Anda di halaman 1dari 22

JABATAN KRISTUS

Bab 1 Pendahuluan: Jabatan Kenabian


A. Catatan Pendahuluan tentang Jabatan-Jabatan Kristus secara umum
1. Pengertian tentang Jabatan-Jabatan Kristus secara umum
Tiga jabatan yang berkenaan dengan karya Kristus adalah sebagai nabi, imam, dan
raja. Terdapat perbedaan-perbedaan dalam memandang ketiga jabatan Kristus ini. Ada
orang yang menerapkan gagasan tentang urut-urutan kronologis di antara ketiga jabatan itu,
menganggap Kristus berfungsi sebagai seorang nabi pada saat pelayanannya di dunia,
sebagai imam saat kematian-Nya di atas salib, dan sebagai raja saat sekarang ini duduk
disamping Allah Bapa. Kelompok lain menyatakan ketiga jabatan ini tidak dapat dipisahkan.
Adapula yang menyatakan bahwa Kristus hanya memiliki dua jabatan , sebagai nabi di
dunia dan raja di surga.
Banyak pertentangan yang terjadi untuk membedakan jabatan-jabatan ini. Menurut
Ernesti jabatan-jabatan ini dalam alkitab dikatakan sebagai kiasan sehingga tidak dapat
diartikan secara khusus. Kenyataannya adalah Kristus memiliki jabatan itu di dalam dirinya,
sehingga jabatan tersebut tidak dapat dibedakan secara tajam. Ada pula teolog Lutheran,
Reinhard, Doerderlein dan lainnya menyatakan bahwa istilah profesi lebih cocok daripada
jabatan. Sedangkan teologi modern menolak pemikiran tentang jabatan ini dan melihat
Kristus sebagai manusia ideal.
2. Pentingnya perbedaan itu
Perbedaan tiga jabatan Kristus sangat penting. Kristus berperan sebagai pengantara
kita untuk menjadi nabi, imam, dan raja. Sebagai nabi saat ia mewakili Allah dihadapan
manusia, sebagai imam Ia mewakili manusia di hadapan hadirat Allah, dan sebagai raja saat
Ia memerintah dan memperbaharui pemerintahan manusia.

B. Jabatan Nabi
1. Pengertian Alkitab tentang seorang nabi
Dalam perjanjian lama, menurut istilah-istilah yang digunakan, nabi adalah
seseorang yang melayani Tuhan secara khusus dan mendapat perhatian khusus dari
umatNya. Sedangkan dalam perjanjian baru, Nabi dapat disebut sebagai orang yang
berbicara secara langsung dari Tuhan. Dapat disimpulkan, nabi adalah seseorang yang
melihat banyak hal, mendapat wahyu, melayani Tuhan sebagai seorang utusan dan berbicara
dalam Nama-Nya.
Ada dua elemen dalam fungsi sebagai nabi, yaitu aktif dan pasif, atau menerima dan
memberi. Elemen pasif mengendalikan elemen aktif. Yang dimaksudkan adalah Nabi
memperoleh wahyu Ilahi sebagai elemen pasif dan ketika dia menyampaikannya kepada
umat itulah elemen aktif. Tanpa menerima, nabi tidak dapat memberi dan nabi tidak dapat
memberi lebih dari yang ia terima.
Tugas para nabi adalah mengungkapkan kehendak Allah kepada umatNya. Sebagai
pengamat dari seluruh umat, penafsir hukum yang menekankankan kewajiban-kewajiban
moral, mendorong perlunya pelayanan kerohanian, menyatakan perlunya kebenaran dalam
hidup umat Allah. Sehingga apabila ada ada umat Allah yang menyimpang dari jalanNya,
nabi memanggil mereka untuk kembali kepada hukum.
2. Perbedaan-perbedaan berkenan dengan karya kenabian Kristus
Kristus berfungsi sebagai nabi dalam berbagai cara :
a. Sebelum maupun sesudah inkarnasi
Kristus tidak hanya aktif sebagai nabi saat ia dalam masa pelayananNya di
dunia saja. Sejak zaman Perjanjian Lama, dalam ajaran para nabi, Kristus bertindak
sebagai Roh pewahyuan (1 Ptr 1:11) dan dalam iluminasi spiritual orang- orang
percaya. Setelah inkarnasi, ia memegang tugas kenabian-Nya dalam ajaran ajaran
dan mujizat-mujizat-Nya, dalam khotbah para rasul serta pelayan firman, dan dalam
iluminasi dan perintah pada orang percaya sebagai Roh yang tinggal di dalam
mereka. Tindakan kenabianNya terus dilanjutkan dari Surga melalui karya Roh
kudus.
b. Melalui pengantara atau secara langsung
Yang dimaksud adalah Kristus melakukan tugas kenabianNya secara
langsung sebagai Malaikat Tuhan dan Tuhan yang berinkarnasi. Dan melalui
perantara, melalui tindakan roh kudus, ajaran para nabi dan para rasul. Sekarang Ia
melakukanNya dengan Roh Kudus yang tinggal di dalam hati orang percaya dan
melalui tindakan pelayan Injil.
3. Bukti Alkitab tentang jabatan kenabian Kristus
Kristus disebut sebagai nabi dalam Ul 18:15. Kristus menyebutkan diriNya nabi
pada Luk 13:33. Ia mengklaim sebagai pembawa pesan dari Bapa-Nya pada Yoh 8:26-28;
12:49,50; 14:10,24; 15:15; 17:8,20. Ia menyatakan hal-hal yang terjadi kemudian Mat 24:3-
35; Luk 19:41-44.
4. Tekanan modern atas karya kenabian Kristus
Aliran liberal menekankan bahwa Yesus adalah guru. Namun liberal kuno
menyatakan Ia memperoleh arti penting yang dimilikiNya dari ajara-ajaranNya dam modern
menyatakan kepribadian Yesus yang unik memberi titik berat pada ajaranNya. Pada teologi
Barthian mereka memikirkan Sang Perantara sebagai Ia yang mengungkapkan.

REFLEKSI
Ada tiga peran Yesus yang dibahas melalui buku ini. Peran-peran tersebut adalah peran
Yesus sebagai Nabi, Imam, dan Raja. Setiap peran yang dipegang oleh Yesus mengemban
tugas yang penting, sebagai nabi saat ia mewakili Allah dihadapan manusia, sebagai imam
Ia mewakili manusia di hadapan hadirat Allah, dan sebagai raja saat Ia memerintah dan
memperbaharui pemerintahan manusia. Sebelum membaca buku ini saya tidak mengerti
akan peran-peran Yesus, dan tiap peran memiliki tugas yang berbeda-beda. Di dalam buku
ini dibahas secara mendalam peran-peran Yesus. Pada bab pertama buku ini, dibahas peran
pertama yaitu peran Yesus sebagai Nabi. Nabi merupakan utusan Tuhan yang berbicara atas
namaNya. Bila Yesus tak menjadi Nabi kita, kita tidak dapat mengetahui apa yang
sebenarnya Tuhan mau dalam hidup ini, karena natur dosa kita, kita tidak dapat lagi
mendengar suara Tuhan. Yesus menjadi jembatan kita akan hubungan kita dan Tuhan
sehingga Yesus mempunyai peran penting dalam hidup kita. Setelah membaca bab ini saya
menjadi mengerti apa yang dimaksud peran Yesus sebagai nabi.

