Anda di halaman 1dari 41

TEKNIK PROTOKOL & MC

OLEH : RIZA PAHLAWAN



MATERI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN MC
KEMENTERIAN PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA
BEKERJASAMA DENGAN
BINA UTAMA EDUCATION AND TRAINING
JAKARTA, 6 19 JUNI 2012
INTRODUCTION
PROTOKOL > BELANDA & INGGRIS
SAAT PENJAJAHAAN.
DARI PERANCIS > PROTOCOLE.
PERANCIS DARI LATIN >
PROTOKOLLUM.
ASAL KATA PROTOKOL
PROTOKOL BERASAL DARI
BAHASA YUNANI :
PROTOS : LEMBAR PERTAMA.
DAN
KOLLA : MEREKATKAN.
MAKNA PROTOKOL
(ENCYCLOPEDIA BRITANICA 1962)
PROTOKOL ADALAH SERANGKAIAN ATURAN
ATURAN KEUPACARAAN DALAM SEGALA KEGIATAN
RESMI YANG DIATUR SECARA TERTULIS MAUPUN
DIPRAKTEKKAN, YANG MELIPUTI BENTUK-BENTUK
PENGHORMATAN TERHADAP NEGARA, JABATAN
KEPALA NEGARA, ATAU JABATAN MENTERI YANG
LAZIM DIJUMPAI DALAM SELURUH KEGIATAN
ANTAR BANGSA.

MAKNA PROTOKOL
(UU-RI NO.8 THN 1987 )
ADALAH SERANGKAIAN ATURAN DALAM ACARA
KENEGARAAN ATAU ACARA RESMI YANG MELIPUTI
ATURAN TENTANG TATA TEMPAT, TATA
UPACARA, DAN TATA PENGHORMATAN
SEHUBUNGAN DENGAN PENGHORMATAN KEPADA
SESEORANG, SESUAI DENGAN JABATAN DAN ATAU
KEDUDUKANNYA DALAM NEGARA, PEMERINTAHAN DAN
MASYARAKAT.
KEPROTOKOLAN
ADALAH NORMA NORMA ATAU ATURAN
ATURAN ATAU KEBIASAAN KEBIASAAN YANG
DIANUT DAN / ATAU DIYAKINI DALAM
KEHIDUPAN BERNEGARA, BERBANGSA,
PEMERINTAHAN, DAN BERMASYARAKAT.
PROTOKOLER
ADALAH SUATU JULUKAN YANG BERSIFAT
FILOSOFIS TERHADAP SESEORANG ATAU
INSTITUSI YANG MELAKSANAKAN KETENTUAN
KEPROTOKOLAN SEBAGAIMANA MESTINYA.
HAK PROTOKOLER
ADALAH HAK ANGGOTA MPR, DPR, DPD,
DPRD UNTUK MEMPEROLEH PENGHORMATAN
BERKENAAN DENGAN JABATANNYA DALAM
ACARA KENEGARAAN ATAU ACARA RESMI
MAUPUN DALAM MELAKSANAKAN TUGASNYA.
KEDUDUKAN PROTOKOLER
ADALAH KEDUDUKAN YANG DIBERIKAN KEPADA
SESEORANG UNTUK MENDAPATKAN
PENGHORMATAN, PERLAKUAN DAN TATA
TEMPAT DALAM ACARA / PERTEMUAN RESMI.
TATA TEMPAT
ADALAH ATURAN MENGENAI URUTAN TEMPAT BAGI
PEJABAT NEGARA, PEJABAT PEMERINTAH, DAN
TOKOH MASYARAKAT TERTENTU DALAM ACARA
KENEGARAAN ATAU ACARA RESMI.
HAKEKATNYA ADALAH : SIAPA YANG BERHAK LEBIH
DIDAHULUKAN, ATAU SIAPA YANG MEMPEROLEH
HAK MENERIMA PERIORITAS DALAM URUTAN.
TATA UPACARA

