Anda di halaman 1dari 25

PROSES PENGOLAHAN KARET RSS (Ribbed smoked sheet)

di PTP Nusantara VIII





DAPTAR ISI
Kata Pengantar i
Daftar isi . ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang 1
B. Rumusan masalah .. 1
C. Tujuan .. 1
D. Manfaat 1
E. Sistematika penulisan .. 2

BAB II LANDASAN TEORI
A. Pengertian karet RSS 3
B. Pengolahan karet RSS .......... 3
1. Bagan proses pengolahan RSS . 3
2. Pengangkutan& penerimaan 4
3. Pengenceran& pembekuan . 5
4. Penggilingan& penirisan . 6
5. Pengasapan & pengeringan . 7
6. Sortasi . 8
7. Pengepresan,pengepakan& penyimpanan .. 11

BAB III METODOLOGI
A. Tempat penelitian . 14
B. Waktu penelitian ... 14
C. Tenaga penelitian ... 14
D. Alat dan bahan . 14
E. Sumber data . 14
F. Langkah kerja . 14

BAB IV DATA PENGAMATAN DAN ANALISIS DATA
A. Data pengamatan 16
B. Analisis data . 16

BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan 17
B. Saran .. 17

Lampiran-lampiran

Daftar pusaka

********************************************************************************
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
PTP Nusantara VIII Merupakan salah satu prosedur karet di Indonesia. Produk yang dihasilkan harus
berkualitas tinggi, memenuhi kepuasan konsumen dan proses pengolahanya dilaksanakan sesuai
persyaratan atau peraturan yang berlaku. PTP Nusantara VIII di tuntut untuk mampu bersaing dan salah
satu antaranya dengan menjaga brand image yang baik.
Proses pengolahan karet sangat di pengaruhi oleh kualitas bahan baku karet yang di olah, mesin-mesin
yang digunakan, proses pengolahan, sumber daya manusia dan kondisi lingkungan pabrik, sehinga di
perlukan pembuatan standar operasional prosuder (SOP) pengolahan karet RSS sebagai standar tatacara
kerja, proses pengolahan terbaik yang menjamin konsistensi mutu yang berlaku untuk semua pabrik
karet RSS dilingkungan PTP Nusantara VIII. Ini bertujuan untuk dijadikan sebagai pedoman dalam
mengolah bahan baku lateks menjadi karet RSS.
B. RUMUSAN MASALAH
a. Apa yang dimaksud dengan karet RSS ?
b. Bagaimana proses pengolahan Karet RSS ?

C. TUJUAN
Makalah ini kami susun selain untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran bahasa Indonesia , juga
kami bertujuan untuk menanbah referensi mengenai proses pengolahan karet RSS
D. MANFAAT
Untuk mengetahui apa itu karet RSS dan proses pengolahanya
E. SISTEMATIKA PENULISAN
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisi tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan, dan manfaat
BAB II PEMBAHASAN
Bab ini membahas alur proses pengolahan karet RSS penangkutan dan penerimaan lateks,
pengenceran dan pembekuan. Penggilingan dan penirisan, pengasapan dan pengeringan, sortasi,
pengepresan, pengepakan dan penyimpanan.
BAB III METODOLOGI
Bab ini membahas tempat penelitian, waktu, tenaga penelitian, alat dan bahan penelitian, sumber
data,dan langkah kerja.
BAB IV DATA PENGAMATAN DAN ANALISIS DATA
Bab ini membahas data pengamatan dan analisis data.
BAB V PENUTUP
Bab ini membahas kesimpulan dan saran.
DAFTAR PUSTAKA


BAB II
LANDASAN TEORI
1. Pengertian karet RSS
Ribbed smoked sheet adalah jenis karet berupa lembaran sheet yang mendapat proses pengasapan
yang baik ini termasuk produk olahan yang berasal dari lateks atau getah tanaman karet yang di olah
secara teknik mekanisme dan kimiawi dengan pengeringan menggunakan ruang asap. Faktor-faktor
yang memengaruhi mutu akhir pengolahan RSS adalah pembekuan atau koagulasi lateks, pengasapan
dan pengeringan.
2. Proses pengolahan karet RSS
A. Bagan proses pengolahan karet RSS
Penerimaan bahan olah
Pengenceran

penggilingan
pelaburan
penyimpanan
pengiriman
pembungkusan
pengepakan
sortasi
pengasapan
penirisan
pembekuan





