Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN KASUS

PTERYGIUM GRADE IV OD
Disusun Oleh :
Prieza Noor Amalia
!"!!#"$
Pem%im%in& :
Dr' El(i )en*ria+i, S-M
KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT MATA
RUMA) SAKIT UMUM Dr' SLAMET GARUT
.AKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI /AKARTA
PERIODE "0 MEI 1 "$ /UNI "!2
"!2
1
3A3 I
STATUS PASIEN PTERIGIUM GRADE IV OD
IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. I
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 47 tahun
Alamat : Cilawu
Pekerjaan : Ibu Rumah an!!a
N". C# : $%&7''''
an!!al : & Juni ($%4
ANAMNESA
Keluhan utama : er)apat selaput pa)a mata kanan sejak % tahun *#R*
Anamnesa khusus :
Pasien )atan! ke P"liklinik #ata R*U +r. *lamet ,arut )en!an keluhan ter)apat
selaput pa)a mata kanan sejak % tahun *#R*. Awalnya selaput berukuran ke-il namun
semakin meluas sehin!!a pasien men!aku pen!lihatannya seperti a)a yan! men!halan!i )an
terasa a)a yan! men!!anjal. Keluhan ini )isertai )en!an mata !atal )an berair tanpa )isertai
)en!an keluar k"t"ran mata berlebih. Pasien men!aku a)anya riwayat keluhan yan! sama
pa)a mata kirinya )an telah )i"perasi . tahun yan! lalu. Riwayat serin! terpapar )ebu )an
sinar matahari /01 yaitu pa)a saat pasien men!en)arai sepe)a m"t"r atau berjalan kaki ke
pasar tanpa men!!unakan pelin)un! mata. Riwayat trauma pa)a ke)ua mata )isan!kal.
2
Anamnesa keluar!a :
Ibu pasien memiliki riwayat yan! sama seperti pasien2 namun ti)ak )i"perasi karena ibu
pasien su)ah tua sehin!!a ti)ak mau )i"perasi.
Riwayat penyakit )ahulu :
Riwayat memakai ka-amata ti)ak a)a
Riwayat tekanan )arah tin!!i ti)ak )iakui
Riwayat ken-in! manis ti)ak )iakui
Riwayat penyakit mata /mata merah2 pen!lihatan buram2 trauma1 ti)ak )iakui
Riwayat aler!i makanan2 "bat3"batan ataupun )ebu ti)ak )iakui
Riwayat s"sial ek"n"mi : Cukup
Riwayat !i4i : Cukup
PEMERIKSAAN
' Kea*aan Umum
Kesan *akit : ampak sakit se)an!
Kesa)aran : -"mp"s mentis
ekanan )arah : %%$56$ mm7!
Na)i : 6$'5menit
Respirasi : ($'5menit
*uhu : A8ebris
"' S+a+us O(+almolo&i
Pemeri4saan Su%5e4+i(
9I*U* :+ :*
*C $.4 %.$
CC 3 3
*N Pin h"le : tetap Pin h"le : tetap
K:R;K*I 3 3
A++; * 0(.$$ * 0(.$$
,;RAKAN <:=A #AA <aik ke se!ala arah <aik ke se!ala arah

Pemeri4saan E4s+ernal
3
*ilia
Palpebra superi"r
Palpebra in8eri"r
K"njun!ti>a tarsus superi"r
K"njun!ti>a tarsus in8eri"r
K"njun!ti>a bulbi
K"rnea
<ilik #ata +epan
Pupil
+iameter pupil
Re8lek -ahaya
+ire-t
In)ire-t
Iris
=ensa
OD
umbuh teratur
t.a.k
t.a.k
tenan!
tenan!
er)apat jarin!an
8ibr">askular berbentuk
se!iti!a )i ba!ian temp"ral
melewati limbus )an
men-apai pupil
+alam
bulat
.mm
0
0
C"klat2 sinekia /31
Jernih
OS
umbuh teratur
t.a.k
t.a.k
tenan!
tenan!
