Anda di halaman 1dari 6

TELINGA HIDUNG DAN TENGGOROKAN Desember , 2013

1

OTITIS MEDIA AKUT
Anamnesa :
Keluhan utama : keluar cairan di telinga
Lokasi : telinga kanan / kiri atau keduanya ?
Onset : sejak kapan ?
Kronologi : terus menerus, hilang timbul, atau keluar sekali saja ?
Kuantitas : jumlahnya seberapa banyak ?
Kualitas : konsistensi serous / mucus / purulen ?
bau ?
warna bening / kuning kehijauan / merah ?
F. pencetus : apabila kemasukan air tambah sakit tidak ?
F. peringan : bila di obati / sudah di obati apa belum ? apabila sudah , ada
perbedaan atau sama saja ?
Gejala penyerta : demam batuk pilek ?, Vertigo ?, g3 pendengaran ?, nyeri tarik
/ tekan ?, nyeri mastoid ?, berdenging / berdengung ?, nyeri kepala ?

PF :
- Inspeksi , palpasi telinga luar
- Otoskopi : cone of light (-), membrane timpani perforasi (+) dengan tepi tidak
rata, hiperemis, terdapat sekret.
- Rhinoskopi anterior dilakukan
- Pemeriksaan tenggorok dilakukan
- Palpasi KGB leher

PP :
-

DD :
- Otitis media akut stadium perforasi
- Otitis media supuratif kronik
- Otitis eksterna difusa

Terapi :
- H
2
O
2
3% selama 3 5 hari
- Antibiotic, amoksisilin 50 100mg / kgBB / hari dibagi 3 4 dosis (anak)
- Paracetamol bila perlu

Edukasi :
- Jangan kemasukan air dulu telinganya
- Jangan di korek korek

TELINGA HIDUNG DAN TENGGOROKAN Desember , 2013

2

PERIKONDRITIS
Anamnesa :
Keluhan utama : telinga bengkak dan merah
Lokasi : telinga kanan / kiri atau keduanya ?
Onset : sejak kapan ?
Kronologi : bisa di ceritakan sebelum sakit seperti ini kejadiannya?
(trauma dan luka bakar paling sering)
Kuantitas : nyerinya terus menerus ? bengkaknya selama ini menetap atau
bertambah bengkak ?
Kualitas : berdenyut / panas terbakar ?
F. pencetus : -
F. peringan : enaknya dibuat apa ?
* paling sering di elus elus sama di kompres air hangat enakan
Gejala penyerta : demam?, g3 pendengaran ?, nyeri tarik / tekan ?, nyeri
mastoid ?, berdenging / berdengung ?

PF :
- Suhu tubuh bisa meningkat
- Inspeksi hematom / deformitas (+/-), palpasi telinga luar perabaan hangat, keluar
pus, nyeri tarik (+), nyeri tekan (+), fluktuasi (+)
- Otoskopi : dalam batas normal
- Pembesaran KGB regional (+/-)

PP :
- Darah rutin ( Hb, hitung jenis leukosit, jumlah leukosit , LED )

DD :
- Perikondritis akut
- Perikondritis kronik / berulang
- Otitis eksterna
- Erysipelas

Terapi :
- Insisi dan drainase pus
- Na diclofenac tab 50 mg, 2 dd tab 1 p.c
- Antibiotic, kloksasilin atau amoksisilin 500 mg 3 dd cpl 1 p. c
- Ranitidine tab 150 mg, 2 dd tab 1 a. c bila punya maag atau gastritis

Edukasi :
- Jangan sering di pegang pegang

TELINGA HIDUNG DAN TENGGOROKAN Desember , 2013

3

OTITIS EKSTERNA
Anamnesa :
Keluhan utama : telinga nyeri
Lokasi : telinga kanan / kiri atau keduanya ? bagian dalam telinga atau
luar telinga ?
Onset : sejak kapan ?
Kronologi : bisa di ceritakan sebelum sakit seperti ini kejadiannya?
(sering dikorek2 pake cutton bud atau sehabis berenang ke
masukan air)
Kuantitas : nyerinya terus menerus atau hilang timbul ?
Kualitas : nyerinya kyk gimana ?
F. pencetus : nyeri meningkat saat gerakan mengunyah atau saat telinga
tersentuh
F. peringan : di diamkan
Gejala penyerta : demam?, g3 pendengaran ?, nyeri tarik / tekan ?, nyeri
mastoid ?, berdenging / berdengung ?, disertai rasa gatal pada telinga tidak ?, keluar
cairan pada telinga tidak ?

PF :
- Otoskopi : Kulit MAE odem, hiperemi merata sampai ke membrana timpani. ada
furunkel didapatkan odem, hiperemi pada pars kartilagenus MAE, nyeri tarik
aurikulum dan nyeri tekan tragus. Bila oedem hebat membrane timpani dapat
tidak tampak
- Pembesaran KGB regional (+/-)

PP :
-

DD :
- Otitis eksterna sirkmpskripta
- Otitis eksterna difusa
- Otitis media akut stadium perforasi

Terapi :
- Tampon burrowi
- Pemasangan tampon pita cm x 5 cm yang telah dibasahi dengan larutan burowi
filtrata (3%) pada MAE. Tampon secukupnya, tidak boleh diletakkan terlalu ke
dalam. Tampon setiap 2-3 jam sekali ditetsi dengan larutan Burowi agar tetap
basah. Tampon diganti setiap 2 hari sekali. Obat tetes diberikan sampai 2-3 hari
setelah gejala nyeri/gatal hilang. Larutan Burowi dapat diganti dengan tetes
telinga yang mengandung steroid dan antibiotik. Apabila diduga infeksi kuman
Pseudomonas berikan tetes neomisin hidrokortison. Pada infeksi jamur digunakan
tetes telinga asam sailisilat 2-5% dalam alkohol 20 %.Pada otitis eksterna kronik
TELINGA HIDUNG DAN TENGGOROKAN Desember , 2013

4

difus dapat diberikan triamsinolon 0.25% krim/salep atau deksametason 0,1% .
Antibiotika oral tidak perlu diberikan.

