Anda di halaman 1dari 15

TUGAS MAKALAH

KIMIA ANORGANIK II

UNSUR-UNSUR GOLONGAN ALKALI TANAH (GOLONGAN IIA)






OLEH:

ABDUL GAPUR
1003135333







JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2013
i

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita ucapkan kepada Allah S.W.T. Sang Khalik, yang masih
memberikan kita kekuatan sehingga kita masih bisa menjalankan aktivitas kita
sehari-hari dan juga shalawat kepada junjungan alam, suri tauladan kita, berkat
perjuangan beliaulah kita bisa menjadi insan yang beiman dan bertakwa.
Alhamdulillah Makalah Kimia Anorganik II dengan judul Unsur-Unsur
Golongan Alkali (Golongan II A) dapat diselesaikan penulis. Makalah ini dibuat
untuk memenuhi tugas matakuliah kimia kimia anorganik II semoga dengan
selesainya tugas ini penulis dapat menambah ilmu pengetahuan tentang kimia.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Drs Akmal Mukhtar, SU
sebagai dosen pembimbing mata kuliah kimia Kimia anorganik II.
Makalah ini telah disusun dengan baik dan sistematis sehingga
memudahkan pembaca untuk membacanya tetapi penulis yakin makalah ini masih
jauh dari kesempurnaan sehingga penulis mengharapkan perbaikan, kritik, serta
saran yang membangun untuk kesempurnaan penulisan selanjutnya.


Pekanbaru, Mei 2013



Penulis_____





ii

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ................................................................................................ i
Daftar Isi ........................................................................................................... ii
BAB I Pendahuluan ....................................................................................... 1
1.1. Latar Belakang .......................................................................................... 1
1.2. Tujuan Penulisan ...................................................................................... 1
BAB II Pembahasan ........................................................................................ 2
2.1. Sifat Fisik Logam Alkali Tanah ............................................................... 2
2.2. Sifat Kimia Logam Alkali Tanah ............................................................. 3
2.3. Reaksi Kimia Logam Alkali Tanah .......................................................... 4
2.4. Pembuatan Logam Alkali Tanah .............................................................. 6
2.5. Manfaat dan Kegunaan Logam Alkali Tanah ........................................... 9
BAB III Kesimpulan ......................................................................................... 11
Daftar Pustaka .................................................................................................. 12
1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Seringkali kita tidak menyadari bahwa hidup kita tidak lepas dari suatu zat
bernama unsur. Suatu bahan yang jumlahnya sedikit dan tanpa sadar kita
konsumsi sehari-hari merupakan mineral yang sangat penting bagi manusia,
antara lain bagi metabolisme tubuh, penghubung antar syaraf, kerja jantung, dan
pergerakan otot adalah salah satu unsur logam golongan II A atau lazim disebut
alkali tanah yang bernama Kalsium.
Pemanfaatan unsur dan senyawa alkali tanah juga menimbulkan dampak
negatif terhadap kelangsungan hidup manusia dan sekitarnya. Misalnya, Berilium
dan garamnya merupakan bahan beracun dan berpotensi sebagai zat karsinogenik.
Untuk itu, kita harus mengenali bagaimana sifat dari masing-masing unsur dan
senyawa tersebut, sehingga dalam memanfaatkannya kita dapat menghindari
dampak negatif yang timbul akibat unsur atau senyawa tersebut.
Logam alkali tanah merupakan unsur-unsur yang terletak pada golongan
IIA pada sistem periodik unsur, yaitu Berilium, Magnesium, Kalsium, Strontium,
Barium, dan Radium. Logam alkali tanah juga dapat membentuk basa, tetapi lebih
lemah dibandingkan dengan logam alkali. Logam alkali tanah sukar larut dalam
air. Unsur-unsur golongan II A umumnya mudah ditemukan dalam tanah berupa
senyawa tak larut sehingga dinamakan logam alkali tanah. Makalah ini akan
membahas beberapa kecenderungan sifat dari logam alkali tanah, dan aplikasinya
dalam kehidupan sehari-hari