t.a.k
jernih
)alam
bulat
.mm
0
0
C"klat2 sinekia /31
Jernih
Pemeri4saan 3iomi4ros4o- 6Sli+ Lam-7
4
Cilia
K"njun!ti>a
K"rnea
C:A
Pupil
Iris
=ensa
i)ak a)a kelainan
er)apat jarin!an
8ibr">askular berbentuk
se!iti!a )i ba!ian
temp"ral k"njun-ti>a
bulbi melewati limbus )an
men-apai pupil
+alam
bulat
?arna -"klat2kripta iris
n"rmal2 sinekia /31
Jernih
i)ak a)a kelainan
Injeksi /31
Jernih
+alam
bulat
?arna -"klat2 kripta iris n"rmal
*inekia /31
Jernih
PEMERIKSAAN .UNDUSKOPI
.un*us4o-i OD OS
Lensa Jernih Jernih
Vi+reus Jernih Jernih
.un*us Re8leks 8un)us /01 Re8leks 8un)us /01
Pa-il <atas te!as2 hiperemis2
bentuk bulat
<atas te!as2 hiperemis2
bentuk bulat
8DR $2. @ $24 $2. @ $24
A9V re+ina sen+ralis (5. (5.
Re+ina Per)arahan /31
;ksu)at /31
Per)arahan /31
;ksu)at /31
Ma4ula A">ea re8le' /01 A">ea re8le' /01
Pemeriksaan "n"metri : I: n"rmal per palpasi :+*
RESUME :
Pasien )atan! ke P"liklinik #ata R*U +r. *lamet ,arut )en!an keluhan ter)apat
selaput pa)a mata kanan sejak % tahun *#R*. Awalnya selaput berukuran ke-il namun
5
semakin meluas sehin!!a pasien men!aku pen!lihatannya seperti a)a yan! men!halan!i )an
terasa a)a yan! men!!anjal. Keluhan ini )isertai )en!an mata !atal )an berair tanpa )isertai
)en!an keluar k"t"ran mata berlebih. Pasien men!aku a)anya riwayat keluhan yan! sama
pa)a mata kirinya )an telah )i"perasi . tahun yan! lalu. Riwayat serin! terpapar )ebu )an
sinar matahari /01 yaitu pa)a saat pasien men!en)arai sepe)a m"t"r atau berjalan kaki ke
pasar tanpa men!!unakan pelin)un! mata. Riwayat trauma pa)a ke)ua mata )isan!kal. Ibu
pasien memiliki keluhan yan! sama seperti pasien2 namun ti)ak )i"perasi. Riwayat memakai
ka-amata2 tekanan )arah tin!!i2 ken-in! manis2 aler!i makanan2 "bat3"batan ataupun )ebu
ti)ak )iakui pasien. Pa)a pemeriksaan )i)apatkan ter)apat jarin!an 8ibr">askular berbentuk
se!iti!a pa)a ba!ian temp"ral k"njun-ti>a bulbi melewati limbus )an men-apai pupil mata
kanan. Pemeriksaan >isus mata kanan $24 )an mata kiri %2$.
DIAGNOSIS 3ANDING
Pseu)"pteri!ium
DIAGNOSIS KER/A
Pteri!ium !ra)e I9 :+ 0 Presbi"pi :+*
REN8ANA PEMERIKSAAN
Pemeriksaan lab"rat"rium
+arah : 7em"!l"bin2 leuk"sit2 hemat"krit2 tr"mb"sit2 masa per)arahan /<12
#asa pembekuan )arah /C1
Kimia : ,ula )arah sewaktu
Urin : ,luk"sa urin
REN8ANA TERAPI
#e)ikament"sa pre"perasi
Am"'i-illin B$$ m! .'% tab p"
Asam me8enamat B$$ m! ('% tab p"
Cen)" 'ytr"l &'% !tt :+
Penatalaksanaan s"sial
#en!!unakan ka-amata pelin)un! )an t"pi pelin)un!
