Anda di halaman 1dari 12

A.

Sifat Partikel Dari Gelombang


1. Radiasi Benda Hitam
Benda hitam sempurna adalah suatu benda yang dapat menyerap semua radiasi yang
sampai di permukaannya. Dalam termodinamika benda dikatakan hitam sempurna jika
dipijarkan akan memberikan radiasi atau pancaran yang maksimum bila dibandingkan
dengan benda-benda lain pada suhu yang sama. Radiasi yang dihasilkan oleh benda hitam
akibat dari pengaruh suhu disebut radiasi termal. Beberapa ahli yang mengemukakan
pengaruh suhu terhadap intensitas radiasi antaralain;
Hukum Stefan-Boltmann
Hukum ini di kemukakan oleh Josef Stefan tahun 1879 mengemukakan hubungan antara
intensitas radiasi dengan suhu Intensitas radiasi total R
T
untuk semua panjang gelombang
dari suatu benda hitam berbanding lurus dengan suhu dipangkat empat.
4
0
T d R R
T
= =

Ludwig Boltmann tahun 1884 menurunkan hukum Stefan dari gabungan termodinamika
dan persamaan-persamaan Maxwell. Boltmann mendapatkan nilai yaitu;
4 2
.K J/s.m x
8
2
4 5
0 1 6 , 5
5 1
2

= =
c
k


= disebut tetapan Stefan-Boltmann, k = tetapan Boltmann (k = 1,38 x 10
-34
J/K), dan c =
tetapan kecepatan cahaya besarnya 8 x 10
8
m/s)
Besar intensiats radiasi dari daya P yaitu;
2
4 r
P
A
P
R

= =
A = luas permukaan bidang. Untuk benda yang tidak hitam sempurna, hukum Stefan-
Boltmann dapat dinyatakan;
4
T e R
T
=
Dengan e = koefsien emisi, untuk hitam sempurna e = 1, untuk putih nilai e = 0.
Hukum Wien
Pada tahun 1893, Wilhelm Wien mengusulkan bentuk umum untuk hukum distribusi
benda hitam. Panjang gelombang untuk pada intensitas maksimum
maks
berbanding
terbalik dengan suhu. Dari percobaan didapatkan hukum pergeseran Wien yaitu;
C T
maks
=
Dengan C = tetapan Wien nilainya 2,898 x 10
-3
m.K. Dari hukum pergeseran Wien pada
gambar 27.1, dapat diketahui semakin besar suhu maka panjang gelombang pada
intensitas maksimum semakin kecil.
Bab
27
Dualisme
Gelombang dan
Partikel
htp.scotgable.com
Hukum RayleighJeans
4. Intensitas radiasi merupakan hasil kali energi persatuan volume dengan seperempat
kecepatan cahaya 1/4 c.
Dari pernyataan diatas maka intensitas radiasi di dalam kotak berongga yaitu;
4
8
4
4
c
V
T k V c
V
T k N
R

= =
Jadi intensitas radiasi dalam kotak berongga dapat dinyatakan;
4
2

T k c
R =
Persamaan diatas dikenal sebagai hukum RayleighJeans.
2. Gelombang Sebagai Partikel
Teori klasik gagal untuk menjelaskan radiasi termal dari benda hitam. Teori baru yang
muncul yang menyatakan cahaya adalah partikel, dapat menjelaskan dengan baik radiasi
termal benda hitam. Teori-teori yang menjelaskan cahaya sebagai partikel yaitu Teori
Planck, efek foto listrik dan efek Compton.
Panjang gelombang
I
n
t
e
n
s
i
t
a
s
T
1
T
2
T
3

m1

m2

m3
T
3
> T
2
> T
1
Asumsi klasik tentang benda hitam yaitu bola yang berongga,
dimana rongga dari kotak berfungsi sebagai benda hitam bukan
kotaknya (gambar 22.2). Dalam kotak dapat digambarkan;
1. Kotak berisi gelombang-gelombang berdiri.
2. Dalam kotak yang memiliki volume V terdiri dari sejumlah
N gelombang, dengan jumlahnya;
4
8