Bab 2 : Jabatan Keimaman
A. Pengertian Alkitab tentang Seorang Imam
1. Istilah-istilah yang dipakai dalam Alkitab
Pada Perjanjian lama kata yang dipakai adalah kohen dan chemarim, arti mula-mula
nya tidak diketahui dengan pasti, namun kata itu menunjukkan arti tentang seorang yang
memegang jabatan yang mulia, penuh tanggung jawab, mempunyai otoritas atas orang lain,
serta petugas dalam peribadahan.
Perjanjian baru menggunakan kata hierus yang berarti Ia yang perkasa , seorang
yang sakral, seorang yang mempersembahkan diri kepada Tuhan.
2. Perbedaan antara seorang nabi dan seorang imam
Keduanya ditunjuk oleh Tuhan, namun Nabi dipilih untuk menjadi wakil Tuhan bagi
umatNya, sebagai guru agama, sedangkan Imam adalah wakil manusia di hadapan Allah.
3. Fungsi fungsi imam sebagaimana disebutkan dalam Alkitab
Ayat yang menyebutkan ciri khas dan pekerjaan seorang imam adalah Ibr 5:1, Imam
dipilih oleh Tuhan dan dipilih diantara orang-orang untuk menjadi wakil mereka. Ay 4,
ditetapkan manusia dalam hubungannya dengan alah dalam hal religius, pekerjaannya
adalah memberikan persembahan dan korban karena dosa. Ibr 7:25, Imam bersyafaat bagi
umatnya dan Im 9:22, memberkati mereka dalam nama Tuhan.
4. Bukti-bukti Alkitab tentang keimaman Kristus
Perjanjian lama menyebutkan akan keimaman dari sang Penebus yang akan datang
pada kitab Mzm 110:4 dan Za 6:13. Pada Perjanjian Baru, Ia disebut sebagi imam pada kitab
Surat Ibrani.
B. Karya Pengorbanan Kristus
Tugas Kristus sebagai imam adalah mempersembahkan korban yang cukup bagi dosa seisi
dunia.
1. Pengertian tentang korban dalam Alkitab
a. Teori Pemberian : Korban dipersembahkan kepada dewa untuk menetapkan
hubungan baik dan menjaga dewa tetap senang. Teori ini didasari atas konsep rendah
akan Allah dan tidak sesuai dengan Alkitab, korban hanya sebagai pernyataan terima
kasih bukan bertujuan agar Tuhan senang dan tidak menerangkan mengapa korban
harus dalam bentuk hewan yang disembelih.
b. Teori sakramen-persekutuan: Didasari pengertian totemistik yang menghormati
hewan yang dianggap mempunyai natur ilahi. Saat hewan disembelih dan dijadikan
makanan manusia, diartikan bahwa manusia memakan allahnya dan demikian
mengalami asimilasi kualitas ilahi. Teori ini tidak sesuai dengan ajaran Alkitab dan
tidak dapat diterima sebagai asal mula pandangan tentang korban dalam Alkitab.
c. Teori pernyataan rasa hormat: Korban adalah pernyataan rasa hormat dan
ketergantungan. Manusia mencari persekutuan dengan Allah bukan karena kesalahan
namun untuk mengungkapkan rasa hormat pada Tuhan. Teori ini tidak adil pada
korban korban awal yang dinyatakan Nuh dan ayub serta tidak menerangkan
mengapa korban harus dalam bentuk hewan yang disembelih.
d. Teori lambang: Persembahan adalah lambang-lambang persekutuan yang
diperbaharui dengan Tuhan. Penyembelihan hewan sebagai lambang kehidupan yang
dibawa ke mezbah, memberi arti penting persekutuan hidup dengan Allah. Teori ini
tidak sesuai dengan korban Nuh dan Ayub, serta Abraham yang menempatkan Ishak
diatas mezbah. Juga tidak menerangkan arti penting yang terkandung dalam
penyembelihan hewan korban di masa mendatang.
e. Teori piacular: Korban bersifat mendamaikan. Penyembelihan hewan korban adalah
sebagai pengganti dosa orang yang mempersembahkan korban, sebagai ungkapan
terimakasih kepada Tuhan. Teori ini diterima Alkitab ditunjang oleh pemikiran : (a)
Korban bakaran Nuh bersifat penggantian, Kej 8:21. (b) Ayub mempersembahkan
korban tebusan bagi dosa anak-anaknya, Ayb 1:5. (c) Teori ini menjelaskan bahwa
darah yang dikeluarkan hewan sembelihan menunjukan penderitaan dan kematian
korban itu. (d) Korban yang dilakukan bangsa kafir bersifat sebagai pengganti. (e)
Sesuai dengan janji tentang kedatangan Sang Penebus yang diungkapkan pada jaman
sebelum Musa. Pengertian piacular tentang korban terlalu tingga pada masa itu. (f)
Sesuai dengan ritual persembahan korban yang dinyatakan kepada Musa, ritual
persembahan korban bukan hal yang baru.
Ada banyak pendapat akan asal mula tipe-tipe persembahan, ada yang berpendapat bahwa
Allah menetapkan cara persembahan korban melalui perintah Ilahi, namun tidak ada catatan
dari Alkitab. Pendapat lain bahwa korban dipersembahkan atas ketaatan yang tumbul
alamiah dalam diri manusia diiringi suatu refleksi. Bukan pendapat itu tidak benar, namun
korban penggantian sesudah manusia jatuh dalam dosa hanya mungkin berasal dari
pimpinan Ilahi. Didukung argumentasi Dr. A. A. Hodge yang menyatakan: tidak mungkin
manusia dapat berpikir akan persembahan korban pada Allah secara spontan, Allah tidak
mungkin meninggalkan manusia dan tidak memberitahu bagaimana cara mendekatiNya dan
memperoleh kebaikanNya, Allah menekankan hak kedaulatanNya dalam peraturan ibadah
dan pelayanan, sehingga manusia tidak dapat melakukan sesuatu yang tidak
diperkenankanNya, Bukti tentang ibadah yang diterima keluarga Adam menunjukan adanya
korban yang mencurahkan darah. Semua terlihan dalam tindakan mula mula tentang Ibadah
Kej 4:3,4.
2. Karya pengorbanan Kristus dilambangkan
Hal-hal yang harus diperhatikan berkaitan dengan korban-korban:
a. Natur penggantian dan pengantaraan: Banyak penafsiran untuk korban-korban
perjanjian lama, (1) Korban adalah pemberian untuk menyenangkan, menyatakan
rasa syukur, serta meredakan murka Allah; (2) korban melambangkan persekutuan
manusia dan Allah; (3) korban ditunjuk Tuhan sebagai sarana manusia mengaku
dosa; (4) korban adalah lambang Allah menerima orang berdosa, dan korban
dipersembahkan karena mereka merindukan keselamatan. Semua hewan korban
bersifat penggantian, yang artinya terlihat dalam hal persembahan bagi dosa dan
pelanggaran, ini terlihat jelas dalam pernyataan Im 1:4, 4:29,31,35, 5:10, 16:7,
17:11.
b. Natur tipiko profetis korban tersebut: Korban bersidat seremonial, simbolis, spiritual
serta tipikal. Bersifat kenabian dan mewakili Injil dalam hukum. Korban
melambangkan penderiaan Kristus yang menggantikan dan kematianNya yang
mendamaikan. Di dalam perjanjian lama, korban-korban menggambarkan Kristus
dan karyaNya (Kol 2:17). Karena korban bersifat tipikal, korban memberikan sinar
pada natur dari korban pendamaian yang agung dari Yesus Kristus.
c. Tujuan korban ini: Sejauh teokratik, korban sebagai sarana untuk orang berdosa
dapat diperbaharui dan mendapatkan hak-haknya yang hilang karena pelanggaran
yang dilakukannya. Korban tidak menyempurnakan mereka yang
mempersembahkannya dan tidak menghapuskan dosa. Menurut pandangan spiritual,
korban merupakan tipikal penderitaan Kristus yang menggantikan orang berdosa
dengan demikian memberikan pengampunan pada mereka agar dapat diterima di
hadapan Allah.
3. Bukti-bukti Alkitab tentang karya perngorbanan Kristus
Kristus tampil baik sebagai Imam besar sekaligus korban. Disebutkan dalam surat
Ibrani, Sang Pengantara merupakan satu-satunya Imam Besar yang sesungguhnya, yang
sempurna, kekal, dan ditunjuk Allah sendiri, yang mengambil tempat orang berdosa dan
oleh pengorbananNya sendiri ia memperoleh penebusan yang sesungguhnya dan yang
sempurna Ibr 5:1-10; 7:1-28; 9:11-15,24,28; 10:11-14; 19:22; 12:24 dan teristimewa ayat-
ayat berikut 5:5;7:26;9:14. Lambang ular tembaga yang tidak berbisa melambangkan ikatan
dosa, seperti Kristus, Ia yang tidak berdosa menjadi berdosa karena kita. Ular tembaga yang
dinaikan diatas tiang melambangkan pengusiran atas tulah, seperti Kristus yang digantung di
kayu salib membawa penghapusan dosa. Dan ketika orang percaya ular naga itu
disembuhkan maka iman kepada Kristus menyembuhkan dan menyelamatkan jiwa.
4. Karya keimaman Kristus dalam Teologi Modern
Pemikiran modern tidak menerima jabatan Kristus dan sepenuhnya menolak jabatan
keimaman-Nya. Sebutan sebutan Kristus sebagai nabi,imam, dan raja dianggap merupakan
kiasan saja. Ini berbeda dengan Alkitab yang menyatakan Yesus adalah satu-satunya imam
yang sesungguhnya. Yehovah berkata: Engkau adalah imam besar menurut peraturan
Melkizedek maka Ia menyatakan Mesias sebagai Imam yang sesungguhnya.

