Anda di halaman 1dari 26

FUNGSI, PRINSIP KERJA, KOMPONEN, MACAM-MACAM, SISTEM PENGOPERASIAN,

PERAWATAN DAN PEMBONGKARAN, PEMERIKSAAN BESERTA PEMASANGAN


TRANSMISI MANUAL HONDA JAZZ
MAKALAH
Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Service Kendaraan
semester genap tahun 2014/2015 yang diampu oleh Ir. am!ang Sulistiyono" #.$.
Oleh :
ABISENA GUMELAR
NIM 1141!!4 " #A-D4
%
PROGRAM STUDI TEKNIK OTOMOTIF ELEKTRONIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
POLITEKNIK NEGERI MALANG
!14
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
BAB I #
&'()*+U,U*(................................................................................................................................-
1.1 Latar Belakang Masalah..........................................................................................................3
1.2 Rumusan Masalah....................................................................................................................3
1.3 Rumusan Tujuan.......................................................................................................................4
BAB II $
.U(/SI" &0I(SI& K'01*" K2#&2('(" #*3*#4#*3*#" SIS$'# &'(/2&'0*SI*("
&'0*5*$*( )*( &'#2(/K*0*(" &'#'0IKS**( 'S'0$* &'#*S*(/*(
$0*(S#ISI #*(U*,.......................................................................................................................5
2.1 Fungsi dan Prinsip Kerja Transmisi Manual dan KomponenKomponenn!a........................."
2.1.1 .ungsi dan &rinsip Ker6a $ransmisi..................................................................................5
2.1.2 #acam4#acam 0oda /igi................................................................................................7
2.1.- Konsep Ker6a $ransmisi....................................................................................................7
2.1.4 Komponen4Komponen Utama Sistem $ransmisi dan .ungsi4.ungsinya.......................11
2.2 Ma#amMa#am Transmisi Manual$ %istem Pengoperasiann!a dan Pera&atan Pemeliharaan
Transmisi Manual...........................................................................................................................11
2.2.1 $ransmisi $iga Kecepatan dengan Slidingmesh.............................................................11
2.2.2 Unit #ekanisme Selektor................................................................................................14
2.2.- $ransmisi Synchromesh 4 Kecepatan.............................................................................15
2.2.4 #ekanisme &engoperasian $ransmisi #anual................................................................18
2.2.5 &era9atan dan &emeliharaan $ransmisi #anual............................................................1:
2.3 Mem'ongkar$ Pemeriksaan dan Memasang Transmisi Manual.............................................2(
2.-.1 ,angkah &ersiapan..........................................................................................................20
2.-.2 Kesehatan dan Keselamatan Ker6a ;K-<.........................................................................21
2.-.- &roses &em!ongkaran.....................................................................................................21
2.-.4 &emeriksaan....................................................................................................................2-
2.-.5 &etun6uk &emasangan=....................................................................................................2-
BAB III $
K'SI#&U,*( )*( S*0*(...........................................................................................................25
3.1 Kesimpulan.............................................................................................................................2"
3.2 %aran.......................................................................................................................................2"
PERISTILAHAN " GLOSSARY %
2
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 ,atar elakang #asalah
Sistem transmisi dalam otomoti> adalah suatu sistem pemindah daya yang men6adi penghantar
energi atau daya dari mesin ke di>erensial dan as roda. )engan memutar as roda" roda dapat !erputar
dan menggerakkan mo!il. $ransmisi diperlukan karena mesin pem!akaran yang umumnya digunakan
dalam mo!il merupakan mesin pem!akaran internal yang menghasilkan putaran ;rotasi< antara 800
sampai 8000 rpm. Sedangkan" roda !erputar pada kecepatan rotasi antara 0 sampai 2500 rpm. )isini
peranan dari transmisi adalah untuk mengatur per!edaan putaran antara putaran mesin ;memalui unit
kopling< dengan putaran poros yang keluar dari transmisi yang menu6u roda.
$erdapat dua sistem transmisi yang umum" yaitu transmisi manual dan transmisi otomatis.
$ransmisi manual merupakan salah satu 6enis transmisi yang !anyak dipergunakan dengan alasan
pera9atan yang le!ih mudah. iasanya pada transimi manual terdiri dari - sampai dengan 7 speed.
,angkah4langkah pera9atan dan per!aikan transmisi manual harus dapat dikuasai oleh mahasis9a
teknik mesin khususnya mahasis9a teknik otomoti> elektronik. *da se!agian mahasis9a yang !elum
paham tentang langkah4langkah pera9atan dan per!aikan transmisi manual.
#asalah terse!ut tidak dapat di!iarkan secara !erlarut4larut" karena memahami tentang
langkah4langkah pera9atan dan per!aikan transmisi manual merupakan suatu hal yang penting !agi
mahasis9a teknik otomoti> elektronik. Untuk mengatasi masalah terse!ut penulis menyusun makalah
ini. erdasarkan uraian di atas penulis tertarik untuk mem!uat makalah dengan 6udul .ungsi" &rinsip
Ker6a" Komponen" #acam4#acam" Sistem &engoperasian" &era9atan )an &em!ongkaran"
&emeriksaan eserta &emasangan $ransmisi #anual +onda 1a??.
1.2 0umusan #asalah
erdasarkan latar !elakang masalah di atas" makalah ini disusun !erdasarkan rumusan masalah
se!agai !erikut =
1< *pa >ungsi dari transmisi dan !agaimana pinsip ker6a transmisi manual serta apa
komponen4komponen dari transmisi manual terse!ut@
2< Se!utkan macam4macam transmisi manual" !agaimana sistem pengoperasian transmisi
manual terse!ut dan !agaimana cara pera9atan pemeliharaan transmisi manual@
-< agaimana cara mem!ongkar" pemeriksaan dan memasang transmisi manual@
-
1.- 0umusan $u6uan
erdasarkan rumusan masalah di atas" makalah ini disusun !erdasarkan rumusan tu6uan
se!agai !erikut =
1< #engetahui >ungsi transmisi" prinsip ker6a transmisi manual dan mengetahui komponen4
komponen transmisi manual.
2< #engetahui macam4macam transmisi manual" mengetahui sistem pengoperasian transmisi
manual dan mengetahui pera9atan pemeliharaan transmisi manual.
-< #engetahui cara mem!ongkar" pemeriksaan dan memasang transmisi manual.
4
BAB II
FUNGSI, PRINSIP KERJA, KOMPONEN, MACAM-MACAM, SISTEM PENGOPERASIAN,
PERAWATAN DAN PEMBONGKARAN, PEMERIKSAAN BESERTA PEMASANGAN
TRANSMISI MANUAL
2.1 .ungsi dan &rinsip Ker6a $ransmisi #anual dan Komponen4Komponennya
2.1.1 .ungsi dan &rinsip Ker6a $ransmisi
$ransmisi manual dan komponen komponennya merupakan !agian dari sistem
pemindah tenaga dari se!uah kendaraan" yaitu sistem yang !er>ungsi mengatur $ingkat
kecepatan dalam proses pemindahan tenaga dari sum!er tenaga ;mesin< ke roda kendaraan
;pemakai/penggunaan tenaga<.
