Anda di halaman 1dari 12

PENYUSUNANINSTRUMENSUPERVISIMANAJERIAL

IMPLEMENTASIKURIKULUM2013





Segala aktivitas supervise yang dilakukan oleh seorang pengawas sekolah
diharapkan semuanya menuju pada peningkatan mutu sekolah dan pendidikan
secara umum,dan secara spesifik supervise yang ditujukan bagi peningkatan
mutu Sekolah dari segi pengelolaandisebutdengansupervisimanajerial.Hal
initentutidakkalahpentingdibandingkandengansupervisiakademik yang
sasarannyaadalah guru dan pembelajaran.Materiyangdibahaspada kegiatan
pembelajaran iniadalah pertama pengertiansupervisi manajerial, kedua
penyusunan instrumentsupervisi manajerial.


Tujuanpenulisan ini Adalah pembaca dapat menyusun instrumenyang
diperlukanuntuk melaksanakansupervisi manajerial implementasi kurikulum2013
dengantepat.

1. PengertianSupervisiManajerial

Supervisiadalah kegiatan professionalyangdilakukan oleh pengawas
sekolahdalam rangka membantukepala sekolah,gurudan tenaga
kependidikanlainnyagunameningkatkan mutudan efektivitas
penyelenggaraanpendidikandan pembelajaran.Supervisiditujukan pada
duaaspek yakni:manajerialdanakademik.Supervisimanajerialmenitik
beratkan pada pengamatan pada aspek-aspek pengelolaan dan
administrasi sekolahyangberfungsisebagai pendukung(supporting)
terlaksananya pembelajaran.

Dalam Panduan Pelaksanaan Tugas Pengawas Sekolah/Madrasah
(DirektoratTenagaKependidikan,2009: 20)dinyatakan bahwa supervisi
manajerialadalahsupervisiyang berkenaandenganaspekpengelolaan
sekolahyangterkaitlangsungdenganpeningkatanefisiensidanefektivitas
sekolahyangmencakup perencanaan,koordinasi,pelaksanaan, penilaian,
pengembangankompetensisumberdayamanusia (SDM)kependidikan dan
sumberdayalainnya. Dalammelaksanakanfungsisupervisi manajerial,
pengawas sekolah/madrasah berperan sebagai:

a. kolaboratordan negosiator dalam proses perencanaan, koordinasi,
pengembanganmanajemen sekolah,
b. asesordalammengidentifikasikelemahandanmenganalisispotensi
sekolah,
c. pusatinformasipengembanganmutu sekolah,dan d.
evaluatorterhadappemaknaan hasil pengawasan.


2. PenyusunanInstrumenSupervisiManajerial

Analisis kualitas instrumen berkaiatan dengan pertanyaan apakah
instrumenalatukur yangbenar-benarmengukurapayangseharusnya
diukur?Dansamapai manainstrumentersebutdapatdiandalkandan
berguna?Keduapertanyaantersebutberkaitandenganvaliditas dan reabilitas.

a. Validitas Instrumen Supervisi Manajerial

Instrumen yangakan digunakan sebagaialatpengumpuldatadalam
kegiatan pengawasansekolah harusterlebihdahuludiujivaliditasnya.
Ujivaliditasinstrumendimaksudkansebagaiupayauntuk mengetahui
apakahinstrumenyang telahdisusuntepatuntukdigunakansebagai
alatpengumpuldata pengawasansekolahatautidak.Terkaitdengan
validitasinstrumen,Arikunto(2002:144) menyatakan:Validitasadalah
suatuukuran yangmenunjukkan tingkat-tingkatkevalidan atau
keshahihansuatuinstrumen.Suatuinstrumenyangvalidatau shahih
mempunyaivaliditas tinggi.Sebaliknyainstrumenyangkurangvalid
berartimemilikivaliditasrendah.Sebuahinstrumendikatakan valid apabila
mampumengukur apayangdiinginkan. Sebuah instrumen
dikatakanvalidapabila dapatmengungkapdatadarivariabel yang
ditelitisecaratepat.

