Anda di halaman 1dari 23

1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Hepatitis B adalah salah satu penyakit menular berbahaya yang dapat
menyebabkan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan termasuk masalah kesehatan
masyarakat di dunia termasuk Indonesia. Penyakit Hepatitis B juga merupakan
infeksi irus yang paling banyak tersebar dan dapat menimbulkan infeksi yang
berkepanjangan seperti sirosis hati! kanker hati hingga kematian.
Penyakit Hepatitis B disebabkan oleh "irus Hepatitis B ("HB) yang
bersifat akut atau kronik dan termasuk penyakit hati yang paling berbahaya
dibanding dengan penyakit hati yang lain karena penyakit Hepatitis B ini tidak
menunjukkan gejala yang jelas! yaitu hanya berupa sedikit #arna kuning pada
mata dan kulit disertai lesu. $ehingga penderita sering tidak sadar bah#a sudah
terinfeksi irus Hepatitis B dan tanpa sadar pula menularkan kepada orang lain
(%isnadiarly! &''().
Penyebaran penyakit Hepatitis B sangat mengerikan. %enurut World
Health Organization ()H*) +ahun 1,,' diperkirakan satu biliun indiidu yang
hidup telah terinfeksi Hepatitis B! sehingga lebih dari &'' juta orang di seluruh
dunia terinfeksi! dan 1-& juta kematian setiap tahun dikaitkan dengan "HB. Pada
+ahun &''. jumlah orang terinfeksi "HB sebanyak & miliar! dan /0' juta orang
berlanjut menjadi pasien dengan infeksi Hepatitis B kronik ($hulman! 1,,1).
Berdasarkan data )H* +ahun &''.! penyakit Hepatitis B menjadi
pembunuh nomor 1' di dunia dan endemis di 2hina serta bagian lain di 3sia
termasuk Indonesia. Indonesia menjadi negara dengan penderita Hepatitis B
ketiga terbanyak di dunia setelah 2hina dan India dengan jumlah penderita 1/
juta orang! sementara di 4akarta diperkirakan satu dari &' penduduk menderita
penyakit Hepatitis B. $ebagian besar penduduk ka#asan ini terinfeksi "HB sejak
usia kanak-kanak. $ejumlah negara di 3sia! .-1' persen populasi orang
menderita Hepatitis B kronik ($ulaiman! &'1').
&
5ingsih (&'1') mengatakan bah#a mayoritas pengidap Hepatitis B
terdapat di negara berkembang. 6i Indonesia berdasarkan hasil 7iset Kesehatan
6asar (7iskesdas) +ahun &''(! prealensi penduduk yang pernah terinfeksi irus
Hepatitis B adalah sebesar /18 dan 9enderung meningkat karena jumlah
pengidapnya terus bertambah terlebih lagi terdapat carrier atau pemba#a
penyakit dan dapat menjadi penyakit pembunuh diam-diam (silent killer) bagi
semua orang tanpa ke9uali. 6i pedesaan penyakit Hepatitis menduduki urutan
pertama sebagai penyebab kematian pada golongan semua umur dari kelompok
penyakit menular! sedangkan di daerah perkotaan menduduki urutan ketiga.
Pengobatan untuk Hepatitis B terdiri dari pengobatan telan (oral) dan
se9ara injeksi. Pengobatan oral yang terkenal adalah pemberian obat Lamivudine!
obat 3defoir dipio:il (Hepsera)! dan obat Bara9lude (Entecavir). $edangkan
pengobatan dengan injeksi atau suntikan dilakukan dengan pemberian suntikan
Microsphere yang mengandung partikel radioaktif peman9ar sinar ; yang akan
menghan9urkan sel kanker hati tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya.
Injeksi Alfa Interferon (dengan nama 9abang I5+7*5 3! I5<=7>=5!
7*<=7*5) diberikan se9ara sub9utan dengan skala pemberian / kali dalam
seminggu selama 1&-1? minggu atau lebih. =fek samping pemberian obat ini
adalah depresi! terutama pada penderita yang memilki ri#ayat depresi
sebelumnya. =fek lainnya adalah terasa sakit pada otot-otot! 9epat letih dan
sedikit menimbulkan demam yang hal ini dapat dihilangkan dengan pemberian
para9etamol.
5amun sayang! pengobatan-pengobatan tersebut belum mampu dijangkau
oleh semua lapisan masyarakat terutama masyarakat miskin di Indonesia. @ntuk
itulah diperlukan eksplorasi pemanfaatan bahan alam dan ramuan tradisional
untuk pengobatan mandiri sehingga semua lapisan masyarakat bisa mendapatkan
pengobatan yang murah dan aman. Hal ini juga didukung oleh kondisi alam
Indonesia yang merupakan mega-senter keragaman hayati dunia! dan menduduki
urutan terkaya kedua di dunia setelah BraAilia. 4ika biota laut ikut
diperhitungkan! maka Indonesia menduduki urutan terkaya pertama di dunia. 6i
/
Indonesia diperkirakan hidup sekitar 1'.''' spesies tumbuhan! dimana /'.'''
spesies hidup di kepulauan Indonesia. 6i antara /'.''' spesies yang hidup di
kepulauan Indonesia! diketahui sekurang-kurangnya ,.?'' spesies tumbuh
berkhasiat sebagai obat dan kurang lebih /'' spesies telah digunakan sebagai
bahan obat tradisional oleh industri obat tradisional.
lasma nutfah Indonesia yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan
penyakit Hepatitis B adalah sambiloto! kunyit! dan temula#ak. Ketiga tanaman
tersebut merupakan tanaman asli Indonesia yang memiliki kandungan kimia yang
berpotensi sebagai obat Hepatitis B. +erkait dengan latar belakang diatas! maka
pada karya tulis ini akan diteliti mengenai pemanfaatan sambiloto! kunyit! dan
temula#ak sebagai obat Hepatitis B.
