Anda di halaman 1dari 53

RENCANA PROGRAM

PENANGGULANGAN MALARIA DI WILAYAH


KERJA PUSKESMAS PURWODADI
Mini Proyek
Sebagai saa! sa"# syara" #n"#k $enyeesaikan
Progra$ In"ernsi% Dok"er In&onesia
Oe!'
&r( )i"ri Han&ayani
&r( Iis Mar"io%a
&r( Mo!( Habib
&r( N#r$ega K#rnia S(
&r( *engky U"a$i
Pen&a$%ing'
&r( Rini Ok"a+ian"i
KOMI,E IN,ERNSIP DOK,ER INDONESIA
PUSA, PERENCANAAN DAN PENDAYAGUNAAAN SDM KESEHA,AN
-ADAN PPSDM KESEHA,AN KEMEN,RIAN KESEHA,AN RI
./0.
HALAMAN PENGESAHAN
Mini Proyek ber1#&#'
RENCANA PROGRAM
PENANGGULANGAN MALARIA DI WILAYAH
KERJA PUSKESMAS PURWODADI
Oe!'
&r( )i"ri Han&ayani
&r( Iis Mar"io%a
&r( Mo!( Habib
&r( N#r$ega K#rnia S(
&r( *engky U"a$i
,ea! &iniai &an &inya"akan &i"eri$a sebagai saa! sa"# syara" #n"#k
$enyeesaikan Progra$ In"ernsi% Dok"er In&onesia
Purwodadi, Mei 2012
Pendamping,
dr. Rini Oktavianti
ii
KA,A PENGAN,AR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah !" atas #erkah dan
rahmat$ya sehingga dapat menyelesaikan proposal dengan judul %Rencana
Program Penangulangan Malaria di Wilayah Kerja Puskesmas Purwodadi
dengan #aik.
&e#erapa sum#er yang dihimpun penulis dalam mem#uat makalah ini
#erasal dari #uku dan artikel kedokteran.
Penulis mengu'apkan terima kasih kepada pem#im#ing makalah yakni
dr. Rini Oktavianti yang telah mem#im#ing penulis dalam menyelesaikan
makalah ini. "erima kasih juga penulis sampaikan kepada teman(teman yang telah
mendukung penulisan ini.
Akhir kata, penulis menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna,
untuk itu kritik dan saran yang mem#angun dari semua pihak sangat diharapkan.
Penulis #erharap semoga makalah ini dapat menjadi sarana in)ormasi dalam
kemajuan dan perkem#angan ilmu di #idang kedokteran.
Purwodadi, Mei 2012
Penulis
iii
DA),AR ISI
*A+AMA$ ,-.-+ .............................................................................................. i
*A+AMA$ P/$0/A*A$.................................................................................ii
1A"A P/$0A$"AR............................................................................................iii
.A2"AR 33 ..........................................................................................................iv
&A& 3 P/$.A*-+-A$........................................................................................1
1.1......................................................................................+A"AR &/+A1A$0
.......................................................................................................................1
1.2................................................................................../1R3P3 MAA+A*
.......................................................................................................................2
1.4.........................................................................................................."-,-A$
.......................................................................................................................4
&A& 33 "3$,A-A$ P-"A1A..............................................................................5
2.1. ./23$33 ...................................................................................................5
2.2. /P3./M3O+O03 ........................................................................................5
2.4. /"3O+O03 ..................................................................................................6
2.5. 31+- *3.-P PLASMODIM................................................................6
2.6. PA"O0/$/3 ..........................................................................................7
2.8. PA"O+O03..................................................................................................9
2.7. MA$32/"A3 1+3$3 ............................................................................9
2.:. .3A0$O3 .............................................................................................21
2.9. P/$0O&A"A$ MA+AR3A ...................................................................15
2.10 1OMP+31A3 .........................................................................................24
2.11.PRO0$O3 ............................................................................................24
&A& 333 P/M/;A*A$ MAA+A*....................................................................26
4.1. A$A+33 3"-A3 P-1/MA P-R!O.A.3 .A$ !3+A<A*
1/R,A$<A...............................................................................................26
4.2. .3A0$O3 MAA+A*..........................................................................27
4.4. 3./$"3231A3 MAA+A* ....................................................................29
4.5. PR3OR3"A MAA+A* ..........................................................................29
4.6. PR3OR3"A P/$</+/A3A$ MAA+A* ...........................................29
4.8. 1OMPO$/$ PRO0RAM 1//*A"A$ "/RPA.-............................4:
iv
&A& 3= P/$-"-P...............................................................................................52
.A2"AR P-"A1A ...........................................................................................54
v
-A- I
PENDAHULUAN
0(0( LA,AR -ELAKANG
Malaria adalah penyakit yang menyerang manusia, aves, primata, reptil dan
hewan pengerat yang dise#a#kan oleh in)eksi proto>oa dari genus
Plasmodium. 0ejala awal yang khas adalah demam, menggigil dan
#erkeringat. $amun, tidak semua malaria mempunyai gejala khas terse#ut,
terutama di daerah endemis malaria.
1,2
ejak tahun 1960, malaria telah #erhasil di#asmi di hampir seluruh #enua
/ropa, Amerika "engah dan Amerika elatan. $amun penyakit ini masih
menjadi masalah #esar di #e#erapa #agian #enua A)rika dan Asia "enggara.
ekitar 100 juta kasus penyakit malaria terjadi setiap tahunnya dan sekitar
1? diantaranya )atal. etiap tahunnya ditemukan 400(600 juta kasus
malaria yang mengaki#atkan 1,6(2,7 juta kematian terutama di negara(
negara #enua A)rika. &erdasarkan hasil urvei 1esehatan Rumah "angga
@1R"A tahun 2001, terdapat 16 juta kasus malaria dengan 4:.000 kematian
setiap tahunnya. .ari 296 ka#upatenBkota yang ada di 3ndonesia, 187
ka#upatenBkota merupakan wilayah endemis malaria.
1,2,4
-paya penanggulangan di 3ndonesia telah sejak lama dilaksanakan, namun
daerah endemis malaria #ertam#ah luas, #ahkan menim#ulkan kejadian luar
#iasa @1+&A. &e#erapa upaya dilakukan untuk menekan angka kesakitan
dan kematian aki#at malaria, yaitu melalui program pem#erantasan malaria
yang kegiatannya antara lain meliputi diagnosis dini, pengo#atan 'epat dan
tepat, surveilans dan pengendalian vektor yang kesemuanya ditujukan untuk
memutuskan rantai penularan malaria.
4
1
0(.( DESKRIPSI MASALAH
Malaria merupakan salah satu masalah utama yang ditemukan di Puskesmas
Purwodadi. Menurut teori &lomm, terdapat empat )aktor yang mempengaruhi
kejadian suatu penyakit dalam masyarakat, yaitu perilaku, lingkungan,
#iologis, dan pelayanan kesehatan.
( Perilaku
!arga menganggap #ahwa penyakit malaria merupakan penyakit yang
#iasa saja tanpa harus ditakuti dan sudah menjadi #agian dari kehidupan
warga 1e'amatan &elitang Mulya.
1e#anyakan petani tidak memakai pakaian yang #erlengan panjang dan
'elana panjang.
&anyak warga yang masih #erkumpul di luar rumah pada malam hari.
( +ingkungan
+ingkungan ke'amatan yang se#agian merupakan daerah dataran
rendan dan sedikit rawa(rawa, sehingga memudahkan
perkem#ang#iakan vektor penyakit malaria.
&anyaknya tempat tinggal warga yang #erada di daerah dataran rendah
yang dikelilingi oleh daerah persawahan, perke#unan, dan sedikit rawa(
rawa.
&anyak aliran air sungai yang #er'a#ang('a#ang, sehingga
memungkinkan terajdinya genangan air.
( &iologi
Penye#a# malaria sangat mudah ditularkan oleh vektor yang
perkem#ang#iakannya didukung oleh lingkungan di wilayah kerja
Puskesmas.
2
( Pelayanan 1esehatan
osialisasi oleh kader kesehatan kepada masyarakat mengenai malaria
masih kurang.
!awasan kader kesehatan mengenai malaria masih kurang.
0(2( ,UJUAN
,#1#an #$#$ dari program penanggulangan malaria di 1e'amatan
&elitang Mulya adalah menurunkan angka mor#iditas dan mortalitas aki#at
malaria.
,#1#an k!#s#s
Meningkatkan pengetahuan warga 1e'amatan &elitang Mulya mengenai
malari, meliputiC
( Mengetahui apa itu malaria
( Mengerti penye#a# malaria
( Mengerti 'ara penularan malaria
( Mengerti tanda #ahaya yang ditim#ulkan malaria
( Memahami #ahaya malaria
( Mengerti langkah(langkah pen'egahan malaria
( .apat #ekerja sama mem#erantas malaria
4
-A- II
,INJAUAN PUS,AKA
.(0( DE)INISI
Malaria merupakan suatu penyakit akut maupun kronik, yang dise#a#kan
oleh proto>oa genus Plasmodium dengan mani)estasi klinis #erupa demam,
anemia dan pem#esaran limpa. edangkan meurut ahli lain malaria
merupakan suatu penyakit in)eksi akut maupun kronik yang dise#akan oleh
in)eksi Plasmodium yang menyerang eritrosit dan ditandai dengan
ditemukannya #entuk aseksual dalam darah, dengan gejala demam,
menggigil, anemia, dan pem#esaran limpa.
