Anda di halaman 1dari 8

TANTANGAN DALAM GLOBALISASI

Tantangan Globalisasi Dalam Melakukan Bisnis


Tantangan nyata pada era globalisasi adalah semakin kompleksnya
berbagai bidang kehidupan karena adanya teknologi informasi, telekomunikasi,
dan transportasi yang membawa pengaruh terhadap berbagai nilai dan wawasan
masyarakat internasional. Tantangan globalisasi yang mendasar dan akan
dihadapi, antara lain sebagai berikut:
1. Sikap individualisme, yaitu munculnya kecenderungan mengutamakan
kepentingan diri sendiri di atas kepentingan bersama, memudarkan solidaritas
dankesetiakawanan sosial, musyawarah mufakat, gotong royong, dan
sebagainya.
2. Apresiasi generasi muda, yaitu banyaknya generasi muda yang sudah melupakan
para pejuang dan jati diri bangsanya dengan fenomena baru, yaitu lebih
mengenal dan mengidolakan artis, bintang film, dan pemain sepak bola asing
yang ditiru dengan segala macam aksesorisnya.
3. Pandangan kritis terhadap ideologi negaranya, yaitu banyaknya masyarakat yang
sudah acuh tak acuh terhadap ideologi atau falsafah negaranya. Mereka sudah
tidak tertarik lagi untuk membahasnya bahkan lebih cenderung bersifat kritis
dalam operasionalnya dengan cara membanding-bandingkan dengan ideologi
lain yang dianggap lebih baik.
4. Diversifikasi masyarakat, yaitu munculnya kelompok-kelompok masyarakat
dengan profesi tertentu yang terus berkompetisi dalam berbagai bidang
kehidupan guna mencapai tingkat kesejahteraan yang bertaraf internasional
(mengglobal).
5. Keterbukaan yang lebih tinggi, yaitu tuntutan masyarakat terhadap
penyelenggaraan, pemerintah yang lebih mengendapkan pendekataan dialogis,
demokratisasi, supremasi hukum, transparasi, akuntabilitas, efektivitas, dan
efisiensi.
Proses Globalisasi


Istilah Globalisasi, pertama kali digunakan oleh Theodore Levitt tahun 1985
yang menunjuk pada politik-ekonomi, khususnya politik perdagangan bebas dan
transaksi keuangan. Menurut sejarahnya, akar munculnya globalisasi adalah
revolusi elektronik dan disintegrasi negara-negara komunis. Revolusi elektronik
melipatgandakan akselerasi komunikasi, transportasi, produksi, dan informasi.
Disintegrasi negara-negara komunis yang mengakhiri Perang Dingin
memungkinkan kapitalisme Barat menjadi satu-satunya kekuatan yang
memangku hegemoni global.
Globalisasi adalah suatu proses di mana antarindividu, antarkelompok, dan
antarnegara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan mempengaruhi satu
sama lain yang melintasi batas Negara. Dimulai ketika Vasco da Gama dan
Christopher Columbus dari Eropa 500 tahun lalu untuk berdagang, namun hal ini
menjadi awal munculnya kehendak menguasai wilayah bangsa lain untuk
menghisap kekayaan bangsa lain (kolonialisme). Era kolonialisme merupakan juga
era perkembangan paham kapitalisme di Eropa. Proses berikutnya dilanjutkan
dengan era pembangunan, yang ditandai dengan penekanan terhadap
pertumbuhan ekonomi nasional yang berpusat pada negara sendiri. Ketika era
pembangunan mengalami krisis maka dunia masuk pada era baru yaitu
globalisasi. Pada era globalisasi ini negara-negara didorong untuk menjadi bagian
dari pertumbuhan ekonomi global. Semua proses globalisasi digerakkan oleh
idiologi neoliberalisme.
Menjadi Masyarakat Global
Masyarakat konsumen yang hidup dari tanda-tanda yang ditawarkan oleh
globalisasi pada gilirannya akan menjadi masyarakat yang menganut
individualisme baru. Individualisme baru ini muncul sejalan dengan
berkembangnya neoliberalisme dalam kapitalisme global. Dalam liberalisme awal
muncul individualisme klasik yang masih identik dengan kaum kapitalis.
Liberalisme awal menawarkan konsep tentang kebebasan individu termasuk di
dalamnya kebebasan hak milik yang masih terbatas dalam sekat-sekat kedaulatan
suatu negara.


