Anda di halaman 1dari 20

i

Laporan Individu

KEPALA KELUARGA (KK) BINAAN Tn N DI WILAYAH RT 03 RW 18
KELURAHAN PEGAMBIRAN AMPALU NAN XX
PADANG, TANGGAL 9 20 JUNI 2014







Disusun Oleh :
FENI ANDRIANI
1220342036






PROGRAM STUDI PASCASARJANA ILMU KEBIDANAN
FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2014
i

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji penulis haturkan kepada Allah SWT, atas limpahan
karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas individu. Laporan ini disusun
untuk memenuhi tugas Praktek Komunitas Kebidanan pada Program Studi Megister Ilmu
Kebidanan Universitas Andalas Padang.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih banyak kekurangan sehingga kritik dan
saran yang membangun sangat penulis harapkan untuk perbaikan di masa yang akan
datang ini.
Semoga bermanfaat dan terimakasih atas kritik dan saran yang disampaikan.



Padang, Juni 2014

Penulis



ii

DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR ............................................................................................................ i
DAFTAR ISI ......................................................................................................................... ii
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................................ iv
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................................... 1
A. Latar Belakang ........................................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah ................................................................................................... 2
C. Tujuan ...................................................................................................................... 2
D. Manfaat .................................................................................................................... 3
E. Ruang Lingkup KK Binaan ..................................................................................... 3
BAB II PROFIL KELUARGA BINAAN ............................................................................. 5
A. Identitas Keluarga.................................................................................................... 5
B. Status kesehatan keluarga 1 tahun terakhir ............................................................. 5
C. PENGKAJIAN DATA ............................................................................................ 6
BAB III METODE PRAKTEK KEBIDANAN KOMUNITAS PADA KK BINAAN ........ 8
A. Metode ..................................................................................................................... 8
B. Lokasi KK Binaan ................................................................................................... 8
C. Waktu Pelaksanaan KK Binaan .............................................................................. 8
KK binaan ini dimulai tanggal 9 sampai dengan 20 Juni 2014 ........................................ 8
D. Cara Pengumpulan Data .......................................................................................... 8
E. Instrument Pengumpulan Data ................................................................................ 9
F. Definisi Operasional ................................................................................................ 9
BAB IV ASUHAN KEBIDANAN PADA KELUARGA BINAAN .................................. 10
A. Diagnosa ................................................................................................................ 10
B. Rencana Pemecahan Masalah ............................................................................... 10
iii

C. Impelementasi / Pelaksanaan................................................................................. 11
D. Monitoring dan Evaluasi ....................................................................................... 13
BAB V PENUTUP .............................................................................................................. 14


iv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Materi dan leaflet Asi Eksklusif
Lampiran 2 : Materi dan leaflet imunisasi

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Masalah kependudukan dewasa ini merupakan masalah penting yang
mendapatkan perhatian dan perubahan yang serius dari peminat dan ahli
kependudukan baik di seluruh dunia naupun di Indonesia. Dengan meningkatnya
angka kelahiran membuat tingginya angka kematian pada ibu dan bayi. kontrasepsi
yang telah dicetuskan untuk meminimalisir angka kematian ternyata mengalami
kegagalan yang luar biasa. Tingginya angka kegagalan Keluarga Berencana (KB)
disebabkab banyak factor baik dari segi klien atau masyarakat sendiri, kebijakan
yang belum maksimal ataupun dari akses informasi dan pelayanan kesehatan itu
sendiri.
Diberbagai kondisi ditemukan rendahnya pencapaian informasi atau
pilihan-pilihan (informed choice) yang diberikan tenaga kesehatan sebelum
memasang Kb kepada klien. Hal ini lah yang membuat keadaan semakin memburuk.
Mengingat hal tersebut di atas, perlu adanya kepeduliaan dari tenaga
kesehatan untuk melakukan pengkajian Keluarga Binaan pada wanita usia subur atau
pasangan usia subur.
Keluarga Tn. N terdiri dari 5 Anggota keluarga dengan permasalahan
kesehatan yang terdapat pada masing-masing anggota keluarga. Tn N selaku kepala
keluarga tidak mempunyai penghasilan yang tetap. Pekerjaannya saat ini adalah
buruh serabutan yang berpenghasilan hanya 700 ribu per bulan, penghasilannya
tergolong dibawah UMR. Dan pastinya tidak akan cukup untuk menghidupi 5 orang
anggota keluarga.
Tn N mempunyai istri yang bernama Ny E. Ny E mengalami sakit batuk
batuk dari 4 tahun yang lalu. Awalnya Ny E pernah memeriksakan peyakitnya ke
dokter dan dilakukan lah pemeriksaan rontgen dan pemeriksaan sputum, dari hasil
pemeriksaan tersebut dokter menyatakan jika Ny E tidak mengalami penyakit TBC
ataupun bronkitis. Dokter menyarankan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan,
tetapi Ny E tidak melakukan pemeriksaan karena terkendala biaya. Ny E mengatakan
sangat berharap untuk mendapatkan jaminan kesehatan untuk masyarakat miskin.
Ny E juga mempunyai riwayat memberikan mp-asi dini kepada anak
anaknya. Ny E beranggapan jika bayi yang menangis pertanda jika ia lapar. Oleh
2