REFLEKSI
Bab kedua dari buku ini membahas tentang peran Yesus sebagai Imam. Di bab sebelumnya
dibahas peran kenabian Yesus, sebenarnya saya menganggap nabi dan imam memiliki arti
yang sama maka ketika saya membaca lagi peran Yesus sebagai Nabi dan Imam memiliki
tugas yang sangat berbeda. Yesus menjadi Nabi adalah ketika Ia berbicara di depan umat
manusia atas nama Tuhan dengan kata lain Nabi adalah wakil Tuhan di hadapan umatNya,
sedangkan Imam berbanding terbalik dengan Nabi, Imam adalah wakil umatNya di hadapan
Tuhan. Jadi Yesus tidak hanya berbicara untuk Tuhan namun Ia juga berbicara untuk kita di
hadapan Tuhan. Sehingga apapun yang kita bicarakan dengan Yesus dalam doa kita, Ia akan
menyampaikanNya pada Tuhan. Menurut saya peran Yesus sebagai Imam ini tidak gampang
karena Yesus menjadi wakil dari kita di hadapan Tuhan, dan tidak semua dari kita
mengatakan hal-hal yang baik dan pantas untuk Tuhan, namun Yesus membantu kita dan
menjadikan semua kata-kata buruk menjadi kata-kata yang indah dan layak di hadapanNya
sehingga mencegah Tuhan marah kepada kita. Di bab ini juga dibahas tentang karya
pengorbanan Kristus. Kristus mengorbankan diriNya untuk menebus kita semua dari natur
dosa kita, begitu besar pengorbanan Kristus bagi kita. Yesus adalah anak dari BapaNya yang
sebenarnya menurut saya hidupNya telah terjamin dan tidak perlu melewati semua
penderitaan ini, namun karena Ia begitu mengasihi kita dan tidak mau melihat kita jatuh
dalam dosa kita, Ia menyerahkan diriNya untuk menjadi korban penebusan. Apa yang
dimaksud dari korban penebusan? Banyak teori teori yang menjelaskan apa itu korban,
namun menurut saya korban adalah suatu cara bagaimana orang berdosa meminta maaf
kepada Tuhan agar mereka dapat mendapatkan hak-hak mereka kembali.

Bab 3 : Penyebab dan Perlunya Penebusan
A. Penyebab yang Menggerakan Korban Penebusan Kristus
Berdasarkan pada:
1. Kehendak Allah
Kristus sedih melihat orang berdosa yang tidak mempunyai pengharapan lagi, karena
itu Ia menawarkan dirinya menjadi korban mereka untuk membayar upah dosa mereka
dengan cara menyerahkan hidupNya untuk meredakan murka Allah. Menurut Alkitab
penyebab yang menggerakan penebusan sesungguhnya adalah kehendak Allah untuk
menyelamatkan orang berdosa. Kristus dinubuatkan bahwa ia datang ke dunia sebagai buah
dari kebaikan kemurahan Allah. Yoh 3:16, Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini
sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya
kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Paulus berkata bahwa
Kristus telah menyerahkan diriNya karena dosa-dosa kita untuk melepaskan kita dari dunia
yang jahat sekarang ini (Gal 1:4).
2. Bukan pada kehendak Allah yang sewenang-wenang
Alkitab menyatakan kehendak Allah yang menyelamatkan orang berdosa dengan penebusan
yang menggantikan didasarkan dari kasih dan keadilan Allah. Rm 3:24,25 dan oleh kasih
karunia telah dibenarkan dengan Cuma-Cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus,
Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan perdamaian iman, dalam darah-Nya. Hal
ini dibuatnya untuk menunjukkan keadilan-Nya karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang
telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.
3. Kasih dan keadilan digabungkan
Korban perdamaian Kristus tidak hanya didasarkan pada kasih dan keadilan Allah, penyebab
yang menggerakan penebusan adalah kasih Allah. Ada musuh-musuh teori penebusan
Kristus yang menyatakan Allah tidak mau mengampuni dan hanya memperhatikan
kehormatan diriNya sendiri.