REN8ANA OPERASI
:+ ;ksisi pteri!ium 0 !ra8t k"njun!ti>a
6
PROGNOSIS
Cu" a) >itam : b"nam
Cu" a) 8un-ti"nam : )ubia a) b"nam
3A3 II
PEM3A)ASAN
' Men&a-a -a*a -asien ini *i*ia&nosa se%a&ai -asien -+eri&ium &ra*e IV OD :
Karena )ari anamnesis pa)a pasien ini )i)apatkan se"ran! perempuan berusia 47
tahun2 pasien )atan! ke P"liklinik #ata R*U +r. *lamet ,arut )en!an keluhan +er*a-a+
sela-u+ -a*a ma+a 4anan se5a4 +ahun SMRS. A;aln<a sela-u+ %eru4uran 4e=il
7
namun sema4in meluas sehin!!a pasien men!aku -en&liha+ann<a se-er+i a*a <an&
men&halan&i *an +erasa a*a <an& men&&an5al. Keluhan ini )isertai )en!an ma+a &a+al
*an %erair +an-a *iser+ai *en&an 4eluar 4o+oran ma+a %erle%ih. Pasien men!aku
a)anya riwayat keluhan yan! sama pa)a mata kirinya )an telah )i"perasi . tahun yan!
lalu. Ri;a<a+ serin& +er-a-ar *e%u *an sinar ma+ahari 6>7 yaitu pa)a saat pasien
men!en)arai sepe)a m"t"r atau berjalan kaki ke pasar tanpa men!!unakan pelin)un!
mata. Riwayat trauma pa)a ke)ua mata )isan!kal. I%u -asien memili4i 4eluhan <an&
sama se-er+i -asien2 namun ti)ak )i"perasi. Riwayat memakai ka-amata2 tekanan )arah
tin!!i2 ken-in! manis2 aler!i makanan2 "bat3"batan ataupun )ebu ti)ak )iakui pasien.
Pa)a pemeriksaan )i)apatkan ter)apat 5arin&an (i%ro?as4ular %er%en+u4 se&i+i&a -a*a
%a&ian +em-oral 4on5un=+i?a %ul%i mele;a+i lim%us *an men=a-ai -u-il ma+a
4anan. Pemeriksaan ?isus ma+a 4anan !,2 )an mata kiri %2$.
+ari uraian )iatas ber)asarkan anamnesis )an pemeriksaan 8isik pasien tersebut
jelas )i)ia!n"sa pteri!ium !ra)e I9 :+. #enurut )e8inisi2 pteri!ium merupakan suatu
pertumbuhan 8ibr">askular k"njun!ti>a yan! bersi8at )e!enerati8 )an in>asi8.
Pertumbuhan ini biasanya terletak pa)a -elah kel"pak ba!ian nasal ataupun temp"ral
k"njun!ti>a yan! meluas ke )aerah k"rnea. Pteri!ium berasal )ari bahasa Dunani2 yaitu
pteron yan! artinya wing atau sayap.
%24
<er)asarkan sta)ium pteri!ium )iba!i ke )alam 4 sta)ium yaitu:

*ta)ium I : jika pteri!ium hanya terbatas pa)a limbus k"rnea

*ta)ium II : jika pteri!ium su)ah melewati limbus )an belum men-apai


pupil2 ti)ak lebih )ari ( mm melewati k"rnea.

*ta)ium III : jika pteri!ium su)ah melebihi sta)ium II tetapi ti)ak melebihi
pin!!iran pupil mata )alam kea)aan -ahaya n"rmal /)iameter pupil sekitar
.34 mm1.

*ta)ium I9 : jika pertumbuhan pteri!ium su)ah melewati pupil sehin!!a


men!!an!!u pen!lihatan.
6
Pa)a pasien ini pteri!ium !ra)e I9 karena pteri!ium su)ah melewati limbus )an
su)ah men-apai pupil2 ju!a pen!lihatan pasien ter!an!!u.
"' A-a e+iolo&i *ari -en<a4i+ ini:
8
Aakt"r resik" yan! mempen!aruhi pteri!ium a)alah lin!kun!an yakni ra)iasi
U9 matahari2 iritasi kr"nik )ari bahan tertentu )i u)ara2 )an 8akt"r here)iter.
.2B
a. Ra)iasi Ultra>i"let
Paparan sinar matahari2 waktu )i luar ruan!an2 pen!!unaan ka-amata )an t"pi
mempen!aruhi resik" terja)inya pteri!ium. *inar ultra>i"let )iabs"rbsi k"rnea
)an k"njun!ti>a men!akibatkan kerusakan sel )an pr"li8erasi sel.