Margono(2004:186) menyatakanbahwadalammengukurvaliditas
perhatianditujukankepadaisidan kegunaaninstrumen.Valisitas instrumen
setidaknyadapat dikelompokkanke dalam empat jenis, yaitu:

1) ConstructValidity

Constructvalidity,menunjukkepadaasumsibahwaalatukuryang
dipakai mengandung satu definisi operasional yang tepat, dari
suatu konsep teoretis. Karena ituconstructvalidity(konstruk)
sebenarnyahampirsamadengan konsep, keduanyasama-sama
merupakanabstraksi dangeneralisasi,yang perludiberidefinisi
sedemikianrupasehingga,sehinggadapatdiamati dandiukur.
Seorangpengawassekolahdalammeneliticonstructvalidityitu,
mulaidenganmenganalisisunsur-unsursuatukonstruk.Kemudian
diberikan penilaianapakahbagian-bagianitumemanglogis untuk
disatukan (menjadi skala) yang mengukur suatu konstruk.
Langkah terakhiradalahmenghubungkankonstrukyangsedang
diamatidengan konstruklainnya,dan menelusuri apa saja dari
konstrukpertamamempunyaikaitan dengan unsur-unsurtertentu
pada konstrukyang laintadi.(Margono,2004:187)

2) ContentValidity

Content validity(validitasisi)menunjukkepadasuatuinstrumen
yangmemiliki kesesuaianisidalammengungkapataumengukur
yangakandiukur.Sebagaicontoh,seorang gurupadaakhir
semesterakanmemberikantes dari bahan yangdiajarkan.Sudah
barangtentubanyakterdapatkemungkinan pertanyaanyang
diajukan.Sebuahtes yangmempunyaivaliditasisiyangtinggi, apabila
pertanyaan yang diajukan dapat menangkap apa yang
sudahdiajarkanguru,atauyangdiketahuisiswanya.Validitasini
kinimendapatperhatian yangmakin besar dalam pengukuran-
pengukuran terhadapkemajuanbelajar.Teskemajuanbelajar,
sepertidimaklumiadalahbermaksudmengetahuiapa yangsudah
diketahuioleh siswa.Untukmencapaimaksuditu,butir-butirtes tidak
boleh keluar dari persoalan-persoalan yang dipandang
penting,danmasih eratberhubungandenganisidari indikator/tujuan
pembelajaran yang bersangkutan. Penentuan
suatualatukurmempunyaivaliditasisi, biasanyadapatdidasarkan pada
penilaian paraahlidalam bidangtersebut.

3) FaceValidity

Facevalidity(validitaslahiratauvaliditastampang)menunjukdua
artiberikutini:

a) Menyangkutpengukuranatributyangkonkret.Sebagaicontoh
pengawas ingin mengawasi kemampuan guru dalam
mengggunakanfasilitas internet,maka paragurudisuruh
mengoperasikan akses internet. Apabila kemahiranaplikasi
aksesinternet yang diukur,makateknik-teknikpemanfaatan
internetitu yangakandiukur.
b) Menyangkut penilaiandari para ahli maupunkonsumen alat
ukurtersebut.Sebagai contoh,pengawasinginmengawasi
tingkatpartisipasimasyarakatterhadapsekolah,kemudiania
membuatskalapengukurandanmenunjukkannyakepadaahli.
Apabilaparaahliberpendapatbahwasemua unsurskalaitu
memangmengukurpartisipasi,skala tersebutmemilkivaliditas
tampang.

4) PredictiveValidity

Predictive validitymenunjuk kepada instrumen peramalan.
Meramalsudahmenunjukkanbahwa kriteriapenilaianberadapada
saatyangakandatang,ataukemudian.Sebagai contoh,salahsatu
syaratuntukditerimadiperguruantinggiadalahmenempuhujian.
Instrumentesujianitudikatakanmemilikipredictivevalidityyang
tinggi,apabilamendapatnilaiyang baik ternyatadapat menyelesaikan
studinya dengan lancar, mudah dan berprestasi
baik,sedangkanyang mendapatnilairendahakanmendapat
hambatanyangtiada tara,bahkan gagalditengahjalan.Dengan
katalain,denganinstrumentesyangmemilikipredictivevalidity
tadi,dapatdiramalkanhasilstudicalonmahasiswapadamasa
yangakandatang.

b. ReliabilitasInstrumen Supervisi Manajerial

Selain harusmemenuhi kriteria valid, instrumen supervisi harus
reliabel. Arikunto (2002: 154) menyatakan: Reliabilitas menunjuk
padasuatupengertian bahwasuatuinstrumencukupdapatdipercaya
untukdigunakan sebagaialat pengumpul datakarenainstrumen tersebut
sudahbaik.

