Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN
I. Latar Belakang
Dalam dunia farmasi erat hubungannya dengan fenomena antarmuka, karena
setiap partikel dari zat, apakah itu sel, bakteri koloid, granul, atau manusia, mempunyai
suatu antarmuka pada batas sekelilingnya. Adsorpsi merupakan salah satu fenomena
antarmuka, maka jelas adsopsi ada kaitannya dalam bidang farmasi. Sebagai
contoh,factor-faktor yang mempengaruhi adsorpsi obat pada bahan pembantu padat
dalam bentuk sediaan, penetrasi (penembusan)molekul melalui membrane biologis ,
pembentukan dan kestabilan emulsi, dan dispersi (penyebar-rataan) dari partikel yang
tidak larut dalam media cair untuk membentuk suspense.

Adsorpsi merupakan peristiwa penyerapan suatu zat pada permukaan zat lain.
Zat yang diserap disebut fase terserap (adsorbat), sedangkan zat yang menyerap disebut
adsorben. Kecuali zat padat, adsorben dapat pula zat cair. Karena itu adsorpsi dapat
terjadi antara : zat padat dan zat cair, zat padat dan gas, zat cair dan zat cair atau gas
dan zat cair.
Adsorpsi secara umum adalah proses penggumpalan substansi terlarut yang ada
dalam larutan oleh permukaan benda atau zat penyerap. Adsorpsi adalah masuknya
bahan yang mengumpul dalam suatu zat padat. Keduanya sering muncul bersamaan
dengan suatu proses maka ada yang menyebutnya sorpsi. Baik adsorpsi maupun
absorpsi sebagai sorpsi terjadi pada tanah liat maupun padatan lainnya, namun unit
operasinya dikenal sebagai adsorpsi. (Giyatmi, 2008: 101).
Menurut Sukardjo bahwa molekul-molekul pada permukaan zat padat atau zat
cair, mempunyai gaya tarik ke arah dalam, karena tidak ada gaya-gaya yang
mengimbangi. Adanya gaya-gaya ini menyebabkan zat padat dan zat cair, mempunyai
gaya adsorpsi. Adsorpsi berbeda dengan absorpsi. Pada absorpsi zat yang diserap masuk
ke dalam adsorben sedang pada adsorpsi, zat yang diserap hanya pada permukaan
(Sukardjo, 2002:190).
Adsorben ialah zat yang melakukan penyerapan terhadap zat lain (baik cairan
maupun gas) pada proses adsorpsi. Adsorben yang paling banyak dipakai untuk
menyerap zat-zat dalam larutan adalah arang. Zat ini banyak dipakai di pabrik untuk
menghilangkan zat-zat warna dalam larutan. Penyerapan bersifat selektif, yang diserap
hanya zat terlarut atau pelarut sangat mirip dengan penyerapan gas oleh zat padat.
Ketika pelarut yang mengandung zat terlarut tersebut kontak dengan adsorben, terjadi
perpindahan massa zat terlarut dari pelarut ke permukaan adsorben, sehingga
konsentrasi zat terlarut di dalam cairan dan di dalam padatan akan berubah terhadap
waktu dan posisinya dalam kolom adsorpsi. Berdasarkan latar belakang tersebut kami
akan membahas lebih lanjut mengenai adsorpsi untuk mengetahui lebih dalam tentang
adsorpsi.
Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan adsorpsi?
2. Apa saja jenis-jenis adsorpsi?
3. Bagaimana mekanisme adsorpsi terjadi?
4. Mengapa adsorpsi dapat terjadi?
5. Apa saja kegunaan atau aplikasi adsorpsi dalam bidang farmasi?
6. Apa yang dimaksud Adsorpsi equilibria?

Tujuan penulisan
1. Mengetahui pengertian adsorpsi
2. Mengetahui jenis-jenis adsorpsi
3. Mendeskripsikan mekanisme terjadinya adsorpsi
4. Mengetahui penyebab atau faktor adsorpsi dapat terjadi
5. Menjelaskan kegunaan atau aplikasi adsorpsi dalam bidang farmasi
6. Mengetahui maksud dari adsorpsi equilibria.