B. Pandangan historis berkenan dengan pentingnya penebusan Kristus
1. Bahwa penebusan Kristus tidak penting
Banyak pandangan yang mengatakan bahwa sebenarnya penebusan ini tidak perlu dan
hanya tindakan Allah yang sewenang-wenang, penderitaan Kristus terjadi karena Allah puas
melihatnya, mungkin juga penebusan dapat dilakukan dengan cara lain. Adapula kaum
Arminian yang menyangkal perlunya Allah bertindak yuridis dan menganggap Allah dapat
mengampuni tanpa menuntut adanya pemuasan atas hukum. Pandangan-pandangan awal
teori pengaruh mistik dan moral dari penebusan, menyangkal kenyataan akan penebusan
obyektif dan mereka juga menyangkal pentingnya penebusan itu. Bagi mereka dan teori
liberal modern penebusan hanyalah pendamaian yang disebabkan oleh perubahan keadaan
moral orang berdosa. Sebagian orang berbicara tentang kepentingan moral namun menolak
pendapat tentang kepentingan legal.
2. Bahwa penebusan Kristus perlu secara relatif atau hipotesis
Sebagian Bapak Gereja menyangkal kepentingan mutlak penebusan dan menyatakan
penebusan hanya kepentingan hipotesis. Namun ada beberapa orang yang tidak setuju dan
menyatakan bahwa penebusan hanya kepentingan relatif atau hipotesis. Seorang bernama
Calvin kemudian berpendapat bahwa Ia yang menjadi pengantara kita haruslah Allah dan
manusia sejati. Kepentingannya harus dijelaskan dan mengalir dari ketetapan Ilahi yang dari
sana keselamatan manusia bergantung. Bapa yang penuh kasih telah menentukan hal yang
terbaik bagi kita semua. Jadi penebusan ini penting karena Allah dengan penuh kedaulatan,
mengampuni dosa tanpa syarat apapun.
3. Bahwa penebusan mutlak diperlukan.
Dari sejak zaman gereja mula-mula telah diajarkan kepentingan mutlak penebusan Kristus
yang didasarkan pada keadilan Allah. Penebusan merupakan hukuman bagi orang orang
yang melanggar, dan satu-satunya cara Allah dapat mengampuni dosa dan memuaskan
tuntuttan hukumNya. Pandangan ini paling selaras dengan Alkitab.

C. Bukti-bukti perlunya penebusan
1. Allah tidak dapat menyepelekan ketaatan pada kemuliaanNya yang tidak terbatas, sehingga
dosa harus dihukum sebagaimana seharusnya. Paulus menyatakan dalam Rm 3:25,26 bahwa
Kristus perlu dipersembahkan sebagai korban penebusan dosa, agar Allah adil ketika
mengadili orang berdosa. Kepentingan penebisan keluar dari natur Ilahi.
2. Natur Allah yang peling mendasar mengharuskan hukuman bagi orang berdosa bukan hasil
dari kehendak bebasnya, Mat 5:18. Ul 27:26 Terkutuklah orang yang tidak menepati
perkataan hukum Taurat ini dengan perbuatan. Orang berdosa yang mau diselamatkan
Allah harus menyediakan pemuasan pengganti sebagai dasar dari pembenaran orang
berdosa.
3. Kebenaran Allah merupakan arti penting penebusan, yang adalah Allah kebenaran dan tidak
dapat berdusta. Rm 3:4, Paulus berkata Allah adalah benar dan semua manusia
pembohong. Kebenaran Allah menuntut hukuman harus dilaksanakan, jika orang berdosa
ingin diselamatkan, harusdilaksanakan dalam hidup seorang pengganti.
4. Dosa merupakan pelanggaran terhadap hukum Allah, dan dengan demikian merupakan
kesalahan, 1 Yoh 3:4; Rm 2:25,27. Kesalahan menjadikan seseorang berhutang pada hukum
yang menuntut penebusan pribadi atau melalui pengantara.
5. Menurut Dr A.A. Hodge, Allah tidak mungkin mengorbankan anaknya apabila ada cara lain
bagi keselamatan manusia yang berdosa. Pada Gal 3:21, Paulus menyatakan bahwa Kristus
tidak mungkin dikorbankan jika hukum dapat memberi hidup. Alkitab menyatakan dengan
jelas bahwa penderitaan Kristus perlu dalam Luk 24:26; Ibr 2:10; 8:3; 9:22,23.
D. Keberatan-keberatan terhadap Doktrin Kepentingan Mutlak dari Penebusan Kristus
Dua keberatan diungkapkan pada pernyataan, Allah menuntut pemuasan atas hukum dengan
tujuan supaya Ia dapat mengampuni dosa dan karena tidak ada jalan lain Allah menyerahkan
AnakNya yang tunggal menjadi korban karena dosa dunia.
1. Hal ini menjadikan Allah lebih rendah dari manusia
Allah tidak dapat mengampuni sampai Ia memperoleh pemuasan, padahal manusia dapat
memaafkan orang lain dengan cuma-cuma, hal ini berarti Ia lebih jahat dari orang berdosa.
Pandangan tersebut salah, karena manusia dapat melupakan persoalan pribadi tanpa
keadilan, sedangkan Allah adalah hakim dari seluruh bumi sehingga Ia harus terus
memegang hukum dan melaksanakan keadilan dengan ketat. Allah menebus manusia atas
kehendakNya, Allah sendiri yang menentukan penebusan ini, mengorbankan Anak Tunggal-
Nya untuk menyelamatkan musuh-musuhNya.
2. Keberatan yang baru saja kita bicarakan, seringkali berdampingan dengan keberatan yang
lain
Kepentingan mutlak penebusan menimbulkan perpecahan dalam hidup Allah Tritunggal.
Allah sebagai hakim yang kejam dan memaksa penebusan dan Kristus adalah Juruselamat
yang menderitan memenuhi tuntutan hukum dan meredakan murka Allah, hal ini
menimbulkan perpecahan antara Allah dan Kristus. Keberatan ini salah, Allah dengan cuma-
cuma menyediakan keselamatan bagi manusia. Bapa mengorbankan PutraNya dan Sang
Putra dengan kemauan sendiri mengorbankan diriNya, sehingga tidak ada perpecahan
namun keselarasan terindah antara Bapa dan Putra. Mzm 40:6-8; Luk 1:47-50; Ef 1:3-14;
2:4-10; I Ptr 1:2.