B. Pengangkutan dan penerimaan lateks
1) Ketentuan teknis
a. Tangki lateks yang digunakan harus dalam keadaan baik dan bersih
b. Kapasitas tangki yang dibawa oleh truk kurang lebih 1000- 4000 liter
c. Jika volume lateks yang diangkut melebihi kapaskitas tangki, sisanya di masukan ke tempat yang
lain yang bersih
d. Tangki harus terbungkus dengan karung goni , dalam keadaan basah
2) Cara kerja
a. Cucilah tangki,tutup tangki,saringan dan kran pengeluaran setiap hari setelah selesai pengiriman
lateks
b. Sebelum dimasukin kedalam tangki lateks diatas truk harus disaring dahulu dengan saringan yang
berkuran lubangnya 5 mm, dengan jarak antar sumbu lubang 1 cm
c. Penerimaan lateks di saring dengan saringan mesh 20
d. lateks harus bebas kontaminan
e. ambil sample atau contoh untuk menentukan volume dan kkk lateks
f. Penentuan faktor pengeringan dilakukan setiap 3 bulan sekali
g. Setiap lateks tiba di pabrik harus dianalisa kandungan amonia dalam lateks.
h. Penerimaan lump harus bebas kontaminan
i. Lalu bahan olah ditimbang memakai timbangan atau diukur dengan mistar ukur yang terbuat dari
alumunium atau stainless steel untuk mengetahui jumlah lateks
Untuk mewujudkan tertib,bersih,layak olah dan bebas kontaminan diperlukan hal-hal sebagai berikut :
a. Hindari kebocoran tangki dengan cara memeriksa tangki lateks sebelum digunakan
b. Hindari ceceran lateks selama pengangkutan dari kebun menuju pabrik dan minimalkan guncangan
supaya tidak menimbulkan banyak busa
c. Bak penerimaan, saringan lateks, talang lateks dan mistar ukur harus bersih dari kontaminan
d. Untuk mencegah tumpahan lateks pada waktu pemindahan dari tangki tidak menggunakan karung
platik, bisa menggunakan ban dalam bekas
e. Menyimpan alat kerja secara rapih dan tertib pada tempatnya
f. Untuk menjaga keselamatan dan kesehatan kerja harus di sediakan kotak P3K

C. Pengenceran dan pembekuan
1) Ketentuan teknis :
a. Pengenceran disesuaikan dengan rencana waktu proses penggilingan
b. Volume per bak kurang lebih 65-100 kg karet kering
c. Penggunaan asam semut konsentrasi 2% atau asap cair formula disesuaikan dengan hasil analisa
kandungan amoniak dalam lateks dan KKK
d. Koagulum harus direndam air untuk menghindari oksidasi
e. Pencabutan plat sekat aluminium dilakukan secara bertahap dan pengangkatan koagulum dari bak
ke talang peluncur di tumpuk maksimal 2 lembar dan tidak boleh di lipat
f. Air untuk pengolahan harus bersih disaring dengan kain dan bebas kontaminan dengan ph 6-8

