Anda di halaman 1dari 6

UJIAN SEMESTER II

TH 2009-2010
SUBMODUL:PARASITOLOGI

1. Organism yang hidup, tumbuh dan
makan sepenuhnya bergantung pada
kehidupan organism lain disebut:
a. Ectoparasite
b. Endoparasite
c. Obligate parasite
d. Facultative parasite
e. Accidental parasite
2. Hal berikut merupakan faktor hospes
yang memengaruhi terjadinya
penyakit:
a. Daya virulensi
b. Kapasitas reproduksi
c. Status gizi
d. Kelembaban
e. Kondisi geografis
3. Di antara penyakit parasitic yang
tersebut di bawah ini, yang paling
mematikan adalah:
a. Amoebiasis
b. Schistosomiasis
c. Malaria
d. Ascariasis
e. Filariasis
4. Nematoda berikut bukan termasuk
Soil Transmitted Helminths:
a. Ancylostoma duodenale
b. Ascaris lumbricoides
c. Trichuris trichiura
d. Enterobius vermicularis
e. Strongyloides stercoralis
5. Penyakit cacing berikut tidak
ditransmisikan melalui rute oral-
fekal
a. Taeniasis
b. Trichuriasis
c. Necatoriasis
d. Ascariasis
e. Enterobiasis
6. Habitat Ascaris lumbricoides adalah
a. Lumen duodenum
b. Lapisan mukosa duodenum

c. Lumen usus halus
d. Lumen mukosa usus halus
e. Lumen usus besar
7. Infeksi cacing usus yanga dpata
menyebabkan komplikasi berupa
ileus adalah
a. Taeniasis
b. Trichuriasis
c. Necatoriasis
d. Ascariasis
e. Enterobiasis
8. Di antara penyakit yang tersebut di
bawah ini manakah yang termasuk
zoonotik:
a. Ascariasis
b. Ancylostomiasis
c. Trichuriasis
d. Taeniasis
e. Enterobiasis
9. Penyakit di bawah ini disebabkan
oleh nematode:
a. Taeniasis
b. Amoebiasis
c. Trichinosis
d. Echinococcosis
e. Fascioliasis
10. Parasit di bawah ini bersifat
larviparous:
a. Ascaris lumbricoides
b. Strongyloides stercoralis
c. Enterobius vermicularis
d. Trichinella spiralis
e. Taenia saginata
11. Bentuk infektif dari Entamoeba
hystolitica untuk manusia adalah:
a. Trofosoit
b. Kista dengan satu inti
c. Kista dengan dua inti
d. Kista dengan empat inti
e. Kista dengan delapan inti
12. Bentuk infektif dari parasit tersebut
di bawah ini adalah larva yang
menembus kulit secara pasif:
a. Wuchereria brancofti
b. Schistosoma japonicum
c. Necator americanus
d. Ancylostoma duodenale
e. Strongyloides stercoralis
13. Parasit tersebut di bawah ini
habitatnya di usus halus:
a. Trichuris trichiura
b. Entamoeba histolytica
c. Balantidium coli
d. Enterobius vermicularis
e. Taenia saginata
14. Bentuk infektif Fasciolopsis buski
untuk manusia adalah
a. Telur
b. Cercaria
c. Metacercaria
d. Redia
e. Sporocyst
15. Diarrhea yang banyak mengandung
lemak adlaah salah satu gejala yang
disebabkan
a. Entamoeba histolytica
b. Balantidium coli
c. Entamoeba coli
d. Giardia lamblia
e. Trichomonas vaginalis
16. Di bawah ini adalah cara pencegahan
penyakit yang disebakan Fasciolah
hepatica:
a. Memasak sayuran dengan
sempurna
b. Memakai sepatu atau sandal
c. Memasak ikan dengan sempurna
d. Memasak daging sapi dengan
sempurna
e. Memasak udang dengan
sempurna
17. Ditemukannya darah pada
pemeriksaan tinja secara
makroskopis, merupaka salah satu
gejala spesifik dari penyakit:
a. Giardiasis
b. Amoebiasis
c. Enterobiasis
d. Cryptosporidiasis
e. Ascariasis
18. Pernyataan tersebut di bawah ini
benar untuk Dysentry Amoebica:
a. Diagnosis pasti ditegakkan bila
ditemukan bentuk kista pada
pemeriksaan tinja
b. Dapat menyebar ke organ-organ
lain
c. Merupakan amoebiasis sekunder
d. Mempunyai mortalitas tinggi
e. Laying down dysentri
