Anda di halaman 1dari 4

ORGANISASI BISNIS DAN LINGKUNGAN BISNIS

Agar bisnis dapat berjalan dengan sukses maka perlu diorganisasikan. Dalam
mengorganisasi suatu bisnis tentunya harus memperhatikan unsur-unsur bisnis yang
ada. Unsur bisnis yang perlu mendapat perhatian pengusaha yaitu lingkungan bisnis.
Lingkungan sangat besar pengaruhnya kepada efisiensi dari operasional perusahaan
dan kemampuannya untuk memperoleh keuntungan, Untuk itu setiap pemilik dan
pemimpin usaha harus dapat memahami keadaan lingkungannya dan dampak
lingkungan tersebut terhadap usahanya.
Pengertian Organisasi Bisnis
organisasi bisnis yaitu suatu organisasi yang melakukan aktivitas ekonomi dan
bertujuan untuk menghasilkan keuntungan (profit), dengan kata lain bisnis itu
adalah aktivitas terorganisir perusahaan untuk menyediakan barang dan jasa bagi
konsumen. Contoh organisasi bisnis adalah radio. Radio disebut organisasi bisnis
karena tujuan ekonominya adalah menghasilkan keuntungan melalui kegiatan
penyampaian informasi dan hiburan kepada masyarakat.
Dinamika Lingkungan Bisnis
Organisasi sebagai kumpulan orang-orang tidak dapat di lepaskan dari
lingkungan, sebab pada dasarnya organisasi juga merupakan bagian dari
lingkungan dan masyarakat. Contohnya sebuah keluarga merupakan bagian dari
lingkungan RT, RW hingga lingkungan yang lebih besar. Begitu juga halnya
perusahaan yang beroperasi di sebuah lingkungan selain kegiatan berbisnis,
perusahaan tersebut juga terlibat dengan lingkungan diseputar Perusahaan. Oleh
karena itu sebuah Organisasi perlu memahami lingkungan apa saja yang terkait
secara langsung maupun tidak langsung. Misalnya, Organisasi beroperasi di
daerah yang tingkat penganggurannya tinggi, maka Organisasi tersebut perlu
memikirkan tentang pencapaian tujuan Organisasi, apabila Tingkat pengangguran
tinggi maka bisa dipastikan tingkat pendapatan juga akan rendah, Organisasi/
Perusahaan perlu memikirkan untuk merekrut tenaga kerja dengan
memperioritaskan masyarakat disekitar perusahaan, juga Organisasi perlu


memperhatikan sisi negative dari organisasi/ Perusahaan contohnya : Masalah
Limbah, Polusi Udara, Kebisingan dll.
Jika diabaikan maka masyarakat akan mengajukan keberatan dan mungkin
gugatan terhadap perusahaan, akibatnya perusahaan terancam akan terganggu
dan yang lebih parah ditutup. Pernyataan tadi menunjukan bahwa organisasi
tidak dapat mengabaikan bahwa mereka merupakan bagian dari lingkungan,
khususnya lingkungan masyarakat. Oleh karena itu kegiatan manajemen yang
akan dilakukan mestinya pempertimbangkan factor lingkungan baik langsung
maupun tidak langsung yang terkait dengan Organisasi, yaitu Lingkungan Internal
(lingkungan yang terkait dengan eksistensi sebuah organisasi) dan Lingkungan
Eksternal (Lingkungan yang terkait dengan kegiatan operasional organisasi dan
bagaimana kegiatan operasional itu dapat bertahan). Lingkungan Eksernal terbagi
2 yaitu: Lingkungan Micro (yang terkait langsung dengan organisasi) dan
Lingkungan Makro (Lingkungan yang tidak terkait secara langsung dengan
organisasi). Lingkungan makro terbagi duayaitu ; lingkungan local dan lingkungan
Internasional.
Lingkungan Bisnis
1. Lingkungan Organisasi
Barney dan Griffin membedakan konsep lingkungan organisasional dalam dua
bentuk, yaitu:
1. Lingkungan Umum (General Environment)
Lingkungan umum meliputi semua kecenderungan dan kondisi eksternal
dalam arti luas yang secara tidak langsung mempengaruhi organisasi. Lingkungan
ini inheren pada organisasi dalam arti sebagai bagian dari organisasi tersebut.
2. Lingkungan Tugas (Task Environment)
Sedangkan lingkungan tugas merupakan sejumlah individu, kelompok dan
organisasi lain yang secara langsung memiliki pengaruh namun lingkungan ini
bukan merupakan bagian dari organisasi tersebut atau tidak inheren.
Bidang-Bidang Pekerjaan Dalam Organisasi Bisnis
- Perusahaan Perseorangan


