Anda di halaman 1dari 1

ANATOMI DAN DAN FISIOLOGI SISTEM INTEGUMEN

Sistem integumen (terutama kulit) merupakan suatu massa atau jaringan terbesar di
tubuh. Kulit bekerja melindungi struktur-struktur di bawahnya dan berfungsi sebagai
cadangan kalori. Kulit mencerminkan emosi dan stress yang kita alami, serta berdapmak pada
penghargaan orang lain terhadap kita. Selama hidup, kulit memiliki kapasitas dan daya tahan
tubuh yang luar biasa untuk pulih.

ANATOMI DAN FISIOLOGI
Kulit terdiri atas tiga lapisan, yang masing-masing memiliki jenis sel dan memiliki fungsi
yang bermacam-macam. Ketiga lapisan tersebut aadalah epidermis, dermis dan subkutis.

EPIDERMIS
Epidermis merupakan struktur lapisan kulit terluar. Sel-sel epiodermis terus menerus
mengalami mitosis, dan berganti dengan yang baru sekitar 30 hari. Epidermis mengandung
reseptor-reseptor sensorik untuk sentuhan, suhu, getaran, dan nyeri.
Komponen utama epidermis adalah protein keratin, yang dihasilkan oleh sel-sel
yang disebut keratinosit. Keratin adalah bahan yang kuat dan memiliki dayatahan tinggi,
serta tidak larut dalam air. Keratin mencegah hilangnya air dalam tubuh dan melindungi
epidermis dari iritan atau mikroorganisme penyebab infeksi. Keratin adalah komponen
utama apendiks kulit, rambut dan kuku (Craven, 2000).
Melanosit (sel pigmen) terdapat bagian dasar epidermis. Melanosit menyintesis dan
mengeluarkan melanin sebagai respon terhadap rangsangan hormon hifosis anterior,
hormon perangsang melanosit (melanocyte stimulating hormone, MSH). Melanosit
merupakan sel-sel khusus epidermis yang terutama terlibat dalam produksi pigmen
melanin yang mewarnai kulit ddan rambut. Semakin banyak melanin, semakin gelap
warnanya. Sebagian besar orang yang berkulit gelap dan bagian-bagian kulit yang
berwarna gelap pada orang yang berkulit cerah (misalnya : puting susu)mengandung
pigmen ini dalam jumlah yang lebbih banyak. Warna kulit normal bergantung pada ras da
variasi dari merah muda yang cerah hingga coklat. Penyakit sistemik juga akan
mempengaruhi warna kulit. Sebagai contoh, kulit akan tampak kebiruan bila terjadi
oksigenasi darah yang tidak mencukupi, berwarna kuning-hijau pada penderita ikterus,
atau merah atau terlihat flushing bila terjadi inflamasi atau demam. Melanin diyakini dapat
menyerap cahaya ultraviolet dan dengan demikian akan melindungi seseorang terhadap
efek pancaran cahaya ultraviolet dalam sinar matahari yang berbahaya.