Anda di halaman 1dari 7

Andi Sulistiawan (M0213006) 1

Interferensi dan Difraksi Cahaya pada


Cahaya



A. Interferensi Cahaya
Yaitu perpaduan dari dua gelombang cahaya yang datang bersama di suatu tempat.
Syarat untuk mendapatkan pola interferensi yang baik :
1. Gelombang cahaya harus koheren, yaitu mempunyai beda fase yang selalu tetap dan
frekuensi yang sama. Kedua beda fase boleh nol, tetapi tidak harus nol.
2. Amplitudonya harus sama.
Gejala yang ditimbulkan yaitu garis terang yang terjadi pada interferensi maksimum
(konstruktif), dan garis gelap terjadi pada ineterferensi minimum (destruktif).

Interferensi ada 2, yaitu :
1. Interferensi Celah Ganda ( Percobaan Thomas Young )

Selisih lintasan cahaya sumber S
1
dan S
2

adalah S :
S = S
2
P S
1
P
= d . sin




a. Interferensi Maksimum ( Terang )
Interferensi maksimum akan terjadi jika kedua gelombang memiliki fase yang
sama, yaitu ketika beda lintasannya sama dengan nol atau bilangan bulat kali
Rumus : m = 0, 1, 2, . . . . .

Bilangan m disebut orde terang. Untuk m = 0 disebut terang pusat, m = 1 disebut
terang ke-1, dst. Karena jarak celah ke layar l jauh lebih besar dari jarak kedua celah d
(l > d), maka sudut sangat kecil, sehingga sin = tan = y , dengan demikian :

L



Berarti :
d sin

= m .
s = d sin y . d

= m .


L

y . d

= m .


L

Andi Sulistiawan (M0213006) 2




b. Interferensi Minimum ( Gelap )
Interferensi minimum pada celah ganda akan terjadi jika kedua gelombang
berbeda fase sebesar 180
0
, yaitu ketika beda lintasannya sama dengan bilangan ganjil kali
setengah . Rumus : m = 1, 2, 3, . . . .
Bilangan m disebut orde gelap. Tidak ada gelap ke nol. Untuk m = 1 disebut gelap
ke-1, dst. Mengingat sin = tan = y , dengan demikian :

L



Berarti :

Keterengan :
- s = beda lintasan antara kedua gelombang (m) - = sudut fase (
o
)
- y = jarak titik ke terang pusat (m) - d = jarak kedua celah (m)
- L

= jarak celah ke layar (m) - m = orde interferensi
- = panjang gelombang cahaya (m)


2. Interferensi Lapisan Tipis


a. Interferensi Saling Menguatkan (Terang)
Dengan m = 0, 1, 2, 3, . . . .

Jika cahaya yang jatuh pada lapisan tipis membentuk sudut yang relatif besar,
maka :

s = d sin y . d

= ( m +
1
/
2
)

L


2 n d = ( m +
1
/
2
)
2 n d cos = ( m +
1
/
2
)
d sin

= ( m +
1
/
2
)
y . d

= ( m +
1
/
2
)

L


Andi Sulistiawan (M0213006) 3


b. Interferensi Saling Melemahkan (Gelap)
Dengan m = 1, 2, 3, . . . .

Jika cahaya yang jatuh pada lapisan tipis membentuk sudut yang relatif besar,
maka :

Keterangan :
n = Indeks bias lapisan - d = tebal lapisan tipis (m)
= Panjang Gelombang (m) - m = bilangan orde


B. Difraksi Cahaya
Yaitu peristiwa pembelokan gelombang cahaya setelah melewati suatu penghalang.
Pada peristiwa difraksi ini juga dihasilkan garis terang dan garis gelap.

1. Difraksi Celah Tunggal

Dimana m = 1, 2, 3, . . . . .


