Anda di halaman 1dari 81

PENYAKIT pd SISTEM

MUSKULOSKELETAL
1.OSTEOPOROSIS
OSTEOARTHRITIS
TUMOR
KONGENTAL
1
Oleh :
Muhamad Hasan,dr,MKes,SpOT
Lab. Anatomi, Orthopaedi & Traumatologi
FK. UNIVERSITAS JEMBER
2
OSTEOPOROSIS :

Osteo = tulang
Porosis = porous = keropos

Massa tulang berkurang
Akibat gangguan keseimbangan

Pembentukan Resorpsi tulang
Osteoblas Osteoklas
3
Definisi
Kelainan skeletal generalisata
Massa Tulang Rendah ( Low Bone
Mass )
Rusaknya arsitektur-mikro tulang
Tulang keropos ( fragility of bone )
Mudah terjadi fraktur
4
Apa fungsi tulang?
1. Melindungi organ-organ
2. Alat gerak
3. Cadangan mineral
4. hematopoitik
5
Macam-macam osteoporosis
1. Primer
- post menopause (tipe I)
- sinilis (tipe II)
2. Sekunder
3. Idiopatik
6
Siapa yang bisa menderita osteoporosis?
1. Wanita
* Post menopause
- alami
- post operatif, penyakit-penyakit (kelainan)
2. Umur
* > 50 tahun
7
8
Wanita > 50 tahun osteoprosis
mudah fraktur
Wanita (35-40) tahun
massa tulang turun 10%/dekade
Laki-laki massa tulang turun 5%/dekade
3. Genetik (keturunan)
- asthenic, petite
- berawak kecil, kurus, berat badan rendah
- prevensi bila berperawakan asthenic
- bila gemuk tidak usah khawatir akan terjadi
osteoporosis
karena = estrogen >
= stress >
4. Kurang bergerak
- massa tulang meningkat dengan bergerak,
olah raga dll
- contoh = orang kota dibandingkan orang desa
(petani)
9
5. Makanan
- bergizi [4 sehat 5 sempurna]
- pemakan daging
soft drink, soda, junk food
air ledeng (chlorinaled)
6. Obat-obatan [Medication used to treat one condition may cause an equally serious
condition]
- menggunakan absorpsi nutrisi
- meningkatkan ekskresi nutrisi
- mengurangi pemakaian nutrisi
contoh = - obat diabetes = insulin
- obat kortikosteroid
- obat epilepsi = dilantin, barbiturat
- obat pencahar = laxative
- obat maag = mylanta
- obat menurunkan cholesterol
- obat tidur, dll
Maka perlu suplement seperti Vit D, Kalsium
10
osteoporosis
7. Merokok (nikotin)
- selain mengganggu jantung, pembuluh darah ,
syaraf, impotensi, bayi cacat, juga mengganggu
tulang menjadi keropos
- alkohol = sama jahatnya dengan merokok
8. Aluminium
- antasid, alat-alat masak, kosmetik
- timah hitam = asap mobil
9. Kontrasepsi oral
- menurunkan Mg-serum
- gangguan metabolisme, Vit B6, Vit C, B12
10. Motherhood
- hamil
- menyusui
11. Astronaut
- gravitasi rendah -> massa tulang berkurang
11
perlu suplement Vit D, Calcium, lain vitamin
Osteoporosis resikonya ?
Patah tulang!
* tulang punggung
* tulang panggul
* tulang pergelangan tangan
* tulang sendi bahu
* dll
Bagaimana terjadinya patah tulang?
* Orang tua :
- gangguan keseimbangan
- kekuatan otot-otot berkurang
- sendi-sendi kurang stabil
jatuhnya tidak sesuai dengan patahnya tulang
misalnya = kepleset -> patah
12
Osteoporosis resikonya ?
Tulang punggung
* bungkuk!
* tinggi badan berkurang
* nyeri punggung!
Apa akibat dari patah tulang?
- nyeri sampai tidak bisa bergerak
- resiko orang tua kalau tidak bisa bergerak!
- tambah keropos
- gangguan paru, sal kencing dan kulit
- ada yang perlu perawatan (rumah sakit)
- ada yang perlu tindakan operasi
- bisa invalid
- lingkungan (keluarga, masyarakat) ikut repot
13
14
Normal Osteoporosis

