Anda di halaman 1dari 22

MACAM-MACAM TANAMAN YANG DIGUNAKAN UNTUK PESTISIDA

NABATI
A. Kelompok tanaman insektisida nabati
Pacar Cina (Aglaia adorata L., A. angustifolia),
Famili Meliaceae.
1. Nama daerah : Culan (Sunda); Pacar Cina (Jawa) .
Pacar cina merupakan tanaman perdu dengan tinggi 2 5 m, berakar tunggang, dan dapat
tumbuh hampir di semua ketinggian tempat. Daun majemuk, anak daun berjumlah 3 5
helai per tangkai, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, panjang 36 cm, dan lebar 1-
3,5 cm. Bunga berwarna kuning kehijauan. Buah berbentuk bulat, kecil, berbulu, dan
berwarna merah kehitaman. Perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan cangkokan
atau biji.
2. Bagian tumbuhan yang digunakan: daun, kulit batang, biji, ranting, dan bunga. Senyawa
kimia yang bertindak sebagai biopestisida adalah rokaglamida dan 10 jenis turunannya.
Senyawa ini terbukti selain
efektif sebagai racun perut juga memiliki sifat sebagai racun kontak dan dapat
menghambat proses makan serangga. Dari ekstrak daun telah diisolasi 4 turunan
rokaglamida. Bunganya mengandung 6 senyawa, demikian juga rantingnya mengandung
6 turunan rokaglamida. Beberapa senyawa lainnya seperti turunan benzopyran,
aminopirolidin odorin, dan odorinol, syringaresinol dan beberapa
turunan flavonoid telah berhasil diisolasi, namun senyawa-senyawa ini tidak aktif
(Nugroho, 1999).
3. OPT sasaran: hama ulat krop kubis (Crocidolomia binotalis Zell.)
4. Cara aplikasi Daun muda dan ranting :
Dari bahan tanaman segar, ekstrak serbuk ranting paling aktif kemudian berturut-turut
diikuti oleh ekstrak serat ranting, daun muda, daun tua, dan terakhir ekstrak bunga.
Ekstrak serbuk dan serat ranting segar serta ekstrak daun muda segar pada konsentrasi
serendah 0,25 % mampu mengakibatkan kematian larva Crocidolomis binotalis sampai
100 %. Ekstrak bahan segar mengandung bahan aktif lebih banyak dibandingkan bahan
kering, sehingga pengaruhnya lebih nyata dibanding ekstrak bahan kering. Pengeringan
bahan tanaman selama 2 minggu mengakibatkan penurunan aktivitas ekstrak.
kelima bagian tanaman pada konsentrasi 0,25 % berturut-turut 98,3 %, 30 %, 23,3 % dan
17,3 %.
Dari hasil pengujian menggunakan ranting, (dengan diameter 2 5 mm) pada tujuh taraf
konsentrasi diperoleh nilai LC 50 dan LC 95 terhadap larva instar II masing-masing 0,04
% dan 0,10 %. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa ekstrak ranting memiliki aktivitas
insektisida yang tinggi. Ekstrak ranting juga mengakibatkan penghambatan
perkembangan pada larva (Prijono, 1999).
Ekstrak daun A. angustifolia untuk pengendalian C. binotalis pada kubis dapat dilakukan
sebagai berikut: daun dihaluskan lalu dicampur dengan pelarut etanol (fase etil asetat).
Pada konsentrasi larutan 0,25 % (2,5 gram daun muda/ranting per liter air) dengan
konsentrasi perlakuan 135 ppm mampu mengakibatkan kematian 100 % ulat kobis
(Syahputra et al., 1999)
Ekstrak biji Aglaia angustifolia dapat diperoleh dengan cara menumbuk atau
menghancurkannnya, kemudian dicampur dengan air. Pada konsentrasi 10 % (100 gram
biji per liter air) dapat menghambat perkembangan larva ulat krop (Syahputra, et al.,
1999). Ekstrak biji jenis Pacar cina lainnya, A. harmsiana berpengaruh terhadap oviposisi
(peletakan telur) dan reproduksi (perkembang biakan) ulat krop kubis (Kardinan, 2000).
5. Manfaat lain
Daun aglaia yang diekstrak dengan aseton dapat mengendalikan hama gudang Tribolium
castaneum dengan nilai LC50 sebesar 1,52 % (b/v). Secara tradisional pacar cina dapat
digunakan sebagai obat penghilang bau badan, diare, luka dan pendarahan yang
berlebihan pada saat haid. Buah aglaia juga dapat digunakan sebagai obat gatal-gatal.

Bengkuang (Pachyrrhyzus erosus Urban),
Famili Leguminosae
Nama daerah : bengkowang, huwi hiris (sunda); bengkuang, besusu (jawa); bungkuang
(aceh); bakuang, bangkuang (batak). Bengkuang merupakan tumbuhan semak semusim
yang tumbuh membelit, berakar tunggang, berumbi dan dapat tumbuh pada dataran
rendah sampai tinggi (1 1000 m dpl.). Batang bulat, berambut dan berwarna hijau.
Berdaun tunggal, bulat, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, tulang daun menyirip,
permukaan berbulu, panjang 7-10 cm, lebar 5-9 cm, berwarna hijau. bentuk ginjal,
berwarna kuning kotor. Perbanyakan tanaman menggunakan biji.
1. Bagian tumbuhan yang digunakan : biji yang mengandung rotenon yang merupakan
racun penghambat operasional sel.
2. Sasaran OPT: Croccidolomia binotalis, Aphis fabae, A. craccivora, Bombyx
mori, Dysdercus megalopygus, Epilachna varivestis, Myzus persicae, Nezara viridula,
Plutella xylostella, dan Spodoptera litura.
Biji dan daun dicuci, ditumbuk, ekstraknya diencerkan dengan air. Alkohol dan petrolium
eter juga dapat digunakan sebagai pelarut. Aplikasi dilakukan dengan penghembusan atau
penyemprotan ke bagian tanaman. Ekstrak biji bengkuang bersifat toksik terhadap larva
ulat krop dengan LC50 : 11,48 %. Tingkat kematian terendah 13 % pada 4 hari setelah
perlakuan dengan konsentrasi 12,5 % (125 gram per liter air) (Soekarto, et
al., 1999).
3. Manfaat lain :
Serbuk atau tepung biji bengkuang dapat digunakan untuk mefindungi benih tanaman
dari serangan hama gudang. Serangga yang teracuni akan mati kelaparan yang
disebabkan oleh kelumpuhan alat-alat mulut.