Reliabilitaslebih mudah dimengertidengan memperhatikantigaaspek
darisuatualatukur (instrumen),yaitu 1) kemantapan;2) ketepatan,
dan3)homogenitas.Suatuinstrumendikatakan mantapapabiladalam
mengukursesuatuberulangkali, dengansyarat bahwakondisisaat
pengukurantidakberubah,instrumentersebutmemberikan hasilyang
sama.Didalampengertianmantap,reliabilitasmengandungmakna juga
dapatdiandalkan(Margono, 2004:181).

Ketepatan,menunjuk kepadainstrumenyangtepatataubenar mengukur
darisesuatuyangdiukur.Instrumen yangtepatadalah
instrumendimanapernyataannyajelas,mudah dimengertidanrinci.
Pertanyaanyangtepat, menjaminjugainterpretasitetapsamadari
respondenyanglain,dandariwaktuyangsatu kewaktuyanglain.
Homogenitas,menunjukkepadainstrumenyangmempunyaikaitan
eratsatu sama laindalam unsur-unsur dasarnya.

Mutusuatu instrumenataualat pengukursecarakeseluruhan,pada
dasarnya dapatdiperiksa melalui duatahap usaha, yaitu pertama
dengananalisisrasional dananalisisempiris. Seorangpengawasyang
cermatdanberpengalamanbiasanyadengan mudahdapatmenilai
reliabilitassuatuinstrumen pengawasan dengan caraanalisisrasional.
Pengawas sepertiiniakan dapatpula menunjukkan kelemahan dari
instrumendandengansegeradapatmemberi pertimbangan,apakah
informasiyangdiperolehdariresponden dapatdipercayaatauharus
diterimadengan hati-hati,atau ditolak.Langkahkedua dalam memeriksa
mutuinstrumen ialah dengan menganalisis secara empiris (analisis
denganmenggunakan prosedur statistik).

Untukmenguji reliabilitasada beberapa metode kerja yangdapat
dipergunakan yaitu:

1) Metode Ulang(Test-Retest)

MenurutMargono(2004:184),metodeini menunjukadanya
pengulanganpengukuranyangsamakepadarespondenyangsama,
dengansituasiyang(kira-kira)sama,padadua waktuyang berlainan.
Cara inimemang sederhana, akantetapimempunyai
kelemahan-kelemahankarenakemungkinan-kemungkinandi bawah
ini:

(a) Terjadinya perubahandalam diri responden di antara dua
kurunwaktu pengisianinstrumen,sehinggahasilpengukuran
yangpertamadankeduaterjadiperubahan yangbesar.
(b) Kesiapanyangberbedadariresponden,padakeadaan
pengukurankedua dibanding denganyang pertama.Kebenaran
iniharussungguh diperhatikan,apalagidalammengukur reliabilitas
teskemampuan.
(c)Kemungkinanrespondenhanyamengingat danmengulang kembali
jawaban yang pernah diberikan. Untuk sedikit
mengatasi, jarak waktu antara pengukuran yang pertama
denganyangkedua perlu dipertimbangkan .
(d) Kemungkinanbahwarespondenyangcirinyadiukurberulang
kalimenunjukkansuatukesadaranterhadapciritersebut,yang
kemudianbertanggung jawabterhadap perubahan sikapitu.

2) MetodePararel

Metodeini menunjukpadasuatu kesatuan yangsama,atau
kelompokvariabeldiukurduakalipadawaktuyangsama atau
hampirbersamaan,padasampelataurespondenyangsamajuga.
Didalampelaksanaannyaterdapatduakemungkinan,yaitu:(1)dua
orangpenelitimenggunakan instrumen yangsama pada responden
yangberbeda,(2)seorangpenelitidengan duainstrumen yang
berbedatetapibermaksudmengukurvariabelyangsama.Salah
satucarauntukmenilaireliabilitasdaridua alatukuradalahdengan
koefisienkorelasi.Apabila koefisien korelasidikuadratkan,akan
diperolehkoefisien determinanyangsekaligus merupakanindeks
reliabilitasuntukkeduaalatukur (Margono,2004:185).