Sistem pemindah tenaga secara garis !esar terdiri dari Unit kopling" transmisi"
de>rensial" poros dan roda kendaraan. Sementara &osisi transmisi manual dan komponennya"
terletak pada u6ung depan sesudah unit kopling dari sistem pemindah tenaga pada kendaraan.
.ungsi transmisi adalah untuk mengatur per!edaan putaran antara putaran mesin ;melalui unit
kopling< dengan putaran poros yang keluar dari transmisi. &engaturan putaran ini dimaksudkan
agar kendaraan mampu !ergerak sesuai dengan !e!an dan kecepatan kendaraan.
&osisi transmisi manual pada kendaraan secara skema dapat dilihat pada gam!ar 1
!erikut ini.
0angkaian pemindahan tenaga !era9al dari sum!er tenaga ;'ngine< kesisitem
pemindah tenaga" yaitu masuk ke unit kopling ;3lutch< diteruskan ketransmisi ;/ear oA< ke
propeller sha>t dan keroda melalui de>rensial ;.inal )rive<. Konsep ker6a transmisi manual
dapat di6elaskan melalui gam!ar 2 dan - !erikut.
5
erdasarkan gam!ar 2 terse!ut" dapat dilihat per!edaan antara keduanya. /am!ar
pertama seseorang mendorong mo!il ditan6akan secara langsung" sementara gam!ar kedua
menggunakan tongkat pengungkit. #elihat kondisi terse!ut" manakah diantara keduanya yang
le!ih ringan@. 1a9a!nya tentu dia yang menggunakan pengungkit" se!a! pada posisi pertama
gaya dorong secara langsung" sementara posisi kedua menggunakan trans>er momen melalui
tongkat. Semakin pan6ang lengan" maka tenaga yang dikeluarkan untuk mendorong kendaraan
akan semakin ringan. Konsep dasar di atas kemudian dipergunakan dalam mem!uat desain
transmisi" dimana lengan pengungkit terse!ut diterapkan pada diameter roda gigi. Sehingga
transmisi kendaraan 6uga dise!ut dengan gear !oA atau kotak roda gigi" karena komponen
utama transmisi adalah roda gigi. Konsep pemindahan tenaga melalui roda gigi" seperti terlihat
pada gam!ar - !erikut ini.
/am!ar - ;a< menggam!arkan lengan pengungkit sederhana. &ada kodisi seim!ang
persamaannya # A l B m A 4l artinya massa m yang hanya C # dapat mengangkat #. +al ini
menun6ukan !ah9a dengan gaya yang kecil dapat mengangkat massa yang !eratnya 4 kali
lipat" karena digunakannya sistem lengan pengungkit. /am!ar - ;!<" menun6ukkan !agaimana
dua piringan dipergunakan se!agai lengan pengungkit. &ada contoh terse!ut massa yang
digantungkan pada poros 3 akan mengangkat !e!an yang ada pada poros ). 0angkaian ini
mungkin dapat dipergunakan untuk memahami konsep ker6a transmisi" mesin dihu!ungkan ke
poros 3" dan yang ke roda dihu!ungkan ke ). *pa!ila diameter piringan di!uat tiga kali
piringan *" maka momen yang dihasilkan tiga kali lipat. (amun !ila per!andingan giginya
;gear ratio< 2 = 1" maka roda gigi * !erputar dua kali" sedangkan roda gigi !erputar 1 kali.
#omen pada roda gigi * D dari roda gigi " atau gaya angkatnya akan setengah dari !e!an
yang diangkat.
8
2.1.2 #acam4#acam 0oda /igi
0oda gigi//ears adalah roda yang ter!uat dari !esi yang mempunyai gerigi pada
permukaannya. entuk gigi di!uat sedemikian rupa hingga dapat !eker6a secara !erpasangan
dan setiap pasangan terdapat se!uah roda gigi yang menggerakkan ;driving gear< dan se!uah
roda gigi yang digerakkan ;driven gear<. Suatu kelompok/kumpulan roda gigi dengan
komponen lain mem!entuk suatu sistem transmisi dalam suatu kendaraan" mereka terletak
dalam suatu 9adah yang dise!ut transmission case" atau kadang 6uga dise!ut gear !oA.
e!erapa macam desain roda gigi yang dipergunakan pada transmisi adalah=
a<. 0oda gigi 6enis Spur E !entuk giginya lurus se6a6ar dengan poros" dipergunakan untuk roda
gigi geser atau yang !isa digeser ;Sliding mesh<.
!<. 0oda gigi 6enis +elical E !entuk giginya miring terhadap poros" dipergunakan untuk roda
gigi tetap atau yang tidak !isa digeser ;3onstant mesh dan synchro4mesh<.
c<. 0oda gigi 6enis )ou!le +elical E !entuk giginya do!el miring terhadap poros" dipergunakan
untuk roda gigi tetap atau yang tidak !isa digeser ;3onstant mesh dan synchro4mesh<.
d<. 0oda gigi 6enis 'picyclic E !entuk giginya lurus atau miring terhadap poros" dipergunakan
untuk roda gigi yang tidaktetap kedudukan titik porosnya ;3onstant mesh<.
2.1.- Konsep Ker6a $ransmisi
Seperti telah dikemukakan di atas" transmisi pada kendaraan terdiri dari !er!agai !entuk
roda gigi" ada yang sistem tetap ada yang digeser ;slidingmesh<. erikut ini akan dico!a
di6elaskan konsep ker6a masing4masing.
&' T(&)*+,*, -e).&) (/-& .,., .e*e(
0oda gigi pada poros input yaitu !erasal dari kopling" dipasang mati. Sedangkan roda gigi yang
dipasang pada poros output dipasang geser/sliding. 0oda gigi yang digunakan untuk model ini
tentunya 6enis spur. &erhatikan pada gam!ar 5 !erikut ini.
7
&osisi (etral" setiap transmisi mempunyai posisi ini dimana putaran poros input tidak
dipindahkan keporos output. &osisi ini digunakan saat !erhenti atau yang lainnya dimana
sedang tidak memerlukan tenaga mesin. Untuk memenuhi ke!utuhan terse!ut" maka kedua
roda gigi pada poros output ;3 F )< digeser agar tidak !erhu!ungan dengan roda gigi dari
poros input ;* F <.&osisi gigi 1" digunakan untuk menggerakan kendaraan pertama kali.
Kondisi ini memerlukan momen yang !esar gerakan pelan" maka roda gigi pemutar ;)river<
harus yang le!ih kecil ;*< memutar roda gigi yang le!ih !esar ;)<. Sehingga roda gigi pada
poros output yang dihu!ungkan dengan roda gigi yang se!elah kiri" sementara yang se!elah
kanan tidak !erhu!ungan. Seperti terlihat pada gam!ar !erikut ini.
