Anda di halaman 1dari 31

DEWI AGUSTINA

PRESENTASI KASUS BEDAH


20090310200
KONSULEN
dr. Surya Habsara Sp. B
Identitas Pasien
No. CM : 516950
Nama : AW
Gender : Pria
Usia : 20 Ta!n
A"ama# : $!nden Sendan%
Sari Pa&an%an
Anamnesa
Keu!a" U#a$a %
Nyer& pada daera! 'ea$&" (#es#&s)
se*a' 2 $&"++u ya"+ au.
RPS %
Pe"der&#a $erasa be"+'a' da"
pa"as pada bua! ,a'ar sebea! '&r&
da" #&da' d& ser#a& "yer& saa#
ber'e$&!. Nyer& pada #es#&s
d&rasa'a" $e"*aar !&"++a peru# '&r&
sa$pa& p&"++a"+ '&r&. Pe"der&#a #&da'
de$a$- "yer& 'epaa (.)- $ua (.)-
$u"#a! (.)- ba#u' (.)- p&e' (.)- da"
'e"/&"+ 'e$era!a" (.).
RPD %
Sebeu$ $erasa'a" 'eu!a"-
pas&e" se#ea! be'er*a se!ar&a"
au ber$a&" sepa' b0a-da"
ba+&a" +e"&#a 'e"a #rau$a b0a
da" se$pa# $erasa'a" sed&'&#
"yer&- se#ea! &#u !&a"+.
R&1aya# pe"ya'&# serupa d&sa"+'a
0e! pe"der&#a.
R&1aya# sa'&# +0"d0"+- !&per#e"s&-
d&abe#es $e&#us- as$a- aer+& da"
r&1aya# 0peras& sebeu$"ya
d&sa"+'a.
RPK %
R&1aya# 'eu!a" serupa pada
'euar+a d&sa"+'a.
Pemeriksaan
Fisik
Kepala /mata : CA -/- SI -/- pupil
isokor
Hidung : Sekret -/-
Mulut : Mukosa Lembab, Lidah
Kotor (-
Leher : !em" Lin#onodi (-
$hora%: Simetris (&, !erkusi sonor
(&, Auskultasi Cor S' S(
)eguler, !ulmo *esikuler (&
Abdomen: +atar, !eristaltik (&,
$impani (&, Sepel, ,-eri tekan
(-
.kstremitas atas / ba/ah : Akral
hangat, .dema (-"
$U : Sedan%
$esadaran : CM
Tanda 'i#a"

TD : 110()0 mm*%
N : 6+ ,(mn#
- : 16 ,(mn#
S : .6/6 0C
Status Lokalis
-e%io Geni#a"ia
$ampak Skrotum kiri lebih
besar dari kanan,
kemerahan, bengkak,
teraba lunak, panas,
dan n-eri tekan"
-1 Tora,
Cor dan !ulmo normal
USG
USG *ernia S2ro#a"is
Sinis#ra
Pemeriksaan Laboratorium
Hematologi
H0 : '1,' ,
AL : '2,'1
A. : 1,34
A$ : '4( ,
HM$ : 55,( ,
.6S : ( ,
0AS : 7 ,
0A$ : 7
S.8: 49
LIM : '5
M6,: 3 ,
!!$ : '5,7 ,
A!$$ : 22,5 ,
C" !!$ : '5,1 ,
C"A!!$: 2(,5 ,
:reum : (1 ,
Kreatinin : 7,;4 ,
8+S : 9; ,
Albumin : 5,(2 ,
,atrium : '5',2 ,
Kalium : 5,23 ,
Klorida : '7;,3
Pren3S SIGN : indikator diagnostik medis -ang
membantu menentukan apakah testis disebabkan
oleh epididimitis akut atau dari torsi testis"
$anda < Pren Ne%a#i4 mengindikasikan ada n-eri
tetap dengan mengangkat testis -ang terkena,
-ang menun=uk pada #orsi #es#is"
$anda < Pren Posi#i4 mengindikasikan n-eri
berkurang dengan mengangkat testis -ang terkena,
-ang menun=uk pada e5ididimi#is"
Cremas#er -e4"e6s : 8oresan pada kulit paha
sebelah medial dari atas ke ba/ah" )espon :
.le>asi $estis Ipsilateral"
PEMERIKSAAN TESTIS
Tindakan Operasi
D2 Pra Beda! % Torsio Testis
D2 Pas/a Beda! % Orchitis
T&"da'a" Pe$beda!a" % E'sp0ras&
1. Se#ea! d&a'u'a" a"as#es&- d&&s"3e's& $eda"
0peras&- #u#up du' s#er&.
2. I"s&s& pada rap!e #es#&s pada &"ea $ed&a"a-
perdaa$ sa$pe 'a"#0"+ #es#&s- #a$pa'
4&abe- #&da' ada #a"da "e'r0#&' da" se$ua
#a$pa' ba&'.
3. Ra1a# perdara!a"-'u&# #u#up ap&s de$& ap&s.
5. Operas& seesa&.
A,A$6MI SK)6$:M