1.2 Rumusan Masalah
3dapun permasalahan yang dikaji dalam karya tulis ini adalah sebagai
berikutB
1. Bagaimana potensi sambiloto! kunyit! dan temula#ak sebagai obat Hepatitis
BC
&. Bagaimana 9ara mengolah sambiloto! kunyit! dan temula#ak sebagai obat
Hepatitis BC
1.3 Tujuan Penulsan
+ujuan yang di9apai melalui penulisan karya ilmiah ini antara lain sebagai
berikutB
1. @ntuk mengetahui potensi sambiloto! kunyit! dan temula#ak sebagai obat
Hepatitis B.
&. @ntuk mengetahui 9ara mengolah sambiloto! kunyit! dan temula#ak sebagai
obat Hepatitis B.
1
1.! Man"aat Penulsan
Hasil penulisan karya ilmiah ini diharapkan dapat memberikan manfaat
kepada berbagai pihak antara lain sebagai berikut B
Bagi masyarakat!
1. %emberikan sumbangan pemikiran kepada masyarakat mengenai manfaat
daun sambiloto (Androgramaphis paniculata) sebagai obat Hepatitis B
sehingga dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan obat penyakit
Hepatitis B yang dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat.
&. %emperkaya khasanah medis Indonesia dalam pengobatan tradisional untuk
menyembuhkan penyakit Hepatitis B.
/. %emperkenalkan potensi daun sambiloto (Androgramaphis paniculata)
sebagai obat Hepatitis B.
Bagi pemerintah!
1. %endukung pembangunan di bidang kesehatan menuju peningkatan daya
saing bangsa melalui pemanfaatan keanekaragaman hayati lokal Indonesia
pada pengobatan penyakit.
Bagi penulis!
1. %enambah #a#asan penulis mengenai pemanfaatan daun sambiloto
(Androgramaphis paniculata) sebagai obat Hepatitis B.
1.# $stematka Penulsan
3dapun penulisan karya tulis ilmiah ini dibagi dalam lima bab. Berikut
adalah penjelasan dari masing-masing babB
BAB 1 PENDAHULUAN
Bab ini membahas mengenai masalah yang melatar belakangi penelitian
dengan merumuskan masalah yang timbul! dan juga menentukan tujuan
penelitian dengan merumuskan masalah yang timbul! dan juga menentukan
tujuan penelitian serta batasan penelitian agar studi yang dilakukan lebih terarah
serta disusun sistematika penulisan.
0
BAB II TIN%AUAN PU$TA&A
6alam bab ini berkaitan dengan pemaparan teori-teori yang berhubungan
dengan hal yang dibahas yang dilakukan melalui studi literatur. Landasan teori
tersebut akan digunakan sebagai kerangka dan bersumber dari buku-buku
pustaka sebagai dasar pemikiran dari penulisan karya tulis ilmiah ini.
BAB III MET'DE PENULI$AN
6alam bab ini menggambarkan tahapan-tahapan yang ditempuh penulis
dalam meme9ahkan masalah.
BAB I( PEMBAHA$AN
6alam bab ini diuraikan tentang hasil kajian yang dilakukan melalui studi
literatur yang menyangkut tentang potensi sambiloto! kunyit! dan temula#ak
serta 9ara pengolahannya.
BAB ( PENUTUP
6alam bab ini ditujukan untuk kesimpulan-kesimpulan yang didapatkan
berdasarkan hasil analisis untuk menja#ab permasalahan. $elain itu! diberikan
juga saran dari penulis mengenai permasalahan dan peme9ahannya.
?
BAB II
TIN%AUAN PU$TA&A
2.1 He)atts
Hepatitis irus adalah istilah yang dipakai untuk infeksi irus ($hulman!
1,,1)! dimana terjadi suatu proses inflamasi pada hati dan terjadi peradangan
difus pada jaringan hati yang memberikan gejala klinis yang khas yaitu badan
lemah! ken9ing ber#arna seperti air teh pekat! mata dan seluruh badan menjadi
kuning ($ujono! 1,,0).
2.1.1 De"ns He)atts B
Hepatitis B adalah infeksi yang terjadi pada hati yang disebabkan
oleh "irus Hepatitis B ("HB). Penyakit ini bisa menjadi akut atau kronis
dan dapat pula menyebabkan radang hati! sirosis hati! kanker hati! dan
kematian (Ling D Lam! &''().
2.1.2 E)*em+l+g He)atts B
%enurut "ational Institutes of Health (&''?) etiologi Hepatitis B
adalah irus dan disebut dengan Hepatitis B "irus. %isnadiarly (&''()
menguraikan "HB terbungkus serta mengandung genoma 653
melingkar. "irus ini merusak fungsi leer dan sambil merusak terus
berkembang biak dalam sel-sel hati (hepatoc#tes).
2.1.3 &el+m)+k Resk+ Tngg Tertular He)atts B
%isnadiarly (&''() dalam bukunya menyebutkan kelompok resiko
tinggi mudah tertularnya irus Hepatitis B! meliputiB 1) 3nak ke9il
ditempat pera#atan anak yang tinggal di lingkungan epidermis. &)
$eseorang yang tinggal serumah atau berhubungan seksual dengan
penderita resiko tertular penyakit Hepatitis B. /) Pekerja kesehatan. 1)
Pasien 9u9i darah. 0) Pengguna narkoba dengan jarum suntik. ?) %ereka
yang menggunakan peralatan kesehatan bersama seperti pasien dokter
gigi! dan lain-lain. () *rang yang ikut akunpuntur atau tato yang
menggunakan jarum tidak steril. .) %ereka yang tinggal atau sering
(
bepergian ke daerah endemis Hepatitis B. ,) %ereka yang berganti
pasangan! oleh karena ketidaktahuan kondisi kesehatan pasangan. 1')
Kaum homoseksual.
