodein, yodium dan fosfor merah (red phosphorus). Proses pembuatannya mirip
dengan produksi metamfetamine dari pseudoepinefrin. Seperti metamfetamin, desomorfin yang

11 | P a g e

Referat: Krokodil
diproduksi dengan cara ini biasanya sangat tidak asli (highly impure) dan mengandung banyak
zat sampingan yang bersifat sangat toksik dan korosif. 1, 4, 5

Di Rusia, nama jalanan (street name) untuk desomorfin buatan adalah Krokodil. Oleh kerana
adanya kesulitan dalam mendapatkan heroin dan dikombinasikan dengan akses yang mudah serta
murah untuk produk farmasi yang mengandung kodein di Rusia, penggunaan krokodil meningkat
dengan pesat.1

Efek pemakaian krokodil mirip dengan heroin, namun berlangsung jangka lebih pendek. Sedang
dampak dari penggunaan heroin bisa bertahan empat sampai delapan jam, efek krokodil biasanya
tidak lebih dari satu atau satu setengah jam. Krokodil memakan waktu sekitar 30 menit sampai
satu jam untuk dihasilkan dengan bahan asas dapur atau laboratorium kecil. Krokodil terkenal
dengan efek merusak jaringan tubuh, flebitis dan gangren. Sering pada pecandu, kadang-kadang
diperlukan amputasi anggota tubuh pada mereka yang memakai narkoba jenis ini dalam jangka
masa panjang. Disebabkan jumlah kerusakan jaringan yang begitu berat, life expectancy pada
pecandu dikatakan dapat mencapai serendah dua sampai tiga tahun, terutama pada pencandu
dengan suspek HIV positif. 1, 4, 5

PRODUKSI KROKODIL

Di Rusia, krokodil dapat dihasilkan dengan mudah dan secara relatifnya cepat. Krokodil dapat
dihasilkan daripada tablet yang mengandung kodein (kebanyakkan menggunakan Codelac).
Tablet ini mudah diperoleh dan lebih murah berbanding obat lain. Berdasarkan penelitian

12 | P a g e

Referat: Krokodil
terbaru, desomorfin dapat disintesis di laboratorium rumah dengan bahan asas kodein, yodium
dan fosforus merah (red phosphorus). Biasanya 5 10 tablet kodein (sekitat 300 rubles atau 9
dollar atau 90.000 rupiah) dipanaskan di dalam agen dilusi (diluting agent); biasanya digunakan
paint thinner yang mengandung zink, besi dan antimoni. Selain itu, gasolin, asam hidroklorik,
yodium dan fosfrus merah juga digunakan. Dalam proses ini, desomorfin terhasil daripada
kodein. 1, 4, 5

Malangnya, sehingga kini masih belum ada penelitian saintifik secara analisis kimia kualitatif
(qualitative chemical analysis) pada substansi krokodil. Situasi ini menyulitkan kajian dan
penelitian lanjut tentang komponen sebenar krokodil. Terbaru sehingga kini tentang komponen
kimia Krokodil hanya didasarkan secara teori. 1, 4.

13 | P a g e

Referat: Krokodil

Struktur kimia krokodil

CARA DAN KESAN PEMAKAIAN KROKODIL

Krokodil biasanya digunakan dengan suntikan. Disebabkan tingkat kontaminasi yang tinggi
(kerana berbagai zat toksik), pemakaian krokodil menyebabkan kerusakan segera pada pembuluh
darah, otot, tulang dan dapat menyebakan kegagalan multipel organ (multiple organ failure).
Banyaknya zat toksik yang ada dalam Krokodil juga menyebakan kerusakan tiroid (melalui
yodium), kerusakan jaringan kartilago (melalui fosforus), reaksi inflamasi hati dan ginjal,
deteriorisasi fungsi kognitif dan metabolisme elektrolit oleh logam berat pada pemakaian kronis.
Pecandu krokodil kerap kali diamputasi disebabkan abses, tromboflebitis, gangren dan nekrosis
jaringan pada skala besar yang berkembang dengan cepat. 1, 4, 5