ADALAH ATURAN UNTUK MELAKSANAKAN
UPACARA DALAM ACARA KENEGARAAN ATAU
ACARA RESMI.
ACARA KENEGARAAN

ADALAH ACARA YANG DIATUR DAN DILAKSANAKAN
SECARA TERPUSAT, DISELENGGARAKAN OLEH
NEGARA, DENGAN MEMBENTUK PANITIA NEGARA
YANG DIKETUAI OLEH MENTERI SEKRETARIS
NEGARA, YANG DIHADIRI OLEH PRESIDEN DAN
ATAU WAKIL PRESIDEN SERTA PEJABAT NEGARA
DAN UNDANGAN LAINNYA, DILAKSANAKAN SECARA
PENUH BERDASARKAN PERATURAN TATA TEMPAT,
TATA UPACARA, DAN TATA PENGHORMATAN.
ACARA RESMI
ADALAH ACARA YANG BERSIFAT RESMI YANG
DIATUR DAN DILAKSANAKAN OLEH PEMERINTAH
ATAU LEMBAGA NEGARA DALAM MELAKSANAKAN
TUGAS DAN FUNGSI TERTENTU, DIHADIRI OLEH
PEJABAT NEGARA DAN ATAU PEJABAT
PEMERINTAH SERTA UNDANGAN LAINNYA.
DILAKSANAKAN SESUAI DENGAN TATA TEMPAT,
TATA UPACARA, DAN TATA PENGHORMATAN.
TATA PENGHORMATAN
ADALAH ATURAN UNTUK MELAKSANAKAN
PEMBERIAN HORMAT BAGI PEJABAT NEGARA,
PEJABAT PEMERINTAH, DAN TOKOH
MASYARAKAT TERTENTU.
DAN JUGA PENGHORMATAN TERHADAP
LAMBANG NKRI.
BENTUK PENGHORMATAN
1. PENGHORMATAN DALAM
BENTUK PRESEANCE.
2. PENGHORMATAN DALAM
BENTUK ROTATION.
3. PENGHORMATAN DALAM
BENTUK PERLAKUAN.
PERSYARATAN
PETUGAS PROTOKOL

1. MEMAHAMI LANDASAN IDIIL.
2. MEMAHAMI LANDASAN OPERASIONAL.
3. MEMAHAMI LANDASAN KONSTITUSIONAL.
4. MENGERTI ESENSI PROTOKOL.
5. MENGETAHUI SASARAN PROTOKOL
6. MEMAKLUMI MOTTO PROTOKOL.
7. MENGHAYATI TUGAS POKOK PROTOKOL


1. LANDASAN IDIIL
1. MENGERTI MAKNA PROTOKOL.

2. MEMPUNYAI KEUTAMAAN.
a. MORAL (MENTAL)
b. BADANIAH (PHYSIC)
c. PENGETAHUAN (KNOWLEDGE)
d. PENAMPILAN (APPEARANCE)
e. KECERDASAN (INTELEGENCY)
f. SUARA (VOICE)
g. PENDEKATAN (APPROACH)


LANDASAN IDIIL :
3. MEMPUNYAI SIFAT ALAMI.
a. CEPAT MENEMUKAN MASALAH.
b. TANGGAP TERHADAP MASALAH.
c. CEPAT BERTINDAK.
d. PERCAYA DIRI.
e. SERBA TAHU.

2. LANDASAN OPERASIONAL
1. MEMAHAMI FUNGSI PROTOKOL.
a. INFORMATOR.
b. KOMUNIKATOR.
c. PEMANDU TAMU (GUIDE).
d. PEMANDU ACARA (MC).
e. PENGAMANAN (SCURITY).
f. PERSONAL UPACARA.

LANDASAN OPERASIONAL :
2. MEMAHAMI PEDOMAN
PELAKSANAAN TUGAS.
a. PERENCANAAN (PLANNING).
b. PENGATURAN (ORGANIZING).
c. PELAKSANAAN (ACTUATING).
d. KERAMAH-TAMAHAN (COURTESY)
e. PENGAWASAN (CONTROLING)