2.1.! ,ejala He)atts B
>ejala Hepatitis B sangat mirip dengan flu! dimana 1 sampai &
minggu kemudian barulah timbul kuning pada seluruh badan penderita.
$aat ini biasanya penderita sudah pergi berobat karena merasa ada
kelainan pada tubuhnya yang ber#arna kuning. )arna kuning ini diikuti
oleh perubahan fungsi hati (biasanya meningkat) pada pemeriksaan
laboratorium. $atu sampai lima hari sebelum badan kuning! keluhan
ken9ing seperti teh pekat dan #arna buang air besar yang pu9at seperti
diliputi lemak juga dirasakan oleh penderita.
Pada saat badan kuning! biasanya diikuti pula dengan pembesaran
hati dan diikuti oleh rasa sakit bila ditekan di bagian perut kanan atas.
$etelah gejala tersebut akan timbul fase resolusi yang biasanya berada
dalam rentang #aktu &-1& minggu. Pada fase ini! badan kuning dan
ukuran hati berangsur kembali normal. 6emikian juga dengan kenaikan
fungsi hati dari hasil pemeriksaan laboratorium akan berangsur-angsur
men9apai normal kembali (Eain! &''?).
2.1.# Pen-egahan He)atts B
%enurut 7anuh (&''0)! se9ara garis besar upaya pen9egahannya
terdiri dari pen9egahan umum dan pen9egahan se9ara khusus. $e9ara
umum! selain uji tapis donor darah! sterilisasi instrument kesehatan! alat
dialisis indiidual! membuang jarum disposi$le ke tempat khusus! dan
pemakaian sarung tangan oleh tenaga medis. %en9akup juga penyuluhan
perihal seks yang aman! penggunaan jarum suntik disposi$le! men9egah
kontak mikrolesi (pemakaian sikat gigi! sisir)! menutup luka. Pen9egahan
se9ara khusus meliputi imunisasi "HB se9ara pasif dan aktif. Imunisasi
pasif adalah dengan memberikan Hepatitis B immune glo$ulins (HBIg)
dalam #aktu singkat segera memberikan proteksi meskipun hanya jangka
.
pendek (/-? bulan). Imunisasi aktif adalah dengan melaksanakan program
imunisasi uniersal bagi bayi baru lahir yakni dengan memberikan aksin
"HB rekombinan yang tersedia.
2.2 $am.l+t+ /Androgramaphis paniculata0
$ambiloto yang juga dikenal sebagai F%ing of &ittersG bukanlah
tumbuhan asli Indonesia! tetapi diduga berasal dari India. %enurut data spesimen
yang ada di Herbarium Bogoriense di Bogor! sambiloto sudah ada di Indonesia
sejak 1.,/. 6alam 'raditional (hinese Medicine (+2%)! sambiloto diketahui
penting sebagai tanaman Gcold propert#G dan digunakan sebagai penurun panas
serta membersihkan ra9un-ra9un di dalam tubuh (Lukas! 1,,.).
6alam sistematika (taksonomi)! tumbuhan sambiloto dapat
diklasifikasikan sebagai berikutB
Kingdom B Plantae
6iisi B $permatophyta
2lass B 6i9otyledoneae
*rdo B $olanales
<amili B 39antha9eae
>enus B Androgramaphis
$pesies B Androgramaphis paniculata (Burm.".0 Ness
>ambar &.1 +umbuhan $ambiloto (Androgramaphis paniculata)
,
$ambiloto berbau khas dan rasanya sangat pahit. Batang tidak berambut!
tebal &-? mm! jelas persegi empat! batang bagian atas sering kali dengan sudut
agak berusuk. Permukaan atas ber#arna hijau tua atau hijau ke9oklatan!
permukaan ba#ah ber#arna hijau pu9at. +angkai daun pendek. Kelopak bunga
terdiri dari 0 helai daun kelopak! panjang & 9m dan lebar 1 9m. Permukaan luar
kulit buah ber#arna hijau tua sampai hijau ke9oklatan! permukaan dalam
ber#arna putih atau putih kelabu. Biji agak keras 1!0 H / mm! lebar lebih kurang
& mm! permukaan luar ber#arna 9oklat muda bertonjol-tonjol (Eein! &'',).
$e9ara farmakologi! sambiloto mempunyai khasiat sebagai analgesik!
antibakteri! memperbaiki imunitas! antipiretik! antidiare! antiinflamasi!
antimalaria! dan antiiral ()H*! &''&). 6aun tumbuhan sambiloto bermanfaat
untuk menurunkan demam tinggi dan malaria. $elain itu! daun tumbuhan
sambiloto berkhasiat untuk mengatasiB
1. Hepatitis! infeksi saluran empedu
&. 6isentri basiler! tifoid! diare! influenAa! radang amandel (tonsillitis)
/. 3bses paru! radang paru (pneumonia)! radang saluran napas
1. (Bronkitis)! radang ginjal akut (pielonefritis akut)! radang telinga
0. Ken9ing nanah (gonore)! ken9ing manis (diabetes mellitus)
?. +umor trofoblas (trofoblas ganas)! serta tumor paru
(. KankerB penyakit trofoblas seperti kehamilan anggur (mola hidatidosa)
.. Batuk rejan (pertusis)! sesak napas (asma)
,. 6arah tinggi (hipertensi) (Iuniarti! &''.).