&osisi gigi 2" pada posisi ini tentunya kendaraan sudah !ergerak sehingga momennya tidak
!egitu !esar di!andingkan dengan saat posisi gigi 1. komposisi roda gigi pada posisi gigi kedua
ini roda gigi ) digeser sampai tidak !erhu!ungan dengan roda gigi *" dan roda gigi 3 digeser
kekiri agar !erhu!ungan dengan roda gigi . )engan demikian" putaran poros input
dipindahkan melalui roda gigi F 3 ke poros output.
0' T(&)*+,*, -e).&) (/-& .,., 1e1&23
Sistem pemindahan kecepatan pada sistem ini tidak memindah roda gigi" namun dengan
menam!ah satu perlengkapan kopling geser. +u!ungan roda gigi 3 F ) terhadap poros output
!e!as !ukan sliding seperti pada model se!elumnya. Sedangkan yang terhu!ung sliding dengan
poros output adalah kopling gesernya. Ilustrasi model ini dapat dilihat pada gam!ar 7 !erikut
ini.
:
&ada model transmisi roda gigi tetap ini memungkinkan dipergunakan !entuk roda gigi selain
model spur. Sehingga memungkinkan penggunaan roda gigi yang le!ih kuat. Kopling geser
dapat digeser kekanan atau kekiri. ila kopling ada ditengah maka !erarti transmisi pada posisi
netral. &ada posisi ini meskipun roda gigi 3 F ) terus !erputar !ersama roda gigi * F "
namun tidak ada pemindahan putaran keporos output. +al ini karena !aik roda gigi 3 maupun
roda gigi ) terpasang !e!as terhadap poros output. &osisi gigi 1" kopling geser digeser kekiri
hingga !erhu!ungan dengan roda gigi ). Sehingga putaran poros input disalurkan melalui roda
gigi * memutar roda gigi ) dan mem!a9a kopling geser yang telah terhu!ung" dan akhirnya
poros output ter!a9a putaran melalui kopling geser. &osisi gigi 2" kopling digeser kekanan
hingga !erhu!ungan dengan roda gigi 3. Sehingga putaran poros input disalurkan melalui roda
gigi memutar roda gigi 3 dan mem!a9a kopling geser yang telah terhu!ung" dan akhirnya
poros output ter!a9a putaran melalui kopling geser.
4' T(&)*+,*, S5)4h(/)+e*h
$erdapat kerugian yang perlu diatasi pada penggunaan sistem roda gigi geser seperti yang telah
diuraikan di atas" yaitu=
a< Suara transmisi kasar saat memindah kecepatan.
!< &emindahan gigi sangat sulit" apalagi pada kecepatan tinggi" sehingga pemindahan gigi
harus dilakukkan pada kecepatan yang rendah.
+al ini 6uga dialami pada sistem pengem!angan yang menggunakan Sistem 3onstantmesh.
#eskipun pada sistem constant4mesh sudah tidak menggunakan penggeseran roda gigi" namun
sistem penyam!ungannya masih mengalami permasalahan. &enyam!ungan yang dipergunakan
pada sistem 3onstantmesh mirip pada sistem sliding gear saat memasukan kecepatan tertinggi
yaitu antara roda gigi 3 dengan roda gigi ). )engan kata lain" kendaraan yang transmisinya
menggunakan sistem sliding gear atau 3onstantmesh akan terham!at khususnya pada proses
akselerasi kendaraan. Karena setiap pemindahan kecepatan harus menunggu putaran turun
terle!ih dahulu. &ermasalahan proses pemindahan gigi terse!ut" karena per!edaan putaran
kedua gigi yang akan disam!ungkan.
G
+al ini dapat di6elaskan se!agai !erikut=
#isalkan= /am!ar 7 6umlah gigi dari roda gigi * B 20H B -0H 3 B 20H dan ) B -0.
&ada saat kendaraan !elum !er6alan" !erarti putaran poros output dan kopling geser n
2
B 0 rpm.
Sementara !ila putaran poros input adalah n
1
B 1000 rpm" maka putaran roda gigi ) n
-
dapat
dihitung se!agai !erikut=
n
-
B ;* A n</) B ;20 A 1000</-0 B 888 rpm.
&ada putaran yang demikian tinggi yaitu 888 rpm" sementara kopling geser tidak !erputar tentu
tidak dapat dihu!ungkan. Untuk itu !iasanya pengemudi" memutus hu!ungan poros input
dengan mesin dengan mengin6ak pedal kopling. #eskipun demi4kian untuk putaran se!esar
888 rpm" disamping tidak/sulit dihu!ungkan" kalau dapat dihu!ungkan akan ter6adi ke6utan
yang luar !iasa. Ke6utan ini dapat mengaki!atkan kerusakan pada komponen transmisi. 2leh
karena itu kemudian ditemukan sistem synchromesh. Sistem ini secara sederhana seperti
terlihat pada gam!ar :. 0oda gigi transmisi dalam kondisi tetap" untuk memindahkan posisi
kecepatan dipergunakan perlengkapan synchromesh" dimana dengan !entuk konisnya akan
menyamakan putaran" !aru kemudian gigi sleeve disam!ungkan. Kemampuan menyesuaikan
putaran antara dua roda gigi yang akan disam!ungkan ini yang tidak dimiliki oleh kedua sistem
se!elumnya.
Sistem synchromesh ini yang kemudian dipergunakan pada transmisi manual sampai saat ini.
3ara ker6anya saat handel transmisi pada posisi netral" maka synchromesh !erada ditengah
tidak !erpengaruh atau dipengaruhi oleh kedua roda gigi yang ada disampingnya. &ada saat
synchromesh digerakan kekiri kearah roda gigi ;1<" maka synchro hu! ;4< akan terdorong kekiri
dan semakin kuat" maka akan mengerem putaran melalui !entuk konisnya hingga putaran
antara roda gigi ;1< dengan synchro hu! ;4< sama" kemudian sleeve ;-< !ergeser kekiri le!ih
lan6ut hingga tersam!ung dengan gigi kecil ;dog teeth< ;2<. &osisi ini !erarti proses
penyam!ungan sudah selesai. )engan cara demikian proses penyam!ungan roda gigi transmisi
tidak perlu menunggu turunnya putaran mesin. &roses terse!ut sama saat akan menghu!ungkan
dengan roda gigi yang se!elah kanan ;:<" synchromesh digerakan kekanan kearah roda gigi ;:<"
10
maka synchro hu! ;4< akan terdorong kekanan dan semakin kuat" maka akan mengerem
putaran melalui !entuk konisnya hingga putaran antara roda gigi ;:< dengan synchro hu! ;4<
sama" kemudian sleeve ;-< !ergeser kekanan la!ih lan6ut hingga tersam!ung dengan gigi kecil
;dog teeth< roda gigi ;:<.