5
.(.( EPIDEMIOLOGI
Per#edaan prevalensi menurut umur dan jenis kelamin le#ih #erkaitan
dengan per#edaan derajat keke#alan tu#uh. &e#erapa penelitian
menunjukkan #ahwa perempuan mempunyai respon imun yang le#ih kuat
di#andingkan dengan laki(laki, namun kehamilan dapat meningkatkan
resiko malaria. Ada #e#erapa )aktor yang turut mempengaruhi seseorang
terin)eksi malaria adalahC
6,8
( Ras atau suku #angsa
Pada penduduk #enua A)rika prevalensi *emoglo#in @*#A 'ukup
tinggi sehingga le#ih tahan terhadap in)eksi P! "alci#arum karena *#
dapat mengham#at perkem#ang#iakan P! "alci#arum!
5
( 1ekurangan en>im tertentu
1ekurangan terhadap en>im 0lukosa 8 Phosphat .ehidrogenase @08P.A
mem#erikan perlindungan terhadap in)eksi P! "alci#arum yang #erat.
.e)isiensi terhadap en>im ini merupakan penyakit genetik dengan
mani)estasi utama pada wanita.
( 1eke#alan pada malaria terjadi apa#ila tu#uh mampu mengan'urkan
Plasmodium yang masuk atau mampu menghalangi perkem#angannya.
.(2( E,IOLOGI
Malaria dise#a#kan oleh proto>oa darah yang termasuk ke dalam genus
Plasmodium! Plasmodium ini merupakan proto>oa o#ligat intraseluler. Pada
manusia terdapat 5 spesies yaitu Plasmodium $i$a%& Plasmodium
"alci#arum& Plasmodium malariae dan Plasmodium o$ale! Penularan pada
manusia dilakukan oleh nyamuk #etina Ano#heles ataupun ditularkan
langsung melalui trans)usi darah atau jarum suntik yang ter'emar serta dari
i#u hamil kepada janinnya.
8,7
Malaria vivaD dise#a#kan oleh P! $i$a% yang juga dise#ut juga se#agai
malaria tertiana. P! malariae merupakan penye#a# malaria malariae atau
malaria kuartana. P! o$ale merupakan penye#a# malaria ovale, sedangkan
P! "alci#arum menye#a#kan malaria )alsiparum atau malaria tropika.
pesies terakhir ini paling #er#ahaya, karena malaria yang ditim#ulkannya
dapat menjadi #erat se#a# dalam waktu singkat dapat menyerang eritrosit
dalam jumlah #esar, sehingga menim#ulkan #er#agai komplikasi di dalam
organ(organ tu#uh.
4,7
.(3( SIKLUS HIDUP PLASMODIUM
Parasit malaria memerlukan dua hospes untuk siklus hidupnya, yaitu
manusia dan nyamuk ano#heles #etina.
( ilkus Pada Manusia
6
Pada waktu nyamuk ano#heles in)ekti) mengisap darah manusia,
sporo>oit yang #erada dalam kelenjar liur nyamuk akan masuk ke dsalam
peredaran darah selama kurang le#ih 40 menit. etelah itu sporo>oit akan
masuk ke dalam sel hati dan menjadi tropo>oit hati. 1emudian
#erkem#ang menjadi ski>on hati yang terdiri dari 10.000 sampai 40.000
mero>oit hati. iklus ini dise#ut siklus eksoeritrositer yang #erlangsung
selama kurang le#ih 2 minggu. Pada P! $i$a% dan P! o$ale& se#agian
tropo>oit hati tidak langsung #erkem#ang menjadi ski>on, tetapi ada
yang memjadi #entuk dorman yang dise#ut hipno>oit. *ipno>oit terse#ut
dapat tinggal di dalam sel hati selama #er#ulan(#ulan sampai #ertahun(
tahun. Pada suatu saat #ila imunitas tu#uh menurun, akan menjadi akti)
sehingga dapat menim#ulkan relaps @kam#uhA.
4,7
Mero>oit yang #erasal dari ski>on hati yang pe'ah akan masuk ke dalam
peredaran darah dan mengin)eksi sel darah merah. .i dalam sel darah
merah, parasit terse#ut #erkem#ang dari stadium tropo>oit sampai ski>on
@:(40 mero>oitA. Proses perkem#angan aseksual ini dise#ut ski>ogoni.
elanjutnya eritrosit yang terin)eksi ski>onA pe'ah dan mero>oit yang
keluar akan mengin)eksi sel darah merah lainnya. iklus inilah yang
dise#ut dengan siklus eritrositer. etelah 2(4 siklus ski>ogoni darah,
se#agian mero>oit yang menin)eksi sel darah merah dan mem#entuk
stadium seksual yaitu gametosit jantan dan #etina.
4,7
( iklus Pada $yamuk Ano#heles &etina
Apa#ila nyamuk Ano#heles #etina menghisap darah yang mengandung
gametosit, di dalam tu#uh nyamuk, gamet jantan dan gamet #etina
melakukan pem#uahan menjadi >igot. Eigot ini akan #erkem#ang
menjadi ookinet kemudian menem#us dinding lam#ung nyamuk. .i luas
dinding lam#ung nyamuk ookinet akan menjadi ookista dan selanjutnya
menjadi sporo>oit yang nantinya akan #ersi)at in)ekti) dan siap
ditularkan ke manusia.
4,7
8
Masa inku#asi atau rentang waktu yang diperlukan mulai dari sporo>oit
masuk ke tu#uh manusia sampai tim#ulnya gejala klinis yang ditandai
dengan demam #ervariasi, tergantung dari spesies Plasmodium!
edangkan masa prepaten atau rentang waktu mulai dari sporo>oit masuk
sampai parasit dapat dideteksi dalam darah dengan pemeriksaan
mikroskopik.
4,7
.(4( PA,OGENESIS
Patogenesis malaria aki#at dari interaksi kompleks antara parasit, inang dan
lingkungan. Patogenesis le#ih ditekankan pada terjadinya peningkatan
permea#ilitas pem#uluh darah daripada koagulasi intravaskuler. Oleh
karena ski>ogoni menye#a#kan kerusakan eritrosit maka akan terjadi
anemia. &eratnya anemi tidak se#anding dengan parasitemia menunjukkan
adanya kelainan eritrosit selain yang mengandung parasit. *al ini diduga
aki#at adanya toksin malaria yang menye#a#kan gangguan )ungsi eritrosit
dan se#agian eritrosit pe'ah melalui limpa sehingga parasit keluar. 2aktor
lain yang menye#a#kan terjadinya anemia mungkin karena ter#entuknya
anti#odi terhadap eritrosit.
8
+impa mengalami pem#esaran dan pem#endungan serta pigmentasi
sehingga mudah pe'ah. .alam limpa dijumpai #anyak parasit dalam
makro)ag dan sering terjadi )agositosis dari eritrosit yang terin)eksi maupun
yang tidak terin)eksi. Pada malaria kronis terjadi hiperplasia dari retikulosit
diserta peningkatan makro)ag.
8
Pada malaria #erat mekanisme patogenesisnya #erkaitan dengan invasi
mero>oit ke dalam eritrosit sehingga menye#a#kan eritrosit yang
mengandung parasit mengalami peru#ahan struktur dan #iomolekular sel
untuk mempertahankan kehidupan parasit. Peru#ahan terse#ut meliputi
mekanisme, diantaranya transport mem#ran sel, si'oadherensi& sekues'rasi
dan rese''ing.
:
7
Si'oadherensi merupakan peristiwa perlekatan eritrosit yang telah terin)eksi
P! "alci#arum pada reseptor di #agian endotelium venule dan kapiler. elain
itu eritrosit juga dapat melekat pada eritrosit yang tidak terin)eksi sehingga
ter#entuk roset.
5
Rese''ing adalah suatu )enomena perlekatan antara se#uah eritrosit yang
mengandung mero(oi' matang yang diselu#ungi oleh sekitar 10 atau le#ih
eritrosit nonparasit, sehingga #er#entuk seperti #unga. alah satu )aktor
yang mempengaruhi terjadinya rese''ing adalah golongan darah dimana
terdapatnya antigen golongan darah A dan & yang #ertindak se#agai
reseptor pada permukaan eritrosit yang tidak terin)eksi.
5,:
Menurut pendapat ahli lain, patogenesis malaria adalah multi)aktorial dan
#erhu#ungan dengan hal(hal se#agai #erikutC
( Penghan'uran eritrosit
2agositosis tidak hanya pada eritrosit yang mengandung parasit tetapi
juga terhadap eritrosit yang tidak mengandung parasit sehingga
menim#ulkan anemia dan hipoksemia jaringan. Pada hemolisis
intravaskular yang #erat dapat terjadi hemoglo#inuria )*lack whi'e
"e$er+ dan dapat menye#a#kan gagal ginjal
@9A
.
( Mediator endotoksin(makro)ag
( Pada saat ski>ogoni, eritrosit yang mengandung parasit
memi'u makro)ag yang sensiti) endotoksin untuk melepaskan #er#agai
mediator. /ndotoksin mungkin #erasal dari saluran 'erna dan parasit
malaria sendiri dapat melepaskan )aktor nekrosis tumor @"$2A yang
merupakan suatu monokin, ditemukan dalam peredaran darah manusia
dan hewan yang terin)eksi parasit malaria. "$2 dan sitokin dapat
menim#ulkan demam, hipoglikemia, dan sindrom penyakit pernapasan
pada orang dewasa.