3) Metode BelahDua(SplitHalfMethod)

Metodeinimenunjuk padapengujiansuatu
instrumendengancaramembagidua,artinya
instrumendanskorpadakedua bagian
instrumenitudikorelasikan.Pengujian denganmetodeini(lebih
tepat)pada instrumen yangterdiridaribeberapa pertanyaan atau
pernyataan,biasanyadalam bentukskala.Sebuahskala biasanya
mengukurkonsep,jadi yangdiukurdalammetodebelahduaini adalah
homogenitasdan internal consistency pertanyaan/ pernyataan yang
termasuk dalam suatu instrumen. Proses
pengujianreliabilitaspadametodebelahdua ini,hampirsama
denganmetode pararel.Sampaisaatinibelum adapedoman yang
baikuntukmemilihsuatuinstrumen.Cara yangbiasanyaditempuh
adalahdengan mengelompokkanpertanyaanyangbernomorganjil
padasatu kelompokdanpernyataanyanggenappada kelompok yang
lain. Kelemahan metodeini bahwa koefisien korelasi dan
indeksreliabilitasnyabiasanyaberfluktuasitergantungdari cara
pengelompokkan pertanyaan-pertanyaan. (Margono, 2004: 185-
186).






c. Langkah-langkah Penyusunan Instrumen

Setidaknya ada duacara dalam mengembangkan instrumen (alatukur),
yaitu: (1) denganmengembangkan sendiri; dan (2) dengan cara
menyadur (adaptation). Sehubungan dengan pengembangan
instrumen pengawasansekolah, untuk mengawasi bidang-bidang
garapan manjemen sekolah, seorang pengawas dapat
mengembangkan sendiri instrumen pengawasannya atau dapat
menggunakaninstrumenyangsudahada,baikinstrumenyangtelah
digunakandalampengawasansekolahsebelumnyamaupunberupa
instrumen baku literaturyangrelevan.

Sebenarnyakegiatan pengawasan identikdengankegiatan
penelitian.Setidaknya,dalam langkah-
langkahpenyusunaninstrumen.Seperti
diketahui,menurutNatawidjaja(Komala,2003:59) ada beberapa langkah
yang harus ditempuh dalam mengembangkan sendiri instrumen
pengawasan sekolah.Langkah-langkah tersebutdapat
mengikutitahapanberikut:

1) Menentukanmasalah penelitian (bidangyangakandiawasi)
2) Menentukanvariabel (yangdiawasi)
3) Menentukaninstrumen yangakandigunakan.
4) Menjabarkanbangun setiapvariabel.
5) Menyusun kisi-kisi.
6) Penulisan butir-butirinstrumen.
7) Mengkajiulanginstrumentersebutyangdilakukanolehpeneliti
(pengawas) sendiri danoleh ahli ahli (melaluijudgement).
8) Penyusunan perangkatinstrumen sementara.
9) Melakukanujicobadengantujuanuntukmengetahui:(a)apakah
instrumenitudapatdiadministrasikan;(b) apakahsetiapbutir
instrumenitudapatdan dipahamiolehsubjekpenelitian
(pengawasan);(c)mengetahuivaliditas;dan (d)mengetahui
reliabilitas.
10)Perbaikan instrumen sesuai hasil uji coba.
11)Penataan kembali perangkat instrumen yang terpakai untuk
memperoleh data yangakandigunakan.

Sedangkan bila pengawas ingin mengembangkan instrumen dengan
proseduradaptasi(menyadur),makalangkah-langkahyang dapat
dilakukanadalah sebagaiberikut:

1) Penelaahaninstrumenaslidenganmempelajaripanduanumum
(manual)instrumendanbutir-butir instrumen. Halitu dilakukan
untukmemahami(a) bangun variabel; (b) kisi-kisinya;(c) butir-
butirnya;(d) carapenafsiran jawaban.
2) PenerjemahansetiapbutirinstrumenkedalambahasaIndonesia.
Penerjemahan dilakukanoleh dua orangsecaraterpisah.
3) Memadukan keduahasilterjemahan olehkeduanya.
4) Penerjemahankembalikedalambahasaaslinya.Halinidilakukan
untukmengetahui kebenaran penerjemahan tadi.
5) Perbaikan butirinstrumen bila diperlukan.
6) Uji pemahaman subjekterhadap butirinstrumen.






