Anda di halaman 1dari 21

0

Makalah filsafat
HUBUNGAN ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN
MASYARAKAT










Oleh:

KADEK RENY PURNAMA YANTI





PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SAINS
PASCA SARJANA
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
SINGARAJA
2014





1
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Ilmu sebagai hasil aktivitas manusia yang mengkaji berbagai hal, baik diri manusia
itu sendiri mapun realitas di luar dirinya, sepanjang sejarah perkembangannya sampai saat
ini selalu mengalami ketegangan dengan berbagai aspek lain dari kehidupan manusia. Pada
dataran praktis-operasional selalu diperbincangkan kembali hubungan timbal balik antara
ilmu dan teknologi. Sering muncul polemik, terutama pada beberapa negara berkembang
mengenai pilihan mana yang harus ditempuh antara mengembangkan ilmu melalui
pengembangan ilmu murni (pure science) dan ilmu dasar (basic science) atau justru
mengembangkan teknologi melalui alih teknologi maupun industrialisasi.
Pada perkembangannya, ilmu pengetahuan memberikan kontribusi terhadap
perkembangan teknologi. Sismanto (2007) mengungkapkan bahwa dalam upaya menguasai
teknologi sangat diperlukan pemahaman dan penguasaan konsep serta prinsip ilmu
pengetahuan yang memadai. Jadi, ilmu pengetahuan begitu penting dalam penguasaan
IPTEK. Terdapat hubungan mutualisme antara ilmu pengetahuan dengan IPTEK. Produk
yang dihasilkan dari ilmu pengetahuan berperan penting dalam perkembangan IPTEK.
Begitu pula sebaliknya, teknologi membantu perkembangan ilmu pengetahuan. Hal tersebut
tercermin pada penerapan produk ilmu dalam berbagai bentuk teknologi. Teknologi tidak
hanya memberi alat atau tangan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberi
motivasi dan arah bagi penelitian-penelitian yang lebih muktahir.
Teknologi lahir karena adanya kebutuhan manusia. Pada jaman purba, meskipun alat-
alat yang dihasilkan cukup sederhana namun dapat bermanfaat bagi mereka. Hal itu
menunjukkan bahwa sejak jaman purba manusia telah menghasilkan produk teknologi yang
mampu meningkatkan efisiensi serta memberikan kemudahan pada pekerjaan mereka
(Poedjiadi, 2005). Pada dataran nilai ideasional muncul permasalahan yang lebih kompleks
berkaitan dengan kedudukan dan peran ilmu dan teknologi dalam perubahan peradaban
manusia, baik yang berkaitan dengan pergeseran nilai maupun yang berkaitan dengan
berbagai dampak ideasional dari perkembangan ilmu dan teknologi terhadap komponen-
komponen pengetahuan manusia yang lain. Gejala-gejala seperti modernisasi, globalisasi,
scientism, teknokrasi, teknophobia, teknofilia, dan teknosofi adalah contoh betapa besar
pengaruh ilmu dan teknologi terhadap kebudayaan manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang


2
sebelumnya menuntut kemampuan fisik yang cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan
oleh perangkat-perangakat mesin, seperti komputer, kendaraan, handphone, dan lain
sebagainya. Pada satu sisi, perkembangan dunia IPTEK yang demikian mengagumkan itu
memang telah membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia.
Perkembangan IPTEK berdampak pada keberlangsungan hidup masyarakat sekitarnya.
Dampak yang dihasilkan mampu membantu dan merugikan manusia.
Berdasarkan uraian di atas, maka pada tulisan ini akan disajikan mengenai hubungan
antara ilmu, teknologi, dan masyarakat sehingga akan memunculkan pemikiran positif
terhadap kemajuan ketiga hal tersebut dan meminimalisasi tumpang tindih yang terjadi.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang sebelumnya, maka dapat dirumuskan masalah sebagai
berikut.
1.2.1 Apakah yang dimaksud dengan ilmu?
1.2.2 Apakah yang dimaksud dengan teknologi?
1.2.3 Bagaimana hubungan antara ilmu dan teknologi?
1.2.4 Bagaimana contoh hubungan ilmu dan teknologi?
1.2.5 Apakah dampak perkembangan teknologi bagi masyarakat?

1.3 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini berdasarkan rumusan masalah di atas adalah
sebagai berikut.
1.3.1 Menjelaskan tentang ilmu.
1.3.2 Menjelaskan tentang teknologi.
1.3.3 Menjelaskan hubungan antara ilmu dan teknologi.
1.3.4 Mendeskripsikan contoh hubungan ilmu dan teknologi.
1.3.5 Menjelaskan dampak perkembangan teknologi bagi masyarakat.

1.4 Manfaat Penulisan
Manfaat yang diperoleh dari penulisan makalah ini adalah bagi penulis dan pembaca
dapat memperoleh pengetahuan tentang hubungan antara ilmu dan teknologi. Pemahaman
yang positif tentang hubungan keduanya akan memberikan dampak positif bagi
pengembangan ilmu dan teknologi sehingga terjadi keselarasan antara kedua hal tersebut.


3
Makalah ini juga akan memaparkan dampak yang diberikan oleh perkembangan teknologi
terhadap masyarakat sehingga pembaca mengetahui dan memikirkan solusi dari dari dampak
negatif yang ditimbulkan.