V
N =
3. Tiap-tiap gelombang memberi sumbangan energi sebesar
kT, dengan energi kinetik;
T k E
k
2
1
=
Panjang gelombang
I
n
t
e
n
s
i
t
a
s
Data
percobaan
Rayleigh-Jeans
Wien
Bencana
ultraungu
Hukum Wien dan RayleighJeans gagal untuk
menjelaskan radiasi termal yaitu;
1. Hukum Wien cocok untuk panjang gelombang yang
kecil tetapi tidak cocok untuk panjang gelombang
yang besar.
2. Hukum RayleighJeans cocok untuk panjang
gelombang yang besar, tapi tidak cocok untuk
panjang kecil atau daerah ultraungu.
Sebagai mana di ilustrasikan seperti gambar 27.3.
Gambar 27.1 Grafk intensitas sebagai
fungsi waktu, dimana panjang gelombang
pada intensitas maksimum (
m
) akan turun
dengan naiknya suhu.
Gambar 27.2 Ilustrasi
lobang berongga sebagai
benda hitam.
Gambar 27.3 Grafk intensitas terhadap
panjang gelombang untuk kriteria Ray-
leigh-Jeans (merah) dan Wien (biru)
Buku Sukses Fisika SMA Bab 27 Dualisme Gelombang dan Partikel 246
Teori Planck
Tafsiran baru dikemukakan oleh Max Planck pada tahun 1900. Planck berasumsi bahwa
atom-atom pada dinding rongga merupakan osilator-osilator yang bergetar sesuai
dengan frekuensi getar gelombang elektromagnetik yang berada dalam kotak. Radiasi
gelombang dapat diserap dan dipantulkan oleh atom-atom pada dinding rongga. Plank
juga mengemukakan bahwa atom-atom dapat menyerap atau melepas energi dalam
bentuk buntelan-buntelan energi yang disebut kuanta atau nama lain adalah foton.
Besarnya energi foton yang diserap atau dilepas yaitu;

c h
n f h n E
f
= =
Dengan n = bilangan kuantum, f = frekuansi foton, dan h = tetapan Planck dimana nilai ini
didapatkan dari penurunan hukum Stefan-Bozltmann yaitu;
3 2
2 5
5 1
2
h c
k
=
Efek Fotolistrik
Jika suatu permukaan logam disinari dengan seberkas cahaya dengan frekuensi tinggi,
maka sejumlah elektron keluar dari permukaan logam, gejala ini dikenal dengan efek
fotolistrik. Pada gambar 27.5 merupakan ilustrasi sederhana untuk mengamati efek foto
listrik.
4. Arus yang dihasilkan akan mengalir dalam waktu yang sangat cepat yaitu sekitar 10
-9
sekon setelah cahaya diberikan.
Teori foton Einstein menyatakan Energi cahaya yang melalui ruangan merupakan buntelan-
buntelan yang disebut foton.
Panjang gelombang
I
n
t
e
n
s
i
t
a
s
Data percobaan
Fungsi Planck
Dari persamaan diatas didapatkan nilai tetapan Planck
yaitu h = 6,626 x 10
-34
J.s. Untuk N foton, energi total E
T

dan hubunganya dengan daya P yaitu;
f h N t P E
T
= =
Anggapan Planck untuk intensitas radiasi yaitu;

=
1
1 2
5
2
T k c h
e
c h
R

Fungsi intensitas radiasi cocok dengan data percobaan


yang diperlihatkan pada gambar 27.4. Teori Planck
terbukti lima tahun kemudian yaitu tahun 1905 oleh
Einstein dalam penemuannya tentang efek fotolistrik.
Gambar 27.4 Grafk intensitas ra-
diasi terhadap panjang gelombang
untuk kriteria Planck.
A
V
I
foton
Logam Sebagai
katoda
Elektron
Logam Sebagai
anoda
Ruang
vokum
Beberapa fakta dalam efek fotolistrik yaitu;
1. Elektron akan keluar jika disinari dengan
cahaya dengan panjang gelombang di bawah
panjang gelombang tententu yang dikenal istilah
gelombang pancung (
o
), diatas gelombang
pancung elektron tidak akan keluar.
2. Nilai gelombang pancung tidak bergantung pada
intensitas cahaya, tetapi hanya bergantung jenis
logam sebagai katoda.
3. Energi kinetik maksimum elektron yang
dipancarkan tidak bergantung pada intensitas
cahaya tetapi hanya bergantung pada panjang
gelombang sinar.
Gambar 27.5 Prinsip kerja dari fotolistrik.
Logam sebagai katoda disinari cahaya
akan menghasilkan listrik.
Buku Sukses Fisika SMA Bab 27 Dualisme Gelombang dan Partikel 247
Perbedaan Planck dengan Einstein yaitu cahaya merambat merupakan gelombang
elektromagnetik, sedangkan Einstein menyarankan cahaya merambat berperilaku
sebagai partikel. Secara umum persamaan pada fotolistrik yaitu;
o K f
W E E + =
Dengan E
f
= energi foton, E
K
= energi kinetik elektron, dan W
o
= funsi kerja (energi ikat
elektron dalam logam). Persamaan di atas dapat juga dinyatakan;
o K
f h E f h + =
Atau
o
K
c h
E
c h

