Anda di halaman 1dari 16

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sekarang ini merupakan era globalisasi dimana terdapat bermacam-
macam media transportasi yang sangat berperan penting dalam berbagai
bidang termasuk dalam bidang pendidikan. Dalam bidang pendidikan
transportasi mempunyai peran pendukung yang penting transportasi yang
sering digunakan adalah sepeda motor. Dengan banyaknya kebutuhan
transportasi dengan sepeda motor diiringi Dengan berkembangnya kemajuan
teknologi khusunya otomotif maka siswa dimotivasi dan diarahkan kepada
pembelajaran otomotif khususnya mesin sepeda motor.
Bahkan di zaman yang modern ini banyak muncul model transportasi
baru yang memberikan banyak manfaatkepada kita sebagai anak pelajar. salah
satunya adalah motor matic yang saat ini menjadi moda transportasi favorit.
Dengan latar belakang diatas maka penulis termotivasi untuk
membuat makalah tentang Cara Pengoprasian Mesin Motor Matic .

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud Motor Matic?
2. Apa komponen mesin dan komponen utama Motor Matic?
3. Bagaimana cara pengoperasian Mesin Motor Matic?
4. Bagaimana Cara Merawat Mesin Motor Matic

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian Motor Matic.
2. Untuk mengetahui komponen mesin dan komponen utama Motor Matic
Motor Matic
3. Untuk mengetahui cara pengoperasian Mesin Motor Matic
4. Untuk mengetahui Cara Merawat Mesin Motor Matic

2

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Motor Matic
Awalnya dalam menjalankan sepeda motor, seseorang harus menarik
kopling dalam memindahkan gigi percepatan seperti pada motor motor jenis
sport saat ini. Kemudian pada sekitar menjelang awal tahun 1970 lahirlah
sepeda motor jenis bebek untuk pengguna kaum wanita. Pada motor jenis
bebek ini seorang pengendara tidak lagi menarik kopling saat melakukan
perpindahan gigi, kopling akan terlepas secara otomatic / otomatis pada saat
pengendara melakukan perpindahan gigi. Jadi pada sepeda motor tidak
tersedia tuas untuk menarik kopling.
Pada waktu itu yang dimaksud dengan motor otomatic adalah motor
jenis bebek ini yang diperuntukan bagi para wanita tersebut, dimana kopling
akan terlepas dan tersambung secara otomatis saat pengendara melakukan
perpindahan gigi. Motor motor dengan kopling otomatis ini terus digunakan
hingga saat ini terutama pada motor motor bebek.
kata kata matic untuk saat ini mempunyai makna yang telah bergeser.
Jika dahulu yang dimaksud matik adalah pada sistim kopling yang
menghubungkan antara mesin dengan transmisi gigi percepatan tersambung
dan terlepas secara otomatis, sedangkan saat ini yang dimaksud dengan matik
adalah pada sistim transmisi tanpa harus memindahkan posisi gigi transmisi.
Dimana seorang pengguna motor tidak lagi harus memindahkan gigi
kecepatan pada saat menjalankan sepeda motor, sistim percepatan akan
mengatur dirinya sendiri secara otomatis tergantung pada kecepatan putaran
mesin motor serta kecepatan motor.

B. Mesin dan Komponen Utama Sepeda Motor
Sepeda motor, seperti juga mobil dan pesawat tenaga lainnya,
memerlukan daya untuk bergerak, melawan hambatan udara, gesekan ban dan
3

