Anda di halaman 1dari 3

13.

755 Rumah di Banten Masih


Terendam Banjir
Evakuasi warga yang masih terisolir masih terus dilakukan.
MINGGU, 15 JANUARI 2012, 13:37 WIB
Eko Priliawito, Nina Rahayu
VIVAnews - Ribuan rumah warga di Serang, Pendeglang, dan Lebak, Banten masih terendam air banjir akibat luapan air sungai.
Banjir sudah menggenangi rumah warga sejak Jumat kemarin, 13 Januari 2012. Saat ini, warga mulai kekurangan bahan makanan
dan air bersih.

Luapan air Sungai Ciujung, Ciliman, Cimandiri, dan Cilemer, telah memicu banjir setinggi 30 cm sampai 5 meter. Salah satunya
seperti yang terjadi di daerah Ciujung, Kabupaten Serang, Banten.

Seperti disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten, Suyadi Wiratmaja, tidak hanya
banjir, tanah longsor juga terjadi di Jalan Banten - Citorek sepanjang 1 km, dan menyebabkan satu rumah tertimbun.

"Total rumah yang terendam air banjir sebanyak 13.755 unit, yang tersebar di 97 desa di 29 kecamatan," kata Suyadi, Minggu, 15
Januari 2012.

Rumah yang terendam di Kabupaten Lebak sebanyak 3.108, yang tersebar di 58 desa, dan di Kabupaten Pandeglang ada 9.770
rumah dan 1.939 hektar sawah di 33 desa. Di Kabupaten Serang, ada 877 rumah di enam desa yang terendam air.

Hingga kini terus dilakukan penangan khusus oleh Badah Nasional Penanggulangan Bencana dan BPBD sebagai upaya tanggap
darurat bencana. Penanganan darurat, baik manajemen maupun pengerahan logistik, dan peralatan terus dimaksimalkan.

"Kami terus berusaha mengevakuasi warga yang masih terisolir. Kami sudah kekurangan air bersih. perlengkapan tidur, dan
perlengkapan anak," kata Suyadi lagi.
Seluruh personel penanggulangan bencana, termasuk relawan di daerah dilibatkan. Sementara jumlah warga yang mengungsi
masih dalam pendataan. Kerugian juga belum dapat ditaksir. Terbatasnya jumlah peralatan evakuasi menjadi kendala tersendiri
yang saat ini dihadapi aparat.

Kapal Kargo Korsel Tenggelam, Tiga Tewas
Jaenal Abidin
Liputan6.com, Seoul: Pihak berwenang mengatakan sebuah kapal kargo Korea Selatan telah tenggelam setelah
diguncang sebuah ledakan di lepas pantai barat negara itu. Seperti dikutip Associated News, Ahad (15/1), insiden ini
menewaskan tiga orang awak kapal dan delapan lainnya dinyatakan hilang.

Petugas penjaga pantai Ko Jae-young mengatakan, sebanyak 11 awak kapal dari Korsel dan lima awak dari
Myanmar berada di kapal seberat 419 ton itu, ketika ledakan terjadi. Hingga saat ini, penyebab ledakan pun masih
belum diketahui. Ko mengatakan, lima orang berhasil diselamatkan dan tim penyelamat masih berusaha untuk
menemukan korban yang hilang.

Menurut Ko, kapal tersebut biasanya membawa bahan kimia, tapi kapal itu kosong saat tenggelam. Insiden itu terjadi
relatif cukup jauh dari perbatasan laut yang masih tegang dengan Korea Utara dan penjaga pantai juga tidak
mencurigai bahwa Korut terlibat dalam insiden ini. Sebelumnya, Korut juga dituduh meluncurkan torpedo ke kapal
perang Korsel pada 2010, hingga menewaskan 46 pelaut. Korut pun telah membantah terlibat kasus
tersbeut.(JAY/IAN)

70 Korban Kapal Pesiar Italia Masih Hilang
Jaenal Abidin
Liputan6.com, Tuscany: Kapal pesiar mewah Costa Concordia, yang dikenal wisatawan Malta bernama Grand
Harbour, tenggelam di Pulau Giglio, lepas Pantai Tuscany, Italia, pada Sabtu (14/1) malam waktu setempat. Laporan
awal mengatakan delapan orang tewas selama evakuasi dan 15 terluka. Namun, total korban tewas direvisi menjadi
tiga orang saat dikonfirmasi pada 09.30 pagi waktu setempat.