$estis 6rgan Kelamin pria,


terletak dalam sktrotum"

$estis kiri biasan-a terletak lebih


rendah daripada testis kanan

$estis berperan dalam proses


reproduksi dan hormonal"

?ungsi : Memproduksi sperma


dan hormon androgen terutama
testosteron"

$estis dikelilingi kapsula #ibrosa -ang


kuat, disebut tunika albuginea" $estis
terbagi men=adi lobulus-lobulus testis"

+alam setiap lobulus terdapat '-2 tubuli


semini#eri -ang berkelok-kelok" $ubuli
semini#eri bermuara ke rate testis,
duktus e#eren, dan epididimi"

Sperma terbentuk di tubuli semini#eri


-ang terdiri dari sel sertoli dan sel
sprematogenik"

(Seis-uhada, (7'7
orkhitis
)eaksi in#lamasi akut akibat
in#eksi sekunder pada testis"
+apat disebabkan >irus maupun
bakteri (S@h/artA, (777"
:mumn-a sumber in#eksi tidak
=elas, dapat disebabkan
pen-ebaran lokal dari uretra
(in#eksi menular seksual atau
>esika urinaria (in#eksi saluran
kemih (S@h/artA, (777"
Etiologi
B
6rkhitis gondong ( mumps paling sering"
B
In#eksi bakteri, misaln-a e@her@hia @oli,
klebsiella, pseudomonas, staph-lo@o@@us,
dan strepto@o@@us"
B
0akteri pen-ebab biasan-a men-ebar dari
epididimitis terkait dalam seksual pria akti#
atau laki-laki dengan 0!H "
B
$rauma sekitar testis 0eberapa laporan
kasus telah di=elaskan imunisasi gondong,
@ampak, dan rubella (MM) dapat
men-ebabkan orkhitis
B
Idiopatik
Faktor Resiko
$idak berhubungan
dg pen-akit menular
seksual (Cid=a=a, (775:
B
Immunisasi gondongan
-ang tidak adekuat
B
:sia D51 tahun
B
In#eksi saluran kemih
berulang
Instrumentasi dan
pemasangan kateter
B
)e#luks urin
0erhubungan
dengan pen-akit
menular seksual
(Cid=a=a, (775:
B
0erganti-ganti
pasangan
B
)i/a-at pen-akit
menular seksual
pada pasangan
B
)i/a-at gonore atau
pen-akit menular
seksual lainn-a"
PATOFISIOLOGI
Pa#03&s&00+& Pa&"+ u$u$
d&sebab'a" &"3e's& ba#er&- 4&rus-
$aupu" #rau$a.
I"3e's& 6&rus ($u$ps)
$e"yebar se/ !e$a#0+e"
Or'!&#&s
I"3e's& Ba'#er& (ISK a#au I"3.
7e"uar se'sua) $e"yebar
per '0"#&"ua#u$ da" !e$a#0+e"
+e*aa da" #a"da Or'!&#&s
A!IFESTASI KLI!IS
Ge&a"a 7Wid&a&a/ 200+8:

,-eri dan bengkak pd skrotum unilateral


maupun bilateral se@ara akut"

!ada orkhitis karena in#eksi menular seksual,


didapatkan ge=ala-ge=ala uretritis atau
adan-a dis@harge uretra " ,amun biasan-a
uretritis asimptomatik"

!ada orkhitis karena uropatogen terdapat


ge=ala ISK (in#eksi saluran kemih atau
ri/a-at bakteriuria"

+emam, menggigil, n-eri kepala, dan n-eri


otot"
Tanda 7Wid&a&a/ 200+8 :

!ada inspeksi dapat tampak dis@harge


uretra (pada orkhitis -ang disebabkan
pen-akit menular seksual

.ritema dan edema skrotum -ang sakit

!ada palpasi skrotum dan testis teraba


lunak, n-eri tekan pada sisi -ang sakit"