1.2. Tujuan Penulisan
Penulisan makalah unsur-unsur golongan alkali tanah ini bertujuan sebagai
berikut:
a. Mempelajari manfaat dan kegunaan logam alkali tanah (golongan II A)
dalam kehidupan.
b. Mengetahui reaksi-reaksi logam alkali tanah dengan senyawa lain.
c. Mempelajari cara pembuatan logam alkali tanah.
2

BAB II
PEMBAHASAN

Unsur-unsur golongan IIA disebut juga alkali tanah sebab unsur-unsur
tersebut bersifat basa dan banyak ditemukan dalam mineral tanah. Logam alkali
tanah umumnya reaktif, tetapi kurang reaktif jika dibandingkan dengan logam
alkali.

Konfigurasi Elektron
Berelium (Be) = 1s
2
2s
2

Magnesium (Mg) = 1s2 2s
2
2p6 3s
2

Kalsium (Ca) = 1s
2
2s
2
2p
6
3s
2
3p
6
4s
2

Stronsium (Sr) = 1s
2
2s
2
2p
6
3s
2
3p
6
4s
2
3d
10
4p
6
5s
2

Barium (Ba) = 1s
2
2s
2
2p
6
3s
2
3p
6
4s
2
3d
10
4p
6
5s
2
4d
10
5p
6
6s
2

Radium (Ra) = 1s
2
2s
2
2p
6
3s
2
3p
6
4s
2
3d
10
4p
6
5s
2
4d
10
5p
6
6s
2
4f
14
5d
10

6p
6
7s
2


2.1. Sifat Fisik Logam Alkali Tanah
Secara umum unsur-unsur logam alkali tanah memiliki sifat fisik sebagai
berikut:
a. Berwujud padat
b. Titik didih dan titik leleh logam alkali tanah lebih tinggi daripada suhu
ruangan. Oleh karena itu, unsur-unsur logam alkali tanah pada suhu ruangan
berbentuk padatan.
c. Memberikan karakteristik warna ketika dipanaskan dalam api.
a) Putih cemerlang : Mg
b) Merah bata : Ca
c) Merah : Sr
d) Hijau : Ba

Jari-jari atom dan ion semakin besar (dari atas ke bawah). Jari-jari ion jauh
lebih kecil daripada jari-jari atom. Hal ini karena atom mengandung dua elektron
3

dalam tingkat s relatif jauh dari nukleus, dan inilah elektron yang dikeluarkan
untuk membentuk ion. Sisa elektron dengan demikian dalam tingkat lebih dekat
ke inti, dan di samping meningkatnya biaya nuklir efektif menarik elektron
menuju inti dan mengurangi ukuran ion.
Berikut ini diberikan tabel unsur-unsur yang terletak pada golongan IIA
dan ciri-ciri fisiknya.

Tabel 1. Sifat fisik logam alkali tanah
Be Mg Ca Sr Ba
Nomor atom 4 12 20 38 56
Konfigurasi elektron [He] 2s
2
[Ne] 2s
2
[Ar] 2s
2
[Kr] 2s
2
[Xe] 2s
2

Massa atom relatif, (Ar) 9,012 34,305 40,08 87,62 137,34
Jari-jari atom, (A) 1,11 1,60 1,97 2,15 2,17
Jari-jari ion (M
2+
), (A) 0,30 0,65 0,99 1,13 1,35
Kerapatan (g mol
-3
) 1,85 1,74 1,54 2,6 3,51
Titik didih (K) 3040 1380 1710 1650 1910
Titik leleh (K) 1553 924 1124 1073 1123