hambatan-hambatan lainnya. Untuk memungkinkan sebuah sepeda motor
yang kita kendarai bergerak dan melaju di jalan raya, roda sepeda motor
tersebut harus mempunyai daya untuk bergerak dan untuk mengendarainya
diperlukan mesin.
Mesin merupakan alat untuk membangkitkan tenaga, ia disebut
sebagai penggerak utama. Jadi mesin disini berfungsi merubah energi panas
dari ruang pembakaran ke energi mekanis dalam bentuk tenaga putar.
Tenaga atau daya untuk menggerakkan kendaraan tersebut diperoleh
dari panas hasil pembakaran bahan bakar. Jadi panas yang timbul karena
adanya pembakaran itulah yang dipergunakan untuk menggerakkan
kendaraan, dengan kata lain tekanan gas yang terbakar akan menimbulkan
gerakan putaran pada sumbu engkol dari mesin.
Komponen utama pada mesin sepeda motor yaitu:
1. Kepala silinder (cylinder head)
2. Blok silinder mesin (cylinder block)
3. Bak engkol mesin (crankcase)
Jadi, tiga bagian utama tersebut merupakan tulang punggung bagi kendaraan
bermotor roda dua.








Pada tahap pertama mempelajari mesin secara teori maupun praktek,
terlebih dahulu diperlukan pengetahuan tentang nama-nama, lokasi dan fungsi
dari komponen-komponennya.


4

1. Kepala Silinder (Cylinder Head)
Bagian paling atas dari kontruksi mesin sepeda motor adalah
kepala silinder. Kepala silinder berfungsi sebagai penutup lubang silinder
pada blok silinder dan tempat dudukan busi.







Kepala silinder bertumpu pada bagian atas blok silinder. Titik
tumpunya disekat dengan gasket (paking) untuk menjaga agar tidak terjadi
kebocoran kompresi, disamping itu agar permukaan metal kepala silinder
dan permukaan bagian atas blok silinder tidak rusak. Kepala silinder
biasanya dibuat dari bahan Aluminium campuran, supaya tahan karat juga
tahan pada suhu tinggi serta ringan. Biasanya bagian luar kontruksi kepala
silinder bersirip, ini untuk membantu melepaskan panas pada mesin
berpendingin udara.
2. Blok Silinder Mesin









Silinder liner dan blok silinder merupakan dua bagian yang
melekat satu sama lain. Daya sebuah motor biasanya dinyatakan oleh
5

besarnya isi silinder suatu motor. Silinder liner terpasang erat pada blok,
dan bahannya tidak sama. Silinder liner dibuat dari bahan yang tahan
terhadap gesekan dan panas, sedangkan blok dibuat dari besi tuang yang
tahan panas. Pada mulanya, ada yang merancang menjadi satu, sekarang
sudah jarang ada. Sekarang dibuat terpisah berarti silinder liner dapat
diganti bila keausannya sudah berlebihan. Bahannya dibuat dari besi tuang
kelabu. Untuk motor-motor yang ringan seperti pada sepeda motor bahan
ini dicampur dengan alumunium. Bahan blok dipilih agar memenuhi
syarat-syarat pemakaian yaitu: Tahan terhadap suhu yang tinggi, dapat
menghantarkan panas dengan baik, dan tahan terhadap gesekan.
Blok silinder merupakan tempat bergerak piston. Tempat piston
berada tepat di tengah blok silinder. Silinder liner piston ini dilapisi bahan
khusus agar tidak cepat aus akibat gesekan. Meskipun telah mendapat
pelumasan yang mencukupi tetapi keausan lubang silinder tetap tak dapat
dihindari. Karenanya dalam jangka waktu yang lama keausan tersebut
pasti terjadi. Keausan lubang silinder bisa saja terjadi secara tidak merata
sehingga dapat berupa keovalan atau ketirusan.
Masing-masing kerusakan tersebut harus diketahui untuk
menentukan langkah perbaikannya.
Cara mengukur keausan silinder:
a. Lepaskan blok silinder
b. Lepaskan piston
c. Ukur diameter lubang silinder dengan dial indikator bagian yang
diukur bagian atas, tengah dan bawah dari lubang silinder. Pengukuran
dilakukan dua kali pada posisi menyilang.
Hitung besarnya keovalan dan ketirusan. Bandingkan dengan
ketentuan pada buku manual servisnya. Jika besarnya keovalan dan
ketirusan melebihi batas-batas yang diijinkan lubang silinder harus diover
size. Tahapan over size adalah 0,25 mm, 0,50 mm, 0,75 mm dan 1,00 mm.
Over size pertama seharusnya 0,25 mm dengan keausan di bawah 0,25 mm
6

