Anda di halaman 1dari 10

Sensor dan Instrumentasi Pada Belt Conveyor

Salah satu transportasi yang banyak digunakan di industry khususnya di industry semen
adalah belt conveyor.
Dipilihnya sistim Ban Berjalan sebagai sarana transportasi material adalah karena
tututan untuk meningkatkan produktifitas, menurunkan biaya produksi dan juga kebutuhan
otomatisasi dalam rangka mempertinggi efisiensi kerja. Pada kesempatan kali ini, kita akan
membahas peralatan instrumentasi yang ada di belt conveyor.

Speed Sensor
Speed Sensor atau sensor kecepatan merupakan sensor yang digunakan untuk
mengetahui perubahan kecepatan dari perputaran belt conveyor. Terdiri dari shaft encoder
dan sensor photodetector. Prinsip kerjanya sederhana, yaitu menghitung frekuensi dari
pulsa yang dihasilkan dari deteksi sinyal on/off photodetector dan dikonversikan ke
kecepatan berdasarkan waktunya.
Sensor ini kita kombinasikan dengan Load Cell sehingga dapat difungsikan sebagai
Weighing system untuk mengukur flow material diatas belt.


Drift Switch
Drift Switch atau Sway merupakan peralatan instrumentasi yang digunakan sebagai Safety
Equipment pada belt conveyor. Fungsinya adalah untuk mengetahui posisi belt dalam
keadaan miring ketika sedang beroperasi sehingga sering juga disebut sebagai
missalignment sensor. Prinsip kerjanya sederhana, sesederhana limit switch karena drift
switch ini hanya mengirimkan sinyal on/off saja ke ccr sebagai indikasi dari posisi belt.
Tuas silinder pada drift switch berfungsi sebagai saklar ketika belt menyentuhnya dia akan
mengirim sinyal on ke CCR dan sebaliknya.



Rope Switch
Rope switch merupakan salah satu peralatan safety yang digunakan pada belt
conveyor. Selain Rope Switch ada juga yang menyebutnya Pull Cord Switch namun
sebenarnya tetap menunjukan satu komponen instrumentasi yang sama. Cara kerja alat
yang satu ini sebenarnya sederhana, hanya dengan menarik rope/ tali yang menjuntai
sepanjang belt conveyor maka switch akan aktif. Switch disini berfungsi sebagai hardwire
interlock sehingga akan mematikan sistem yang terhubung dengan belt conveyor
(interlock) jadi bukan hanya belt conveyor saja yang akan berhenti beroperasi.




Speed detector
Rotary speed detector merupakan peralatan instrumentasi yang digunakan untuk
mendeteksi suatu bagian peralatan sedang berputar atau tidak. Biasanya pada belt
conveyor, sensor ini diletakan pada salah satu Pulley. Cara kerjanya sama seperti speed
sensor, yang membedakannya sensor ini digunakan hanya untuk indikator saja bukan
untuk mengetahui kecepatan putaran. Namun meskipun demikian, sensor ini juga
berfungsi sebagai bagian dari interlock system.



Itulah tadi beberapa sensor ataupun peralatan instrmentasi yang terdapat di Belt Conveyor.
Peralatan-peralatan instrumentasi tersebut dipasang dengan tujuan untuk memonitoring
kerja dari belt conveyor dan juga sebagai pelatan safety untuk belt conveyor itu sendiri.

Sebenarnya masih ada beberapa peralatan instrumentasi lainnya yang terdapat di Belt
Conveyor seperti Belt Weigher, Metal Detector, Metal Separator. Namun fungsinya adalah
untuk tujuan Proses Produksi.





