Anda di halaman 1dari 22

KONSEP DASAR PENYAKIT

PNEUMONIA
1. DEFINISI
Pneumonia adalah suatu infeksi dari satu atau dua paru-paru yang biasanya
disebabkan oleh bakteri-bakteri, virus-virus, jamur atau parasit, dan kimia atau bahkan
cedera fisik ke paru-paru. Radang paru-paru yang disebabkan oleh bakteri biasanya
diakibatkan oleh bakteri streptococcus dan mycoplasma pneumonia (News edical,
!"#!$.
Pneumonia adalah penyakit umum yang terjadi pada semua kelompok umur dan
merupakan penyebab utama kematian di antara orang tua dan orang-orang dengan
penyakit kronis (News edical, !"#!$.
Pneumonia adalah proses infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli$
(isnadiarly, !""%$.
Pneumonia adalah suatu proses peradangan dimana terdapat konsolidasi pengisian
rongga alveoli oleh eksudat (&rman, !""'$.
(a$ (b$
Gambar 1. (a$ (oto sinar-) yang menampilkan paru-paru pengidap radang paru-paru,
(b$ Peradangan Pada *lveoli (Google image, 2012$
+erdasarkan definisi diatas, dapat disimpulakan bahwa radang paru-paru
(pneumonia$ adalah sebuah penyakit pada paru-paru di mana pulmonary alveolus
(alveoli$ yang bertanggung jawab menyerap oksigen dari atmosfer meradang dan terisi
oleh cairan.
2. EPIDEMIOLOGI
Pneumonia adalah penyakit umum di semua bagian dunia. &ni adalah penyebab
utama kematian di antara semua kelompok umur. ,-. juga memperkirakan bahwa
sampai dengan # juta kejadian pneumonia disebabkan oleh bakteri Streptococcus
pneumoniae, dan lebih dari /"0 dari kematian ini terjadi di negara-negara berkembang.
1ematian akibat pneumonia umumnya menurun sesuai dengan usia sampai dewasa akhir,
sedangkan untuk lansia berada pada risiko tertentu untuk pneumonia (News edical,
!"#!$.
2i &nggris, kejadian tahunan dari pneumonia adalah sekitar 3 kasus untuk setiap
#""" orang untuk kelompok usia #%-4/. +agi mereka dengan usia lebih dari '5 tahun,
angka kejadian meningkat menjadi '5 kasus untuk setiap #""" orang. 2emikian pula,
angka kematian di &nggris adalah sekitar 5-#"0. .rang-orang ini juga lebih cenderung
memiliki episode pneumonia berulang. .rang-orang yang dirawat di rumah sakit untuk
alasan apapun juga berisiko tinggi untuk pneumonia. 2i &ndonesia, pneumonia
merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah kardiovaskuler dan 6+7. (aktor social
ekonomi yang rendah dapat meningkatkan angka kematian.
3. PENYEBAB / FAKTOR PREDISPOSISI
Pneumonia dapat disebabkan oleh mikroorganisme, iritasi dan penyebab yang
tidak diketahui. Penyebab infeksi mikroorganisme adalah jenis yang paling umum.
Penyebab paling umum pneumonia adalah virus dan bakteri, diikuti oleh jamur dan
parasit. Pneumonia juga dapat dikatakan sebagai komplikasi dari penyakit yang lain
terutama penyakit yang terjadi secara kronis.
+erikut adalah penyebab pneumonia antara lain8
a. +akteri
+akteri biasanya masuk paru-paru ketika tetesan udara yang terhirup, tetapi
juga dapat mencapai paru-paru melalui aliran darah bila ada infeksi di bagian lain dari
tubuh. +anyak bakteri hidup di bagian saluran pernapasan bagian atas, seperti mulut,
hidung dan sinus, dan dapat dengan mudah terhirup ke dalam alveoli. 9etelah masuk,
bakteri bisa menyerang ruang antara sel dan antara alveoli melalui pori-pori. &nvasi ini
memicu sistem kekebalan tubuh untuk mengirim neutrofil, sejenis sel darah putih
defensif, ke paru-paru. *danya neutrofil dan membunuh organisme yang melepaskan
sitokin, menyebabkan aktivasi umum sistem kekebalan tubuh. -al ini menyebabkan
demam, menggigil, dan umum kelelahan. Penyebab paling umum pneumonia adalah
bakteri Streptococcus pneumonia dan atipikal bakteri. +akteri atipikal adalah bakteri
parasit yang hidup intraseluler atau tidak memiliki dinding sel. *tipikal bakteri
umumnya tidak meyebabkan pneumoni yang parah, sehingga gejala atipikal dapat
dengan cepat merespon terhadap antibiotic.