dan seterusnya. Jika silinder sudah tidak mungkin di over size maka
penyelesaiannya adalah dengan diganti pelapis silindernya.
Tabel 1. Perbedaan kontruksi kepala silinder dan blok silinder dari mesin
dua langkah dan empat langkah
Nama
Bagian
Komponen Dan Kontruksi Mesin empat
langkah
x Katup x Poros pengungkit (cam) atau
nokn As x Ruang bakar x Dudukan busi x
Lubang masuk (inlet port) x Lubang
pembuangan (exhaust port)
x
x
Komponen
Dan
Kontruksi
Mesin dua
langkah
Ruang bakar
Dudukan
busi
Kepala
Silinder

x Ruang silinder x Lubang saluran minyak
pelumas x Lubang rantai penghubung
Lubang
silinder
Lubang
masuk (inlet
port)
Lubang
pembilasan
(transfer
port)
Lubang
pembuangan
(exhaust
port) Baut



Blok
silinder
mesin 2
langkah
Saluran gas
buang Mur
Kontruksi luar blok silinder dibuat seperti sirip, ini untuk
melepaskan panas akibat kerja mesin. Dengan adanya sirip-sirip tersebut,
akan terjadi pendinginan terhadap mesin karena udara bisa mengalir
diantara sirip-sirip. Sirip juga memperluas bidang pendinginan, sehingga
penyerapan panas lebih besar dan suhu motor tidak terlampau tinggi dan
sesuai dengan temperatur kerja.
7

Persyaratan silinder yang baik adalah lobangnya bulat dan licin
dari bawah ke atas, setiap dinding-dindingnya tidak terdapat goresan yang
biasanya timbul dari pegas ring, pistonnya tidak longgar (tidak melebihi
apa yang telah ditentukan), tidak retak ataupun pecah-pecah.
Perbedaan kontruksi dan komponen kepala silinder dan blok
silinder mesin empat langkah dan mesin dua langkah ditunjukkan oleh
tabel satu (tabel 1)
Ket:
x Lubang silinder adalah ruang tempat piston bergerak.
x Lubang pengisian (inlet port) adalah saluran bahan bakar dari
karburator menuju poros engkol dibawah piston.
x Lubang pembilasan (transfer port) adalah tempat masuk bahan bakar
menuju ruang silinder di atas kepala piston
x Lubang pembuangan (exhaust port) adalah lubang atau saluran untuk
membuang gas sisa atau bekas pembakaran
3 Bak Engkol (crankshaft)
Poros engkol (bahasa Inggris: crankshaft, biasanya mekanik juga
menyebutnya kruk as) adalah sebuah bagian pada mesin yang mengubah
gerak vertikal/horizontal dari piston menjadi gerak rotasi (putaran). Untuk
mengubahnya, sebuah crankshaft membutuhkan pena engkol (crankpin),
sebuah bearing tambahan yang diletakkan di ujung batang penggerak pada
setiap silndernya.
Ruang engkol (crankcase) akan dihubungkan ke roda gila
(flywheel) atau roda mobil sehingga mobil bisa bergerak.