REFLEKSI
Bab ketiga dari buku ini masih membahas tentang korban penebusan Kristus. Tentang apa
yang mendorong adanya penebusan dari Kristus dan keberatan keberatan yang diungkapkan
akan penebusan ini. Dari apa yang saya baca, adanya penebusan yang dilakukan oleh Kristus
adalah karena kehendak Allah dan kehendak Yesus sendiri. Menurut saya penebusan yang
dilakukan oleh Kristus sangat penting, karena tanpa penebusan Kristus kita tidak bisa
mendapat hidup yang kekal dan dosa kita tidak akan dapat bisa ditebus. Saya tidak setuju
dengan keberatan-keberatan yang diajukan oleh sebagian orang tentang karya penebusan
Kristus ini. Allah begitu baik mengorbankan Anak satu-satuNya namun orang lain
nenganggap Allah kejam, itu tidak benar, Allah memang menghendaki mengorbankan
AnakNya namun itu semua tidak kehendak sewenang-wenang Allah, Yesus dengan rela
menyerahkan diriNya sendiri sebagai korban penebusan, karena itu keberatan tersebut salah.
Karena itu kita harus senantiasa bersyukur kepada Allah dan Kristus karena tanpa kebaikan
dari mereka kita tidak akan dapat lepas dari natur dosa kita dan mencapai hidup yang kekal.

Bab 4 : Natur Penebusan Kristus
A. Pernyataan Doktrin penggantian hukuman dari penebusan
1. Penebusan bersifat obyektif
Penebusan dimaksudkan untuk orang yang bersalah bukan untuk penuntut hukum yang oleh
karenanya korban ini terjadi. Penebusan juga untuk meredakan murka Allah dan untuk
mendamaikan Dia dengan orang berdosa.
2. Penebusan bersifat menggantikan
Allah menunjuk Yesus Kristus untuk menggantikan kedudukan orang berdosa dan sang
pengganti ini menebus dosa dan memperoleh penebuhan kekal bagi manusia. Penebusan
yang bersifat menggantikan dilakukan oleh pihak yang disalahi, mewakili bentuk belas kasih
tertinggi, dan membawa kepada perdamaian yang sesungguhnya dan hidup yang kekal.
Bukti-bukti alkitab tentang penebusan kristus :
o perjanjian lama mengajarkan kepada kita untuk melihat korban yang
dipersembahkan sebagai korban yang menggantikan.
o Ayat alkitab berbicara tentang Yesus yang menanggung dosa kita Yes 53:6,12; Yoh
1:29; 2 Kor 5:21; Gal 3:13; Ibr 9:28; I Ptr 2:4
3. Penebusan ini menyangkut ketaatan Kristus secara aktif dan pasif
Ketaatan Kristus secara aktif dan pasif tidak dapat dipisahkan. Kristus menyerahkan diriNya
secara suka rela untuk mengalami penderitaan dan mati adalah merupakan ketaatan aktif.
Penderitaan dan kematian Kristus merupakan baguan dari ketaatan Kristus yang pasif.
Ketaatan Kristus yang aktif dan pasif saling melengkapi dari keseluruhan organik.
B. Keberatan terhadap Doktrin Penebusan yang Memuaskan tuntutan Hukum atau sebagai
Pengganti Hukuman.
1. Penebusan seperti itu sepenuhnya tidak perlu : Penebusan seperti itu tidak perlu karena dosa
bukanlah kesalahan sehingga tidak perlu pendamaian atau penebusan. Keberatan ini dijawab
dengan, Alkitab mengajarkan bahwa dosa adalah kesalahan sehingga menempatkan manusia
berada di bawah murka Allah dan berhak mendapat hukuman Ilahi.
2. Penebusan seperti itu mengecilkan sifat Allah : Penebusan mencemarkan sifat Allah karena
Ia menghukum orang yang tidak bersalah sebagai ganti orang yang bersalah dan menuntut
darah untuk meredakan murkanya. Namun Kristus secara suka rela mengambil tempat orang
berdosa sehingga penggantian ini tidak melibatkan ketidakadilan Tuhan.
3. Penebusan seperti itu berasumsi ketidakmungkinan pengalihan murka : Allah mengalihkan
murkaNya pada orang berdosa terhadap sang Pengantara, dan itu tidak masuk akal.
Jawabannya adalah semua karena ketidaksukaan Allah terhadap dosa, ketika hukuman
karena dosa dialihkan, murka Allah juga dialihkan. Kristus menyamakan diriNya dengan
umatNya sebagai pemuasan atas hukum sebagai Kepala yang bertanggung jawab atas
komunitasNya.
4. Pendamaian seperti itu tidak diajarkan dalam Injil : Sebagian orang berpendapat Injil tidak
mengajarkan demikian. Tetapi, inilah yang diajarkan Yesus namun tidak diterangkan oleh
Paulus. Alkitab menuliskan namun tidak jelas sekali tampak. Mat 20:28; Yoh 1:29; 3:16;
10:11; 15:13; Mat 26:27; Yoh 6:51.
5. Doktrin seperti itu tidak bermoral dan mencelakakan : Pandangan ini melemahkan dasar
otoritas hukum moral dan melemahkan kekuatan kewajiban kita. Tuduhan ini tidak benar
karena teori ini dikemukakan dari orang-orang yang mendukung keagungan hukum dan
tidak memperkecil tanggung jawab orang berdosa yang telah ditebus untuk tetap memegang
ketaatan pada hukum.

REFLEKSI
Bab keempat membahas lebih dalam tentang natur penebusan Kristus. Saya setuju dengan
penulis buku ini tentang doktrin penebusan Kristus, bahwa walaupun Allah adalah hakim
yang mengutamakan hukum, namun korban ini dimaksudkan bukan untuk penegak hukum
tetapi lebih kepada orang yang melakukan dosa. Menurut saya penebusan Kristus dilakukan
bukan karena Allah haus akan hukum tetapi karena kasih Allah kepada kita, Ia tidak mau
melihat kita jatuh dalam dosa karena itu Ia menghendaki penebusan Kristus ini. Saya tidak
setuju dengan keberatan-keberatan yang diutarakan. Ada yang mengatakan bahwa dosa
bukan kesalahan, saya tidak mengerti mengapa mereka bisa mengatakan bahwa dosa bukan
suatu kesalahan. Dosa jelas-jelas merupakan perbuatan kita yang melanggar hukum dan
sudah jelas bahwa itu adalah sebuah kesalahan. Adapula yang menyatakan bahwa Allah
berhati kecil karena menghukum orang yang tidak bersalah, menurut saya pendapat ini
sangat tidak pantas, Allah begitu mengasihi kita dan dengan semua kebaikanNya Ia
merelakan AnakNya untuk menebus kita yang telah berdosa, melakukan kesalahan yang
tidak dapat Ia terima, namun Ia tetap menebus kita. Menurut saya Allah tidak berhati kecil,
Ia menyalahkan orang yang tidak bersalah, karena kasihNya pada kita untuk mengeluarkan
kita dari dosa kita, untuk menebus kita, harus dengan penebusan yang utuh , dan kita tidak
dapat melakukannya karena kita telah berdosa, karena itu Ia menyerahkan AnakNya.