1.5 Metode Penulisan
Metode yang digunakan dalam penyusunan makalah ini adalah metode kajian
pustaka, yaitu penulis mengumpulkan berbagai sumber atau referensi yang relevan dengan
materi yang disajikan dan kemudian dilakukan pengkajian terhadap materi tersebut.




















4
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Ilmu
Ilmu atau pengetahuan ilmiah dalam tata bahasa dapat diartikan sebagai dua kata
yang berangkai, dan memiliki makna ilmu, yakni suatu bidang pengetahuan yang tersusun
secara sistematis, menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala
tertentu pengetahuan bersangkutan (Santoso, 2008). Ilmu merupakan himpunan pengetahuan
yang dikumpulkan dan diklasifikasikan secara sisitematik yang bisa didapat dari belajar atau
penelitian (Azinar, 2006). Pendapat lain menyatakan ilmu adalah suatu pengetahuan, baik
natural ataupun sosial, yang sudah terorganisir serta tersusun secara sistematik menurut
kaidah umum (Nazir dalam Bakhtiar, 2005). Makna etimologis ilmu berasal dari kata lain
scientia yang berarti pengetahuan tentang, tahu juga tentang, dan pengetahuan yang
mendalam ilmu, pengertian, keahlian, tahu, dan paham benar-benar (Rapar, 1996; Surajiyo,
2007).
Makna denotatif ilmu merujuk pada pengetahuan, tubuh pengetahuan yang
terorganisir (the organized body of knowledge), studi sistematis (sistematical studies), dan
pengetahuan teoritis (theoretical knowladge). Dengan demikian makna denotatif ilmu
mengacu pada lingkup pengertian yang sangat luas, baik itu pengetahuan sebagaimana
dimiliki oleh setiap manuasia maupun pengetahuan ilmiah yang disusun secara sistematis dan
dikembangkan melalui prosedur tertentu. Adapun konotasi istilah ilmu merujuk pada
serangkaian aktifitas manusia yang manusiawi (human), bertujuan (purposeful), dan
berhubungan dengan kesadaran (cognitive). Aktifitas yang dimaksud adalah segala kegiatan,
rangkaian kegiatan, atau proses yang dijalani oleh fisikawan ataupun sosiolog untuk
membangun pengetahuan ilmiah.
Kompleksitas aktivitas ilmiah jika dipandang dari titik pandang internal dan
sistematis, konotasi ilmu sesungguhnya menyangkut tiga hal, yaitu proses, prosedur, dan
produk (Liang Gie dalam Siswomihardjo, 1997). Apabila ilmu diperbincangkan sebagai suatu
proses, secara konotatif itu menunjuk pada penelitian ilmiah. Apabila ilmu diperbincangkan
sebagai suatu prosedur, secara konotatif hal tersebut mengacu pada metode ilmiah. Adapun
jika ilmu diperbincangkan sebagai produk (hasil), secara konotatif yang dimaksud adalah
pengetahuan ilmiah. Selain itu, dari sudut pandang sosiologi ilmu, dimensi ilmu dapat
dibedakan antara sudut pandang internal dan sudut pandang eksternal. Sudut pandang internal


5
mengacu pada ilmu akademis (academic scince), sedangkan sudut pandang eksternal
mengacu pada ilmu industrial (industrial scince). Pembeda yang utama dari keduanya adalah
hubungan ilmu dengan masyarakat. Ilmu akademis relatif ilmu menekankan pada pengkayaan
tubuh pengetahuan ilmiah untuk pengembangan ilmu itu sendiri tanpa adanya pemikiran
kemungkinan-kemungkinan penerapannya lebih jauh, sedangkan ilmu industrial memusatkan
diri pada pengkajian efek-efek teknologis dari pengetahuan ilmiah yang dihasilkan ilmu-ilmu
murni (Ziman dalam Siswomihardjo, 1997).
Menurut The Liang Gie (dalam Surajiyo, 2007: 59), ada lima ciri pokok ilmu
pengetahuan atau pengetahuan ilmiah, yaitu:
1. empiris, pengetahuan itu diperoleh berdasarkan pengamatan,
2. sistematis, berbagai keterangan dan data yang tersusun sebagai kumpulan
pengetahuan itu mempunyai hubungan ketergantungan dan teratur,
3. objektif, ilmu berarti pengetahuan itu bebas dari prasangka perseorangan dan
kesukaan pribadi,
4. analitis, pengetahuan ilmiah berusaha membeda-bedakan pokok permasalahannya ke
dalam bagian yang lebih rinci untuk memahami berbagai sifat, hubungan, dan peranan
dari bagian-bagian itu,
5. verifikatif, dapat diperiksa kebenarannya oleh siapapun juga.

