Anda di halaman 1dari 8

Pupuk Sumber N, P, K

Sumber-sumber dari N, P dan K bisa di dapat dari beberapa pupuk. Salah satu pupuk
yang menyediakan ketiga unsure hara ini ialah pupuk NPK. Pupuk NPK merupakan salah satu
pupuk majemuk yang mengandung unsur Nitrogen (N), Posfor (P) dan Kalium (K) dengan kadar
yang beragam. Jenis dan kadar unsur yang dikandungnya berdasarkan negara asalnya. Seperti
amafoska I (12-24-12) dari Amerika Serikat, nitrofoska I (17.5-13-22) dari Jerman, compound
fertilizer (14-12-9) dari Jepang dan NPK Holland (15-15-15) dari Belanda (Lingga Pinus dan
Marsono, 2008). Beberapa sifat fisik dari pupuk NPK seperti ditunjukkan pada Tabel 2.
Tabel 2 Karakteristik fisik pupuk NPK

Pupuk-Pupuk Sumber N
Pengertian pupuk secara umum ialah : suatu bahan yang bersifat organic ataupun
anorganik, bila ditambahkan kedalam tanah atau ke tanaman, dapat memperbaiki sifat fisik, sifat
kimia, sifat biologi tanah dan dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Dari batasan ini
diambil pengertian bahwa penambahan bahan pasir ke tanah yang mengandung kadar liat yang
tinggi dapat merobah sifat fisis tanah yakni adanya perbaikan porositas tanah. Penambahan
bahan kapur ketanah yang masam dapat meningkatkan pH tanah, terjadi perbaikan sifat kimiawi
tanah dan penambahan bahan lainnya. Disini pasir dan kapur termasuk bahan pupuk dalam arti
luas (Hasibuan,2006)
Pemupukan berarti : Cara-cara atau motode serta usaha-usaha yang dilakukan dalam
pemberian pupuk atau unsure hara ke tanah atau ketanaman yang sesuai yang dibutuhkan untuk
pertumbuhan tanaman normal (Hasibuan,2006)
Fungsi nitrogen (N) bagi tumbuhan adalah:
- Mempercepat pertumbuhan tanaman, menambah tinggi tanaman, dan merangsang pertunasan.
- Memperbaiki kualitas, terutama kandungan proteinnya.
- Menyediakan bahan makanan bagi mikroba (jasad renik)
Nitrogen diserap dalam tanah berbentuk ion nitrat atau ammonium. Kemudian, didalam
tumbuhan bereaksi dengan karbon membentuk asam amino, selanjutnya berubah menjadi
protein. Nitrogen termasuk unsure yang paling banyak dibutuhkan oleh tanaman karena 16-18%
protein terdiri dari nitrogen. Pupuk yang paling banyak mengandung unsure nitrogen adalah
pupuk urea.
Sumber unsur nitrogen sebenarnya cukup banyak terdapat di atmosfir, yaitu lebih kurang
79,2 persen dalam bentuk N2 bebas, namun demikian unsure N ini baru dapat digunakan oleh
tanaman setelah mengalami perubahan kebentuk yang terikat yang kemudian dalam bentuk
pupuk. Sumber utama dari Nitrogen berasal dari N2 atmosfir yang terikat. Untuk pembuatan
pupuk adalah nitrogen dalam bentuk amoniak(Hasibuan,2006)
Pembuatan Pupuk Nitrogen:
Hingga sekarang diketahui ada tiga cara pengikatan nitrogen bebas udara yang telah
dikembangkan yaitu :
1. Cara electric arc
2. Cara pembuatan kalsium sianamida
3. Cara fiksasi N udara dan membentuk ammoniak
Macam Pupuk Nitrogen
Dalam klasifikasi pupuk, pupuk nitrogen ialah pupuk yang mempunyai komponen utama unsure
N sebagai unsure hara, pupuk N terdiri dari :
1. Pupuk N organic yang terdapat pada pupuk-pupuk organic
2. Pupuk N organic buatan
Kedua golongan pupuk tersebut diatas dapat dibedakan menjadi tiga bentuk yaitu :
1. Bentuk organic
2. Bentuk ammonia (NH4)
3. Bentuk nitrat (NO3)
Sedangkan pupuk-pupuk Cyanamide (CaCN2) dan Urea CO(NH2)2, karena bila
diberikan kedalam tanah siap dirubah menjadi senyawa ammonia, maka dimasukkan kedalam
golongan senyawa N berbentuk ammonia (Hasibuan,2006). Contoh pupuk-pupuk sumber N ialah
sebagai berikut :