:enis-jenis bakteri ;ram-positif yang menyebabkan pneumonia dapat
ditemukan dalam hidung atau mulut orang sehat banyak. << Streptococcus
pneumoniae<<, sering disebut =pneumococcus=, adalah bakteri penyebab paling umum
pneumonia pada semua kelompok umur kecuali bayi baru lahir. Pneumococcus
membunuh sekitar satu juta anak setiap tahunnya, terutama di negara-negara
berkembang. Penyebab lain ;ram-positif penting dari pneumonia adalah
Staphylococcus aureus, Streptococcus agalactiae yang menjadi penyebab penting
pneumonia pada bayi baru lahir. +akteri ;ram-negatif menyebabkan pneumonia lebih
jarang daripada bakteri gram positif. +eberapa bakteri gram negatif yang
menyebabkan pneumonia termasuk Haemophilus influenza, Klebsiella pneumoniae,
Escherichia coli, Pseuomonas aeruginosa dan !ora"ella catarrhalis. +akteri ini
sering hidup dalam perut atau usus dan bisa masuk ke paru-paru jika muntahan
terhisap. #typica bakteri yang menyebabkan pneumonia termasuk $hlamyophila
pneumoniae, !ycoplasma pneumoniae, an %egionella pneumophila&
b. >irus
Pneumonia virus merupakan tipe pneumonia yang paling umum ini
disebabkan oleh virus influen?a yang menyebar melalui transmisi droplet.
7ytomegalovirus yang merupakan sebagai penyebab utama pneumonia virus. >irus
lain yang dapat menyababkan pneumonia adalah Respiratory syntical virus dan virus
stinomegalik.
c. :amur
&nfeksi yang disebabkan oleh jamur seperti histoplasmosis menyebar melalui
penghirupan udara yang mengandung spora dan biasanya ditemukan pada kotoran
burung. :amur yang dapat menyebabkan pneumonia adalah 8 $itoplasma $apsulatum,
$riptococcus 'epromas, (lastomices )ermaties, $oceiries *mmitis, #spergillus
Sp, $anina #lbicans, !ycoplasma Pneumonia&
d. Proto?oa
&ni biasanya terjadi pada pasien yang mengalami imunosupresi seperti pada
pasien yang mengalami imunosupresi seperti pada penderita *&29.
e. (actor lain yang mempengaruhi
(aktor lain yang mempengaruhi timbulnya pnemonia adalah daya tahan tubuh
yang menurun misalnya akibat malnutrisi energi protein (@P$, penyakit menahun,
pengobatan antibiotik yang tidak sempurna, maupun idiopatik.
4. PATOFISIOLOGI
+akteri penyebab pneumonia ini dapat masuk melalui infeksi pada daerah mulut
dan tenggorokkan, menembus jaringan mukosa lalu masuk ke pembuluh darah mengikuti
aliran darah sampai ke paru-paru bahkan hingga selaput otak. *kibatnya timbul
peradangan pada paru dan daerah selaput otak. Aokasi invasi dapat mengenai satu atau
kedua paru. &nflamasi bronkus ditandai adanya penumpukan sekret, sehingga terjadi
demam, batuk produktif, ronchi positif dan mual. +ila penyebaran kuman sudah mencapai
alveolus maka komplikasi yang terjadi adalah kolaps alveoli, fibrosis, emfisema dan
atelektasis. 1olaps alveoli akan mengakibatkan penyempitan jalan napas, sesak napas,
dan napas ronchi. (ibrosis bisa menyebabkan penurunan fungsi paru dan penurunan
produksi surfaktan sebagai pelumas yang berpungsi untuk melembabkan rongga fleura.
@mfisema (tertimbunnya cairan atau pus dalam rongga paru$ adalah tindak lanjut dari
pembedahan. *telektasis mengakibatkan peningkatan frekuensi napas, hipoksemia,
acidosis respiratori, pada klien terjadi sianosis, dispnea dan kelelahan yang akan
mengakibatkan terjadinya gagal napas. 9ecara singkat patofisiologi dapat digambarkan
pada skema proses
5. KLASIFIKASI
Pneumonia dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu pneumonia berdasarkan penyebab
dan pneumonia berdasarkan anatomic.
Pneumonia +erdasarkan Penyebab 8
a. Pneumonia bakteri.
b. Pneumonia virus.
c. Pneumonia :amur.
d. Pneumonia aspirasi.
e. Pneumonia hipostatik.
Pneumonia berdasarkan anatomic 8
a. Pneumonia lobaris 8 radang paru-paru yang mengenai sebagian besarBseluruh lobus
paru-paru.
b. Pneumonia lobularis (bronchopneumonia$ 8 radang pada paru-paru yang mengenai
satuBbeberapa lobus paru-paru yang ditandai dengan adanya bercak-bercak infiltrate.
c. Pneumonia interstitialis (bronkhiolitis$ 8 radang pada dinding alveoli (interstitium$
dan peribronkhial dan jaringan interlobular.
enurut Perhimpunan 2okter Paru &ndonesia (!""4$ dalam isnadiarly (!""%$
menyebutkan tiga klasifikasi pneumonia.
+erdasarkan klinis dan epidemiologis8
a. Pneumonia komuniti (community-acCuired pneumonia$.
b. Pneumonia nosokomial, (hospital-acCuired pneumoniaBnosocomial pneumonia$.
c. Pneumonia aspirasi.
d. Pneumonia pada penderita immunocompromised.