2.2 Teknologi
Teknologi bagi kita merupakan pengetahuan terhadap penggunaan alat dan kerajinan,
dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi kemampuan untuk mengontrol dan beradaptasi
dengan lingkungan alamnya. Teknologi adalah cara atau teknik yang digunakan oleh manusia
dalam usaha manusia memecahkan masalah dan beradaptasi dengan lingkungannya (Santoso,
2008). Teknologi adalah kemampuan menerapkan suatu pengetahuan dan kepandaian
membuat sesuatu yang berkenaan dengan suatu produk yang berhubungan dengan seni, yang
berlandaskan pengetahuan ilmu eksakta bersandarkan pada aplikasi dan implikasi
pengetahuan itu sendiri. Secara etimologis, akar kata teknologi adalah techne yang berarti
serangkaian prinsip atau metode rasional yang berkaitan dengan pembuatan sesuatu objek
atau kecakapan tertentu, pengetahuan tentang prinsip-prinsip atau metode, dan seni (Runes
dalam Siswomihardjo, 1997). Adapun logos sebagai akar kata logi tidak mengacu pada status
ilmiah dari teknologi sebagaimana ditemukan dalam istilah antropologi, biologi, dan
sosiologi. Akan tetapi, makna logos lebih mengacu pada makna tata pikir atau keteraturan
sebagaimana ditemukan dalam istilah kronologi dan ideologi (Liang Gie dalam


6
Siswomihardjo, 1997). Dalam tradisi Yunani, logos memiliki arti yang luas yang mengacu
pada tata pikir maupun keteraturan benda-benda (Runes dalam Siswomihardjo, 1997).
Menurut Paul W Devore, teknologi adalah ilmu terapan yang telah dikembangkan
lebih lanjut dan memiliki perangkat keras dan perangkat lunak yang merupakan manivestasi
kekuasaan terhadap alam, manusia dan kebudayaannya. Kita menggunakan teknologi dimulai
dengan konversi sumber daya alam menjadi peralatan sederhana. Teknologi pada hakekatnya
meliputi paling sedikit tujuh unsur yaitu alat-alat produktif, senjata, wadah, makanan dan
minuman, pakaian dan perhiasan, tempat berlindung dan perumahan, serta alat-alat
transportasi (Azinar, 2006).
Teknologi merupakan aplikasi dari suatu ilmu dan merupakan fenomena yang
kompleks. Menghadapi kompleksitas teknologi, The Liang Gie merumuskan teknologi
sebagai suatu sistem seni praktis (a system of the practical arts). Sebagaimana pendekatan
sistem, teknologi memiliki input, komponen, output, dan lingkungan. Input teknologi dapat
berupa kekuatan-kekuatan material, keahlian, teknik, pengetahuan, dan alat. Komponen
teknologi dapat berupa keahlian teknik (engineering), proses, maknufaktur, dan organisasi.
Output dari teknologi adalah bangunan-bangunan fisik, barang-barang, makanan, alat-alat,
organisasi, atau benda-benda. Adapun yang dimaksud dengan lingkungan dari teknologi
adalah berbagai komponen kebudayaan, terutama ilmu (Liang Gie dalam Siswomihardjo,
1997).
2.3 Hubungan antara Ilmu dan Teknologi
Ilmu dan teknologi atau sering disebut ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK)
merupakan dua hal yang keberadaannya saling menunjang. Dilihat dari definisinya, teknologi
merupakan penerapan ilmu pengetahuan, yang artinya bahwa antara ilmu dan teknologi
keduanya tidak dapat dilepaskan dan memiliki keterkaitan sehingga dapat dikatakan bahwa
ilmu sebagai landasan dalam penciptaan teknologi. Selain itu, teknologi berperan dalam
pengembangan ilmu. Dari berbagai definisi teknologi, muncullah beberapa pendapat, yaitu:
a. Teknologi bukan ilmu, melainkan penerapan ilmu.
Berkaitan dengan pendapat ini, bahwa teknologi bukan ilmu tidak bisa disangkal
bahwa pengetahuan ilmiah memainkan peranan yang sangat besar dalam perkembangan
teknologi modern. Akan tetapi, sepanjang sejarah teknologi banyak ditemukan bahwa
rancangan-rancangan dan penemuan teknologi dapat terwujud atas dasar suatu upaya
yang secara teori ilmiah (pada masanya) justru salah (Brinkmann dalam Siswomihardjo,
1997). Proses penemuan dalam teknologi, seperti halnya dalam ilmu, sering diilhami
oleh hal-hal di luar teori yang telah ada. Demikian juga, dengan pernyataan bahwa


7
teknologi bukan ilmu. Berdasarkan definisinya memang teknologi berbeda dengan ilmu,
namun berdasarkan faktanya, ilmu menyumbangkan beberapa komponen dalam
bangunan teknologi. Dalam pendekatan sistem, ilmu merupakan salah satu input dari
teknologi, dan teknologi merupakan output dari ilmu
b. Teknologi merupakan ilmu yang dirumuskan dan dikaitkan dengan aspek eksternal, yaitu
industri dan aspek internal yang dikaitkan dengan objek material ilmu maupun aspek
murni-terapan.
Permasalahan muncul pada pendapat ini. Pertama, terletak pada esensi pernyataan
bahwa teknologi adalah ilmu. Pernyataan tersebut menimbulkan permasalahan serius.
Jika teknologi dipahami sebagai salah satu jenis ilmu yang menjadikan hal-hal fisik,
biologis, sosial, pikir, maupun kepentingan industrial sebagai objek materialnya dan segi
penerapan teori ilmiah sebagai objek formalnya, maka batasan pengertian yang demikian
memangkas aspek-aspek teknologi yang lain, misalnya asumsi filosofis di balik
teknologi dan aspek ideologis dari teknologi yang lain. Teknologi secara mendasar lebih
dari sekedar dan berbeda dengan ilmu terapan (Brinkmann dalam Siswomihardjo, 1997).