Ammonium Sulfat
Pupuk ammonium sulfat dikenal juga dengan nama ZA (Zwavelzure Amonium). Pupuk
ZA yang diperdagangkan dalam bentuk kristal, umumnya berwarna putih, tapi ada juga yang
berwarna abu-abu, biru kabuan dan kuning, tergantung kepada pembuatannya. ZA yang
diperdagangkan mengandung 97 persen (NH4)2SO4 dan tidak mengandung sekitar 20.5 sampai
21, tapi dalam perhitungan biasanya dibuat 20. Pupuk ini termasuk kedalam pupuk yang larut
didalam air, dan didalam tanah terionisasi menjadi ion ammonium (NH4) dan ion-ion sulfat
dengan rumus (SO42-).(Hasibuan,2007)


Ammonium Chlorida ( NH4CL)
Pupuk ammonium chlorida adalah pupuk berbentuk kristal berwarna putih. Pupuk ini
mempunyai kadar N sebanyak 26. Larut didalam air. Didalam tanah akan terionisasi menjadi ion
NH4 dan Cl-. Seperti halnya dengan pupuk ZA, ion ammonium dapat langsung diserap tanaman
dan sebagian akan dijerap oleh koloid tanah pada permukaan (Hasibuan,2006)
Ammonium Nitrat (NH4NO3)
Pupuk ammonium nitrat adalah pupuk yang dapat menyumbangkan dua jenis hara N
dalam bentuk ammonium dan nitrat. Pupuk ini mempunyai kadar N sebanyak 33, termasuk
pupuk yang larut didalam air. Berntuk pupuk ialah padat dan kristalin dan berwarna putih, tidak
higrokopis dan berkerja cepat (Hasibuan,2006)
Ammonium Sulfat Nitrat ( ASN)
Ammonium Sulfat Nitrat adalah pupuk yang diproduksi oleh Ruhr-sticstoff A.G.Jerman,
merupakan garam rangkap dari ammonium sulfat dan ammonium nitrat. Pupuk ini
diperdagangkan dalam bentuk kristal berwarna seperti kuning kemerah-merahan
(Hasibuan,2006).
Urea CO(NH2)2
Pupuk urea adalah pupuk buatan senyawa kimia organic dari CO(NH2)2, pupuk padat
berbentuk butiran bulat kecil (diameter lebih kurang 1 mm). Pupuk ini mempunyai kadar N 45a
larut sempurna di dalam air, dan tidak mengasamkan tanah. Sifat urea lain yang tidak
menguntungkan adalah sangat higrokopis dan mulai menarik air dari udara pada kelembaban
nisbi 73 persen(Hasibuan,2006).
pupuk urea(CO(NH
2
)
2
) yang mengandung 47% nitrogen (paling tinggi dibandingkan
dengan pupuk nitrogen jeni lain). Urea sangat mudah larut dalam air dan juga mudah diubah
menjadi ion nitrat (NO
3
-
) yang mudah diserap oleh tumbuh-tumbuhan. Cara pembuatan urea :
2NH
3(g)
+CO
2(g)
CO(NH
2
)
2(s)
+H2O
(l)
Pupuk urea terbuat dari gas amoniak dan gas asam arang. Persenyawaan kedua zat ini
melahirkan pupuk urea dengan kandungan N hingga mencapai 46%. Urea termasuk pupuk yang
higroskopis (mudah menarik uap air). Pada kelembaban 73%, pupuk ini sudah mampu menarik
uap air dari udara. Oleh karena itu, urea mudah larut dalam air dan mudah diserap oleh tanaman.
Kalau diberikan ke tanah, pupuk ini akan mudah berubah menjadi amoniak dan karbondioksida.
Padahal kedua zat ini berupa gas yang mudah menguap. Sifat lainnya ialah mudah tercuci oleh
air dan mudah terbakar oleh sinar matahari (Marsono dan Pinus Lingga, 2008). Karakteristik
pupuk Amonium Sulfat ((NH4)2SO4) menurut Honeywell International Inc (2008) seperti
ditunjukkan pada Tabel 1.
Tabel 1 Karakteristik pupuk Amonium Sulfat ((NH4)2SO4)

