Anda di halaman 1dari 28

KARBOHIDRAT

Oleh:
La Ode Sumarlin
Program Studi Kimia
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Jakarta
KARBOHIDRAT
SASARAN BELAJAR
Mampu:
qMemahami pengertian tentang karbohidrat dan
kaitannya dengan kehidupan manusia.
qMembedakan antara monosakarida, oligosakarida
dan polisakarida baik secara struktur maupun
fungsi.
dan polisakarida baik secara struktur maupun
fungsi.
qMenjelaskan pereaksi yang mampu membedakan
karbohidrat
qMembedakan amilosa dan amilopektin
qMenyebutkan enzim utama yang berperan dalam
proses karbohidrat serta membedakannya
BISAKAH ANDA MENYEBUTKAN APA
SAJA YANG ANDA ANGGAP SAJA YANG ANDA ANGGAP
SEBAGAI KARBOHIDRAT.
Penggolongan Karbohidrat
q Monosakarida : Glukosa, fruktosa,
galaktosa. galaktosa.
q Oligosakarida = sukrosa, laktosa,
maltosa, rafinosa.
q Polisakarida = amilum, glikogen,
dekstrin, selulosa.
Glukosa (gula darah)
Suatu aldoheksosa (dekstrosa) karena
memutar cahaya terpolarisasi ke kanan.
Di alam terdapat dalam buah-buahan dan
madu lebah.
Darah manusia normal = 70
100mg/100ml darah. Lebih dari itu akan
Darah manusia normal = 70
100mg/100ml darah. Lebih dari itu akan
menyebabkan penyakit Diabetes
mellitus.
Glukosa digunakan untuk pembentukan
amilum atau selulosa fotosintesis
Fruktosa
q Fruktosa ialah suatu ketoheksosa
(levulosa) karena memutar cahaya
ke kiri.
q Dapat dibedakan dari glukosa
dengan pereaksi Seliwanoff. Reaksi
Seliwanoff bertujuan untuk Seliwanoff bertujuan untuk
menunjukkan adanya ketosa.
q Fruktosa hidroksimetilfurfural
resorsinol senyawa berwarna
merah.
q Fruktosa + glukosa sukrosa (gula
tebu).
Sifat monosakarida
1. Reaksi dengan asam dan basa
2. Gula pereduksi
v Pereaksi Fehling v Pereaksi Fehling
v Pereaksi Benedict
v Pereaksi Barfoed
3. Pembentukan glikosida
4. Pembentukan ester
Sukrosa
Sukrosa (glukosa + fruktosa ) diubah oleh enzim
sukrase (invertase) dalam usus halus.
Terdapat pada tebu, bit, nanas dan wortel.
Tidak mempunyai gugus aldehida atau keton bebas.
Tidak mempunyai gugus OH glikosidik.
Tidak dapat mereduksi ion Cu2+ atau Ag+.
Tidak membentuk osazon.
Memutar cahaya terpolarisasi ke kanan.
Tidak membentuk osazon.
Memutar cahaya terpolarisasi ke kanan.
Inversi adalah proses hidrolisis terjadi perubahan
sudut putar.
Gula invert (hasil hidrolisis sukrosa) = madu lebah.
Apabila kita makan makanan yang mengandung gula,
maka dalam usus halus sukrosa diubah menjadi
glukosa dan fruktosa oleh enzim sukrase atau
invertase. Hewan tidak dapat menyerap sukrosa
seperti tanaman.
Laktosa
Laktosa (D galaktosa + D glukosa)
= gula susu.
Mempunyai gugus OH glikosidik.
Mempunyai sifat mereduksi dan
mutarotasi. mutarotasi.
Mengkristal dalam bentuk .
Terdapat dalam susu dan urine dengan
konsentrasi rendah pada wanita menyusui.
Laktosa dihidrolisis dengan ditambahkan
asam nitrat dan dipanaskan.
Maltosa
Maltosa (glukosa + glukosa)
Mempunyai gugus OH glikosidik
dengan sifat mereduksi. dengan sifat mereduksi.