karna itu Ny E memberikan mp-asi pada saat anaknya berumur 3 hari. Dan juga Ny
E tidak lengkap dalam mengimunisasi bayinya karena kurangnya pengetahuan
tentang imunisasi.
Selain itu Ny E juga tidak mempunyai WC di dalam rumah. Jika ingin
buang air besar Ny E dan keluarga akan pergi ke sungai yang tidak jauh dari
rumahnya.
Dari beberapa permasalahan di atas, akan dipilih satu yang menjadi
prioritas dan harus segera mendapatkan penanganan, disamping juga masalah
lainnya yang harus tetap dicari solusinya.

B. Rumusan Masalah
Asuhan kebidanan komunitas dalam konteks keluarga ini memiliki masalah yaitu :
a. Kurangnya akses terhadap pelayanan kesehatan karena terkendala biaya
b. Kurangnya pengetahuan keluarga tentang kebersihan lingkungan
c. Kurangnya pengetahuan ibu tentang asi ekslusif
d. Kurangnya pengetahuan ibu tentang pentingnya imunisasi

C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Terbentuknya pemahaman yang utuh dalam diri mahasiswa tentang pelayanan
kesehatan reproduksi khususnya kesehatan pasangan usia subur dalam konteks
keluarga yang berfokus pada upaya-upaya preventif dan promotif yang sensitif
gender.

2. Tujuan Khusus
a. Mengidentifikasi dan menganalisa kesehatan keluarga binaan
b. Mengidentifikasi masalah kesehatan keluarga bersama anggota keluarga
c. Menyusun prioritas masalah kesehatan keluarga
d. Merumuskan alternatif pemecahan masalah kesehatan bersama keluarga
e. Melaksanakan pemecahan masalah bersama keluarga dengan
memanfaatkan sumber daya yang tersedia
f. Melakukan evaluasi keberhasilan kegiatan pembinaan keluarga

3

D. Manfaat
Dari asuhan kebidanan dalam konteks keluarga kepada keluarga Tn N bermanfaat
untuk :
1. Bagi Mahasiswa
a. Dapat menjadi sumber informasi bagi mahasiswa dalam menegakkan
diagnose masalah
b. Dapat menjadi masukan dalam pemberian intervensi kepada KK binaa
c. Terpapar dengan berbagai permasalahan kesehatan keluarga di komunitas
d. Memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang lebih aplikatif dalam
pelayanan kesehatan ibu dan anak dalam konteks keluarga
e. Mendapatkan pengalaman memecahkan masalah kesehatan keluarga
bersama keluarga dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia.

2. Bagi KK Binaan
a. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran keluarga dalam mewujudkan
keluarga yang bahagia, sejahtera dan berkualitas
b. Mengenali dan menyadari masalah kesehatan yang ada di keluarga
c. Mampu menggunakan sumber daya dan fasilitas yang tersedia untuk
mengatasi masalah kesehatan keluarga.

3. Bagi PUSKESMAS
a. Sebagai bahan rencana tindak lanjut program PUSKESMAS
b. Meningkatkan cakupan KIA (K1, K4, Persalinan Linakes, Deteksi resiko
tinggi, Imunisasi, Posyandu dan lain-lain).


E. Ruang Lingkup KK Binaan
KK binaan ini dilakukan di Kelurahan Pagambiran yang beralamat di belakang SMP
6 Padang Pada tanggal 9 20 Juni 2014 yang mana sebelumnya dilakukan
kunjungan ke rumah dan menanyakan beberapa hal menggunakan instrument yang
telah tersedia. Dengan advokasi persuasif dialog pun dilakukan untuk membangun
kerangka berpikir keluarga dalam menyikapi kondisi dan permasalahan yang
ditemukan berdasarkan analisis situasi dan analisa social baru ditegakkan diagnosa.
Alasan konkrit dilakukannya KK binaan adalah ingin membantu keluarga yang
4

bersangkutan untuk melihat besaran permasalahan, dan adanya kesadaran dalam
masalah sehingga ditentukan jalan keluar dengan segera.