Pupuk Cyanamide
Pupuk cyanamide dan pupuk urea dikenal sebagai pupuk organic buatan. Contoh pupuk
cyanamide ialah CaCN2 dibuat dengan memanasi kapur (lime) dengan kokas ( coke)
(Hasibuan,2006).
Pupuk Kalsium Ammonium Nitrat
Pupuk ini merupakan campuran dari ammonium nitrat dengan bubuk tanah liat (kapur
mergel). Campuran ini dimaksudkan untuk meniadakan keburukan-keburukan ammonium nitrat.
Kalsium ammonium nitrat mengandung 20,5 N dan 30-35 CaCO3. diperdagangkan dalam
bentuk butiran-butiran kuning muda dan hijau (Hasibuan,2006).
Pupuk Natrium Nitrat (NaNO3)
Natrium nitrat juga dikenal dengan nama Chilisalpeter. Disebut dengan chilisalpeter
karena pada awalnya pupuk ini merupakan produk alam, yang didapatkan dari endapan didalam
tanah didaerah pantai utara chili, peru dan Bolivia dan dipantai barat Amerika Serikat. Sekarang
pupuk NaNO3 telah dibuat secara sintetis melalui proses ammonia soda sejalan dengan cara
pembuatan ammonium chlorida, yaitu dengan caraproses Solvay (Proses ammonia soda) dengan
larutan garam (Hasibuan,2006).

Reaksi Pupuk Nitrogen diDalam Tanah
Apabila pupuk ditambahkan kedalam tanah maka pupuk akan mengalami reaksi atau
perubahan baik dalam bentuk fisik dan sifat kimianya. Perubahan-perubahan ini mulai terjadi
apabila pupuk itu bereaksi dengan air tanah. Setelah bereaksi dengan air pupuk akan melarut,
sebagian pupuk akan diserap akar tanaman, sebagian ada terfiksasi menjadi bentuk tidak tersedia
untuk tanaman, hilang melalui proses denitrifikasi (pupuk N), tercuci (leaching) tereosi dan serta
terjadinya penguapan (volatilisasi) (Hasibuan,2006).

Pupuk-Pupuk Sumber P
Fosforus (P) bagi tanaman berperan dalam proses:
respirasi dan fotosintesis
penyusunan asam nukleat
pembentukan bibit tanaman dan penghasil buah.
Perangsang perkembangan akar, sehingga tanaman akan lebih tahan terhadap kekeringan,
dan,
Mempercepat masa panen sehingga dapat mengurangi resiko keterlambatan waktu panen.
Unsure fosfor diperlukan diperlukan dalam jumlah lebih sedikit daripada unsure nitrogen.
Fosfor diserap oleh tanaman dalam bentuk apatit kalsium fosfat, FePO
4
, dan AlPO
4
.
Tanah perkebunan di Indonesia sebagian besar tergolong jenis Podsolik, Latosol, sedikit
Regosol, dan sedikit jenis lainnya, yang secara umum keseluruhan berkadar P rendah. Pupuk P
biasanya diberikan dalam bentuk TSP atau P-alam. P-alam mempunyai kandungan unsur lain
(Ca, Cu dan Zn) yang relatif lebih tinggi. Pupuk P-alam selain sebagai sumber P juga
mempunyai manfaat sebagai bahan untuk memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah. Beberapa
pupuk sumber P yang banyak di jumpai ialah:
pupuk superfosfat (Ca(H
2
PO
4
)
2
), yang sangat mudah larut dalam air sehingga mudah diserap
oleh akar tanaman. Contoh: Engkel superfosfat (ES) yang mengandung sekitar 15% P
2
O
5
,
Double superfosfat (DS) yang mengandung sekitar 30% P
2
O
5
, dan Tripel Superfosfat (TSP) yang
mengandung sekitar 45%P
2
O
5.