c. Teknologi merupakan keahlian yang terkait dengan realitas sehari-hari.
Berkaitan dengan pendapat ini, muncul pertanyaan apakah teknologi merupakan
keahlian ilmiah yang terkait dengan aspek-aspek nyata dari masyarakat manusia, yakni
kerja, sekolah, maupun industri? Jawaban dari pertanyaan ini dapat dilihat dari pendapat-
pendapat yang merumuskan teknologi dengan penekanan bukan pada dimensi
pengetahuan, melainkan pada dimensi praktis maupun aktivitas dari teknologi, yaitu
sebagai berikut.
1. Teknologi sebagai suatu produksi untuk tujuan-tujuan ekonomis.
2. Teknologi sebagai suatu sistem yang netral untuk tujuan penggunaan apa pun.
3. Teknologi sebagai ungkapan kepentingan manusia untuk berkuasa (Brinkmann dalam
Siswomihardjo, 1997).
4. Para ilmuwan sosial Hitam, terutama para antropolog, memahami teknologi
kontemporer sebagai perluasan dan perkembangan bentuk aspek-aspek dari batas-
batas umum aktifitas manusiawi masyarakat yang berbeda dari para pendahulu
mereka pada jaman kuno dan prehistoris.
5. Berkner dan Kranzberg juga membatasi pengertian teknologi dalam terminologi yang
lebih luas dan dalam dengan maksud untuk memahami keseluruhan makna sosial dari
teknologi, dengan mendefinisikan teknologi sebagai aktivitas kerja manusia untuk


8
membantu, baik secara fisik maupun intelektual dalam menghasilkan bangunan,
produk-produk, atau layanan yang dapat meningkatkan produktivitas menusia untuk
memahami, beradaptasi terhadap, dan mengendalikan lingkungannya secara lebih
baik.
6. Rickover memahami teknologi tidak lain sebagai artefak yang dihasilkan oleh
manusia industrial modern dalam rangka memperluas kekuasaannya atas jiwa dan
raga.
7. Nash bahkan lebih sempit lagi, yaitu dengan memahami teknologi sebagai aktivitas
dan hasil dari aktivitas, yang merujuk pada pabrik-panrik, barang, dan layanan.
8. Ziman mendefinisikan teknologi berkaitan dengan ilmu, dengan merumuskan ilmu
sebagai seni untuk tahu (The Art Knowing), dan teknologi sebagai seni untuk tahu
bagaimananya (The Art Knowing How). Terakhir, mengatasi kesulitan tidak adanya
batas antara dimensi pengetahuan dan dimensi aktivitas dari teknologi, Abrams
menyatakan bahwa teknologi merupakan penerapan teknik atau applications of
teckhniques (The Liang Gie dalam Siswomihardjo, 1997).
Masalah hubungan ilmu dan teknologi, yaitu hubungan antara kebenaran
pengetahuan dan manfaat pengetahuan, perlu ditinjau agak mendalam karena beberapa hal.
Pertama, dalam sejarah ilmu pengetahuan, khususnya sejarah perguruan tinggi, hubungan itu
tidak selalu dapat dirumuskan dengan memuaskan. Kedua, dalam praktek di Indonesia ilmu
selalu dihubungkan dengan teknologi dalam istilah IPTEK, seakan-akan hubungan itu tidak
mempunyai masalah dalam dirinya. Jadi, ilmu pengetahuan bukannya harus melayani
pemanfaatannya dalam teknologi, tetapi harus melayani pengembangan kepribadian dan
kematangan manusia melalui olah ilmu pengetahuan (Pustaka, 2005).
Berdasarkan hasil penelusuran terhadap konsep ilmu dan teknologi dengan berbagai
aspek dan nuansanya, kiranya mulai jelas keterkaitan antara ilmu dan teknologi. Beberapa
titik singgung antara keduanya mungkin dapat dirumuskan (Siswomihardjo, 1997):
a. Bahwa baik ilmu maupun teknologi merupakan komponen dari kebudayaan.
b. Baik ilmu maupun teknologi memiliki aspek ideasional maupun faktual, dimensi abstrak
maupun kongkrit, aspek teoritis maupun praktis.
c. Terdapat hubungan timbal balik antara ilmu dan teknologi. Pada satu sisi ilmu
menyediakana bahan pendukung penting bagi kemajuan teknologi, yakni berupa teori-
teori. Pada sisi lain, penemuan-penemuan teknologi sangat membantu perluasan
cakrawala penelitian ilmiah, yakni dengan dikembangkannya perangkat-perangkat
penelitian yang menggunakan teknologi mutakhir. Bahkan dapat dikatakan bahwa