Arsitektur korpus vertebra
NORMAL
15
Arsitektur korpus vertebra
NORMAL
16
Arsitektur korpus vertebra
OSTEOPOROSIS
17
Kolaps vertebra akibatkan
deformitas kolumna verteb.
18
What is a vertebral fracture?
Morphometric analysis

19
Hp
Ha
Even with radiographs, vertebral fractures are not always easy to detect
Genant et al. JBMR 1993; 8(9): 1137-48.
Hp
Ha
Center of gravity (CG) moves
forward
Large bending moment
created
Posterior muscles and
ligaments must counterbalance
increased bending
Osteoporotic anterior spine
must resist larger compressive
stresses


20
CG
BIOMECHANICS OF VCF
Fraktur Vertebra Osteoporotik

21
Fraktur Vertebra Osteoporotik

22
23
24


Penurunan tinggi badan yang progresif dan kyposis akibat osteoporosis
25



Bagaimana menghindari terjadinya osteoporosis?
Osteoprosis
- penurunan massa tulang
- terjadi mulai setelah maturitas
- terjadinya pelan-pelan, tanpa disadari
sebagai kayu dimakan rayap
besi berkarat keropos
Kaplan = hypertension is the silent killer osteoporosis is the silent
thief
26
Kapan dimulai (prevensi) agar tidak terjadi osteoporosis?
Mulai dari awal kehidupan
- masa kehamilan janin (prenatal)
- masa bayi (postnatal)
- masa kanak-kanak
- masa remaja
- masa dewasa
Sekitar umur 40 tahun masa tulang maksimal
27
28
Wanita > 50 tahun osteoprosis
mudah fraktur
Wanita (35-40) tahun
massa tulang turun 10%/dekade
Laki-laki massa tulang turun 5%/dekade
Kapan dimulai (prevensi) agar tidak terjadi osteoporosis?
Bila terjadi menopause
Resiko tinggi terjadinya osteoporosis adanya faktor-faktor :
(1) Keturunan
(2) menopause dini
(3) penyakit-penyakit kronis
(4) perokok/alkohol
(5) faktor makanan
(6) habitus = asthenis
(7) umur (tua)
(8) kurang gerak
29
PENYAKIT SENDI DEGENERATIF
BERSIFAT KRONIS
KERUSAKAN TULANG RAWAN SENDI
OSTEOFIT
FIBROSIS KAPSUL SENDI

Definition
OA diseases are a result of both mechanical
and biologic events that destabilize the
normal coupling of degradation and
synthesis of articular cartilage chondrocytes
and extra-celular matrix, and sub-chondral
bone (AAOS and NIH, 1994)
Introduction
Most common arthritis
WHO: 40 million people in US
Functional limitations: 20% of OA community
Background
Age is the strongest determinant of OA.
OA affects 25-30% of persons aged 45-64
years,
60% of persons older than 65 years, and
affects more than 80% of persons older than
75 years.
Causes
Primary OA is idiopathic
Secondary OA:
Previous trauma (ie, posttraumatic OA)
Infection
Crystal deposition
Acromegaly
Previous rheumatoid arthritis (ie, burnt-out
rheumatoid arthritis)
Heritable metabolic causes (eg, alkaptonuria,
hemochromatosis, Wilson disease)


Risk Factors
Systemic Local
- Genetic - Obesity
- Dietary - Joint Mechanics
- Race/Ethnicity - Muscle weakness
- Age - Occupational stress
- Smoking - Physical activity
- Estrogen deficiency - Knee injury

Local Risk Factors
Obesity
- Via biomechanical influences, load 3-7 times
- Strong risk factor for knee OA
- Bilateral stronger than unilateral,
women>men
Physical activity
- Framingham study: heavy physical activity
was associated w/ knee OA
- High-intensity contact sports was linked to
development of knee OA
OA PRIMER

OA SEKUNDER
FAKTOR RESIKO
1. UMUR
2. SEX
3. SUKU BANGSA
4. GENETIK
5. OBESITAS + PENYAKIT METABOLIK
6. TRAUMA SENDI, PEKERJAAN,
OLAH RAGA
7. KELAINAN PERTUMBUHAN
GEJALA KLINIS
1. NYERI SENDI
2. HAMBATAN GERAKAN SENDI
3. KAKU PAGI
4. PEMBESARAN SENDI / DEFORMITAS
5. PERUBAHAN GAYA BERJALAN
6. KREPITASI
7. BENGKAK
8. TANDA RADANG


TERAPI

TX. PENCEGAHAN :