9
( ekuestrasi eritrosit yang terluka
:
/ritrosit yang terin)eksi oleh Plasmodium dapat mem#entuk tonjolan(
tonjolan @kno*s+ pada permukaannya. "onjolan terse#ut mengandung
antigen dan #ereaksi dengan anti#odi malaria dan #erhu#ungan dengan
a)initas eritrosit yang mengandung parasit terhadap endothelium kapiler
alat dalam, sehingga ski>ogoni #erlangsung di sirkulasi alat dalam.
/ritrosit yang terin)eksi menempel pada endothelium dan mem#entuk
gumpalan yang mengandung kapiler yang #o'or dan menim#ulkan
anoksia dan edema jaringan.
9
.(5( PA,OLOGI
poro>oit pada )ase eksoeritrosit #ermultiplikasi dalam sel hepar tanpa
menye#a#kan reaksi in)lamasi, kemudian mero>oit yang dihasilkan
mengin)eksi eritrosit yang merupakan proses patologi dari penyakit malaria.
Proses terjadinya patologi malaria sere#ral yang merupakan salah satu dari
malaria #erat adalah terjadinya perdarahan dan nekrosis di sekitar venula
dan kapiler. 1apiler dipenuhi leukosit dan monosit, sehingga terjadi
sum#atan pem#uluh darah oleh roset eritrosit yang terin)eksi.
5,10
.(6( MANI)ES,ASI KLINIS
Malaria se#agai penye#a# in)eksi yang dise#a#kan oleh Plasmodium
mempunyai gejala utama yaitu demam. .emam yang terjadi diduga
#erhu#ungan dengan proses ski>ogoni @pe'ahnya mero>oit atau ski>onA,
pengaruh 0P3 )glycosyl #hos#ha'idylinosi'ol+ atau ter#entuknya sitokin atau
toksin lainnya. Pada #e#erapa penderita, demam tidak terjadi @misalnya
pada daerah hiperendemikA #anyak orang dengan parasitemia tanpa gejala.
0am#aran karakteristik dari malaria ialah demam periodik, anemia dan
splenomegali.
5,:,10,11
Mani)estasi umum malaria adalah se#agai #erikutC
9
( Masa inku#asi
Masa inku#asi #iasanya #erlangsung :(47 hari tergantung dari spesies
parasit @terpendek untuk P! "alci#arum dan terpanjanga untuk P!
malariaeA, #eratnya in)eksi dan pada pengo#atan se#elumnya atau pada
derajat resistensi hospes. elain itu juga 'ara in)eksi yang mungkin
dise#a#kan gigitan nyamuk atau se'ara induksi @misalnya trans)usi darah
yang mengandung stadium aseksualA.
5,12
( 1eluhan(keluhan prodromal
1eluhan(keluhan prodromal dapat terjadi se#elum terjadinya demam,
#erupaC malaise, lesu, sakit kepala, sakit tulang #elakang, nyeri pada
tulang dan otot, anoreksia, perut tidak enak, diare ringan dan kadang(
kadang merasa dingin di punggung. 1eluhan prodromal sering terjadi
pada P! $i$a% dan P! o$ale, sedangkan P! "alci#arum dan P! malariae
keluhan prodromal tidak jelas.
12
( 0ejala(gejala umum
0ejala(gejala klasik umum yaitu terjadinya trias malaria @malaria
#ro%ym+ se'ara #erurutanC
Periode dingin
.imulai dengan menggigil, kulit dingin, dan kering, penderita sering
mem#ungkus dirinya dengan selimut atau sarung pada saat menggigil,
sering seluruh #adan gemetar, pu'at sampai sianosis seperti orang
kedinginan. Periode ini #erlangsung antara 16 menit sampai 1 jam
diikuti dengan meningkatnya temperatur.
5,11,2
Periode panas
!ajah penderita terlihat merah, kulit panas dan kering, nadi 'epat dan
panas tu#uh tetap tinggi, dapat sampai 50
o
; atau le#ih, penderita
mem#uka selimutnya, respirasi meningkat, nyeri kepala, nyeri
retroor#ital, muntah(muntah dan dapat terjadi syok. Periode ini
#erlangsung le#ih lama dari )ase dingin dapat sampai 2 jam atau le#ih,
diikuti dengan keadaan #erkeringat.
5,11,12
Periode #erkeringat
10
Penderita #erkeringan mulai dari temporal, diikuti seluruh tu#uh,
penderita merasa 'apek dan sering tertidur. &ial penderita #angun
akan merasa sehat dan dapat melakukan pekerjaan #iasa.
5,12
Anemia merupakan gejala yang sering ditemui pada in)eksi malaria, dan
le#ih sering ditemukan pada daerah endemik. 1elainan pada limpa akan
terjadi setelah 4 hari dari serangan akut dimana limpa akan mem#engkak,
nyeri dan hiperemis.
5,12
*ampir semua kematian aki#at malaria dise#a#kan oleh P! "alci#arum!
pada in)eksi P! "alci#arum dapat meim#ulkan malaria #erat dengan
komplikasi umumnya digolongkan se#agai malaria #erat yang menurut
!*O dide)inisikan se#agai in)eksi P! "alci#arum stadium aseksual
dengan satu atau le#ih komplikasi se#agai #erikutC
5,12
( Malaria sere#ral, derajat kesadaran #erdasarkan 0; kurang dari 11.
( Anemia #erat @*#F6 gr? atau hematokrit F16?A pada keadaan hitung
parasit G10.000BHl.
( 0agal ginjal akut @urin kurang dari 500mlB25jam pada orang dewasa
atau F12 mlBkg&& pada anak(anak setelah dilakukan rehidrasi, diserta
kelainan kreatinin G4mg?.
( /dema paru.
( *ipoglikemiaC gula darah F50 mg?.
( 0agal sirkulasiBsyokC tekanan sistolik F70 mm*g diserta keringat
dingin atau per#edaan temperature kulit(mukosa G1
o
;.
( Perdarahan spontan dari hidung, gusi, saluran 'erna dan atau disertai
kelainan la#oratorik adanya gangguan koagulasi intravaskuler.
( 1ejang #erulang le#ih dari 2 kaliB25jam setelah pendinginan pada
hipertermis.
( Asidemia @PhF7,26A atau asidosis @plasma #ikar#onat F16mmolB+A.
11
( Makroskopik hemaglo#inuri oleh karena in)eksi malaria akut #ukan
karena o#at antimalaria pada kekurangan 0lukosa 8 Phospat
.ehidrogenase.
( .iagnosa #os',mor'em dengan ditemukannya parasit yang padat pada
pem#uluh kapiler jaringan otak.
.(7( DIAGNOSIS
.iagnosis malaria ditegakkan seperti diagnosis penyakit lainnya
#erdasarkan anamnesis, pemeriksaan )isik dan pemeriksaan la#oratorium.
.iagnosis pasti in)eksi malaria ditegakkan dengan pemeriksaan sediaan
darah se'ara mikroskopik atau tes diagnostik 'epat.
( Anamnesis
1eluhan utama, yaitu demam, menggigil, #erkeringat dan dapat
disertai sakit kepala, mual, muntah, diare, nyeri otot dan pegal(pegal.
Riwayat #erkunjung dan #ermalam le#ih kurang 1(5 minggu yang lalu
ke daerah endemik malaria.
Riwayat tinggal di daerah endemik malaria.
Riwayat sakit malaria.
Riwayat minum o#at malaria satu #ulan terakhir.
Riwayat mendapat trans)usi darah.
elain hal(hal terse#ut di atas, pada tersangka penderita malaria #erat,
dapat ditemukan keadaan di #awah iniC
0angguan kesadaran dalam #er#agai derajat.
1eadaan umum yang lemah.
1ejang(kejang.
Panas sangat tinggi.
Mata dan tu#uh kuning.
Perdarahan hidung, gusi, tau saluran 'erna.
12
$a)as 'epat @sesak napasA.
Muntah terus menerus dan tidak dapat makan minum.
!arna air seni seperti the pekat dan dapat sampai kehitaman.
,umlah air seni kurang #ahkan sampai tidak ada.
"elapak tangan sangat pu'at.
( Pemeriksaan 2isik
.emam @I47,6
o
;A
1unjun'tiva atau telapak tangan pu'at
Pem#esaran limpa
Pem#esaran hati
Pada penderita tersangaka malaria #erat ditemukan tanda(tanda klinis
se#agai #erikutC
"emperature re'tal I50
o
;.
$adi 'apat dan lemah.
"ekanan darah sistolik F70 mm*g pada orang dewasa dan F60 mm*g
pada anak(anak.
2rekuensi napas G46 kali permenit pada orang dewasa atau G50 kali
permenit pada #alita, dan G60 kali permenit pada anak di#awah 1
tahun.
Penurunan kesadaran.
Mani)estasi perdarahanC ptekie, purpura, hematom.
"anda(tanda dehidrasi.
"anda(tanda anemia #erat.
klera mata kuning.
Pem#esaran limpa dan atau hepar.
0agal ginjal ditandai dengan oligouria sampai anuria.
0ejala neurologikC kaku kuduk, re)leks patologis positi).