8

C. Cara Pengoperasian Mesin Motor Matic
Mari kita bahas secara sederhana saja cara kerja motor matik ini.
1. Sistim Transmisi Pada Motor Matic.
Pada motor matik komponen yang paling utama adalah CVT atau
Continuously Variable Transmission dimana dalam melakukan pengaturan
kecepatan yang bekerja adalah V-belt dan variable pulley (pulley yang
dapat berubah ubah).
Terdapat sebuah v-belt dan 2 pulley yaitu pulley depan dan
pulley belakang, kedua pulley tersebut mempunyai lebar alur yang dapat
berubah ubah sesuai dengan putaran mesin dan kecepatan laju motor.
CVT adalah sistem perpindahan kecepatan secara full otomatis
sesuai dengan putaran mesin. sistem ini tidak memakai gigi transmisi,
tetapi sebagai gantinya menggunakan 2 buah pulley (depan dan belakang)
yang dihubungkan oleh sabuk (V-BELT) dengan sistem ini nantinya
pengendara tidak perlu mengoperasikan perpindahan gigi sehingga lebih
mudah. Hanya dengan memutar handle gas untuk menambah kecepatan
dan mengendurkan gas untuk mengurangi kecepatan.
Pulley depan berhubungan langsung dengan kruk as sedangkan
pulley belakang berhubungan dengan final gear langsung ke roda
belakang. Kedua pulley ini dapat melebar dan mengecil sehingga akan
mendesak sabuk kearah luar. lebar kecilnya pulley depan tergantung dari
putaran mesin berdasarkan gaya, sentrifugal, pulley belakang lebih
kecilnya tergantung dari tarikan pulley depan.
Pada saat langsam posisi sabuk pulley depan kecil sedangkan
pulley belakang besar, sehingga jika diibaratkan gigi maka
perbandingannya ringan. Saat putaran menengah posisi sabuk pulley depan
dan belakang sama besar, dan saat putaran tinggi sabuk pulley depan besar
sedangkan sabuk pulley belakang kecil sehingga perbansingannya berat.
Keunggulan CVT ini selain pengoperasiannya mudah. perawatannya juga
relatif murah. Yang perlu diperhatikan kondisi sabuk (V-BELT) harus
selalu diperiksa setiap 20.000 km. Tergantung cara pemakaian dan kondisi
9

medan jalan. Jika V-BELT sudah retak-retak atau memanjang maka
sebaiknya diganti baru.








2. Posisi putaran rendah
Pada saat putaran mesin masih rendah, pulley bagian depan
mempunyai lebar alur yang besar radial V-belt kecil, sedangkan pulley
bagian belakang mempunyai lebar alur yang sempit dengan radial v-belt
yang besar. Dengan demikian terdapat perbandingan rasio antara pulley
depan dengan pulley belakang, yang nantinya akan berpengaruh pada
kecepatan motor.
3. Posisi putaran tinggi
Pada pulley bagian depan terdapat roller yang mempuyai tugas
menekan pulley pada saat putaran mesin ditambah. Roller terlempar oleh
gaya sentrifugal dari putaran mesin sehingga gaya tersebut menekan pulley
yang akhirnya lebar pulley yang tadinya besar menjadi kecil. V-velt
terjepit oleh pulley yang menyempit sehingga belt bergeser ke sisi luar dan
berubah radialnya menjadi besar. Sedangkan pulley bagian belakang akan
tertarik oleh v-belt yang menyebabkan lebar pulley melebar dan radial v-
belt mengecil. Hasilnya rasio perbandingan menjadi terbalik dari putaran
mesin rendah.
Pada waktu putaran mesin berubah kembali menjadi rendah gaya
sentrifugal roller menurun, sehingga roller kehilangan tenaga untuk
menekan pulley depan, sedangkan pada pulley belakang menyempit
10

kembali akibat adanya dorongan pegas yang menekan pulley. Rasio saat
ini adalah radial v-belt depan kecil sedangkan radial v-belt belakang besar.
Jadi keadaanya adalah:
Putaran mesin rendah: radial v-belt depan kecil - v-belt belakang besar.
Putaran mesin tinggi: radial v-belt depan besar v-belt belakang kecil.
Ilustrasinya dapat sobat bandingkan dengan posisi kecepatan
rantai dan gear pada sepeda, dimana jika gear depan kecil pada saat sepeda
dikayuh akan mempunyai kecepatan lambat namun jika gear depan yang
besar akan mempunyai kecepatan lebih cepat.