2.1 Pengertian Adsorpsi
Molekul-molekul dan ion-ion tertentu apabila terdispersi dalam cairan akan
bergerak sesuai dengan keinginannya sendiri ke antar muka. Konsentrasi pada
antarmuka jadinya melebihi konsentrasinya dalam bulk cairan tersebut. Jelaslah , energi
bebas permukaan dan tegangan permukaan dari system tersebut secara otomatis
dikurangi. Gejala seperti itu dimana molekul-molekul membagi diri kearah antarmuka di
katakan adsorbsi.
Adsorbsi berbeda dengan absorbsi. Pada absorbsi zat yang diserap masuk
kedalam adsorben sedangkan adsorbsi zat yang diserapnya hanya terdapat pada
permukaan. Daya serap zat padat pada gas tergantung dari jenis adsorben tertentu, yaitu
jenis gas, luas permukaan adsorbsi, temperature gas, dan tekanan gas. Untuk suatu
adsorben tertentu, banyaknya gas yang dapat diserap makin besar bila temperatur kritis
makin besar atau gas makin mudah dicampurkan.
Molekul-molekul pada permukaan zat padat atau zat cair mempunyai gaya tarik
menarik ke arah dalam. Karena tidak ada gaya lain yang mengimbangi. Adanya gaya-
gaya ini menyebabkan zat padat atau zat cair mempunyai gaya adsorsi. Adsorbsi adalah
fenomena yang berkaitan erat dengan permukaan dimana terlihat interaksi antara molekul
yang bergerak (cairan/gas) dengan molekul yang relative diam yang mempunyai
permukaan atau antarpermukaan.

Fenomena yang berkaitan dengan permukaan dimana terlibat interaksi antara
molekul yang bergerak (cair atau gas) dengan molekul yang relative diam pada
permukaan atau antar permukaan atau akumulasi berkumpulnya partikel adsorbat pada
permukaan adsorben. Adsorbat adalah materi yang berada dalam keadaan teradsorb.
Sedangkan adsorben adalah zat dimana proses adsorbsi terjadi.

2.2 Jenis-jenis Adsorpsi
Jenis adsorpsi dibedakan berdasarkan fase :
a. Interaksi antara solven dan solute (hidrofobisitas surfaktan) emulsion
b. Interaksi antara solida dan solute suspension
Jenis adsorpsi dibedakan berdasarkan energy ikatan
a. Adsorpsi fisik terjadi akibat adanya perbedaan energi atau gaya tarik bermuatan
listrik (gaya van derWalls). Molekul adsorbat mulai diikat secara fisik menuju
molekul adsorbent. Tipe adsorpsi ini multilayer, karena masing-masing molekul
membentuk lapisan diatas lapisan sebelumnya. Adsorpsi ini tidak spesifik dan
mirip dengan proses kondensasi. Adsorpsi Fisika ini terjadi pada zat-zat yang
bersuhu rendah dengan adsorpsi relatif rendah. Dalam hal ini perubahan panas
adsorpsi mempunyai derajat yang sama dengan panas kondensasi dari gas menjadi
cair, sehinga gaya yang menahan adsorpsi molekul-molekul fluida biasanya cepat
tercapai dan bersifat reversibel, karena kebutuhan energi yang sangat kecil.
b. Adsorpsi kimia bersifat specifik dan terjadi berdasarkan ikatan kimia antara
adsorbent dengan zat yangteradsorpsi (adsorbat), sehingga dibandingkan dengan
adsorpsi fisik, kerja yang terjadi jauh lebih besar selain itu adsorpsi kimia terjadi
pada suhu yang tingi. Karena terjadinya ikatan kimia, maka pada permukaan
adsorbent dapat berbentuk suatu lapisan dan apabila hal ini berlanjut maka
adsorbent tidak akan mampu lagi menyerap zat lainnya. Dan proses adsorpsi
secara kimia ini bersifat irreversible.
Perbedaan adsorpsi fisik dan adsorpsi kimia adalah :
Adsorpsi Fisik Adsorpsi Kimia
Molekul terikat pada adsorben oleh
gaya van der Waals
Molekul terikat pada adsorben oleh
ikatan kimia
Mempunyai entalpi reaksi -4 sampai -
40 kJ/mol
Mempunyai entalpi reaksi -40 sampai -
800 kJ/mol
Dapat membentuk lapisan
multilayer
Membentuk lapisan monolayer
Adsorpsi hanya terjadi pada suhu di
bawah titik didih adsorbat
Adsorpsi dapat terjadi pada suhu tinggi
Jumlah adsorpsi pada permukaan
merupakan fungsi adsorbat
Jumlah adsorpsi pada permukaan
merupakan karakteristik adsorben dan
adsorbat
Tidak melibatkan energi aktifasi
tertentu
Melibatkan energi aktifasi tertentu
Bersifat tidak spesifik Bersifat sangat spesifik