5

BAB II
PROFIL KELUARGA BINAAN

A. Identitas Keluarga
Nama Kepala Keluarga : Tn N
Umur : 40 Tahun
Agama : Islam
Suku/ Bangsa : Minang
Pendidikan Terakhir : SD
Pekerjaan : Buruh Serabutan
Alamat :Belakang SMP 6 Padang
RT 03 RW 18
Pengambil Keputusan dalam Keluarga:
- Perencanaan kehamilan : suami istri
- Perencanaan persalinan : suami istri
- Penggunaan alat kontrasepsi : suami istri
- Perencanaan kesehatan anak : suami istri
- Perencanaan pendidikan anak : suami istri
- Pengelola keuangan rumah tangga: suami istri
- Pengasuhan anak : suami istri
- Kegawatdaruratan : suami istri
- Otonomi perempuaan : suami istri

B. Status kesehatan keluarga 1 tahun terakhir
No Nama Usia L/P Hub
Keluarga
Pedidikan Pekerjaan Ggn
Kesehatan
yang
diderita
Pengobatan
yang
dilakukan
Kondisi
saat ini
1 Ny E 32
thn
P Istri Tidak
Sekolah
IRT Batuk -
Batuk
Tidak ada Stabil
2 An R 14
thn
P Anak Pelajar
SMP
Pelajar
- -
Baik
3 An A 10
thn
P Anak Pelajar SD Pelajar
- -
Baik
4 An M 8
thn
P Anak Pelajar SD Pelajar
- -
Baik
5 An F 3
thn
L Anak Belum
sekolah
- - -
Baik


6



C. PENGKAJIAN DATA
IBU PASANGAN USIA SUBUR (PUS) USIA 15 - 49 TAHUN :
1. Berapa usia ibu saat menikah :
a. < 20 tahun (Umur 16 tahun) (0)
b. b . 20 35 tahun (1)
c. c. > 35 tahun (0)
2. Apakah ibu saat ini menggunakan kontrasepsi :
a. Ya, jenis Implan, keluhan tidak ada (1)
b. Tidak, alasan (0)

D. Bayi dan Balita
1. Riwayat Kesehatan
N
O
NAMA
TGL
.
LAH
IR
Usi
a
ges
tasi
BB
SAA
T
LAH
IR

Jika
KMS
adalan
jutkek
anan
POSISI GRAFIK
BB
STATUS IMUNISASI
IM
D
BU
KU
KIA
N AGH
BG
M
BC
G
POLIO DPT HB CA
MP
AK
LAIN,
SEB
UTK
AN
I II III I
V
I II III I II III
1 An F





14-
03-
120
11



ater
m
290
0 gr
tid
ak
Tid
ak
ada
Tidak
ada
- - - - -

I

T

L
-

M

I

E
-

U

D

N
-

N

A

G
-

I

K

K
-

S



A
-

A



P
-

S

-

I

- - -
Keterangan :
N : Naik
AGH : Atas Garis Hijau
BGM : Bawah Garis Merah

2. Jika bayi tidak diimunisasi / imunisasi tidak lengkap, apa alasan ibu :
anak sering sakit

3. Apakah bayi/balita ibu ditimbang setiap bulan :
a. Ya b. Tidak/ kadang-kadang, alasan: kurang informasi

7

4. Apakah bayi/balita mendapat Vit A
a. Ya
b. Tidak, alasan





























8

BAB III
METODE PRAKTEK KEBIDANAN KOMUNITAS PADA KK BINAAN

A. Metode
Asuhan kebidanan komunitas ini disusun setelah penulis melakukan penulisan secara
deskriptif dalam bentuk studi kasus yang dibuat berdasarkan keadaan dan dalam
situasi yang nyata. Pada akahirnya tertuju pada pemecahan masalah menggunakan
metode :
1. Studi kepustakaan
Mengumpulkan data melalui bahan ilmiah dengan cara membaca yang
terkait dengan kesehatan masyarakat
2. Wawancara dan survey (observasi)
Mengumpulkan data melalui Tanya jawab secara langsung dan mendalam
kepada pasien, keluarga maupun tokoh terkait
3. Pemeriksaan fisik (jika ada)
Data yang diperoleh melalui pemeriksaan fisik, dengan cara inspeksi,
palpasi, auskultasi, dan perkusi untuk mendapatkan data yang objektif
4. Dokumentasi
Suatu cara untuk memperoleh data dengan melihat catatan medic keluarga
dan lain-lain dari data yang telah ada.
Catatan : jabarkan sesuai kondisi real dan sesuaikan dengan topic masalah

B. Lokasi KK Binaan
KK binaan ini dilakukan di Belakang SPM 6 Padang RT 03 RW 18 Kelurahan
Pagambiran

C. Waktu Pelaksanaan KK Binaan
KK binaan ini dimulai tanggal 9 sampai dengan 20 Juni 2014

D. Cara Pengumpulan Data
Pengumpulan data pada Keluarga Tn N dilakukan dengan wawancara mendalam
terhadap ibu, suami dan anggota keluarga lain, bahkan juga dilakukan kepada ketua
RT 03.