+erdasarkan bakteri penyebab 8
a. Pneumonia +akterialBtipikal 8 dapat terjadi pada semua usia yang disebabkan oleh
bakteri pnemokokus dan biasanya lebih sering terkena pada orang yang memiliki
imun rendah
b. Pneumonia lobaris 8 terjadi pada satu lobus
c. Pneumonia bronkopneumonia 8 terjadi bercak-bercak pada lobus paru-paru
6. GEALA KLINIS
a. Pneumonia bakteri
;ejala awal 8
Rinitis ringan, *noreksia, ;elisah
+erlanjut sampai 8
2emam yang timbul dengan cepat (4/,5
"
-D",5
"
$, nyeri dada yang terasa ditusuk-tusuk
yang dicetuskan oleh bernapas dan batuk. alaise, Nafas cepat dan dangkal (5" E %"$
disertai dengan pernapasan mendengkur, pernapasan cuping hidung, dan penggunaan
otot bantu pernafasan, ekspirasi bebunyi, lebih dari 5 tahun akan mengalami sakit
kepala dan kedinginan, kurang dari ! tahun akan mengalami vomitus dan diare ringan,
leukositosis, foto thorak pneumonia lobar.
b. Pneumonia atipikal
+eragam gejalanya, tergantung pada organisme penyebab. +anyak pasien mengalami
infeksi saluran pernapasan atas (kongesti nasal, sakit tenggorok$, dan awitan gejala
pneumonianya bertahap. ;ejala yang menonjol adalah sakit kepala, demam tingkat
rendah, nyeri pleuritis, mialgia, ruam, dan faringitis. 9etelah beberapa hari sputum
mukoid atau mukopurulen dikeluarkan.
c. Pneumonia virus
;ejala awal 8
+atuk, rinitis
+erkembang sampai 8
2emam ringan, batuk ringan, dan malaise sampai demam tinggi, batuk hebat dan lesu,
@mfisema obstruktif, Ronkhi basah, Penurunan leukosit.
d. Pneumonia mykoplasma
;ejala awal 8
2emam, mengigil, sakit kepala, anoreksia, mialgia
+erkembang menjadi 8
Rinitis, 9akit tenggorokan, +atuk kering berdarah, *rea konsolidasi pada pemeriksaan
thorak.
9elain itu ditemukan nadi cepat dan bersambungan (bounding$. Nadi biasanya
meningkat sekitar #"FBmenit untuk setiap kenaikan satu derajat celcius. +radikardia
relative untuk suatu demam tingkatan tertentu dapat menandakan infeksi virus, infeksi
!ycoplasma, atau infeksi dengan spesies %egionella.
Pada kebanyakan kasus pneumonia, pipi berwarna kemerahan, warna mata menjadi
lebih terang, dan bibir serta bidang kuku sianosis. Pasien lebih menyukai untuk duduk
tegak di tempat tidur dengan condong ke arah depan. Pasien banyak mengeluarkan
keringat. 9putum berbusa, bersemu darah sering dihasilkan pada pneumonia
pneumokokus, stafilokokus, Klebsiella, dan streptokokus. Pneumonia Klebsiella
sering juga mempunyai sputum yang kentalG sputum -. influenza biasanya berwarna
hijau.
!. PEMERIKSAAN FISIK
Tamba"a# K$a%aa# &m&m ' TT() *$+a%ara#) "$a% ,- ,-$
a. &nspeksi8 wajah terlihat pucat, lemas, banyak keringat, sesak, adanya P7-, adanya
tachipne, dyspnea, sianosis sirkumoral, distensi abdomen, batuk8 non produktif E
produktif, nyeri dada
b. Palpasi8 denyut nadi meningkat, turgor kulit menurun, fremitus raba meningkat disisi
yang sakit, hati mungkin membesar
c. *uslkutasi8 terdengar stridor, ronchii pada lapang paru, takikardia.
d. Perkusi8 pekak bagian dada dan suara redup pada paru yang sakit.
.. PEMERIKSAAN DIAGNOSTI/ / PENUNANG
P$m$r0*+aa# %0a1#-+,02 '
a. 9inar )
engidentifikasikan distribusi strukstural (mis. Aobar, bronchial$G dapat juga
menyatakan abses luasBinfiltrate, empiema (stapilococcus$G infiltrasi menyebar atau
terlokalisasi (bacterial$G atau penyebaranBperluasan infiltrate nodul (lebih sering
virus$. Pada pneumonia mikroplasma, sinar F dada mungkin bersih.
b. ;2* (;as 2arah *rteri$
6idak normal mungkin terjadi, tergantung pada luas paru yang terlibat dan penyakit
paru yang ada
c. Pemeriksaan darah&
Pada kasus bronchopneumonia oleh bakteri akan terjadi leukositosis (meningkatnya
jumlah netrofil$ (9andra . Nettina, !""# 8 3%D$
9ecara laboratorik ditemukan leukositosis biasa #5."""-D"."""Bm dengan pergeseran
A@2 meninggi.
d. A@2 meningkat.
(ungsi paru hipoksemia, volume menurun, tekanan jalan nafas meningkat dan
komplain menurun, elektrolit Na dan 7l mungkin rendah, bilirubin meningkat,
aspirasi biopsy jaringan paru
e. Rontegen dada
1etidak normalan mungkin terjadi, tergantung pada luas paru yang terlibat dan
penyakit paru yang ada. (oto thoraF bronkopeumoni terdapat bercak-bercak infiltrat
pada satu atau beberapa lobus, jika pada pneumonia lobaris terlihat adanya
konsolidasi pada satu atau beberapa lobus.
f. Pemeriksaan gramBkultur sputum dan darah
2apat diambil dengan biopsi jarum, aspirasi transtrakeal,bronskoskopi fiberoptik, atau
biopsi pembukaan paru untuk mengatasi organisme penyebab, seperti bakteri dan
virus.