Mimba (Azadirachta indica L),
1. Nama daerah : Nimba, imba (jawa); intaran, nimba (bali); membha (Madura)
Mimba adalah tanaman asli daerah tropika Asia Tenggara. Tanaman ini tumbuh cepat
dan tahan kering sehingga tanaman ini telah lama dibudidayakan di daerah kering di
Asia, Afrika, dan Amerika Tengah sebagai somber kayu. Mimba yang dtumbuh di lahan
kering dan tidak subur menghasilkan zat bioaktif yang lebih banyak daripada yang
tumbuh di tanah subur.
Mimba merupakan tanaman pohon dengan tinggi 10-15 m dan berakar tunggang. Batang
tegak, berkayu, berbentuk bulat, permukaan kasar, percabangan simpodial, dan berwarna
coklat. Daun majemuk, letak berhadapan, berbentuk lonjong, tepi bergerigi, ujung
runcing, pangkal meruncing, tulang daun menyirip, panjang 5-7 cm, lebar 3-4 cm,
tangkai daun panjangnya 8-20 cm, dan berwarna hijau. Bunga majemuk, berkelamin dua,
letak di ujung cabang, tangkai silindris, panjang 8-15 cm. Benang sari silindris dan
berwarna putih kekuningan. Putik lonjong dan berwarna coklat muda. Buah berbentuk
bulat telur berwarna hijau., berdiameter 1 cm dan berwarna putih.
Mimba tumbuh baik di daerah panas, di ketinggian 1 700 m dpl. dan tahan cekaman air.
Di daerah yang banyak hujan bagian vegetatif sangat subur, tetapi sulit untuk
menghasilakn biji (generatif).
Perbanyakan melalui biji. Mimba berbunga pertama kali pada umur 2-3 tahun dan
berbuah pada umur 3-4 tahun. Umumnya tanaman mimba berbuah sekali setahun.
Buah mimba dapat dirontokkan, dipetik, maupun ditarik dari dahan- dahannya.
1. Bagian tumbuhan yang digunakan : Biji dan daun
Biji mengandung 25 senyawa limonoid dan daun mengandung 57 senyawa limonoid
dengan zat bioaktif utama azadiracktin (C35H44016). Zat bioaktif ini bekerja sebagai zat
penolak, pencegah nafsu makan, penghambat tumbuh, larvasida (untuk mengendalikan
larva), bakterisida (mencegah aflatoksin), mitisida (obat kudis), virisida (mengendalikan
virus mosaik pada tembakau), rodentisida, ovisida, spermatisida, fungisida, nematisida
dan moluskisida. Bahan aktif ini terdapat di semua bagian tanaman, tetapi yang paling
tinggi terdapat pada biji. Biji mengandung minyak 35-45%.
Di samping itu kandungan senyawa kimia lainnya, ekstrak biji dan daun mimba terdapat
3 golongan penting yaitu : azadirachtin, salanin, dan meliantriol, dan lain-lain. Ketiga
senyawa tersebut digolongkan ke dalam kelompok Tripernoid yang merupakan bahan
pestisida alami, tetapi yang paling efektif adalah azadirachtin (Kubo dan Klocke, 1981;
Paropuro, 1989).
Sinar matahari dapat menguraikan minyak mimba yang disemprotkan pada tanaman
dalam waktu seminggu. Namun pengaruh sistemiknya dapat diperpanjang sampai lebih
dari satu bulan dengan mengaplikasikan azadirachtin (senyawa aktif dari mimba) ke
dalam tanah.
Sifat penting azadirachtin adalah fitotiksisitasnya kecil atau tidak ada pada dosis efektif,
tidak toksik untuk manusia dan vertebrata lainnya, daya kerja utama adalah menekan
nafsu makan (antifeedant) untuk serangga hama.
Kematian hama sebagai akibat perlakuan mimba terjadi pada pergantian instar-instar atau
pada proses metamorfosis. Mimba tidak membunuh hama secara cepat tetapi
berpengaruh terhadap daya makan, pertumbuhan, reproduksi, proses ganti kulit,
menghambat perkawinan dan komunikasi seksual, penurunan daya tetas telur, dan
menghambat pembentukan kitin. Mimba juga berperan sebagai pemandul, mengganggu
proses perkawinan, menghambat peletakan telur, dan dapat bekerja
2. OPT sasaran
Penghisap polong, Riptortus linearis pada tanaman kedelai, penyakit busuk daun/pangkal
batang Phytophthora spp. pada berbagai tanaman hortikultura, penyakit antraknosa
Colletotrichum spp. pada tanaman buncis.
Mimba mampu mengendalikan sekitar 127 jenis hams dan mampu berperan sebagai
fungisida, bakterisida, nematisida, serta moluskisida (anti keong-keongan).
Jenis OPT utama yang dapat dikendalikan antara lain
Pada tanaman hortikultura
Ulat buah (cabai, tomat) : Helicoverpa armigera
Kutu daun (sayuran) : Aphid
Ulat daun kubis : Pluttela xylostella
Ulat krop (kubis) : Crocidolomia binotalis
Ulat tanah (sayuran) : Agrotis spp.
Pengorok daun (sayuran) : Liriomyza spp.
Kutu kentang : Empoasca fabae
Kutu kebul (sayuran) : Bemisia tabaci
Kutu (jeruk) : Panonychus citri,
Planococcus citri
Rebah kecambah (sayuran) : Rhizoctonia solani,
Sclerotium spp.
Ulat grayak (sayuran) : Spodoptera spp.
Nematoda : Meloidogyne spp.
Mediterranean fruit fly : Ceratitis capitata
(buah-buahan)
Layu fusarium (sayuran, : Fusarium oxysporum
buah-buahan)
Pada tanaman pangan
Wereng coklat (padi) : Nilaparvata lugens
Wereng hijau (padi) : Nephotettix virressens
Wereng zigzog (padi) : Sogatella furcifera
Belalang kembara : Lucusta migratoria
(padi, jagung, kedelai)
Ulat grayak : Spodoptera litura
Pada hama gudang
Kumbang : Callosobruchus chinensis
(kacang-kacangan) Corcyra cephalonica
Kumbang beras : Sitophilus oryzae
Khapra beetle : Trogoderma granarium
Lesser grain borer : Rhizopertha dominica
Tribolium sp.