14
( Pemeriksaan +a#oratorium
Pemeriksaan dengan mikroskopik
e#agai standar emas pemeriksaan la#oratoris demam malaria pada
penderita adalah mikroskopik untuk menemukan parasit di dalam
darah tepi
@14A
. Pemeriksaan darah te#al dan tipis untuk menentukanC
AdaBtidaknya parasit malaria.
pesies dan stadium Plasmodium
1epadatan parasit
emi kuantitati)
@(A C tidak ditemukan parasit dalam 100 +P&
@JA C ditemukan 1(10 parasit dalam 100 +P&
@JJA C ditemukan 11(100 parasit dalam 100 +P&
@JJJA C ditemukan 1(10 parasit dalam 1 +P&
@JJJJA C ditemukan G10 parasit dalam 1 +P&
1uantitati)
,umlah parasit dihitung permikroliter darah pada sediaan darah
te#al atau sediaan darah tipis.
Pemeriksaan dengan tes diagnostik 'epat )Ra#id Diagnos'ic -es'+
Mekanisme kerja tes ini #erdasarkan deteksi antigen parasit malaria,
dengan menggunakan metoda immunokromatogra)i dalam #entuk
dipstik.
"es serologi
"es ini #erguna untuk mendeteksi adanya anti#odi spesi)ik terhadap
malaria atau pada keadaan dimana parasit sangat minimal. "es ini
kurang #erman)aat se#agai alat diagnostik se#a# anti#odi #aru
15
ter#entuk setelah #e#erapa hari parasitemia. "iter G1C200 dianggap
se#agai in)eksi #aru, dan tes G1C20 dinyatakan positi).
.(8( PENGO-A,AN MALARIA
O#at anti malaria yang tersedia di 3ndonesia antara lain klorokuin,
sul)adoksin(pirimetamin, kina, primakuin, serta derivat artemisin. 1lorokuin
merupakan o#at antimalaria standar untuk pro)ilaksis, pengo#atan malaria
klinis dan pengo#atan radikal malaria tanpa komplikasi dalam program
pem#erantasan malaria, sul)adoksin(pirimetamin digunakan untuk
pengo#atan radikal penderita malaria )al'iparum tanpa komplikasi. 1ina
merupakan o#at anti malaria pilihan untuk pengo#atan radikal malaria
)al'iparum tanpa komplikasi. elain itu kina juga digunakan untuk
pengo#atan malaria #erat atau malaria dengan komplikasi. Primakuin
digunakan se#agai o#at antimalaria pelengkap pada malaria klinis,
pengo#atan radikal dan pengo#atan malaria #erat. Artemisin digunakan
untuk pengo#atan malaria tanpa atau dengan komplikasi yang resisten
mul'idrugs.
15
&e#erapa o#at anti#iotika dapat #ersi)at se#agai antimalaria. 1husus di
Rumah akit, o#at terse#ut dapat digunakan dengan kom#inasi o#at
antimalaria lain, untuk mengo#ati penderita resisten mul'idrugs. O#at
anti#iotika yang sudah diuji'o#a se#agai pro)ilaksis dan pengo#atan malaria
diantaranya adalah derivate tetrasiklin, kloram)enikol, eritromisin,
sul)ametoksa>ol(trimetoprim dan sipro)loksasin. O#at(o#at terse#ut
digunakan #ersama o#at anti malaria yang #ekerja 'epat dan menghasilkan
e)ek potensiasi antara lain dengan kina.
15
( Pengoba"an $aaria falciparum
+ini pertamaC ArtesunatJAmodiakuinJPrimakuin
16
.osis artesunatK 5 mgBkg&& @dosis tunggalA, amodiakuinK 10 mgBkg&&
@dosis tunggalA, primakuinK 0,76 mgBkg&& @dosis tunggalA.
Apa#ila pem#erian dosis tidak memungkinkan #erdasarkan #erat #adan
penderita, pem#erian o#at dapat di#erikan #erdasarkan golongan umur.
.osis makasimal penderita dewasa yan dapat di#erikan untuk artesunat dan
amodiakuin masing(masing 5 ta#let, 4 ta#let untuk primakuin.
1om#inasi ini digunakan se#agai pilihan utama untuk pengo#atan malaria
"alci#arum. Pemakaian artesunat dan amodiakuin #ertujuan untuk
mem#unuh parasit stadium aseksual, sedangkan primakuin #ertujuan untuk
mem#unuh gametosit yang #erada di dalam darah.
4
Pengo#atan lini kedua malaria "alci#arum di#erikan #ila pengo#atan lini
pertama tidak e)ekti).
"a#el 1. Pengo#atan +ini Pertama Malaria "alci#arum Menurut 1elompok
-mur.
4
*ari ,enis o#at
,umlah ta#let perhari menurut kelompok umur
0(1
#ln
2(11 #ln 1(5 th 6(9 th 10(15 th I16 th
3
Artesunat L M 1 2 4 5
Amodiakuin L M 1 2 4 5
Primakuin ( ( N 1 M 2 2(4
33
Artesunat L M 1 2 4 5
Amodiakuin L M 1 2 4 5
333
Artesunat L M 1 2 4 5
Amodiakuin L M 1 2 4 5
18
+ini keduaC 1inaJ.oksisiklinB"etrasiklinJPrimakuin
.osis kinaK10 mgBkg&&Bkali @4DBhari selama 7 hariA, doksisiklinK 5
mgBkg&&Bhr @dewasa, 2DBhr selama 7 hariA, 2 mgBkg&&Bhr @:(15 th, 2DBhr
selama 7 hariA, tetrasiklinK 5(6 mgBkg&&Bkali @5DBhr selama 7 hariA.
Apa#ila pem#erian dosis o#at tidak memungkinkan #erdasarkan #erat #adan
penderita, pem#erian o#at dapat di#erikan #erdasarkan golongan umur.
"a#el 2. Pengo#atan +ini 1edua -ntuk Malaria "alci#arum
*ari ,enis o#at ,umlah ta#let perhari menurut kelompok umur
0(11 #ln 1(5 th 6( 9 th 10(15 th I 16 th
3
1ina
O
4DM 4D1 4DM 4D2(4
.oksisiklin ( ( ( 2D1
OO
2D1
OOO
Primakuin ( N 1M 2 2(2
33(=33
1ina
O
4DM 4D1 4DM 4D2(4
.oksisiklin ( ( ( 2D1
OO
2D1
OOO
O
C dosis di#erikan per kg&&
OO
C 2D60 mg doksisiklin
OOO
C 2D100 mg doksisiklin
( Pengoba"an $aaria vivax &an $aaria ovale
+ini pertamaC 1lorokuinJPrimakuin
1om#inasi ini digunakan se#agai piliha utama untuk pengo#atan malaria
vivaD dan ovale. Pemakaian klorokuin #ertujuan mem#unuh parasit stadium
aseksual dan seksual. Pem#erian primakuin selain #ertujuan untuk
mem#unuh hipno>oit di sel hati, juga dapat mem#unuh parasit aseksual di
eritrosit.
4
17
.osis total klorokuinK 26 mgBkg&& @1DBhr selama 4hariA, primakuinK 0,26
mgBkg&&Bhr @selama 15 hariA.
Apa#ila pem#erian dosis o#at tidak memungkinkan #erdasarkan #erat #adan
penderita o#at dapat di#erikan #erdasarkan golongan umur, sesuai dengan
ta#el.
"a#el 4. Pengo#atan Malaria =ivaD dan Malaria Ovale
*ari ,enis o#at ,umlah ta#let menurut kelompok umur @dosis tunggalA
0(1 #ln 2(11 #ln 1(5 th 6(9 th 10(15 th I16 th
3
1lorokuin L M 1 2 4 4(5
Primakui
n
( ( L M N 1
33
1lorokuin L M 1 2 4 4(5
Primakui
n
( ( L M N 1
333
1lorokuin 1B: L M 1 1M 2
Primakui
n
( ( L M N 1
3=(P3= Primakui
n
( ( L M N 1
Pengo#atan e)ekti) apa#ila sampai dengan hari ke 2: setelah pem#erian
o#at, ditemukan keadaan se#agai #erikutC klinis sem#uh @sejak hari
keempatA dan tidak ditemukan parasit stadium aseksual sejak hari ketujuh.
Pengo#atan tidak e)ekti) apa#ila dalam 2: hari setelah pem#erian o#atC
4
0ejala klinis mem#uruk dan parasit aseksual positi), atau
0ejala klinis tidak mem#uruk tetapi parasit aseksual tidak
#erkurang atau tim#ul kem#ali setelah hari ke(15.
1:
0ejala klinis mem#aik tetapi parasit aseksual tim#ul kem#ali
antara hari ke(16 sampai hari ke(2: @kemungkinan resisten, relaps atau
in)eksi #aruA.
Pengoba"an $aaria +i+a9 resis"en korok#in
+ini keduaC 1inaJPrimakuin
.osis kinaK 10 mgBkg&&Bkali @4DBhr selama 7 hariA, primakuinK 0,26
mgBkg&& @selama 15 hariA.