Pengambilan sekret secara broncoscopy dan fungsi paru untuk preparasi langsung,
biakan dan test resistensi dapat menemukan atau mencari etiologinya, tetapi cara ini
tidak rutin dilakukan karena sukar.
g. 6es fungsi paru
>olume mungkin menurun (kongesti dan kolaps alveolar$, tekanan jalan nafas
mungkin meningkat dan complain menurun. ungkin terjadi perembesan
(hipokemia$
h. @lektrolit
Natruim dan klorida mungkin rendah.
i. *spirasi perkutan biopsi jaringan paru terbuka
2apat menyatakan intranuklear tipikal dan keterlibatan sitoplasmik (7>$,
karakteristik sel raksasa (rubeolla$.
3. T4ERAPY / TINDAKAN PENANGANAN
a. Pemberian antibiotik per-oralBmelalui infus.
b. Pemberian oksigen tambahan
c. Pemberian cairan intravena dan alat bantu nafas mekanik.
d. *ntibiotik sesuai dengan program
e. Pemeriksaan sensitivitas untuk pemberian antibiotik
f. 7airan, kalori dan elektrolit glukosa #" 0 8 Na7l ",/ 0 H 4 8 # ditambah larutan 17l
#" m@CB5"" ml cairan infuse.
g. .bat-obatan 8
- *ntibiotika berdasarkan etiologi.
- 1ortikosteroid bila banyak lender.
h. 1emotherapi untuk mycoplasma pneumonia, dapat diberikan @ritromicin D ) 5"" mg
sehari atau 6etrassiklin 4-D hari mg sehari. .bat-obatan ini meringankan dan
mempercepat penyembuhan terutama pada kasus yang berat. .bat-obat penghambat
sintesis 9N* (9intosin *ntapinosin dan &ndoksi Irudin$ dan interperon inducer
seperti polinosimle, poliudikocid pengobatan simptomatik seperti 8
#$ &stirahat, umumnya penderita tidak perlu dirawat, cukup istirahat di rumah.
!$ 9imptomatik terhadap batuk.
4$ +atuk yang produktif jangan di tekan dengan antitusif
D$ +ila terdapat obstruksi jalan napas, dan lendir serta ada febris, diberikan
broncodilator.
5$ Pemberian oksigen umumnya tidak diperlukan, kecuali untuk kasus berat.
*ntibiotik yang paling baik adalah antibiotik yang sesuai dengan penyebab yang
mempunyai spektrum sempit.
15. PROGNOSIS
2engan pemberian antibiotic yang tepat, mortalitas dapat menurun.
11. KOMPLIKASI
+ila tidak ditangani secara tepat, akan mengakibatkan komplikasi. 1omplikasi dari
pneumonia B bronchopneumonia adalah 8
a. .titis media akut (.*$ terjadi bila tidak diobati, maka sputum yang berlebihan
akan masuk ke dalam tuba eustachius, sehingga menghalangi masuknya udara ke
telinga tengah dan mengakibatkan hampa udara, kemudian gendang telinga akan
tertarik ke dalam dan timbul efusi.
b. @fusi pleura.
c. *bses otak.
d. .steomielitis.
e. *telektasis adalah pengembangan paru-paru yang tidak sempurna atau kolaps paru
merupakan akibat kurangnya mobilisasi atau refleks batuk hilang.
f. @mpisema adalah suatu keadaan dimana terkumpulnya nanah dalam rongga pleura
terdapat di satu tempat atau seluruh rongga pleura.
g. *bses paru adalah pengumpulan pus dalam jaringan paru yang meradang.
h. &nfeksi sitemik.
i. @ndokarditis yaitu peradangan pada setiap katup endokardial.
j. eningitis yaitu infeksi yang menyerang selaput otak.
KONSEP DASAR ASU4AN KEPERA6ATAN
1. PENGKAIAN
a. P$#1*a70a# Pr0m$r 8Primary Survey9
19 A0r:a;
1aji batuk yang dialami oleh pasienG batuk kering berdarah atau batuk yang
mengeluarkan sputum. 9elanjutnya dikaji warna sputum yang dikeluarkanG
bewarna hijau atau kental.
29 Br$a,"0#1
1aji irama nafas klienG Nafas cepat dan dangkal (5" E %"$ disertai dengan
pernapasan mendengkur, pernapasan cuping hidung, dan penggunaan otot bantu
pernafasan
39 /0r2&<a,0-#
Nadi biasanya meningkat sekitar #"FBmenit untuk setiap kenaikan satu derajat
celcius atau mengalami +radikardia apabila disebabkan oleh infeksi virus, infeksi
!ycoplasma, atau infeksi dengan spesies %egionella.
2ikaji pula warna kemerahan pada pipi, warna mata yang menjadi lebih terang,
dan bibir serta bidang kuku sianotik.
9erta kaji apakah pasien mengeluarkan keringat yang banyak karena pada
umumnya pasien pneumonia banyak mengeluarkan keringat.