Penggunaan sambiloto dalam dosis tinggi dapat menyebabkan perut tidak
enak! muntah-muntah! dan kehilangan selera makan (6epkes 7I! 1,(,B &'-&0).
*bat ini tidak dianjurkan pemberiannya pada #anita hamil! diduga pengaruhnya
kemungkinan dapat menyebabkan abortus (+hamlikitkul! dkk.! 1,,1B (1).
6aun Androgramaphis paniculata 5ees ($ambiloto) mengandung B
saponin! flaconoida! dan tanin) Kandungan kimia daun dan 9abang sambilotoB
diterpene lakton yang terdiri dariB deo*# androgramapholide!
androgramapholide (Aat pahit)! neoandrogramapholide! +,-deo*#-++!
1'
+.dideh#droandrogramapholide! dan homoandrogramapholide) <laonoid dari
akar mengandung B pol#metho*#flavone! androgramaphin! panicolin! mono-o-
meth#l/ithin! apigenin-0! ,-dimeth#l ether! alkane! ketone! aldeh#de! kalium!
kalsium! natrium! asam kersik! dan dammar (6ep. Kes 7I! 1,.,).
2.3 &un1t /Curcuma longa Lnn.)
%enurut $yamsuhidayat dan Hutapea (1,,1)! kedudukan tanaman kunyit
dalam tata nama (sistematika) tumbuhan adalah sebagai berikutB
6iisi B $permatophyta
$ubdiisi B 3ngiospermae
Kelas B %ono9otyledonae
Bangsa B Eingiberales
$uku B Eingibera9eae
%arga B 2ur9uma
$pesies B (urcuma longa Linn.
>ambar &.& Kunyit ((urcuma longa Linn)
Kunyit ((urcuma longa Linn) merupakan salah satu tanaman obat
potensial! selain sebagai bahan baku obat juga dipakai sebagai bumbu dapur dan
Aat pe#arna alami. 7impangnya sangat bermanfaat sebagai antikoagulan!
menurunkan tekanan darah! obat 9a9ing! obat asma! penambah darah! mengobati
sakit perut! penyakit hati! gatal-gatal! gigitan serangga! diare! dan rematik.
11
Kandungan Aat-Aat kimia yang terdapat dalam rimpang kunyit adalahB 1)
Eat #arna kurkuminoid yang merupakan suatu senya#a diarilheptanoid /-18. &)
%inyak atsiri &-08. /) 3rabinosa! fruktosa! glukosa! pati! tannin dan dammar. 1)
%ineral yaitu magnesium besi! mangan! kalsium! natrium! kalium! timbal! seng!
kobalt! aluminium dan bismuth ($udarsono dkk.! 1,,?).
Bagian yang sering dimanfaatkan sebagai obat adalah rimpangJ untuk!
antikoagulan! antiedemik! menurunkan tekanan darah! obat malaria! obat 9a9ing!
obat sakit perut! memperbanyak 3$I! stimulan! mengobati keseleo! memar dan
rematik. Kurkuminoid pada kunyit berkhasiat sebagai antihepatotoksik
(Kiso dkk.! 1,./) enthelmintik! antiedemik! analgesi9. $elain itu kurkumin juga
dapat berfungsi sebagai antiinflamasi dan antioksidan (%asuda dkk.! 1,,/).
%enurut $upriadi! kurkumin juga berkhasiat mematikan kuman dan
menghilangkan rasa kembung karena dinding empedu dirangsang lebih giat
untuk mengeluarkan 9airan peme9ah lemak. %inyak atsiri pada kunyit dapat
bermanfaat untuk mengurangi gerakan usus yang kuat sehingga mampu
mengobati diare. $elain itu! juga bisa digunakan untuk meredakan batuk dan
antikejang.
2.! Temula2ak /Curcuma xanthorrhiza R+3..0
+emula#ak ((urcuma *anthorrhiza 7o:b.) merupakan salah satu jenis
tanaman obat dari famil# 1ingi$eraceae yang potensial untuk dikembangkan! dan
merupakan salah satu dari sembilan jenis tanaman unggulan dari 6itjen P*%
yang memiliki banyak manfaat sebagai bahan obat. Pemanfaatan tanaman ini
9ukup banyak! antara lain dipergunakan oleh masyarakat dalam pemeliharaan
dan peningkatan derajat kesehatan atau pengobatan penyakit maupun oleh
produsen obat tradisional dan kosmetika (5urjanah dkk.! 1,,1J Hernani! &''1).
$elain penggunaannya sebagai bahan baku industri seperti minuman dan
pe#arna alami! manfaat lain adalah dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh!
berkhasiat anti bakteri! anti diabetik! anti hepatotoksik! anti inflamasi! anti
oksidan! anti tumor! diuretika! depresan! dan hipolipodemik (Purnomo#ati D
1&
Ioganingrum! 1,,(J 7aharjo D 7ostiana! &''/). Bagian yang berkhasiat dari
temula#ak adalah rimpangnya yang mengandung berbagai komponen kimia di
antaranya Aat kuning kurkumin! protein! pati! dan minyak atsiri. %inyak atsirinya
mengandung senya#a phelandren! kamfer! borneol! sineal! dan :anthorhiAol.
Kandungan :anthoriAol dan kurkumin ini yang menyebabkan temula#ak sangat
berkhasiat (+aryono dkk.! 1,.().