.osis o#at juga dapat ditaksir dengan menggunakan ta#el dosis #erdasarkan
golongan umur se#agai #erikutC
"a#el 5. Pengo#atan Malaria =ivaD Resisten 1lorokuin
*ari ,enis o#at
,umlah ta#let perhari menurut kelompok umur
0(1
#ln
2(11 #ln 1(5 th 6(9 th 10(15 th I 16 th
1(7 1ina
O O
4DM 4D1 4D2 4D4
1(15 Primakuin ( ( L M N 1
O
C dosis di#erikan per kg&&
Pengoba"an $aaria +i+a9 yang rea%s
ama dengan regimen se#elumnya hanya dosis primakuin yang
ditingkatkan. .osis klorokuin di#erikan 1 kali perhari selama 4 hari, dengan
dosis total 26 mgBkg&& dan primakuin di#erikan selama 15 hari dengan
dosis 0,6 mgBkg&&Bhari. .osis o#at juga dapat ditaksir dengan
menggunakan ta#el dosis #erdasarkan golongan umur.
4
"a#el 6. Pengo#atan Malaria vivaD yang Relaps
*ari ,enis o#at
,umlah ta#let menurut kelompok golongan umur
0(1 #ln 2(11 1(5 th 6(9 th 10(15 I 16 th
19
#ln th
1
1lorokuin L M 1 2 4 4(5
Primakui
n
( ( M 1 1M 2
2
1lorokuin L M ( 2 4 4(5
Primakui
n
( ( M 1 1M 2
4
1lorokuin 1B: L M 1 1M 2
Primakui
n
( ( M 1 1M 2
15(15 Primakui
n
( ( M 1 1M 2
( Pengoba"an $aaria $aariae
1lorokuin 1 kali perhari selama 4 hari, dengan dosis total 26 mgBkg&&.
1lorokuin dapat mem#unuh parasit #entuk aseksual dan seksual P!
malariae. Pengo#atan dapat juga di#erikan #erdasarkan golongan umur
penderita.
4
"a#el 8. Pengo#atan Malaria Malariae
*ari ,enis o#at
,umlah ta#let menurut kelompok golongan umur
0(1 #ln 2(11
#ln
1(5 th 6(9 th 10(15
th
I 16 th
3 1lorokuin L M 1 2 4 4(5
33 1lorokuin L M 1 2 4 4(5
333 1lorokuin 1B: L M 1 1M 2
( Ke$o%ro:iaksis
20
1emopro)ilaksis #ertujuan untuk mengurangi resiko terin)eksi malaria
sehingga #ila terin)eksi maka gejala klinisnya tidak #erat. 1emopro)ilaksis
ini ditujukan kepada orang yang #epergian ke daerah endemis malaria
dalam waktu yang tidak terlalu lama, seperti turis, peneliti, pegawai
kehutanan dan lain(lain. -ntuk kelompok atau individu yang akan #epergian
atau tugas dalam jangka waktu yang lama, se#aiknya menggunakan
#ersonal #ro'ec'ion seperti pemakaian kelam#u, kawat kassa, dan lain(lain.
4
Oleh karena P! "alci#arum merupakan spesies yang virulensinya 'ukup
tinggi maka kemopro)ilaksisnya terutama ditujukan pada in)eksi spesies ini.
ehu#ungan dengan laporan tingginya tingkat resistensi P! "alci#arum
terhadap klorokuin, maka doksisiklin menjadi pilihan. .oksisiklin di#erikan
setiap hari dengan dosis 2 mgBkg&& selama tidak le#ih dari 5(8 minggu.
1emopro)ilaksis untuk P! $i$a% dapat di#erikan klorokuin dengan dosis 6
mgBkg&& setiap minggu. O#at terse#ut diminum 1 minggu se#elum masuk
ke daerah endemis sampai 5 minggu setelah kem#ali.
4
"a#el 7. .osis Pengo#atan Pen'egahan dengan 1lorokuin
0olongan umur @thnA ,umlah ta#let klorokuin @dosis tunggal, 1DBmingguA
F1 L
1(5 M
6(9 1
10(15 1M
G15 2
( Oba" A"erna"i:
O#at kom#inasi non A;", dapat pilih salah satu, yaitu se#agai #erikutC
1lorokuin J ul)adoksin Pirimetamin
ul)adoksin Pirimetamin J 1ina
1lorokuin J .oksisiklinB"etrasiklin
21
ul)adoksin Pirimetamin J .oksisiklinB"etrasiklin
1ina J .oksisiklinB"etrasiklin
1ina J 1lindamisin
.osis
1lorokuin
ediaan 260 mg garam. Pem#erian pada hari 3 5 ta#let, hari 33 5 ta#,
hari 333 2 ta#let.
ul)adoksin Pirimetamin
ediaan 600 mg ul)adoksin J 26 mg Pirimetamin dosis tunggal
dewasa 4 ta#let @ 1 kaliA, dosis anak 1,26 mgBkg && hanya untuk p.
vivaD
1ina ul)at
ediaan 1 ta#let 220 mg. .osis dewasa 4 D10 mgB kg && selama 7 hari.
ering gagal untuk pemakaian waktu lama.
Primakuin
ediaan 1 ta#let 16 mg. -ntuk P. )al'iparum di#erikan dosis tunggal
dewasa langsung 4 ta#let @1DA. -ntuk P. vivaD di#erikan 16 mg sehari
selama 15 hari
( Pengoba"an Lain
&ila dengan o#at pilihan pertama tidak ada kemajuan atau pada penderita
malaria )al'i)arum yang resisten makan di#erikanC
1inin sul)at 40 mgBkg##Bhari peroral di#agi 4 dosis selama 7 hari atau
1om#inasi sul)adoksin 600 mg dan pirimetamin 26 mg, dengan dosis
pirimetamin 1(1,6 mgBkg##Bhari atau sul)adoksin 20(40 mgBkg##Bhari
pada anak usia G 8 #ulan, di#erikan peroral dosis tunggal, di#erikan dua
hari #erturut(turut.
22
Maltron @artemeterAC 5 mgBkg&&Bkali peroral, 5 kali sehari selama 4 hari
Pada malaria dengan komplikasiC
AnemiaC trans)usi darah di#erikan #ila *# Q 6 gBd+ atau *# G 6 gBd+
dengan dis'ress pernapasan
Malaria sere#ral
&erikan 1inin *'l perdrip 10 mgBkg##B: jam 4 D dalam 25 jam
selama penderita #elum sadar atau #elum dapat makan peroral.
+anjutkan dengan kinin sul)at #ila telah sampai 7 hari
.apat di#erikan kortikosteroid seperti pada ense)alopati ti)oid
Malaria #iliosaC dosis o#at malaria di#erikan 1B2 dosis #iasa dengan
lama pem#erian 2 D le#ih panjang
.(0/( KOMPLIKASI
1omplikasi(komplikasi yang dapat terjadi pada malaria adalah se#agai
#erikutC
( Malaria sere#ral penurunan kesadaran le#ih 40 menit, panas @(A,
hipoglikemia @(A , ;" s'an #iasanya normal.
( 00A #iasanya karena dehidrasi dengan &, urin G 1.016, rasio urea urin
C darah G 5C1, natrium urin F 20 mmolBl.
( 1elainan hati ikterus dengan peningkatan 0O", 0P", #iliru#in, rasio
0O"C0P" meningkat.
( *ipoglikemia
( &la'kwater )ever sindrom dengan serangan akut, menggigil, demam,
hemolisis intravaskuler, hemoglo#inemia, hemoglo#inuri, gagal ginjal
( Perdarahan epistaksis, petekie, purpura, hematoma
( /dema paru
( *iponatremia
( Mani)estasi gastrointestinal tak enak di perut, )latulen, mual muntah, diare
24
( Asidosis meta#olik perna)asan kusmaul, asam laktat dan #ikar#onat
meningkat, p* turun.
( Malaria Algid syok vaskuler dengan hipotensi, peru#ahan tahanan peri)er
dan #erkurangnya per)usi jaringan.
.(00( PROGNOSIS
( Prognosis malaria #erat tergantung pada ke'epatan dan ketepatan
diagnosis serta pengo#atan.
4
( Pada malaria #erat yang tidak ditanggulangi, maka mortalitas yang
dilaporkan pada anak(anak 16?, dewasa 20? dan pada kehamilan
meningkat sampai 60?.
( Prognosis malaria #erat dengan gangguan satu )ungsi organ le#ih
#aik daripada gangguan 2 atau le#ih )ungsi organ.
4
Mortalitas dengan gangguan 4 )ungsi organ adalah 60?.
Mortalitas dengan gangguan 5 atau le#ih )ungsi organ adalah 76?.
Adanya korelasi antara kepadatan parasit dengan mortalitas yaituC
1epadatan parasit F100.000BH+, maka mortalitas F1?.
1epadatan parasit G100.000BH+, maka mortalitas G1?.
1epadatan parasit G600.000BH+, maka mortalitas G6?
25
-A- III
PEMECAHAN MASALAH
2(0( ANALISIS SI,UASI PUSKESMAS PURWODADI DAN WILAYAH
KERJANYA
Puskesmas Purwodadi terletak di 1e'amatan &elitang Mulya. Merupakan
salah satu Puskesmas Rawat 3nap yang #erada di 1a#upaten Ogan
1omering -lu "imur. .alam menjalankan kegiatan se#agai pusat pelayanan
kesehatan di 1e'amaan &eliang Mulya sejak #erdirinya sampai tahun 2007
Puskesmas Purwodadi didukung oleh dua Puskesmas Pem#antu @PustuA,
yang terletak di .esa Margo Mulyo dan .esa um#er ,aya. "ahun 200:
dengan adanya pemekaran wilayah #aru, maka Puskesmas Pem#antu
@PustuA di hapuskan. Puskesmas Purwodadi mempunyai 11 wilayah kerja,
11 Poskesdes, dan 8 Polindes.
Puskesmas Purwodadi terletak dalam wilayah 1e'amatan &elitang Mulya,
dengan ketinggian 87 meter dari permukaan laut, dataran rendah yang
#ergelom#ang dan sedikit rawa(rawa dengan suhu rata(rata 25 sampai 45
derajat ;el'ius.