49 D0++ab0<0,;
1aji ;79 pasien.
b. P$#1*a70a# S$*&#%$r 8Secondary Survey9
19 Pemeriksaan hea to toe
29 Pemeriksaan 66>
39 Riwayat penyakit sekarang
49 Riwayat penyakit sebelumnya
59 Riwayat penyakit keluarga
69 Riwayat sosial ekonomi
2. DIAGNOSA KEPERA6ATAN
a. +ersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan akumulasi sputum.
b. ;angguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan kapiler alveoli ditandai
dengan penimbunan cairan di alveoli.
c. -ipertermi berhubungan dengan penumpukkan secret ditandai dengan peningkatan
suhu tubuh secara mendadak.
d. Resiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan peningkatan suhu tubuh
secara mendadak ditandai dengan keringat berlebih.
3. REN/ANA KEPERA6ATAN
a. +ersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan akumulasi sputum.
9etelah diberikan asuhan keperawatan selama J F !D jam, diharapkan bersihan jalan
nafas klien kembali efektif dengan kriteria hasil8
+espiratory status, air-ay patency (status pernapasan8 kepatenan jalan napas$
(rekuensi pernapasan dalam batas normal (#3-!"FBmnt$ (skala 5 H no eviation
from normal range.
&rama pernapasn normal (skala 5 H no eviation from normal range.
1edalaman pernapasan normal (skala 5 H no eviation from normal range.
1lien mampu mengeluarkan sputum secara efektif (skala 5 H no eviation from
normal range.
6idak ada akumulasi sputum (skala 5 H none$
I#,$r=$#+0
#ir-ay !anagement (manajemen jalan nafas$8
a$ *uskultasi bunyi nafas tambahanG ronchi, whee?ing.
+asional 8 *danya bunyi ronchi menandakan terdapat penumpukan sekret atau
sekret berlebih di jalan nafas.
b$ +erikan posisi yang nyaman untuk mengurangi dispnea.
+asional 8 posisi memaksimalkan ekspansi paru dan menurunkan upaya
pernapasan. >entilasi maksimal membuka area atelektasis dan meningkatkan
gerakan sekret ke jalan nafas besar untuk dikeluarkan.
c$ +ersihkan sekret dari mulut dan trakeaG lakukan
penghisapan sesuai keperluan.
+asional 8 encegah obstruksi atau aspirasi. Penghisapan dapat diperlukan bia
klien tak mampu mengeluarkan sekret sendiri.
d$ *njurkan asupan cairan adekuat.
+asional 8 mengoptimalkan keseimbangan cairan dan membantu mengencerkan
sekret sehingga mudah dikeluarkan.
e$ Aakukan fisioterapi dadaB back massage
+asional 8 fisioterapi dadaB back massage dapat membantu menjatuhkan secret
yang ada dijalan nafas.
Kolaborasi
a$ 1olaborasi pemberian oksigen
+asional 8 eringankan kerja paru untuk memenuhi kebutuhan oksigen serta
memenuhi kebutuhan oksigen dalam tubuh.
b$ 1olaborasi pemberian broncodilator sesuai indikasi.
+asional 8 +roncodilator meningkatkan ukuran lumen percabangan trakeobronkial
sehingga menurunkan tahanan terhadap aliran udara.
b. ;angguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan kapiler alveoli ditandai
dengan penimbunan cairan di alveoli.
9etelah diberikan asuhan keperawatan selama ... F !D jam diharapkan pertukaran gas
klien adekuat dengan kriteria hasil8
+espiratory status
RR dalam batas normal (#3-!"FBmnt$ (skala 5 H no deviation from normal range$
1edalaman pernapasan normal (skala 5 H no deviation from normal range$
6idak tampak penggunaan otot bantu pernapasan (skala 5 H no deviation from
normal range$
6idak tampak retraksi dinding dada (skala 5 H no deviation from normal range$
6idak ada sianosis (skala 5 H none$
6idak ada dispnea (skala 5 H none$
6idak ada kelemahan (skala 5 H none$
6idak ada akumulasi sputum (skala 5 H none$
+espiratory status, Gas E"change
Pa.! normal (%"-#"" mm-g$ (skala 5 H no deviation from normal range$
Pa7.! normal (45-D5 mm-g$ (skala 5 H no deviation from normal range$
P- normal (',45-',D5$ (skala 5 H no deviation from normal range$
9a.! normal (/5-#""0$ (skala 5 H no deviation from normal range$
6idak ada sianosis (skala 5 H none$
6idak ada penurunan kesadaran (skala 5 H none$
I#,$r=$#+0
#ci (ase !anagement
a. onitor kadar p- darah melalui hasil *;2
Rasional8 untuk engevaluasi proses penyakit, memudahkan menetukan terapi
atau mengevaluasi keefektifan terapi yang telah diberikan
b. onitor tanda-tanda gagal napas
Rasional8 dapat memberikan tindakan penanganan yang tepat dan cepat pada klien
c. Pertahankan bersihan jalan napas
Rasional8 bersihan jalan napas mempengaruhi intake oksigen dari luar tubuh ke
dalam tubuh
d. 9arankan waktu istirahat yang adekuat
Rasional8 untuk mengurangi kerja pernapasan
e. onitor status neurologis
Rasional8 ;elisah, mudah terangsang, bingung, dan somnolen dapat menunjukkan
hipoksemiaBpenurunan oksigenasi serebral.