Cara aplikasi
Setelah buah dipanen, daging buah yang masak sebaiknya dipisahkan dari bijinya dengan
cara mencucinya. Pengeringan dan penyimpanan biji mimba dapat dilakuan dengan
menjemurnya selama beberapa hari di bawah sinar matahari. Biji diratakan setipis
mungkin. Proses pengeringan yang kurang sempurna akan menyebabkan biji terserang
cendawan selama penyimpanan. Biji yang kering disimpan di tempat kering dalam wadah
yang teraliri udara, misalnya karung goni atau keranjang. Wadah yang tidak tembus udara
seperti kantong plastik kurang baik untuk menyimpan biji mimba.
Pemrosesan biji mimba
o Untuk membuat larutan semprot 10 liter diperlukan campuran air 10 liter dan 500
gram biji mimba. Sebelum dicampur, biji ditumbuk lalu diaduk di dalam air dan
dikocok dengan kuat. Campuran didiamkan paling sedikit 5 jam, atau sebaiknya
satu malam, supaya senyawa mimba terlepas dari bijinya ke dalam larutan air.
Ekstrak mimba dapat disemprotkan dengan menggunakan alat semprot,
sebelumnya partikel-partikel biji mimba harus disaring dari larutan untuk
mencegah penyumbatan nozle. Apabila tidak ada alat semprot, dapat
menggunakan kuas jerami. Dalam hal ini larutan tidak perlu disaring. Kuas
dicelupkan dalam larutan kemudian dipercikkan di atas tanaman sampai semua
daun basah. Efek senyawa mimba berlangsung selama 3 6 hari.
Untuk mengendalikan ulat buah (H. armigera) sebanyak 5 kg biji mimba ditumbuk
dibungkus dalam kain/serbet kemudian direndam dalam satu ember air selama 12
jam. Mimba yang terbungkus dalam serbet diperas. Dalam wadah lain larutkan 10
gram deterjen dalam 1 liter air, kemudian campurkan dalam larutan mimba. Encerkan
larutan dengan air sampai menjadi 100 liter larutan.
o Sebagai repellent, 500 gram biji mimba dilarutkan dalam 100 liter air dapat
melindungi tanaman 0,1 ha selama 2 minggu.
o Sebagai nematisida/fungisida pada terong. Di India dilaporkan bahwa dengan
mencampurkan pelet mimba 1-2 ton/ha pada saat pengolahan tanah dapat
mengendalikan tanaman terong dari serangan nematoda, penyakit bercak daun,
dan penggerek buah.
o Untuk mengendalikan hama secara umum (Kardinan, 2000) Bahan : daun mimba
8 kg, lengkuas 6 kg, serai 6 kg, deterjen 20
gram, air 20 gram.
Daun mimba, lengkuas, dan serai ditumbuk halus, kemudian diaduk merata
dalam 20 liter air, lalu direndam selama 24 jam. Keesokan harinya larutan
disaring dengan kain halus. Larutan hasil penyaringan diencerkan dengan 60 liter
air kemudian semprotkan pada tanaman.
o Untuk mengendalikan hama pada bawang merah
Bahan : daun mimba 1 kg, umbi gadung racun 2 bush, deterjen
sedikit, air 20 gram.
Daun mimba dan umbi gadung ditumbuk halus. Selanjutnya seluruh bahan
diaduk dengan 20 liter air dan diendapkan semalam. Keesokkan harinya larutan
disaring.
o Untuk mengendalikan hama gudang
Daun mimba ditumbuk sampai menjadi tepung/serbuk. Untuk 1 kg benih
diperlukan 1 gram tepung daun mimba. Campurkan secara merata. Dengan
perlakuan tersebut dapat melindungi benih dari serangga hama gudang sampai 6
bulan. Penggunaan tepung daun mimba dapat diterapkan pada biji-bijian untuk
keperluan konsumsi karena relatif aman bagi manusia dan hewan peliharaan.
o Manfaat lain
Selain sebagai bahan biopestisida, mimba juga berguna sebagai bahan sabun
mandi, pasta gigi, obat-obatan, sayuran, pengganti pakan ternak, bahan bakar, dan
sebagai tanaman hias.

Cengkeh (Syzygium aromaticum(L.) Merr dan Perry)
Nama daerah : Cengkeh
Tanaman cengkeh (Syzygium aromaticum) termasuk famili Myrtaceae.
Tanaman ini mempunyai sifat khas karena semua bagian pohon mengandung minyak,
mulai dari akar, batang, daun sampai bunga. Kandungan minyak pada bagian-bagian
tersebut bervariasi jumlahnya namun kadar minyak yang paling tinggi terdapat pada
bagian bunga. Komponen minyak cengkeh adalah eugenol, kariofilen, metil-n-amail
keton, seskwiterpenol dan naftalene.
1. Bagian tumbuhan yang digunakan : daun dan biji (bunga) yang mengandung minyak
atsiri metil eugenol.
2. OPT sasaran :
Penyakit busuk daun/pangkal batang Phytophthora spp. pada berbagai tanaman
hortikultura, hama lalat buah Dacus dorsalis, D.
umbosus.
Cara aplikasi
Senyawa metil eugenol yang berfungsi sebagai menarik serangga (attractant) dibuat dari
eugenol yang berasal dari tanaman cengkeh (daun, biji) melalui proses metilasi. Dalam
aplikasi pengendalian lalat buah di lapangan, metil eugenol diteteskan pada kapas (0,5
ml), dan ditempatkan dalam suatu perangkap yang digantung pada ranting tanaman, ajir
atau tiang panjat setinggi 1,5-2,0 meter dari permukaan tanah. Metil eugenol berperan
sebagai umpan untuk menarik lalat buah jantan ke dalam perangkap dan lalat buah
tersebut akan mati di dalam perangkap karena kelaparan dan kekeringan.
Berdasarkan percobaan yang dilakukan oleh PAU Ilmu Hayati ITB (1990 s.d. 1992) pada
tanaman nangka dan mangga dengan perlakuan; konsentrasi metil eugenol murni (0,5
ml); metil eugenol (50 %) dengan pelarut minyak sereh dan kombinasi metil eugenol (0,5
ml) + 2 ml ekstrak Azadirachta indices 0,1 % dengan jarak perangkap 1, 10, 25 meter
dari
tanaman, menunjukkan bahwa pada jarak satu meter antara perangkap metil eugenol
murni pada tanaman nangka dan mangga, jumlah lalat buah jantan yang
terperangkap/hari untuk setiap perangkap mencapai rata-rata 56,33 ekor dibandingkan
perangkap lain, akan tetapi pada jarak 10 meter jumlah lalat buah jantan yang
terperangkap hanya mencapai rata-rata 26,33 ekor per perangkap/hari.
Namun pada pengujian metil eugenol yang dikombinasikan dengan ekstrak Azadirachtin
indices 1 % (insektisida alami) ternyata mempercepat kematian lalat buah jantan yang
terperangkap, dibanding penggunaan metil eugenol murni.
3. Manfaat lain
Penggunaan cengkeh bervariasi diantaranya adalah sebagai pengawet bahan pangan,
bahan pencampur industri rokok, dan sebagai bahan baku industri minyak wangi
(parfum), obat-obatan (farmasi), bahan untuk membuat vanilin sintetis sebagai bahan
peledak (Ketaren, 1985)

Buah Nona (Annona reticulta L.)
Famili Annonaceae
Buah nona dapat tumbuh di dataran rendah dan sedang. Tinggi tanaman berkisar antara 5-
8 m, diameter daun kurang lebih 20 cm. Biji mulai tumbuh satu bulan setelah tanam.
Ukuran tajuk dari tanaman berumur 2-3 tahun sekitar 4,5 m. Tanaman ini mulai berbuah
pada umur 3-4 tahun, buahnya berdiameter 7-12 cm dengan berat sekitar 1 kg per buah.
Tanaman produktif dapat menghasilkan 45 buah per musim. Bagian tumbuhan yang
digunakan adalah biji. Buah mentah, biji, daun dan akarnya mengandung senyawa
annonain.
OPT sasaran : serangga gudang Callosobruchus chinensis.
Cara aplikasi

Untuk mengendalian hama gudang Callosobruchus chinensis Biji buah nona
dihaluskan dengan blender, kemudian diekstraksi dengan diethyl ether dalam soxhlet
pada temperatur 40
o
C selama 24 jam. Larutan ekstrak dituang ke dalam elenmeyer,
dan tambahkan natrium sulfat seperlunya. Kemudian larutan tersebut didiamkan
selama 24 jam. Larutan ekstrak disaring dengan kertas filter, dan diuapkan dengan
evaporator. Dari serbuk biji ini akan diperoleh 44% ekstrak biji. Ekstrak biji
dilarutkan dengan metanol, kemudian diulang sebanyak 3 kali. Hasil dari aplikasi 5,
10, dan 20 ug ekstrak biji per serangga dapat mematikan 45, 50, dan 100 % serangga
uji setelah 24 jam aplikasi (Putra Budiman, 1994).