Akibat dari perkembangan ini adalah munculnya kebutuhan setiap orang
untuk selalu menyesuaikan jenis alat komunikasi yang dimilikinya dengan
perkembangan yang ada agar ia tidak terlempar dari sistem komunikasi, baik
yang dalam batas relasi kelompok pergaulannya sendiri maupun dalam sistem
komunikasi global.
Manfaat Dan Kerugian Dari Organisasi Bisnis Yang Meng-global
Manfaat Globalisasi Ekonomi :
- Produksi global dapat ditingkatkan
Pandangan ini sesuai dengan teori 'Keuntungan Komparatif' dari David Ricardo.
Melalui spesialisasi dan perdagangan faktor-faktor produksi dunia dapat
digunakan dengan lebih efesien, output dunia bertambah dan masyarakat akan
memperoleh keuntungan dari spesialisasi dan perdagangan dalam bentuk
pendapatan yang meningkat, yang selanjutnya dapat meningkatkan
pembelanjaan dan tabungan.
- Meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu Negara
Perdagangan yang lebih bebas memungkinkan masyarakat dari berbagai negara
mengimpor lebih banyak barang dari luar negeri. Hal ini menyebabkan konsumen
mempunyai pilihan barang yang lebih banyak. Selain itu, konsumen juga dapat
menikmati barang yang lebih baik dengan harga yang lebih rendah.
- Meluaskan pasar untuk produk dalam negeri
Perdagangan luar negeri yang lebih bebas memungkinkan setiap negara
memperoleh pasar yang jauh lebih luas dari pasar dalam negeri.
- Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik
Modal dapat diperoleh dari investasi asing dan terutama dinikmati oleh negara-
negara berkembang karena masalah kekurangan modal dan tenaga ahli serta
tenaga terdidik yang berpengalaman kebanyakan dihadapi oleh negara-negara
berkembang.
- Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi
Pembangunan sektor industri dan berbagai sektor lainnya bukan saja
dikembangkan oleh perusahaan asing, tetapi terutamanya melalui investasi yang


dilakukan oleh perusahaan swasta domestik. Perusahaan domestik ini seringkali
memerlukan modal dari bank atau pasar saham. dana dari luar negeri terutama
dari negara-negara maju yang memasuki pasar uang dan pasar modal di dalam
negeri dapat membantu menyediakan modal yang dibutuhkan tersebut.
Kerugian Globalisasi Ekonomi :
- Menghambat pertumbuhan sektor industry
Salah satu efek dari globalisasi adalah perkembangan sistem perdagangan luar
negeri yang lebih bebas. Perkembangan ini menyebabkan negara-negara
berkembang tidak dapat lagi menggunakan tarif yang tingi untuk memberikan
proteksi kepada industri yang baru berkembang (infant industry). Dengan
demikian, perdagangan luar negeri yang lebih bebas menimbulkan hambatan
kepada negara berkembang untuk memajukan sektor industri domestik yang
lebih cepat. Selain itu, ketergantungan kepada industri-industri yang dimiliki
perusahaan multinasional semakin meningkat.
- Memperburuk neraca pembayaran
Globalisasi cenderung menaikkan barang-barang impor. Sebaliknya, apabila suatu
negara tidak mampu bersaing, maka ekspor tidak berkembang. Keadaan ini dapat
memperburuk kondisi neraca pembayaran. Efek buruk lain dari globaliassi
terhadap neraca pembayaran adalah pembayaran neto pendapatan faktor
produksi dari luar negeri cenderung mengalami defisit. Investasi asing yang
bertambah banyak menyebabkan aliran pembayaran keuntungan (pendapatan)
investasi ke luar negeri semakin meningkat. Tidak berkembangnya ekspor dapat
berakibat buruk terhadap neraca pembayaran.
- Sektor keuangan semakin tidak stabil
Salah satu efek penting dari globalisasi adalah pengaliran investasi (modal)
portofolio yang semakin besar. Investasi ini terutama meliputi partisipasi dana
luar negeri ke pasar saham. Ketika pasar saham sedang meningkat, dana ini akan
mengalir masuk, neraca pembayaran bertambah bak dan nilai uang akan
bertambah baik. Sebaliknya, ketika harga-harga saham di pasar saham menurun,
dana dalam negeri akan mengalir ke luar negeri, neraca pembayaran cenderung