Sistem Conveyor Belt conveyor adalah alat angkut material secara
berkesinambungan (continue) dengan kecepatannya yang dapat diatur baik dalam keadaan
miring dan horizontal, selain itu belt conveyor didesain memperoleh kapasitas yang besar
dan dapat memberikan umpan (feeding) yang kontinyu. Belt conveyor dapat digunakan
untuk mengangkut material baik yang berupa unit load atau bulk material secara mendatar
maupun miring. Yang dimaksud dengan unit load adalah material yang biasanya dapat
dihitung jumlahnya satu persatu, misalnya ; kotak, balok dan lain-lain. Sedangkan bulk
material adalah material yang berupa butir-butir, bubuk atau serbuk, misalnya ; pasir,
semen dan lain-lain. Belt conveyor merupakan sistem pengangkutan yang dapat
diandalkan untuk mengangkut material tambang, baik berupa material tanah penutup
ataupun material hasil tambang seperti batubara. Keuntungan dalam menggunakan
conveyor adalah : Menurunkan biaya dan waktu dalam memindahkan material
Meningkatkan efisiensi pemindahan material Menghemat ruang Meningkatkan kondisi
kerja conveyor yang digunakan sebagai penyalur batubara dari unit feeder breaker dan
crusher kemudian ditransfer ke mine stockyard.
Bagian bagian dari Belt Conveyor adalah : Conveyor Belt Idler dan Roller
Centering device Unit penggerak Pemberat Belt Cleaner Skirt Holdback Motor penggerak
Electrical safety device Tramp metal magnet dan metal detector Transfer Chute Conveyor
Belt Conveyor Belt adalah permukaan yang bergerak dan menyangga material yang
diangkut pada bagian atasnya. Fungsinya untuk membawa material yang diangkut. Belt
dapat dibuat dari beberapa macam bahan, salah satu diantaranya adalah adalah lapisan
tenunan benang kapas (cotton) yang tebal sehingga membentuk suatu carcass. Kekuatan
belt dinyatakan oleh jumlah (ply rate), misalnya ; 5 ply. Conveyor Belt terdiri dari :
Lapisan penguat Tie Rubber (karet atas) Bottom cover (karet bawah) Reinforcement
(pengikat) Top cover adalah lapisan atas yang langsung bersentuhan dengan material.
Biasanya lapisan ini lebih tebal atau sama dengan ketebalan : 1 mm s/d 8 mm, jenis fabric
belt (penguat engan jenis tekstil : Nylon, polyester 5 mm s/d 18 mm, jenis steel cord
Bottom cover adalah lapisan bawah yang berhadapan dengan permukaan pulley dan roller,
pada umumnya mempunyai ketebalan 1 mm s/d 4 mm, jenis fabric belt 5 mm s/d 8 mm,
jenis steel cord belt

2. Idler
Pengertian Idler disini merupakan satu unit yang terdiri dari roller dan frame atau
bracket. Merupakan rol berbentuk tabung di samping ikut melancarkan jalannya belt
berjalan juga sekaligus menopangnya. Bagian-bagian belt untuk mengangkut beban tabung
gerak ini dirancang sedemikian rupa sehingga menyerupai saluran seperti yang diinginkan,
sedang bagian belt yang berputar kembali penopang tabung dibuat rata. Bagian penting
tabung yang membentuk saluran ini meliputi gilingan atau rol, landasan dan kerangka rol
(bracket).
Jenis-jenis Idler adalah : Carrying / trough idler Return idler Impact Idler Training
Idler Transition Idler Idler atas atau idler pengangkut atau idler pembawa (carrying idler)
yaitu yang digunakan untuk menahan belt muatan. Ada dua jenis : Trough idler, bentuknya
terdiri dari 2 atau 3 idler rata (idler flat) yang disusun sehingga memiliki sudut kemiringan
tertentu yang berfungsi untuk belt yang melengkung. Jenis troughed idler adalah three
sectioned idler dan two sectioned idler. Flat idler, bentuknya rata yang berfungsi untuk belt
yang datar. Idler penahan (impact idler), yaitu idler yang ditempatkan di tempat pemuatan.
Idler penengah (training idler), yaitu idler yang dipakai untuk menjalangi agar belt tidak
bergeser dari jalur yang seharusnya. Idler bawah atau idler balik (return idler), yaitu idler
yang berguna untuk menahan belt kosong. Gambar. 3.6 Idler dan roller
3. Centering device
Centering device berfungsi untuk mencegah agar belt tidak melesat dari roller-nya;
untuk itu di kiri kanan belt dipasang idler penengah (idler training).




Gambar 3.7 Centering Device
4. Unit pengerak (drive units)
Unit pengerak (drive units) berfungsi untuk menggerakkan belt conveyor. Pada belt
conveyor tenaga gerak dipindahkan ke belt oleh adanya gesekan antara belt dengan pulley
penggerak (drive pulley), karena belt melekat di sekeliling pulley yang diputar oleh motor
listrik, bensin atau diesel.
5. Pemberat (take-up or counter weight)
Pemberat (take-up or counter weight) yaitu komponen untuk mengatur tegangan
belt dan untuk mencegah terjadinya selip antara belt dengan pulley penggerak, karena
bertambah panjang belt. Jenis takeup ada bermacam-macam, yaitu :
5.1 Screw take-up
5.2 Counter weight (gravity) take-up, yang terdiri dari dua macam : Vertical
gravity take-up Horizontal (carriage gravity take-up) Gambar 3.8 Pemberat ( counter
Weight )
6. Belt Cleaner
Pembersih belt (belt cleaner) yaitu alat yang dipasang di bagian ujung bawah belt
agar material tidak melekat pada belt balik (return belt), karena belt, pulley dan idler yang
bersih akan memperpanjang umur belt. Sisa material/carry-back/spillage yang tidak
terkendali akan mengakibatkan : Lingkungan kerja penuh dengan tumpahan material dari
sisi balik Spillage menyebabkan penumpukan material pada roller dan pulley sehingga
diameter komponen tidak sama dan mengakibatkan belt berjalan tidak lurus Spillage
mengeras pada komponen yang bergesekan dengan belt dan akan menyebabkan keausan
yang tidak wajar dan memperpendek usia belt.