2.1.4 Komponen4Komponen Utama Sistem $ransmisi dan .ungsi4.ungsinya
2.2 #acam4#acam $ransmisi #anual" Sistem &engoperasiannya dan &era9atan &emeliharaan
$ransmisi #anual
)alam kegiatan ini akan di!ahas secara !erurutan materi macam4macam transmisi manual
yang dipergunakan pada kendaraan termasuk cara pengoperasiannya. Selan6utnya akan di!ahas
proses pera9atan dan pemeliharaan transmisi.
2.2.1 $ransmisi $iga Kecepatan dengan Slidingmesh
$ransmisi ini telah digunakan pada kendaraan !ermotor pada tahun 1G-04an. )isini !ukan akan
mempela6ari se6arah transmisi" namun model ini mempermudah untuk memahami prisip ker6a
se!uah transmisi" khususnya !agaimana proses pemindahan/trans>er tenaga/momen dilakukan
di dalam se!uah transmisi kendaraan !ermotor. Skema sederhana model transmisi ini" dapat
11
dilihat pada gam!ar G !erikut ini. $ransmisi ini menggunakan roda gigi 6enis spur gear dan
di!uat dengan tiga poros yang terpisah" yaitu=
;1< &oros primer ;4< ;primary sha>t< E yaitu poros yang menerima gerak putar pertama dari
kopling.
;2< &oros perantara ;2< ;laysha>t/countersha>t< E yaitu tempat roda gigi counter ditempatkan.
;-< &oros utama ;G< ;mainsha>t< E yaitu poros keluar dari transmisi" ke komponen sistem
pemindah tenaga lainnya.
&oros primer yang dihu!ungkan dengan kopling" u6ungnya dipasaang mati dengan roda gigi
pinion se!agai pemutar tetap pada sistem transmisi" dan mem!erikan putaran pada kelompok
roda gigi pada poros perantara. Sementara roda gigi pada poros utama dapat digeser4geser dan
secara sendiri4sendiri dapat dihu!ungkan dengan roda gigi yang ada pada poros perantara yang
di!uat !erputar !ersama. &enggeseran roda gigi pada poros utama" menggunakan pemindah
gigi ;:< diteruskan ke garpu selector ;8<. &ada posisi netral" semua roda gigi pada poros utama
diposisikan tidak !erhu!ungan dengan roda gigi yang ada pada poros perantara. &utaran dari
poros primer diteruskan ke roda gigi pada poros perantara" namun tidak memutar roda gigi
yang ada pada poros utama. )engan kata lain" putaran dari poros primer tidak ditrans>er ke
poros utama/output transmisi. &osisi /igi &ertama" roda gigi * pada poros utama digeser
hingga !erhu!ungan dengan roda gigi pada poros perantara lihat gam!ar 8 atau pada gam!ar
5 komponen nomor 11. Sementara roda gigi 3 dalam posisi netral. &ada posisi ini" !erarti
putaran dari roda gigi ' pada poros primer" dipindahkan ke roda gigi . yang dipasang mati
dengan roda gigi atau roda gigi . memutar roda gigi . &utaran dari roda gigi dipindahkan
ke 0oda gigi * dan diteruskan keporos utama se!agai output transmisi. Karena roda gigi
pemutar ;driver< 6umlah giginya le!ih sedikit ;yaitu 0oda gigi ' dan < dari roda gigi yang
diputar ;driven<" maka ter6adi penurunan atau reduksi putaran !ertingkat.
12
&erhitungan reduksi putaran dilakukan dengan mem!andingkan antara 6umlah gigi pada roda
gigi yang diputar di!andingkan dengan 6umlah gigi pada roda gigi pemutar. Sehingga rumus
per!andingan giginya se!agai !erikut=
&er!andingan /igi &ertama B ./' A */ B 40/20 A 40/20 B 4.
*ngka 4 ini menun6ukan !ah9a momen output pada transmisi akan 4 kali le!ih !esar
di!andingkan momen pada poros inputnya" namun kecepatan/putarannya poros output
transmisi C dari putraran poros input. *rtinya pada rpm mesin yang sama" kecepatan kendaraan
le!ih lam!at. +al ini diperlukan untuk mengangkat !e!an kendaraan yang le!ih !esar dengan
tenaga yang tetap.
&osisi /igi Kedua" pada kecepatan kedua roda gigi * di lepaskan dari roda gigi " dan roda
gigi 3 dihu!ungkan keroda gigi ). Sehingga aliran tenaga/putaran dari roda gigi ' ke roda gigi
." roda gigi . !erputar !ersama dengan roda gigi )" selan6utnya roda gigi ) memutar roda gigi
3 dan diteruskan ke poros output transmisi. &erhitungan reduksi putaran sama dengan pada
posisi gigi pertama di atas" yaitu=
&er!andingan /igi Kedua B ./* A 3/) B 40/20 A -0/-0 B 2.
*ngka 2 ini menun6ukan !ah9a momen output pada transmisi akan 2 kali le!ih !esar
di!andingkan momen pada poros inputnya" namun kecepatan/putarannya poros output
transmisi D dari putraran poros input. *rtinya pada rpm mesin yang sama" kecepatan kendaraan
le!ih cepat dua kali di!andingkan posisi gigi pertama. &osisi /igi Ketiga atau tertinggi" pada
posisi ini roda gigi * tetap !e!as" roda gigi 3 dilepas dari roda gigi ) dan digeser dihu!ungkan
langsung melalui dog clutch dengan roda gigi '. dengan demikian putaran poros input sama
dengan putaran poros output atau 1 = 1. &osisi /igi #undur/0everse" diperlukan untuk
menggerakan kendaraan mundur. &ada posisi ini roda gigi 3 digeser pada posisi netral dan roda
gigi * digeser !erhu!ungan dengan roda gigi +" putaran roda gigi ' ke roda gigi ." selan6utnya
1-
roda gigi / yang !erputar !ersama dengan roda gigi . memutar roda gigi +" dan roda gigi +
memutar roda gigi * dan diteruskan keporos output transmisi dengan putaran ke!alikan dari
poros input. ila 6umlah gigi / adalah 10" maka
&er!andingan /igi Kedua B ./' A +// A */+ B ./' A *// B 40/20 A 40/10 B :.
*ngka : ini menun6ukan !ah9a momen output pada transmisi akan : kali le!ih !esar
di!andingkan momen pada poros inputnya" namun kecepatan/putarannya poros output
transmisi 1/: dari putraran poros input. *rtinya pada rpm mesin yang sama" kecepatan
kendaraan 1/: le!ih lam!at.