3. LANDASAN KONSTITUSIONAL
UUD 1945
YANG TELAH DIAMANDEMEN.
UU-RI NO.8 TH.1987
TENTANG PROTOKOL
PP-RI NO.62 TH.1990
TENTANG KETENTUAN KEPROTOKOLAN MENGENAI TATA
TEMPAT, TATA UPACARA DAN TATA PENGHORMATAN.
LANDASAN KONSTITUSIONAL :
KEPPRES RI NO.15/1977
TENTANG PRESEANCE PEJABAT PEMERINTAHAN
JABATAN STRUKTURAL.
KEPPRES RI NO.18/1972
TENTANG PAKAIAN PEJABAT SIPIL
(PSH, PSR, PSL, dan PSN)
KEP.PANGLIMA TNI NO.364/X/2004
TENTANG PAKAIAN DINAS DAN SERAGAM ANGGOTA TNI
LANDASAN KONSTITUSIONAL :
PP-RI, TANGGAL: 26 JUNI 1958
NO.40 TENTANG BENDERA MERAH PUTIH
NO.41 TENTANG BENDERA KEBANGSAAN
ASING
NO.43 TENTANG LAMBANG NEGARA RI
NO.44 TENTANG LAGU KEBANGSAAN
INDONESIA RAYA


4. ESENSI PROTOKOL

1. MEMAHAMI TATA RUMUS / ATURAN.
2. TATA KRAMA.
3. TATA CARA.
5. SASARAN PROTOKOL
PEMIMPIN ( LEADERS )
PEMIMPIN RESMI (FORMAL LEADER)
CONTOH: MENTERI, GUBERNUR, BUPATI, DLL.
PEMIMPIN TIDAK RESMI (INFORMAL LEADER)
CONTOH: TOKOH MASYARAKAT.
6. MOTTO PROTOKOL

JIKA KAMU BERBUAT SESUATU YANG BENAR,
TIDAK ADA YANG MENGINGAT INGAT.

JIKA KAMU BERBUAT SALAH, TIDAK ADA YANG
MELUPAKANNYA.
7. TUGAS POKOK PROTOKOL
1. BIDANG UPACARA.
a. PELANTIKAN.
b. PERESMIAN PROYEK.
c. PEMBUKAAN / PENUTUPAN, DLL.
2. BIDANG KUNJUNGAN.
3. MENYUSUN LAY OUT UPACARA.
4. MENCIPTAKAN SISTIM KORDINASI.
5. MENJADI PENANGGUNG JAWAB ACARA.
PENGETAHUAN PENUNJANG
PENANGANAN TUGAS POKOK
MENGUASAI STANDARD PROSES PENANGANAN EVENT.
MENGUASAI ADMINISTRASI.
MENGUASAI BAHASA.
MENGENAL UNSUR PIMPINAN.
MENGENAL CORPS DIPLOMATIC.
MENGENAL JENIS JENIS JAMUAN RESMI.
MEMAHAMI GREETING / TIME.
TEKNIK PEMANDU ACARA (MC)
MEMILIKI KOMPETENSI PEMANDU ACARA:

1. MEMILIKI PENGETAHUAN DASAR KOMUNIKASI.
2. MENERAPKAN PRINSIP2 DASAR MC.
3. BERTINDAK SESUAI SOP DAN PRINSIP PROTOKOL.

MAMPU BERTINDAK SEBAGAI KOMUNIKATOR:

1. MENERIMA PESAN DENGAN BAIK DAN BENAR.
2. MENYAMPAIKAN KEMBALI PESAN DENGAN BAIK DAN BENAR
SESUAI DASAR-DASAR KOMUNIKASI.

Lanjutan:
MAMPU BERBICARA DENGAN BAHASA INDONESIA YANG
BENAR DAN TEPAT:
1. MEMILIH KATA YANG TEPAT SESUAI KARAKTERISTIK KHALAYAK.
2. MENYUSUN KALIMAT YANG SESUAI DENGAN PESAN.
3. MENYUSUN KALIMAT YANG SESUAI DENGAN PENERIMA PESAN.
4. MENGGUNAKAN BAHASA FORMAL DAN NON FORMAL.

MAMPU MENERAPKAN UNSUR-UNSUR TEKNIK VOKAL:

1. MENENTUKAN PITCH YANG TEPAT KETIKA BERBICARA.
2. MENGATUR VOLUME SUARA SESUAI JUMLAH DAN JARAK DENGAN
KHALAYAK.
3. MENGUCAPKAN KATA DENGAN ARTIKULASI YANG BENAR DAN JELAS.
4. MENGATUR INTONASI GUNA MEMUNCULKAN EKSPRESI SUARA.
5. MELAKUKAN PAUSE PADA KATA-KATA TERTENTU SESUAI KEPERLUAN.
6. MELAKUKAN PHRASING YANG TEPAT SESUAI MAKNA KALIMAT.

