Anda di halaman 1dari 8

UJIAN SOAL

VISUAL WELDING INSPECTION LEVEL I



IWES-F1 Page 1


NAMA : ________________________________________

A. SOAL PILIHAN GANDA
Berilah tanda silang (X) untuk pilihan jawaban yang benar dari soal-soal berikut.
1. Kawat las E 9018 memiliki tensile strength:
a. 91 Ksi
b. 90 Ksi (atau 90,000 psi)
c. 18 Ksi
d. 901 ksi

2 Mechanical Damage bisa terjadi karena
a. Chipping
b. Grinding
c. Hammering
d. Semua jawaban benar

3. Berikut ini yang bukan termasuk tugas Welding Inspector:
a. Membuat drawing revisi terakhir
b. Menginspeksi material yang masuk
c. Cek kalibrasi alat-alat las
d. Jawaban b & c benar

4. Tujuan kawat las low hydrogen/basic ditempatkan dalam oven dan quiver (termos las) untuk
menghindari adanya :
a. porosity
b. slag
c. undercut
d. Arc Strike

5. MMA electrode dapat dikelompokkan menjadi 3 tipe :
a. Basic, cellulosic and rutile
b. Neutral, cellulosic and rutile
c. Basic, cellulosic and neutral
d. Semua jawaban salah

6. PG adalah posisi pengelasan :
a. Vertikal downward
b. overhead
c. Horizontal
d. Vertikal upward
UJIAN SOAL
VISUAL WELDING INSPECTION LEVEL I

IWES-F1 Page 2


7. Apa nama Joint berikut:


a. Butt joint
b. Fillet Joint
c. T Joint
d. Corner Joint

8. Pada proses SMAW berikut, defect (cacat) yang timbul :


a. Porosity
b. Slag Inclusion
c. Tungsten Inclusion
d. Crack

9. Yang termasuk tugas-tugas Welding Inspector sebelum pengelasan :
a. Mengecek approval drawing revisi terakhir, Cek mill cert, Cek ITP
b. Mengecek Mill Certificate, Voltage, ampere, temperature interpass
c. Kalibrasi alat, Cek PWHT dan NDT jika ada
d. Semua jawaban benar


10. WPS dipakai sebagai :
a. Acuan welder dalam melakukan pengelasan
b. Acuan QC Inspector dalam mengontrol kualitas las
c. Kendali mutu produksi
d. Semua benar




UJIAN SOAL
VISUAL WELDING INSPECTION LEVEL I

IWES-F1 Page 3

11. defect (cacat) yang timbul di root adalah

a. Incomplete Root Penetration, Incomplete root fusion, concavity, incomplete
filled groove
b. Incomplete Root Fusion, Lack of side wall fusion
c. Incomplete Root Penetration, Incomplete root fusion, concavity, undercut
d. Semua jawaban salah

12. Self Shielding (SS) ada pada proses pengelasan:
a. SMAW
b. FCAW
c. GTAW
d. SAW

13. Pemanasan pada material yang dilakukan sebelum pengelasan disebut:
a. preheat
b. PWHT
c. tempering
d. fairing

14. Salah satu cara untuk mengurangi residual stress setelah pengelasan :
a. dengan preheat
b. dengan grinding
c. dengan PWHT
d. dengan chipping

15. Apa nama Type Joint berikut :

a. Fillet Weld
b. Single bevel
c. T -Joint
d. Groove





16. Berikut ini yang termasuk pengelasan fillet adalah:
a. 3G
b. 4F
c. 1G
d. Semua benar



UJIAN SOAL
VISUAL WELDING INSPECTION LEVEL I

IWES-F1 Page 4

17. Safety harus dilaksanakan oleh:
a. Divisi QC
b. Divisi safety
c. Divisi produksi
d. Semua jawaban benar

18. Apa nama Type Joint berikut :

a. Corner Joint
b. Edge Joint
c. Lap Joint
d. T Joint

19 Welding gauge dipakai untuk :
a. mengukur design
b. mengukur panjang dan tebal material
c. mengukur cacat pengelasan
d. Semua jawaban benar

20. Welding symbol yang tepat pada gambar berikut :

a. b.

c. d.
UJIAN SOAL
VISUAL WELDING INSPECTION LEVEL I

IWES-F1 Page 5


21. Apakah yang dimaksudkan dengan Flux elextroda?
a. material
b. pembungkus elektroda
c. cairan las (puddle/weld pool)
d. busur api (arc)

22. Incomplete Penetration terjadi karena :
a. Ampere terlalu rendah
b. Kawat las terlalu besar
c. Root gap terlalu besar
d. Travel speed terlalu rendah

23. Bila sebuah produk sudah tak bisa dipakai lagi, maka apa yang tuliskan pada produk tersebut? :
a. repair
b. ACC
c. excess
d. reject