Amilum dihidrolisi dengan enzim
amilase maltosa diuraikan
dengan enzim maltase glukosa.
Mudah larut dalam air.
Rasa lebih manis dari laktosa, kurang
manis dari sukrosa.
Amilum
Amilum/ pati (amilosa 20-28% +
amilopektin) polimer dari glukosa.
Terdapat banyak di alam (tumbuhan), umbi, daun,
batang, dan biji-bijian.
Tidak larut dalam air dingin, tapi suspensi air
panas terbentuk koloid kental. panas terbentuk koloid kental.
Larutan koloid + iodium berwarna biru
(amilosa).
Amilopektin + iodium warna ungu/ merah
lembayung.
Amilum direaksikan dengan H2O + H+ dan enzim
amilase glukosa/ maltosa.
Amilosa merupakan polisakarida linear
dari unit-unit glukosa yang dihubungkan
oleh ikatan a (1,4)-glukosida. Berat
molekulnya bervariasi dari beberapa ribu
sampai 150.000
Amilopektin merupakan polisakarida
yang banyak cabangnya, terdiri dari
beberapa unit glukosa berantai lurus (
30 unit) yang dihubungkan oleh ikatan a
(1,6)-glikosida.
qAmilopektin juga dapat dihidrolisis oleh
a-amilase dan b-amilase, tetapi ikatan a
(1,6)-glikosida tidak dapat dihidrolisis
oleh kedua enzim ini.
Ikatan a (1,6)-glikosida dapat dihidrolisis qIkatan a (1,6)-glikosida dapat dihidrolisis
oleh enzim a (1,6)-gluksidase sehingga
bila diinginkan hidrolisis yang sempurna
diperlukan kombinasi a-amilase, b-
amilase dan a (1,6)-glukosidase sehingga
menghasilkan campuran glukosa dan
maltosa.
Glikogen
Glikogen ( D glukosa)
Terdapat dalam hati, otot, kerang,
alga dan rumout laut.
Memutar cahaya terpolarisasi ke
kanan dan mempunyai rotasi spesifik
= 1960. = 1960.
Terlarut dalam air.
Glikogen + iodium warna merah.
Struktur = rantai glukosa bercabang
Glikogen merupakan polisakarida
simpanan yang terdapat dalam
jaringan hewan maupun manusia.
Struktur serupa dengan amilopektin
namun jumlah percabangannya lebih
banyak. banyak.
Ikatan a (1,4)-glikosida pada
glikogen dapat dihidrolisis oleh a-
amilase dan b-amilase, sedangkan
ikatan a (1,6)-glikosida dapat
dihidrolisis oleh a (1,6)-glukosidase
SELULOSA
Selulosa merupakan homopolisakarida linear tidak
bercabang, terdiri dri 10.000 atau lebih unit D-glukosa yang
dihubungkan oleh ikatan b (1,4)-glikosida.
Berbeda dengan amilosa, amilopektin dan glikogen.
Sifat geometri yang berbeda tersebut akan menyebabkan
perbedaan sifat yang lain : Glikogen dan pati cenderung
membentuk konformasi heliks yang berpilin, yang
menyebabkan pembentukan granula yang tebal.
Ikatan a (1,4)-glikosida pada glikogen dan amilum mudah
terhidrolisis oleh a-amilase di dalam sauran usus terhidrolisis oleh a-amilase di dalam sauran usus
vertebrata, dan D-glukosa yang terbentuk diserap dn
digunakan sebagai bahan bakar yang kaya energi. Dilain
pihak, karena ikatan b nya, rantai D-glukosa pada selulosa
membentuk konformasi yang melebar dan mengalami
pengelompokkan antar sisi menjadi yang tidak larut.
Ikatan b (1,4)-glikosida pada selulosa tidak terhidrolisis oleh
a-amilase. Rayap mudah mencerna selulosa, hanya karena
saluran ususnya memiliki suatu organisme parasit,
Trichonympha, yang mengeluarkan selulase, suatu enzim
penghidrolisa selulosa yang menyebabkan rayap mampu
mencerna kayu. Jamur dan bakteri pembusuk pada kayu
THE END THE END