Adsorpsi Fisik vs Adsorpsi Kimia


Physisorption :
no activation barrier, fast, reversible, surface symmetry insensitive, multilayer
formation
possible, Tsurface < Tcondensation
Chemisorption :
activation barrier possible (b), variable uptake kinetics, covalent / ionic / metallic
bonding, often irreversible, surface symmetry specific, limited to monolayer,
wide range of Tsurface

2.3 Mekanisme Adsorpsi
Secara garis besar, mekanisme proses adsorpsi dapat berlangsung berdasarkan
tahapan sebagai berikut :
Transfer molekul-molekul adsorbat menuju lapisan film yang mengelilingi
adsorbent
Difusi adsorbat melalui lapisan film
Difusi adsorbat melalui kapiler atau pori-pori dalam adsorbent
Adsorpsi adsorbat pada dinding kapiler atau permukaan adsorbent.

Termodinamika pada adsorpsi berlangsung secara eksotermis atau berlangsung
secara spontan. Pada saat proses adsorpsi, energy entropi mengalami penurunan.
Termodinamika adsorpsi dibedakan menjadi 2, yaitu fenomena bahan hidrofob dan
fenomena bahan hidrofil.
a. Fenomena bahan hidrofob dalam air
air memilih mengumpulkan bahan hidrofob pada permukaan, karena energi ikatan
dan afinitas diantara mereka sangat lemah sehingga air menempatkannya di
permukaan agar lebih sedikit energinya.
tegangan permukaan pelarut menurun
b. Fenomena bahan hidrofil dalam air
air akan bergabung dengan bahan hidrofil, karena energi ikatan dan afinitas
keduanya sangat kuat sehingga air melarutkannya. Kondisi ini akan meningkatkan
kekuatan air di permukaan.
tegangan permukaan pelarut meningkat

2.4 Faktor yang mempengaruhi adsorpsi
Adsorpsi dapat terjadi karena beberapa factor yang mempengaruhi yaitu :
1. Konsentrasi
Proses adsorpsi sangat sesuai untuk memisahkan bahan dengan konsentrasi yang
rendah, dari campuran yang mengandung bahan lain dengan konsentrasi tinggi
2. Luas permukaan
Jika semakin luas permukaan adsorben maka adsorsbsi akan semakin cepat
3. Suhu
Adsorbsi akan lebih cepat berlangsung pada suhu rendah. Namun demikian pengaruh
suhu adsorpsi zat cair tidak seperti pada adsorspsi gas
4. Ukuran partikel/jenis adsorbat
Semakin kecil ukuran partikel yang di adsorpsi nya akan berlangsung lebih cepat
5. Waktu kontak
Waktu kontak untuk mencapai keadaan setimbang pada proses serapan logam oleh
adsorben berkisar antara beberapa menit hingga beberapa jam
6. Afinitas adsorbent terhadap adsorbate, yang dipengaruhi oleh ukuran dan bentuk pori,
polaritas dan reaktivitas
7. Karakteristik adsorbate, yang meliputi :
- Densitas dan berat molekul
- Ukuran dan bentuk molekul
- Tekanan uap
- Konsentrasi
- Adanya senyawa lain sebagai competitor
- Polaritas
- Reaktivitas adsorbate

