Anda di halaman 1dari 7

Orang dengan kerusakan sendi-Z seringkali memperlihatkan pemeriksaan

sensorik dan motorik yang normal, meskipun beberapa pasien


menggambarkan nyeri ini kemudian akan menyebar dan laporan lainnya
adalah hasil test mengangkat kaki lurus. Demikianlah, test elektrodiagnostik
dapat menolong untuk mengesampingkan penyebab nyeri lain seperti
radikulopati.
RFA dari cabang medial ramus dorsal mempengaruhi inervasi tidak hanya
sendi-Z tetapi juga otot mltiidus, normal, denervasi otot multiidus. !ormal
denervasi potensial otot multiidus pada "#$ kebanyakan berhubungan
dengan radikulopati lumbosakral.
$ada pasien yang cenderung memiliki RFA, meskipun denervasi potensial
sepertinya sekunder denervasi dari prosedur dan bukan radikulopati.
Prosedur
%edial branch blok
&idak adanya ri'ayat atau pemeriksaan isik manuver spesiik pada sendi-Z
mediasi "#$, dengan luoroskopi menolong injeksi sara cabang medial yang
sering digunakan untuk tujuan diagnosis yang membedakan apakah sendi-Z
dalam keadaan responsi terhadap "#$. (njeksi sendi-Z juga dapat digunakan
untuk diagnostik, tetapi banyak pertimbangan bah'a prosedur ini dapat lebih
bertentangan untuk dilakukan.
%emberikan dua injeksi untuk tiap sendi-Z, salah satu anastesi atau blok cepal
dan medial branch )seperti anastesi "* dan "+ cabang medial untuk "+-",
sendi-Z-. (njeksi menjadi diagnosis jika pasien melaporkan gejala yang
signiikan, biasanya lebih dari ,./ menurun pada nyeri.
PENGOBATAN
Masa akut
Rehabilitasi program
Terapi fisik
Rencana pengobatan inisial untuk nyeri sendi-Z akut diokuskan pada edukasi, relati
istirahat, gambaran nyeri, kemantapan posisi yang membuat nyaman, latihan dan
modalitas. &erapi isik meliputi instruksi untuk postur yang sesuai, gerakan tubuh saat
aktiitas sehari-hari yang melindungi dari kecelakaan sendi, mereduksi gejala, dan
mencegah kecelakaan lebih lanjut. $osisi yang dapat menyebabkan nyeri )contohnya,
ekstensi, obli0 ekstensi- harus dihindari. (stirahat tirah baring melebihi 1 hari tidak
disarankan karena hal ini dapat merusak tulang, jaringan lunak, otot, dan sistem
kardiovaskuler. Dengan demikian, modiikasi aktivitas, jarang istirahat tirah baring
sangat disarankan.
%odalitas seperi pemanasan superisial dan cryoterapi juga dapat menolong
merelaksasikan otot dan mengurangi nyeri. 2ebagai tambahan, medikasi seperti anti
inlamasi non steroid )!2A(Ds- juga dapat diberikan. %anipulasi spinal dan
mobilisasi juga dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri.
Intervensi bedah
(ntervensi bedah bukan merupakan pengobatan a'al dalam penanganan "#$, meliputi
nyeri mediasi sendi-Z, dan kebanyakan mayoritas dari ungsi bladder )kandung
kemih- atau anestesi spinal, )diturunkan, sensasi dari regio perianal, seperti
kehilangan kemampuan untuk merasakan kertas toilet yang disentuh ke kulit- secara
akta, diperlihatkan dan membutuhkan evaluasi bedah emergensi. #endera merah
lainnya yang sangat membutuhkan evaluasi bedah meliputi tanda dan gejala dari
keganasan )kehilangan berat badan yang sangat cepat, ri'ayat kanker, nyeri pada
malam hari, dan adanya gambaran radiologi-, demam yang tidak dapat dijelaskan,
deisit neurologi yang menurun secara drastis. $enting sekali, para praktisi harus
me'aspadai atas tanda ini )bendera merah- karena dapat bermaniestasi kemudian
dalam menangani pasien "#$.
Pengobatan lain
%anipulasi spinal dapat berguna untuk kedua singkat atau lama 'aktu gambaran
nyeri. #eberapa akta yang mendukung ungsi manipulasi spinal terapi yang
dikombinasikan dengan program menguatkan trunkus, dimana lebih dari kursus
setahun, dapat menurunkan kebutuhan medikasi nyeri.