19. Pernyataan di bawah ini benar untuk
Balantidium coli:
a. Kistanya merupakan bentuk
reproduktif
b. Merupakan protozoa usus
terbesar
c. Intermediate hostnya babi
d. Menyebabkan steatorrhoea
e. Kistanya mampu membelah diri
secara transversal
20. Parasit tersebut di bawah ini dalam
siklus hidupnya mengalami migrasi
paru
a. Strongyloides stercoralis
b. Trichinella spiralis
c. Trichuris trichiura
d. Enterobius vermicularis
e. Cappilaria philippinensi
21. Yang tersebut di bawah ini infektif
untuk manusia:
a. Telur Ascaris lumbricoides
berisi larva
b. Telur hook worm yang berisi
larva
c. Telur Taenia saginata
d. Telur Fasciolidae
e. Telur Hymenolepis diminuta
22. Parasit tersebut di bawah ini
habitatnya di usus halus:
a. Ascaris lumbricoides
b. Trichuris trichiura
c. Wuchereria brancofti
d. Enterobius vermicularis
e. Brugia malayi
23. Bentuk tersebut di bawah ini dapat
ditemukan pada permukaan feces,
KECUALI
a. Telur Ascaris lumbricoides
b. Rhabditiform larva Strongyloides
stercoralis
c. Microfilaria Brugia malayi
d. Telur Trichuris trichiura
e. Telur Ancylostoma duodenale
24. Anemia defisiensi Fe (besi) dapat
terjadi pada infeksi parasit di bawah
ini:
a. Ascaris lumbricoides
b. Enterobius vermicularis
c. Ancylostoma duodenale
d. Brugia malayi
e. Trichinella spiralis
25. Auto infeksi dapat terjadi pada
infeksi:
a. Ascaris lumbricoides
b. Enterobius vermicularis
c. Ancylostoma duodenale
d. Brugia malayi
e. Trichinella spiralis
26. Infeksi parasit tersebut di bawah ini
dapat dicegah dengan membiasakan
memakai alas kaki:
a. Trichinella spiralis
b. Enterobius vermicularis
c. Necator americanus
d. Trichuris trichuria
e. Ascaris lumbricoides
27. Anemia perniciosa dapat disebabkan
oleh infeksi parasit di bawah ini:
a. Ascaris lumbricoides
b. Diphyllobothrium latum
c. Ancylostoma duodenale
d. Schistosoma japonicum
e. Taenia solium
28. Nematoda yang dalam siklus
hidupnya memerlukan intermediate
host adalah
a. Ascaris lumbricoides
b. Enterobius vermicularis
c. Trichinella spiralis
d. Trichuris trichuria
e. Strongyloides stercoralis
29. Anal swab merupakan metoda untuk
mendiagnosa infeksi parasit di
berikut ini
a. Ascaris lumbricoides
b. Ancylostoma duodenale
c. Trichuris trichuria
d. Enterobius vermicularis
e. Taenia solium
30. Auto infeksi eksternal dapat terjadi
pada infeksi parasit tersebut di
bawah ini:
a. Ascaris lumbricoides
b. Trichuris trichuria
c. Taenia saginata
d. Trichinella spiralis
e. Enterobius vermicularis
31. Manusia dapat menjadi intermediate
host dan definitive host untuk parasit
di bawah ini:
a. Taenia saginata
b. Hymenolepsis diminuta
c. Wuchereria brancofti
d. Trichinella spiralis
e. Strongyloides stercoralis
32. Gejala chyluria dapat terjadi pada
infeksi:
a. Trichinella spiralis
b. Bugia malayi
c. Strongyloides stercoralis
d. Wuchereria brancofti
e. Brugia malayi
33. Cercaria merupakan bentuk infektif
dari parasit di bawah ini:
a. Taenia solium
b. Hymenolepsis nana
c. Schistosoma japonicum
d. Fasciolopsis buski
e. Trichinella spiralis
34. Cysticercus cellulose merupakan
bentuk infektif parasit di bawah ini
a. Fasciolopsis buski
b. Schistosoma japonicum
c. Taenia solium
d. Hymenolepsis nana
e. Diphyllobothrium latum
35. Nyamuk merupakan intermediate
host dari parasit tersebut di bawah ini
a. Wuchereria brancofti
b. Plasmodium falciparum
c. Entamoeba histolytica
d. Giardia lamblia
e. Necator americanus