Bab 5 : Teori-teori yang menyimpang tentang Penebusan Kristus
A. Teori-teori dari Gereja Abad Mula-Mula
1. Teori pembayaran upah penebusan kepada Iblis.
Didasarkan pada pernyataan bahwa kematian Kristus merupakan pembayaran upah
penebusan pada iblis sebagai upaya untuk menunda klaim keadilan dari iblis pada manusia.
Iblis kalah tawar-menawar dan tidak dapat menguasai kristus. Teori ini dipegang teguh
pada gereja abad mula-mula, kemudian semakin lama memudar karena terasa sangat tidak
selaras. Ini adalah teori eksoterik gereja mula-mula.
2. Teori Rekapitulasi
Kristus merekapitulasi semua tingkatan hidup manusia termasuk tingkatan yang
merupakan milik keadaan kedudukan kita sebagai orang berdosa. Ia membalikkan jalan
yang dimulai Adam dalam kemanusiaannya yang berdosa dan menjadi ragi baru dalam
hidup umat masnusia. Ini adalah teori esoterik gereja mula-mula.
B. Teori pemuasan dari Anselmus (Teori Komersial)
Anselmus menekankan kepentingan mutlak penebusan Kristus dengan mendasarkannya pada
natur Allah yang paling mendasar. Dosa dinyatakan kesalahannya dengan hukuman atau
penebusan. Karena kasih karunia Allah, ia memilih penebusan yang dilakukan oleh PuteraNya,
karena yang dituntut adalah pemuasan tiada terbatas. Ada beberapa kritikan : Teori ini tidak
menjelaskan pentingnya penebusan Kristus, Teori ini tidak menerima pemikiran bahwa Kristus
di dalam penderitaanNya menanggung hukuman dosa dan penderitaanNya untuk menggantikan
manusia.
C. Teori Pengaruh moral
Tidak ada prinsip natur Ilahi yang perlu pemuasan di pihak orang berdosa dan kematian Kristus
tidak boleh dianggap sebagai penggantian dosa, namun sebagai perwujudan kasih Allah yang
ikut menderita bersama umat yang berdosa dan mengambil kemalangan dan dukacita manusia.
Teori ini tidak memuaskan tuntutan hukum Ilahi tetapi mengungkapkan kasih Ilahi. Teori ini
bertentangan dengan ajaran Alkitab yang menyatakan karya penebusan Kristus itu perlu untuk
memuaskan tuntutan keadilanNya.
D. Teori Teladan
Dikemukakan oleh kaum Socinian. Prinsip dasarnya yaitu tidak ada keadilan retributif dalam
diri Allah yang secara mutlak menuntut dosa harus dihukum.Ia mengampuni tanpa menuntut
adanya pemuasan atas hukum.Kristus menyelamatkan manusia dengan menunjukan kepada
mereka teladan ketaatan yang benar dan memberikan ilham agar dapat hidup dengan sama.
Pandangan ini dientang karena sepenuhnya tidak Alkitabiah dengan menyatakan bahwa Kristus
adalah manusia biasa yang mempunyai kualitas luar biasa. Teori ini gagal menerangkan
keselamatan bagi mereka yang hidup sebelum Kristus berinkarnasi dan tentang kematian bayi-
bayi.
E. Teori Pemerintahan
Teori ini menyangkal keadilan Allah perlu menuntut semua persyaratan hukum harus dipenuhi.
Hukum merupakan kehendak Allah, sehingga Ia dapat merubahnya atau menyingkirkannya jika
Allah mau. Teori ini ditentang karena jelas bersandar padap rinsip yang salah. Menurut teori ini
hukum adalah kehendak sewenang-wenang Allah dan dapat berubag. Tujuan dari hukuman
dosa adalah mencegah manusia melakukan pelanggaran hukum pada masa yang akan datang
byjan untuk memuaskan tuntutan hukum. Teori ini memberikan penjelasan yang tidak pantas
tentang Allah. Teori ini bertentangan dengan Alkitab yang menyatakan penebusan Kristus
adalah keharusan wahyu kebenaran Allah. Teori ini gagal menjelaskan bagaimana orang kudus
Perjanjian Lama diselamatkan.
F. Teori Mistik
Teori ini beranggapan bahwa inkarnasi hidup Ilahi memasuki hidup manusiawi supaya dapat
mengangkat hidup manusiawi menjadi Ilahi. Kristus menjadi ragi yang merubah dan perubahan
itu menghasilkan penebusan Nya. Teori ini dibebani dengan kesulitan yaitu teori ini tidak
memperhatikan kesalahan karena dosa, hanya memperhatikan cara menyingkirkan kecemaran
dosa.Teori ini bersandar pada prinsip keliru yang melihat dosa hanya sebagai kekuatan dan
kejahatan moral dalam dunia dan tidak melibatkan hukuman. Teori ini bertentangan dengan
Alkitab karena menjadikan Kristus sama-sama mempunyai kecemaran dan kematian Kristus
perlu karena keberdosaan natur Nya sendiri. Teori ini tidak menjelaskan bagaimana orang yang
hidup sebelum inkarnasi
G. Teori Pertobatan dengan Pengganti
Teori ini memiliki prinsip bahwa pertobatan yang sempurna dapat menjadi penebusan yang
cukup bagi dosa, namun manusia tidak dapat. Kristus menawarkan kepada Allah pertobatan
yang sempurna agar dapat melakukan penebusan. Kristus oleh penderitaanNya dan
kematianNya secara simpatik masuk dalam hukuman Allah karena dosa, menyingkirkan semua
kengerian dan dipandang Bapa sebagai pengakuan dosa yang sempurna, dan memberikan
kekudusan pada manusia. Teori ini lemah pada kesulitan karena tidak jelas bagaimana
inkarnasi memungkinkan Dia sama-sama merasakan dosa kita. Teori ini menghasilkan prinsip
keliru bahwa dosa tidak harus menjadikan manusia mengalami hukuman dosa, keadilan dan
kekudusan Allah tidak memerlukan penebusan yang obyektif dan bahwa satu-satunya
kepentingan pertolongan penebusan keluar dari ketidakmampuan manusia untuk bertobat
dengan cara yang benar. Teori ini bertentangan dalam pengertiannya, pengakuan dosa adalah
sepenuhnya subyektif supaya dapat diterima harus dilakukan secara pribadi. Teori ini tidak
memiliki dasar Alkitab.