Sirsak, Soursoup (Annona muricata L.)
Famili Annonaceae
Nama daerah
Deureujan (Aceh); tarutung olanda (Batak), durian batawi (Minang); jambu landa
(Lampung); nangka walanda (Sunda); nangka landa, nangka sabrang, mulwa landa
(Jawa); srikaya jawa (Bali).
Sirsak dapat tumbuh hampir di semua tempat sampai ketinggian 900 m dpl. Sirsak
merupakan pohan dengan tinggi dapat mencapai sekitar 8 m dan berakar tunggang.
Batang berkayu, bulat dan bercabang. Daun tunggal, bulat telur atau lanset, ujung
runcing, tepi rata, panjang antara 6 18 cm, dan berwarna hijau kekuningan. Bunga
tunggal terletak pada batang dan ranting, ukuran kelopak kecil, dan berwarna kuning
keputihan atau kuning muda. Buah majemuk, bulat telur, panjang 15 35 cm, diameter
10 15 cm, dan berwarna hijau. Biji bulat telur, keras dan berwarna hitam. Perbanyakan
dengan biji.
Bagian tumbuhan yang digunakan : daun dan biji. Berdasarkan informasi pakar dari Pusat
Kajian PHT, 1PB (Djoko Prijono), tumbuhan ini tidak terlalu aktif. Namun, beberapa
peneliti melakukan kajian tumbuhan ini sebagai biopestisida. Buah yang mentah, biji,
daun dan akarnya mengandung senyawa kimia annonain. Bijinya mengandung minyak 42
45 %, merupakan racun kontak dan racun perut. Bermanfaat sebagai insektisida,
repellent (penolak), dan antifeedant.
Dari tanaman sirsak telah berhasil diisolasi beberapa senyawa acetogenin antara lain akan
bersifat asimisin, bulatacin, dan squamosin. Pada konsentrasi tinggi, senyawa acetogenin
anti feedant bagi serangga, sehingga menyebabkan serangga tidak mau makan. Pada
konsentrasi rendah bersifat racun perut dan dapat menyebabkan kematian. Senyawa
acetogenin bersifat sitotoksik sehingga menyebabkan kematian sel. Bulatacin diketahui
menghambat kerja enzin NADH ubiquinone reduktase yang diperlukan dalam reaksi
respirasi di mitokondria.
o Hama belalang dan hama-hama lainnya. Beberapa serangga hama juga dilaporkan
efektif untuk dikendalikan dengan tanaman ini, al: Trips pada cabai, kutu daun
kentang (Macrosiphum solanifolii), Kutu daun krisan (Macrosiphoniella
sanborni), Kumbang merah (Aulocaphora
faveicollis) pada labu kuning, wereng coklat (Nilaparvata lugens), wereng
hijau (Nephotettix virescens) dan wereng zigzag (Sogatella furcifera) pada padi.
Cara aplikasi :
o Untuk mengendalian Thrips pada cabai
Daun sirsak 50 100 lembar, deterjen atau sabun colek 16 g dan air 5 l. Daun
sirsak ditumbuk halus lalu dicampur dengan deterjen dan 5 1 air dan setiap 1 1
larutan basil saringan diencerkan dengan 10-15 1 air. Larutan slap disemprotkan
ke seluruh tanaman cabai.
o Untuk mengendalian wereng padi
Daun sirsak satu genggam, rimpang jeringau satu genggam, bawang putih 20
siung, deterjen 20 g, dan air 20 l. Daun sirsak, rimpang jeringau dan bawang putih
ditumbuk atau dihaluskan. Seluruh bahan dicampur dengan deterjen kemudian
direndam dalam 20 1 air selama 2 hari. Setiap liter larutan hasil saringan dapat
diencerkan dengan 10 15 1 air.

Srikaya (Annona squamosa L.)
Famili Annonaceae
1. Srikaya merupakan perdu tahunan atau berupa pohon kecil dengan tinggi 2-7 m.
Tanaman ini tumbuh baik di daerah tropis dan subtropis di tanah berbatu, kering, dan
terkena cahaya matahari langsung. Srikaya dapat tumbuh pada ketinggian 1-800 m dpl.
Daun tunggak, kaku, bertangkai, letak berselingan, bentuk elips memanjang, ujung
tumpul, tepi rata, panjang 6 17 cm, lebar 2,5 7,5 cm dan berwarna hijau. Buah
majemuk berbentuk bola dengan garis tengah 5-10 cm, permukaannya berbenjol-benjol,
berwarna hijau, dan daging buahnya berwarna putih. Diantara daging buahnya terdapat
biji berwarna hitam mengkilat jika sudah masak. Akar tunggang. Perbanyakan tanaman
ini umumnya dengan biji.
2. Bagian tumbuhan yang digunakan : biji. Kandungan/senyawa aktif : Senyawa aktif utama
bersifat menekan nafsu makan (antifeedan) dan insektisida adalah asimisin dan
squamosin (golongan acetogenin. Tumbuhan dari keluarga annonaceae mengandung
alkaloid, karbohidrat, lemak (42-45 %), asam amino, protein, polifenol, minyak atsiri,
terpen, dan senyawa-senyawa aromatik seperti tumbuhan pada umumnya. Senyawa-
senyawa yang bersifat bioaktif dari kelompok tumbuhan annonaceae dikenal dengan
acetogenin.
Selain bijinya, bagian tanaman lain yang mengandung bahan aktif yang efektif sebagai
biopestisida adalah buah mentah, daun, dan akar. Kandungan aktif bekerja sebegai racun
kontak, racun perut, penolak (repellent), dan antifeedan.
3. OPT sasaran : hama gudang Callosobruchus arlalis.
4. Biji/kulit kayo dikeringkan, dikuliti, ditumbuk. Biji yang sudah berupa tepung direndam
dengan pelarut aquades atau etanol dalam alat ekstraksi. Kemudian disaring. Untuk
memperoleh ekstrak biji 4,5 1 diperlukan 7,5 kg biji. Ekstrak biji anona yang dibuat
dengan eter atau
petroleum eter dapat meningkatkan tingkat racunya sampai 50-1000 kali.
5. Selain untuk ulat daun kubis, biji dan daun tanaman ini dapat dimanfaatkan untuk
mengendalikan OPT antara lain :
Aphis gosypii, Epilachna varivestris, Aedes aegypti, Acalymma vittatum, dan Drosophila
melanogaster.
Serbuk daun srikaya dilaporkan dapat digunakan untuk mengendalikan hama gudang
1 % tepung srikaya yang dicampurkan dalam biji kacang hijau dapat mengendalikan
hama gudang Callosobrochus analis, karena dapat menghambat proses peletakan telur.