Pada pukul 01.00 siang, sekitar 70 orang masih dinyatakan hilang, tetapi kemungkinan korban hilang masih bisa
selamat karena insiden terletak dekat Pulau Giglio. Kapal membawa 4.000 penumpang di kapal pesiar yang memulai
perjalanan dari Kota Roma. Seorang juru bicara untuk SMS, agen lokal Costa lines, mengatakan perusahaan tak
punya pemesanan untuk pesiar ini.

Menurut laporan harian Messaggero, Ahad (15/1), para korban diyakini melompat ke laut dengan panik ketika kapal
mulai miring. Salah satu korban adalah seorang pria berusia 70-an. Ia meninggal karena serangan jantung akibat
terlalu kaget ketika melompat ke dalam air sedingin es. Lebih dari tiga puluh orang juga terluka dalam kecelakaan itu
dan beberapa di antaranya cedera serius.

Sebagian besar 3.200 penumpang dan 1.000 anggota kru berhasil dengan cepat dievakuasi, namun penjaga pantai
masih berjuang menyelamatkan sekitar 200 orang yang terjebak. Helikopter dengan lampu sorot juga sudah
dikerahkan untuk membantu tim penyelamat [baca: Kapal Pesiar Tenggelam, Tiga Tewas].

"Sekitar pukul 8.00 malam waktu setempat, kapal yang memiliki panjang 290-meter itu tenggelam dengan kemiringan
20 derajat. Hal itu dikarenakan para penumpang berkumpul di pinggiran kapal untuk menaiki sekoci," kata penjaga
pantai dalam sebuah pernyataan.

Penumpang mengaku mendengar ledakan besar dan awalnya mereka diinformasikan kapal terpaksa dihentikan
untuk alasan listrik, sebelum diberitahu untuk mengenakan jaket penyelamat mereka. Demikian pengakuan seorang
penumpang dari kapal itu kepada kantor berita ANSA melalui telepon. Kapal itu kemungkinan menabrak
karang.(TimesofMalta.com/JAY/AIS)

Banjir Menyebabkan Jalan Tol Jakarta-Merak Lumpuh
Tim Liputan 6 SCTV
Liputan6.com, Serang: Hingga saat ini jalan tol Tangerang-Merak lumpuh total akibat meluapnya Sungai Ciujung di
KM 25 yang menyebabkan bajir melintasi jalan tol.

"Aktivitas jalan tol terganggu total karena kendaraan dari arah Jakarta ke Merak dan sebaliknya, sejak pukul 06.00
Wib tidak bisa melintas," kata Humas PT Marga Mandala Sakti (MMS) Hari Wirakusumah di Serang, Minggu (15/1).

Menurutnya, banjir yang disebabkan meluapnya air Sungai Ciujung terjadi sejak Sabtu (14/1) petang, hingga saat ini
ketinggian air mencapai sekitar 1,2 meter. Akibat banjir tersebut selain memotong arus kendaraan, juga
mengakibatkan ratusan warga sekitar sungai tersebut mengungsi di jalan tol.

"Satu lajur tol kami gunakan untuk menampung warga karena pemukiman mereka kebanjiran. Sedangkan kendaraan
dari Jakarta keluar gerbang Balaraja dan dari arah Merak harus balik arah atau keluar Serang," kata Hari.

Pihaknya belum memperhitungkan nilai kerugian akibat bajir tersebut. Ia menyebutkan, banjir yang terjadi akibat
luapan sungai Ciujung tersebut hampir sama dengan yang terjadi Tahun 2001 lalu. (Ant/Ais)