f. 1ontrak dengan pengunjung untuk membatasi kunjungan
Rasional8 agar klien dapat beristirahat secara adekuat untuk mebantu mengurangi
kerja pernapasan
#ir-ay !anagement
a. onitor status pernapasan dan status oksigenasi klien
Rasional8 anifestasi distress pernafasan tergantung pada indikasi derajat
keterlibatan paru dan status kesehatan umum.
b. +erikan posisi semifowler pada klien
Rasional8 Posisi kepala yang lebih tinggi memungkinkan upaya nafas lebih dalam
dan lebih kuat. 6indakan ini meningkatkan inspirasi maksimal, meningkatkan
pengeluaran secret untuk memperbaiki ventilasi.
c. Aakukan fisioterapi dada
Rasional8 emudahkan pengenceran dan pembuangan secret.
d. enghilangkan sekret dengan suction, jika diperlukan
Rasional8 erangsang batuk atau pembersihan jalan nafas secara mekanik pada
pasien yang tidak mampu melakukan karena batuk tak efektif.
e. *tur intake cairan
Rasional8 7airan dalam jumlah yang adekuat mampu membantu pengenceran
sekret sehingga lebih mudah dikeluarkan.
f. *uskultasi bunyi napas dan adanya suara napas tambahan (ronchi, whee?ing,
krekels, dll$
Rasional8 adanya area redup yang menandakan adanya penurunan atau hilangnya
ventilasi akibat penumpukkan eksudat.
g. 1olaborasi pemberian nebuli?er, jika diperlukan
Rasional8 nebuli?er dapat membantu meningkatkan kelembaban udara pernapasan
sehingga membantu mengencerkan sekret sehingga dapat lebih mudah
dikeluarkan
h. 1olaborasi pemberian oksigen, jika diperlukan
Rasional8 6ujuan terapi oksigen adalah mempertahankan Pa.! diatas 3" mm-g.
.ksigen diberikan dengan metode yang memberikan pengiriman tepat dalam
toleransi pasien.
/"igen 0herapy
a. :aga kebersihan mulut, hidung, dan trakea, jika diperlukan
Rasional8 bersihan jalan napas yang adekuat dapat memaksimalkan intake oksigen
yang dapat diserap oleh tubuh.
b. onitor volume aliran oksigen dan jenis canul yang digunakan
Rasional8 volume aliran oksigen harus diberikan sesuai indikasi untuk pasien anak
(#-5 literBmenit$.
c. onitor keefektifan terapi oksigen yang telah diberikan
Rasional8 untuk membantu menentukan terapi berikutnya
d. onitor tanda-tanda keracunan oksigen dan atelektasis
Rasional8 oksigen yang berlebihan dalam tubuh sangat berbahaya karena oksigen
dapat mengikat air dan dapat menyebabkan dehidrasi.
e. 1onsultasikan dengan tenaga kesehatan lain mengenai penggunaan oksigen
tambahan selama aktifitas danBatau tidur
Rasional8 membantu klien memenuhi kebutuhan oksigen saat istirahat.
+espiratory !onitoring
a. onitor frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha napas klien
Rasional8 1ecepatan biasanya meningkat. 2ipsnea dan terjadi peningkatan kerja
nafas. Pernafasan dangkal. @kspansi dada terbatas yang berhubungan dengan
atelektasis dan atau nyeri dada pleuritik.
b. 7atat pergerakkan dinding dada, lihat kesimetrisan dinding dada, penggunaan
otot-otot bantu pernapasan, dan retraksi otot supraklavikular dan intercostal
Rasional8 penggunaan otot bantu pernapasan mengindikasikan adanya disstress
pernapasan.
c. onitor pola napas klien (takipnea, hiperventilasi, pernapasan 1ussmaul, 7heyne-
9tokes$
Rasional8 *danya takipnea, hiperventilasi, pernapasan 1ussmaul, 7heyne-9tokes
mengindikasikan perburukkan kondisi klien
d. Perkusi dada anterior dan posterior dari apeks sampai basis bilateral
Rasional8 9uara perkusi pekak menunjukkan area paru yang terdapat eksudat
e. onitor hasil foto thoraks
Rasional8 pada pneumonia biasanya tampak konsolidasi dan infiltrat pada lobus
paru.
c. -ipertermi berhubungan dengan penumpukkan secret ditandai dengan peningkatan
suhu tubuh secara mendadak.