+ =
Dengan h = tetapan Planck, = panjang gelombang foton,
o
= panjang gelombang
panjung, f = frekuensi foton, dan f
o
= frekuensi pancung.
Efek Compton
Hubungan energi foton sebelum tumbukan E dan sesudah tumbukan E yaitu;
( ) cos 1
1 1
'
1
2
=
c m E E
e
Jika energi E = hc/, maka;
( ) cos 1 '
2
=
c m
h
e
= panjang gelombang foton sebelum tumbukan, = panjang gelombang foton setelah
tumbukan, h = tetapan Planck, m
e
= massa elektron, c = kecepatan foton, dan = sudut
hamburan foton.
Energi kinetik elektron dapat ditentukan dengan
memesang potensial pada rangkaian. Potensial dinaikan
secara terus menerus sehingga pada saat ampermeter
menunjukan angka nol, maka energi kinetik elektron
dapat dinyatakan;
2
2
1
v m V e E
e o K
= =
e = muatan elektron (1,6 x 10
-19
C), V
o
= potensial penghenti,
m
e
= massa elektron, dan v = kecepatan elektron. Pada
gambar 27.6 merupakan grafk hubungan antara enegri
foton, energi kinetik dan fungsi kerja.
Energi
frekuensi
E
f
E
K
W
f
o
f
Foton datang
Foton
terhambur
elektron
terhambur

Pada tahun 1923 Arthur H. Compton melakukan


percobaan dengan menembakan seberkas sinar X
pada pada lempeng graft. Dalam percobaan sinar
X mempunyai panjang gelombang , di tembakkan
ke graft dan diamati sinar hambur memiliki
panjang gelombang berubah menjadi . Gambar
27.7 digambarkan efek Compton. Compton dapat
menjelaskan bahwa sinar X masuk bukanlah sebuah
gelombang tapi merupakan kumpulan partikel-partikel
yang menumbuk elektrson. Dalam tumbukan foton
kehilangan energi karena diambil oleh elektron sebagai
energi kinetik.
Gambar 27.6 Grafk energi terhadap
frekuensi, dimana energi berbanding
lurus dengan frekuensi.
Gambar 27.7 Efek Compton untuk,
cahaya dengan panjang gelombang
menumbuk elektron sehingga panjang
gelombang berubah menjadi .
Buku Sukses Fisika SMA Bab 27 Dualisme Gelombang dan Partikel 248

B. Partikel Sebagai Gelombang
1. Hipotensis De Broglie
Pada tahun 1923, Lois De Broglie mengeluarkan suatu hipotensis dalam disertasi
doktornya Bagi semua partikel yang bergerak dengan momentum tertentu, berhubungan
dengan panjang gelombang. Secara matematis hipotensis De Broglie dinyatakan;
v m
h
p
h
= =
= panjang gelombang De Broglie, h = tetapan Planck, m = massa partikel, dan v =
kecepatan partikel.
2. Difraksi Elektron
Pada tahun 1926, Clinton J. Davisson dan Laser H. Germer, melakukan penelitian
pemantulan berkas elektron dari permukaan kristal nikel. Dimana elektron dipercepat
dengan potensial tertentu yaitu;
2
2
1
v m V e E
e o K
= =
Dengan panjang gelombang elektron;
K e
E m
h
p
h
2
= =
Atau
V e m
h
e
2
=
Dengan V = potensial pemercepat elektron, E
K
= energi kinetik elektron.

3. Persamaan Fungsi Gelombang
Pada tahun 1925 Erwin Schrdinger meformulasi fungsi gelombang dari partikel, dan
dipublikasikan pada tahun 1926. Secara umum persamaan Schrdinger untuk satu
dimensi dapat dinyatakan;
=

2
2
2
k
x d
d
= fungsi gelombang, dan k = bilangan gelombang dengan nilai;
h
E m
k
2 2
=
Difraksi sinar X Difraksi elektron
Dari percobaan dengan menggunakan persamaan
difraksi Bragg untuk menghitung panjang gelombang
elektron pada difraksi maksimum lalu dibandingkan
dengan hipotensis De Broglie menghasilkan nilai
panjang gelombang yang sama. Di samping pada
gambar 27.8 ditampilkan hasil difraksi sinar X dan
difraksi elektron.
Gambar 27.8 Hasil difraksi sinar-X dan
difraksi elektron.
Catatan : Difraksi Bragg dapat dinyatakan;
n d = sin 2
Buku Sukses Fisika SMA Bab 27 Dualisme Gelombang dan Partikel 249
Radiasi benda hitam tersebut pada suhu
T akan menghasilkan daya sebesar..
A. 300 mW D. 37,5 mW
B. 150 mW E. 18,75 mW
C. 75 mW
6. SPMB 2003 Regional I
Sebuah kalkulator yang menggunakan
panel surya 4 cm x 1 cm berkerja pada
tegangan 3 volt dan arus 0,2 mA. Jika panel
surya mengubah 20% energi cahaya men-
jadi cahaya listrik maka intensitas cahaya
minimal yang harus diterima panel surya
adalah.
A. 2,5 W/m
2
D. 7,5 W/m
2
B. 4,0 W/m
2
E. 12,5 W/m
2
C. 5,0 W/m
2
7. Ujian Nasional 2005
Radiasi kalor benda hitam mempunyai
grafk antara F dan X seperti grafk di
bawah ini.