Tembakau (Nicotiana tabacumLinn)
1. Nama daerah :
Tembakau (Bengkulu); bakong (Aceh); bako (Gayo, Sunda, Jaws); mbako, yimbako
(Batak); bago, fanisa (Nias); tembaku (Lampung).
2. Tembakau merupakan tanaman semak semusim, ditanam di dataran rendah hingga
ketinggian 1-1.200 m dpl. Batang berkayu, bulat berbulu, diameter sekitar 2 cm, dan
warna hijau, daun tunggal, berbulu, bulat telur, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul,
panjang 20-50 cm, dan lebar 5-30 cm. Tangkai daun panjang 1-2 cm dan berwarna hijau
keputih-putihan. Bunga majemuk dan tumbuh di ujung batang. Kelopak bunga berbulu,
pangkal berlekatan, dan ujung terbagi lima. Tangkai bunga berbulu dan berwarna hijau.
Buah kotak, berbentuk bulat telur, berwarna hijau ketika masih muda, dan berwarna
coklat, serta berakar tunggang. Perbanyakan dilakukan dengan biji.
Bagian tumbuhan yang digunakan adalah daun dan batang. Umumnya yang digunakan
adalah daunnya. Tembakau mengandung bahan aktif alkoloid seperti anabarine,
anatobine, myosinine, nicotinoid, nicotelline, nicotine, nicotyrine, norcotine, piperidine.
Secara umum tumbuhan ini dikenal karena kandungan nicotinenya. Konsentrasi nicotine
tertinggi terdapat pada ranting dan tulang daun.
3. OPT sasaran :
Kutu, nematoda meloidagyrae incognitata, hama gudang seperti
Sitophilus oryzae, Tribolium castaneum, nyamuk dan beberapa penyakit
penting tanaman hortikultura
1. Cara aplikasi
Daun ditumbuk dan diekstraksi dengan aquades. Etanol dapat digunakan sebagai pelarut
organik. Aplikasi dilakukan dengan penyemprotan atau penghembusan.
Pada konsentrasi 1-2 % atau sekitar 10-20 g daun tembakau yang ditambah sekitar 0,1 %
deterjen (1 2 cc deterjen cair atau 1- 2 g deterjen padat) diaduk dalam 1 liter air atau
direbus, diendapkan semalam, dan siap digunakan sebagai biopestisida. Tepung daun
tembakau juga dapat digunakan untuk mengendalikan hama gudang ataupun digunakan
secara dusting (pengebutan) di lapangan
2. Manfaat lain
Air perasan tembakau digunakan untuk membersihkan luka yang kotor (sebagai bahan
atiseptik). Bijinya juga dapat digunakan sebagai minyak cat.

Mindi (Melia azedarach L.)
Famili meliaceae
1. Nama daerah :
Grinnging, mindi (Jawa), renceh (Batak).
2. Mindi berupa pohon, bercabang, dan tinggi dapat mencapai 20 m, tumbuh pada
ketinggian 1-1.100 m dpl. Kulit batang berwarna coklat tua. Daun majemuk menyirip
ganda, tumbuh berseling, dan panjang tiap tangkai berkisar 20 sampai 28 cm. Anak daun
berbentuk bulat telur, tepi bergerigi, ujung runcing, pangkal membulat atau tumpul,
panjang 3-7 cm, lebar 1,5-3 cm, warna permukaan atas hijau tua dan permukaan bawah
hijau muda. Bunga majemuk, bentuk malai, panjangnya 1-20 cm, dan keluar dari ketiak
daun. Perbanyakan tanaman dilakukan dengan biji.
3. Bagian tumbuhan yang dapat digunakan adalah daun dan biji. Daun dan
biji mindi mengandung/senyawa aktif meliacin (limonoid) yang juga beracun terhadap
manusia. Mindi dapat digunakan dengan cara menghaluskan lalu mencampurnya dengan
air atau pelarut lain seperti eter dan alkohol. Daun dapat menghambat susunan syaraf
serangga dan mengganggu sistem repirasi/pernafasan serangga serta menolak serangga.
4. OPT sasaran :
Kutu, Myz-us persicae; belalang (semua jenis termasuk belalang kembara Locusta
migratoria); nematode Meloidogyne penyakit bercak daun Helmintos sporium sp.; wereng
batang coklat dan wereng daun padi, ulat
grayak, Spodoptera litura; hama gudang seperti, Tribalium castaneum, dan sebagainya.
Biji mindi dengan konsentrasi sekitar 5 % yang dilarutkan dalam air dan ditambah sedikit
deterjen dapat digunakan sebagai insektisida. Sekitar 50 g daunnya yang direndam dalam
satu liter air dengan sedikit deterjen dan diendapkan semalam dapat digunakan sebagai
insektisida. Tepung daun atau biji pada konsentrasi 1-2 % dapat mengendalikan hama
gudang.



Piretrum (Chrysanthemum cinerariafoliumTrev.)
Merupakan tumbuhan semak tinggi 20-70 cm, batang berkayu bulat, daun majemuk, panjang
helai daun 6-15 cm, bunga majemuk, bentuk bonggol, mahkota melingkar putih, buah kotak
bentuk jarum, warna kuning,
perbanyakan dengan pemisahan anakan.
Piretrum dapat untuk mengendalikan OPT hama gudang dengan
konsentrasi 0,5% (membunuh) dengan menghambat peletakan dan penetasan telur (310
ppm).
Bagian tumbuhan yang digunakan bunga dalam bentuk tepung dengan menumbuk atau
menggiling bunga piretrum mengandung bioaktif piretrin yang bekerja sebagai racun syaraf.
Serangga terkena pirerin akan menunjukkan gejala kelumpuhan-kematian. Daya kerja
piretrin berkorelasi negatip dengan suhu artinya makin rendah temperatur suatu daerah akan
mengakibatkan daya racunnya meningkat. Piretrin yang ditanam di dataran tinggi (topografi
tanah makin tinggi) kandungan bioaktifnya juga semakin banyak.

Babadotan (Ageratum conyzoides L)
Merupakan tumbuhan herba setahun tinggi 30-90 cm, tumbh tegak batang bawah terbaring,
batang buat berambut panjang dan bercabang, daun tunggal-bertangkai-bentuk bulat telur-
tepi bergerigi-ujung runcing-pangkal membulat, panjang 3-4 cm-letak berhadapan bersilang-
berwarna hijau. Dapat tumbuh sampai ketinggian 2100 m dpl, ladang tandus, padang
rumput,pinggir jalan. Perbanyakan melalui biji dan bila batang menyentuh tanah akan keluar
akar dan tumbuh.
Bagian tumbuhan yang digunakan daun dengan menumbuk atau menggiling dicampur
metanol 1%+tepung terigu, mengandung bioaktif saponin-flavanoid-polifenol-minyak atsiri
bersifat kontak yang menyebabkan terhambatnya pertumbuhan larva menjadi pupa.

Bitung (Barringtonia acutangula BL)
Merupakan tanaman tahunan, tingginya dapat mencapai 17 m, dapat tumbuh sampai
ketinggian 800 m dpl. Bunganya dan daunnya yang indah/rindang menyebabkan tanaman ini
juga digunakan sebagai tanaman hias. Hanya tumbuh di pantai yang berpasir dan berkarang.
Bunga berambut putih dan kemerahan, buah berbentuk segi empat sebesar kepala orang
dewasa.
Bagian tumbuhan yang digunakan biji yang mengandung bioaktif saponin dan triterpenoids
bersifat kontak sebagai racun perut. Biji dibuat dalam bentuk tepung dengan menumbuk atau
menggiling eksrtak akan menghambat pertumbuhan larva Cricula trifenestrata menjadi pupa
dan menghambat produksi telur 60 %. Tepung biji bitung dicampur tepung terigu 10%
mampu menolak populasi serangga Sitophilus sp sampai 80%; serta membunuh sebesar 60%.