7) Uji validitas instrumen.
8) Uji reliabilitasinstrumen.

DenganmengacupadapendapatCrockerdanAlgina(Komala,2003:
60-61), langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk
mengkonstruksikan sebuah instrumen yangstandar, yaitu:

1) Menentukan tujuan utama penggunaan instrumen
2) Menentukantingkahlakuyangmenggambarkankonstrukyang hendak
diukur ataumenentukandomain.
3) Menyiapkan spesifikasiinstrumen, menetapkan proporsi butir
yang harus terpusat pada setiap jenis tingkah laku yang ditentukan
pada langkah2.
4) Menentukan poolawalbutir.
5) Mengadakan penelaahan kembali terhadap butir-butir yang
diperoleh pada langkah 4dan melakukanrevisibila perlu.
6) Melaksanakanujicobabutirpendahuluandalammelakukanrevisi
bilaperlu.
7) Melaksanakan ujilapangan terhadap terhadap butir-butir hasil
langkah6padasampel yangbesaryangmewakilipopulasiuntuk siapa
instrumen inidimaksudkan.
8) Menentukanciri-ciristatistikskorbutir,danapabilaperlu,sisihkan butir-
butiryangtidak memenuhi kriteria yangditetapkan.
9) Merencanakan danmelaksanakan pengkajian reliabilitas dan
validitasuntukbentukakhir instrumen.
10)Mengembangkan panduanpengadministrasian, penskoran dan
penafsiran skor instrumen.

Pemilihaninstrumenpengawasansekolahharusdidasarkan kepada rambu-
rambuyang tepat.Sehingga jenisinstrumenyang dipilih benar-
benarsesuaiuntukmengumpulkan datapengawasan secara
tepat.Adapunrambu-rambuyangdapatdigunakan sebagaiacuandalam
pemilihan instrumen pengumpulan data pengawasan sekoah dapat
dilihatpadatabeldi bawah ini(Arikunto,1988:52).

Tabel .1.Rambu-RambuPemilihan Instrumen
Pengumpulan Data Pengawasan


No

Metode

Instrumen

Data tentang
1 Angket Angket a.Pendapatresponden
b.Keadaan diri sendiri atau
keadaan luar diri
c. Kejadian yangsudahlampau
atau terus menerus
Skala sikap Sikap diriresponden
2 Wawancara
(interviu)
Pedoman
wawancara
a.Pendapatresponden
b.Keadaan diri sendiri atau
keadaan luar diri
c. Kejadian yangsudahlampau
atau terus menerus
3 Pengamatan Checklist a.Keadaan (diam), banyak










No

Metode

Instrumen

Data tentang
(observasi) aspek,sudahdiketahui jenis
objeknya,tidakmemerlukan
penjelasan.
b.Kejadian (berproses),banyak
aspeksudah diduga
pemunculannya, tidak
memerlukan penjelasan
urutan.
Pedoman
pengamatan
a. Keadaan atau kejadian yang
baru diketahuikerangka
garis besarnya.
b. Keadaan atau kejadian yang
garis besar latarnya
diketahui
4 Dokumentasi Checklist Keadaan atau kejadian bagi hal-
hal masa lalu
5 Tes Soal tes Prestasi belajar, minat,aspek-
aspekkepribadian,sertaaspek-
aspekpsikologis yanglain,yang
dikumpulkandalam kondisi
tertentu.

MenurutArikunto(1988:48-52),langkah-langkahyangharus dilalui dalam
menyusun instrumen apapun,termasukinstrumen pengawasan sekolah
adalah sebagai berikut:

1) Merumuskantujuanyangakandicapaidenganinstrumenyang akan
disusun.Bagipara penelitiatau pengawassekolah pemula,
merumuskantujuansepertiinitidaklazim.Padahalsebetulnya langkah
inisangatperlu.Tidakmungkinkiranyaatau apabila
mungkinakansukarsekalidilakukan,menyusun instrumentanpa
tahuuntukapadata ituterkumpul,apa yangharusdilakukan
sesudahituapafungsisetiapjawabandalam setiapbutirbagi
jawabanproblematika dansebagainya.Contoh: Tujuanmenyusun
angketuntukmengumpulkan data tentangbesarnya minatbelajar
denganmodul.
2) Membuatkisi-kisi yang mencanangkantentang perincianvariabel
danjenisinstrumenyangakan digunakanuntukmengukurbagian
variabel yangbersangkutan.