2) Cara kerja
a. Ambilah sempel untuk penentuan KKK,
b. Hasil penentuan kkk dicatat dan dilaporkan kepada mandor pengolahan
c. Pengenceran lateks dilakukan dibak kolagulasi
d. Pemberian air untuk pengenceran lateks disesuaikan dengan rencana pengolahan selanjutnya di
giling langsung atau di giling pagi
e. Lateks dari bak penerimaan dialirkan ke bak pembekuan melalui talang lateks di saring dahulu
dengan saringan mesh 40 atau 60
f. Pengadukan air dan lateks dilakukan 3 kali maju, 3 kali mundur, busa yang timbul akibat
pengadukan harus diambil dan di tampung
g. Berilah asam semut konsentrasi 2% untuk pembekuan dengan ratio maksimum 12 cc/kg karet
kering atau asap cair formula dengan ratio maksimum 25 cc/kg karet kering
h. Pengadukan lateks dan asam semut dilakukan maksimal 7 kali maju, 7 kali mundur dan busa yang
timbul diambil secara hati-hati sampai bersih serta di tampung kemudian di pasang sekat
i. Koagulum dalam bak koagulasi setelah proses pembekuan kurang lebih 1 jam di rendam air untuk
menghindari oksidasi dan lengket
D. Penggilingan dan penirisan
Tujuannya untuk memperlebar karet dan membuang serum, menyeragamkan ketebalan lembaran karet
untuk mempercepat proses pengasapan. Ketebalan lembaran karet yang sudah di giling kurang lebih 3-
4mm. Penirisan ini dilakukan selama kurang lebih 1 jam dan pengasapan 5-6 hari
kapasitas mesin giling 300-500 kg/jam, pemasangan jarak rol giling disesuaikan dengan sasaran
ketebalan hasil giling
1) Cara kerja
a. Penggilingan
pertama cabut sekat alumunium dalam bak koagulasi secara bertahap
angkat lembaran koagulasi keatas talang alumunium sebanyak maksimum 2 lembar dan tidak boleh
dilipat
masukan koagulum kedalam mesin giling satu persatu
selama melakukan penggilingan diusahakan jalannya lembaran karet lurus melalui roll gilingan no 1
sampai roll terakhir
lembaran karet keluar dari mesin giling harus melalui pembilasan air yang mengalir
selama penggilingan semua roll harus dialiri air untuk perdinginan dan menghindari lembaran karet
lengket dengan roll
b. Penirisan
rak, gantar bambu yang dipersiapkan untuk menggantungkan lembaran karet harus terbebas dari
jamur dan kontaminasi
lembaran karet yang telah dibilas dan digantung diatas gantar bambu untuk dilakukan penirisan
selama kurang lebih 1 jam
untuk kamar asap yang menggukakan lori, penirisan dilakukan diatas lori, sedangkan yang tidak
menggunakan lori menggunakan rak penirisan khusus
E. Pengasapan dan pengeringan
Tujuannya untuk menurunkan kadar air dan memberi warna serta mengawetkan lembaran karet.
Pemakaian kayu bakar 2.5 - 3.5 m3/ ton karet kering dan lamanya proses pengasapan ini kurang lebih 5-
6 hari
pemberian suhu didalam kamar asap :
hari ke 1 = 40-45 derajat celcius
hari ke 2 = 45-50 derajat celcius
hari ke 3 = 50-55 derajat celcius
hari ke 4 = 55-60 derajat celcius
hari ke 5 = 35-50 derajat celcius
hari ke 6 = lembaran karet di turunkan
Cara kerja
a. Lembaran karet yang sudah ditiriskan dimasukan kedalam kamar asap
b. Beberkan lembaran karet pada gantar maksimal 5 lembar dan hindari tumpang tindih antara
lembaran supaya tidak lengket
c. Isi kamar asap sesuai dengan kapasitas yang terpasang
d. Pemberian asap dilakukan setelah kamar asap penuh
e. Jika yang digunakan lori setelah penirisan masukan ke kamar asap
f. Pembalikan sheet dilakukan setelah proses pengasapan kurang lebih 30 jam
F. Sortasi
Tujuannya menghasilkan lembaran RSS sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan atau sesuai
dengan keinginan konsumen
persentase perolehan mutu RSS sebagai berikut :
- mutu RSS 1 minimal 95%
- mutu RSS 2 maksimal 2%
- mutu RSS 3 maksimal 1%
- cutting RSS maksimal 2%
lembaran RSS Bebas dari kontaminan seperti serpihan kayu, serat bambu, plastik, butiran pasir, mentah,
lembek, jamur dan gelembung besar.