2.2. Sifat Kimia Logam Alkali Tanah
Kereaktifan logam alkali tanah meningkat dari berilium ke barium. Fakta
ini sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena, dari berilium ke barium jari-jari
atom bertambah besar sehingga energi ionisasi serta keelektronegatifan berkurang.
Akibatnya, kecendrungan untuk melepas elektron membentuk senyawa ion makin
besar. Semua senyawa dari kalsium, strontium, dan barium, yaitu logam alkali
tanah yang bagian bawah, berbentuk senyawa ion, tetapi magnesium membentuk
beberapa senyawa kovalen sedangkan senyawa-senyawa berilium bersifat
kovalen.
Sifat kimia logam alkali tanah bermiripan dengan logam alkali, tetapi logam
alkali tanah kurang reaktif dari logam alkali seperiode. Jadi, berilium kurang
reaktif dibandingkan litium, magnesium kurang reaktif dibandingkan terhadap
natrium, dan seterusnya. Hal itu disebabkan jari-jari atom logam alkali tanah lebih
kecil sehingga energi pengionan lebih besar. Lagi pula logam alkali tanah hanya
4

satu. Kereaktifan kalsium, stronsium,dan barium dan tidak terlalu berbeda dari
logam alkali, tetapi berilium dan magnesium jauh kurang aktif.
Unsur golongan ini bersifat basa, sama seperti unsur golongan alkali, namun
tingkat kebasaannya lebih lemah. Senyawa Be(OH)2 bersifat amfoter. Artinya
bisa bersifat asam atau pun basa. Sedangkan unsur Ra bersifat Radioaktif. Semua
logam alkali tanah merupakan logam yang tergolong reaktif, meskipun kurang
reaktif dibandingkan dengan unsur alkali. Alkali tanah juga memiliki sifat relatif
lunak dan dapat menghantarkan panas dan listrik dengan baik, kecuali Berilium.
Logam ini juga memiliki kilapan logam.
Logam alkali tanah memiliki jari-jari atom yang besar dan harga ionisasi
yang kecil. Dari Berilium ke Barium, nomor atom dan jari-jari atom semakin
besar. Selain itu semua logam alkali tanah juga mempunyai kecenderungan teratur
mengenai keelektronegatifan yang semakin kecil dan daya reduksi yang semakin
kuat dari Berilium ke Barium.

2.3. Reaksi Kimia Logam Alkali Tanah
Kemiripan sifat logam alkali tanah disebabkan oleh kecenderungan
melepaskan dua elektron valensi. Oleh karena itu senyawanya mempunyai
bilangan oksidasi +2, sehingga logam alkali tanah diletakkan pada golongan II A.
Alkali tanah termasuk logam yang reaktif, namun Berilium adalah satu-satunya
unsur alkali tanah yang kurang reaktif, bahkan tidak bereaksi dengan air. Logam
alkali tanah bersifat pereduksi kuat. Semakin ke bawah, sifat pereduksi ini
semakin kuat. Hal ini ditunjukkan oleh kemampuan bereaksi dengan air yang
semakin meningkat dari Berilium ke Barium. Selain dengan air unsur logam alkali
tanah juga bisa bereaksi dengan Oksigen, Nitrogen, dan Halogen.
a. Reaksi dengan air
Berilium tidak bereaksi dengan air, sedangkan logam Magnesium bereaksi
sangat lambat dan hanya dapat bereaksi dengan air panas. Logam Kalsium,
Stronsium, Barium, dan Radium bereaksi sangat cepat dan dapat bereaksi dengan
air dingin. Contoh reaksi logam alkali tanah dan air berlangsung sebagai berikut:
Ca(s) + 2H
2
O(l) Ca(OH)
2
(aq) + H
2
(g)

5

b. Reaksi dengan Oksigen atau udara
Adanya pemanasan yang kuat menyebabkan logam alkali tanah terbakar di
udara membentuk oksida dan nitrida. Logam alkali tanah, kecuali Be dan Mg
dengan udara juga dapat berlangsung, tetapi terjadinya korosi yang berlanjut dapat
dihambat karena lapisan oksida yang terbentuk melekat kuat pada permukaan
logam. Dengan pemanasan, Berilium dan Magnesium dapat bereaksi dengan
oksigen. Oksida Berilium dan Magnesium yang terbentuk akan menjadi lapisan
pelindung pada permukaan logam.Barium dapat membentuk senyawa peroksida
(BaO
2
).
2Mg(s) + O
2
(g) 2MgO(s)
Ba(s) + O
2
(g) (berlebihan) BaO
2
(s)
Pembakaran Magnesium di udara dengan Oksigen terbatas pada suhu tinggi akan
dapat menghasilkan Magnesium Nitrida (Mg
3
N
2
)
4Mg(s) + O
2
(g) + N
2
(g) MgO(s) + Mg
3
N
2
(s)
Bila Mg
3
N
2
direaksikan dengan air maka akan didapatkan gas NH
3