.2B
b. Aakt"r ,enetik
<er)asarkan penelitian -ase -"ntr"l menunjukkan riwayat keluar!a )en!an
pteri!ium2 kemun!kinan )iturunkan se-ara aut"s"mal )"minan.
.2B
-. Aakt"r lain
Iritasi kr"nik atau in8lamasi yan! terja)i pa)a area limbus atau peri8er k"rnea
merupakan pen)ukun! terja)inya te"ri keratitis kr"nik )an terja)inya limbal
)e8isiensi2 )an saat ini merupakan te"ri baru pat"!enesis )ari pteri!ium. +ebu2
kelembaban yan! ren)ah2 )an trauma ke-il )ari bahan partikel tertentu2 dry
eyes2 )an >irus papil"ma ju!a )i)u!a seba!ai penyebab )ari pteri!ium.
.2B
Pa)a pasien ini men!aku serin! men!en)arai sepe)a m"t"r atau berjalan kaki
ketika per!i ke pasar tanpa men!!unakan pelin)un! mata sehin!!a pasien lebih mu)ah
untuk terpapar )ebu yan! merupakan 8akt"r resik" )ari pteri!ium.
;ti"l"!i pteri!ium ti)ak )iketahui )en!an jelas. Namun2 karena lebih serin!
terja)i pa)a "ran! yan! tin!!al )i )aerah beriklim panas2 maka !ambaran yan! palin!
)iterima tentan! hal tersebut a)alah resp"n terha)ap 8akt"r38akt"r lin!kun!an seperti
paparan terha)ap matahari /ultra>i"let12 )aerah kerin!2 in8lamasi2 )aerah an!in ken-an!
)an )ebu atau 8akt"r iritan lainnya. Pen!erin!an l"kal )ari k"rnea )an k"njun!ti>a pa)a
8isura interpalpebralis )isebabkan "leh karena kelainan tear film bisa menimbulkan
pertumbuhan 8ibr"blastik baru merupakan salah satu te"ri. in!!inya insi)en pteri!ium
pa)a )aerah )in!in2 iklim kerin! men)ukun! te"ri ini.
42B
Ultra>i"let a)alah muta!en untuk p53 tumor suppressor gene pa)a limbal basal
stem cell. anpa ap"pt"sis2 transforming growth factor-beta ">erpr")uksi )an
menimbulkan k"la!enase menin!kat2 sel3sel bermi!rasi )an an!i"!enesis. Akibatnya
terja)i perubahan )e!enerasi k"la!en )an terlihat jarin!an subepitelial 8ibr">askular.
Jarin!an subk"njun!ti>a terja)i )e!enerasi elastoic )an pr"li8erasi jarin!an !ranulasi
>askular )i bawah epitelium yan! akhirnya menembus k"rnea ter)apat pa)a lapisan
9
membran b"wman "leh pertumbuhan jarin!an 8ibr">askular2 serin! )en!an in8lamasi
rin!an. ;pitel )apat n"rmal2 tebal atau tipis )an ka)an! terja)i )isplasia.
B2&
Limbal stem cell a)alah sumber re!enerasi epitel k"rnea. Pa)a kea)aan
)e8isiensi limbal a)a pertumbuhan k"njun!ti>a ke k"rnea2 >askularisasi2 in8lamasi
kr"nis2 kerusakan membran basement2 )an pertumbuhan jarin!an 8ibr"tik. an)a ini
ju!a )itemukan pa)a pteri!ium )an karena itu banyak penelitian menunjukkan bahwa
peri!ium merupakan mani8estasi )ari )e8isiensi atau )is8un!si localized interpalpebral
limbal stem cell. Kemun!kinan akibat sinar ultra>i"let terja)i kerusakan stem cell )i
)aerah interpalpebra.