Edukasi :
- Jangan sering di pegang pegang
RHINITIS ALERGI
Anamnesa :
Keluhan utama : hidung tersumbat
Lokasi : kanan / kiri atau keduanya ? bergantian ?
Onset : sejak kapan ?
Kronologi : bisa di ceritakan sebelum sakit seperti ini kejadiannya?
(awalnya disertai rasa gatal pada hidung lalu bersin
paroksismal pilek encer hidung buntu) karena terpapar
suatu alergen
Kuantitas : terus menerus atau tidak?
Kualitas : ?
F. pencetus : saat pagi hari atau malam hari ?
F. peringan : enaknya dibuat apa ?
* diberi obat obatan reda namun timbul lagi
Gejala penyerta : demam?, g3 pendengaran ?, ?, nyeri kepala?, berbau atau
tidak ?

PF :
- Inspeksi hidung luar dan palpasi proyeksi nyeri ketok sinus paranasal
- Rhinoskopi anterior : sekret serous, konka media oedem, mukosa livid
- Pembesaran KGB regional (+/-)

PP :
- Prick test
- Darah rutin ( Hb, hitung jenis leukosit eosinofil , jumlah leukosit , LED )

DD :
- Rhinitis alergi
- Rhinitis simpleks

Terapi :
- Loratadine tab 10 mg, 1dd tab 1 p.c
- Efedrin Hcl tab 30 mg, 2 dd tab 1 p.c

Edukasi :
- Menggunakan masker
TELINGA HIDUNG DAN TENGGOROKAN Desember , 2013

5

- Apabila membersihkan peralatan rumah gunakan lab basah, agar debu tidak
bertebaran

LARINGITIS AKUT NON SPESIFIK
Batasan
Laringitis akut adalah infeksi akut pada mukosa laring. Infeksi ini pada umumnya merupakan
kelanjutan dari rhinitis akut atau nasofaringitis akut. Walaupun epiglotis termasuk laring,
batasan ini tidak untuk epiglotitis akut.
Etiologi
Penyebab utama adalah: Virus
Kuman penyebab infeksi sekunder: H influenzae, S. pneumoniae, S. aureus dan
Pneumococcus.
Patofisiologi
Laringitis akut ini sering terjadi pada anak usia di bawah 5 tahun dan sering menyebabkan
sumbatan jalan napas atas. Terjadi dilatasi kapiler, infiltrasi lekosit pada mukosa dan
submukosa dengan lebih banyak sel mononuklear pada awal infeksi tetapi bila terjadi infeksi
sekunder akan lebih banyak sel polimorfonuklear. Mukosa laring tampak hipermi dan udim.
Diagnosis
1. Didapatkan gejala panas badan (subferil: 38,5oC), malaise, batuk dan pilek.
2. Kemudian diikuti suara membesar, kemudian parau sampai afoni (tidak ada suara sama
sekali)
3. Nyeri menelan atau berbicara
4. Gejala sumbatan jalan napas atas, terutama pada anak.
Pemeriksaan Fisik
- Suara parau sampai afoni
- Panas badan subfebril
- Gejala sumbatan jalan napas atas:
* Stridor inspirasi
* Sesak saat inspirasi
* Retraksi supravikula, interkostal, epigastrial
- Pemeriksaan laringoskopi indirekta / direkta didapatkan
* Mukosa laring dan korda voklais hiperemi dan udim
* Rima glotis sempit (terutama pada anak)
Penyulit
Lebih sering terjadi pada anak, dapat berupa:
Sumbatan jalan napas atas
- Trakeitis
- Bronkitis
- Pneumoni
Terapi
- Istirahat, khususnya istirahat bicara
TELINGA HIDUNG DAN TENGGOROKAN Desember , 2013

6

- Terapi simptomatis analgetik-antipiretik untuk panas badan dan nyeri menelan
- Ekspektoran untuk batuk dan mengencerkan lendir
- Humidifikasi dalam ruangan yang sejuk . dingin
- Amoksisilin diberikan untuk mencegah infeksi sekunder.
FARINGITIS AKUT
Batasan
Radang akut yang mengenai mukosa faring dan jaringan limfonodular di dinding faring.
Diagnosis
1. Tenggorok rasa kering dan panas, kemudian timbul nyeri menelan di bagian tengah
tenggorok.
2. Demam, sakit kepala, malaise.
3. Mukosa faring tampak merah dan udim, terutama di daerah lateral band, kadang-kadang
terdapat eksudat. Sekret yang terbentuk awalnya bening, lama kelamaan kental berwarna
kuning.
4. Granula tampak lebih besar dan merah.
Diagnosis banding
Tonsilitis akut.
Penyulit
Bila daya tahan tubuh baik, jarang terjadi penyulit. Dapat terjadi penyebaran ke bawah,
seperti: laringitis, trakeitis, bronkitis, pnemoni, atau ke atas melewati tuba Eustakhius
menimbulkan otitis media akut. Bila penyebabnya Streptococcus -Haemoliticus, dapat
terjadi komplikasi seperti pada Tonsilitis akut

Penatalaksanaan
Istirahat, banyak minum hangat.
Analgestik/antipiretik: parasetamol 3-4 x 500 mg, 3-5 hari.
Obat kumur Gargarisma Kan.
Tidak diperlukan antibiotika, kecuali untuk infeksi berat.