9
kemajuan ilmu juga didukung oleh kemajuan teknologi, sebaliknya kemajuan teknologi
mengandalkan dukungan ilmu.
d. Sebaiknya klarifikasi konsep, istilah ilmu lebih tepat dikaitkan dengan konteks
teknologis, sedangkan istilah pengetahuan lebih sesuai jika dalam konteks teknis.
2.4 Contoh Hubungan Ilmu dan Teknologi
Hubungan antara ilmu pengetahuan dan teknologi bersifat timbal balik, dalam hal
ini dimaksudkan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan mampu menghasilkan teknologi,
sementara teknologi mampu mengembangkan ilmu pengetahhuan yang ada. Salah satu
contoh hubungan antara ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi adalah di bidang
sains fisika. Salah satu produk yang dihasilkan dari adanya pengetahuan tentang konsep
cahaya adalah teknologi berupa teleskop. Teknologi yang dihasilkan ini mampu
mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang astronomi. Penemuan teleskop membantu
manusia memahami alam semesta melalui pengamatan benda langit dan kajian gejala-gejala
alam lainnya.
Teleskop atau teropong merupakan salah satu alat
optik yang digunakan untuk melihat benda-benda yang
sangat jauh agar terlihat lebih dekat dan jelas. Terdapat dua
jenis teleskop yakni teleskop bias dan teleskop pantul.
Teleskop bias adalah teleskop yang terdiri dari beberapa
lensa sementara teleskop pantul adalah teleskop yang terdiri
dari beberapa cermin atau gabungan antara cermin dan lensa.
Teleskop ditemukan oleh Hans Lipperhey,
seorang pembuat lensa yang berasal dari Belanda. Lipperhey
menemukan bahwa menggabungkan kedua jenis lensa dan
dengan menyesuaikan kelengkungan dan jarak, akan
memiliki kombinasi yang meningkatkan obyek tampak
lebih dekat. Penemuan Hans Lippershey berawal dari
memegang sebuah lensa di depan lensa lain untuk memperbesar jarak objek. Dengan
memasang dua lensa di dalam tabung yang terbuat dari kayu Lippershey membuat teleskop
yang pertama, namun kelemahan teleskop bintang yang Lippershey temukan adalah hanya
mampu memperbesar tiga kali. Kelemahan ini dijawab oleh Galileo Galilei. Galileo adalah
seorang astronom, filsuf dan fisikawan Italia yang memiliki peran besar dalam revolusi
ilmiah. Saat Galileo mempelajari penemuan teleskop oleh Lippershey di pertengahan tahun
1609, dia segera membuat sendiri dan memberikan beberapa tambahan. Teleskop buatannya
Gambar 1. Teleskop buatan Lippershey

Sumber: http://penemu-terkenal.blogspot.com



10
dapat memperbesar benda-benda 9 kali sehingga penemuan ini 3 kali lebih hebat dari buatan
Lippershey. Galileo kemudian memiliki keinginan untuk untuk membuktikan kebenaran
gagasan Copernicus yang mengatakan bahwa matahari sebagai pusat tata surya, maka Galileo
menyempurnakan teleskopnya dengan kemampuan pembesaran 33 kali, dengan demikian
Galileo menjadi orang pertama yang mengamati langit menggunakan teleskop.
Teropong bintang merupakan teleskop
pembias yang terdiri dari dua lensa konvergen (lensa
cembung) yang berada pada ujung-ujung berlawanan
dari tabung yang panjang, seperti diilustrasikan pada
Gambar 2. Konsep mendasar yang digunakan pada
prinsip kerja teleskop ini adalah pembiasan. Lensa
yang paling dekat dengan objek disebut lensa
objektif dan akan membentuk bayangan nyata I
1

dari benda yang jatuh pada bidang titik fokusnya
Fob (atau di dekatnya jika benda tidak berada pada
tak berhingga). Walaupun bayangan I
1
lebih kecil
dari benda aslinya, ia membentuk sudut yang lebih
besar dan sangat dekat ke lensa okuler, yang berfungsi sebagai pembesar. Dengan demikian,
lensa okuler memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa objektif untuk menghasilkan
bayangan kedua yang jauh lebih besar I
2
, yang bersifat maya dan terbalik.
Jika mata yang melihat rileks (tak berakomodasi), lensa okuler dapat diatur sehingga
bayangan I
2
berada pada tak berhingga. Kemudian bayangan nyata I
1
berada pada titik fokus f
'ok dari okuler, dan jarak antara lensa objektif dengan lensa okuler adalah d = fob + f 'ok
untuk benda pada jarak tak berhingga.
Perbesaran total dari teleskop dapat diketahui dengan melihat bahwa
ob f
h
'
, di
mana h adalah tinggi bayangan I
1
dan kita anggap kecil, sehingga tan . Kemudian
garis yang paling tebal untuk berkas sinar sejajar dengan sumbu utama tersebut, sebelum
jatuh pada okuler, sehingga melewati titik fokus okuler Fok, berarti
ok
f
h

'
. Perbesaran
anguler (daya perbesaran total) teleskop adalah:
ok
ob
f
f
M


Gambar 2. Diagram pembentukan
bayangan pada teleskop pembias.

