Anda di halaman 1dari 5

Pertemuan Ke - 2

Data dan Sinyal



Data
komponen yang mengandung suatu informasi.
Berdasarkan karakteristiknya, data dibagi menjadi 2 yaitu data analog dan data digital.
Data analog merupakan data yang ditampilkan melalui ukuran fisik serta memiliki nilai berulang
secara terus menerus dan kontinyu dalam beberapa interval. Misalnya :
a. Suara & video mengubah pola-pola intensitas secara terus menerus.
b. Audio dalam bentuk gelombang suara akustik.
Data digital merupakan data yang memiliki nilai-nilai yang berlainan dan memiliki ciri-ciri
tersendiri. Contoh data digital adalah teks, bilangan bulat dan karakter-karakter lain. Data digital
ditransmisikan dalam dalam sederetan bit.
Sinyal
Representasi dari data yang berbentuk gelombang elektromagnetik.
Dalam komunikasi data, data dikirimkan dalam bentuk sinyal-sinyal elektromagnetik.
Pada saat transmiter mengirimkan sebuah sinyal ke receiver melalui sebuah media, sinyal sebagai
suatu fungsi waktu dan dapat diekspresikan sebagai suatu frekuensi.
Spektrum = Jarak rentang frekuensi dimana sinyal berada
Bandwidth = ukuran dari spektrum,semakin besar bandwidth semakin besar data yang bisa lewat
Pada kenyataannya suatu sinyal elektromagnetik terdiri atas berbagai frekuensi, sehingga
spektrumnya akan melebar sebanyak frekuensi yang terdapat pada sinyal tersebut.
Ada dua jenis sinyal, yaitu :
1. Sinyal analog merupakan gelombang elektromagnetik yang terus menerus dan disebarkan melalui
berbagai media transmisi.
Dengan menggunakan sinyal analog, maka jangkauan transmisi data dapat mencapai jarak yang
jauh, tetapi sinyal ini mudah terpengaruh oleh noise.
Bentuk Sinyal : Sine Wave

Gambar 1. Sinyal Analog


Komponen Untuk Sinyal Analog :
Frekuensi (F), jumlah gelombang dalam suatu waktu,
dalam Hertz (Hz)
Amplitudo (A),tinggi rendahnya tegangan sinyal, dengan
ukuran volt
Periode(T), Waktu untuk menyelesaikan satu putaran,
dengan ukuran second (detik)
Data dan Sinyal/JP
1
2. Sinyal digital adalah suatu rangkaian voltase pulsa yang bisa ditransmisikan melalui sebuah media
kabel. Sistem komputer bekerja dengan sinyal ini. Sinyal digital hanya memiliki dua keadaan, yaitu
0 dan 1, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh noise, tetapi transmisi dengan sinyal digital hanya
mencapai jarak jangkau pengiriman data yang relatif dekat. Biasanya sinyal ini juga dikenal dengan
sinyal diskret. Sinyal yang mempunyai dua keadaan ini biasa disebut dengan bit. Bit merupakan
istilah khas pada sinyal digital.Sebuah bit dapat berupa nol (0) atau satu (1). Kemungkinan nilai
untuk sebuah bit adalah 2 buah (21), berupa 0 dan 1. Kemungkinan nilai untuk 2 bit adalah
sebanyak 4 (22), berupa 00, 01, 10, dan 11. Secara umum, jumlah kemungkinan nilai yang
terbentuk oleh kombinasi n bit adalah sebesar 2n buah.
Bentuk Sinyal : Square Wave



Gambar 2. Sinyal Digital

Dibawah ini adalah kombinasi data dan sinyal :






Data dan Sinyal/JP
2
Sebuah sinyal dikatakan periodik, jika sinyal tersebut mengalami perulangan bentuk yang sama pada
selang waktu tertentu.