Mg
3
N
2
(s) + 6H
2
O(l) 3Mg(OH)
2
(s) + 2NH
3
(g)

c. Reaksi dengan hidrogen
Adanya pemanasan menyebabkan logam allkali tanah dapat bereaksi
dengan hidrogen membentuk senyawa hidrogen.
M(s) + H
2
(g) MH
2
(s)

d. Reaksi dengan Nitrogen
Logam alkali tanah yang terbakar di udara akan membentuk senyawa
oksida dan senyawa Nitrida dengan demikian Nitrogen yang ada di udara bereaksi
juga dengan Alkali Tanah. Contoh,
3Mg(s) + N
2
(g) Mg
3
N
2
(s)

e. Reaksi Logam Alkali Tanah Dengan Halogen
Semua logam Alkali Tanah bereaksi dengan halogen dengan cepat
membentuk garam Halida, kecuali Berilium. Lelehan halida dari berilium
mempunyai daya hantar listrik yang buruk. Hal itu menunjukkan bahwa halida
6

berilium bersifat kovalen. Oleh karena daya polarisasi ion Be
2+
terhadap pasangan
elektron Halogen kecuali F
-
, maka BeCl
2
berikatan kovalen. Sedangkan alkali
tanah yang lain berikatan ion. Contoh:
Ca(s) + Cl
2
(g) CaCl
2
(s)

f. Reaksi dengan Asam dan Basa
Semua logam dan alkali tanah bereaksi dengan asam kuat (seperti HCl)
membentuk garam dan gas hidrogen. Reaksi makin hebat dari Be ke Ba.
M(s) + 2HCl(aq) MCl
2
(aq) + H
2
(g)
Salah satu unsur logam alkali tanah yaitu Be, memiliki sifat amfoter. Berilium
selain dapat bereaksi dengan asam kuat juga dapat bereaksi dengan basa kuat.
Be(s) + 2NaOH (aq) Na
2
Be(OH)
4
+ H
2
(g) + H
2
O(l)
BeO(s) + 2NaOH(aq) Na
2
Be(OH)
4
(aq) + H
2
O(l)
Be(OH)
2
(s) + Na
2
Be(OH)
4
(aq) 2NaOH(aq)

g. Reaksi dengan belerang
Reaksi logam alkali tanah dengan belerang menghasilkan senyawa sulfida.
M (s) + S (s) MS(s)

2.4. Pembuatan Logam Alkali Tanah
2.4.1. Ekstraksi Berilium (Be)
a. Metode reduksi
Untuk mendapatkan Berilium, bisa didapatkan dengan mereduksi BeF2.
Sebelum mendapatkan BeF
2
, kita harus memanaskan beril [Be
3
A
l2
(SiO
6
)
3
] dengan
Na
2
SiF
6
hingga 700
0
C. Karena beril adalah sumber utama berilium.
BeF2 + Mg MgF2 + Be

b. Metode Elektrolisis
Untuk mendapatkan berilium juga kita dapat mengekstraksi dari lelehan
BeCl2 yang telah ditambah NaCl. Karena BeCl2 tidak dapat mengahantarkan
listrik dengan baik, sehingga ditambahkan NaCl. Reaksi yang terjadi adalah