Sumber: buku Fisika SMA Kelas X



11
Tanda minus (-) untuk menunjukkan bahwa bayangan yang terbentuk bersifat terbalik. Untuk
mendapatkan perbesaran yang lebih besar, lensa objektif harus memiliki panjang fokus ( fob)
yang panjang dan panjang fokus yang pendek untuk okuler ( fok).
Sains berawal dari adanya rasa ingin tahu
manusia. Observasi yang sistematis terhadap
peristiwa alam serta pemikiran tentang sebab-sebab
terjadinya suatu peristiwa akan melahirkan sebuah
pendapat sementara. Bintang-bintang di langit pada
malam hari tampak bergerak seakan mengelilingi
bumi, demikian pula matahari bergerak dari arah
timur ke barat. Peristiwa tersebut terjadi berulang
sehingga tampaknya bumi dikelilingi oleh pergerakan bintang dan juga matahari. Hal itu
menyebabkan manusia pada jaman dahulu berpendapat bahwa Bumi merupakan pusat tata
surya. Penemuan teleskop menghasilkan sebuah temuan baru terkait hal tersebut. Galileo
mendukung paham heliosentris yang menyatakan bahwa matahari sebagai pusat tata surya
bukan Bumi. Pandangan awal yang menganggap bumi sebagai pusat tata surya (geosentris)
berubah menjadi pandangan heliosentris. Temuan teleskop berdampak pada perkembangan
sains yang lebih kompleks. Beberapa penemuan di bidang astronomi dapat dikaji melalui
teleskop. Astronomi adalah pengetahuan yang mempelajari tentang benda-benda dan gejala
alam di angkasa (Mallinson, 1985). Galileo merupakan orang pertama yang meneliti ruang
angkasa dengan teleskop sehingga menghasilkan penemuan-penemuan yang mengguncang
dunia diantaranya adalah menemukan cincin Saturnus dengan menggunakan teleskopnya ini,
satelit-satelit Yupiter yakni sebanyak empat buah, permukaan bulan yang terdiri dari gunung-
gunung dan kawah di bulan sehingga ia menjadi begitu terkenal di seluruh dunia hingga
sekarang. Ia juga menemukan kenyataan bahwa galaksi sebenarnya adalah gugusan bintang
yang jumlahnya berjuta-juta. Galileo juga merupakan salah satu orang Eropa pertama yang
mengamati bintik matahari. Selanjutnya, penelitiannya beralih ke planet Venus. Ia
menemukan bahwa planet Venus memiliki fase yang sangat mirip dengan fase bulan dan
menyatakan bahwa planet tidak memancarkan cahaya sendiri.
2.5 Dampak Perkembangan Teknologi terhadap Masyarakat
Pada perkembangannya, ilmu memberikan kontribusi terhadap perkembangan
teknologi. Hal tersebut tercermin pada penerapan produk ilmu dalam berbagai bentuk
teknologi. Ilmu merupakan suatu cara atau alat untuk mengestimasi perilaku benda-benda.


12
Sebaliknya, teknologi merupakan mata dan telinga bagi ilmu itu sendiri. Perkembangan
teknologi yang dihasilkan melalui perkembangan ilmu pengetahuan sangat mempengaruhi
kehidupan masyarakat. Pada satu sisi, perkembangan dunia IPTEK yang demikian
mengagumkan itu memang telah membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan
peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik
yang cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis,
Demikian juga ditemukannya formulasi-formulasi baru kapasitas komputer, seolah sudah
mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu dan
aktivitas manusia. Kemajuan IPTEK yang telah kita capai sekarang telah diakui dan
dirasakan memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat manusia.
Sumbangan IPTEK terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri,
namun manusia tidak bisa pula menipu diri sendiri akan kenyataan bahwa IPTEK
mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia. Berikut adalah beberapa dampak
yang dihasilkan dari perkembangan teknologi terhadap masyarakat dilihat dari berbagai
bidang.
1. Bidang Informasi dan komunikasi
Dalam bidang informasi dan komunikasi telah terjadi kemajuan yang sangat pesat.
Dari kemajuan dapat kita rasakan dampak positipnya antara lain:
a) Kita akan lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru di bumi
bagian manapun melalui internet.
b) Kita dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya
dengan melalui handphone
c) Kita mendapatkan layanan bank yang dengan sangat mudah. Dan lain-lain
Disamping keuntungan-keuntungan yang kita peroleh ternyata kemajuan kemajuan
teknologi tersebut dimanfaatkan juga untuk hal-hal yang negatif, antara lain:
a) Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris (Kompas)
b) Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa
disalah gunakan fihak tertentu untuk tujuan tertentu
c) Kerahasiaan alat tes semakin terancam Melalui internet kita dapat memperoleh informasi
tentang tes psikologi, dan bahkan dapat memperoleh layanan tes psikologi secara
langsung dari internet.
d) Kecemasan teknologi selain itu adala kecemasan skala kecil akibat teknologi komputer.
Kerusakan komputer karena terserang virus, kehilangan berbagai file penting dalam