2. Difraksi Celah Majemuk (Kisi)
a. Tetapan Kisi
Yaitu jarak antara dua celah yang berdekatan.
b. Menentukan Panjang Gelombang dengan Kisi Difraksi
2 n d = m .
2 n d cos = m .
d sin = m .
d = 1

N
Andi Sulistiawan (M0213006) 4



Jika cahaya putih dijatuhkan pada kisi difraksi, untuk m = 0 akan
terbentuk garis putih terang. Sedangkan untuk harga m yang lain akan
terbentuk warna-warna pelangi.
Aplikasi Difraksi Dalam kehidupan Sehari-hari

1. Analisa Struktur Kristal Spektroskopi difraksi sinar-X(X-ray difraction/XRD)

Difraksi Sinar X merupakan teknik yang digunakan dalam karakteristik material untuk
mendapatkan informasi tentang ukuran atom dari material kristal maupun nonkristal (Lusty,
2011). Difraksi tergantung pada struktur kristal dan panjang gelombangnya. Jika panjang
gelombang jauh lebih dari pada ukuran atom atau konstanta kisi kristal maka tidak akan terjadi
peristiwa difraksi karena sinar akan dipantulkan sedangkan jika panjang gelombangnya
mendekati atau lebih kecil dari ukuran atom atau kristal maka akan terjadi peristiwa difraksi.
Ukuran atom dalam orde angstrom () maka supaya terjadi peristiwa difraksi maka panjang
gelombang dari sinar yang melalui kristal harus dalam orde angstrom (). Metode yang
digunakan dslam menentukan struktur Kristal dengan difraksi sinar x ini terdiri dari metode
Kristal tunggal dan metode serbuk. Pada metoda kristal tunggal, sebuah kristal yang berkualitas
baik diletakkan sedemikian rupa sehingga dapat berotasi pada salah satu sumbu kristalnya.
Ketika kristal itu diputar pada salah satu sumbu putar, seberkas sinar X monokromatik
dipancarkan ke arah kristal. Jika seberkas sinar-X di jatuhkan pada sampel kristal, maka bidang
kristal itu akan membiaskan sinar-X yang memiliki panjang gelombang sama dengan jarak antar
kisi dalam kristal tersebut. Sinar yang dibiaskan akan ditangkap oleh detektor kemudian
diterjemahkan sebagai sebuah puncak difraksi. Makin banyak bidang kristal yang terdapat dalam
sampel, makin kuat intensitas pembiasan yang dihasilkannya. Tiap puncak yang muncul pada
pola XRD mewakili satu bidang kristal yang memiliki orientasi tertentu dalam sumbu tiga
dimensi. Puncak-puncak yang didapatkan dari data pengukuran ini kemudian dicocokkan dengan
standar difraksi sinar-X untuk hampir semua jenis material. Standar ini disebut JCPDS (Joint
Committee Powder Diffractionn Standard).

2. GLV (Gratting Light Valve)

Disebut juga kisi katup cahaya, dimana teknologi ini memanfaatkan kisi difraksi untuk
menampilkan visual yang lebih baik daripada visual dari LCD yang selama ini ada. GLV
menggunakan sistem mikro ( MEMS ) teknologi dan fisika optik agar bagaimana cahaya
tercermin dari masing-masing struktur pita-seperti beberapa yang mewakili "tertentu gambar"
titik atau pixel. Pita dapat memindahkan jarak kecil, mengubah panjang gelombang cahaya yang
dipantulkan. Nada Grayscale atau warna yang tepat dapat dicapai dengan memvariasikan
kecepatan piksel yang diberikan adalah dinyalakan dan dimatikan. Gambar yang dihasilkan
dapat diproyeksikan dalam sebuah auditorium besar dengan sumber cahaya terang atau pada
sebuah alat kecil dengan menggunakan LED low-power sebagai sumber cahaya. Teknologi GLV
dapat memberikan resolusi tinggi, daya rendah sehingga lebih murah . Tetapi kualitas pixel yang
d sin