E2
E1
1 2
Pernyataan yang benar adalah.
A. E
1
T
1
< E
1
T
2
D.
1
:
2
= E
2
: E
1
B. T
1
< T
2
E.
1
:
2
= E
1
: E2
C.
1
:
2
= T
2
: T
1
8. Ujian Nasional 2006
Berdasarkan grafk intensitas (I) terhadap
A. seperti gambar di bawah, maka dapat
disimpulkan....

I

T
1
T
2
T
3

m1

m2

m3
A. T
3
> T
2
> T
1
D. T
1
= T
2
= T
3
B. T
1
> T
2
> T
3
E. T
1
< T
2
> T
3
C. T
1
> T
2
, T
2
> T
3
Hukum Stefan-Boltmann dan Hukum Wien
1. Ujian Nasional 2002
Sebuah partikel dan foton memiliki energi
yang sama apabila.
A. massanya sama
B. kecepatannya sama
C. momentumnya sama
D. arah rambatnya sama
E. medium yang dilalui sama
2. Ujian Nasional 2000
Jumlah energi yang dipancarkan dalam
bentuk radiasi per sekon oleh benda hi-
tam 16 kali energi yang dipancarkan benda
tersebut sebelumnya pada suhu 2.000 K. Be-
rarti suhu benda hitam sekarang adalah.
A. 4.000 K D. 8.000 K
B. 5.000 K E. 10.000 K
C. 6.000 K
3. Ujian Nasional 2000
Sebuah elektron massanya 9 x 10
31
kg
bergerak dengan kelajuan 9 x 10
7
m s
1
. Bila
konstanta Planck = 6,6 x 10
34
Js, maka pan-
jang gelombang de Broglie elektron terse-
but adalah.
A. 8,15 x 10
12
m D. 1,36 x 10
3
m
B. 6,60 x 10
10
m E. 1,23 x 10
9
m
C. 7,43 x 10
4
m
4. Ujian Nasional 2001
Diantara pernyataan berikut:
1. Dipancarkan dalam bentuk gelombang
elektromagnetik
2. Dipancarkan oleh benda yang suhunya
lebih tinggi dibanding suhu lingkun-
gannya
3. Dipancarkan oleh bagian permukaan
benda
Pernyataan yang berlaku untuk radiasi ka-
lor adalah.
A. (1) saja D. (2) dan (3) saja
B. (1) dan (2) saja E. (3) saja
C. (1), (2) dan (3)
5. UM UGM 2009 Kode Soal 921
Benda hitam pada suhu T memancarkan ra-
diasi dengan daya sebesar 300 mW.
Buku Sukses Fisika SMA Bab 27 Dualisme Gelombang dan Partikel 250
Latihan Soal Bab 27 Dualisme Gelombang dan Partikel
A. 2 hf D. mc
2
B. 2 mc
2
E. hf
C. hf - 2 mc
2
14. UMPTN 1994 Rayon B
Dalam percobaan interferensi Young digu-
nakan sinar monokromatis yang energi fo-
tonnya E. Bila d, h, c, dan L berturut-turut
adalah jarak celah, konstanta Planck, cepat
rambat cahaya dalam vakum, dan jarak ce-
lah dengan layar maka jarak terdekat antar
garis terang adalah.

Gelombang Sebagai Partikel
15. Ujian Nasional 2004
Gambar di bawah adalah grafk hubungan
Ek (energi kinetik maksimum) foto elektron
terhadap frekuensi sinar yang digunakan
pada efek foto listrik. Nilai P pada grafk
tersebut adalah.
A. 2,64 x 10
23
B. 3,3 x 10
23

C. 6,6 x 10
20
D. 2,64 x 10
19
E. 3,3 x 10
19
16. Ujian Nasional 2001
Perhatikan bebetapa faktor-faktor berikut:
1. frekuensi cahaya
2. fungsi kerja
3. intensitas cahaya
Faktor yang mempengaruhi energi kinetik
foto elektron adalah.
A. (1) saja D. (1) dan (2)
B. (2) saja E. (2) dan (3)
C. (3) saja
17. UMPTN 1997 Rayon C
Energi elektron yang dipancarkan oleh
permukaan yang sensitif terhadap cahaya
akan meningkat jika cahaya datang yang
menumbuk permukaan.
A. intensitasnya diperbesar
B. amplitudonya diperbesar
C. panjang gelombangnya diperpendek
Teori Planck
9. Ujian Nasional 2003
Frekuensi cahaya tampak 6 x 10
14
Hz. Jika
h = 6,625 x 10
34
Js, maka besar energi foton-
nya adalah.
A. 1,975 x 10
17
J D. 4,975 x 10
19
J
B. 2,975 x 10
18
J E. 5,975 x 10
19
J
C. 3,975 x 10
19
J
10. Ujian Nasional 2002
Energi foton sinar gamma 105 eV (1 eV = 1,6
10
19
joule), dan jika tetapan Planck = 6,6
10
34
J.s, maka panjang gelombang sinar
gamma adalah.
A. 4,125 x 10
15
D. 4,125 x 10
5