%enurut "an $teenis (1,1()! kedudukan tanaman rimpang temula#ak
dalam tata nama (sistematika) tumbuhan adalah sebagai berikutB
6iisio B $permatophyta
$ub 6iisio B 3ngiospermae
2lassis B %ono9otyledonae
*rdo B Eingiberales
<amili B Eingibera9eae
>enus B 2ur9uma
$pe9ies B 2urcuma *anthorriza 7o:b
>ambar &./ +emula#ak ((urcuma *anthorrhiza 7o:b.)
1/
BAB III
MET'DE PENULI$AN
3.1 $um.er *an %ens Data
6ata-data yang digunakan dalam karya tulis ini bersumber dari berbagai
referensi atau literatur yang relean dengan topik permasalahan yang dibahas.
"aliditas dan releansi terhadap referensi yang digunakan dapat
dipertanggungja#abkan. 4enis data yang diperoleh berupa data sekunder! baik
bersifat kualitatif ataupun kuantitatif.
3.2 Pengum)ulan Data
6alam penulisan karya tulis ini digunakan metode studi pustaka!
berdasarkan studi terhadap berbagai literatur konensional dan e-li$rar# yang
telah teruji aliditasnya! berhubungan satu sama lain! relean dengan kajian
tulisan serta mendukung uraianKanalisis pembahasan.
3.3 Analss Data
$etelah data yang diperlukan terkumpul! dilakukan pengolahan data dengan
menyusun dari yang terkumpul se9ara sistematis. +eknik analisis data yang
dipilih adalah analisis deskriptif argumentatif! dengan tulisan bersifat deskriptif!
menggambarkan potensi temula#ak ((urcuma *anthorrhiza)! kunyit ((urcuma
longa L))! dan sambiloto (Andrographis paniculata) sebagai obat Hepatitis B.
3.! Penarkan $m)ulan
$etelah melalui proses analisis data! dilanjutkan pada proses sintesis
melalui proses menarik dan menghubungkan rumusan masalah! tujuan penulisan
serta pembahasan yang dilakukan se9ara sistematis. Berikutnya ditarik suatu
simpulan yang bersifat umum dan beberapa rekomendasi untuk ditindaklanjuti.
11
BAB I(
PEMBAHA$AN
!.1 P+tens $am.l+t+4 &un1t4 *an Temula2ak se.aga '.at He)atts B
Hepatitis B merupakan penyakit yang banyak ditemukan didunia dan
dianggap sebagai persoalan kesehatan masyarakat yang harus diselesaikan. Hal
ini karena selain prealensinya tinggi! irus Hepatitis B dapat menimbulkan
problema pas9a akut bahkan dapat terjadi 9irroshis Hepatitis dan karsinoma
hepatoseluler primer. $epuluh persen dari infeksi irus Hepatitis B akan menjadi
kronik dan &' 8 penderita Hepatitis kronik ini dalam #aktu &0 tahun sejak
tertular akan mengalami 9irroshis hepatis dan karsinoma hepatoselluler
(hepatoma). Kemungkinan akan menjadi kronik lebih tinggi bila infeksi terjadi
pada usia balita dimana respon imun belum berkembang se9ara sempurna
($iregar! tt).
Hepatitis B dapat menyebabkan kerusakan sel-sel hati yang serius. 4ika
seseorang dalam kondisi yang sehat dan tidak mempunyai komplikasi! sel-sel
hati akan memperbaiki dirinya sendiri. Kasus-kasus yang berat dan kasus-kasus
dengan komplikasi dapat menyebabkan kerusahakan hati yang permanen. Pada
akhirnya! hal ini dapat menyebabkan gagal hati! sirosis! kanker hati dan kematian
pada kurang lebih 18 dari kasus-kasus tersebut (3nonim! &''().
+umbuhan obat atau herbal yang dapat digunakan untuk men9egah dan
membantu pengobatan Hepatitis B diantaranya mempunyai efek sebagai
hepatoprotektor! yaitu melindungi hati dari pengaruh Aat toksik yang dapat
merusak sel hati! juga bersifat anti radang! cholagogum! dan khloretik! yaitu
meningkatkan produksi empedu oleh hati. Beberapa jenis tumbuhan obat yang
dapat digunakan untuk pengobatan Hepatitis! antara lain yaitu temula#ak
((urcuma *anthorrhiza)! kunyit ((urcuma longa L))! sambiloto (Andrographis
paniculata).
Potensi sambiloto! kunyit! dan temula#ak dalam mengobati penyakit
Hepatitis B dapat dilihat dari kandungan kimia dan efek farmakologis dari
10
tanaman tersebut.

$ambiloto dapat dimanfaatkan sebagai obat Hepatitis B karena
sambiloto mengandung kandungan kimia neoandrografolid! andrografolid!
deoksiandrografolid! dan +,-deoksi-++! +.-didehidroandrografolid yang
memiliki efek farmakologis sebagai antiradang dan antiperik
(httpBKKdrliAahidup.blogspot.9om). $elain itu kandungan kimia andrografolida
(Aat pahit) pada tanaman sambiloto juga berkhasiat sebagai hepatoprotektor yang
sangat potensial untuk menghambat sitoksisitas hepar dan anti-inflamasi. "eo-
andrografolida dan deoksi-andrografolida juga berkhasiat sebagai anti-
inflamasi)
$edangkan kandungan kimia kunyit ((urcuma longa L.) adalah minyak
atsiri (turmeron! felandren! zingi$eren! $orneol! dan lain-lain)! kurkumin!
desmetoksikurkumin! tanin! dan lain-lain. $enya#a kurkumin pada kunyit
mempunyai efek sebagai antiradang! antibakteri! dan sebagai hepatoprotektor
(melindungi sel hati dari kerusakan). Khasiat kunyit sebagai obat Hepatitis B
dapat dilihat dari kandungan kurkumin yang terkandung dalam rimpang kunyit
yang bermanfaat sebagai anti inflamasi (antiradang). 6ari semua senya#a yang
terkandung dalam kunyit! tetra hidro curcumin (+H2) ternyata mempunyai
aktiatas anti inflamasi tertinggi.
