Anda di halaman 1dari 3

Koleksi Artikel dari Biasawae Community

Copyleft  2004 biasawae.com

Berbagai Mitos Tentang Pria

Sumber : Berbagai Sumber

"
Koleksi Artikel dari Biasawae Community
Copyleft  2004 biasawae.com

Selama ini, cowok dan cewek memang selalu saja dipusingkan dengan berbagai mitos
tentang sifat dan kepribadian masing-masing. Maklum, karena konon 'asalnya' lain-lain - ini
kalau John Gray bener, lho, bahwa kaum pria berasal dari Mars dan wanita dari Venus -
'bahasa'nya suka lain, begitu pula dengan perilakunya.

Akibatnya, timbul juga mitos-mitos tentang dua makhluk ini. Si cewek beranggapan si cowok
demikian, sementara si cowok ternyata sebaliknya. Hal ini berlaku dua arah. Karena itu,
banyak juga penelitian yang dilakukan para ahli untuk mencari kebenaran tentang hal ini.

Tapi, tentu saja ada juga beberapa hal yang sudah jelas. Misalnya, mitos-mitos yang selama
ini berkembang tentang cowok. Ternyata, banyak juga lho yang salah. Apa aja? Coba deh,
lihat ...

1. Pria takut keintiman


Betul sih, cowok emang senang bermain-main dan tak mau dikekang. Mereka juga susah
untuk terlibat secara emosional dengan cewek, sehingga terkesan mau enaknya saja. Jadi,
biarpun melakukan hubungan intim, bukan berarti mereka punya keintiman.

Padahal, kenyataan sebenanya tidak. Menurut para cowok sih, yang mereka takutin itu
sebenarnya bukan soal tidak mau intim. Kalau orangnya tepat, mereka mau-mau saja, kok,
menjalin keintiman!

2. Pria tidak sadar kalau pacarnya berubah penampilan


Pernah kan mengubah gaya rambut atau mencukur alis tapi sang pacar tidak sadar?
Bukannya memuji - atau mencela - dia malah bilang, "Uhh, bau apa itu? Kayaknya tukang
sate lewat, deh. Makan, yuk? Laper, nih!"

Tapi, tak semua cowok begitu. Malah, ada yang superperhatian, kok. Cuma, ya itu. Mereka
agak susah memberi komentar karena takut salah 'keterima'. Maksudnya memuji, eh
disangka mencela. Nah, untuk amannya, mereka jadi diam saja dan mengalihkan perhatian
ke hal lain.

3. Pria tidak romantis


Ini memang hal yang umum. Berapa kali coba cewek-cewek merasa sedih dan kesal karena
pacarnya sama sekali tidak berusaha menghadiahi cokelat atau bunga di hari ultah? Malah,
ada yang lupa sama sekali!

Walau begitu, mungkin caranya saja yang belum 'kena'. Gini deh, romantis itu kan nggak
terbatas dengan mengirim bunga atau menelepon tiga kali sehari (hmm, kok jadi kayak sikat
Koleksi Artikel dari Biasawae Community
Copyleft  2004 biasawae.com

gigi, ya?). Misalnya, si cowok membuatkan CD yang berisi lagu-lagu favorit berdua, atau
mengirim screensaver yang indah untuk dipasang di komputer pacarnya. Bukankah itu
tergolong romantis juga?

4. Pria lebih senang seks ketika mengisi waktu berdua


Yaaah, otak cowok dan cewek memang punya saraf yang agak berbeda. Makanya, segala
hal tentang seks biasanya lebih dimiliki cowok ketimbang cewek. Menurut mitos, kalau
diturutin, cowok sih maunya berhubungan intim tujuh kali sehari.

Ahh, kalau ini sih jelas-jelas nggak bener. Memangnya mereka nggak punya rasa capek,
apa? Bisa saja sih suatu hari seorang suami merayu istrinya melakukan hubungan seks
sebanyak itu, tapi itu cuma sekali saja seumur hidup. Biar ada yang buat dikenang-kenang
dan ... dibualkan!

5. Pria lebih kompetitif ketimbang wanita


Hmm, kalau soal kempetitif atau tidak, sebenarnya itu sih tergantung kepribadian setiap
orang. Bukan berarti karena nenek moyang yang pria berprofesi sebagai pemburu, maka
keturunannya pun juga memburu kemenangan.

Ada kalanya cowok-cowok tidak suka pertandingan atau perlombaan (makanya ada juga di
antara mereka yang pacarnya tidak cantik secara fisik). Sebaliknya, bukankah yang sering
melakukan perbandingan adalah kaum cewek? Nah, di mitos yang ini, mungkin kedua-
duanya sama-sama suka bersaing.

6. Pria tidak suka menunjukkan emosi


Ah, itu sih kelihatannya. Ada lho cowok yang menangis terharu ketika menonton the Bridges
of Madison County. Atau, cowok yang memarahi temannya gara-gara sang teman
mempermainkan seorang cewek dengan begitu tega. Kita juga pernah melihat kan kalau
banyak cowok yang meneteskan air mata di hari pernikahannya!

Rupanya, selama sesuatu itu memang menyentuh hati, emosi tak dilarang untuk
dipertunjukkan. Percaya, deh!.