7

Katoda : Be
2+
+ 2e
-
Be
Anode : 2Cl
-
Cl
2
+ 2e
-


2.4.2. Ekstraksi Magnesium (Mg)
a. Metode Reduksi
Untuk mendapatkan magnesium, kita dapat mengekstraksinya dari
dolomite [MgCa(CO
3
)
2
]. Karena dolomite merupakan salah satu sumber yang
dapat menhasilkan magnesium. Dolomite dipanaskan sehingga terbentuk
MgO.CaO lalu MgO.CaO dipanaskan dengan FeSi sehingga menhasilkan Mg.
2[ MgO.CaO] + FeSi 2Mg + Ca
2
SiO
4
+ Fe

b. Metode Elektrolisis
Selain dengan ekstraksi dolomite magnesium juga bisa didapatkan dengan
mereaksikan air alut dengan CaO. Reaksi yang terjadi :
CaO + H
2
O Ca
2+
+ 2OH-
Mg
2
+ + 2OH
-
Mg(OH)
2
Selanjutnya Mg(OH)2 direaksikan dengan HCl Untuk membentuk MgCl
2
Mg(OH)
2
+ 2HCl MgCl
2
+ 2H
2
O
Setelah mendapatkan lelehan MgCl
2
kita dapat mengelektrolisisnya untuk
mendapatkan magnesium.
Katode : Mg
2+
+ 2e
-
Mg
Anode : 2Cl
-
Cl
2
+ 2e
-

2.4.3. Ekstraksi Kalsium (Ca)
a. Metode Elektrolisis
Batu kapur (CaCO
3
) adalah sumber utama untuk mendapatkan kalsium
(Ca). Untuk mendapatkan kalsium, kita dapat mereaksikan CaCO
3
dengan HCl
agar terbentuk senyawa CaCl
2
. Reaksi yang terjadi :
CaCO
3
+ 2HCl CaCl
2
+ H
2
O + CO
2
Setelah mendapatkan CaCl
2
, kita dapat mengelektrolisisnya agar
mendapatkan kalsium (Ca). Reaksi yang terjadi :

8

Katode : Ca
2+
+ 2e
-
Ca
Anode : 2Cl
-
Cl
2
+ 2e
-

b. Metode Reduksi
Logam kalsium (Ca) juga dapat dihasilkan dengan mereduksi CaO oleh Al
atau dengan mereduksi CaCl
2
oleh Na.
6CaO + 2Al 3 Ca + Ca
3
Al
2
O
6
CaCl
2
+ 2 Na Ca + 2NaCl

2.4.4. Ekstraksi Strontium (Sr)
a. Metode Elektrolisis
Untuk mendapatkan Strontium (Sr), kita bisa mendapatkannya dengan
elektrolisis lelehan SrCl
2
. Lelehan SrCl
2
bisa didapatkan dari senyawa selesit
[SrSO
4
]. Karena Senyawa selesit merupakan sumber utama Strontium (Sr). Reaksi
yang terjadi:
katode : Sr
2+
+ 2e
-
Sr
anode : 2Cl
-
Cl
2
+ 2e
-

2.4.5. Ekstraksi Barium (Ba)
a. Metode Elektrolisis
Barit (BaSO
4
) adalah sumber utama untuk memperoleh Barium (Ba).
Setelah diproses menjadi BaCl
2
barium bisa diperoleh dari elektrolisis lelehan
BaCl
2
. Reaksi yang terjadi :
Katode : Ba
2+
+ 2e
-
Ba
Anode : 2Cl
-
Cl
2
+ 2e
-

b. Metode Reduksi
Selain dengan elektrolisis, barium bisa kita peroleh dengan mereduksi
BaO oleh Al. Reaksi yang terjadi :
6BaO + 2Al 3Ba + Ba
3
Al
2
O
6
.


9

2.5. Manfaat dan Kegunaan Logam Alkali Tanah
2.5.1. Berilium (Be)
a. Berilium digunakan untuk memadukan logam agar lebih kuat, akan
tetapi bermassa lebih ringan. Biasanya paduan ini digunakan pada
kemudi pesawat Jet.
b. Berilium digunakan pada kaca dari sinar X.
c. Berilium digunakan untuk mengontrol reaksi fisi pada reaktor nuklir.
d. Campuran berilium dan tembaga banyak dipakai pada alat listrik,
maka Berilium sangat penting sebagai komponen televisi.