Masa penembuhan
Program rehabilitasi
Terapi fisik
2alah satu gejala dari nyeri dikontrol selama masa akut dari ase pengobatan,
diperkuat dengan latihan dari spina lumbal dan hubungan otot dapat diinisiasi.
3arena nyeri mediasi sendi-Z dapat lebih buruk dengan ekstensi dan kondisi latihan
dapat dilakukan dengan posisi leksi. 3ekuatan manuver harus menekankan leksi,
posisi netral, dan pelvis tilt, semua dalam upaya untuk mereduksi kompresi sendi-Z.
&ujuan terapetik lain adalah untuk mengurangi lumbal lordosis karena lordosis yang
berlebihan meningkatkan beban elemen posterior meliputi sendi-Z. Oleh karena itu
pasien harus membuat manuver pelvic tilt untuk mengurangi sudut dari lumbal
lordosis. $elvic tilt manuver dapat dilakukan dengan banyak posisi )dengan kaki
bengkok saat berdiri, tungkai lurus saat berdiri, dan ketika duduk- untuk menekankan
postur yang sesuai pada banyak tempat. Dasar latihan leksi harus dihindari dalam
hipermobilitas atau ketidakseimbangan atau jika manuver meningkatkan "#$.
Dengan cara yang sama, latihan streching dapat diokuskan pada perbaikan yang
sesuai pelvic tilt, oleh karena itu tekanan yang khusus dapat ditempatkan pada latihan
otot ini, yang menyebabkan terlalu anterior pelvic tilt. )contohnya hip leksor dan
lumbal ekstensor-. "atihan streching tidak dibatasi hanya pada otot ini karena semua
otot menahan tulang belakang lumbal dan korset pelvic dapat diseimbangkan dan
streching yang regular dapat membantu memperbaiki gerakan yang normal tulang
belakang lumbal dan pelvis. Oleh karena itu, program streching dapat juga meliputi
streching hamstring, 0uadriceps, hip abduktor, gluteal dan abdominal. 2treching
melalui gerakan dinamik postural )yoga postur- dapat secara khusus menolong karena
dapat memperbaiki keseimbangan otot tulang belakang lumbal dan korset pelvik.
"atihan ini biasanya bersatu kepada program rehabilitasi yang lebih komprehensih,
yang meliputi latihan stabilisasi. &ujuan latihan ini adalah untuk mengajarkan pasien
bagaimana menemukan tulang belakang yang normal selama latihan setiap hari.
$osisi normal tulang belakang berbeda untuk setiap individual, dan dibedakan oleh
pelvis dan postur tulang belakang yang menempatkan penekanan terakhir pada
elemen tulang belakang dan struktur yang mendukung.
4& 2canning
o 5enerally, 4& 2canning is not necessary unless other bony pathology )eg,
racture- must be e6cluded.
o A 4& 2can o the lumbosacral spine provides e6cellent anatomical o the
structures o the spine, especially to rule out ractures or arthritic changes.
2ingle-photon emission 4& images may oer better resolution i
spondylolysis is suggested.
o 7ith Z-joint pathology, one may ind arthritic changes in the Z-joint and
degenerative disk disease8 ho'ever, Z-joint pathology is also re0uently
seen in asymptomatic patients, and, thereore, abnormal indings on a 4&
scan are not diagnostic.
o Despite the e6cellent imaging o the bony anatomy o the Z-joint, 4&
scans are not useul or the diagnosis o the Z-joint as a pain generator.
For e6ample, 2ch'ar9er et al ound no correlation bet'een Z-joint
pathology on a 4& scan and those patients 'ho responded to diagnostic Z-
joint blocks. &hereore, the correlation o an abnormal Z-joint anatomy as
observed on 4& scan 'ith true Z-joint-mediated pain is poor.
o %R(
o (n general, %R( is not indicated or the evaluation o nonradicular "#$.
o &he main utility o %R( is or e6cluding pathologies other than Z-joint
arthropathy, because many degenerative changes in the Z-joint are
asymptomatic. 2imilarly, true Z-joint-mediated pain may be present
despite a normal %R( e6amination.
o %R( provides detailed anatomical images o the sot structures o the
spine, such as the intervertebral disks, 'hich pten sho' degenerative
changes prior to Z-joint pathology.
o %R( also may illustrate nerve root entrapment secondary to Z-joint
hypertropy or a synovial cyst and may help visuali9e the intervertebral
oramen8 ho'ever, Z-joint pathology may be present despite normal
imaging study indings.
o %R( is particularly useul or evaluation o a synovial cyst emanating rom
a Z-joint and or distingushing a synovial cyst rom other abnormalities.