Untuk mencegah berputarnya roda belakang pada saat putaran
mesin masih rendah, terdapat kopling otomatis yang terhubung dengan
pulley bagian belakang. Kopling akan melepaskan hubungan antara pulley
belakang dengan gigi reduser ke roda belakang pada saat putaran mesin
rendah. Dengan penambahan kecepatan putaran mesin sepatu kopling /
kanvas kopling menekan pada mangkok kopling akibat dari adanya gaya
sentrifugal pada sepatu kopling sehingga mangkok kopling menerima
11

tenaga yang diteruskan ke gigi reduser untuk selanjutnya ke roda belakang
untuk mendorong motor melaju.
Demikianlah cara sebuah motor matic bekerja.

D. Cara Merawat Mesin Motor Matic
1. Ganti oli mesin setiap 2.000 KM atau sesuai rekomendasi buku petunjuk
2. Ganti oli transmisi setiap 7.500 KM atau sesuai rekomendasi buku
petunjuk
3. Ganti oli shockbeker setiap 10.000 KM atau sesuai rekomendasi buku
petunjuk
4. Ganti V Belt (letaknya disamping roda) setiap 25.000 km dan diservis
setiap 10.000 KM
5. Cek secara berkala:
o AKI motor karena motor matic banyak menggunakan daya dari AKI
o Karburator, servis karburator tiap 3 bulan sekali
o Busi, selalu gunakan busi original
o Filter udara
o Cek rantai
6. Lakukan services berkala 2 bulan sekali
7. Panaskan mesin selama 5 menit sebelum motor dijalankan
8. Periksa tekanan angin ban, jangan terlalu keras dan juga jangan kurang
angin.
9. Gunakan yang asli, sparepart asli dan bengkel resmi


12

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Motor matik adalah motor dengan sistim transmisi tanpa harus
memindahkan posisi gigi transmisi
Komponen utama pada mesin sepeda motor yaitu:
o Kepala silinder (cylinder head)
o Blok silinder mesin (cylinder block)
o Bak engkol mesin (crankcase)
secara sederhana cara kerja motor matik ini adalah Sistim Transmisi Pada
Motor Matic, Posisi putaran rendah, Posisi putaran Tertinggi.



13

DAFTAR PUSTAKA


http://diway-5454.blogspot.com/2013/01/cara-kerja-motor-matik.html
http://hanyapembungkuskado.wordpress.com/2010/07/13/cara-kerja-sistem-
transmisi-otomatis-pada-motor-matic/
http://www.rodadua.web.id/9-tips-merawat-motor-matic/

14

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI .................................................................................................... i
KATA PENGANTAR ..................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN1
A. Latar Belakang ..................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ............................................................................... 1
C. Tujuan Penulisan .................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Motor Matic ....................................................................... 2
B. Mesin dan Komponen Utama Sepeda Motor ...................................... 2
C. Cara Pengoperasian Mesin Motor Matic.............................................. 8
D. Cara Merawat Mesin Motor Matic ....................................................... 11
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan .................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA

i
15

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi
sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru
sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada
terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul
Cara Pengoperasian Mesin Motor Matic .
Dalam penyusunannya, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai
pihak, karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada: Kedua orang tua dan segenap keluarga besar penulis yang telah
memberikan dukungan, kasih, dan kepercayaan yang begitu besar. Dari sanalah
semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit
kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi.
Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan
kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan
kritik dan saran yang membangun agar skripsi ini dapat lebih baik lagi.
Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua
pembaca.

Pandeglang, Juni 2013
Penyusun








ii
16

MAKALAH

CARA PENGOPERASIAN MESIN MOTOR MATIC

Makalah ini Disusun Untuyk Memenuhi
Salah Satu Tugas Mata Pelajaran Mulok








Disusun oleh :
REMI JAYATI


SMK WALISONGO
JURUSAN MESIN OTOMOTIF
MENES-PANDEGLANG
2013