BERAT BADAN MENURUN
CEGAH TRAUMA BERULANG
ALAT BANTU PROTEKSI SENDI
PERUBAHAN GAYA HIDUP

TERAPI

TX. FARMAKOLOGI

ANALGETIKA
TOPIKAL OAINS
INJEKSI STREOID INTRAARTIKULER
INJEKSI HIALURONAN INTRAARTIKULER
DISEASE MODIFIYING OSTEOARTHRITIS
DRUGS (DMOAD)


TERAPI

TX. BEDAH

OSTEOTOMI (HTO)
ARTRODESIS
ARTROPLASTY (TKR THR)

Successful Treatment program :
* Reduce your symptoms
* Increase joint movement
* Lessen joint damaging effects

Osteoarthritic joints are not always painful.
The response to arthritis pain is broad and very personal

Treatment include :
Weight control
Proper exercise
Heat and cold therapy
Pain medicatin
Other pain relief options
Stress control
Injection into the joint
Surgery

Exercise.
1. Stretching exercise : ROM exercise
2. Isometric exercise : muscles are
tensed
3. Aerobic (endurance) exercise :
# Swimming.
# Walking on level ground.
Avoid : jogging, tennis, bicycles
Balance : daily exercise and rest.

Risk factors
Age
Obesity
Female sex
Trauma
Infection
Repetitive occupational trauma
Genetic factors
History of inflammatory arthritis
Neuromuscular disorder
Metabolic disorder
Causes
Secondary OA:
Neuropathic disorder leading to a Charcot joint
(eg, syringomyelia,tabes dorsalis, diabetes)
Underlying orthopedic disorders (eg,
congenital hip dislocation, slipped femoral
capital epiphysis)
Disorders of bone (eg, Paget disease,
avascular necrosis)

MANAGEMENT
Goals of managing OA include:
controlling pain,
maintaining and improving the range of
movement and stability of affected joints,
limiting functional impairment.
Muhamad Hasan
Bagian Anatomi-orthopedi FK UNEJ
JEMBER
II. KELAINAN KONGENITAL yang SERING
DIJUMPAI :

CTEV
Syndactily, polydactily, macrodactily
Achondroplasia (Skeletal dysplasia)
Congenital dislokasi hip/dysplasia dislokasi hip
Arthrogryposis multiplex congenita
Osteogenesis imperfecta
Scoliosis
Proximal focal femoral defisiensi/PFFD
Extrofia buli

III. CIRI-CIRI KELAINAN KONGENITAL :

1. Kelainan bentuk anatomi atau fungsi
2. Tampak saat lahir atau tak lama setelah lahir
3. Dapat single/lokal atau multiple/general
4. Dapat menurun/herediter atau tidak/non herediter

IV. PENYEBAB :

1. Genetik
a. Sex atau autosomal khromosom
b. dominan atau resesif
2. Lingkungan selama proses kehamilan
a. obat-obatan (teratogen)
b. infeksi
c. trauma mekanis, kimia (pahitan)
d. anoxia/hypoxia
3. Kombinasi genetik dan lingkungan

V. PROSES TERJADINYA KELAINAN dalam
KEHAMILAN :

1. Trimester I : Organogenesis A .

2. Trimester II : Maturasi organ hypoplasia.

3. Trimester III : Depo


VI. PRINSIP THERAPY :

Bertujuan mencapai kesempurnaan fungsi
organ dengan mengkoreksi kelainan
anatomis sedini mungkin
VII. CTEV
(Congenital Talipes Equinus Varus )
/ Clubfoot

1. Arti
Talipes = Talus = ankle
Pes = kaki
Equinus = jari lebih rendah
Varus = lateral kaki sebagai alas

2. Ciri-ciri :
a. Saat lahir
b. Lokal atau General
c. Multifactorial
d. Laki 2x perempuan
e. Bilateral 30% kasus

3. Diagnosis
a. Klinis
- Depan / anterior : - supinasi metatarsal
- adduksi tarsal metatarsal
- ankel : equinus
- medial : cavus
- belakan / posterior : - tumit kecil dan tinggi

- Test dorso flexi (24 jam) -> ibu jari tidak
pada crista tibia
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
The talocalcaneal angle in the lateral radiogram in the normal foot and
in talipes equinovarus
79
80
DIAGNOSIS
1. Non rigid type (packing syndrome)
2. Rigid type :
Moderate
Severe
3. Resistance rigid type :
AMC
Myelomeningocele
Constriction band
81