&27
Pemisahan 8ibr"blas )ari jarin!an pteri!ium menunjukkan perubahan 8en"ti82
pertumbuhan banyak lebih baik pa)a me)ia yan! men!an)un! serum )en!an
k"nsentrasi ren)ah )iban)in! )en!an 8ibr"blas k"njun!ti>a n"rmal. =apisan 8ibr"blas
pa)a ba!ian pteri!ium menunjukkan pr"li8erasi sel yan! berlebihan. Pa)a 8ibr"blas
pteri!ium menunjukkan matri' metall"pr"teinase2 )i mana matri' tersebut a)alah
matri' ekstraseluler yan! ber8un!si untuk jarin!an yan! rusak2 penyenbuhan luka2
men!ubah bentuk )an 8ibr"blas pteri!ium bereaksi terha)ap ,A3E /transforming
growth factor-1 berbe)a )en!an jarin!an k"njun!ti>a n"rmal2 bA,A /basic fibroblast
growth factor1 yan! berlebihan2 NA3F /tumor necrosis factor-1 )an I,A II. 7al ini
menjelaskan bahwa pteri!ium -en)erun! terus tumbuh2 in>asi ke str"ma k"rnea )an
terja)i 8ibr">askular )an in8lamasi.
&27
@' 3a&aimana -ena+ala4sanaan -asien ini:
Untuk me)ikament"sa pre"perasi )iberikan antibi"tik berupa Am"'i-illin B$$
m! .'% tab per"ral seba!ai "bat pr"8ilaksis terja)inya in8eksi sistemik pas-a "perasi2
ju!a )iberikan Asam #e8enamat B$$ m! ('% tab per"ral seba!ai "bat anal!etik untuk
men!uran!i nyeri pas-a "perasi2 lalu )iberikan Cen)" Gytr"l tetes mata &'% !tt :+
seba!ai antiin8lamasi )an antibi"tik. Cen)" Gytr"l men!an)un! k"rtik"ster"i)
/)eksametas"n1 )an antibi"tik /ne"misina )an p"limisina1. K"rtik"ster"i) mempunyai
e8ek antiin8lamasi atau menekan pera)an!an. *e)an!kan ne"misina )an p"limisina
10
mempunyai e8ek antibakterial. Pa)a pasien ini akan )ilakukan "perasi eksisi
ptery!ium :+ )an !ra8t k"njun-ti>a2 karena ptery!ium pa)a pasien ini su)ah !ra)e
I92 men!an!!u pen!lihatan2 )an ju!a untuk alasan k"smetik.
Prinsip penan!anan pteri!ium )iba!i (2 yaitu -ukup )en!an pemberian "bat3
"batan jika ptery!ium masih )erajat % )an (2 se)an!kan tin)akan be)ah )ilakukan
pa)a ptery!ium yan! melebihi )erajat (. in)akan be)ah ju!a )ipertimban!kan pa)a
pteri!ium )erajat % atau ( yan! telah men!alami !an!!uan pen!lihatan. Pen!"batan
ti)ak )iperlukan karena bersi8at rekuren2 terutama pa)a pasien yan! masih mu)a. <ila
pteri!ium mera)an! )apat )iberikan ster"i) atau suatu tetes mata )ek"n!estan.
=in)un!i mata yan! terkena pteri!ium )ari sinar matahari2 )ebu )an u)ara kerin!
)en!an ka-amata pelin)un!. <ila ter)apat tan)a ra)an! beri air mata buatan bila perlu
)apat )iberikan ster"i) . <ila ter)apat )elen /lekukan k"rnea1 beri air mata buatan
)alam bentuk salep. <ila )iberi >as"k"nstrikt"r maka perlu -"ntr"l )alam ( min!!u
)an bila telah ter)apat perbaikan pen!"batan )ihentikan.
%
In)ikasi untuk eksisi pteri!ium a)alah keti)aknyamanan yan! menetap
termasuk !an!!uan pen!lihatan2 ukuran pteri!ium H.34 mm2 pertumbuhan yan!
pr"!resi8 menuju ten!ah k"rnea atau >isual a'is )an a)anya !an!!uan per!erakan
b"la mata. ;ksisi pteri!ium bertujuan untuk men-apai kea)aan n"rmal yaitu
!ambaran permukaan b"la mata yan! li-in. eknik be)ah yan! serin! )i!unakan
untuk men!an!kat pteri!ium a)alah )en!an men!!unakan pisau yan! )atar untuk
men)iseksi pteri!ium ke arah limbus. ?alaupun memisahkan pteri!ium )en!an bare
sclera ke arah bawah pa)a limbus lebih )isukai2 namun ti)ak perlu memisahkan
jarin!an ten"n se-ara berlebihan )i )aerah me)ial2 karena ka)an!3ka)an! )apat
timbul per)arahan "leh karena trauma ti)ak )isen!aja )i )aerah jarin!an "t"t. *etelah
)ieksisi2 kauter serin! )i!unakan untuk men!"ntr"l per)arahan.