9etelah diberikan asuhan keperawatan selama ...F % jam diharapkan hipertermia
teratasi dengan kriteria hasil8
0ermoregulasi
2ehidrasi8 not compremised dengan skala 5
Perubahan warna kulit 8 not compromised dengan skala 5
1ital Sign
9uhu tubuh dbn (43,5-4',5 7$
Nadi dbn (3"-#"" FBmnt$
RR dbn (#3-!" F.mnt$
I#,$r=$#+0
6emperatur Regulasi
a. onitor temperatur setiap ! jam sampai stabil
RB 1enaikan suhu pada neonatus bisa mengindikasikan terjadi proses infeksi
b. Pertahankan masukan cairan yang adekuat
RB -idrasi atau terapi cairan membantu proses evaporasi sehingga suhu menurun
c. 1olaborasi pemberian antipiretik
d. 2igunakan untuk mengurangi demam dan aksi sentralnya pada hipotalamus
>ital 9ign
a. onitor suhu tubuh
RB 1enaikan suhu dan suhu 4%,/"7 E D#,#"7 menunjukkan proses penyakit
infeksius akut.
b. onitor RR
RB Peningkatan RR dapat mengindikasikan terjadinya hipoksia jaringan dan
paparan panas yang terlalu tinggi
c. onitor nadi
RB Pulse yang melebihi normal namun lemah mengindikasikan terjadinya sepsis
dan disertai dengan peningkatan suhu tubuh
d. Resiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan peningkatan suhu tubuh
secara mendadak ditandai dengan keringat berlebih.
9etelah diberikan asuhan keperawatan selama ... F !D jam diharapkan terjadi
keseimbangan volume cairan dengan kriteria hasil8
2lui balance
2enyut nadi normal (%"-#3"FBmenit$ (skala 5 H no deviation from normal range$
6ercapai keseimbangan intake dan output cairan (skala 5H not compromised$
6urgor kulit elastis (skala 5H not compromised$
embran mukosa lembab (skala 5H not compromised$
-ematokrit normal (skala 5H not compromised$
1ital signs
2enyut nadi normal (3"-#""Bmenit$ (skala 5 H no deviation from normal range$
RR normal (#3-!"Bmnt$ (skala 5 H no deviation from normal range$
I#,$r=$#+0
2lui monitoring
a. 6entukan riwayat jumlah dan jenis intake cairan dan kebiasaan eliminasi klien
Rasional8 untuk mengetahui faktor risiko kekurangan volume cairan dan
menentukan intervensi yang tepat
b. onitor intake dan output cairan
Rasional8 untuk mengetahui status hidrasi klien dan menentukan intervensi
selanjutnya
c. onitor membran mukosa oral, turgor kulit, dan kehausan
Rasional8 &ndicator langsung keadekuatan volume cairan, meskipun membrane
mukosa bibir mungkin kering karena nafas mulut dan oksigen tambahan.
d. onitor karakteristik urine
Rasional8 pada keadaan dehidrasi, output urine akan menurun di bawah normal
dan urin lebih pekat.
2lui management
a. onitor status hidrasi klien
Rasional8 membantu mengetahui perkembangan kondisi klien dan pedoman untuk
menentukan intervensi selanjutnya.
b. onitor hasil laboratorium yang mengindikasikan retensi cairan
Rasional8 pada keadaan kekuarang cairan biasanya akan ditemukan nilai +IN
meningkat, -ematokrit menurun, peningkatan osmolalitas urine
c. onitor 66>
Rasional8 Peningkatan suhu B memanjangnya demam meningkatkan laju metabolic
dan kehilangan cairan melalui evaporasi. 6ekanan darah ortostatik berubah dan
peningkatan takikardia menunjukkan kekurangan cairan sistemik.
d. *njurkan orang tua klien untuk membantu klien meningkatkan intake oral
Rasional8 membantu memenuhi kebutuhan cairan klien.
e. +erikan terapi intravena, sesuai indikasi
Rasional8 membantu memenuhi kebutuhan cairan dan elektrolit klien jika intake
oral tidak adekuat.
*ntravenous therapy
a. Pastikan permintaan untuk pemberian terapi intravena
Rasional8 memvalidasi pendelegasian oleh dokter dengan keadaan klien.
b. &nstruksikan kepada keluarga tentang prosedur yang akan dilakukan
Rasional8 Pemahaman keluarga tentang tindakan perawatan yang dilakukan dapat
mengurangi tingkat kecemasan
c. Pertahankan teknik aseptik
Rasional8 mencegah masuknya bakteri patogen yang dapat memperburuk kondisi
klien.
d. Periksa jenis, jumlah, tanggal kadaluarsa, karakteristik, dan kondisi kemasan
cairan intravena.
Rasional8 memastikan bahwa cairan intravena yang diberikanmasih dalam kondisi
yang layak.
e. Aakukan prinsip enam benar ketika melakukan pemasangan infus
Rasional8 memastikan bahwa cairan intravena yang diberikan sudah tepat (benar
pasien, jenis cairan, dosis, rute pemberian, waktu pemberian, dan dokumentasi$
f. onitor aliran cairan intravena dan tempat penusukkan dari tanda-tanda flebitis
dan infeksi lokal
Rasional8 agar dapat memberikan intervensi yang tepat dan cepat dalam mengatasi
komplikasi pemasangan infus.
g. onitor tanda-tanda kelebihan volume cairan
Rasional8 kelebihan volume cairan merupakan salah satu komplikasi dari
pemberian cairan intravena yang harus dikontrol, biasanya ditemukan edema,
peningkatan output urine di atas normal.
h. ;anti tempat penusukan infus tiga hari sekali atau sesuai peraturan instansi
Rasional8 mencegah terjadinya infeksi akibat adanya portal masuk melalui tempat
penusukkan infus.