+emula#ak ((urcuma *anthorrhiza 7o:b.) juga dapat dimanfaatkan
sebagai obat Hepatitis B karena temula#ak mengandung kandungan kimia
kurkumin! min#ak atsiri! $orneol! felandren! turmerol! sineol! glikosida!
*antorizol! kalium oksalat! dan lain-lain ()ijayakusuma! &''0). yang memiliki
efek farmakologis sebagai anti inflamasi (anti radang)! cholagogum (merangsang
pengeluaran produksi 9airan empedu)! dan hepatoprotektor (men9egah
peradangan hati) (Katno! dkk.! tt). Kandungan 9ur9umin dalam temula#ak
berkhasiat sebagai antioksidan! anti-inflamasi! dan antitumor. =kstrak temula#ak
dapat men9egah penyakit hati termasuk Hepatitis B
(httpBKKpolobye.blogspot.9omK&'11K'&Kobat-herbal-untukpenyakitkanker.html).
6ari pemaparan tersebut tersirat jelas bah#a temula#ak ((urcuma
*anthorrhiza)! kunyit ((urcuma longa L.)! dan sambiloto (Andrographis
1?
paniculata) berpotensi sebagai obat Hepatitis B karena memilki kandungan kimia
yang memiliki efek farmakologis sebagai hepatoprotektor! anti radang! dan
cholagogum)
!.2 5ara Meng+lah $am.l+t+4 &un1t4 *an Temula2ak se.aga '.at
He)atts B
$ambiloto! kunyit! dan temula#ak memiliki berbagai kandungan kimia
yang sangat berkhasiat sebagai obat Hepatitis B. Berdasarkan literatur!
pengolahan sambiloto sebagai obat Hepatitis B disajikan dalam bentuk rebusan
daun kering. Pengolahan sambiloto (Androgramaphis paniculata) sebagai obat
Hepatitis B dalam bentuk rebusan dilakukan dengan merebus 0 gram daun
sambiloto kering bersama air & gelas sampai tersisa 1 gelas dan untuk satu hari
(diminum / : 1K/ gelas). 4ika menggunakan daun segar! dosisnya adalah sekitar
/' lembar daun dengan 9ara yang sama seperti merebus daun kering. 6ianjurkan
agar yang mengkonsumsi obat ini! juga disertai dengan mengkonsumsi makanan
yang sehat dan bergiAi untuk kelan9aran proses pengobatan.
5amun rebusan air daun sambiloto ini memiliki kelemahan yaitu rasanya
yang pahit menyebabkan seseorang enggan untuk meminum rebusan air daun
sambiloto tersebut. *leh karena itu! penulis berinisiatif untuk mengolah
sambiloto ke dalam kapsul dengan menambahkan kunyit dan temula#ak. Kapsul
yang dipergunakan adalah kapsul gelatin keras karena kapsul ini memiliki
beberapa keunggulan dibandingkan dengan kapsul lainnya yaitu kapsul gelatin
tidak berbau! tidak berasa! dan mudah digunakan karena saat terbasahinya oleh
air liur akan segera diikuti daya bengkak dan daya larut airnya. Pengisian ke
dalam kapsul disarankan untuk obat yang memiliki rasa yang tidak enak atau bau
yang tidak enak (<auAi! &''().
%enurut narasumber penulis! yang bernama I )ayan $riaka! umur (0
tahun. Beliau sudah mengkonsumsi kapsul sambiloto dengan beberapa tambahan
obat-obatan herbal lainnya. $elama 1 bulan sudah terbukti khasiat dari kapsul
sambiloto tersebut! kesehatan I )ayan $riaka sekarang sudah jauh lebih baik
1(
dibandingkan sebelumnya. 6alam karya tulis ini! kapsul sambiloto dibuat dalam
sediaan kapsul gelatin keras. Proses pengolahan ini dilakukan berdasarkan
keputusan 6irjen Penga#asan *bat dan %akanan 6epkes 7I 5o.
'101'K3K$KKLIIK1,., tentang Petunjuk *perasional Penerapan 2ara Pembuatan
*bat yang baik. Proses pembuatan kapsul sambiloto adalah sebagai berikutB
1. Persiapan alat dan bahanB
3lat yang digunakan dalam pembuatan kapsul sambiloto adalah 1' buah
kapsul gelatin keras! 1 pasang sarung tangan plastik! 1 buah sendok! dan 1
buah blender. $edangkan bahan yang digunakan dalam pembuatan kapsul
sambiloto adalah 1' gram sambiloto! 1' gram kunyit! dan 1' gram
temula#ak.
&. +ahap pengeringan dan penyerbukan bahanB
$eluruh bahan-bahan di9u9i hingga bersih dengan air mengalir. Kemudian
kunyit dan temula#ak dipotong-potong terlebih dahulu! selanjutnya seluruh
bahan dikeringkan dengan sinar matahari kurang lebih selama 1-& hari.
$etelah kering seluruh bahan-bahan di9ampur kemudian dimasukkan ke dalam
blender! tunggu hingga beberapa menit sampai bahan-bahan han9ur dan
berbentuk menjadi tepung (serbuk). Bahan yang sudah menjadi serbuk
kemudian disaring.