13
komputer inilah beberapa contoh stres yang terjadi karena teknologi. Rusaknya modem
internet karena disambar petir.
2. Bidang Ekonomi dan Industri
Dalam bidang ekonomi teknologi berkembang sangat pesat. Dari kemajuan teknologi
dapat kita rasakan manfaat positifnya antara lain:
a) Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi
b) Terjadinya industrialisasi
c) Produktifitas dunia industri semakin meningkat. Kemajuan teknologi akan meningkatkan
kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri maupun pada
aspek jenis produksi. Investasi dan reinvestasi yang berlangsung secara besar-besaran
yang akan semakin meningkatkan produktivitas dunia ekonomi. Di masa depan, dampak
perkembangan teknologi di dunia industri akan semakin penting. Tanda-tanda telah
menunjukkan bahwa akan segera muncul teknologi bisnis yang memungkinkan
konsumen secara individual melakukan kontak langsung dengan pabrik sehingga
pelayanan dapat dilaksanakan secara langsung dan selera individu dapat dipenuhi, dan
yang lebih penting konsumen tidak perlu pergi ke toko.
d) Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill
dan pengetahuan yang dimiliki. Kecenderungan perkembangan teknologi dan ekonomi,
akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga kerja yang
diperlukan. Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan akan
mengalami perubahan yang cepat. Akibatnya, pendidikan yang diperlukan adalah
pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja yang mampu mentransformasikan
pengetahuan dan skill sesuai dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja yang berubah
tersebut.
e) Di bidang kedokteran dan kemajauan ekonomi mampu menjadikan produk kedokteran
menjadi komoditi.
Meskipun demikian ada pula dampak negatifnya antara lain:
a) Terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang
sesuai dengan yang dibutuhkan.
b) Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga
melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros dan
memiliki jalan pintas yang bermental instant.


14
3. Bidang Sosial dan Budaya
Akibat kemajuan teknologi bisa kita lihat
a) Perbedaan kepribadian pria dan wanita. Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini
semakin besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia
pemerintahan maupun dalam dunia bisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah perilaku
yang sebelumnya merupakan pekerjaan pria semakin menonjol.Data yang tertulis dalam
buku Megatrend for Women:From Liberation to Leadership yang ditulis oleh Patricia
Aburdene & John Naisbitt (1993) menunjukkan bahwa peran wanita dalam
kepemimpinan semakin membesar. Semakin banyak wanita yang memasuki bidang
politik, sebagai anggota parlemen, senator, gubernur, menteri, dan berbagai jabatan
penting lainnya.
b) Meningkatnya rasa percaya diri. Kemajuan ekonomi di negara-negara Asia melahirkan
fenomena yang menarik. Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa
percaya diri dan ketahanan diri sebagai suatu bangsa akan semakin kokoh. Bangsa-
bangsa Barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa-bangsa Asia.
Dampak negatif yang dihasilkan adalah:
a) Tekanan, kompetisi yang tajam di berbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi
globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras, meskipun
demikian kemajuan teknologi akan berpengaruh negatip pada aspek budaya:
b) Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan
pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan
berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi
kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani.
c) Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat semakin
lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan
tolong-menolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperan
penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama,
kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat
dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu lintas
sampai tindak kejahatan.
d) Pola interaksi antar manusia yang berubah. Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah
tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Komputer
yang disambungkan dengan telpon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk


15
berhubungan dengan dunia luar. Program internet relay chatting (IRC), internet, dan e-
mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya
berbagai warung internet (warnet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang
tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang
lain melalui internet. Kini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya
sendirian dengan komputer. Melalui program internet relay chatting (IRC) anak-anak
bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang asing kapan saja.
4. Bidang Pendidikan
Teknologi mempunyai peran yang sangat penting dalam bidang pendidikan antara lain.
a) Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat
pendidikan. Dampak dari hal ini adalah guru bukannya satu-satunya sumber ilmu
pengetahuan.
b) Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru
dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode baru
yang membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi
tersebut dengan bantuan teknologi bisa dibuat abstrak.
c) Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka. Dengan kemajuan teknologi proses
pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga
menggunakan jasa pos internet dan lain-lain.
Disamping itu juga muncul dampak negatif dalam proses pendidikan antara lain:
a) Kerahasiaan alat tes semakin terancam Program tes inteligensi seperti tes Raven,
Differential Aptitudes Test dapat diakses melalui compact disk.. Implikasi dari
permasalahan ini adalah, tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor, dan
pengembangan tes psikologi harus berpacu dengan kecepatan pembocoran melalui
internet tersebut.
b) Penyalah gunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak
kriminal. Kita tahu bahwa kemajuan di badang pendidikan juga mencetak generasi
yang berepngetahuan tinggi tetapi mempunyai moral yang rendah. Contonya dengan
ilmu komputer yang tingi maka orang akan berusaha menerobos sistem perbangkan dan
lain-lain.
4. Bidang politik
Dampak yang dihasilkan oleh perkembangan teknologi di bidang politik antara lain:


16
a) Timbulnya kelas menengah baru. Pertumbuhan teknologi dan ekonomi di kawasan ini
akan mendorong munculnya kelas menengah baru. Kemampuan, keterampilan serta gaya
hidup mereka sudah tidak banyak berbeda dengan kelas menengah di negara-negera
Barat. Dapat diramalkan, kelas menengah baru ini akan menjadi pelopor untuk menuntut
kebebasan politik dan kebebasan berpendapat yang lebih besar.
b) Proses regenerasi kepemimpinan. Sudah barang tentu peralihan generasi kepemimpinan
ini akan berdampak dalam gaya dan substansi politik yang diterapkan. Nafas kebebasan
dan persamaan semakin kental.
c) Di bidang politik internasional, juga terdapat kecenderungan tumbuh berkembangnya
regionalisme. Kemajuan di bidang teknologi komunikasi telah menghasilkan kesadaran
regionalisme. Ditambah dengan kemajuan di bidang teknologi transportasi telah
menyebabkan meningkatnya kesadaran tersebut. Kesadaran itu akan terwujud dalam
bidang kerjasama ekonomi, sehingga regionalisme akan melahirkan kekuatan ekonomi
baru.


