Gambar 3.9 Belt Cleaner
7. Skirts
Skirts adalah semacam sekat yang dipasang di kiri kanan belt pada tempat
pemuatan (loading point) yang terbuat dari logam atau kayu dan dapat dipasang
tegak atau miring yang digunakan untuk mencegah terjadinya ceceran (spills).
Adapun kriteria skirtboard adalah : Jarak antar skirtplate di ambil 2/3 dari lebar
sabuk Panjang skirtboard tergantung perbedaan kecepatan material dan kecepatan
conveyor, biasanya : Material mudah diangkut 0,7 - 1m per 0,5 m/sec Untuk
mengontrol debu dan tumpahan material 1,3 m per 0,5 m/dt




Gambar 3.10 Belt Skirt board

8. Holdback
Holdback adalah suatu alat untuk mencegah agar belt conveyor yang
membawa muatan ke atas tidak berputar kembali ke bawah jika tenaga gerak
(motor penggerak) tiba-tiba rusak atau dihentikan.

9. Motor penggerak Biasanya dipergunakan motor listrik untuk menggerakkan
drive pulley. Tanaga (HP) dari motor disesuaikan dengan keperluan, yaitu :
a. Menggerakan belt kosong dan mengatasi gesekan-gesekan antara idler
dengan komponen lain.
b. Menggerakkan muatan secara mendatar (horizontal)
c. Mengangkut muatan secara tegak (vertical)
d. Menggerakkan tripper dan perlengkapan lain
e. Memberikan percepatan pada belt bermuatan, bila sewaktu-waktu
diperlukan Gambar 3.11 Motor Penggerak

10. Electrical Safety dan Warning Device Alarm system for start up Emergency
stop Switch / pull wire switch Speed Sensor : Setiap unit memilik speed sensor
untuk mengontrol putaran.speed sensor harus disetting dengan kecepatan putaran
tertentu dan akan mematikan jika kecepatan putaran di bawah pengaturan, Speed
Sensor memiliki waktu delay 10 detik pada saat motor dinyalakan selama waktu
delay tersebut, unit harus sudah berada pada putaran nominalnya. Jika part yang
dikontrol (tail, pulley ,dll) tidak berputar dibawah kecepatan putaran yang diset,
maka unit akan berhenti.
Pull cord emergency switch Pull cord emergency switch di pasang
sepanjang conveyor. Jika pull cord ditarik, maka unit akan berhenti, demikian juga
unit yang di belakangnya ( yang interlock dengan unit tersebut). Reset dapat
dilakukan dengan menekan atau memutar switch agar berada pada posisi terbuka
(open).



Gambar 3.12 Electrical Safety Device

Misaligment switch Conveyor dan belt feeder dilengkapi dengan
misalignment switch yang berfungsi untuk menghentikan unit agar belt dapat
menghindar dari kerusakan pada saat belt mengalami bergeser kesamping karena
adanya suatu sebab. Belt yang bergeser harus diatur terlebih dahulu ke tengah
kembali dengan mengatur posisi kembali roller atau carrier roller dan
menggunakan local control untuk menjalankan belt ke posisi tengah.





Gambar 3.13 Misalignment Switch

11. Tramp metal magnet dan metalt detector
Tramp metal magnet berguna untuk menangkap besi/metal yang tercampur
dengan batubara di belt conveyor. Sedangkan metal detector berfungsi sebagai
pendeteksi besi/metal yang lepas dari pengawasan metal magnet, apabila
terindikasi bahwa ada metal yang melewati alat ini maka system unit conveyor
akan berhenti secara otomatis.

Gambar 3.14 Metal magnet dan Metal Detector

12. Transfer Chute (corong) pada titik pengumpan Untuk mengumpan material
searah dengan arah belt conveyor penerima. Posisi chute harus satu garis antara
conveyor pengumpan dengan conveyor penerima. Untuk mengumpan material
pada bagian tengah belt conveyor penerima. Apabila conveyor pengumpan dan
penerima tidak satu garis dimungkinkan material jatuh tidak pada bagian tengah
belt menyebabkan belt tergeser. Hal ini menyebabkan material tumpah karena belt
terlepas dari salah satu skirtboard. Untuk mengurangi beban kejut akibat jatuhnya
material pada conveyor sabuk penerima. Untuk mengurangi beban kejut dengan
mengurangi tinggi jatuh material. Ideal ketinggian 1,5 - 2,0 m. Beberapa alternatif
untuk mengurangi beban kejut adalah : a. Membuat batang Grizzly b. Membuat
corong dengan kotak benturan (deflector) Untuk memasok material pada kecepatan
yang sama dengan kecepatan conveyor penerima. Kemiringan corong minimum
harus lebih besar dari sudut gesek antara material dan bahan corong. Kemudian
untuk memindahkan material dengan kapasitas yang sama dengan yang diterima.
Rekomendasi CEMA lebar corong tidak melebihi 2/3 dari lebar conveyor penerima
akan tidak boleh kurang dari 2-3 kali ukuran bongkahan terbesar.






Gambar 3.15 Transfer Chute

Anda mungkin juga menyukai