1ital sign monitoring
a. onitor nadi, suhu, dan status pernapasan
Rasional8 Intuk mengetahui perkembangan kondisi klien
b. Pertahankan monitor suhu yang berkelanjutan
Rasional8 sebagai acuan menentukan intervensi yang tepat
c. onitor dan laporkan tanda dan gejala hipotermia atau hipertermia
Rasional8 sebagai acuan menentukan intervensi dini
d. onitor nadi dan kualitas denyut nadi
Rasional8 takikardia menunjukkan tanda-tanda dehidrasi
e. onitor warna, suhu, dan kelembaban kulit
Rasional8 pada kedaan dehidrasi biasanya kulit tampak pucat, hipertermia, dan
turgor kulit yang buruk.
f. &dentifikasi faktor yang menyebabkan perubahan tanda vital
Rasional8 untuk mencegah terjadinya perburukkan kondisi klien.
4.E(ALUASI
D0a1#-+a E=a<&a+0
+ersihan jalan nafas tidak efektif
berhubungan dengan akumulasi
sputum.
+espiratory status, air-ay patency (status
pernapasan8 kepatenan jalan napas$
(rekuensi pernapasan dalam batas
normal (#3-!"FBmnt$ (skala 5 H no
eviation from normal range.
&rama pernapasn normal (skala 5 H no
eviation from normal range.
1edalaman pernapasan normal (skala 5
H no eviation from normal range.
1lien mampu mengeluarkan sputum
secara efektif (skala 5 H no eviation
from normal range.
6idak ada akumulasi sputum (skala 5 H
none$
;angguan pertukaran gas
berhubungan dengan perubahan
kapiler alveoli ditandai dengan
penimbunan cairan di alveoli.
+espiratory status
RR dalam batas normal (#3-!"FBmnt$
(skala 5 H no deviation from normal
range$
1edalaman pernapasan normal (skala 5
H no deviation from normal range$
6idak tampak penggunaan otot bantu
pernapasan (skala 5 H no deviation from
normal range$
6idak tampak retraksi dinding dada
(skala 5 H no deviation from normal
range$
6idak ada sianosis (skala 5 H none$
6idak ada dispnea (skala 5 H none$
6idak ada kelemahan (skala 5 H none$
6idak ada akumulasi sputum (skala 5 H
none$
+espiratory status, Gas E"change
Pa.! normal (%"-#"" mm-g$ (skala 5 H
no deviation from normal range$
Pa7.! normal (45-D5 mm-g$ (skala 5 H
no deviation from normal range$
P- normal (',45-',D5$ (skala 5 H no
deviation from normal range$
9a.! normal (/5-#""0$ (skala 5 H no
deviation from normal range$
6idak ada sianosis (skala 5 H none$
6idak ada penurunan kesadaran (skala 5
H none$
-ipertermi berhubungan dengan
penumpukkan secret ditandai dengan
peningkatan suhu tubuh secara
mendadak.
0ermoregulasi
2ehidrasi8 not compremised dengan
skala 5
Perubahan warna kulit 8 not
compromised dengan skala 5
1ital Sign
9uhu tubuh dbn (43,5-4',5 7$
Nadi dbn (3"-#"" FBmnt$
RR dbn (#3-!" F.mnt$
Resiko kekurangan volume cairan
berhubungan dengan peningkatan suhu
tubuh secara mendadak ditandai
dengan keringat berlebih.
2lui balance
2enyut nadi normal (%"-#3"FBmenit$
(skala 5 H no deviation from normal
range$
6ercapai keseimbangan intake dan
output cairan (skala 5H not
compromised$
6urgor kulit elastis (skala 5H not
compromised$
embran mukosa lembab (skala 5H not
compromised$
-ematokrit normal (skala 5H not
compromised$
1ital signs
2enyut nadi normal (3"-#""Bmenit$
(skala 5 H no deviation from normal
range$
RR normal (#3-!"Bmnt$ (skala 5 H no
deviation from normal range$
DAFTAR PUSTAKA
2ochterman, :oanne c7loskey et al.!""D.'ursing *nterventions $lassification
3'*$.&issouri 8 osby
2oengoes, arilynn @. !""". +encana #suhan Kepera-atan& :akarta8 Penerbit +uku
1edokteran @;7
N*N2* &nternasional !"#". )iagnosis Kepera-atan )efinisi an Klasifi4asi 200562011.
:akarta8 @;7
News edical. !"#!. Pneumonia, (http8BBwww.news-medical.netBhealthBPneumonia-
&ndonesian.aspF, diakses tanggal #D 9eptember !"#4$
isnadiarly. !""%. Penya4it *nfe4si Saluran 'apas Pneumonia. :akarta8 Pustaka .bor
Populer.
oorhead, 9ue et al. !""%.'ursing /utcome $lassification 3'/$.&issouri 8 osby
9omantri, &. !""'. 1eperawatan edikal +edah8 *suhan 1eperawatan pada Pasien dengan
;angguan 9istem Pernapasan. :akarta8 9alemba edika
9uddart, K +runner. !""!. (u4u #7ar Kepera-atan !ei4al (eah. :akarta8 Penerbit +uku
1edokteran @;7
9udoyo, *ru ,. !""3. *lmu Penya4it )alam. :akarta 8 Pusat Penerbitan &lmu Penyakit 2alam
(akultas 1edokteran Iniversitas &ndonesia.

Beri Nilai