17
BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan berbagai hal berikut.
1. Ilmu adalah himpunan pengetahuan yang dikumpulkan dan diklasifikasikan secara
sisitematik yang bisa didapat dari belajar atau penelitian.
2. Teknologi adalah kemampuan menerapkan suatu pengetahuan dan kepandaian membuat
sesuatu yang berkenaan dengan suatu produk yang berhubungan dengan seni, yang
berlandaskan pengetahuan ilmu eksakta bersandarkan pada aplikasi dan implikasi
pengetahuan itu sendiri.
3. Ilmu dan teknologi memiliki hubungan timbale balik. Dari ilmu mampu menghasilkan
teknologi dan dari teknologi mampu menghasilkan ilmu pengetahuan baru. keduanya
tidak dapat dilepaskan dan memiliki keterkaitan sehingga dapat dikatakan bahwa ilmu
sebagai landasan dalam penciptaan teknologi.
4. Perkembangan teknologi mempengaruhi kehidupan manusia. Teknologi memiliki
dampak positif dan negatif bagi masyarakat diberbagai bidang diantaranya bidang
informasi dan komunikasi, bidang industri, bidang sosial budaya, bidang pendidikan
serta politik.

3.2 Saran
Berdasarkan paparan makalah yang telah disajikan, maka dapat diajukan saran bagi
para pembaca sekalian untuk lebih memahami tentang ilmu, teknologi, dan masyarakat.
Harapannya, pembaca sekalian memiliki pemahaman yang positif tentang hubungan
ketiganya yang dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan ilmu, teknologi, dan
masyarakat sehingga tidak terjadi lagi tumpah tindih antara kemajuan ketiga bidang tersebut
sebab ketiga hal tersebut saling berkaitan. Bagi praktisi pendidikan, pendidikan di Indonesia
harus memiliki kualitas yang bagus agar dapat menghasilkan teknologi yang mampu bersaing
dengan Negara maju lainnya serta memanfaatkan teknologi ke hal-hal yang positif.




18
DAFTAR PUSTAKA

Azinar, Ahmad. 2006. Pola Hubungan Ilmu, Teknologi, Budaya, dan Masyarakat. Tersedia
pada http://tsabit-azinar.blogspot.com/2006/01/pola-hubungan-ilmu-teknologi-
budaya.html. Diakses pada tanggal 3 desember 2011.
Mallinson, G. 1985. Silver Burdett Science.Centennial Edition: United States.
Poedjiadi, A. 2005. Sains Teknologi Masyarakat. PT Remaja Rosdakarya: Bandung.
Sismanto. 2007. Menakar Integrasi IPA dalam Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP). Tersedia pada http:// mkpd.wordpress.com /2007/05/21
/menakar-integrasi-ipa-dalam-kurikulum-tingkat-satuan-pendidikan-ktsp/, diakses
tanggal 24 Desember 2011.
Siswomihardjo, Koentowibisono. 1997. Filasafat Ilmu. Yogyakarta: Intan Pariwara
Surajiyo. 2005. Hubungan dan Peranan ilmu Terhadap Pengembangan Kebudayaan
Nasional. Tersedia pada http://grelovejogja.wordpress.com/2008/10/11/hubungan-
dan-peranan-ilmu-terhadap-pengembangan-kebudayaan/. Diakses pada tanggal 3
Desember 2011.














19
KATA PENGANTAR

Atas karunia Ida Sang Hyang Widhi, akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah
yang berjudul Hubungan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Masyarakat ini.
Dalam penulisan tulisan ini banyak pihak yang memberi bantuan baik moril maupun
material. Oleh karena itu, maka pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih
kepada serta semua pihak yang telah memberikan bantuan fisik maupun sumbangan pikiran
guna penyempurnaan tulisan ini.
Tulisan ini merupakan buah pikiran yang tergolong masih sederhana sehingga masih
sangat banyak kekurangan. Untuk itu, saran dan kritik yang membangun dari para pembaca
guna menyempurnakan tulisan ini sangat diharapkan. Namun demikian, tulisan ini
diharapkan bisa bermanfaat bagi pembaca.



Singaraja, Januari 2012


Penulis






ii


20
DAFTAR ISI
JUDUL ...................................................................................................................... i
KATA PENGANTAR .............................................................................................. ii
DAFTAR ISI ............................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ................................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................ 2
1.3 Tujuan Penulisan .............................................................................................. 2
1.4 Manfaat Penulisan ............................................................................................ 2
1.5 Metode Penulisan ............................................................................................. 3

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Ilmu ................................................................................................ 4
2.2 Pengertian Teknologi ....................................................................................... 5
2.3 Hubungan Ilmu dan Teknologi ........................................................................ 6
2.4 Contoh Hubungan Ilmu dan Teknologi ............................................................. 9
2.5 Dampak teknologi Terhadap Masyarakat ......................................................... 12

BAB III PENUTUP
4.1 Simpulan .......................................................................................................... 17
4.2 Saran .................................................................................................................. 17
Daftar Pustaka




iii