Ketentuan teknis :
a. Mutu RSS 1
Tiap ball harus dibungkus, bebas dari cendawan, tapi jika pada waktu penyerahan terdapat sedikit
cendawan kering pada pembaliknya atau pada permukaan ball yang melekat pada pembulatnya
sheetnya bintik-bintik atau bergaris, karena oksidasi, lembek, mengalami pemanasan tinggi, kurang
matang, terlalu lama diasap, buram
karet harus kering, bersih, kekar, baik keadaanya, dan tidak mengandung cacat, bahan-bahan yang
bersifat seperti damar (berkarat), pembungkus yang kotor dan benda-bemda/ bahan-bahan lainnya
kecuali noda kecil.


b. Mutu RSS 2
Bila terdapat sedikit bahan yang bersifat seperti damar (karat) dan sedikit cendawan kering pada
pembalut permukaan ball dan pada sheet yang Ada didalamnya.
Bila terdapat bahan karat-karatan atau cendawan kering dalam jumlah cukup berarti yaitu lebih dari
5% dari jumlah ball-ball yang diperiksa dijadikan contoh maka hal itu merupakan dasar bagi penolakan.
Gelembung-gelembung kecil dan noda-noda kecil yang berasal dari kulit kayu, dalam jumlah seperti
pada contoh, tidak akan ditolak
Sheet yang berbintik-bintik atau bergaris-garis akibat oksidasi, lembek, mengalami pemanasan tinggi,
kurang matang, terlalu lama diasap, buram, dan hangus tidak di perkenalkan
Karet yang bersangkutan harus kering, bersih, kekar, baik keadaannya dan tidak mengandung cacat,
lepuh-lepuh, pasir, pembungkus yang kotor, dan segala benda-benda/bahan-bahan asing lainnya, selain
dari pada yang diperkenakan menurut ketentuan diatas

c. Mutu RSS 3
Bila pada aktu penerahan terdapat sedikit bahan ang bersifat seperti damar karat dan sedikit
sendaa kering pada pembalut pada permukaan ball dan sheet ang A da didalamna tidak akan ditolak
Bila terdapat karat atau cendawan kuning dalam jumlah ball yang cukup berarti, yaitu lebih dari 10%
dari jumlah yang diperiksa
Adanya sedikit cacat warna, gelembung - gelembung udara kecil dan noda kecil yang berasal dari kulit
kayu dalam jumlah seperti pada contoh, masih diperkenakan
Sheet yang berbintik-bintik atau bergaris-garis karena oksidasi, lembek' mengalami pamanasan tinggi,
kurang matang, terlalu lama diasap, buran dan hangus tidak diperkenankan
Karet harus kering. Kekar atau tidak cacat, lempur, pasir

d. Citting
Harus potong-potong kecil dan sedikit mantah
Cara kerja
a. Untuk produksi yang akan diturunkan dari kamar asap kurang lebih jam 05.00 api dalam tangku
sudah dipadamkan
b. Pembongkaran lembaran RSS dari kamar asap disimpan ditempat yang bersih sebelum diangkut ke
ruang sortasi
c. Lembaran RSS diangkut keruang sortasi menggunakan roda dorong, dipikul atau monorail
d. Lembaran RSS sebelum disortir diruang sortasi terlebih dahulu ditimbang jumlah berat seluruhnya