>ambar 1.1 3lat dan Bahan >ambar 1.& Proses Penyerbukan
1.

>ambar 1./ Proses Penyaringan >ambar 1.1 Hasil $aring $erbuk
$ambiloto
/. +ahap pengisian dan penutupan kapsul
$etelah bahan-bahan tersebut disaring! massanya menjadi 0 gram.
Kemudian di masukkan ke dalam kapsul! masing-masing kapsul dapat
dimasukkan sebanyak '!1 gram. $ehingga jumlah kapsul yang dapat dibuat
adalah sebanyak 0' buah. 6alam pembuatan obat ini digunakan kapsul gelatin
keras. 6alam tahap pengisian kapsul! hasil pengeringan berupa serbuk
dimasukan ke dalam kapsul se9ara manual (melalui media sendok) kemudian
kapsul ditutup rapat. @ntuk menghindari kebo9oran! saat penutupan kapsul
oleskan sedikit 9ampuran air dan alkohol pada tepi luar bagian badan kapsul!
kemudian ditutup sambil diputar.

>ambar 1.0 Pengisian Kapsul >ambar 1.? Perekatan Kapsul
1,

>ambar 1.( Penutupan Kapsul
Kapsul sambiloto! temula#ak! dan kunyit ini dapat dikonsumsi 1 kali
sehari sebanyak 1 kapsul untuk pen9egahan! atau dikonsumsi sebanyak & kali
sehari masing-masing 1 kapsul bagi penderita Hepatitis B. Keunggulan
pengobatan ini dengan media kapsul yaituJ 1) 2ara pembuatannya yang murah
dan mudah. &) 6apat dibuat sesuai dengan kebutuhan ditentukan dengan jumlah
kapsulnya. /) 6apat disimpan dengan jangka #aktu yang relatif lama. 1) Praktis
karena hanya diminum saja tanpa proses pengolahan yang banyak seperti
diseduh! dihangatkan! dan lain-lain. 0) %elalui kapsul sambiloto! maka rasa pahit
alami dari sambiloto tersebut akan lebih berkurang bila dibandingkan dengan
9ara merebusnya dan diminum se9ara langsung.
$ayangnya! di Indonesia sendiri sambiloto baru dikenal se9ara terbatas di
kalangan orang yang biasa mengkonsumsi jamu. %elihat khasiatnya! tentu lebih
baik jika pengobatan kembali ke alam dengan mengkonsumsi tanaman obat
herbal! dibandingkan dengan mengkonsumsi antibiotik yang memiliki efek
samping kurang baik dan harganya yang relatif mahal. 4ika negara-negara maju
seperti $kandinaia! 4epang! dan 2ina sudah menggunakan pengobatan ini!
tentunya Indonesia yang kaya akan keanekaragaman hayatinya! juga seharusnya
memanfaatkan obat-obatan herbal seperti temula#ak! kunyit! dan sambiloto
dengan mengkonsumsinya sebagai obat Hepatitis B maupun untuk penyakit
lainnya.
&'
BAB (
PENUTUP
#.1 &esm)ulan
Berdasarkan pembahasan di atas dapat ditarik simpulan sebagai berikutB
1. +emula#ak ((urcuma *anthorrhiza)! kunyit ((urcuma longa L))! dan
sambiloto (Andrographis paniculata) berpotensi sebagai obat Hepatitis B
karena memilki kandungan kimia yang memiliki efek farmakologis sebagai
hepatoprotektor! anti radang! dan cholagogum)
&. +emula#ak ((urcuma *anthorrhiza)! kunyit ((urcuma longa L))! dan
sambiloto (Andrographis paniculata) dapat digunakan sebagai obat Hepatitis
B yaitu dengan mengolahnya menjadi dalam bentuk rebusan daun kering
ataupun dengan 9ara mengolahnya menjadi kapsul.
#.2 $aran
%elalui karya tulis ini dapat disampaikan saran-saran sebagai berikutB
1. Perlu dilakukan penelitian terhadap Aat aktif dari Androgramaphis paniculata
yang mempunyai efek anti Hepatitis B! serta untuk dapat mengungkapkan
mekanisme kerjanya.
&. Perlu dilakukan uji klinik lanjutan se9ara multi senter menggunakan
kombinasi kapsul ekstrak sambiloto dengan obat anti hepatitis lainnya agar
#aktu penyembuhan penyakit Hepatitis B lebih 9epat.
/. 6iharapkan pemanfaatan tanaman herbal lain lebih dioptimalkan untuk
menanggulangi berbagai penyakit khususnya penyakit Hepatitis B sehingga
kesehatan masyarakat lebih terjaga.
1. 6isarankan kepada penderita Hepatitis B yang ingin menerapkan pengobatan
herbal ini! agar terlebih dahulu mengkonsultasikannya kepada ahli yang
bersangkutan.
&1
DA6TAR PU$TA&A
3nonim. &''(. Hepatitis &) httpBKK###.golongandarah.netKartikelM N &( 3gustus
&'11O.
6epartemen Kesehatan 7I. 1,.,. Materia Medika Indonesia) 4akartaB 6epkes 7I.
6epkes 7I. 1,(,. Androgramaphis paniculata "ees. %ateria medi9a indonesiana jilid
III. 1,(,B &'-&0.
6epkes 7I. &''.. Laporan Hasil 2iset %esehatan 3asar 2I4%E43A4 Indonesia
'ahun .550. 4akartaB 6epkes 7I.
<auAi! 7ahmi. &''(. 6elatin) httpBKK###.9hem-is-try.orgKartikelMkimiaKgelatin N&(
3gustus &'11O.