CONTOH PHRASING
KATA AYAH / AKU MEMEGANG RANTAI ANJING
KATA AYAH AKU MEMEGANG / RANTAI ANJING
KATA AYAH AKU MEMEGANG RANTAI / ANJING
KEAHLIAN YANG ANDA BUTUHKAN
Dalam bukunya yang berjudul HOW TO SPEAK WITHOUT
FEAR, Natalie H. Rogers menjelaskan beberapa keahlian yang
dibutuhkan untuk tampil didepan publik dan berbicara dengan
sukses. Keahlian tersebut adalah :

1). KEAHLIAN MENUTUP DIRI. 2). KEAHLIAN
BERKOSENTRASI. 3). KEAHLIAN KORDINASI. 4).
MENGENDALIKAN DIRI. 5). MENGENDALIKAN EMOSI.
6). REAKSI YANG MENGALIR. 7). KEHANGATAN. 8).
KHARISMA. 9). BERPIKIR SPONTAN. 10). PEMAHAMAN
TENTANG TUBUH. 11). KEAHLIAN UNTUK MELAWAN.
12). KEAHLIAN VOKAL. 13). KEAHLIAN IMAJINASI.

KEAHLIAN LAINNYA
Selain keahlian tersebut diatas, didalam bukunya yang berjudul
RETORIKA MODERN, Jalaluddin Rakhmat, menekankan pula
betapa pentingnya bagi seorang pembicara didepan publik,
menguasai :

KEAHLIAN MEMILIH KATA-KATA

Kata-kata bukan saja dapat mengungkapkan, tetapi juga
memperhalus kenyataan.

CONTOH:

Penduduk desa akan tersinggung bila disebut
bodoh dan terkebelakang, tapi mereka hanya
tersenyum kecil bila dikatakan kurang
memahami persoalan dan belum mencapai
tingkat pendidikan yang tinggi.

MAMPU MENERAPKAN PRINSIP-PRINSIP DASAR MC:

1. MEMBANGUN KESAN PERTAMA DIAWAL PENAMPILAN.
2. MELAKUKAN PERAN SEBAGAI SUTRADARA.
3. MELAKUKAN PERAN SEBAGAI ENTERTAINER.
4. MENEMPATKAN DIRI SESUAI KEDUDUKANNYA DALAM EVENT MANAJEMEN.
5. MENGHINDARI SALAH PENGUCAPAN DAN PENYEBUTAN NAMA, PANGKAT,
JABATAN, GELAR SESEORANG, WAKTU DAN ANGKA.

MAMPU TAMPIL MENERAPKAN UNSUR-UNSUR GESTURE:

1. MENGATUR SIKAP TUBUH YANG ELEGAN SAAT BERDIRI MAUPUN DUDUK
DIDEPAN KHALAYAK.
2. MENAMPILKAN EKSPRESI WAJAH SIMPATIK SAAT BERBICARA.
3. MENGATUR KESERASIAN GERAK KEPALA DAN TANGAN.
4. MELAKUKAN KONTAK PANDANG YANG RAMAH KEPADA SELURUH
KHALAYAK.
MAMPU TAMPIL MENERAPKAN ESTETIKA PENAMPILAN:
1. MEMILIH DAN MENGENAKAN BUSANA SESUAI DENGAN WAKTU,
LOKASI DAN KARAKTERISTIK ACARA.
2. MERIAS WAJAH SESUAI DENGAN WAKTU DAN KARAKTERISTIK ACARA.
3. MENATA RAMBUT YANG SERASI DENGAN BENTUK WAJAH DAN
KARAKTERISTIK ACARA.
4. MENGENAKAN PERHIASAN DAN ASSESORIS YANG SESUAI DENGAN
KARAKTERISTIK ACARA.
MAMPU BERTINDAK SESUAI SOP MC:
1. MENGIKUTI PROSES PENYELENGGARAAN ACARA MULAI DARI PERSIAPAN
HINGGA ACARA SELESAI.
2. HADIR MINIMAL 2 JAM SEBELUM ACARA DIMULAI.
3. MEMPOSISIKAN DIRI DITEMPAT YANG TELAH DITENTUKAN SELAMA ACARA
BERLANGSUNG.
4. MENJAGA KESINAMBUNGAN DAN PENGENDALIAN WAKTU ACARA SESUAI
RENCANA.
5. MENJALIN KOMUNIKASI DENGAN SELURUH UNSUR PENDUKUNG ACARA.