2.5.2. Magnesium (Mg)
a. Magnesium digunakan untuk memberi warna putih terang pada
kembang api dan pada lampu blitz.
b. Senyawa MgO dapat digunakan untuk melapisi tungku, karena
senyawa MgO memiliki titik leleh yang tinggi.
c. Senyawa Mg(OH)
2
digunakan dalam pasta gigi untuk mengurangi
asam yang terdapat di mulut dan mencegah terjadinnya kerusakan
gigi, sekaligus sebagai pencegah maag.
d. Mirip dengan Berilium yang membuat campuran logam semakin kuat
dan ringan sehingga bisa digunakan pada alat alat rumah tangga.

2.5.3. Kalsium (Ca)
a. Kalsium digunakan pada obat obatan, bubuk pengembang kue dan
plastik.
b. Senyawa CaSO
4
digunakan untuk membuat gips yang berfungsi untuk
membalut tulang yang patah.
c. Senyawa CaCO
3
biasa digunakan untuk bahan bangunan seperti
komponen semen dan cat tembok. Selain itu digunakan untuk
membuat kapur tulis dan gelas.
d. Kalsium Oksida (CaO) dapat mengikat air pada Etanol karena bersifat
dehidrator, dapat juga mengeringkan gas dan mengikat karbon
dioksida pada cerobong asap.
10

e. Ca(OH)
2
digunakan sebagai pengatur pH air limbah dan juga sebagai
sumber basa yang harganya relatif murah.
f. Kalsium Karbida (CaC
2
) disaebut juga batu karbit merupakan bahan
untuk pembuatan gas asetilena (C
2
H
2
) yang digunakan untuk
pengelasan.
g. Kalsium banyak terdapat pada susu dan ikan teri yang berfungsi
sebagai pembentuk tulang dan gigi.

2.5.4. Stronsium (Sr)
a. Stronsium dalam senyawa Sr(NO
3
)
2
memberikan warna merah apabila
digunakan untuk bahan kembang api.
b. Stronsium sebagai senyawa karbonat biasa digunakan dalam
pembuatan kaca televisi berwarna dan komputer.
c. Untuk pengoperasian mercusuar yang mengubah energi panas menjadi
listrik dalam baterai nuklir RTG (Radiisotop Thermoelectric
Generator).

2.5.5. Barium (Ba)
a. BaSO
4
digunakan untuk memeriksa saluran pencernaan karena
mampu menyerap sinar X meskipun beracun.
b. BaSO
4
digunakan sebagai pewarna pada plastik karena memiliki
kerapatan yang tinggi dan warna terang.
c. Ba(NO
3
)
2
digunakan untuk memberikan warna hijau pada kembang
api.





11

BAB III
KESIMPULAN

Berdasarkan uraian materi yang disampaikan di atas tentang logam alkali
tanah dapat disimpulkan.
a. Logam alkali tanah memiliki sifat kimia dan fisika yang hampir sama
dengan unsur satu golongannya.
b. Logam alkali tanah dapat bereaksi dengan senyawa-senyawa lain seperti
air, udara, gas hidrogen, gas nitrogen, dll.
c. Logam Alkali dapat diperoleh dengan cara metode ekstraksi dan reduksi.
d. Logam alkali tanah memiliki banyak manfaat dan kegunaan dalam
kehidupan sehari-hari dan di berbagai disiplin ilmu.
12

DAFTAR PUSTAKA

Cotton, F.A., dan Wilkinson. 1989. Kimia Anorganik Dasar. Terjemahan: S.
Soharto. UI-Press, Jakarta.
Leny, F.X.I. 2012. Golongan IIA (Logam Alkali Tanah). Universitas Nusa
Cendana, Kupang.
Saini, W. 2012. Kimia Unsur (Logam Alkali Tanah). http://wahyuni-
unhiiyblog.blogspot.com/2012/11/kimia-unsur-logam-alkali-tanah.html.
Diakses pada tanggal 8 Mei 2013.
Saito, T. 1996. Kimia Anorganik. Terjemahan: Ismunandar. Iwanami Shoten,
Tokyo.