Contoh:Untukmengumpulkandata tentangkegiatan belajar
mengajardikelas diperlukanangket,wawancara,observasi,dan
dokumen.Kisi-kisinya adalah sebagai berikut:












No

Variabel/Sub
Variabel
Wawancara Angket

Obser
vasi
Doku-
men-
tasi
Guru

Siswa
Penge
-lola

Siswa
1 Mulaidan
berakhirnya
pelajaran








2 Aktivitassiswa

3 Kesulitan
modul









4 Kelengkapan
modul






5 Kelengkapan
alat






6 Pelaksanaan
tes










7 Mutusoaltes

8 Pengambilan
nilaiakhir








9 Pengadministr
asianmodul








10 Situasibela-
jarsecara
umum











3) Membuatbutir-butirinstrumen

Sesudahmemilikikisi-kisiseperticontoh diatas, langkahpenilaian
berikutnyaadalah membuatbutir-butirinstrumen.Yangtertera
padakolomkolomdisebelah kanan adalah wawancara,angket,
observasidandokumentasi.Keempatnya menunjukkanjenis kegiatan
yangakan dilakukanoleh penilaidalammengumpulkan
data.Untukdapatmelakukan pengumpulan data dengan baik,
penilaidilengkapidenganinstrumen(alat)agar pekerjaan dapat
dilakukan secara sistematis, menghemat waktu dan datayang
diperoleh sudah tersusun.

Menyusun instrumen bukanlah pekerjaan yang mudah. Bagi
peneliti atau pengawas sekolah pemula, tugas menyusun
instrumenmerupakanpekerjaanyangmembosankan dan
menyebalkan.Sebelummemulaipekerjaannya,mereka menganggap
bahwamenyusun instrumen itu mudah. Setelah tahubahwa
langkahawaladalahmembuatkisi-kisiyangmenuntut
kejelianyangluarbiasa.Tidakmengherankan kalaubanyakdi
antarapengawas yang merasa kesulitan.


Tanda-tanda()yangterterapadakisi-kisidiatasmenunjukkan
isimengenaiinformasiyangakandijaringdenganinstrumenyang









tertulispadajudulkolom.Dalamcontohterlihatbahwa butir-butir
padawawancarauntuksiswadanangketuntuk siswatidakcukup
banyak.Dalam keadaansepertiini,jikapengawasmenghendaki,
dapatdipilih salah satu saja.Setiapinstrumen mengandung
kebaikandankelemahan.Untukitu harapmempelajaributir-butir
penelitian tentanginstrumen penelitian.

4) Menyunting instrumen

Apabilabutir-butirinstrumensudah selesaidilakukan,makapenilai
ataupengawasmelakukanpekerjaanterakhir daripenyusunan
instrumenyaitumengadakanpenyuntingan(editing).Hal-halyang
dilakukandalamtahap-tahapini adalah:

(a) Mengurutkan butirmenurut sistematika yang dikehendaki
penilaiataupengawasuntukmempermudahpengolahandata.
(b) Menuliskan petunjukpengisian,identitas dan sebagainya.

(c) Membuatpengantarpermohonanpengisianbagi angketyang
diberikankepada oranglain.Untukpedomanwawancara,
pedoman pengamatan (observasi) danpedomandokumentasi
hanyaidentitasyang menunjukpadasumberdatadan identitas
pengisi.

Angketdenganhuruf-hurufyangjelasdan denganwajahdepan
yangmenarikakanmendorongrespondenuntukbersedia
mengisinya.Berhubungandengankeengganan respondenuntuk
mengisiangket,BorgdanGall(Arikunto,1988: 50)menyarankan hal-hal
sebagai berikut:

(a) Angket perlu dibuat menarik penampilannya dengan tata
letakhuruf atau warna tertentu.
(b) Usahakansupayarespondendapat mengisi dengancarayang
semudah-mudahnya.
(c) Setiap lembar perludiberi nomor halaman.
(d) Tuliskan namadengan jelas pada kepada siapa angket tersebut
dapatdikembalikan.
(e) Petunjukpengisian dibuatsingkat,jelasdan dengan cetakan
yangberbedadenganbutir-butir pertanyaan.
(f) Bilaperlu,sebaiknyadibericontohpengisiansebelumbutir
pertanyaan pertama.
(g) Urutanpertanyaandiusahakansedemikianrupasehingga
memudahkan bagipengisi untuk mengorganisasikan
pikirannya untukmenjawab.