menjadi bertambah buruk dan nilai mata uang domestik merosot. Ketidakstabilan
di sektor keuangan ini dapat menimbulkan efek buruk kepada kestabilan kegiatan
ekonomi secara keseluruhan.
- Memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang
Apabila hal-hal yang dinyatakan di atas berlaku dalam suatu negara, maka dlam
jangka pendek pertumbuhan ekonominya menjadi tidak stabil. Dalam jangka
panjang pertumbuhan yang seperti ini akan mengurangi lajunya pertumbuhan
ekonomi. Pendapatan nasional dan kesempatan kerja akan semakin lambat
pertumbuhannya dan masalah pengangguran tidak dapat diatasi atau malah
semakin memburuk. Pada akhirnya, apabila globalisasi menimbulkan efek buruk
kepada prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang suatu negara, distribusi
pendapatan menjadi semakin tidak adil dan masalah sosial-ekonomi masyarakat
semakin bertambah buruk.
Melakukan Bisnis Dalam Lingkungan Global
Perkembangan Konsep dan Pandangan terhadap Mutu
JM Juran melihat konsep mutu dari dua sudut pandang. Pertama adalah dari
segi penampilan dan kedua adalah dari segi kekurangan (defisiensi). Suatu
produk yang mempunyai penampilan memuaskan (excellent), dinilai sebagai
sebuah produk bermutu. Demikian juga jika memiliki sedikit defisiensi, maka
produk tersebut dinilai sebagai produk bermutu.
Secara konvensional produk dianggap bermutu jika produk tersebut tahan
lama, meskipun penampilannya tidak menarik. Disamping tahan lama, produk
juga disebut bermutu jika dapat dipakai dengan baik. Faktor lain dari mutu yang
baik adalah bentuk yang baik. Jadi secara konvensional, faktor bentuk
(performance), faktor tahan lama (durability) dan faktor kegunaan (service
ability) dianggap sebagai faktor mendasar untuk mengatakan suatu produk
bermutu atau tidak.
Perkembangan Pemikiran, Paradigma, dan Pengawasan Mutu
Berbicara tentang mutu, ada konsep dasar yang sangat menentukan
perkembangan dan kemajuan mutu itu sendiri, yaitu Quality Thinking dan Quality


Paradigms. Quality Thinking atau cara berpikir tentang mutu, secara tradisional
diartikan oleh mutu yang masih berbicara produk dan bersifat teknis, tergantung
inspektor, dituntun oleh para ahli (Experts), membutuhkan pengawasan dan
memerlukan biaya yang lebih tinggi. Sedangkan Quality paradigms (paradigma
Mutu) secara konvensional berkisar pada melakukan inspeksi atau pemeriksaan
mutu, peningkatan mutu berarti peningkatan biaya, berorientasi prosedur,
tanggung jawab secara departementalisasi, memenuhi kebutuhan pelanggan,
fokus pada pabrik dan yang paling menonjol dari paradigma mutu secara
konvensional ini adalah peningkatan mutu dianggap merupakan pekerjaan orang
lain dan memerlukan biaya tinggi.