B. 1,2375 x 10
14
E. 1,2375 x 10
4

C. 7,27 x 10
6

11. UM-UGM 2004 Kode Soal 312
Panjang gelombang cahaya yang dipan-
carkan oleh lampu monokromatis 100 wat
adalah 5,5 x 10
-7
m. Cacah foton (partikel
cahaya) per sekon yang dipancarkannya
sekitar.
A. 2,8 x 10
22
/s D. 2,8 x 10
20
/s
B. 2,0 x10
22
/s E. 2,0 x 10
20
/s
C. 2,6 x 10
20
/s
12. UM-UNDIP 2010 Kode Soal 102
Sebuah foton dan sebuah elektron mem-
punyai panjang gelombang sama, yakni
sama dengan 5 nm, maka foton dan elek-
tron tersebut akan mempunyai energi sama
besar
SEBAB
Energi foton maupun elektron dapat dinya-
takan sebagai E = hc/, dengan h tetapan
plank, c laju cahaya dalam hampa dan
adalah panjang gelombang.
13. SPMB 2002 Regional III
Positron dan elektron dapat dihasilkan dari
suatu foton berenergi hf, dengan h adalah
tetapan Planck dan f adalah frekuensi fo-
ton. Bila positron dan elektron mempun-
yai massa yang sama besar (yaitu m) dan
c kelajuan cahaya dalam vakum, maka
besarnya energi kinetik total positron dan
elektron pada saat proses pembentukan
mereka adalah.

A.
E h
d L c

D.
d E
L c h
B.
h c
E d L

E.
L d
c h E
C.
c L
h E d

E
K
(joule)
(10
14
Hz)
P
4 5
Buku Sukses Fisika SMA Bab 27 Dualisme Gelombang dan Partikel 251
Pada gejala fotolistrik diperoleh grafk
hubungan I (kuat arus) yang timbul terha-
dap V (tegangan listrik) seperti pada gam-
bar. Upaya yang dilakukan agar grafk a
menjadi grafk b.
A. mengurangi intensitas sinarnya
B. menambatr intensitas sinarnya
C. menaikkan frekuensi sinarnya
D. menurunkan frekuensi sinarnya
E. mengganti logam yang disinari
22. UMPTN 1995 Rayon B
Grafk yang menunjukkan hubungan
antara energi kinetik fotoelektron (EK) dan
intensitas I foton pada proses fotolistrik
adalah.
A. D.
B. E.
C.
23. UMPTN 1999 Rayon B
EK (J)
0
f (x 10
12
Hz)
4 5
p
Gambar di atas adalah grafk hubungan EK
(energi kinetik maksimum) fotoelektron
terhadap f (frekuensi) sinar yang digunakan
pada efek fotolistrik. Nilai p pada grafk
tersebut adalah.joule.
A. 2,64 x 10
-33
D. 2,64 x 10
-19
B. 3,3 x 10
-30
E. 3,3 x 10
-l9
C. 6,6 x 10
-20
D. frekuensinya diperkecil
E. sudut datangnya diperbesar
18. UMPTN 1996 Rayon B
Hasil eksperimen efek fotolistrik yang
tidak dapat dijelaskan dengan teori klasik
adalah.
1. adanya panjang gelombang maksimum
cahaya penyinaran yang dapat
menghasilkan efek tersebut.
2. selang waktu antara penyinaran cahaya
dan terjadinya arus fotolistrik tidak
bergantung pada intensitas catraya
3. energi kinetik elektron yang keluar
dari katode bergantung pada panjang
gelombang cahaya yang digunakan
4. elektron memerlukan sejumlatr energi
tertentu untuk keluar dari permukaan
logam (katode)
19. UMPTN 1997 Rayon B
Hasil percobaan fotolistrik yang tak dapat
dijelaskan dengan fsika klasik adalah.
1. elektron keluar dari katode yang disinari
cahaya
2. tidak keluamya elektron dari katode
yang terbuat dari logam tertentu bila
disinari cahaya merah
3. makin tinggi intensitas cahaya, makin
banyak elektron yang keluar dari katode
4. elektron segera keluar dari katode jika
disinari cahaya meskipun intensitasnya
kecil
20. UMPTN 1997 Rayon A
Permukaan logam tertentu mempunyai
fungsi kerja W joule. Bila konstanta Planck
h joule sekon, maka energi maksimum fo-
toelektron yang dihasilkan oleh cahaya ber-
frekuensi v Hz adalah.J.
A. W + hv D. hv/W
B. W/(hv) E. hv - W
C. W - hv