+uas lokasi C 569:0 m
2
,umlah .esa C 11 .esa
26
&atas !ilayah C
( &agian -tara C &er#atasan dengan 1e'. 333
( &agian "imur C &er#atasan dengan 1e'. &elitang 333
( &agian elatanC &er#atasan dengan 1e'. &elitang 3
( &agian &arat C &er#atasan dengan 1e'. &elitan 33
um#er daya kesehatan yang ada di Puskesmas Purwodadi adalah se#agai
#erikutC
"a#el :. um#er .aya 1esehatan di Puskesmas Purwodadi
$o. ,enis "enaga ,umlah
1. .okter -mum 1
2. .okter gigi (
4. 1M 8
5. . 333 1eperawatan 45
6. . 333 1e#idanan 16
8. . 333 2armasi 4
7. Analis (
:. Akademi 0i>i 2
9. anitasi 2
10. . 3 1e#idanan 7
11. Perawat gigi 4
12. P1 4
14. Asisten Apoteker 1
ementara itu, keadaan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Purwodadi
dalah se#agai #erikutC
28
( Masyarakat di wilayah kerja puskesmas purwodadi #ertempat tinggal di
area persawahan.
( um#er pendapatan penduduk ke'amatan ini #erkaitan dengan
perke#unan karet.
( &e#erapa desa di ke'amatan ini dilalui oleh anak sungai yang kurang
terpelihara.
( Penduduk menggunakan air sungai ini dan air sumur se#agai sum#er air
rumah tangga mereka.
2(.( DIAGNOSIS MASALAH
2(.(0( Diagnosis Sosia
&anyak masyarakat mengalami demam menggigil dan pada waktu tertentu
suhu tu#uh kem#ali normal.
2(.(.( Diagnosis E%i&e$ioogis
/pidemiologi malaria men'akup tiga hal utama yang saling #erkaitan
yaituC
( 3nang @hostA C manusia se#agai inang antara, dan nyamuk vektor
se#agai inang de)initi) parasit malaria.
( Agen penyakit C parasit malaria @PlasmodiumA
( +ingkungan C satu desa terletak di dataran rendah yang
#ergelom#ang dan sedikit rawa(rawa dengan suhu rata(rata 25 sampai
45 derajat ;el'ius..
27
2(.(2( Diagnosis Lingk#ngan &an Periak#
( !arga menganggap #ahwa penyakit malaria merupakan penyakit yang
#iasa saja tanpa harus ditakuti dan sudah menjadi #agian dari kehidupan
warga 1e'amatan &elitang Mulya.
( +ingkungan ke'amatan yang se#agian merupakan daerah dataran
rendan dan sedikit rawa(rawa, sehingga memudahkan
perkem#ang#iakan vektor penyakit malaria.
( 1e#anyakan petani tidak memakai pakaian yang #erlengan panjang dan
'elana panjang.
( &anyak warga yang masih #erkumpul di luar rumah pada malam hari.
2(.(3( Diagnosis Pen&i&ikan &an Organisasi
( Predisposing factor
1urangnya pengetahuan masyarakat mengenai 'ara pen'egahan
malaria dan #ahaya malaria.
1urangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga ke#ersihan
lingkungan.
1urangnya pengetahuan masyarakat pentingnya menggunakan
kawat nyamuk di ventilasi rumah.
1urangnya pengetahuan masyarakat pentingnya menggunakan
pakaian lengan panjang dan 'elana panjang saat #ertani dan
#erke#un.
( Enabling factor
"idak adanya penjadwalan kerja #akti mem#ersihkan lingkungan.
2:
"idak adanya pengolahan sampah se'ara #enar.
( Reinforcing factor
&anyaknya tempat tinggal warga yang #erada di daerah dataran
rendah yang dikelilingi oleh daerah persawahan, perke#unan, dan
sedikit rawa(rawa.
&anyak aliran air sungai yang #er'a#ang('a#ang, sehingga
memungkinkan terajdinya genangan air.
2(.(4( Diagnosis Poi"ik &an A&$inis"rasi
Pemerintah mendukung program pen'egahan dan pem#erantasan malaria,
sehingga dalam pelaksanaannya nanti pemerintah akan mem#erikan dana
demi kesuksesan program pem#erantasan malaria yang telah diren'anakan
pada puskesmas 1e'amatan &elitang Mulya.
Pemerintah juga telah men'anangkan program %ge#rak malariaR terutama
di daerah endemis malaria. 0e#rak malaria meliputiC
( .iagnosis awal dan pengo#atan yang 'epat dan tepat.
( Pemasangan kelam#u se#elum tidur dan penyemprotan insektisida.
( Pengawasan deteksi akti) dan pasi).
( urvey demam dan pengawasan migran.
( .eteksi dan kontrol epidemik.
( +angkah(lagkah lain seperti lar$aciding.
( Peningkatan kemampuan seperti ca#aci'y *uilding.
29
2(2( IDEN,I)IKASI MASALAH
.ari diagnosis masalah yang telah diidenti)ikasi, masalah(masalah yang
menye#a#kan tingginya angka kejadian malaria antara lainC
( 1urangnya pengetahuan masyarakat mengenai 'ara pen'egahan malaria
dan #ahaya malaria
( 1urangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga ke#ersihan lingkungan
( 1e#anyakan petani tidak memakai pakaian yang #erlengan panjang dan
'elana panjang.
( &anyak warga yang masih #erkumpul di luar rumah pada malam hari.
( 1urangnya pengetahuan masyarakat pentingnya menggunakan kawat
nyamuk di ventilasi rumah.
2(3( PRIORI,AS MASALAH
-ntuk mengidenti)ikasi masalah utama yang menjadi penye#a# tingginya
angka kejadian malaria di 1e'amatan &elitang Mulya adalah telah
dilakukan analisis easy im#or'an' terhadap masalah(masalah yang telah
diidentiikasi se#elumnya! &erdasarkan analisis terse#ut, masalah
utama yang menjadi penye#a# tingginya angka kejadian malaria di
1e'amatan &elitang Mulya adalah kurangnya pengetahuan masyarakat
mengenai 'ara pen'egahan malaria dan #ahaya malaria serta pentingnya
kesadaran masyarakat untuk menjaga ke#ersihan lingkungan.
2(4( PRIORI,AS PENYELESAIAN MASALAH
40
-ntuk menyelesaikan masalah utama yang menjadi penye#a# tingginya
angka kejadian malaria di 1e'amatan &elitang Mulya, program yang dipilih
adalah melakukan penyuluhan ;ara Pen'egahan Malaria dan &ahaya
Malaria di #alai desa dan sekolah(sekolah di 1e'amatan &elitang Mulya.
2(5( KOMPONEN PROGRAM KESEHA,AN ,ERPADU
2(5(0( ,#1#an
,#1#an #"a$a dari program penanggulangan malaria di 1e'amatan
&elitang Mulya adalah menurunkan angka mor#iditas dan mortalitas
aki#at malaria
,#1#an k!#s#s
Meningkatkan pengetahuan warga 1e'amatan &elitang Mulya mengenai
malari, meliputiC
( Mengetahui apa itu malaria
( Mengerti penye#a# malaria
( Mengerti 'ara penularan malaria
( Mengerti tanda #ahaya yang ditim#ulkan malaria
( Memahami #ahaya malaria
( Mengerti langkah(langkah pen'egahan malaria
( .apat #ekerja sama mem#erantas malaria
2(5(.( Sasaran Peny##!an
( asaran Primer
41
1eseluruhan warga desa yang meliputi para orangtua yang ke#anyakan
merupakan petani dan siswa #eserta pihak sekolah se#agai pendengar.
( asaran ekunder
Peja#at desa, tokoh agama, pendidik serta kader kesehatan yang
mendukung promosi kesehatan tntang malaria.
( asaran "ersier
Pem#uat ke#ijakan.
2(5(2( ,e$%a" &an Wak"# Peny##!an
Penyuluhan ini akan kami laksanakan se#anyak delapan kali @empat kali di
&alai .esa dan empat kali di sekolahA yang dilakukan oleh dokter #eserta
kader kesehatan.
( *ari C Minggu, 1 ,uni 2012
!aktu C 10.00 !3&
"empat C &alai .esa .esa Purwodadi
( *ari C Minggu, 4 ,uni 2012
!aktu C 10.00 !3&
"empat C &alai .esa .esa "anjung 1emuning
( *ari C Minggu, 6 ,uni 2012
42
!aktu C 10.00 !3&
"empat C &alai .esa .esa Petanggan
( *ari C a#tu, : ,uni 2012
!aktu C 10.00 !3&
"empat C &alai .esa .esa "ulung ari
( *ari C enin, 11 ,uni 2012
!aktu C 10.00 !3&
"empat C . 1 .esa Purwodadi
( *ari C elasa, 12 ,uni 2012
!aktu C 10.00 !3&
"empat C MP 1 &elitang Mulya
( *ari C Ra#u, 14 ,uni 2012
!aktu C 10.00 !3&
"empat C M"s .esa Purwodadi
44
( *ari C 1amis, 15 ,uni 2012
!aktu C 10.00 !3&
"empat C M3 .esa Purwodadi
2(5(3( Me"o&e Peny##!an
Metode yang akan digunakan #erupa penyuluhan langsung mengenai
malaria kepada warga di ke'amatan &elitang Mulya.