Peraturan Dalam Organisasi Bisnis Dalam Lingkungan Global
Organisasi adalah suatu wadah atau tempat bagi manusia untuk bekerjasama
menuju suatu pencapaian tujuan. Perubahan yang ada pada kehidupan manusia
berakibat pula pada perubahan-perubahan yang terjadi pada organisasi.
Globalisasi yang memiliki suatu karakteristik perubahan yang tak menentu,
merupakan lingkungan eksternal bagi organisasi dan merupakan faktor penentu
bagi keberlangsungan suatu organisasi, untuk itu harus ada suatu peraturan yang
fleksibel yang mengikuti paradigma baru untuk menunjang keberlangsungan
organisasi.
Beberapa aturan dunia telah dibuat untuk menghasilkan standar-standar bagi
perusahaan yang akan melaksanakan bisnis lewat batas Negara yaitu UN Global
Compact dan The OECD Guidelines.
Kerjasama Dalam Organisasi Bisnis
Organisasi bisnis dituntut untuk melakukan suatu kerjasama yang sinergis
menghadapi suatu iklim kompetisi. Adapun Bentuk Kerjasama Dalam Lingkungan
Bisnis adalah :
a. Badan Usaha Perseorangan;


b. Persekutuan (Partnership);
c. Firma;
d. Persekutuan Komanditer (CV);
e. Korporasi (Perseroan Terbatas/PT);
f. Koperasi.
Hubungan Antara Organisasi Bisnis Pemerintah
1. Aplikasi Dan Peranana Pemerintah
Peran pemerintah dalam tantangan globalisasi dianggap penting selain
daripada peran swasta karena muncul asumsi peran pemerintah cenderung
melemah oleh tuntutan globalisasi yang lebih mengandalkan swasta dan
masyarakat. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas perdagangan dan perekonomian
global, peran pemerintah sebagai regulator justru semakin penting dan
menentukan. Kekacauan akan mudah terjadi jika tidak ada regulasi yang jelas.
Fungsi regulasi pemerintah justru dibutuhkan untuk menjamin kompetisi yang
lebih sehat di kalangan swasta yang bertarung keras dalam kegiatan ekonomi.
Kegiatan ekonomi di mana-mana semakin berada dalam kendali dan kepemilikan
swasta. Tuntutan percepatan privatisasi di banyak negara tidak hanya karena
dampak langsung proses liberalisasi dan globalisasi ekonomi, tetapi juga karena
badan usaha yang berada dalam pengelolaan negara cenderung kurang efisien
dan efektif. Sudah menjadi tuntutan umum tentang pentingnya pemerintahan
baik dan bersih, good and clean governance.
2. Peraturan Pemerintah Dalam Organisasi Bisnis Lokal Dan Global
Perusahaan merupakan salah satu pihak penyumbang utama pertumbuhan
ekonomi suatu negara, sekaligus sebagai penyumbang dominan terhadap
persoalan lingkungan akibat proses produksinya yang menggunakan sumber-
sumber alam. Ini berarti pengungkapan laporan pengelolaan lingkungan dalam
annual report merupakan bentuk pertanggungjawaban sosial untuk mengetahui
dampak ekologi atas suatu prestasi ekonomi perusahaan. Peran pemerintah
menjadi sentral perhatian pengelolaan lingkungan sebab pemerintah selaku


pihak yang memiliki tanggungjawab dan kewenangan atas regulasi lingkungan
Pengaruh Kebijakan Moneter.
Pada saat ini sistem perekonomian global menganut sistem floating rate
dimana nilai tukar mata uang masing-masing negara tergantung pada mekanisme
pasar. Sistem ini menuntut para pelaku untuk menentukan strategi bisnis agar
dapat bertahan dari persaingan baik dari sesama perusahaan domestik maupun
dari perusahaan asing. Akan tetapi perubahan nilai mata uang dimana
merupakan fleksibilitas mekanisme pasar pun masih dapat dikendalikan oleh
pemerintah. Sehingga secara tidak langsung kebijakan pemerintah turut
mempengaruhi kekuatan perusahaan.
Salah satu upaya pemerintah untuk memperbaiki perekonomian negara
adalah dengan melakukan devaluasi, dimana pemerintah dengan sengaja
menurunkan nilai mata uang negaranya. Harapannya adalah dengan menurunnya
nilai mata uang maka perusahaan-perusahaan terpacu untuk meningkatkan
komoditas ekspor mereka. Namun kebijakan ini memiliki potensi memperburuk
kondisi ekonomi dalam negeri yang disebabkan harga jual produk di pasar
domestik cenderung meningkat sehingga daya beli masyarakat cenderung turun.

Beri Nilai