5adolinum enhancement is useul in the evaluation o a potensial synovial
cyst. Also helpul is to make the radiologist a'are that a synovial cyst is
part o the dierential diagnosis because this entity is oten overlooked.
Other &ests
o :lectrodiagnosis
o :lectrodiagnosis studies, such as nerve conduction studies and needle
:%5, are not usually indicated or possible acet syndrome. ;o'ever,
these studies should be considered i the history and physical
e6amination indings suggest nerve root impingement or i the
diagnosis remains unclear.
o $ersons 'ith Z-joint pathology typically present 'ith normal sensory
and motor e6amination indings8 ho'ever, some patients describe the
pain as radiating in nature and others repot a positive straight leg raise
test result. &hus, electrodiagnosis testing may be helpul or e6cluding
other causes o pain, such as radiculopathy.
o RFA o the medial branch o the dorsal ramus eects the innervation o
not only the Z-joint but also the multiidus muscle. !ormally,
denervation potentials in the multiidus muscle in the setting o "#$
are most commonly associated 'ith lumbosacral radiculopathy. (n the
setting o a patient 'ho has had prior RFA, ho'ever, the denervation
potential is likely secondary to denervation rom the procedure and not
a radiculopathy.
o $rocedure
o %edial branch block
5iven that no historical or physical e6amination maneuver is
uni0ue or speciic to Z-joint-mediated "#$, luroscopically
guided medial branch nerve injections are oten used or
diagnostic puposes to determine 'hether the Z-joint in 0uestion
is responsible or the "#$. A Z-joint injection also may be used
or diagnostic puposes, but many consider this procedure more
challenging to perorm.
5iven the dual innervation o each Z-joint, one must
anestheti9e or block the cephalad and subadjacent medial
brances )eg, anestheti9e the "* and "+ medial branches or the
"+-", Z-joint-. (njections are diagnostic i patients report
signiicant relie o symptoms, usually at least a ,./ reduction
in pain.
TREATMENT
A!ute Phase
Rehabilitation Program
Phsi!al Therap
&he initial treatment plan or acute Z-joint pain is ocused on education, relative rest,
pain relie, maintenance o positions that provide comort, e6ercises, and some
modalities. $hysical therapy includes instruction on proper posture and body
mechanics in activities o daily living that protect the injured joints, reduce symptoms,
and prevent urther injury. $ositions that cause pain )eg, e6tension, obli0ue
e6tension- should be avoided. #ed rest beyond 1 days is not recommended because
this can have detrimental eect on bone, connective tissue, muscle, and the
cardiovascular system. &hus, activity modiication, rather than bed rest, is strongly
recommended.
%odalities such as supericial heat and cryotherapy also may help rela6 the muscle s
and reduce pain. (n addition, medications such as nonsteroidal anti-inlamatory drus
)!2A(Ds- may also be administered. 2pinal manipulation and mobili9ation may also
be attempted to reduce pain.
"urgi!al intervention
2urgical intervention is not the irst line treatment or the management o "#$,
including Z-joint-mediated pain, and the vast majority o patients 'ith "#$ improve
'ithout surgery. 2ome circumstances, ho'ever, dictate the surgical evaluation is
indicated. For e6ample, loss o bo'el or bladder unction or saddle anesthesia )ie,
decrease sensation o the perineal region, such as loss o the ability to eel toilet paper
touching the skin- are particularly concerning and re0uire emergent surgical
evaluation. Other red lags that may necessitate surgical evaluation include signs and
symptoms o malignancy )eg, rapid unintended 'eight loss, cancer history, night pain,
indings o radiological imaging-, une6plained ever, or rapidly progressing
neurological deicits. (mportantly, the practitioner must be alert to these ominous
signs )red lags- because they can maniest even later in the course o managing a
patient<s "#$.
Other &reatment
2pinal manipulation may be useul or both short and long term pain relie. 2ome
evidence support the use o spinal manipulative therapy combined 'ith a thrunk-
strengthening program, 'hich, over the course o a year, may actually reduce the need
or pain medication.