9

E. Instrument Pengumpulan Data
Instrument dalam pengumpulan data ini menggunakan kuisioner terlampir

F. Definisi Operasional
Masalah kesehatan yang dialami oleh keluarga Tn N adalah tidak adanya jaminan
kesehatan, tidak adanya jamban, anak tidak diberikan asi eksklusif, anak tidak
lengkap imunisasinya
Item Topik Masalah Defenisi Operasional
PUS Pasangan Usia Subur
Jaminan kesehatan Pelindung kesehatan yang menyeluruh bagi setiap
rakyat Indonesia, agar penduduk Indonesia dapat hidup
sehat, produktif dan sejahtera
Asi eksklusif Pemberian ASI saja sampai umur 6 bulan
Imunisasi suatu usaha untuk memberikan kekebalan kepada bayi
dan anak serta ibu hamil terhadappenyakit tertentu
















10


BAB IV
ASUHAN KEBIDANAN PADA KELUARGA BINAAN

A. Diagnosa
Hasil analisa situasi : Ibu dan keluarga tidak memiliki BPJS
Hasil analisa sosial : Jaminan Kesehatan tidak ada, pengetahuan tentang jaminan
kesehatan kurang
Diagnose komunitas :
Dari pendekatan yang dilakukan ibu ingin memeriksakan dirinya ke fasilitas
kesehatan yang lebih lengkap tetapi terkendala dengan biaya

B. Rencana Pemecahan Masalah
Melakukan metode USG dalam menentukan prioritas masalah. Metode USG
adalah urgency, seriousness and growth. Yang mana merupakan cara semi
kuantitatif dalam menentukan urutan prioritas masalah dengan memperhatikan
urgensinya, keseriusannya dan dengan kemungkinan berkembangnya (meluasnya)
masalah yang sering disingkat sebagai metode USG.
Disebut Urgensi dilihat dari ketersediaan waktu mendesak atau tidak masalah
tersebut diselesaikan. Disebut serius melihat dampak masalah tersebut terhadap
produktivitas kerja, yang pengaruhnya terhadap keberhasilan, membahayakan sistem
yang ada atau tidak dan sebagainya.
Berkembangnya masalah atau growth apakah masalah berkembang
sedemikian rupa sehingga sulit atau tidak bias dicegah. Teknik USG dilakukan
biasanya berkaitan dengan masalah tenaga, masalah keuangan anggaran, masalah
perlengkapan kerja, dan masalah lingkungan yang mempengaruhi.
Adapun urgensi, keseriusan dan tumbuhnya masalah yang ditemukan di
keluarga Tn N adalah jaminan kesehatan, pembuatan jamban di dalam rumah, asi
eksklusif, pentingnya posyandu




11



C. Impelementasi / Pelaksanaan
Melakukan kegiatan implementasi kepada keluarga Tn N berupa advokasi dan konseling, dengan tahap :
No Masalah Tujuan Intervensi Implementasi(kegiatan) Strategi Sasaran Hari/tgl Tempat
Indikator
tujuan yang
dapat dicapai
1 Tidak adanya
jaminan kesehatan
Agar keluarga
Tn N
mempunyai
jaminan
kesehatan dan
NyE bisa
berobat ke
rumah sakit
Advokasi
dengan RT
dan lurah
dalam
pembuatan
BPJS
Melakukan advokasi dengan RT
dan lurah dalam pembuatan BPJS
Advokasi Ketua RT
dan Lurah
Kamis, 12
Juni 2014
Rumah bu
RT dan
kelurahan
RT dan Lurah
akan
memprioritaskan
Tn N dan Ny E
untuk
mendapatkan
Jaminan
kesehatan jika
pemetintah
mengadakan
program
Jaminan
kesehatan untuk
masyarakat
kurang mampu
12