2.2.2 Unit #ekanisme Selektor
Seperti telah disinggung dalam uraian di atas" pada transmisi ada perlengkapan yang !er>ungsi
untuk mengoperasionalkan transmisi" yaitu untuk meru!ah dari kecepatan yang satu
kekecepatan yang lainnya. )idalam pemindahan roda gigi tidak !oleh ter6adi penyam!ungan
do!el" misalnya saat roda gigi * !erhu!ungan dengan roda gigi + atau " maka roda gigi 3
6uga !erhu!ungan dengan roda gigi ' atau ). ila ini ter6adi" maka aki!atnya !isa >atal" kalau
nggak terkunci atau tidak !isa !erputar semua" maka !isa ter6adi kerusakan pada salah satu
pasang roda gigi. Untuk mencegah ter6adinya permasalahan terse!ut" maka pada transmisi
manual dilengkapi dengan perangkat mekanisme selektor" seperti terlihat pada gam!ar 7
!erikut ini.
/arpu selektor ;selector >ork< pada gam!ar 7a" dipergunakan untuk menggeser roda gigi pada
poros utama. &ada transmisi tiga kecepatan ditam!ah satu kecepatan mundur diperlukan dua
!uah garpu selektor. agian !a9ah garpu selektor !erhu!ungan dengan roda gigi" sedangkan
!agian atasnya !erhu!ungan dengan handel transmisi yang digerakan dari ruang kemudi. Setiap
transmisi harus dilengkapi dengan pealatan ;a< untuk menempatkan selektor untuk menghindari
roda gigi !ergerak sendiri" dan ;!< untuk mencegah dua gigi terhu!ung secara !ersamaan. 1adi
7! !er>ungsi untuk menahan posisi roda gigi. &ada posisi ini !ila salah satu roda gigi
dipindahkan" maka yang lainnya dikunci oleh mekanisme sektor" seperti ter4lihat pada gam!ar
7c. &enguncian melalui desain plunger yang dipasang antar !atang selektor. )engan demikian
!ila salah satu roda gigi akan dihu!ungkan" maka yang lainnya dikunci pada posisi netral. ila
14
roda gigi * dihu!ungkan maka roda gigi 3 dikunci pada posisi netral. Sehingga dengan
mekanisme selektor kemungkinan terhu!ungnya dua roda gigi secara !ersamaan dapat dicegah.
2.2.- $ransmisi Synchromesh 4 Kecepatan
Konsep aliran tenaga/momen sama dengan yang dipergunakan pada transmisi tiga kecepatan di
atas. &er!edaannya pada transmisi ini tidak menggunakan sistem sliding gear kecuali untuk
reverse. Kondisi ini 6adi memungkinkan dipergunakan !entuk gigi selain spur" !aik yang
!entuk helical atau yang do!el helical. entuk gigi ini di samping le!ih kuat karena kontak
antar giginya le!ih luas" suaranya 6uga le!ih halus. Konstruksi transmisi ini" seluruh roda gigi
pada poros utama ;main sha>t< terhu!ung !e!as. Sedangkan sychromesh dengan poros utama
terhu!ung sliding.
&osisi netral" adalah posisi di mana kedua synchromesh tidak sedang menghu!ungkan roda
gigi" dan roda gigi untuk posisi reverse 6uga tidak terhu!ung. Sehingga putaran dari poros
primer dipindahkan keroda gigi yang ada pada poros perantara dan dipindahkan keroda gigi
yang ada pada poros utama namun tidak memutar poros utama. &osisi gigi pertama.
Synchromesh se!elah kanan digeser kekanan" sehingga poros utama !erhu!ungan dengan roda
gigi ). )engan demikian putaran mesin masuk ke kopling memutar poros primer dan memutar
roda gigi *. 0oda /igi * memutar seluruh roda gigi yang ada pada poros perantara yaitu roda
gigi " 3" '" K dan memutar roda gigi )" ." dan /. Karena yang terhu!ung melalui
synchromesh adalah roda gigi )" maka putaran mesin dipindahkan ke poros utama melalui roda
gigi )" sementara roda gigi . dan / !erputar !e!as. &osisi gigi kedua. Synchromesh se!elah
kanan digeser kekiri" sehingga poros utama !erhu!ungan dengan roda gigi .. )engan demikian
putaran mesin masuk ke kopling memutar poros primer dan memutar roda gigi *. 0oda /igi *
memutar seluruh roda gigi yang ada pada poros perantara yaitu roda gigi " 3" '" K dan
memutar roda gigi )" ." dan /. Karena yang terhu!ung melalui synchromesh adalah roda gigi
." maka putaran mesin dipindahkan ke poros utama melalui roda gigi ." sementara roda gigi )
dan / !erputar !e!as. &osisi gigi ketiga. Synchromesh se!elah kiri digeser kekanan" sehingga
poros utama !erhu!ungan dengan roda gigi /. )engan demikian putaran mesin masuk ke
15
kopling memutar poros primer dan memutar roda gigi *. 0oda /igi * memutar seluruh roda
gigi yang ada pada poros perantara yaitu roda gigi " 3" '" K dan memutar roda gigi )" ." dan
/. Karena yang terhu!ung melalui synchromesh adalah roda gigi /" maka putaran mesin
dipindahkan ke poros utama melalui roda gigi /" sementara roda gigi . dan / !erputar !e!as.
&osisi gigi keempat atau tertinggi. Synchromesh se!elah kiri digeser kekiri" sehingga poros
utama !erhu!ungan dengan roda gigi *. )engan demikian putaran mesin masuk ke kopling
memutar poros primer dan memutar roda gigi *. 0oda /igi * memutar seluruh roda gigi yang
ada pada poros perantara yaitu roda gigi " 3" '" K dan memutar roda gigi )" ." dan /. Karena
yang terhu!ung melalui synchromesh adalah roda gigi *" maka putaran mesin dipindahkan ke
poros utama melalui roda gigi *" sementara roda gigi )" . dan / !erputar !e!as. &ada posisi
ini semua gigi !erputar !e!as" karena putaran dari mesin ter4hu!ung langsung ke poros utama
atau poros output transmisi. esarnya reduksi putaran cara menghitungnya sama dengan yang
telah di6elaskan di atas" saat mem!ahas transmisi sliding tiga kecepatan. 0eduksi putaran ini
sangat !ervariasi antar kendaraan !ermotor. Kapasitas !e!an maksimum kendaraan akan
men6adi pertim!angan dalam memilih dan menentukan se!erapa !esar reduksi yang perlu
dilakukan. Semakin !erat kapasitas !e!an maksimum kendaraan" maka akan semakin !esar
reduksi putaran oleh transmisi. Sehingga untuk kendaraan ringan !erarti reduksi semakin kecil"
kadang untuk 6enis sedan transmisinya dilangkapi dengan >asilitas ovedrive. .asilitas ini
memungkinkan putaran poros main sha>t le!ih !esar di!andingkan dengan poros primer.
2.2.4 #ekanisme &engoperasian $ransmisi #anual.