42&
=ebih )ari seten!ah pasien yan! )i"perasi pteri!ium )en!an teknik simple
surgical removal akan men!alami rekuren. *uatu teknik yan! )apat menurunkan
tin!kat rekurensi hin!!a BI a)alah conjunctival autograft /,ambar 41. +imana
pteri!ium yan! )ibuan! )i!antikan )en!an k"njun!ti>a n"rmal yan! belum terpapar
sinar U9 /misalnya k"njun!ti>a yan! se-ara n"rmal bera)a )i belakan! kel"pak mata
atas1. K"njun!ti>a n"rmal ini biasaya akan sembuh n"rmal )an ti)ak memiliki
ke-en)erun!an unuk menyebabkan pteri!ium rekuren.
%2(

Pa)a pteri!ium )erajat .34 )ilakukan tin)akan be)ah berupa a>ulsi pteri!ium.
*e)apat mun!kin setelah a>ulsi pteri!ium maka ba!ian k"njun!ti>a bekas pteri!ium
11
tersebut )itutupi )en!an -an!k"k k"njun!ti>a yan! )iambil )ari k"nju!nti>a ba!ian
superi"r untuk menurunkan an!ka kekambuhan. ujuan utama pen!an!katan
pteri!ium yaitu memberikan hasil yan! baik se-ara k"smetik2 men!upayakan
k"mplikasi seminimal mun!kin2 an!ka kekambuhan yan! ren)ah. Pen!!unaan
#it"my-in C /##C1 sebaiknya hanya pa)a kasus pteri!ium yan! rekuren2 men!in!at
k"mplikasi )ari pemakaian ##C ju!a -ukup berat.
6
In)ikasi :perasi pteri!ium
%. Pteri!ium yan! menjalar ke k"rnea sampai lebih . mm )ari limbus
(. Pteri!ium men-apai jarak lebih )ari separuh antara limbus )an tepi pupil
.. Pteri!ium yan! serin! memberikan keluhan mata merah2 berair )an silau
karena asti!matismus
4. K"smetik2 terutama untuk pen)erita wanita.
Pa)a prinsipnya2 tatalaksana pteri!ium a)alah )en!an tin)akan "perasi.

A)a
berba!ai ma-am teknik "perasi yan! )i!unakan )alam penan!anan pteri!ium )i
antaranya a)alah:
%.
Bare sclera : bertujuan untuk menyatukan kembali k"njun!ti>a )en!an
permukaan sklera. Keru!ian )ari teknik ini a)alah tin!!inya tin!kat rekurensi
pas-a pembe)ahan yan! )apat men-apai 4$37BI.
(.
imple closure : menyatukan lan!sun! sisi k"njun!ti>a yan! terbuka2 )imana
teknik ini )ilakukan bila luka pa)a k"njun-ti>a relati8 ke-il.
..
liding flap : )ibuat insisi berbentuk huru8 = )isekitar luka bekas eksisi untuk
memun!kinkan )ilakukannya penempatan flap.
4.
!otational flap : )ibuat insisi berbentuk huru8 U )i sekitar luka bekas eksisi
untuk membentuk seperti li)ah pa)a k"njun!ti>a yan! kemu)ian )iletakkan
pa)a bekas eksisi.
B.
"onjunctival graft : men!!unakan free graft yan! biasanya )iambil )ari
k"njun!ti>a bulbi ba!ian superi"r2 )ieksisi sesuai )en!an ukuran luka
kemu)ian )ipin)ahkan )an )ijahit atau )i8iksasi )en!an bahan perekat
jarin!an /misalnya #isseel $%& Ba'ter %ealthcare& (earfield& )llionis1.
&.