Gambar 3. Sinyal Periodik

Pengkodean Data
Di dalam sistem komunikasi data, karakter harus dikirimkan dari satu titik ke titik berikutnya. Karakter-
karakter tidak dapat dikirimkan secara langsung, tetapi harus dikodekan/disandikan terlebih dahulu
dengan kode-kode yang dikenal oleh setiap terminal.
Tujuan dari sebuah pengkodean adalah menjadikan tiap karakter dalam sebuah informasi digital yaitu
ke dalam bentuk biner untuk dapat ditransmisikan.
Sistem sandi yang umum dipakai :
a. ASCII (American Standard Code for Information Interchange)
Kode standar yang sering digunakan oleh peralatan komunikasi data
Merupakan sandi 8 bit dimana 7 bit digunakan untuk bit data ditambah bit ke-8 sebagai bit pariti.
Terdapat 128 macam simbol yang dapat diberi sandi ini, 22 kode diantaranya digunakan
untuk fungsi-fungsi kendali seperti kendali piranti, kendali format, pemisah informasi dan kendali
pengiriman.



















Gambar 4. Tabel ASCII



Data dan Sinyal/JP
3
b. EBCDIC ( Extended Binary Coded Decimal Interchange Code )
Kode ini terdiri atas kode alphanumerik 8-bit yang memungkinkan untuk mewakili karakter
sebanyak 256 kombinasi karakter yang dipergunakan pada sistem komunikasi komputer oleh IBM.
Kode EBCDIC terdiri atas tabel karakter dan kode pengontrol. Setiap karakter memerlukan lebar 8-
bit, sedangkan bit ke sembilan dipakai sebagai parity. Banyak kode yang dimasukkan dalam tabel,
serta memungkinkan untuk memaksukkan pula kode-kode yang berfungsi secara khusus untuk
kegunaan tertentu atau untuk aplikasi grafis.












Gambar 5. Tabel EBCDIC

c. Boudot Code
Menggunakan kombinasi 5 bit untuk mewakili suatu karakter, yang berarti seharusnya dapat
diwakili sebanyak 32 macam karakter. 32 macam karakter tidak cukup untuk mewakili semua
karakter alphanumeric, sehingga kode ini dibagi menjadi 2 bagian, yaitu karakter huruf (letters
characters) dan karakter bentuk (figures characters). Kode yang mewakili karakter diawali dengn
kode letter shift character(LTRS atau LS) dan kode yang mewakili bentuk diawali dengan kode
figure shift character(FIGS atau FS).
Digunakan pada terminal teletype dan tele printer.
Pada contoh berikut ditunjukkan bila mengkodekan tulisan PENS NO 1, maka akan berbentuk
sebagai berikut :
LTRS P E N S SPC N O SPC FIGS 1
11111 01101 10000 00110 10100 00100 00110 00011 00100 11011 11101
Data dan Sinyal/JP 4



























Gambar 6. Tabel Boudot Code


Encoding dan Decoding
Encoding merupakan proses pengkonversian suatu sumber data analog maupun digital menjadi
sinyal digital. Bentuk sinyal yang dihasilkan bergantung kepada teknik encoding dan media transmisi
yang digunakan.
Sinyal yang paling banyak dikenal adalah sinyal audio atau data akustik yang berbentuk gelombang
bunyi dan dapat didengar langsung oleh manusia. Sinyal yang dihasilkan oleh pembangkit suara
manusia disebut speech yang memiliki komponen frekuensi antara 20 Hz sampai 20 kHz, akan tetapi
sebagian besar spektrum energinya terkonsentrasi pada frekuensi rendah.






Gambar 7. Teknik Encoding

Untuk menghasilkan sinyal digital, maka suatu sumber g(t) yang dapat berupa sumber analog
atau digital di encoding menjadi sinyal digital x(t) oleh encoder. Sinyal digital tersebut digunakan
dalam proses transmisi data. Sedangkan untuk menuju kepada penerima akan diubah kembali ke
sinyal aslinya oleh decoder. Dan proses perubahan ini disebut dengan decoding.
Data dan Sinyal/JP
5