36. Manusia merupakan intermediate
host dari parasit tersebut di bawah ini
a. Taenia saginata
b. Diphyllobothrium latum
c. Brugia malayi
d. Dipillydium caninum
e. Plasmodium falciparum
37. Prinsip Family treatment sangat
penting dalam pengobatan penyakit:
a. Schistosomiasis
b. Diphyllobothriasis
c. Enterobiasis
d. Fascioliasis
e. Taeniasis
38. Portal of entry dan portal of extry
parasit tersebut di bawah ini adalah
kulit:
a. Enterobius vermicularis
b. Plasmodium falciparum
c. Trichinella spiralis
d. Schistosoma japonicum
e. Fasciola hepatica
39. Prolapsus recti dapat disebabkan
oleh infeksi:
a. Taenia saginata
b. Trichuris trichuria
c. Enterobius vermicularis
d. Balantidium coli
e. Giardia lamblia
40. Perkembangan parasit di dalam
tubuh hospes yang mengalami
perubahan dalam bentuk dan
jumlahnya disebut sebagai:
a. Propagative development
b. Cyclo propagative development
c. Cyclo development
d. Direct development
e. No development
41. Stadium parasit pada infeksi
Plamodium vivax yang bertanggung
jawab terhadap terjadinya relaps
jangka lama adalah:
a. Trophozoite
b. Hipnozoite
c. Schizont
d. Merozoite
e. Sporozoite
42. Febris paroxysmal dari benign tertian
malaria terjadi:
a. Setiap hari
b. Setiap dua hari
c. Setiap tiga hari
d. Setaip empat hari
e. Tidak menentu
43. Dasar pathogenesis timbulnya gejala
febris pada malaria adalah:
a. Pecahnya sporosist
b. Masuknya sporosist ke tubuh
manusia
c. Pecahnya skizon stadium
ekstraeritrositer
d. Pecahnya skizon stadium
eritrositer
e. Pertemuan antara mikro dan
makrogamet
44. Patogenesis dasar terjadinya
komplikasi pada berbagai organ
akibat malaria adalah:
a. Parasitemia lebih dari 2%
b. Proses fagositosis sel darah
merah yang terinfeksi parasit
c. Perlekatan eritrosit ke endotel
pembuluh darah arteri besar
d. Anoksia jaringan
e. Hiploglikemia
45. Diagnosa pasti dari malaria dapat
ditegakkan dengan:
a. Anamnesa yang cermat dan teliti
b. Pemeriksaan fisik yang sungguh-
sungguh
c. Finding the asexual form of
parasite in the blood
examination
d. Ditemukannya bentukan sexual
dari parasit pada pemeriksaan
darah tepi
e. Rapid test menggunakan ACT
46. Ciri-ciri imunitas pada malaria
adalah:
a. Kekebalan seumur hidup
b. Pembentukannya cepat
c. Penurunannya cepat (cepat
menghilang)
d. Tidak spesifik
e. Hanya terdapat pada bayi baru
lahir dari ibu yang menderita
malaria
47. Penderita malaria yang telah
mendapat terapi obat anti malaria
dosis standar, yang dalam 7 hari
pasca terapi parasit di dalam darah
sudah hilang, tetapi kekambuhan
klinis dan laboratoris setelah 30 hari.
Hal ini tergolong
a. S
b. R-1 cepat
c. R-1 lambat
d. R-2
e. R-3
48. Hal berikut benar untuk tropozoite
induced malaria:
a. Termasuk infeksi alamiah
b. Ditularkan oleh nyamuk
Anopheles betina
c. Masa inkubasi lebih pendek
daripada sporozoit induced
malaria (SPI)
d. Komplikasi yang timbul lebih
berat daripada SPI
e. Pengobatannya lebih mudah di
banding SPI
49. Stadium Toxoplasma gondii yang
dapat menginfeksi hospesnya
malalui jalan oral (oral route)
maupun non oral adalah
a. Kista/bradizoit
b. Ookista
c. Trofosoit/ Takhizoit
d. Gametosit
e. Sporosoit
50. Toxoplasma gondii yang hidup
parasit di tubuh manusia dapat
ditemukan dalam stadium:
a. Kista/bradizoit dan ookista
b. Ookista dan trofosoit/takhizoit
c. Takhizoit dan bradizoit
d. Trofosoit dan gametosit
e. Gametosit dan sporosoit