21. UMPTN 1994 Rayon A

I
V
a
b
0
EK
I 0
EK
I 0
EK
I 0
EK
I 0
EK
I 0
Buku Sukses Fisika SMA Bab 27 Dualisme Gelombang dan Partikel 252
1. Intensitas cahaya yang datang
2. Frekuensi sinar datang
3. Sudut yang dibentuk oleh cahaya terha-
dap permukaan logam
4. Energi ambang logam
28. SPMB 2004 Regional II
Apabila cahaya ultraungu menyinari pota-
sium, elektron akan terpancar dari permu-
kaan logam tersebut. Dalam peristiwa ini:
1. Semua elektron yang terpancar mempu-
nyai energi sama dengan energi partikel
cahaya
2. Energi partikel cahaya sebanding den-
gan frekuensi cahaya
3. Peristiwa di atas berlaku untuk semua
warna cahaya
4. Energi kinetik maksimum elektron yang
terpancar lebih kecil dari energi partikel
cahaya
29. UMPTN 2001 Rayon A
Permukaan suatu lempeng logam tertentu
disinari dengan cahaya monokromatik.
Percobaan ini diulang dengan panjang
gelombang yang berbeda. Ternyata tidak
ada elektron keluar jika lempeng disinari
dengan panjang gelombang di atas 500 nm.
Dengan menggunakan panjang gelombang
tertentu , ternyata dibutuhkan tegangan
3,1 volt untuk menghentikan arus fotolistrik
yang terpancar dari lempeng. Panjang
gelombang tersebut dalam nm adalah.
A. 223 D. 381
B. 273 E. 442
C. 332
30. UMPTN 2000 Rayon A
Grafk di bawah merupakan data efek foto
listrik. Maka:

4,0
-1,6
f(Hz)
E
maks
(eV)
1. energi fotoelektron yang terpancar
besarnya antara 0 4,4 eV
2. energi minimal untuk melepaskan
elektron 1,6 eV
24. UMPTN 1999 Rayon C
Frekuensi ambang natrium adalah 4,4 x 10
14

Hz. Besarnya potensial penghenti dalam
volt bagi natrium saat disinari dengan
cahaya yang frekuensinya 6,0 x 10
14
Hz
adalah..
A. 0,34 D. 0,66
B. 0,40 E. 0,99
C. 0,44
25. UMPTN 1994 Rayon C

EK (J)
D
f (Hz)
t
f
A
f
B
Hubungan energi kinetik elektron dan frek-
uensi penyinaran pada gejala fotolistrik ter-
lihat pada grafk di atas. Apabila konstanta
Planck = h, besarnya fungsi kerja logam
adalah..
A. 0,25 hf
A
D. 0,5 hf
B
B. 0,5 hf
A
E. hf
B
C. hf
A
26. UMPTN 1996 Rayon A

EK (eV)
3,7
f (Hz)
0,2
f
o
f
Grafk di atas menunjukkan hubungan
antara energi kinetik maksimum elektron
(EK) terhadap frekuensi foton (f) pada efek
fotolistrik. Jika konstanta Planck 6,6 x 10
-34
J s dan 1 eV = 1,6 x 10
-19
joule, maka besar f
adalah.Hz.
A. 48 x 10
14
D. 9,5 x 10
14
B. 2l x 10
14
E. 8,9 x 10
14
C. 14 x 10
14
27. UM-UGM 2010 Kode Soal 731
Pada peristiwa efek fotolistrik, kelajuan
maksimum elektron yang lepas dari logam
bergantung pada