MENERAPKAN PRINSIP PROTOKOL:

1. MENGUCAPKAN GREETING SESUAI DENGAN TATA PENGHORMATAN.
2. MENYAMPAIKAN SUSUNAN ACARA SESUAI DENGAN TATA UPACARA.
3. MENGENAL DENGAN PASTI TAMU VIP DAN TEMPAT DUDUKNYA.
4. MENYEBUT DENGAN BENAR NAMA, GELAR, PANGKAT DAN JABATAN
TAMU VIP.

INGAT MOTTO PROTOKOL:

` BILA KAMU MELAKUKAN SESUATU DENGAN BENAR,
MUNGKIN ORANG TIDAK AKAN MENGINGATNYA,
TAPI BILA KAMU MELAKUKAN SATU SAJA KESALAHAN,
MAKA ORANG TIDAK AKAN MELUPAKANNYA.

KECERDASAN SOSIAL SEORANG MC
Seorang MC mengetahui cara bagaimana ia bertindak dihadapan khalayak, tanpa merendahkan
orang lain dan tanpa perlu menyanjung mereka secara berlebihan dengan kata-kata indah untuk
menutupi kebohongan.
1. Mampu menghimpun banyak teman
2. Mampu mengendalikan emosi
3. Selalu menjadi bagian dari solusi
4. Tidak mudah menyerah
5. Cepat beradaptasi
6. Cepat memahami bahasa tubuh orang lain
7. Menampilkan diri secara baik dan tidak palsu
8. Selalu bertindak etis.
(Etika pada dasarnya adalah standard perilaku yang menunjukkan bagaimana seseorang harus
berperilaku berdasarkan kebajikan dan kewajiban moral mematuhi nilai-nilai, norma, dan aturan
agama).

INNER BEAUTY

INNER BEAUTY memiliki makna yang dalam dan pemahaman luas, namun kita dapat
mengartikan bahwa yang memiliki inner beauty diantaranya adalah yang mempunyai
intelegensi dan prestasi yang dapat memberikan maanfaat bagi dirinya serta orang lain,
memiliki keindahan akhlak dan menjadikan hatinya seluas samudera yang takkan
pernah goyah oleh segala hal yang terjadi pada dirinya walau pedih ia rasakan tetap
murah senyum & rendah hati, suka menolong serta sifat-sifat baik lain yang
membentuk kepribadian yang mempesona. Karena itu, inner beauty akan terpancar
dengan sendirinya apabila ia selalu berupaya untuk memberikan sesuatu yang
bermanfaat bagi sekitarnya dan memberikan kebahagiaan terutama untuk kerabat yang
ia sayangi. Inner beauty itu sendiri akan nampak tatkala dirinya berinteraksi dengan
orang-orang disekitarnya, yang semuanya berasal dari hati dan pikirannya yang
terealisasikan dalam segala tindakan seperti apa yang diucapkannya dan segala hal
yang ia lakukan.
KHARISMA
KHARISMA lahir dari inner beauty yang dapat memancarkan aura yang akan
membuat seseorang disukai dan selalu dinanti kehadirannya karena dapat
memberikan kesejukan dan kenyamanan bagi setiap yang berteman
dengannya, namun dirinya pun tetap berpegang teguh pada apa yang menjadi
prinsipnya sehingga ia tak dapat terbawa oleh pergaulan yang dapat
menjerumuskannya kedalam masa depan yang kelam dan tak diinginkan oleh
siapapun.

ESTETIKA
ESTETIKA adalah ilmu yang membahas KEINDAHAN, bagaimana ia bisa
terbentuk, dan bagaimana seseorang bisa merasakannya. Pembahasan lebih
lanjut mengenai estetika adalah sebuah filosofi yang mempelajari nilai-nilai
sensoris, yang kadang dianggap sebagai penilaian terhadap sentimen dan rasa.
Estetika merupakan cabang yang sangat dekat dengan filosofi seni.