2 Semua anggota
keluarga masih
buang air besar di
sungai
Agar
kelurahan atau
kecamatan
dapat
memberikan
jamban gratis
kepada
keluarga tidak
mampu
Advokasi
dengan RT
dan lurah agar
dilakukan
pengadaan
jamban gratis
Melakukan advokasi dengan RT
dan lurah agar dilakukan
pengadaan jamban gratis
Advokasi Ketua RT
dan Lurah
Kamis, 12
Juni 2014
Rumah ibu
RT dan
kelurahan
Rt dan lurah
akan
memprioritaskan
Tn N dan Ny E
jika ada program
pemberian
jamban gratis
bagi masyarakat
kurang mampu
3 Ibu tidak paham
kapan bayi harusnya
diberikan makanan
pendamping asi
Ibu paham dan
mengerti
waktu
pemberian
makanan
pendamping
asi bagi bayi
Lakukan
konseling
tentang asi
eksklusif dan
makanan
pendamping
asi
Melakukan konseling tentang asi
eksklusif dan makanan
pendamping asi
Konseling Tn N dan
Ny E
Di rumah
Tn N dan
Ny E
Senin, 16
Juni 2014
Ibu paham
tentang aasi
eksklusif
4 Ibu tidak mengerti
tentang pentingnya
posyandu dan
imunisasi
Ibu paham
tentang
gunanya
posyandu dan
imunisasi dan
akan pergi ke
posyandu
Konseling
tentang
posyandu dan
imunisasi
Melakukan Konseling tentang
posyandu dan imunisasi
Konseling Tn N dan
Ny E
Di rumah
Tn N dan
Ny E
Rabu, 18
Juni 2014

Kamis, 19
Juni 2014
Ibu bersedia
setiap buan
pergi ke
posyandu dan
berjanji akan
mengimunisasi
anaknya.
13

untuk
penimbangan
dan
mengimunisasi
bayinya
13


D. Monitoring dan Evaluasi
Setelah dilakukan implementasi maka keluarga Tn N telah mengikuti dan mampu
mengulangi manfaat asi eksklusif dan bersedia untuk datang ke posyandu setiap
bulannya.
Kegiatan ini berguna untuk :
1. Meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kerjasama keluarga dalam
meningkatkan derajat status kesehatan keluarga
2. Implementasi yang dilakukan pada kegiatan ini tidak akan berhasil tanpa
partisipasi anggota keluarga dan dukungan keluarga
Dalam pelaksanaan terdapat berbagai macam kendala yang ditemukan diantaranya
faktor pendorong dan faktor penghambat dalam pelaksanaan kegiatan. Adapun faktor
pendorongnya adalah : partisipasi dari anggota keluarga, antusias keluarga, dukungan
tenaga kesehatan, kader dan seluruh tokoh masyarakat dari analisa social.
Sedangkan faktor penghambatnya adalah : masih ada diantara anggota keluarga yang
kurang berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan ini, rendahnya pengetahuan dan
pendidikan ibu serta keluarga tentang pentingnya mengunjungi posyandu setiap
bulan.


14

BAB V
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Asuhan keluarga binaan pada keluarga Tn N dengan masalah
rendahnya/kurangnya pengetahuan ibu tentang asi eksklusif, posyandu dan imunisasi.
Adapun kebutuhan yang diperlukan yaitu konseling dan paemberian penjelasan
tentang pentingnya menggunakan alat kontrasepsi.
Adapun pelaksanaan intervensi yang telah dilakukan dimulai dengan
mengadakan kunjungan rumah selama 11 Hari dengan 6 kunjungan. Dengan
melakukan pendekatan persuasive maka diperolehlah data subjektif dan objektif
sehingga tegaklah diagnose komunitas kebidanan.
Setelah dilakukan implementasi bahwa PUS telah mengetahui dan mengerti
tentang pendidikan kesehatan yang diberikan terutama tentang penjelasan pentingnya
kontrasepsi. Sehingga diharapkan akan mampu meningkatkan pengetahuan
masyarakat mengenai permasalahan kesehatan mereka sehingga diharapkan
masyarakat akan lebih mandiri dalam menyelesaikan masalah kesehatan yang ada di
lingkungannya.

B. SARAN
1. Kepada mahasiswa
Mahasiswa diharapkan lebih dapat menggali lebih dalam lagi mengenai kesehatan
keluarga dan meningkatkan pengetahuan mengenai asuhan kebidanan pada
keluarga
2. Kepada keluarga
Dengan diadakannya penyuluhan ini diharapkan keluarga dapat mengenali
masalah kesehatan serta mampu mencari penyelesaian masalah secara mandiri
3. Kepada institusi Pendidikan
Institusi pendidikan diharapkan dapat memberikan wacana, mendampingi dan
mengevaluasi kegiatan demi perbaikan yang membangun.