e. Prinsip-prinsip pekerjaan yang dikerjakan diruang sortasi diantaranya :
lembaran RSS diperiksa diatas meja kaca secara visual
memisahkan hasil sortasi sesuai dengan jenis mutunya
lembaran RSS yang terkena kontraminan seperti serat bambu, jelaga, dan kotoran lain dibersihkan
lembaran RSS yang terkena jamur digosok dengan formin 1 %
apabila ada bagian lembar RSS yang mentah,lembek,gelembung-gelembung besar, dipisahkan dengan
cara digunting
lembaran RSS setelah disortir menurut jenisnya dilipat dengan ukuran :
1) Berat per ball 113 kg/ 111,11 kg dengan ukuran 47-48 cm
2) Berat per ball 33,3 kg dengan ukuran 65 cm
3) Berat perball 5 kg dengan ukuran 25 cm
f. Lakukan penimbangan sesuai dengan berat per ball termasuk pembungkus yang telah ditentukan
dan beri identitas sesuai jenis mutunya.
g. Lembaran rrs yang masih mentah dimasukan kembali ke kamar asap untuk dikeringkan kembali
kurang lebih 2 hari dan di catat di papan tulis kamar asap
G. Pengepresan, pengepakan dan penyimpanan
Merupakan proses akhir dari pengolahan rss sebelum dijual ke konsumen, tujuanya untuk melindungi
produk dari kerusakan fisik. Mengakibatkan penurunan mutu produksi, ketinggian tumpukan bal di
gudang maksimal 2 ball dan jarak antar bal ke dinding gudang kurang lebih 20 cm
Ketentuan teknis
a. Tekanan pressan memadai sampai kunci pressan bisa terpasang
b. Volume oli dalam tangki sesuai ukuran yang diijinkan
c. Alas peti press harus dilapisi alumunium\plastik vinil
d. Lantai beralas kayu dan dilapisi plastik vinil
e. RSS yang akan dipress harus disimpan didekat ball press
f. Pengunci pressan harus kuat kokoh dan stabil
g. Memenuhi bentuk dan ukuran ball sesuai permintaan pasar
Cara kerja
a. Pengepresan
1) Pasang alas peti dan peti pressan ditempat pengepressan
2) Masukan lembaran RSS hasil penimbangan yang telah ditentukan jenis mutu dan berat
timbangannya, satu persatu kedalam peti pressan dan dipasang penutup
3) Lakukan pengepressan sampai pada ketinggian yang ditentukan, buka peti pressan dan pasang
begel pengunci kemudian hasil pressan dikeluarkan dan disimpan ditempat yang sudah ditentukan
4) Begel pengunci dibuka setelah hasil pengepressan dibiarkan selama kurang lebih 24 jam supaya tidak
mengalami perubahan bentuk
b. Pembungkusan
Lakukan pembungkusan ball disesuaikan dengan jenis mutu RSS dengan cara dilem/dijara
c. Pelaburan
1) Ball dijajarkan berbaris dan diberi jarak antara ball dengan ball untuk memudahkan pelaksanaan
pelaburan
2) Pelaburan ball memperngunakan :
talk powder
premium
minyak tanah atau solar
guntingan karet
cat sablon
sikat\kwas
3) Ball yang telah selesai dilabur selanjutnya diberi idebtitas menggunakan cat sablon antara lain :
jenis produk
nomor lot
nomor ball
berat per ball
asal produk
d. Pengepakan
1) Pengepakan biasa
RSS 1 18 ball per lot @113 kg = 2034 kg
RSS 2 9 ball per lot @113 kg = 1017 kg
RSS 3 9 ball per lot @ 113 kg = 1017 kg
cutting RSS 5 ball per lot @ 113 kg = 565 kg
2) Pengepakan khusus
RSS 1 18 ball per lot @ 111,11 kg = 2000 kg
RSS 1 36 ball per pallet @ 33,33 kg, satu lot 8 pallet @ 1200 kg = 9600 kg
RSS 1 10 per ball karung @ 5 kg, satu lot 40 karung
3) Persiapan bahan pengepakan khusus :
Small ball
Alas palet, plastic sw 0,2 mm, plastic bungkus o,3 mm , plastic hitam 0,14 mm, plastic ampar 0,1 mm,
palstik label, ban eizer, gas elpiji,catt sablon, thiner
Very small ball
Karung bagor, plastic pe 0,3 mm, tali rapia,cat sablon,minyak sablon m4, spidol permanen,rackel
e. Penyimpanan
1) Penyusunan dan penumpukan ball dikelompokan menurut jenis mutu,nomor lot, maksimal
tumpukan 2 tahap
2) Penyusunan no lot harus di atur

BAB III
METEDOLOGI
A. Tempat penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di lahan perkebunan karet PTPN VIII.
B. Waktu penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 19 april 2013
C. Tenaga penelitian
Penelitian ini dilaksanakan oleh :
Ardan ray lesmana
Dede Asri Maryanti
Elsa Kurnia putri
M. ridwan
Ulfa Nurajizah
Wulan destiani saputri
Siti reista asih apriliani