#ekanisme pengoperasian transmisi" !er>ungsi untuk menyediakan hu!ungan antara
pengemudi dengan !eker6anya transmisi. Sehingga mekanisme pengoperasian merupakan
sarana untuk mengendalikan !eker6anya transmisi oleh pengemudi. )engan demikian
pengemudi dapat memilih gigi kecepatan yang dianggap sesuai dengan kondisi kecepatan dan
!e!an kendaraan. Konstruksi mekanisme pengoperasian ada tiga macam" yaitu sistem handel
langsung" sistem handel pada kemudi" dan sistem menggunakan ka!el !aya elastis. Sistem
pemindah gigi handel langsung konstruksinya dapat dilihat pada gam!ar 1- !erikut ini.
18
&erhatikan gam!ar 1-" Kalau tuas pemindah didorong penuh ke kiri oleh pengemudi" maka
lengan selektor akan !erada pada tuas garpu gigi 1 dan 2. pada posisi ini !ila pengemudi
mendorong kedepan " !erarti lengen selector menarik tuas garpu gigi 1 dan 2 dan mem!a9a
synchronmesh masuk ke posisi gigi 1. Se!aliknya !ila menarik tuas pemindah ke!elakang
!erarti mendorong tuas garpu gigi 1 dan 2 dan mem!a9a synchronmesh masuk ke posisi gigi 2.
Kalau tuas pemindah dilepas oleh pengemudi" maka tuas pemindah akan !erada ditengah dan
lengan selektor akan !erada pada tuas garpu gigi - dan 4. pada posisi ini !ila pengemudi
mendorong kedepan " !erarti lengen selektor menarik tuas garpu gigi - F 4 dan mem!a9a
synchronmesh masuk ke posisi gigi -. Se!aliknya !ila menarik tuas pemindah ke!elakang
!erarti mendorong tuas garpu gigi - F 4 dan mem!a9a synchronmesh masuk ke posisi gigi 4.
Kalau tuas pemindah ditarik penuh ke kanan oleh pengemudi" maka lengan selektor akan
!erada pada tuas garpu mundur. pada posisi ini !ila pengemudi menarik tuas pemindah
ke!elakang !erarti mendorong tuas garpu mundur dan mem4!a9a roda gigi masuk ke posisi
gigi mundur. Sistem pemindah gigi handel pada kemudi konstruksinya dapat dilihat pada
gam!ar 14 !erikut ini.
&ada prisipnya pemindahan gigi di dalam transmisi sama dengan yang telah di6elaskan di atas.
Sistem ini dipergunakan agar samping pengemudi ruangannya dapat dipergunakan untuk
17
tempat duduk. 3ontoh pada kendaraan adalah dipergunakan pada mo!il #itsu!ishi ,-00.
Sementara untuk sistem menggunakan ka!el !aya elastis" seperti terlihat pada gam!ar 14
!erikut ini dipergunakan pada kendaraan sedan dengan >ront 9heel drive dan mesin melintang.
Sistem ini le!ih >leksi!el dan mampu untuk men6angkau posisi transmisi yang sulit yang tidak
memungkinkan digunakan kedua sistem se!elumnya.
2.2.5 &era9atan dan &emeliharaan $ransmisi #anual.
&emeliharaan dan pera9atan transmisi manual" tidak terlalu rumit namun memerlukan
ketelitian.
&ertama" memeriksa ke!e!asan gerak tuas pemindah. Ke!e!asan yang !erle!ihan dise!a!kan
oleh keausan !aut!aut penyam!ung" kerusakan !ushing sam!ungan" *tau penyetelannya.
Secara visual/pengamatan langsung permasalahan terse!ut dapat dilakukan. Kedua" memeriksa
pelumasan transmisi. &elumasan pada transmisi sangat penting" mengingat transmisi terdiri dari
!anyak komponen yang saling !ersentuhan satu dengan yang lainnya. &elumasan diperlukan
untuk menghindari ter6adinya keausan se!agai aki!at kontak langsung antar logam komponen
transmisi. $ransmisi pada umunya menggunakan minyak pelumas dengan viscositas S*' :0
atau S*' G0" namun demikian dalam menggunakan minyak pelumas untuk transmisi perlu
melihat manual masing masing produk kendaraan. Karena dimungkinkan terdapat
per!edaannya. Setiap 1500 km perlu dikontrol mengenai 6umlahnya. Ketiga" pemeriksaan
terhadap ge6ala4ge6ala kerusakan. &emeriksaan Ini terkait dengan kiner6a transmisi" yaitu
apakah transmisi dapat melakukan >ungsinya dengan !aik. Untuk melakukan pemeriksaan ini"
!erarti kendaraan harus di6alankan atau sering dise!ut dengan tes 6alan.
/e6ala4ge6ala !erikut ini menandakan !ah9a ter6adi kesalahan pada unit transmisi manual"
;1< /igi ,oncat dari hu!ungan.
;2< /igi sulit #asuk.
;-< Suara !erisik yang tidak normal.
)ari ge6ala4ge6ala di atas dapat dianalisis >aktor penye!a!" dan proses pera9atan atau
per!aikannya. +asil analisis seperti terlihat pada ta!el !erikut ini.
1:
1G
NO G&)..6&) Ke+6).7,)&) Pe)5e0&0 C&(& Me).&1&*,
1 $ongkt perneling
susah dipindah
I ola pengunci tongkat pemindah gigi macet
I $anhkai sam!ungan pemindah gigi macet
I $uas pemindah gigi!engkok
/anti
/anti
/anti
2 $ongkat &emindah
gigi longgar
I ushing !ola pengunci tuas pemindah gigi aus
I ola pengunci tuas pemindah aus
/anti
/anti
- Susah pindah gigi I $uas control pemindah gigi !engkok
I Kurang oli
I 2li kurang !agus
I $angkai pemindah atau gar!u pemindah longgar
I 0ing sinkromes aus
I Kerucut gigi sinkromes aus
I Kontak ring sinkromes dan kerucut gigi 6elek
I Kelonggaran ggi meman6ang !erle!ih
I earing aus
I &ey key snkronister aus
I &ra4!e!an !earing gigi poros primer terlalu !esar
/anti
$am!ah oli
/anti oli
/anti
/anti
/anti
/anti
/anti
/anti
/anti
/anti
4 /igi melompat I /ar!u pemindah gigi aus
I $uas Kontrol !engkok
I )u' #lut#h slee*e aus
I /igi poros sekunder aus
I &ermukaan gigi geser aus
I acklash gigi ke!anyakan
I earing aus
I )udukan mesin longgar atau pemsangannya kurang
pas
/anti
/anti
/anti
/anti
/anti
/anti
/anti
/anti
Kencangkan
5 Suara a!normal I 2li kurang
I Kualitas oli 6elek
I earing aus
I /igi poros sekunder aus
I &ermukaan gigi geser aus
I acklash gigi ke!anyakan
I /igi roda gigi rusak
I *da kotoran pada gigi
I /igi di>erensial rusak atau !acklasnya ke!anyakan
$am!ah oli
/anti oli
/anti
/anti
/anti
/anti
/anti
/anti
/anti atau setel
8 &idah gigi keras I 1arak main pedal kopling terlampau !esar sehingga
macet
I &elat kopling aus
I &elat kopling kontor terkena minyak
I &oros gar!u pemindah !eru!ah !entu atas ausnya
tidak merata
I ola lokasi pecah
I Sleeve sinkromesa aus
I +u! sinkromes aus
Setel menurut
petun6uk
/anti
/anti
/anti
/anti
/anti
/anti
7 /igi lepas sendiri I $uas transmisi !eru!ah !entuk
I Sum!u gar!u pidah aus
I ola !a6a lokasi aus
I &egas !ola !a6 lokasi lemah
I /ar!u pindah aus
I /igi terlampau !ergerak ke arah tekan
I 0ing atau hu! sinkromes aus
I antalan poros masuk ;input sha+t< poros utama ;main
sha+t< atau poros la9an;#ounter sha+t< aus
&er!aiki / ganti
/anti
/anti
/anti
/anti
/anti
/anti
/anti
: /igi tidak mau
masuk
I &egas sinkromes lemah atau patah
I *lur dalam ring sinkromes aus
I 0ing sinkromes macet pada kerucut
I &oros gar!u pemindah !eru!ah !entuk
I /ar!u pemundah aus
/anti
/anti
/anti
/anti
/anti
2.- #em!ongkar" &emeriksaan dan #emasang $ransmisi #anual
&ada kegiatan ini akan mem!ahas proses pem!ongkaran transmisi dari kendaraan +onda 1a??