2.5 Kegunaan atau Aplikasi
Adsorpsi memiliki kegunaan dan aplikasi dalam beragai bidang, khususnya dalam
bidang farmasi contohnya :
1. Pengawetan makanan dengan silica gel
2. Adsorpsi obat di dalam tubuh
3. Penyerapan antibakteri pada kulit dan selaput lender
4. Pembuatan sediaan tablet, painting, teknik kromatografi, detergen dan proofing
5. Penggunaan norit untuk mengobati sakit perut
6. Pemutihan gula pasir
7. Pewarnaan serat wol, kapas atau sutera
8. Penjernihan air sol Al(OH)3 atau tawas
9. Pembersihan dengan sabun
10. Penyerapan Humus oleh Tanah liat

2.6 Equilibria Adsorpsi
1. Persamaan Langmuir
Pendekatan Langmuir meliputi lima asumsi mutlak, yaitu:
1) Gas yang teradsorpsi berkelakuan ideal dalam fasa uap.
2) Gas yang teradsorpsi dibatasi sampai lapisan monolayer.
3) Permukaan adsorbat homogen, artinya afinitas setiap kedudukan ikatan
untuk molekul gas sama.
4) Tidak ada antaraksi lateral antar molekul adsorbat.
5) Molekul gas yang teradsorpsi terlokalisasi, artinya mereka tidak bergerak
pada permukaan.


Dimana persamaan Langmuir ditulis sebagai berikut:

C merupakan konsentrasi adsorbat dalam larutan, x/m adalah konsentrasi adsorbat
yang terjerap per gram adsorben, k adalah konstanta yang berhubungan dengan
afinitas adsorpsi dan (x/m)mak adalah kapasitas adsorpsi maksimum dari
adsorben.
Kurva isotherm Langmuir:


2. Persamaan Freundlich
Persamaan Freundlich sangat tepat dipergunakan untuk adsorpsi secara fisik.
Persamaan Freundlich sangat tepat dipergunakan bila :
a. Tidak ada assosiasi atau dissosiasi dari molekulsetelah teradsorp pada
permukaan adsorbent.
b. Tidak terjadi adsorpsi kimia.
Menurut Freundlich, jika y adalah berat zat terlarut per gram adsorben dan c
adalah konsentrasi zat terlarut dalam larutan. Dari
konsep tersebut dapat diturunkan persamaan sebagai berikut:
Xm / m = k.C1/n
Log ( Xm / m ) = log k + 1 /n . log C
dimana:
Xm = berat zat yang diadsorbsi
m = berat adsorben (zeolit)
C = konsentrasi zat
Kemudian k dan n adalah konstanta asdsorbsi yang nilainya bergantung pada jenis
adsorben dan suhu adsorbsi. Bila dibuat kurva log (Xm /m) terhadap log C akan
diperoleh persamaan
linear dengan intersep log k dan kemiringan 1/n, sehingga nilai k dan n dapat
dihitung.
Kurva isotherm Freundlich:


3. Isoterm Branauer, Emmet, and Teller (BET)
Isotherm ini berdasar asumsi bahwa adsorben mempunyai nilai permukaan yang
homogeny. Perbedaan isotherm ini dengan Langmuir adalah BET berasumsi
bahwa molekul-molekul adsorbat bisa membentuk lebih dari satu lapisan adsorbat
dipermukaan berbeda-beda. Mekanisme yang diajukan dalam isotherm ini adalah
:
Isotherm Langmuir biasanya lebih baik apabila diterapkan untuk adsorpsi kimia.
Sedangkan isotherm BET akan lebih baik daripada isotherm Langmuir bila
diterapkan untuk adsorpsi fisik.