(h) Butir pertanyaanpertama diusahakan yang mudah
pengisiannya, menarik dan tidak menekanperasaan.
(i) Butirpertanyaanyangmenyangkutinformasiyangsangat penting
jangandiletakkan di belakang.
(j) Pernyataan setiap butir supaya dibuatsejelas-jelasnya,
terutama mengenai inti dari hal yangdiselidiki.

Untukmengakhiri penjelasantentangpenyusunaninstrumen, berikut
iniditambahkankondensiaturan-aturanpenulisanbutir
angket.Beberapaaturandimaksudhampir samapersisdengan aturan-
aturan penyusunan tes objektif.Aturan-aturan tersebut
menurutArikunto(1988:50-51), yaitu:

(a)Hindarkanpenggunaan kata-katakebanyakan,sebagian
besar,biasanya yang tidakmempunyaiarti jelasdalam
jumlah.
(b) Rumusan yangpendek lebih baik daripada yang panjang
karena kalimatyangpendek akan lebihmudahdipahami.
(c) Rumusan negatif seyogyanya dihindariatau dikurangihingga
sesedikit mungkin. Untuk membuat butir arti terbalik
(inverse),jikaterpaksa menggunakankatayangmenunjuk pada
arti negatif hendaknya digarisbawahi.
(d) Tidakboleh membuat butir yang mengandung dua
pengertian,misalnya:Pendekatan menjadi tanggungjawab
orangtuamasyarakatdannegara,karenanyamakaorang tua
asuhperludiharuskanuntukanggotamasyarakatyang
mampu.Terhadap pernyataantesebutresponden dapat
setujuterhadap pernyataanpertamatetapi tidak untuk yang
kedua.
(e) Hindaripenggunaankata-kataataukalimat-kalimatyang
membingungkan.Ingat bahwaangketmerupakandaftar
pertanyaanyangdiisiolehrespondenpadawaktumereka
tidakberdekatan denganpenyusun.Olehkarenaitu,semua kata,
kalimatataukumpulan kalimatharus jelas.
(f) Hindaripengarahanterselubung.Penyusuninstrumentidak
dibenarkan sedikitatau banyakmemberikan isyarat pancingan
(hint) yang menyebabkan responden memilih suatu alternatif
tertentu.


E. Rangkuman

Supervisimanajerialmerupakanupayayangdilakukan pengawasuntuk
membinakepalasekolahkhususnya,danwargasekolahumumnya dalam
pengelolaansekolah.Aktivitas pengawas dalam supervisimanajerialtercakup
dalam empatkata kunci,yaitu:









1. Membimbing (membantu dan mendampingi) dalam penyusunan dan
perumusan berbagai pedoman,panduan,kebijakan atau programsekolah.
2. Memonitor,dalam pelaksanaan hal-hal yangsudahjelas aturannya.
3. Membina,dalampelaksanaan hal-hal yangperlu inisiatif sekolah.
4. Mengevaluasi (termasuk memeriksa dan menilai) dalam hal-hal yang
berkaitandenganketersediaan perangkat,maupun pelaksanaan program.

Untukmelaksanakan supervisimanajerialpengawasperlu memahamiprinsip-
prinsip,metode danteknikyangada,serta menerapkannyasesuaidengan
permasalahan dan tujuan yanghendakndicapai.

Sasaran supervisimanajerial adalah pengelolaan sekolah, meliputi
perencanaan,pelaksanaanrencanakerja,pengawasandan evaluasi, kepemimpinan
dan sistem informasi manajemen.


F. Refleksi

Setelahkegiatanpembelajaran1,ibu/bapakdapatmelakukanrefleksidengan
menjawabpertanyaan berikutini!

1. Apayangibu/bapakpahami setelah mempelajari materi ini?
2. Pengalamanpentingapayangibu/bapakperolehsetelahmempelajari materi ini?
3. Apa manfaat materi ini terhadap tugas ibu/ bapak sebagai pengawas
sekolah?
4. Aparencanatindaklanjutyangakanibu/bapaklakukansetelahkegiatan ini

Anda mungkin juga menyukai