2(5(4( Ma"eri
( Pengertian malaria
( Penye#a# malaria
( ;ara penularan malaria
( 0ejala dan tanda #ahaya aki#at malaria
( &ahaya malaria
( -paya pen'egahan malaria
( 1erjasama dalam mem#erantas malaria
Malaria adalah penyakit yang dise#a#kan oleh proto>oa yang dise#ut
Plasmodium, yang dalam salah satu tahap perkem#ang #iakannya akan
memasuki dan menghan'urkan sel(sel darah merah. Plasmodium yang
menye#arkan penyakit malaria #erasal dari spesies Plasmodium
)al'iparum dan Plasmodium vivaD, Plasmodium ovale, Plasmodium
malariae, dan Plasmodium knowlesi.
=ektor yang #erperan dalam penularan penyakit ini adalah nyamuk
Anopheles, terutamanya Anopheles sundai'us di Asia dan Anopheles
gam#iae di A)rika. Malaria adalah sejenis penyakit menular yang dalam
manusia sekitar 460(600 juta orang terin)eksi dan le#ih dari 1 juta
45
kematian setiap tahun, terutama di daerah tropis dan di A)rika di #awah
gurun ahara.
0ejala dari malaria terdiri dariC
( .emam tinggi
( Perasaan dingin atau kaku pada seluruh tu#uh
( 0emetar sampai #ergon'ang
( 1eluar keringat #erle#ihan
( "u#uh terasa lemas
( 1etidaknyamanan yang dise#ut dengan malaise @rasa tidak enak pada
tu#uhA dan nyeri pada seluruh tu#uh
( akit kepala
( Rasa mual
( Muntah(muntah
Pen'egahan dari malaria erat kaitannya dengan P*& yaitu dengan
menjaga ke#ersihan lingkungan tempat tinggal yang merupakan salah satu
langkah yang penting untuk men'egah gigitan nyamuk yang akti) di
malam hari ini. 1e#erhasilan langkah ini sangat ditentukan oleh kesadaran
masyarakat setempat dalam menerapkan P*&. Pen'egahan tanpa o#at,
yaitu dengan menghindari gigitan nyamuk dapat dilakukan dengan 'ara
se#agai #erikutC
( Preventi)
.alam men'egah kasus malaria, maka harus diketahui perjalanan dari
penye#a# penyakitnya.
+ingkungan S $yamukT Manusia S mani)estasi gejala
+ingkungan
Mem#ersihkan tempat(tempat yang #isa menim#ulkan genangan
air
46
Menjaga ke#ersihan lingkungan
$yamuk
0unakan insektisida terutama pada tempat gelap dan lem#a#
yang merupakan tempat #erkumpulnya nyamuk
2ogging
,entik $yamuk
Penye#aran ikan pemakan jentik seperi ikan mujair
Pem#ersihan lumut dan juga larvasidasi
Manusia
*indari keluar rumah ketika senja dan malam hari
Memakai pakaian yang panjang dan hindari memakai pakaian
yang #erwana gelap
*indari menggunakan par)ume atau wewangian pada sore dan
malam hari karena akan menarik kedatangan nyamuk
Menggunakan lotion anti nyamuk ketika keluar rumah malam
hari
Penutupan lu#ang ventilasi menggunakan kawat kasa
Penyemprotan dinding rumah Memasang kelam#u ketika tidur
Memasang kelam#u ketika tidur
48
( Promoti)
Melakukan penyuluhan mengenai penyakit malaria dan hal(hal
yang #isa dilakukan oleh masyarakat dalam menurunkan dan
mengatasi penyakit malaria yang terjadi, serta dampaknya jika
tidak diatasi.
Mengu#ah sudut pandang masyarakat yang menganggap #ahwa
malaria adalah penyakit yang #iasa ada dalam masyarakat.
Menye#ar poster poster dan spanduk tentang 'ara melakukan
prevensi terhadap penyakit malaria, terutama di tempat(tempat
umum seperti pasar, kantor 'amat, kantor lursah, puskesmas,
rumah sakit, sekolah(sekolah, tempat peri#adatan.
Melatih kader(kader dari masyarakat untuk #isa mengenali tanda(
tanda penyakit malaria dan melaporkannya kepada petugas
kesehatan jika ada yang di'urigai terkena malaria.
&ersama(sama dengan pemuka masyarakat @ketua adat, pemuka
agama, dan orang yang disegani oleh masyarakatA untuk
mensosialisasikan tentang pen'egahan penyakit malaria.
&ekerja sama dengan pihak sekolah agar guru(guru dan petugas
puskesmas menjelaskan kepada siswa tentang apa saja gejala
malaria, dan dampaknya serta #agaimana 'ara pen'egahan terhadap
malaria.
Melakukan surveillan'e, yaitu dengan mengunjungi rumah
penderita yang positi) terkena malaria dan tetangga serta
lingkungannya, sehingga #isa di deteksi sedini mungkin jika ada
yang #erpotensi terkena malaria.
47
Menjelaskan 'ara penggunaan o#at kepada penderita malaria dan
memastikan mereka memakan o#at teratur dan tepat waktu serta
sesuai anjuran petugas puskesmas.
Menggunakan o#at pro)ilaksis malaria #agi pendatang dari luar
ke'amatan.
( 1urati)
Pengo#atan simptomatik
Pem#erian antipiretik untuk men'egah hipertermia yaitu #erupa
parasetamol 16 mgB1g&&BD, #eri setiap 5 jam dan lakukan juga
kompres hangat
&ila kejang, #eri antikonvulsan C .ewasa C .ia>epam 6(10 mg
3= @se'ara perlahan jangan le#ih dari 6 mgBmenitA ulang 16
menit kemudian #ila masih kejang. ,angan di#erikan le#ih dari
100 mgB25 jam. &ila tidak tersedia .ia>epam, se#agai alternati)
dapat dipakai Pheno#ar#ital 100 mg 3MBD @dewasaA di#erikan
2 D sehari.
Pem#erian o#at anti malaria spesi)ik
1lorokuin 5,5,2 ta#let @selama tiga hariA dosis tunggal. ,uga dapat
dikom#inasikan dengan primakuin, atau ga#ungan antara
sul)adoksinJpirimetamin. 0a#ungan primakuin dan kinin
digunakan untuk pengo#atan plasmodium vivaD. -ntuk
plasmodium vivaD, selain klorokuin, juga #isa digunakan tetrasiklin
260 mg 4D2 kapsul selama 4 hari.
Rujukan
4:
emua penderita malaria #erat dirujuk B ditangani R 1a#upaten.
Apa#ila penderita tidak #ersedia dirujuk dapat dirawat di
puskesmas rawat inap dengan konsultasi kepada dokter R
1a#upaten. &ila perlu R ka#upaten dapat pula merujuk kepada
R Propinsi. ;ara merujuk C
etiap merujuk penderita harus disertakan surat rujukan yang
#erisi tentang diagnosa, riwayat penyakit, pemeriksaan yang
telah dilakukan dan tindakan yang sudah di#erikan.
Apa#ila di#uat preparat . malaria, harus diikutsertakan.
1riteria penderita malaria yang dirawat inap adalah apa#ila salah satu
atau le#ih dari gejala di#awah iniC
Malaria dengan komplikasi
Malaria 'ongenital pada #ayi
*iperparasitemia. @Parasitemia G 6 ?A
( Reha#ilitati)
,ika ada gejala sisa dari terkena penyakit malaria.
2(5(5( Me&ia
( lide @se#agai pengantar serta petunjuk dalam penyuluhan A
( +ea)let
( Pin @se#agai rewardA
2(5(6( E+a#asi
49
/valuasi dari promosi kesehatan terdiri dariC
( Proses /valuasi
Menilai pengetahuan masyarakat mengenai gejala(gejala malaria
Menilai pengetahuan tentang penularan malaria melalui gigitan
nyamuk
Menilai perilaku atau tindakan untuk #ero#at #ila sakit panas di#awa
ke puskesmas meningkat
Menilai tindakan pertama #ila sakit malaria di#awa ke puskesmas
juga meningkat
Menilai peru#ahan perilaku masyarakat dimana jarang keluar malam
ataupun tidak menggunakan #aju #erwarna gelap.
Menilai penggunaan kelam#u dan insektisida apakah di gunakan
dengan #enar.
Menilai lingkungan sekitar dimana tidak ada tempat yang lepas dari
pengawasan dan menjadi sarang nyamuk.
( Im#ac' e$alua'ion
"erjadinya peru#ahan gaya hidup @peru#ahan perilakuA yang
mendukung terhadap program penurunan angka kejadian malaria di
wilayah terse#ut serta semakin #anyaknya kasus malaria yang
terdeteksi serta #erkurangnya kasus malaria #aru.
( *asil /valuasi
50
Penurunan angka kejadian penyakit malaria di 1e'amatan &elitang
Mulya se#esar 40? dalam tiga #ulan terakhir dengan melakukan survei
langsung ke masyarakat.
