Anda di halaman 1dari 2

SAMBUTAN WALI KELAS IX-A

Ibu Noor Syamsiati, S.Pd.


Anak-anakku sayang.
Masih segar dalam ingatan ibu selalu bersama kalian, mendampingi belajar di sekolah, banyak
hal yang ibu sampaikan untuk kebaikan kalian, mungkin ada yang senang tapi mungkin ada yang
tidak senang, tetapi ibu merasakan ada yang hilang, jauh dari pandangan tapi harapan.
Disana kaian baik-baik, dapat menjaga diri, meraih kesuksesan untuk menggapai cita-cita.
Ibu hanya dapat mengantar sampai disini, melepas kalian ke gerbang pintu masa depan yang
lebih cemerlang bersama kelulusan yang kalian dapatkan.
Semoga anak-anakku sayang menjadi kebanggaan orangtua, jangan lupa selalu kembalilah
kepada Allah swt.

SAMBUTAN WALI KELAS IX-B
Ibu Hj. Rianingsih, S.Pd.
Jadikanlah kelulusan ini menjadi awal kesuksesan kalian untuk mencapai cita-cita. Kejarlah cita-
citamu dengan sekuat tenaga dan diiringi dengan kekhusukan doa. There is a will, there is a
way. Dimana ada kemauan pasti ada jalan.
Usaha dan doa ibarat dua sisi mata uang yang saling bertautan dan melengkapi. Kesuksesan
tanpa diiringi buaian doa akan menjadi hambar. Namun akan mustahil menggenggam prestasi
tanpa dilengkapi dengan peluh jerih payah.
Tetapi kalian telah meraih apa yang kalian cita-citakan tetaplah berbakti kepada kedua orang
tuamu karena ridlo Allah tergantung ridlo orang tua.
Bu Ria berdoa, semoga dengan semua itu, kalian hidup mulia. Amin.

SAMBUTAN WALI KELAS IX-C
Bpk. Rahmat, S.Pd.
Menapak hari esok yang lebih baik merupakan harapan semua siswa. Tanpa kerja keras dalam
belajar, keadaan tidak terwujud. Maka harus diusahakan, diperjuangkan oleh kita. Sesungguhnya
setiap tujuan mulia pasti ada halangan dan rintangan. Kendala tersebut harus dijadikan dapat
dijadikan sebagai bahan pembelajaran kita untuk lebih dewasa dan bertanggung jawab.
Pendidikan yang kita ukir selama ini hendaknya menjadi sarana untuk mewujudkan cita-cita.
Oleh karenannya jadikanlah lulusan ini sebagai pendorong semangat untuk meraih cita-cita dan
prestasi.

SAMBUTAN WALI KELAS IX-D
Bpk. AMK Affandi
Ratu Sassanid berhasil menghela hukuman mati yang telah ditimpakan oleh suaminya sendiri
Raja Diraja Shahryar. Tutur kata dan kelembutan dalam merangkai dongeng menjadikan raja
terlena selama 1001 malam. Setiap akan mengakhiri cerita, Ratu Sassanid selalu merajut kalimat
penuh dengan kejutan dan keingin tahuan yang tinggi, sehingga raja menjadi penasaran untuk
mendengarkan kisah berikutnya. Hingga baginda lupa harus menghukum mati permaisurinya
sendiri.
Pelajaran yang bisa dipetik dari kisah 1001 malam adalah bahwa orang yang lemah lembut
dalam bertutur kata dapat menaklukkan penguasa. Kelembutan tidak sama dengan kekerasan,
tetapi kelembutan bisa identik dengan ketegaran.
3 tahun di sekolah tercinta ini bukan waktu yang panjang, tapi cukup untuk memberi bekal
dalam meniti langkah berikutnya. Kekerabatan yang telah dirajut janganlah dikerat. Siapa tahu
jaring-jaring yang telah diuntai dapat menyatukan kembali kelak dikemudian hari.

MARS SMP MUHAMMADIYAH 4 YOGYAKARTA
Manusia muslim cakap susila
Itulah tujuan kita
Dibawah naungan panji-panji
SMP kita menyuluh bangsa
Dalam mengejar cita Nya
Tuk kesejahteraan agama
Nusa dan bangsa

Reff
Sadarkanlah bangsamu
Kembangkanlah agamamu
Dengan bekal ilmumu
Mari kita bersatu
Hidup sekolah kita
SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta

Anda mungkin juga menyukai