Buku Sukses Fisika SMA Bab 27 Dualisme Gelombang dan Partikel 253
A. efek fotolistrik
B. efek Compton
C. produksi pasangan
D. produksi sinar-X
E. radiasi benda hitam
35. UMB-PTN 2008 Kode Soal 281
Sebuah foton dengan panjang gelombang
0,4 nm menumbuk elektron yang diam.
Setelah bertumbukan foton dihamburkan
dengan sudut 120
0
terhadap arah semula.
Panjang gelombang foton setelah tumbukan
adalah.
A. 0,4000 nm D. 0,4460 nm
B. 0,4036 nm E. 0,7600 nm
C. 0,4136 nm
36. UM-UGM 2003 Kode Soal 82
Efek Compton menunjukkan bahwa;
1. Elektron dapat menerobos inti atom
2. Tenaga foton seluruhnya diberikan ke
partikel
3. Foton musnah setelah membentuk materi
4. Sinar-X dapat beriteraksi dengan elektron
Partikel Sebagai Gelombang
37. Ujian Nasional 2002
Sebuah kelereng massanya a bergerak
dengan kecepatan b. Jika konstanta Planck
adalah h maka panjang gelombang de
Broglie dari kelereng itu adalah.
38. UMPTN 1996 Rayon A
Massa partikel A 4 x massa partikel B
dan kecepatan A 1/3 x kecepatan B, maka
perbandingan panjang gelombang partikel
A dan panjang gelombang partikel B
adalah.
A. 1 : 4 D. 4 : 3
B. 4 : 1 E. 1 : 12
C. 3 : 4
39. UMPTN 1998 Rayon C
Bila dari keadaan diamnya elektron
pertama dipercepat oleh beda potensial V
1
dan elektron lain dengan beda potensial V
2
,
3. panjang gelombang cahaya maksimum
yang digunakan sekitar 8 10
7
m
4. jika intensitas cahaya diperbesar, bentuk
grafk tidak berubah
31. UMPTN 2001 Rayon B
Hal di bawah ini yang merupakan sifat-
sifat foton cahaya:
1. energi foton tidak bergantung pada
intensitas berkas cahayanya.
2. momentum foton memenuhi kaitan p
= h/ dengan h tetapan Planck dan
panjang gelombang cahaya.
3. foton tidak dibelokkan oleh medan
magnet maupun listrik.
4. energi yang dibawa oleh tiap foton
besarnya E = hc/
32. UMPTN 2000 Rayon B
Katode pada tabung fotolistrik mempu-
nyai frekuensi ambang f
o
. Bila katode disi-
nari dengan cahaya berfrekuensi f, maka
elektron yang keluar katode berkecepatan
maksimum v
maks
dan potensial penghenti
yang diperlukan agar arus listrik menjadi
nol adalah V
o
. Jarak anode-katode d. Massa
elektron m. Hubungan antara besaran-be-
saran di atas adalah.
1.
2
2
1
v m V
o
=
2. besarnya perlambatan elektron
d
v
maks
2
2
3.
o o
f V
h
e
f =
4. Kuat medan listrik yang memperlambat
d
V
E
o
=
33. UM UGM 2009 Kode Soal 731
Ion positif dengan massa 1000 kali massa
elektron dan dengan muatan 10 kali mua-
tan elektron dipercepat oleh beda potensial
80 volt. Bila ion itu mula-mula diam, maka
energi kinetik ion tersebut setelah melewati
beda potensial di atas bernilai sekitar.
A. 80 keV D. 0,8 keV
B. 10 keV E. 0,1 keV
C. 8 keV
34. SPMB 2005 Regional I
Frekuensi foton yang dihamburkan oleh
elektron bebas akan lebih kecil dibanding
saat datang adalah hasil dari;
A.
h
b a

D.
h a
b
B.
b a
h

E.
b h
a
C.
b
h a
Buku Sukses Fisika SMA Bab 27 Dualisme Gelombang dan Partikel 254
43. UM UGM 2009 Kode Soal 731
Dua partikel dengan massa sama besar
tetapi dengan muatan listrik berbeda yaitu
q
2
= 9q
1
dilepaskan tampa kelajauan awal
dari titik A. Kedua partkel mengalami ger-
ak dipercepat menuju titik B oleh beda po-
tensial listrik antara A dan B sebesar 1 kV.
Besar perbandingan panjang gelombang de
Broglie
2
/
1
kedua partikel itu adalah.
A. 3 D. 1/2
B. 2 E. 1/3
C. 1
44. UM-UGM 2005 Kode Soal 811
Ditinjau berkas foton dan elektron
monoenergetik dengan panjang gelombang
de Broglie yang sama yaitu 5 . Dapat
disimpulkan bahwa bila E
f
dan E
e
berturut-
turut adalah energi kinetik foton dan
elektron maka E
f
/E
e
dekat nilainya
dengan.
A. 6,4 x 10
4
D. 8,5 x 10
2
B. 2,3 x 10
4
E. 4,1 x 10
2
C. 1,0 x 10
3
45. UM-UGM 2003 Kode Soal 82
Dua partikel A dan B dengan massa berbeda
(M
A
= 289 MB) memilki energi kinetik yang
sama. Bila panjang gelombang de Broglie
partikel A bernilai 0,2 nm, maka panjang
gelombang de Broglie partikel B adalah.
A. 7,8 nm D. 1,6 nm
B. 5,6 nm E. 0,1 nm
C. 3,4 nm
46. UM-UGM 2004 Kode Soal 312
Dua partikel dengan muatan sama besar
dan sama tanda, tetapi dengan massa
berbeda (m
1
= m
2
/4) dilepas tanpa kecepatan
awal dari titik A. Keduanya dipercepat
menuju titik B oleh suatu beda tegangan
listrik yang dipasang antara A dan B sebesar
V volt. Perbandingan panjang gelombang
de Broglie kedua partikel,
1
/
2
adalah.
A. 1/2 D. 2
B. 1/2 E. 4
C. 1
maka perbandingan panjang gelombang de
Broglienya untuk beda potensial berorde
kV adalah.