JADWAL PROGRAM ,IGA -ULAN PER,AMA PEM-ERAN,ASAN
MALARIA
PROGRAM APRIL MEI JUNI
Pelatihan kader
mengenai gejala
penyakit malaria
serta 'ara
mengo#atinya, dan
'ara memeriksa
parasit dalam darah
@perawat, #idan,
la#oratoranA
Pen'arian kasus
malaria @di lakukan
s'reening pada setiap
warga dengan gejala
demamA
Pengo#atan malaria
@memastikan o#at
dimakan tepat waktu
dan sesuai anjuranA
Penyuluhan malaria
kepada masyarakat,
tokoh masyarakat,
a#di masyarakat,
51
guru(guru per desa
dalam ke'amatan
@Odiasumsikan ada 5
desaA
Penyuluhan ke desa(
desa dan sekolah(
sekolah mengenai
pen'egahan malaria
@ada 5 sekolah,
#erurutan setiap hariA
.iskusi kelompok
tentang ham#atan
program dengan
masyarakat @pada
setiap desa di#antu
dengan kader
kesehatanA
Pem#agian kelam#u
gratis kepada setiap
kepala keluarga
@selama 1 minggu di
puskesmas utamaA
urvei entomologi
@mengawasi daerah
yang potensial
menjadi tempat
#ersarangnya
nyamukA
Penyemprotan
dinding rumah
@)oggingA
Penye#aran #i#it
ikan mujair dan ikan
pemakan jentik
lainnya di
persawahan dan rawa
Penggunaan
larvasida @di #erikan
se'ara gratis di
puskesmasA
2ollow up penderita
yang pernah #ero#at
malaria @kader
mendatangi rumah
penderita malaria
yang pernah #ero#atA
52
Pro)ilaksis terhadap
malaria #agi
penduduk #aru yang
#erkunjung
/valuasi terhadap
program yang telah
dijalani
PROGRAM PEM-ERAN,ASAN MALARIA DI KECAMA,AN
-ELI,ANG MULYA
Progra$ In&ika"or
keber!asian
Wak"#
%eaksanaan
Pro$osi 1. Pemasangan poster %0e#rak
MalariaR
2. Mengadakan penyuluhan kepada
warga tentang malaria
4. Mengadakan penyuluhan kepada
siswa sekolah tentang malaria
5. Menjaring kader kesehatan
penanganan malaria
20 poster tepasang
emua warga ikut
penyuluhan dan
melaksanakan
program yang
dianjurkan

5 sekolah
10? masyarakat
1 #ulan
1 #ulan
1 #ulan
1 #ulan
Pre+en"i: 1. .iagnosis dini kasus demam dan
penanganan klinis yang tepat
2. Reduksi kontak manusia(vektor
4. Pengendalian ha#itat larva di
rumah dan sekolah
5. Pengendalian larva di tempat(
tempat kosong, tempat
pem#uangan sampah, tempat(
tempat umum @tepi jalan, taman,
perku#uranA
6. -paya mengurangi tempat
perindukan nyamuk @pengelolaan
)isik temapat air(penutupan
tempat air kedap nyamuk,
ran'angan yang #enar tentang
system penyediaan air #ersih,
daur ulang #an #ekas, #otol, dan
kalengA
8. Metode #iologi pem#asmi larva
nyamuk @ikan tempaloA
7. 2ogging @pengasapan ke seluruh
96? terlaksana
:0 ? terlaksana
:0 ? terlaksana
76 ? terlaksana
76 ? terlaksana
96 ?
1 tahun
8 #ulan
4 #ulan
4 #ulan
4 #ulan
4 #ulan
54
rumah, )asilitas umumA
Kra"i+e 1. 1esiapan tenaga medis dalam
menindak lanjuti keadaan darurat
2. Mengo#ati pasien dengan .&.
dengan segera
4. Rujuk ke R
emua tenaga medis
90 ? penderita
100 ?
4 #ulan
4 #ulan
Re!abii"a"i: Rujuk ke R
RENCANA PEM-IAYAAN
No Kegia"an -iaya S#$ber Dana
1 Pem#uatan proposal Rp 600.000,( 1as organisasi
4 -ndangan Rp. 600.000,( 1as organisasi
5 ewa peralatan @kursi,
sound system, +;.A
Rp. 6.000.000,( .ana #antuan dari
pemerintahBinstansi
swastaBtokoh masyarakat
6 Per#anyakan makalah Rp. :00.000,( .ana #antuan dari
pemerintahBinstansi
swastaBtokoh masyarakat
8 *onor 6 orang pem#i'ara
U Rp. 1.000.000,(
Rp. 6.000.000,( .ana #antuan dari
pemerintahBinstansi
swastaBtokoh masyarakat
7 1onsumsi 660 orang
peserta J 6 konsumsi
pem#i'ara U Rp. 6.000,(
Rp. 2.776.000,( .ana #antuan dari
pemerintahBinstansi
swastaBtokoh masyarakat
: .okumentasi Rp. 1.600.000,( .ana #antuan dari
pemerintahBinstansi
swastaBtokoh masyarakat
10 "ransportasi Rp. 2.000.000,( .ana #antuan dari
pemerintahBinstansi
swastaBtokoh masyarakat
11 .ana per'etakan
spanduk, stiker, dan
Rp.10.000.000,( .ana #antuan dari
pemerintahBinstansi
55
media lainnya swastaBtokoh masyarakat
12 1eamanan Rp. 1.000.000,( .ana #antuan dari
pemerintahBinstansi
swastaBtokoh masyarakat
"otal #iaya yang
di#utuhkan
Rp.6:.160.000(
-A- I*
PENU,UP
.emikian proposal ini kami susun, dengan harapan dapat menjadi pertim#angan
serta memperoleh tanggapan dai #er#agai pihak yang turut peduli dan mendukung
terselenggaranya kegiatan terse#ut. Adapun hal(hal yang #elum ter'antum dalam
manual kegiatan ini, terutama yang #erhu#ungan dengan penam#ahan dan
peru#ahan yang #ersi)at mendesak akan diatur kemudian sesuai ke#utuhan.
56
DA),AR PUS,AKA
1. Ramdja M, Mekanisme Resistensi Plasmodium .alsi#arum "erhadap
1lorokuin. M/.31A. $o. P3, "ahun ke PP333. ,akarta, 1997V *alC :74.
2. 1artono M. $yamuk AnophelesC =ektor Penyakit Malaria. M/.31A. $o.PP,
tahun PP3P. ,akarta, 2004V *alC 816.
4. .epartemen 1esehatan R3. Pedoman Penatalaksanaan 1asus Malaria di
3ndonesia. ,akarta, 2008V *alC1(12, 16(24, 87(8:.
5. *arijanto P$. Malaria. &uku Ajar 3lmu Penyakit .alam. ,ilid 333, edisi 3=.
2akultas 1edokteran -niversitas 3ndonesia. ,akarta, 2008V *alC 1765(80.
58
6. 0unawan . /pidemiologi Malaria. .alamC *arijanto P$ @editorA. Malaria,
/pidemiologi, Patogenesis, Mani)estasi 1linis dan Penanganan. ,akartaC /0;,
2000V *alC 1(16.
8. Rampengan "*. Malaria Pada Anak. .alamC *arijanto P$ @editorA. Malaria,
/pidemiologi, Patogenesis, Mani)estasi 1linis dan Penanganan. ,akartaC /0;,
2000V *alC 259(80.
7. $ugroho A W "umewu !M. iklus *idup Plasmodium Malaria. .alam
*arijanto P$ @editorA. Malaria, /pidemiologi, Patogenesis, Mani)estasi 1linis
dan Penanganan. ,akartaC /0;, 2000V *alC 4:(62.
:. *arijanto P$, +angi ,, Ri'hie "+. Patogenesis Malaria &erat. .alamC
*arijanto P$ @editorA. Malaria, /pidemiologi, Patogenesis, Mani)estasi 1linis
dan Penanganan. ,akartaC /0;, 2000V *alC 11:(28.
9. Pri#adi !. Parasit Malaria. .alamC gandahusada , 3lahude *., Pri#adi !
@editorA. Parasitologi 1edokteran. /disi ke(4. ,akarta, 2akultas 1edokteran -3,
2000, *alC 171(97.
10. Eulkarnaen 3. Malaria &erat @Malaria PernisiosaA. .alamC $oer et al @editorA.
&uku Ajar 3lmu Penyakit .alam. ,ilid 3. /disi ketiga. ,akarta. &alai Pener#it
21-3, 2000V*alC605(7.
11. Mansyor A dkk. Malaria. .alamC kapita elekta 1edokteran, /disi ketiga,
,ilid 3, ,akarta, 2akultas 1edokteran -3, 2001, *alC 509(18.
12. *arijanto P$. 0ejala 1linik Malaria. .alamC *arijanto P$ @editorA. Malaria,
/pidemiologi, Patogenesis, Mani)estasi 1linis dan Penanganan. ,akartaC /0;,
2000V *alC 161(66.
57
14. Purwaningsih . .iagnosis Malaria. .alamC *arijanto P$ @editorA. Malaria,
/pidemiologi, Patogenesis, Mani)estasi 1linis dan Penanganan. ,akartaC /0;,
2000V *alC 1:6(92.
15. "jitra /. O#at Anti Malaria. .alamC *arijanto P$ @editorA. Malaria,
/pidemiologi, Patogenesis, Mani)estasi 1linis dan Penanganan. ,akartaC /0;,
2000V *alC 195(205.
5: