Anda di halaman 1dari 2

Zat-Zat Kimia Berbahaya dalam Cat

Tentang Regulasi penggunaan bahan kimia dalam pembuatan cat


sesungguhnya sudah diatur oleh ECHA. Formulasi produk-produk Bio Industri selalu mengacu pada regulasi Standar kandungan bahan
berbahaya sesuai peraturan ECHA -substance very high concern-SVHC 2010 diukur dan ditetapkan kurang dari 0,1% dari total berat. Hal ini bisa
lebih diperjelas dengan sertifikasi Bio Industries miliki. Meskipun demikian, Anda perlu mengetahui zat-zat kimia berbahaya apa saja yang biasa
terkandung dalam cat sebagai pengetahuan agar Anda lebih jeli memilah cat yang akan digunakan.
Berikut adalah zat-zat kimia berbahaya pada cat dan impact untuk kesehatan:
FORMALDEHIDA
Senyawa kimia formaldehida (juga disebut metanal, atau formalin), merupakan aldehida dengan rumus kimia H2CO, yang berbentuknya gas,
atau cair yang dikenal sebagai formalin, atau padatan yang dikenal sebagai paraformaldehyde atau trioxane. Pada umumnya, formaldehida
terbentuk akibat reasi oksidasi katalitik pada metanol. Oleh sebab itu, formaldehida bisa dihasilkan dari pembakaran bahan yang mengandung
karbon. Salah satu sifat formaldehida adalah bisa dioksidasi. Jika zat ini dioksidasi oleh oksigen atmosphere akan berubah menjadi asam format.
Larutan ini seharusnya diisolasi agar tidak kemasukan udara.
Berikut kegunaan Formaldehida:
1. Untuk mensintesis bahan-bahan kimia, formaldehida dipakai untuk produksi alkohol polifungsional seperti pentaeritritol yang dipakai untuk
membuat cat.
2.Turunan formaldehida yaitu metilena difenil diisosianat juga merupakan elemen dalam pembuatan cat. kita mengenal Formalin yang
sesungguhnya berasal dari larutan formaldehida dalam air, dengan kadar antara 10%-40% atau bisa dikatakan Formalin adalah nama dagang
dari formaldehida ( HCHO ). Formalin juga biasa digunakan sebagai bahan pembuat zat pewarna.
3.Dalam industri, formaldehida kebanyakan dipakai dalam produksi polimer dan rupa-rupa bahan kimia. Jika digabungkan dengan fenol, urea,
atau melamina, formaldehida menghasilkan resin termoset yang keras. Resin ini dipakai untuk lem permanen, misalnya yang dipakai untuk
kayulapis/tripleks atau karpet.
Pengaruh terhadap badan :
1. formaldehida merupakan salah satu polutan dalam ruangan yang sering ditemukan karena resin formaldehida dipakai dalam bahan konstruksi
ini melepaskan formaldehida pelan-pelan. Apabila kadar di udara lebih dari 0,1 mg/kg, formaldehida yang terhisap bisa menyebabkan iritasi
kepala dan membran mukosa, yang menyebabkan keluarnya air mata, pusing, teggorokan serasa terbakar, serta kegerahan.
2. Ada studi yang menunjukkan formaldehida dalam kadar yang lebih sedikit, seperti yang digunakan dalam bangunan, tidak menimbulkan
pengaruh karsinogenik terhadap makhluk hidup yang terpapar zat, akan tetapi jika kadarnya berlebih bisa menimbulkan kanker.
3. jika terpapar formalidehida dalam jumlah banyak semisal terminum, asam format yang terkandung bisa meningkatkan keasaman darah,
membuat tarikan napas menjadi pendek dan sering, hipotermia, koma, bahkan sampai kematian.
4. formaldehida menimbulkan terikatnya DNA dan protein sehingga mengganggu ekspresi genetik. Sangat berbahaya pada ibu hamil karena bisa
merusak sistem saraf pada janin penyebab kecacatan.
LEAD
Lead atau lebih dikenal dengan timbal sejenis logam berat yang terdapat secara alami di dalam kerak bumi. Keberadaan timbal bisa juga berasal
dari hasil aktivitas manusia, yang mana jumlahnya 300 kali lebih banyak dibandingkan Pb alami yang terdapat pada kerak bumi. Timbal (Pb)
adalah logam yang mendapat perhatian khusus karena sifatnya yang toksik (beracun) terhadap manusia.Timbal (Pb) dapat masuk ke dalam
tubuh melalui konsumsi makanan, minuman, udara, air, serta debu yang tercemar Pb. Timbal banyak digunakan industri cat untuk member
pigmen cat. BAnyak jenis pigmen berbahaya seperti Lead chromate: digunakan untuk memberi warna hijau, kuning dan merah; dapat
menyebabkan kerusakan sistem saraf pusat. Kromium: memberikan warna hijau, kuning dan oranye; dapat menyebabkan kanker paru dan iritasi
kulit, hidung dan saluran napas atas. Kadmium: memberi warna hijau, kuning, oranye dan merah; dapat menyebabkan kanker paru.
Paparan Pb dosis tinggi mengakibatkan kadar Pb darah mencapai 80 g/dL pada orang dewasa dan 70 g/dL pada anak-anak sehingga terjadi
ensefalopati, kerusakan arteriol dan kapiler , edeme otak, meningkatkanya tekanan zalir serebrospinal, degenerasi neuron, serta
perkembangbiakan sel gliayang disertai dengan munculnya ataksia, koma, kejang-kejang, dan hiperaktivitas.
Kandungan Pb dalam darah berkorelasi dengan tingkat kecerdasan manusia. Semakin tinggi kadar Pb dalam darah, semakin rendah poin
IQ.Apabila dalam darah ditemukan kadar Pb sebanyak tiga kali batas normal (intake normal sekitar 0,3 mg/hari), maka akan terjadi penurunan
kecerdasan intelektual.
THINNER
Semua cat mengandung pelarut/solvent yang biasanya berupa tiner. Tiner akan menguap segera setelah cat dioleskan, saat itu pekerja cat dapat
mengisap bahan berbahaya yang terkandung dalam solven. Pajanan terhadap solvent dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, iritasi mata,
hidung dan tenggorokan, masalah reproduksi dan kanker.

ZAT-ZAT BERBAHAYA LAIN
- Timah
- Kromium
- Molybdenum
- Asbestos
- Arsenic
- Titanium
- Mineral oil (polycyclic aromatic hydrocarbon)
- Arsen dan pewarna cat seperti titanium oksida, kromium dan besi.
- Isosianat merupakan bahan utama cat semprot, selain itu dapat juga dijumpai pada varnis, lem danpolyurethane. Isosianat merupakan
bahan kimia reaktif yang dapat mengiritasi saluran napas dan membran mukosa.
- Hidrokarbon . Toksisitas hidrokarbon disebabkan karena bahan ini mudah menguap (volatil) sehingga mempengaruhi organ respirasi
(paru); di samping itu dapat juga mempengaruhi sistem saraf, jantung, ginjal, hati dan gastrointestinal. Hidrokarbon volatil seperti bensen, toluen
dan silen dapat memberikan sensasieuforia dan halusinasi sehingga sering disalahgunakan (abuse).

Semua zat berbahaya ini berpotensi menyebabkan penyakit berbahaya. Zat-zat berbahaya ini jika terpapar dalam jumlah banyak baik secara
inhalasi, oral, maupun kontak kulit, tetap menimbulkan dampak meski tidak secara langsung.
Akibat paparan secara inhalasi seperti penyakit paru akibat kerja , asma dan pneumonitis hipersensitivitas. Selain itu cat dapat mempengaruhi
beberapa organ lain seperti susunan saraf pusat, hati, ginjal, kulit, mata, organ reproduksi, dan jantung. Cat jenis tertentu diduga mengandung
beberapa zat yang bersifat karsinogenik penyebab kanker.