40. UMPTN 1991 Rayon C
Sebuah partikel yang bermuatan positif q
coulomb dan massa m kg dilepas tanpa ke-
cepatan awal dari titik A. Partikel diperce-
pat menuju B karena ada tegangan antara
titik A dan B yaitu V volt. Bila diketahui
tetapan Planck h joule sekon, maka panjang
gelombang partikel setelah melewati B ada-
lah.
A. h(2mqV)
12
D. h(2mqV)
-12
B. hm
-1
(2qV)
12
E. mh
-1
(2qV)
12
C. mqhV
41. UMPTN 1993 Rayon B
Sebuah elektron dipercepat oleh beda po-
tensial V. Jika m = massa elektron, e = mua-
tan elektron dan h konstanta Planck, maka
panjang gelombang de Broglie untuk elek-
tron ini dapat dinyatakan dengan hubun-
gan.

42. UMPTN 1996 Rayon C
Bila dari keadaan diamnya elektron diper-
cepat berturut-turut oleh beda potensial V
1
= 100 volt dan V
2
= 400 volt, maka perband-
ingan panjang gelombang de Broglie-nya
adalah.,
A. 1/4 D. 2
B. 1/2 E. 4
C. 3/4

A.
1
2
V
V

D.
2
1
V
V
B.
2
1
V
V
E.
1
2
V
V
C.
2
1
2V
V

A.
V e m
h

D.
V e m
h
2 3
B.
V e m
h
2

E.
V e m
h
3
C.
V e m
h
2

Buku Sukses Fisika SMA Bab 27 Dualisme Gelombang dan Partikel 255
51. UM-UNDIP 2008 Kode Soal 581
Radiasi sinar kosmis bila dilewatkan
melalui suatu ruangan yang mengandung
medan listrik dan medan magnet tidak
dibelokan
SEBAB
Sinar kosmik memilki energi yang lebih
tinggi dari sinar gamma
52. SPMB 2004 Regional II
Permukaan bumi menerima radiasi
matahari rata-rata 1,2 kW/m
2
saat terik. Jika
panjang gelombang rata-rata radiasi ini
6620 , maka banyak foton per detik dalam
berkas sinar matahari seluas 1 cm
2
secara
tegak lurus adalah.
A. 5 x 10
17
D. 2 x 10
17
B. 4 x 10
17
E. 1 x 10
17
C. 3 x 10
17
53. SPMB 2004 Regional III
Panjang gelombang terpendek yang
dihasilkan tabung X yang beroperasi pada
tegangan 2 x 106 volt sekitar.
A. 0,001 D. 0,008
B. 0,003 E. 0,010
C. 0,006
54. UMPTN 2000 Rayon C
Elektron di dalam tabung sinar-X diberi
beda potensial 10,0 kilovolt. Jika sebuah
elektron menghasilkan satu foton pada
saat elektron tersebut menumbuk target,
panjang gelombang minimum yang
dihasilkan oleh tabung tersebut dalam nm
adalah.
A. 0,0124 D. 12,4
B. 0,124 E. 124
C. 1,24
55. UMPTN 2000 Rayon C
Sinar yang dipengaruhi oleh medan
magnetik dan medan listrik adalah.
1. sinar-X 3. sinar gamma
2. sinar laser 4. sinar katoda
47. SPMB 2006 Regional I
Sebuah elektron mula-mula diam
dipercepat oleh beda potensial V sehingga
panjang gelombang de Brglie elektron
adalah . Jika elektron mula-mula tersebut
dipercepat dengan beda potensial 4 V, maka
panjang gelombang de Broglie electron
menjadi.
A. 1/16 D. 2
B. 1/4 E. 4
C. 1/2
48. UMPTN 2001 Rayon A
Jika kecepatan partikel A lebih besar
dibanding kecepatan partikel B maka
panjang gelombang de Broglie partikel
A pasti lebih kecil daripada panjang
gelombang de Broglie partikel B
SEBAB
Panjang gelombang de Broglie suatu
partikel berbanding terbalik dengan
momentum partikel
49. UM-UGM 2006 Kode Soal 731
Sebuah foton membentur sebuah elektron
bermassa m yang awalnya dalam keadaan
diam. Proses ini menghasilkan pasangan
elektron-positron, dan fotonnya lenyap.
Dua elektron dan satu positron tadi
bergerak dengan kelajuan yang sama
dengan arah kecepatan yang sama. Energi
foton tadi bernilai sekitar.
A. mc
2
D. 4mc
2
B. 2mc
2
E. 5mc
2
C. 3mc
2
50. SPMB 2002 Regional I
Suatu partikel pion (meson
o
) dalam
keadaan tertentu dapat musnah
menghasilkan dua foton identik dengan
panjang gelombang . Bila massa partikel
pion adalah m, h tetapan Planck, dan c
kelajuan cahaya dalam vakum, maka
dapat dinyatakan dalam m, c , dan h dalam
bentuk

A.
c m
h
2

D.
h c m 2
1
B.
2
c m
h
E.
c m
h
C.
c m
h 2

Buku Sukses Fisika SMA Bab 27 Dualisme Gelombang dan Partikel 256