*mnion graft : men-an!k"k membran amni"n ju!a telah )i!unakan untuk
men-e!ah kekambuhan pteri!ium. #eskipun keuntun!kan )ari pen!!unaan
membran amni"n ini belum teri)enti8ikasi2 seba!ian besar peneliti telah
menyatakan bahwa itu a)alah membran amni"n berisi 8akt"r pentin! untuk
men!hambat pera)an!an )an 8ibr"sis )an epithelialisai. *ayan!nya2 tin!kat
kekambuhan san!at bera!am pa)a stu)i yan! a)a2)iantara (2& persen )an
12
%$27 persen untuk ptery!ia primer )an setin!!i .72B persen
untuk kekambuhan ptery!ia. *ebuah keuntun!an )ari teknik ini selama
aut"!ra8t k"njun!ti>a a)alah pelestarian bulbar k"njun!ti>a. #embran
Amni"n biasanya )itempatkan )i atas sklera 2 )en!an membran basal
men!ha)ap ke atas )an str"ma men!ha)ap ke bawah. <eberapa stu)i terbaru
telah men!anjurkan pen!!unaan lem 8ibrin untuk membantu -an!k"k
membran amni"n menempel jarin!an epis-leral )ibawahnya. =em 8ibrin ju!a
telah )i!unakan )alam aut"!ra8ts k"njun!ti>a.
%
Te4ni4 O-erasi P+eri&ium
2' 3a&aimana -ro&nosis -a*a -asien ini:
Pr"!n"sis Ju" a) >itam pa)a pasien ini a) b"nam )ikarenakan pasien ti)ak memiliki
penyakit sistemik yan! men)asari. Pr"!n"sis Ju" a) 8un-ti"nam )ubia a) b"nam2 karena
setelah "perasi eksisi ptery!ium bisa terja)i k"mplikasi berupa makula k"rnea2 sikatriks
k"rnea2 maupun asti!matisma2 yan! menyebabkan !an!!uan pen!lihatan.
13
3A3 III
DA.TAR PUSTAKA
%. *i)arta Ilyas. Ilmu Penyakit #ata e)isi keti!a. ($$6. Jakarta: AK UI.
(. "handra (+ et al, ;88e-ti>eness "8 sub-"njun-ti>al mit"my-in3C -"mpare) with
sub-"njun-ti>al triam-in"l"n a-et"ni)e "n the re-urren-e "8 pr"!resi>e primary
ptery!ium whi-h un)erwent #- Reyn"l)s meth"). Ber-ala llmu .edo-teran& $olume 3/&
0o, 1& (esember 23345 678-6/,
.. ,a44ar) ,2 *aw *3#2 Aar""k #2 K"h +2 ?ijaya +2 et all. Ptery!ium in In)"nesia:
pre>alen-e2 se>erity an) risk 8a-t"rs. <ritish J"urnal "8 :phthalm"l"!y. ($$(K 6&/%(1:
%.4%@%.4&. A>aiable at: http:55www.n-bi.nlm.nih.!">5pm-5arti-les5P#C%77%4.B5
4. 7amurw"n" ,+2 Nain!!"lan *72 *"ekranin!sih. <uku Pe)"man Kesehatan #ata )an
Pen-e!ahan Kebutaan Untuk Puskesmas. Jakarta: +irekt"rat <ina Upaya Kesehatan
14
Puskesmas +itjen Pembinaan Kesehatan #asyarakat +epartemen Kesehatan2 %L64. %43
%7
B. Ameri-an A-a)emy "8 :phtalm"l"!y. <asi- an) Clini-al *-ien-e C"urse se-ti"n 6
;'ternal +isease an) C"rnea. ($$73($$6. p: .44M4$B
&. 7 an +"nal) et all. Ptery!ium -lini-al :phtalm"l"!y @ An Asian Perspe-ti>e2 Chapter
..(.*aun)ers ;lse>ier. *in!ap"re. ($$B. p:($73(%4.
7. Khurana A. K. C"mmunity :phtalm"l"!y in C"mprehensi>e :phtalm"l"!u. A"urth
;)iti"n. Chapter ($. New +elhi. New A!e Internati"nal =imite) Publisher. ($$7. p: 44.3
4B7
6. + ,"n)h"wiar)j" jahj"n"2 *imanjuntak ?* ,ilbert. Ptery!ium: Pan)uan #anajemen
Klinis Per)ami. C9 :n)". Jakarta. ($$&. p: B&3B6
15