#anual $ransmition" pemeriksaan dan proses pemasangan kem!ali. &roses ini standardnya
hanya memerlukan 9aktu 75 menit" sementara untuk latihan di!eri toleransi 9aktu -0 menit
atau seluruhnya men6adi 105 menit. &rosedur yang perlu dilakukan secara !erurutan akan
di!ahas !erikut ini.
2.-.1 ,angkah &ersiapan
Se!elum melakukan proses pem!ongkaran" perlu dipersiapkan alat dan perlengkapan yang
diperlukan. +al ini agar 9aktu yang diperlukan tidak hilang karena harus mencari alat atau
perlengkapan. *lat dan perlengkapan yang diperlukan adalah=
a< )ongkrak mo!il dan penyangga/6ack stand
!< )ongkrak transmisi seperti gam!ar 15 !erikut ini.
)ongkrak ini 6enis hidrolis" namun ada 6uga yang menggunakan ulir. *lat ini men6adi sangat
penting dalam pem!ongkaran maupun pemasangan transmisi. Se!a! posisi dan masa transmisi
akan menyulitkan proses pemasangan ataupun pem!ongkaran. )isamping itu keselamatan
peker6a akan sangat !e!ahaya tanpa dongkrak ini" dan 6uga ketepatan pemasangan
transmisinya.
#o!il +onda 1a?? se!agai !ahan pelatihan.
a< Kotak alat yang !erisikan kunci yang diperlukan
!< ,ampu ker6a untuk penerangan mengingat posisi transmisi yang cenderung di!a9ah
kendaraan.
c< &ompa pengisi minyak pelumas transmisi dan minyak pelumasnya.
d< ak penampung minyak pelumas yang lama.
e< Jet gravit dan kain lap/ma6un.
2.-.2 Kesehatan dan Keselamatan Ker6a ;K-<
20
Setiap melakukan praktek termasuk proses pem!ongkaran dan pemasangan transmisi" harus
selalu mengutamakan keselamatan ker6a !aik untuk !enda ker6a maupun manusianya. 2leh
karena itu ketelitian !aik se!elum dan saat !eker6a sangat diperlukan. #en6aga semua kondisi
ker6a selalu aman" seperti misalkan menghindarkan adanya oli yang tumpah dilantai. )i
samping akan menye!a!kan ketidaknyamanan dalam !eker6a" oli !isa menye!a!kan
terpelanting.
2.-.- &roses &em!ongkaran
a< ,epaskan terminal negative !aterai" ini untuk men6aga kemungkinan ter6adinya hu!ungan
singkat saat !eker6a.
!< *ngkat mo!il menggunakan dongkrak dan pasang 6ackstand tinggi pengangkatan untuk
mem!eri ruang gerak yang leluasa !agi peker6a maupun proses pem!ongkaran dan pemasangan
transmisi.
c< ,epaskan karet penutup tongkat/tuas/handel pemindah gigi transmisi. ,ihat gam!ar 18
!erikut ini. )engan melepas !aut pengikatnya.
d< ,epaskan handel pemindah gigi transmisi" dengan melepas !aut pengikatnya dan angkat
keluar. ,ihat gam!ar 17 !erikut ini.
e< ,epaskan motor starter" yaitu lepas ka!el4ka!elnya dan !aut pengikatnya.
>< Keluarkan minyak pelumas transmisi" dengan mem!uka !aut tap" dan siapkan !ak
penampung minyak pelumas. Sesudah ha!is" pasang kem!ali !aut tap dan singkirkan !ak
penampung minyak pelumas" 6angan sampai tumpah. Kalau tumpah !ersihkan dulu.
21
g< ,epaskan sam!ungan keporos propeller" supaya saat pemasangan tidak keliru !eri tanda
se!elum dilepas. Seperti terlihat pada gam!ar 18.
h< ,epaskan ka!el speedometer dan ka!el lampu mundur dari terminalnya.
i< ,epaskan ka!el kopling dari tuas pem!e!asnya. ,ihat gam!ar 17.
6< ,epaskan pegangan dan klem knalpot yang !erhu!ungan dengan transmisi.
k< &asang dongkrak transmisi dengan !aik" !ila perlu ikat dengan !aut atau rantai yang
tersedia. +al ini untuk menghindari transmisi 6atuh saat !aut pengikatnya dilepas. &erhatikan
gam!ar 20 !erikut.
l< ,epaskan mounting transmisi.
m< Kendorkan !aut pengikat rumah transmisi. &erhatikan apakah transmisi tetap pada posisi
datar atau tidak" !ila miring seperti gam!ar 20" maka naikkan dongkraknya.
n< ila transmisi sudah posisi datar dengan !enar" maka lepaskan !aut pengikat transmisi.
Sekali lagi perhatikan posisi datar transsmisi.
o< $arik transmisi kearah !elakang mo!il" sampai u6ung poros pirmer transmisi lepas" dan
selan6utnya turunkan pelan4pelan dongkrak transmisi sampai diperkirakan saat ditarik keluar
dari !a9ah mo!il tidak menyangkut.
p< $urunkan transmisi dari dongkrak.
22
2.-.4 &emeriksaan
a< &eriksa ke!ocoran minyak pelumas pada seal poros input transmisi. ila terdapat tanda4
tanda ke!ocoran ganti sealnya. ocoran minyak ini disamping menye!a!kan !erkurangnya
kuantitas minyak pelumas ditransmisi" 6uga !ila kena plat kopling menye!a!kan koling 6adi
slip.