D. Alat dan bahan penelitian
Lateks
Kayu
Talang lateks
Saringan lateks
Sheeter
E. Sumber data
kami mengambil data ini dari buku pengolahan karet PT PERKEBUNAN NUSANTARA VIII Dan jasa
internet
F. Langkah kerja
kita mendiskusikan apa yang harus kita teleti
kami datang ke tempat pabrik pengolahan karet
kami melihat proses pengenceran,pembekuan, di tempat pengolahan karet pertama
kami menuju ke proses selanjutnya yaitu penggilingan dan penirisan
selanjutnya kami menuju ke ruangan asap untuk melihat proses pengasapan dan hasil pengasapan
selanjutnya kami menuju ke ruangan ruang sortasi untuk melihat proses perbedaan RSS
selanjutnya hasil sortasi di kepak di ruangan pengepakan dengan berat yang sama sesuai RSS dan
dibungkus lalu di simpan di gudang dan disusun sesuai mutu jenisnya lalu dikirim
setelah itu kami mendiskusikan hasil penelitian kami bersama-sama


BAB IV
DATA PENGAMATAN DAN ANALISIS DATA
A. Data pengamatan
Berdasarkan pengamatan yang kami amati PTPN VIII adalah salah satu produsen karet di Indonesia yang
menghasilkan karet dengan kualitas yang baik dengan proses yang panjang dan dapat memenuhi
kepuasan konsumen.
Adapun proses yang harus dilalui untuk membuat bahan karet yaitu :
Penerimaan bahan olah-pengenceran-pembekuan-penggilingan-penirisan-pengasapan-sortasi-
pengepakan-pembungkusan-pelaburan-penyimpanan-pengiriman.

B. Analisis data
Dengan proses pengenceran dan pembekuan kita bisa menyeragamkan KKK lateks kebun menjadi KKK
lateks standar pabrik sehingga dapat memudahkan untuk proses penggilingan dan penirisan. Proses
penggilingan ini kita menyeragamkan ketebalan lembaran karet untuk mempercepat proses
pengasapan.
Proses pengasapan ini bertujuan untuk menurunkan kadar air dan member warna serta mengawetkan
lembaran karet, lalu selanjutnya proses sortasi. Sortasi ini bertujuan untuk menghasilkan lembaran RSS
sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan dengan mengacu kepada The Green Book.


BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Ribbed smoked sheet (RSS) adalah jenis karet berupa lembaran sheet yang mendapat proses
pengasapan yang baik ini termasuk produk olahan yang berasal dari lateks atau getah tanaman karet
yang di olah secara teknik mekanisme dan kimiawi dengan pengeringan menggunakan ruang asap.
Proses pengolahan karet sangat di pengaruhi oleh kualitas bahan baku karet yang di olah, mesin-mesin
yang digunakan, proses pengolahan, sumber daya manusia dan kondisi lingkungan pabrik, sehinga di
perlukan pembuatan standar operasional prosuder (SOP) pengolahan karet RSS sebagai standar tatacara
kerja, proses pengolahan terbaik yang menjamin konsistensi mutu yang berlaku untuk semua pabrik
karet RSS dilingkungan PTP Nusantara VIII. Ini bertujuan untuk dijadikan sebagai pedoman dalam
mengolah bahan baku lateks menjadi karet RSS.

B. Saran
Pengolahan yang lebih bersih dan higienis akan menjadikan kita lebih sehat dan tidak cepat terserang
penyakit, untuk meningkatkan kualitas karet lebih baik pekerjanya ditambah sehingga prosesnya lebih
cepat dan lebih bermutu, diharapkan adanya perlindungan hutan supaya hasil karet lebih bermutu dan
terjamin.

DAFTAR PUSTAKA
PT Perkebunan Nusantara VIII.2011.Teknik pengolahan non teh.
PT Perkebunan XI persero 1933.vademecum.budidaya karet ( hevea brazilliensis).
Riskydhaagriculture.blogspot.com./2011/12/normal


Lampiran-lampiran


PROSES PEMBEKUA N

PROSES PENGERINGAN


PROSES SORTASI


HASIL KARET SETENGAH JADI BAN


PROSES PENGGILINGAN


PROSES PENGASAPAN


PROSES PENGENCERAN




ALAT PENGEPRESAN CUTTING


ALAT PENGEPRESAN


PROSES PENGEPAKAN