14 | P a g e

Referat: Krokodil

Sifat kimia alami pada krokodil menyebabkan warna kulit pecandu berubaha warna, bersisik dan
akhirnya menjadi gangren. Kulit pecandu krokodil akan dilapisi lapisan ulkus pada sekitar
tempat suntik dikarenakan pembuluh darah yang pecah dan menyebabkan kematian jaringan.
Bukti fotografi menunjukkan kulit pemakai krokodil akan dirusak oleh zat kimia yang
terkadnung dalam krokodil yang akhirnya membusuk sehingga ke tulang. 1

Gigi pemakai krokodil pula akan tertanggal manakala kerusakkan otak , tetanus, dan darah yang
toksik hampir pasti terjadi. HIV dan hepatitis juga merupakan penyakit penyerta yang umum
pada pemakai krokodil. 1, 4, 5

MIGRASI PEMAKAIAN HEROIN KEPADA KROKODIL

Terutama di Rusia, adiksi heroin merupakan masalah yang sangat serius. Apabila pecandu heroin
sudah tidak mampu membeli heroin, kebiasannya mereka akan beralih kepada krokodil yang
dapat diproduksi sendiri di rumah. Krokodil memberi efek yang lebih kuat dari heroin dan lebih
murah. 4, 5

15 | P a g e

Referat: Krokodil

Withdrawal Syndrome Pada Pemakai Krokodil

Sindroma ketergantungan atau withdrawal syndrome pada pemakai krokodil lebih berat daripada
pemakai heroin. Heroin dapat menyebabkan nyeri sehingga 10 hari tetapi pada sindroma
ketergantungan dengan krokodil, nyeri pada pemakai dapat berlangsung sehingga satu bulan.
Diazepam biasanya diberikan pada pecandu krokdil dengan sindrom ketergantungan. Sekiranya
pemakai krokodil dapat pulih sepenuhnya dari kecanduan, biasanya sudah terjadi kerusakkan
permanen pada tubuh contohnya seperti gangguan bicara.5

16 | P a g e

Referat: Krokodil

BAB III
KESIMPULAN

Krokodil adalah sejenis zat psikoaktif yang menyebabkan ketergantungan pada pemakai.
Desomorfin adalah zat utama dalam krokodil. Desomorfin pula adalah turunan dari morfin, di
mana struktur kimiawi morfin yang mengandung gugus 6-hidroksil dihapus dan ikatan ganda 7,8
dikurangkan. Desomorfin memiliki efek penenang dan analgesik. Obat jenis ini, secara subyektif
dikatakan 8 - 10 kali lebih kuat dibandingkan morfin. Krokodil mula dipakai di Siberia dan kini
berkembang penggunaanya di eropah.

Krokodil biasanya digunakan dengan suntikan. Banyaknya zat toksik yang ada dalam krokodil
menyebakan kerusakan anggota tubuh yang berat. Pecandu krokodil kerap kali diamputasi
disebabkan abses, tromboflebitis, gangrene dan nekrosis pada skala besar yang berkembang
dengan cepat.

17 | P a g e

Referat: Krokodil

LAMPIRAN

Kesan flesh-eating pada pemakai krokodil

18 | P a g e

Referat: Krokodil

DAFTAR PUSTAKA

1. Desomorphine Goes Crocodile, Journal of Addictive Disease. Diunduh dari


http://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/10550887.2012.735570, 1 Maret 2013.
2. Drug abuse. Diunduh dari http://www.who.int/topics/substance_abuse/en, 1 Maret 2013.
3. Drug abuse. Diunduh dari http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/drugabuse.html, 1 Maret
2013.
4. Desomorphine aka Krokodil. Diunduh dari http://alcoholrehab.com/alcoholrehab/desomorphine-aka-krokodil/, 1 Maret 2013.
5. Krokodil information. Diunduh dari http://www.narconon.org/druginformation/krokodil.html, 1 Maret 2013.
6. Drug Abuse (Penyalahgunaan Obat dan Mekanisme Ketergantungan). Diunduh dari
http://www.medicinesia.com/kedokteran-klinis/obat/drug-abuse-penyalahgunaan-obat-danmekanisme-ketergantungan/, 1 Maret 2013.

19 | P a g e