!< &emeriksaan ke!ocoran minyak pelumas 6uga pada seal poros engkol.
c< &emeriksaan sam!ungan ka!el kopling dari keausan" dan kemacetan.
d< &emeriksaan !antalan 6alan" dengan memutarnya apakah masih lancar atau sudah rusak. ila
rusak ganti yang !aru.
2.-.5 &etun6uk &emasangan=
a< ,umasi menggunakan vet gra>it atau vet yang tahan panas pada !antalan pilt pada >ly 9heel"
alur !os penghantar !antalan tekan" dan alur poros transmisi. &erhatikan gam!ar 1G. disamping
itu 6uga pada u6ung ka!el kopling.
!< &asanglah/naikan transmisi pada dongkrak transmisi" seperti se!elumnya posisi transmisi
harus datar" khusunya poros input transmisi. )an transmisi ikat dengan !aik pada dongkrak
pada posisi pada saat terpasang.
c< #asukan dongkrak dan transmisi kekolong !a9ah mo!il.
d< (aikan dongkrak hingga poros input tepat dengan !antalan pilot.
e< )orong transmisi pelan4pelan untuk menepatkan u6ung poros input transmisi pada !antalan
pilot pada >ly 9heel. Setelah pas" dorong kem!ali hingga rumah transmisi duduk dengan
mudah. &ada proses ini 6angan sekali4kali dipaksa4kan dengan menekan pakai !aut prngikat
rumah transmisi.
>< &asang !aut pengikat dan mounting transmisi. Keraskan sesuai dengan momen pengerasan
pada !uku manual.
g< &asang kem!ali motor starter !eserta ka!elnya.
h< &asang propeller sha>t sesuai dengan tanda yang di!uat.
i< &asang ka!el speedometer dan ka!el mundur serta klem knalpot.
2-
6< Isi minyak pelumas transmisi.
k< &asang ka!el kopling dan stel ketinggian dan ke!e!asan pedal kopling. ,ihat gam!ar 22
!erikut. $inggi pedal B 150": mm" dan ke!e!asannya B 204-5 mm.
l< &asang handel pemindah gigi transmisi !eserta karet penutupnya.
m< $urunkan kendaraan dari 6ack stand.
n< +idupkan mo!il" co!alah penyetelan kopling dan ker6a transmisi.
o< ersihkan alat dan perlengkapan yang dipergunakan.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
-.1 Kesimpulan
24
Sistem transmisi dalam otomoti> adalah suatu sistem pemindah daya yang men6adi penghantar
energi atau daya dari mesin ke di>erensial dan as roda. )engan memutar as roda" roda dapat
!erputar dan menggerakkan mo!il. $ransmisi diperlukan karena mesin pem!akaran yang
umumnya digunakan dalam mo!il merupakan mesin pem!akaran internal yang menghasilkan
putaran ;rotasi< antara 800 sampai 8000 rpm. Sedangkan" roda !erputar pada kecepatan rotasi
antara 0 sampai 2500 rpm. )isini peranan dari transmisi adalah untuk mengatur per!edaan
putaran antara putaran mesin ;memalui unit kopling< dengan putaran poros yang keluar dari
transmisi yang menu6u roda. &engaturan putaran ini dimaksudkan agar kendaraan mampu
!ergerak sesuai dengan !e!an dan kecepatan kendaraan. $erdapat dua sistem transmisi yang
umum" yaitu transmisi manual dan transmisi otomatis.
-.2 Saran
1. Untuk mahasis9a khususnya mahasis9a teknik otomoti> elektronik perlu memahami
>ungsi" prinsip ker6a" komponen" macam4macam" sistem pengoperasian" pera9atan dan
pem!ongkaran" pemeriksaan !eserta pemasangan transmisi manual pada +onda 1a??.
2. Untuk penulis yang akan menulis makalah dengan topik yang sama" perlu penam!ahan
re>erensi lain serta penam!ahan gam!ar4gam!ar dengan pen6elasan agar mempermudah
pem!aca untuk menangkap in>ormasi pada makalah.
PERISTILAHAN " GLOSSARY
Constant Mesh adalah 0oda gigi transmisi yang tidak dapat digeser posisinya.
25
Driving Gear adalah roda gigi penggerak yang terhu!ung langsung dengan mesin.
Driven Gear adalah roda gigi yang digerakan.
K/2l,). yaitu suatu perangkat/ sistem yang merupakan !agian dari sistem pemindah tenaga yang
!er>ungsi untuk memutus dan menghu!ungkan putaran dan daya dari mesin ke unit pemindah
tenaga selan6utnya dengan lem!ut dan cepat.
K/2l,). Ge*e7 yaitu suatu kopling yang menggunakan gaya gesek mekanis untuk mencapai >ungsi
ker6anya.
K/2l,). H,-(/l,7 yaitu suatu kopling yang menggunakan gaya hidrolis untuk mencapai >ungsi
ker6anya.
K/2l,). S&16 A(&h 8One Way Clutch' yaitu suatu unit kopling yang hanya meneruskan putaran dan
daya pada satu arah sa6a sedangkan pada arah yang !erla9anan tidak meneruskan putaran dan daya.
Me7&),*+e H,-(/l,7 yaitu suatu sistem pengoperasian dengan menggunakan tenaga hidrolis dengan
suatu master silinder dan release silinder/ actuating silinder.
Me7&),*+e Me7&),7 yaitu suatu sistem pengoperasian dengan menggunakan tenaga mekanik dengan
!atang ;linkage< maupun dengan ka!el ;#a'le<.
R/-& G,l& 8Fly Wheel' yaitu salah satu komponen motor yang !er>ungsi se!agai penyeim!ang
putaran motor ;'alan#er< sekaligus penyimpan tenaga putar yang dihasilkan oleh putaran poros
engkol" sehingga poros engkol dapat !erputar terus guna manghasilkan langkah usaha kem!ali
;kesinam!ungan ker6a<.
RR (Rear Engine Rear Drive) yaitu suatu 6enis kendaraan dengan mesin di !agian !elakang kendaraan
dan se!agai roda penggeraknya adalah roda !elakang.
Sl,-,). Me*h adalah roda gigi transmisi yang dapat digeser posisinya.
Synchroesh adalah perlengkapan transmisi yang !er>ungsi untuk menyamakan putaran antar gigi
yang akan di4sam!ung.
T(&)*+,*, yaitu salah satu !agian dari sistem pemindah tenaga yang !er>ungsi untuk mendapatkan
variasi momen dan kecepatan sesuai dengan kondisi 6alan dan kondisi pem!e!anan" yang pada
umumnya dengan menggunakan per!andingan4per!andingan roda gigi.
T(&)*+,*, M&)6&l adalah $ransmisi kendaraan yang pengope4rasiannya dilakukan secara langsung
oleh pengemudi.
28