Jeringau (Acorus calamus L)
Merupakan tumbuhan herba menahun tinggi 75 cm, hidup pada tempat lembab seperti rawa
dan air pada semua ketinggian. Batang basah-pendek-
membentuk rimpang-warna putih kotor, daun tunggal-bentuk lanset-ujung runcing-tepi rata-
panjang 60 cm-lebar 5 cm, warna hijau, bunga majemuk bentuk bonggol-ujung meruncing.
Perbanyakan stek batang-rimpang-tunas yang muncul dari buku rimpang. Akar serabut.
Bagian tumbuhan yang digunakan rimpang dalam bentuk tepung dengan dicincang-
dikeringkan-ditumbuk serta minyak dengan mengekstrak rimpang, yang mengandung
asarone 82%, koamenol 5% kolamen-metil eugenol. Sebagai penolak serangga (repelent),
antifeedant (penurun nafsu makan), antifertilitas (pemandul), tepung untuk melindungi hasil
panen digudang 1-2 kg dicampur 100 kg biji. Rimpang untuk mengendalikan kutu daun,
rayap dan walang sangit.

Saga (Abrus precatorius L)
Merupakan tumbuhan perdu memanjat dapat hidup 1-1.000 m dpl, batang kecil tinggi
mencapai 2-5 m, tumbuh baik di daerah kering dan terlindung, bunga kecil mahkota kupu-
kupu warna ungu muda, buah polong warna hjau-kuning bila masak buah menjadi kering
berwarna hitam dan pecah sendiri. Polong berisi 3-6 butir. Biji berbentuk bulat lonjong-
keras-warna merah mengkilap berbecak hitam yang dapat digunakan untuk perbanyakan.
Bagian tumbuhan yang digunakan adalah mengandung bioaktif tanin dan toksalbumin daya
kerja seperti racun ular. Biji diubah dalam bentuk tepung dengan menumbuk atau
menggilingnya. Biji saga bersifat racun bila tepungnya bersentuhan dengan luka pada OPT.
Biji saga diekstrak dengan air atau aseton bersifat racun perut bagi serangga, ditambah
tepung terigu konsentrasi 5% mampu mengendalikan hama gudang Sitophilus sp selama
Serai wangi (Andropogon nardus L)
Merupakan tumbuhan herba menahun jenis rumput-rumputan, tinggi 50- 100 cm, daun
tunggal-berjumbai-panjang 1 m lebar 1,5 cm-tepi kasar- tajam-tulang daun sejajar-
permukaan atas dan bawah berambut, batang tidak berkayu-beruas pendek-warna putih,
bunga majemuk terletak dalam satu tangkai-warna putih, buah pipih warna putih kekuningan,
biji bulat panjang warna coklat, akar serabut perbanyakan dengan pemisahan tunas dan
anakan.
Bagian tumbuhan yang digunakan batang dan daunnya dihaluskan lalu dicampur dengan
pelarut mengandung bioaktif minyak atsiri. Campuran abu daun (mengandung 49% silika)
dapat membunuh serangga hama gudang dan menghambat peletakan telur. Abu daun serai
akan menyebabkan luka pada kulit serangga yang menyebabkan serangga menerus
kehilangan cairannya (desikasi)

Kamalakian (Croton tigliumLinn)
Merupakan tumbuhan bentuk pohon, yang mampu berbunga setelah umur 15 bulan. Tanamn
ini diperbanyak dengan biji berwarna coklat-keabu- abuan bentuk persegi.
Bagian tumbuhan yang digunakan biji dan kayunya, meskipun seluruh bagian tanaman
utamanya biji terasa pedas. Ricinin merupakan bioaktif yang terdapat di tanaman ini.
Penggunaan tanaman ini relatif, harus lebih hati-hati karena juga dapat berfungsi sebagai
obat pencuci perut manusia (pencahar). Tanaman ini biasaanya dipakai sebagai racun ikan,
kayunya dapat dibakar untuk mengusir hama karena dapat membuat radang mata, bioaktif
ricinin sekitar 50%.
Dapat dimanfatkan sebagai insektisida untuk berbagai jenis serangga karena hampir semua
serangga hama dapat terusir bahkan mati akibat peradangan mata.

Suren (Toona sureni Merr)
Merupakan pohon berkayu tinggi mencapai 20 m dapat tumbuh pada ketinggian 1-2.000 m
dpl, kulit batang berbau tajam, perbanyakan dengan biji.
Bagian tumbuhan yang digunakan daunnya mengandung bioaktif surenon- surenin-
surenolakton, kulit batangnya berbau tajam dapat berperan sebagai pengusir hama.
Sebagian petani menancapkan daunnya dipinggiran sawah untuk menghalau walang sangit,
ditumpang sari dengan sengon untuk menghindari hama kupu kuning (Eurema blanda), dapat
menghambat pertumbuhan (growth inhibitor), dan penolak makan (antifeedant) yang
diujikan pada aktivitas serangga Bombyx mori pada pohon pinus.

B. Kelompok Tumbuhan Antraktan
Daun Wangi (Melaleuca bracteata L)
Merupakan pohon mencapai tinggi 12 m, batang berkayu bercabang banyak, daun tunggal-
ujung dan pangkal runcing-tepi rata-warna hijau keputihan, bunga majemuk tumbuh diketiak
daun, buah kotak-bentuk lonceng-diameter 6 mm warna putih kotor, akar tunggang, dapat
tumbuh 1-1.500 m dpl makin tinggi kandungan aktif banyak, perbanyakan dengan biji.
Bagian tumbuhan yang digunakan daun mengandung metil eugenol (C12H14O2) hasil
penyulingan 1,14% volume dari bahan.
OPT yang dikendalikan : Pemikat hama lalat buah jantan (Bactrocera
dorsalis), sehingga betina tidak dikawini, daun wangi : air = 1:10. Larutan
diendapkan semalam lalu diperas, cara lain dengan penyulingan. Metil eugenol
diberikan/diteteskan pada kapas yang diletakkan di dalam perangkap serangga, sebagai
penarik serangga jantan.

Selasih (Ocimum basilicumL., O. sanctum) Famili Labiatae
1. Nama daerah
Selasi (Sunda); selasih, telasih (Jawa); Amping, kukuru (Minahasa).
1. Deskripsi tumbuhan
Selasih dapat tumbuh di tempat lembab dan teduh pada ketinggian 450 1100 m dpl..
Selasih merupakan tanaman semak semusim dengan tinggi antara 30 150 cm dan
berakar tunggang. Batang berkayu, berbentuk segi empat, beralur, bercabang, berbulu,
dan berwarna hijau tua atau hijau tua kecoklatan. Daun tunggal, berbentuk bulat telur,
ujung runcing, pangkal tumpul, tepi bergerigi, tulang daun menyirip, panjang I 5 cm,
lebar 6 30 mm dan berwarna hijau keunguan.
Bagian tumbuhan yang digunakan : biji dan daun yang mengandung juvocimene yang
bersifat sebagai pengganggu perkembangan serangga, selain juga mengandung metil
eugenol yang bersifat sebagai atraktan.
2. OPT sasaran : ulat krop kubis (Crocidolomia binotalis)
3. Cara aplikasi
Ekstrak biji selasih bersifat toksik terhadap larva ulat krop dalam waktu 48 jam setelah
perlakuan dengan tingkat kematian mencapai 11,4 % (Susniahti, N., 1999).
Untuk pemikat lalat buah, daun dihaluskan lalu dicampur dengan air. Hasil yang lebih
efektif akan diperoleh apabila disuling terlebih dahulu sehingga akan diperoleh minyak
atsirinya.
4. Manfaat lain
Secara tradisional selasih dimanfaatkan sebagai obat penawar racun dan peluruh air seni.