24. Proses las SMAW menggunakan material :
a. stainless steel (mengandung kromium minimum 12%)
b. carbon steel (mengandung banyak karbon, L=0.01-0.3%, M=0.3-0.5%, H=di atas 5%)
c. steel alloy (material campurannya banyak, bias Mangaan (Mn), Nickel, tembaga )
d. a, b, dan c benar

25. WPS-PQR dipakai dalam standar agar :
a. menghasilkan produk yang bermutu
b. jangan twejadi kesalahan proses
c. bisa dijadikan acuan dalam melakukan pekerjaan
d. a, b, dan c benar

26 Dokumen yang harus disiapkan oleh welding inspector setelah pengelasan :
a. ITP (inspection & Test Plan) b. Inspection Report
c. Callibration & Material Certificate d. Drawing, latest revison

27. Cacat pada pengelasan yang tidak bisa dideteksi dengan Visual inspection adalah :
a. Lack of root fusion b. Lack of Penetration
c. Lack of inter run fusion d. Incomplete filled groove

28. Electrode SMAW yang memerlukan quiver (termos las= sugu 70 derajat) sebelum dipakai adalah :
a. Basic (low Hidrogen)
b. Cellulose (high hydrogen)
c. Rutile (medium hydrogen
d. Semua benar


UJIAN SOAL
VISUAL WELDING INSPECTION LEVEL I

IWES-F1 Page 6


29. Slag inclusion bisa terjadi pada proses pengelasan :
a. TIG, MIG-MAG, MMA
b. FCAW, GMAW, SAW
c. SAW, MMA, FCAW (semua proses yg mengandung flux pasti menyebabkan slag)
d. Semua jawaban salah

30. Posisi pengelasan vertical down (downhill) dalam BS EN :
a. PG
b. PF
c. PC
d. PD

31. Proses pengelasan yang paling sering terjadi crack adalah : (pertanyaan bonus)
a. SMAW
b. SAW
c. GTAW
d. GMAW

32. Manakah diantara proses pengelasan berikut yang bisa digolongkan sebagai proses
automatic/semi automatic?:
a. SMAW, GMAW, GTAW, FCAW
b. SAW, MIG/MAG, FCAW (flat characteristic : Ampere berubah, voltage sama)
c. GTAW, SMAW
d. Semua jawaban salah

33. Pada proses MMA berikut, defect (cacat) yang timbul :

a. Incomplete Root Penetration
b. Incomplete Root Fusion
c. Transverse Crack
d. Undercut

34. Defect (cacat) yang timbul pada gambar berikut adalah :









a. Incomplete Root Penetration & Excessive cap
b. Incomplete filled groove, Lack of side wall fusion & Excessive root
c. Undercut & Excessive root
d. Undercut
UJIAN SOAL
VISUAL WELDING INSPECTION LEVEL I

IWES-F1 Page 7


35. Poor start stop berpotensi menyebabkan :
a. Crater crack (mencabut terlalu cepat kawas las, shg meninggalkan lubang di akhir las
b. Undercut
c. Lack of fusion
d. porosity

36. Angular Misalignment sebagaimana gambar berikut paling sering terjadi karena :








a. Kesalahan teknik mengelas oleh welder
b. Kesalahan pada saat fit up (linear misalignment)
c. Setting Voltage & Ampere yang tak sesuai
d. Material yang terlalu tipis

37. Pada BS EN 499, electrode dengan code E 50 42 Ni B 72 H10 memiliki yield strength sebesar :
a. 50 N/mm
2

b. 500 N/mm
2

c. 5042 N/mm
2

d. 72 N/mm
2


38. Manakah di antara polarity berikut yang bisa melelehkan electrode lebih cepat?
a. DCEN (1/3 panas di electrode, 2/3 panas di base metal)
b. DCEP (2/3 panas di electrode, 1/3 panas di base metal)
c. AC
d. Semua jawaban benar

39. Dokumen yang harus disiapkan oleh welding inspector sebelum pengelasan :
a. WPS, ITP, Welder Certificate, Material certificate
b. WPS, Dimensional Report, Visual Inspection report, Welder Certificate
c. Dimensional Report, Visual Inspection report, NDT Report
d. Hydrostatic Test report, PWHT Report, NDT Report

40. Dokumen yang harus disiapkan oleh welding inspector setelah pengelasan adalah :
a. WPS, ITP, Welder Certificate, Material certificate
b. WPS, Dimensional Report, Visual Inspection report, Welder Certificate
c. Dimensional Report, Visual Inspection report, NDT Report
d. Hydrostatic Test report, PWHT Report, NDT Report, WPS, welder certificate


UJIAN SOAL
VISUAL WELDING INSPECTION LEVEL I

IWES-F1 Page 8


B. SOAL ESSAY
Uraikan jawaban anda pada lembar jawaban yang tersedia untuk soal berikut ini :

1. Uraikan secara lengkap tugas welding inspector : before welding, during welding dan after welding !
2. Sebutkan 5 defect utama yang kerap dijumpai dalam proses pengelasan beserta penyebabnya!


SELAMAT MENGERJAKAN
SEMOGA SUKSES