!ada pemeriksaan re@tal tou@her dapat


ditemukan pembesaran dari prostat
(prostatitis -ang berkaitan dengan
orkhitis"
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan darah Rutin (Kurang Sesi!ik"
D&dapa#'a" pe"&"+'a#a" a"+'a eu'0s&#
ya"+ $e"u"*u''a" ada"ya &"3e's& a'u#.
U#trasonogra!i (USG"
U"#u' $e"y&"+'&r'a" #0rs&0 #es#&s.
Pe$er&'saa" /00ur d0pper u#ras0u"d
dapa# d&+u"a'a" u"#u' $e$er&'sa
a&ra" dara! ar#er&.
Pada #0rs&0 #es#&s- a&ra" dara! #&da'
$e"+a&r 'e daa$ #es#&s- seda"+'a"
pada 0r'!&#&s a&ra" dara! $e"&"+'a#.
Ana"isa air 6emi 7Urin8
:ntuk mengetahui adan-a in#eksi saluran
kemih (ISK, karena ISK merupakan
salah satu resiko ter=adin-a orkhitis"
A5!san %ram dari !re#ra
Apabila pada penderita terdapat sekret
uretra, pemeriksaan sekret uretra di
an=urkan dilakukan meskipun ge=ala
uretritis tidak ada
$IAGNOSIS %AN$ING
&' Torsio testis
.
Terpeu"#&r"ya 3u"&/uus
sper$a#&/us ya"+ bera'&ba#
#er*ad& +a"++ua" a&ra" dara!
pada #es#&s.
.
8e*aa ya"+ d&'eu!'a" % "yer&
!eba# $e"dada' 9pu"
bera"+sur- be"+'a' da"
er&#e$a- $ua- $u"#a!- Nyer&
dapa# $e"*aar 'e &"+u&"a
a#au peru# ba+&a" ba1a!.
.
Pe$er&'saa" 3&s&'% #es#&s
be"+'a'- e#a'"ya eb&! #&"++&
da" eb&! !0r&,0"#a dar& #es#&s
s&s& '0"#raa#era. :ara"+ ada
de$a$ (S#ree# da" ;&s0"-
2010).
(' )ernia Inkarserata *
Scrota#is
Is& !er"&a 'euar $eau&
r0"++a per&#0"eu$
a"uus &"+u&"a&s &"#er"us
a#era dar& pe$buu!
ep&+as#r&'a &"3er&0r
!er"&a $asu' 'e daa$
!er"&a 'a"a&s &"+u&"a&s da"
*&'a /u'up pa"*a"+ !er"&a
$e"0"*0 'euar dar&
a"uus &"+u&"a&s e's#er"us-
da" b&a bera"*u# #0"*0a"
a'a" sa$pa& 'e s/r0#u$
(Sa$sud&"- 200<).
8e=ala -ang timbul dapat
berupa mual, n-eri kolik
abdomen, konstipasi,
kemerahan pada skrotum,
auskultasi dapat didengar bun-i
bising usus di daerah skrotum"
.. E5ididimi#is A6!#

Sulit dibedakan dengan torsio


testis"

,-eri skrotum akut biasan-a


disertai dengan kenaikan suhu
tubuh keluarn-a nanah dari uretra

ri/a-at @oitus suspe@tus


(senggama dengan bukan
isterin-a

pernah men=alani kateterisasi


uretra sebelumn-a"

pemeriksaan sedimen urine


didapatkan adan-a leukosituria
atau bakteriuria"
8e=ala : ,-eri saat
berkemih, air seni ada
darah, n-eti
testis,bengkak,
merah,hangat"
ORK)ITIS TORSIO
TESTIS
)ERNIA
INKARSERAT
A
EPI$I$IMITI
S AKUT
Perada"+a"
pada #es#&s
Terpu"#&r"y
a 3u"&'uus
sper$a#&'us
Her"&a
$asu' 'e
daa$
'a"a&s
&"+u&"a&s
da"
bera"*u# 'e
s/r0#u$
Perada"+a"
pada
ep&d&d&$&s
D&sebab'a"
0e! &"3e's&
ba'#er& a#au
4&rus
Kea&"a"
s&s#e$
pe"++a"#u"
+ #es#&s
. I"3e's&
ba'#er&- P7S
Pe"&"+'a#a"
a&ra" dara!
'e Tes&#s
T&da' ada
a&ra" dara!
'e #es#&s
. .
Terapi Orkhitis
!engobatan untuk menghilangkan
rasa sakit (analgesik dan demam
(antipiretik" !engobatan Spesi#ik" $idak
ada obat -ang diindikasikan untuk
pengobatan orkhitis -ang disebabkan
oleh >irus 6rkhitis karena bakteri harus
diobati dengan obat antibiotik" (!uspo,
(7'7
In&e6si Ce4o#a,im (12 9am
akti# terhadap bakteri gram negati# : ."
@oli, H" in#luenAae, Klebsiella sp" ,
!roteus sp", (indole positi# E negati#
, Serratia sp" ,eisseria sp, dan
0a@teroides sp" Fuga bakteri gram
positi# : Staph-lo@o@@i, Strepto@o@@i
aerob dan anaerob, Strepto@o@@us
pneumoniae, Clostridium sp"
Indikasi :
In#eksi berat -ang disebabkan patogen
-ang sensiti# seperti :
- In#eksi saluran napas, termasuk
hidung dan tenggorokan"
- In#eksi pada telinga"
- In#eksi kulit dan =aringan lunak"
- In#eksi tulang dan sendi"
- In#eksi genitalia, termasuk gonore
non-komplikata"
- In#eksi abdominal"
In&e6si $e#oro"a2 (12 9am
Indikasi :
penatalaksanaan =angka pendek
terhadap n-eri akut sedang sampai
berat setelah prosedur bedah"
+urasi total Ketorola@ tidak boleh lebih
dari lima hari"
Harus diganti ke analgesik alternati#
sesegera mungkin, asalkan terapi
Ketorola@ tidak melebihi 1 hari"
Ketorola@ tidak dian=urkan untuk
digunakan sebagai obat prabedah
obstetri atau untuk analgesia
obstetri krni e#ekn-a menghambat
biosintesis prostaglandin atau
kontraksi rahim dan sirkulasi #etus"
KOPLIKASI
K0$p&'as& ( Tubr&dy da" S&"er# -
2009) %