REFLEKSI
Bab ini lebih membahas tentang teori-teori yang menyimpang tentang penebusan Kristus. Saya
setuju dengan buku ini bahwa teori-teori yang ada disini merupakan teori yang menyimpang.
Menurut saya teori-teori yang disebutkan disini tidak melihat kasih Bapa dan Kristus, dan tidak
mengerti Allah pada dasarnya dan mereka hanya menyimpulkan dari luarnya saja. Untuk apa
penebusan dilakukan untuk membayar kepada iblis? Ketika Allah lah yang utama dan satu-
satunya yang harus kita pandang. Semua pandangan-pandangan dari teori yang ada di atas tidak
mengerti betapa Bapa adil dan mengasihi kita. Penebusan dilakukan karena Bapa mengasihi
kita sehingga Ia tidak mau kita jatuh dalam dosa namun Ia tetap Bapa yang adil sehingga Ia
tidak bisa menebus kita secara semena-mena maka itu Ia menebus kita dengan menyerahkan
AnakNya yang tunggal agar semua kita dapat ditebus dosanya dan mendapat hidup yang kekal.

Bab 6 : Tujuan dan Jangkauan Penebusan Kristus
A. Tujuan Penebusan Kristus
1. Akibatnya berkaitan dengan Allah. Penebusan Kristus tidak mengakibatkan perubahan
pada diri Allah. Perubahan yang terjadi adalah hubungan Allah dan obyek kasihNya
yang menebus, Ia diperdamaikan dengan obyek murkaNya oleh korban yang menutupi
dosa mereka. Penebusan Kristus perwujudan kasih Allah, Yoh 3:16.
2. Akibatnya berkenaan dengan Kristus. Dengan penebusan, Kristus menerima semua
yang menjadi milik kemuliaanNya, kepenuhan pemberian-pemberian anugerah yang Ia
berikan pada umatNya, anugerah Roh Kudus untuk membentuk tubuh mistis Nya dan
penerapan subyektif buah-buah karya penebusanNya, Ujung-ujung bumi adalah
milikNya dan dunia tempat kediamanNya itu merupakan janji yang diberikan padaNya
di Mzm 2:8 dan digenapi Ibr 2:6-9.
3. Pengaruhnya sejauh orang berdosa ikut terkait
a. Penebusan Kristus memungkinkan terjadinya keselamatan orang berdosa dan
menjaminnya.
b. Penebusan kristus menjamin bahwa semua yang menerimanya memiliki kedudukan
hukum yang sesuai karena mereka telah dibenarkan, kesatuan mistis orang percaya
dengan Kristus melalui regenerasi dan penyucian, menikmati hidup kekal sebagai
ciptaan baru dan sempurna.
B. Jangkauan Korban Perdamaian Kristus
1. Pusat pembicaraan yang sesungguhnya. Pertanyaan yang berkaitan dengan rencana
penebusan yaitu, apakah Bapa ketika mengirim Kristus dan ketika Kristus datang ke
dalam dunia untuk menebus dosa melakukan hal ini dengan satu rancangan dengan
tujuan menyelamatkan orang-orang pilihan saja atau menyelamatkan semua manusia.
2. Prnyataan pendapat Reformed. Pendapatnya adalah bahwa Kristus mati dengan tujuan
jelas untuk menyelamatkan hanya orang pilihan saja. Menurut mereka, Kristus tidak
mati untuk semua manusia tetapi bahwa Ia mati untuk semua manusia. Kasih Allah
yang memberi bersifat universal, Dia memberikan anugerah bagi seluruh manusia, dan
merupakan dasar tawaran universal untuk keselamatan. Tetapi, kasihNya yang memilih,
yang khusus hanya membawa hasil pada kaum pilihan saja.
3. Bukti-bukti doktrin penebusan yang terbatas. Prinsip dasarnya adalah rancangan-
rancangan Allah selalu bertujuan baik dan tidak dapat digagalkan oleh tindakan
manusia, sehingga tidak akan digagalkan oleh ketidak percayaan manusia. Semua segi
sudah mengakui hanya sejumlah tertentu yang ditentukan oleh Tuhan untuk
diselamatkan. Kristus menderita dan mati untuk mereka yaitu: domba-dombaNya (Yoh
10:11,15), gerhaNya (Kis 20:28), UmatNya (Mat 1:21), orang pilihan (Rm 8:32-35).
Kristus membatasi karya syafaatNya (Yoh 17:9),
4. Keberatan-keberatan terhadap doktrin penebusan.
a. Ada ayat-ayat mengajarkan Yesus mati untuk dunia, keberatan keluar dari
asumsi yang sesungguhnya tidak didasarkan pada kata dunia, sebagaimana
dipakai dalam arti semua individu yang menyusun umat manusia. Dalam Rm
11:12-15, karta dunia konteksnya berbicara tentang Israel, dan membuktikan
bahwa buah dari karya penebusan Kristus sesungguhnya dimaksudkan untuk
semua. Kunci untuk menafsirkan kata dunia pada ayat Yoh 1:29; 6:33,51; II Kor
5:19; I Yoh 2:2.
b. Dalam ayat-ayat Rm 5:18; I Kor 15:22 dikatakan Kristus mati untuk semua
manusia, sebenarnya konteks semua dalam ayat tersebut hanya mencakup
mereka yang ada di dalam Kristus sebagai lawan dari semua yang ada di dalam
adam. Jika kata semua didalam ayat-ayat yang ada tidak ditafsirkan dalam
pengertian terbatas, maka ayat itu akan mengajarkan bahwa Kristus
memungkinkan keselamatan bagi semua manusia, tetapi sesungguhnya Ia
menyelamatkan semuanya tanpa terkecuali. Dalam ayat ini kata semua
menunjukkan semua yang ada dalam Kristus.
c. Kelompok ketiga dari ayat-ayat menentang penebusan terbatas tercakup dalam
ayat-ayat yang mengandung maksud adanya kemungkinan bahwa mereka yang
baginya Kristus mati gagal memperoleh keselamatan, I Kor 8:11. Kendatipun
Kristus telah membayar keselamatan untuk orang sedemikian, namun apabila
mereka melakukan sesuatu yang mengganggu hati nurani mereka, dan akibatnya
menjadi mundur, dapat cenderung untuk menghancurkan. Namun sesungguhnya
kehancuran itu tidak akan terjadi, Rm 14:14, oleh anugerah Allah semuanya
dapat dicegah.
d. Keberatan diajukan dari tawaran bonafide dari keselamatan. Kaum Arminian
beranggapan bahwa tawaran keselamatan tidak dapat dibuat oleh mereka yang
percaya bahwa Kristus mati hanya bagi orang pilihan. Jawaban yang dapat
diberikan: Tawaran keselamatan adalah janji keselamatan bagi siapa saja yang
menerima Kristus melalui iman, Tawaran ini bersifat universal dikondisi oleh
iman dan pertobatan hidup, Tawaran universal untuk keselamatan tidak tercakup
dalam pengumuman bahwa Kristus membuat tebusan bagi setiap orang yang
mendengarkan Injil dan bahwa Allah sesungguhnya bermaksud menyelamatkan
setiap orang, Tawaran universal dari keuntungan penebusan Kristus memnacar
keluar dari kehendak Allah (Yeh 33:11), Tawaran keselamatan yang universal
berusaha mencapai tujuan pengungkapan pemberontakan manusia dalam
melawan injil dan menyingkirkan semua alasan.
5. Kandungan yang lebih luas dari korban penebusan. Tawaran universal penebusan
Kristus memiliki kandungan yang lebih luas dengan memakai kata mereka. Menurut
sebagian orang, orang berdosa semuanya berada didalam perjanjian Kristus bukan pada
esensi tetapi pada pelaksanaan perjanjian anugerah tetapi perjanjian ini hanya berlaku
bagi orang pilihan saja. Berkat anugerah umum keluar dari karya penebusan Kristus.
Karya penebusan Kristus juga memiliki arti penting bagi dunia malaikat, Ef 1:10 dan
Kol 1:20.

