Anda di halaman 1dari 3

BENIGN PAROXYSMAL POSITION VERTIGO (BPPV)

Definisi
Benign paroxysmal positional
v
ertigo
(BPPV) merupakan vertigo yangditandai dengan episode berulang singkat yang dipicu oleh perubahan
posisikepala. BPPV merupakan penyebab tersering dari vertigo berulang dan vertigoini disebabkan oleh
stimulasi abnormal dari cupula karena adanya

free- floating otoliths
(
canalolithiasis)
atau otolith yang telah beradhesi dengancupula (cupulolithiasis) dalam satu dari tiga kanal
semisirkular.


Epidemiologi
BPPV adalah gangguan keseimbangan perifer yang sering dijumpai, kira-kira10
7
kasus per 100.000 penduduk, dan lebih banyak pada perempuan serta usiatua (51-5
7
tahun).
J
arang ditemukan pada orang berusia dibawah 35 tahunyang tidak memiliki riwayat cedera
kepala.

BPPV sangat jarang ditemukan pada anak.


Etiologi
Pada sekitar 50% kasus penyebabnya tidak diketahui (idiopatik). Beberapakasus BPPV
diketahui setelah mengalami jejas atau trauma kepala leher,infeksi telinga tengah atau operasi
stapedektomi. Banyak BPPV yang timbulspontan, disebabkan kelainan di otokonial berupa deposit yang
berada dikupula bejana semisirkuler posterior. Deposit ini menyebabkan bejanamenjadi
sensitif terhadap perubahan gravitasi yang menyertai keadaan posisikepala yang berubah.
Penyebab utama BPPV pada orang di bawah umur 50tahun adalah cedera kepala. Pada orang
yang lebih tua, penyebab utamanyaadalah degenerasi sistem vestibuler pada telinga tengah. BPPV
meningkatdengan semakin meningkatnya usia. Selain itu disebutkan juga bahwa BPPVdapat
merupakan suatu komplikasi dari operasi implant maksilaris


51Gambar 3. Manuver Brand-Darroff Hampir sama dengan Semont
L
iberatory, hanya posisi kepala berbeda, pertama posisi duduk, arahkan kepala ke kiri, jatuhkan
badanke posisi kanan, kemudian balik posisi duduk, arahkan kepala ke kananlalu jatuhkan badan ke
sisi kiri, masing-masing gerakan ditunggu kira-kira 1 menit, dapat dilakukan berulang kali, pertama cukup
1-2 kali kirikanan, besoknya makin bertambah.

TERAPI BEDAH
Dengan CRP berulang dan latihan Brandt-Daroff, pasien masih dapatmengalami veritigo persisten akibat
disabilitas posisi atau frekuensi kambuhanyanga merupakan refrakter dari manuver reposisi.
Terapi bedah dapatdipertimbangkan dalam kesempatan yang jarang, yang disebut juga

incratable BPPV
.Transeksi nervus ampula posterior yang mempersarafi kanal posterior
(
singular neurectomy)
atau oklusi kanal semisirkular posterior (saluran penutup) telah dilakukan untuk

incratable BPPV
. Neurektomi tunggal, dijelaskan oleh Gacek pada tahun 19
7
4, merupakan prosedur yang efisien yang dibuat untuk mengontrol gejala

incratable BPPV
., dengan risiko yang dapat diterima gangguan pendengaran pasca


52operasi. Penyumbatan dan oklusi kanal juga merupakan teknik yang efektif dengan rendahnya resiko gangguan
pendengaran. Namun, intervensi bedah diterapkan jika seluruh CRMs/latihan telahdicoba dan gagal.
TERAPI MEDIKAMENTOSA
Obat rutin seperti vestibular supresan (misalnya antihistamin dan benzodiazepine) tidak
dianjurkan pada pasien BPPV karena penggunaan obatvestibulosuppresan yang berkepanjangan hingga
lebih dari 2 minggu dapatmengganggu mekanisme adaptasi susunan saraf pusat terhadap
abnormalitasvestibular perifer yang sudah terjadi. Selain itu, efek samping yang timbul
bisa berupa kantuk, letargi, dan perburukan keseimbangan. Dokter dapatmemberikan obat untuk 1) mengurangi
sensasi berputar dari vertigo atau 2)mengurangi gejala pusing yang menyertai. Namun, tidak ada
vestibular supresan yang efektif seperti CRMs untuk BPPV dan tidak dapat digunakansebagai
pengganti untuk maneuver reposisi.Obat anti vertigo, seperti dimenhydrinate (Dramamine),
belladonnaalkaloid scopolamine (Transderm-Scop), dan benzodiazepine
(Valium),diindikasikan untuk mengurangi gejala pusing dan mual sebelum melakukanCRM.


Edukasi
L
angkah-langkah berikut ini dapat meringankan atau mencegah gejala vertigo:
-

Tidur dengan posisi kepala yang agak tinggi
-

Bangunlah secara perlahan dan duduk terlebih dahulu sebelum kita berdiridari tempat tidur
-

Hindari posisi membungkuk bila mengangkat barang
-

Hindari posisi mendongakkan kepala, misalnya untuk mengambil suatu benda dari ketinggian
-

Gerakkan kepala secara hati-hati jika kepala kita dalam posisi datar (horisontal) atau bila leher dalam
posisi mendongak.

53

Anda mungkin juga menyukai