Ha$p&r <0= #er*ad& a#r03&


#es#&s. 8a"++ua" 'esubura"
(>.13= 'asus)

Abses s'r0#a&s

I"3ar' #es#&s

Re'ure"s&

Ep&d&d&$&#&s 'r0"&s

I$p0#e"s& *ara"+ #er*ad&


se#ea! 0r'!&#&s a'u#- sea&"
&#u +a"++ua" daa$ 'ua&#as
sper$a b&asa"ya !a"ya
se$e"#ara.
PROG!OSIS
Pr0+"0s&s Pr0+"0s&s pada
pe"der&#a 0r'!&#&s se/ara
u$u$ adaa! ba&'-
seba+&a" besar 'asus
0r'!&#&s 'are"a $u$ps
$e"+!&a"+ se/ara sp0"#a"
daa$ 3.10 !ar&. Pada
pe"ya'&# 0r'!&#&s de"+a"
pe$ber&a" a"#&b&0#&' ya"+
#epa#- seba+&a" besar 'asus
0r'!&#&s ba'#er& dapa#
se$bu! #a"pa '0$p&'as&
(Pusp0- 2010).
Kesimpulan
!ada kasus ini, saat di lakukan anamnesis
dan pemeriksaan #isik, didapatkan
suspe@t $orsio $estis
Setelah di eksplorasi tidak ada tanda torsio
testis tapi berupa tanda or@hitis"
!emeriksaan #isik terdapat tanda
peradangan pada skrotum dan testis kiri
penderita -aitu bengkak, kemerahan,
n-eri, dan panas" +an hasil lab" Adan-a
Leukositosis -ang mendadakan ada
in#eksi"
DA?TAR PUSTAKA %
S/!1ar#,- S. 2000 I"#&sar& Pr&"s&p.Pr&"s&p I$u Beda! . < #! ed. E8@.
:a'ar#a.
S#ree#- E. da" ;&s0"- :. 2010 U"&#ed K&"+d0$ Na#&0"a 8u&de&"e 30r
#!e 7a"a+e$e"# 03 Ep&d&dy$0.Or/!&#&s . D&a'ses #a"++a 15
N04e$ber 2013 dar&
!##p%99e$ed&/&"e.$eds/ape./0$9ar#&/e9AA25.04er4&e1
Sa$sud&". 200>.Asu!a" Kepera1a#a" 7ed&'a.
!##p%99&$u.&$u'epera1a#a".b0+sp0#./0$920099039d01"0ad.asu!a".'epera1a#a".$ed&'a.!#$
. d&a'ses #a"++a 15 N04e$ber 2013.
Se&syu!ada. 2010 A"a#0$& I"#er"a 8e"&#a&a Pr&a . D&a'ses #a"++a
15 N04e$ber 2013 dar&
!##p%99se&syu!ada.10rdpress./0$9201090391A9a"a#0$&.&"#er"a.
+e"&#a.pr&a .
Pusp0- E. 2010 Ep&d&d&$00r'!&#&s . D&a'ses #a"++a 15N04e$ber
2013 dar& !##p%99111.sr&bd./0$
;&d*a*a- A.R. 2005 Kea&"a" Ur0+e"&#a Pada La'&.La'& . @e#a'a" 'e.
3. Baa& Pe"erb&# ?K Tr&sa'#&. :a'ar#a.