Pupuk FMP (Fused Magnesium Phosphate) atau Mg
3
(PO
4
)
2,
yang baik digunakan pada tanah
yang banyak mengandung besi dan aluminium.
Pupuk aluminium fosfat (AlPO
4
)
Pupuk besi (III) fosfat (FePO
4
)
Pupuk Posfat Alam
Prospek penggunaan P-alam sebagai sumber P khususnya pada tanah mineral masam
diharapkan cukup baik, karena mudah larut dalam kondisi masam serta dapat melepaskan fosfat
secara lambat (slow release). Kualitas pupuk P-alam dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: sifat
mineral, kelarutan, besar butir, kadar karbonat bebas, kadar P2O5 total dan jenis deposit batuan
fosfat. Efektivitas penggunaan P-alam sangat ditentukan oleh reaktivitas kimia, ukuran butir,
sifat-sifat tanah, waktu dan cara aplikasi, takaran P-alam, jenis tanaman dan pola tanam (Lehr
dan McClellan, 1972; Chien, 1995; Rajan et al., 1996). Menurut Buckm an dan Brady (1980)
terdapat tiga problemdalam pengelolaan fosfor :
1. Jumlah total dalam tanah kecil;
2. Tidak tersedianya fosfor asli;
3. Terjadi fiksasi fosfor dalam tanah dari sumber pupuk yang diberikan.
Pada tanah-tanah masam adalah kekahatan fosfor (P), fiksasi P yang tinggi dan keracunan
Al, Mn dan kadang-kadang Fe.Kekahatan P pada umummnya parah disebabkan terikatnya unsur-
unsur tersebut secara kuat pada tanah seperti mineral liat tipe 1 : 1 dan oksida-oksida Al dan Fe,
maupun reaksi antara P dengan Al, sehingga unsur P tidak tersedia untuk tanaman
(Radjagukguk, 1983).
P-alam adalah batuan apatit yang mengandung fosfat cukup tinggi sehingga dapat
digunakan sebagai pupuk dengan rumus molekul Ca10(PO4,CO2)6F2. P-alam yang mengalami
pelapukan, ion Ca bisa disubstitusi oleh ion Na dan Mg, dengan rumus molekul berubah menjadi
Ca10-a-bNaaMgb(PO4)6- x(CO3)xF0,4xF2 (McClellan, 1978). Pupuk P-alam mempunyai
kelarutan yang rendah bila digunakan pada tanah yang bereaksiagak netral sampai netral,
sehingga penyediaan hara P dari pupuk lebih lambat dibandingkan kebutuhan P untuk tanaman
tersebut.
Pupuk TSP
Pupuk TSP (triplesuperfosfat) merupakan pengganti DS saat hubungan Indonesia dengan
Belanda kurang baik. TSP didatangkan dari Amerika Serikat. Kadar P2O5 46 48% dan
umumnya berwarna abu-abu. Bentuknya berupa butiran (granulated) dan memiliki sifat larut
dalam air serta reaksi fisiologinya netral (Lingga Pinus dan Marsono, 2008). Karakteristik fisik
dan kimia pupuk TSP seperti ditunjukkan pada Tabel 3.
Tabel 3 Karakteristik fisik dan kimia pupuk TSP

Pupuk-Pupuk Sumber K
Fungsi kalium bagi tanaman adalah
Mempengaruhi susunan dan mengedarkan karbohidrat di dalam tanaman.
Mempercepat metabolisme unsure nitrogen,
Mencegah bunga dan buah agar tidak mudah gugur.
Macam-macam pupuk kalium sebagai berikut:
- pupuk kalium klorida atau potassium klorida (KCl). Ada 2 macam pupuk KCl yang beredar
di pasaran, yaitu KCl 80 (mengandung 50% K
2
O) dan KCl 90 (mengandung 53% K
2
O).
- Pupuk ZK (Zwavel Kalium) atau kalium sulfat (K
2
SO
4
) yang baik digunakan pada tanaman
yang tidak tahan te rhadap konsentrasi ion klorida tinggi. Ada 2 macam pupuk ZK yang
beredar di pasaran, yaitu ZK 90 (mengandung 50% K
2
O) dan ZK 96 (mengandung 53%
K
2
O).