Selasih Hijau (Ocimum tenuiflorumLinne )
Merupakan tumbuhan perdu-tegak-bercabang banyak tinggi 1-1,5 m, batang berkayu hijau
kecoklatan-bercabang-beranting, daun bulat-tepi bergerigi-berbau tajam-pedas-hijau, daun
mahkota warna keputihan, biji coklat. perbanyakan dengan pemisahan biji.
Bagian tumbuhan yang digunakan daun dan bunga yang mengandung bioaktif metil eugenol
(C12H14O2). Daun selasih hijau mempunyai kandungan lebih sedikit dari selasih ungu,
tetapi mempunyai kandungan eugenol sehingga bersifat fungisida (anti penyakit tanaman
oleh cendawan). Selasih bekerja sebagai pemikat (attractant) hama lalat buah jantan jambu
batu (Dacus spp.) sehingga betina tidak dikawini. Pemikat dibuat dengan cara yang sama
seperti pada Melaleuca di atas, yaitu daun selasih : air = 1:1 diendapkan semalam lalu
diperas; atau dengan cara lain yatiu dengan penyulingan. Minyak sulingan daun selasih
mampu memikat lalat buah selama 1 bulan.


Trengguli (Cassia fistula L. )
Merupakan pohon tinggi mencapai 15 m, batang berkayu bulat-bercabang, daun majemuk,
panjang helai daun 15-40 cm, bunga majemuk-menyirip genap-bulat telur-kuning-bertandan
pada ketiak daun. Buah berpolong- bulat panjang-warna coklat, biji bulat-warna coklat, akar
tunggang perbanyakan dengan biji.
Bagian tumbuhan yang digunakan hanya bunganya yang diekstrak dan belum diketahui
secara pasti persentase kandungan metil eugenol dari hasil penyulingan.
OPT yang dikendalikan : Pemikat hama lalat buah jantan jambu batu (Dacus spp.) sehingga
betina tidak dikawini, daun bunga trengguli : air = 1:1+sedikit deterjen larutan diendapkan
semalam lalu diperas, atau dilakukan penyulingan terlebih dahulu untuk mendapatkan metal
eugenolnya.

Gadung KB (Dioscorea composita L )
Merupakan tumbuhan herba merambat, hidup pada ketinggian 1-800 m dpl panjang sampai
10 m, batang lunak-bentuk segiempat-diameter 2-4 mm, membentuk umbi, daun tunggal-
bentuk perisai, bunga majemuk- bentuk bulat pada ketiak daun-warna ungu, buah bentuk
lonjong- berdaging-diameter 2 cm coklat, akar serabut, perbanyakan dengan potongan umbi.
Bagian tumbuhan yang digunakan umbi yang dilumatkan lalu dicampur dengan umpan,
kandungan bioaktif berupa steroid. Keuntungan dengan umpan gadung KB karena
menghindari terjadinya jera umpan (bait shyness) pada tikus, karena tidak menimbulkan
kematian dan kelainan pada metabolisme tubuh pencernaan.
Umbi gadung dicampur pelet (dedak+tepung ikan) konsentrasi 10% mampu membuat mencit
mandul sampai 90%.


Gadung Racun (Dioscorea hispida Denst )
Merupakan tumbuhan herba merambat, hidup pada ketinggian 1-800 m dpl panjang sampai
10 m, batang lunak-bentuk segiempat-diameter 2-4 mm, membentuk umbi, daun tunggal-
bentuk perisai, bunga majemuk- bentuk bulat pada ketiak daun-warna kuning, buah bentuk
lonjong- berdaging-diameter 2 cm coklat, akar serabut, perbanyakan dengan potongan umbi.
Bagian tumbuhan yang digunakan umbi yang dilumatkan lalu dicampur dengan umpan,
kandungan bioaktif alkaloid.
Bubuk kering umbi gadung yang diekstrak dengan etanol, mempunyai nilai LD50 sebesar
580 ppm untuk tikus putih jantan, dan 540 ppm tikus putih betina. Pengaruh umbi racun
terhadap tikus dan babi yaitu menyebabkan muntah darah, sesak nafas, pusing dan kematian.
Tagari Usar- (Dianella sp )
Merupakan tumbuhan herba menahun tinggi 75 cm dan berakar serabut, hidup pada tempat
lembab seperti rawa hutan pada semua ketinggian. Batang basah-pendek-membentuk
rimpang-warna kuning kotor, daun tunggal-bentuk lanset-ujung runcing-tepi rata-panjang 60
cm-lebar 5 cm warna hijau, bunga majemuk bentuk bonggol-ujung meruncing. Perbanyakan
stek batang-rimpang-tunas yang muncul dari buku rimpang. Kandungan bioaktif alkaloid 5-
20% banyak terdapat di bagian rimpang.
Bagian tumbuhan yang digunakan rimpang. Sebanyak 30 gram rimpang dicuci bersih lalu
ditumbuk atau diblender, tambahkan air 50 ml peras hingga air kuning-kecoklatan keluar
dicampur dengan beras 150 gram, rendam 24 jam rendaman beras ditiriskan-disaring. Beras
kuning dikering anginkan selama 12 jam, setelah kering siap digunakan sebagai umpan tikus
ladang, tikus rumah dan tikus sawah.

C. Kelompok TumbuhanMoluskisida Nabati
Tefrosia (Tephrosia vogelii Hook )
Merupakan tumbuhan perdu tahunan-tumbuh tegak-bercabang banyak- tinggi 3-5 m dapat
tumbuh pada ketinggian 300-1200 m dpl, tahan terhadap pemangkasan, berdaun lebat. Biji
kecil-keras-warna hitam, akar tunggang, batang berkayu bulat, daun warna hijau, tanaman ini
mudah dibudidayakan dan tidak memerlukan pemeliharaan khusus, perbanyakan dengan biji.
Selain sebagai moluskisida, daunnya juga dapat digunakan sebagai pupuk hijau (kompos).

Bagian tumbuhan yang digunakan daun dengan menghaluskan lalu dicampur dengan air atau
pelarut lain, bioaktif 5% rotenon yaitu tephrosin dan deguelin.
Ekstrak daun tefrosia sangat beracun pada keong mas, konsentrasi 1% dalam air ditambah
sedikit deterjen merupakan antifeedant terhadap hama penggerek polong kacang-kacangan.