- Persekutuan Firma
- Perseroan Komanditer (Commanditer Vennootschap / CV)
- Perseroan Terbatas
- Koperasi
- Yayasan
- BUMN
Mengelola Isu Dalam Masyarakat International
Lingkungan yang lebih luas dari Negara yang pada praktiknya memengaryhi
kegiatan, terutama jika perusahaan melakukan kegiatan bisnis Internasional,
Yaitu transaksi bisnis yang melibatkan lebih dari satu Negara dan lingkungan
Internasional ini juga peluang sekaligus ancaman. Apalagi dengan adanya
Globalisasi. Globalisasi pada prinsifnya merupakan sebuah proses untuk
menjadikan dunia ini menjadi satu. Konsekuensi logis dari globalisasi, setiap
Negara aka lebih mudah untuk berintraksi satu sama lain. Interaksi ini dapat
berupa transaksi jual beli yang lebih mudah, termasuk persaingan yang sangat
ketat dari dalam maupun dari luar negeri. Suatu perusahaan perlu memahami
benar faktor internasional ini, terutama jika perusahaan tersebut berharap untuk
dapat terus bertahan dalam jangka panjang, di mana perubahan ke arah
kompetisi global akan semakin dirasakan sebagai sebuah kanyataan yang tidak
dapat ditolak.
Faktor-Faktor Yang Terkait Dengan Dalam Bisnis Internasional
- Kontrol dalam Perdagangan Internasional
Antisipasi Negara pada sebuah perusahaan agar tetap berdiri dengan
kebijakan-kebijakan.
- Komunitas Ekonomi Internasional
Kelompok yang terdiri dari berbagai Negara yang bersepakat untuk
mengurangi kendala-kendala dalam perdagangan Internasional.
- Perbedaan Budaya Antar Negara
Budaya dalam Organisasi merupakan Nilai-nilai dan norma yang dianut oleh
Organisasi dan membantu anggotanya memahami bagaimana sebenarnya


sebuah organisasi bisnis berjalan, dan apa yang penting dan tidak penting
bagi Organisasi bisnis dikaitkan dengan lingkungan sekitarnya.
Budaya Organisasi Dan Kegiatan Bisnis
a. Pentingnya Budaya Bagi Organisasi Bisnis
Budaya Organisasi penting sekali untuk dipahami karena banyak pengalaman
menunjukan bahwa tenyata budaya organisasi tidak saja berbicara mengenai
bagaimana sebuah organisasi bisnis menjalankan kegiatanya sehari-hari, tetapi
juga sangat memengaruhi bagaimana kinerja yang dicapai oleh sebuah
Organisasi.
b. Faktor-Faktor Penentu Terbentuknya Budaya Organisasi
Budaya Organisasi tebentuk sejak organisasi terbentuk,tumbuh, dan
berkembang. Apa yang dirasakan dan dialami oleh setiap perusahaan.
Pengalaman ini berupa kesuksesan maupun kegagalan. Keuksesan disebabkan
konsep bisnis yang tepat, pendekatan menejemen yang terbaik, sebaliknya
kegagalan disebabkan ketidaktepatan konsep bisnis yang dijalankan, manajemen
yang buruk dll. Fase-fase inilah pada dasarnya menentukan bagai mana organisasi
itu terbentuk dan diyakini, yang kemudian dijadikan konsep norma dan nilai oleh
Organisasi.
c. Manajemen Bagi Budaya Organisasi
Seorang manajer perlu memahami benar budaya Organisasi mana yang harus
dipertahankan dan mana yang harus diubah. Pengetahuan yang sangat pesat,
mendorong Perusahaan menyesuaikan dan melakukan perubahan yang terkait
dengan budaya Organisasi, jika organisasi berjalan bekerka lambat,tidak tepat
waktu, maka dapat dikatakan organisasi tersebut tidak dapat beradaptasi dengan
lingkungan. Maka dari itu para manajer harus tahu persis budaya organisasi apa
yang semestinya di bangun dan dipertahankan.

Beri Nilai