Hernani. &''1. 'emula/ak ((urcuma 7anthorhiza 2o*$)) 'um$uhan O$at Indonesia)
enggunaan dan %hasiatn#a) Pustaka Popular *bor! 4akarta. P.1/'-1/&.
Katno D Pramono $. ++. 'ingkat Manfaat dan %eamanan 'anaman O$at dan O$at
'radisional) IogyakartaB Balai Penelitian +anaman *bat +a#angmangu!
<akultas <armasi! @>%.
Kloppenburg! 4. 1,... etun8uk lengkap mengenai tanam-tanaman di Indonesia dan
khasiatn#a se$agai o$at-o$atan tradisional (ter8emahan). 267$ Bethesda dan
3ndi *ffset! Iogyakarta. 1,..B 11,.
Ling! B D Lam! ). &''(. Hepatitis &9 A (atal#st :or Anti-3iscrimination 2eforms;)
httpBKKhri9hina.orgKpubli9KP6<sK27<. &.&''(K27<-&''(-&MHepatitis.pdf N&'
3gustus &'11O.
Lukas! 7. 1,,.. 2ahasia Her$alis (ina! 2amuan 'anaman O$at (ina. 4akartaB
Pustaka 6elapratasa.
%isnadiarly. &''(. Mengenal! Menanggulangi! Mencegah! < Mengo$ati en#akit
Hati (Liver)) 4akartaB Pustaka *bor Populer.
5ational Institute of 6iabetes and 6igestie and Kidney 6iseases. &''?. What I "eed
to %no/ A$out Hepatitis &)
httpBKKdigestie.niddk.nih.goKddiseasesKpubsKhepbMeA-&(k N&' 3gustus &'11O.
5urjanah! 5.! $. Iuliani D 3. B. $embiring. 1,,1. 'emula/ak ((urcuma
7anthorrhiza). 7eie# Hasil- Hasil Penelitian. Balai Penelitian +anaman
7empah dan *bat. L (&) B 1/-0(.
&&
Purnomo#ati! $ D 3. Ioganingrum. 1,,(. 'emula/ak ((urcuma 7anthorhiza 2o*$)).
Pusat 6okumentasi dan Informasi Ilmiah! Lipi! 4akarta. 11p.
7aharjo! % D *. 7ostiana. &''/. 4tandar rosedur Operasional &udida#a
'emula/ak) 4irkular "o) =. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
Balittro! Bogor! P.//-/..
7anuh! I.>.5. &''0. edoman Imunisasi di Indonesia) =disi kedua! $atgas Imunisasi
Ikatan 6okter 3nak Indonesia.
$hulman! Phair! $ommers. 1,,1. 3asar $iologis dan klinis pen#akit infeksi) 3hli
bahasa )ahab $. =disi keempat. Penerbit gajah mada uniersity press! 1,,1B
/11-?'.
$iregar! <aAidah 3. ++. Hepatitis & 3itin8au dari %esehatan Mas#arakat dan >pa#a
encegahan) $umatera @taraB <akultas Kesehatan %asyarakat @$@.
$ujono! Hadi. 1,,0. 6astoenterologi) BandungB 3lumni Bandung! 1,,0B 1''-0,,.
$yukur! 2. &''/. 'anaman O$at Antikanker) P+. Penebar $#adaya. 4akarta. /-10.
+ang! ). D =isenbrand! >. 1,,&. (hinese 3rugs of lant Origin9 (hemistr#!
harmacolog#! and >se in 'raditional and Modern Medicine) $pringer-"erlag.
Berlin. 1,,&B ,(.
+aryono.! =. %. 7ahmat! $ D 3. $ardina. 1,.(. lasma "utfah 'anaman 'emu-
'emuan. =disi Khusus Ballittro. / (1) J1(-0?.
+hamlikitkul! ".! 6e9hati#ongse! +.! D +erapong! $. 1,,1. Efficac# of
Androgramaphis paniculata for phar#ngotonsilitis in adults (a$stract)) +haiB
4.med.3sso9. (1B1/(-1&.
"an $teenis! 2.>.>.4! den Hoed! 6.! Bloembergen! $.! D =yma! P.4. 1,1(. :lora
untuk 4ekolah di Indonesia) 3lih BahasaB %oeso $.! $oenarto! Hardjosu#arno!
$oerjosodo 3.! )ibisono! %argono P.! $oemantri ). 1,1(. 4akartaB Pradnya
Paramita.
)H*. &''&. Her$a androgramaphidis. 6alam B )H* monogramaphs on sele9ted
medi9inal plants &''&J &B 1&-&&.
)ijayakusuma! %.H. &''0. Mencegah < Mengatasi 6angguan %esehatan dengan
&ahan-&ahan Alami) httpBKK9ybermed.9bn.net.id N&( 3gustus &'11O.
)orld Health *rganiAation. )orld 2an9er 7eport &''.. )H* Press! &''..
&/
Iuniarti! +. &''.. Ensiklopedia 'anaman O$at 'radisional) Iogyakarta %edia
Pressindo. Hal /.1.
Eain! L.H. &''?. Hepatitis & dan ermasalahann#a) %edanB @niersitas $umatera
@tara.
Eein! @mar. &'',. Perbandingan =fikasi 3ntimalaria =kstrak Herba $ambiloto
(3ndrogramaphis Pani9ulata 5ees) +unggal dan Kombinasi %asing-%asing
dengan 3rtesunat dan Klorokuin pada Pasien %alaria <alsiparum tanpa
Komplikasi. 3isertasi. $umutB @niersitas $umatra @tara.