Tuba (Derris eliptica (Roxb,) Benth )
Merupakan tumbuhan perdu memanjat dengan tinggi dapat mencapai 10 m, batang berkayu
bulat-bercabang monopodial, daun majemuk, panjang helai daun 15-25 cm lebar 5-8 cm.
Berbunga majemuk-bentuk tandan- berambut-mahkota bentuk kupu-kupu ungu, buah polong,
akar tunggang, dapat tumbuh 1-700 m dpl tumbuh liar semak-belukar-pinggiran sungai,
perbanyakan dengan stek batang, saat panen terbaik pada umur 2 tahun.
Bagian tumbuhan yang digunakan akar dalam bentuk segar dengan cara ditumbuk lalu
diaduk dengan air, diiris-iris-dikeringkan-dibuat tepung, kandungan bioaktif rotenon
(C23H22O6) sekitar 12 % pada akarnya bersifat racun kontak dan perut tidak sistemik dan
mudah terurai oleh sinar matahari, mudah diekstrak dengan air atau eter.
10 cc ekstrak akar+0,1% deterjen sangat beracun pada jenis siput, dengan dosis 350 mg/kg
berat badan (setara dengan 350 ppm) dapat mematikan 50% dari populasi mencit yang diuji
(LD50). Rotenon bekerja sebagai racun syaraf dan mengganggu sistem metabolisme OPT
sasaran, sehingga serangga yang teracuni akan mati kelaparan karena antara lain ia tidak akan
dapat menggerakkan/kelumpuhan syaraf mulut. Pada konsentrasi 17,51 ppm ekstrak akar
tuba merupakan LD50 untuk hama gudang C.
analis.

Sembung (Blumea balsamifera (L) DC)
Merupakan tumbuhan perdu-tumbuh tegak, tinggi mencapai 4 m, batang berambut halus,
daun tunggal-tumbuh berseling, pangkal dan ujung daun lancip-pinggir bergerigi, panjang
helai daun 8-40 cm lebar 2-20 cm permukaan atas kasar-bawah halus beludru, bunga
majemuk-malai keluar dari di ujung cabang, buah sedikit melengkung panjang 1 mm, dan
berakar tunggang, perbanyakan dengan biji, dapat tumbuh tanah berpasir ketinggian 1-2.200
m dpl banyak ditemui di kebun dan pekarangan petani. Bagian tumbuhan yang digunakan
daun dengan jalan menghaluskan lalu mencampurnya dengan air atau pelarut lain,
mengandung bioaktif borneol, sineol, limonen, dimetil eter floroasetofenon.

Sembung dapat digunakan untuk mengendalikan hama keong mas, yaitu dengan konsentrasi
1% larutan daun sembung dalam air ditambah sedikit deterjen ( 0,1 % deterjen cair) mampu
mematikan 50% keong mas mati.



D. Kelompok Tumbuhan Pestisida Serba Guna
Jambu Mete (Anacardium occidentaleL)
Merupakan pohon dengan tinggi mencapai 12 m, batang berkayu bulat- bergetah, daun
tunggal-bulat telur-pertulangan menyirip, bunga majemuk bentuk malai terletak diketiak
daun dan diujung batang, buah sejati keras seperti ginjal buah semu merupakan tangkai buah
yang membesar- berdaging tebal-berair-berserabut-rasa sepet, biji bulat panjang, akar
tunggang, perbanyakan dengan biji dan cangkokan dapat tumbuh pada ketinggian 1-600 m
dpl.
Bagian tumbuhan yang digunakan kulit buah semu dengan diekstrak menjadi 25% Cashew
Nut Shell Liquid (CNSL). Kandungan bioaktif CNSL adalah 90% asam anakardat dan 10%
kardol, yang dapat digunakan sebagai insektisida-bakterisida-fungisida.
Populasi ulat jambu mete, Cricula trifenestrata dapat ditekan dengan mengaplikasikan CNSL
1-2 % yang diencerkan dengan aseton dan menghambat penetasan telurnya.

Lada Sahang (Piper nigrumL)
Merupakan tanaman herba tahunan hidup pada ketinggian 1-600 m dpl dan tumbuh
memanjat. Batang lada bebrentuk bulat-beruas-bercabang- punya akar pelekat, daun tunggal-
bentuk bulat telur, dengan panjang helai daunnya antara 5 sampai 8 cm. Bunga majemuk-
bentuk bulir- menggantung. Buah bulat, berwarna hijau saat muda menjadi merah saat
tua. Biji bulat warna putih kehitaman. Sistem perakarannya berupa akar tunggang,
perbanyakan dengan stek batang.
Bagian tumbuhan yang digunakan biji dengan menumbuk dan menghancurkan menjadi
bentuk tepung atau ekstraksi biji bersifat kontak sebagai racun saraf serangga, menimbulkan
gejala kelumpuhan-kematian, kandungan bioaktif alkaloid-methylpyrolie-piperovatine-
chavincine- piperdine-piperine yang dapat berfungsi sebagai insektisida-fungisida-
nematisida, konsentrat lada dapat meningkatkan daya racun piretrin.
Bubuk lada dapat digunakan untuk menanggulangi hama gudang, konsentrasi 0,5% ekstrak
lada dapat bersifat toksik pada serangga hama tanaman.


Jarak (Ricinus communis L)
Merupakan tumbuhan perdu setahun dapat tumbuh sampai 800 m dpl, dengan tinggi dapat
mencapai 6 m. Batangnya bulat licin, berongga- berbuku-berwarna hijau-kemerahan,
daunnya tunggal ujung meruncing tepi bergerigi warna hijau, bunga majemuk-warna kuning
oranye, buah bulat-berduri lunak warna hijau berkumpul dalam tandan 3 ruangan- setiap
ruangan berisi 1 biji. Perbanyakan tanaman ini dengan biji.
Semua bagian tumbuhan beracun untuk nematoda-cendawan-serangga kandungan bioaktif
ricin 80-90% dan sisanya minyak castor. Dengan konsentrasi 10%, ekstrak daun jarak
mematikan nematoda, bungkil jarak 0,1% pada tanah mengakibatkan kematian nematoda
parasit Pratylenchus brachyurus 61% pada tanaman nilam. Ekstrak daun 50-100
gr dalam 1 liter air ditambah sabun cair diendapkan 1 malam, kemudian diperas dan disaring
lalu disiramkan pada tanaman dapat untuk mengendalikan cendawan-nematoda-hama yang
ada di dalam tanah.
Kecubung (Datura patula)
Merupakan tumbuhan perdu tahunan hidup semua tingkat topografi, 0,5-2 m, batang berkayu
bulat dan bercabang, daun berhadapan bulat telur, bunga tunggal berbentuk terompet, buah
kotak berbentuk bulat berduri, biji banyak kecil-kecil berwarna coklat tua.
Bagian tumbuhan yang digunakan adalah daun dan bijinya yang mengandung bioaktif
scopolamine 80%, hyoscyamine 15%, alkaloid 0,5%. Bahan bioaktif yang terkandung di
dalam tanaman ini dapat berfungsi sebagai racun serangga-penolak atau pengusir serangga,
racun tikus dan antivirus (antiviral)
Remasan daun kecubung mengakibatkan kematian mencit percobaan (Mus
musculus), tumbukan biji kecubung menjadi racun kontak hama daun
kelapa (Brontispa longissima)