m

Andi Sulistiawan (M0213006) 5

bagus. Konsep kerja GLV yaitu, prangkat GLV dibangun pada silikon dan terdiri dari baris
paralel yang sangat reflektif. Pita-pita ukuran mikro dengan lapisan atas aluminium tergantung di
atas sebuah celah udara yang dikonfigurasi sedemikian rupa sehingga pita alternatif (pita aktif
yang interlaced dengan pita statis) dapat secara dinamis ditekan. Sambungan listrik untuk
masing-masing elektroda pita aktif menyediakan aktuasi independen. Pita dan substrat adalah
elektrik konduktif sehingga defleksi dari pita dapat dikontrol secara analog: Bila tegangan dari
pita aktif diatur ke ground, semua pita yang undeflected, dan perangkat bertindak sebagai cermin
sehingga insiden cahaya kembali pada lajur yang sama. Ketika tegangan diberikan antara
konduktor pita dan dasar medan listrik yang dihasilkan, dapat mengalihkan ke bawah pita aktif
terhadap substrat. Defleksi ini dapat sebesar seperempat panjang gelombang sehingga
menimbulkan efek difraksi pada cahaya insiden yang tercermin pada sudut yang berbeda dari
insiden ringan. Panjang gelombang untuk defleksi ditentukan oleh frekuensi spasial pita. Karena
ini frekuensi spasial ditentukan oleh muka sisi photolithographic digunakan untuk membentuk
perangkat GLV dalam CMOS proses fabrikasi, sudut datang bisa sangat akurat yang berguna
untuk aplikasi switching optik. Perpindahan dari undeflected defleksi maksimum pita sangat
cepat, yang dapat beralih di 20 nanodetik yang merupakan satu juta kali lebih cepat
dibandingkan konvensional LCD layar perangkat, dan sekitar 1000 kali lebih cepat dibandingkan
TI DMD teknologi. Selain itu, tidak ada kontak fisik antara elemen bergerak yang life time dari
GLV selama 15 tahun tanpa berhenti (lebih dari 210 miliar siklus switching). Untuk membangun
sistem tampilan menggunakan perangkat GLV pendekatan yang berbeda dapat diikuti: mulai dari
pendekatan sederhana menggunakan perangkat GLV tunggal dengan cahaya putih sebagai
sumber sehingga memiliki monokrom sistem untuk solusi yang lebih kompleks menggunakan
tiga GLV perangkat yang berbeda masing-masing untuk satu sumber RGB primary 'yang pernah
terdifraksi memerlukan filter optik yang berbeda untuk titik cahaya ke layar atau menengah
dengan menggunakan sumber putih tunggal dengan perangkat GLV. Selain itu, cahaya dapat
terdifraksi oleh perangkat GLV ke lensa mata bagi tampilan virtual retina , atau ke sistem optik
untuk proyeksi gambar ke layar ( proyektor dan belakang proyektor ).

3. Holografi

Adalah teknik penghamburan cahaya dari sebuah objek untuk direkam dan kemudian
direkonstruksi sehingga dia akan muncul jika objek itu memiliki posisi yang relatif sama
terhadap rekaman medium saat direkam. Bayangan akan berubah selama posisi dan sudut
pandang berubah dalam cara yang sama sehingga objek masih tetap terlihat ada dan rekaman
bayangan (hologram) muncul dalam bentuk tiga dimensi. Adapun teknik holografi sehingga
mendapatkan hologram, sebagian dari sinar yang tersebar dari objek atau sekumpulan objek
jatuh di atas media perekam. Sinar kedua, yang dikenal sebagai sinar acuan, juga menerangi
media perekam sehingga terjadi gangguan antara kedua sinar tersebut. Hasil dari bidang cahaya
tersebut adalah sebuah pola acak dengan intensitas yang bervariasi yang disebut hologram. Dapat
ditunjukkan bahwa jika hologram diterangi oleh sinar acuan asli, sebuah bidang cahaya
terdifraksi oleh sinar acuan yang mana identik dengan bidang cahaya yang disebarkan oleh objek
atau objek-objek. Dengan demikian, seseorang yang memandang ke hologram tetap dapat
melihat objek walaupun objek tersebut mungkin sudah tidak ada lagi.

4. Penerapan Pada Resolusi Sistem Pencitraan

Jarak antara titik pusat dengan cincin minimum pertama adalah :

Jika adalah sudut yang terukur, maka

Airy ring/disk akan menyebar sepanjang sudut
Andi Sulistiawan (M0213006) 6





Resolving power untuk sistem pembentukan citra
secara umum didefinisikan :



Andi Sulistiawan (M0213006) 7

Daftar Pustaka

Herlina, Wahyuni Dra. 2008. Buku Pintar Belajar Fisika. Sagufindo Kinarya
Umar, Efrizon. 2007. Fisika dan Kecakapan Hidup. Jakarta : Ganeca Exact
http://kumpulanmakalah6ratis.blogspot.com