REFLEKSI
Bab ini membahas tentang tujuan dan jangkauan penebusan Kristus. Tujuan
dilakukannya penebusan menurut saya untuk mendamaikan Allah dengan umatNya
yang berdosa dan memberikan anugerah, tanpa penebusan itu akan mustahil terjadi. Dan
setelah membaca buku ini lebih lanjut, saya baru mengetahui bahwa ternyata penebusan
Kristus tidak ditujukan untuk semua manusia, melainkan lebih spesifik kepada
umatNya, orang-orang pilihanNya. Namun seperti biasa terdapat keberatan-keberatan
akan teori ini, banyak orang menganggap bahwa penebusan Yesus merupakan untuk
semua manusia. Orang-orang yang menyatakan keberatan teori itu hanya membaca
ayat-ayat yang tertulis dan tidak memahaminya, walaupun pada ayat di tulis kata
mereka namun sebenarnya ketika ditelaah lebih lanjut, mereka yang dimaksud adalah
orang-orang pilihanNya. Sebagai seorang percaya, saya setuju dengan apa yang tertulis
di buku ini akan tujuan penebusan dan jangkauan penebusan Kristus. Pada awalnya saya
tidak menyetujui akan jangkauan penebusan Kristus yang menyatakan bahwa
penebusanNya hanya terbatas bagi umatnya saja, namun setelah membaca nya terus
menerus dan memahami ayat-ayat yang ada saya menjadi mengerti bahwa benar
penebusanNya ditujukan untuk umatNya.

Bab 7 : Karya syafaat Kristus
Kristus merupakan Imam Besar Duniawi dan Imam Besar Surgawi.
A. Bukti Alkitab mengenai karya Syafaat Kristus
1. Karya syafaat Kristus dilambangkan. Karya syafaatnya dilambangkan dengan
pembakaran ukupan tiap hari di mezbah emas di ruang kudus. Asap wangi-wangian
terus menerus menggambarkan doa bangsa israel. Pembakaran ukupan berhubungan
dengan pemberian korban, pemercikan darah korban penghapus dosa. Percikan darah
melambangkan korban Allah tinggal di antara kerubim. Ruang Maha Kudus lambang
dari Yerusalem surgawi.
2. Petunjuk dalam perjanjian baru bagi karya syafaat Kristus. Istilah paraklestos
diterapkan pada Kristus, diterjemahkan sebagai penghibur, pendamping, pengantara.
Kata tersebut menunjukkan arti orang yang dipanggil untuk memberikan bantuan
atau pertolongan, seorang pengantara, seorang yang memohon untuk orang lain dan
yang juga memberikan pada orang itu pertimbangan yang bijaksana.Kata paraklestos
ditemukan dalam Yoh 14:16,26; 15:26; 26:7; I Yph 2:1.
B. Natur karya syafaat Kristus
Elemen-elemen syafaat Kristus:
1. Kristus masuk ruang maha kudus dengan korban Nya yang sudah lengkap dan
sempurna yaitu dirinya sendiri dan mempersembahkannya kepada Bapa, Kristus
datang kepada Allah sebagai wakil dari umatNya membawa kemanusiaan di hadapan
allah.
2. Elemen Yuridis dalam syafaat sama seperti dalam penebusan. Kristus menggenapi
semua tuntutan keadilan hukum hingga tak ada tuntutan hukum yang dapat
menyerang mereka yang baginya Kristus telah membayar upah. Ia adalah parakletos,
pengantara bagi semua umat dan menjawab semua tuntutan yang diajukan pada kita.
Rm 8:33,34.
3. Ketika kita meneyebut Allah Bapa dengan namaNya, Ia menyucikan doa kita. Doa
disucikan karena doa sering tidak sempurna, superfisial, sering tidak tulus, padahal
doa ditujukan pada Dia yang sempurna dalam kekudusan dan kemuliaanNya. Juga
memungkinkan doa kita diterima, menyucikan pelayanan kita dalam Kerajaan Allah.
4. Doa syafaat memiliki acuan pada hal-hal yang ada pada Allah (Ibr 5:1). Dalam doa
syafaat Yoh:17, Kristus berkata bahwa Ia berdoa bagi muridNya dan semua orang
yang percaya kepadaNya melalui pemberitaan mereka. Ia berdoa bagi kita bahkan
sebelum kita belum bisa berdoa. Ia berdoa agar kita dilindungi dari bahaya yang
belum kita sadari , dari musuh-musuh yang mengancam, berdoa agar iman kita tidak
mati dan kita dapat mencapai kemenangan pada akhirnya.
C. Orang-orang dan Hal-hal yang didoakanNya
1. Orang-orang yang didoakanNya. Kristus bersyafaat berdoa bagi semua yang
menerima karya penebusanNya, semua dimaksud adalah orang percaya. Yoh 17,
Yesus berdoa bagi murid-muridNya yaitu orang yang percaya kepadaNya melalui
pemberitaan para murid Yesus. Yoh 17:9, Aku berdoa bagi mereka; Aku tidak
berdoa bagi dunia, tetapi bagi mereka yang kau berikan kepadaKu. Ayat 20, Ia
bersyafaat bagi semua orang pilihan baik mereka yang sudah menjadi orang percaya
ataupun yang di masa akan datang.
2. Hal-hal yang didoakan Kristus. Ia berdoa agar orang pilihan yang belum datang
kepadaNya menerima anugrah, dan mereka yang telah datang menerima
pengampunan dari dosa-dosa mereka setiap hari, dapat menerima buah pembenaran,
idjaga dari ancaman iblis. Yoh 17:17, orang kurdus terus menerus disucikan; Ibr
4:14-16,10:21-22 hubungan mereka dengan surga dapat terus dijaga; I Ptr 2:5
pelayanan umat Allah dapat diterima; Yoh 17:24 mereka akhirnya menerima warisan
mereka di Surga.
D. Ciri Khas Syafaat Kristus
1. Syafaat Kristus selalu konstan. Dia setiap hari memastikan penerapan subjektif dari
buah-buah pengorbanan yang telah lengkap. Ia selalu memperhatikan, Ia hidup bagi
semua keperluan mereka, tidak satupun doa dari mereka Ia lewatkan.
2. Sifat otoritatif dari syafaatNya. Kristus berdiri di hadapan Bapa sebagai Juru syafaat
yang berotoritas, sebagai seorang yang berhak mengajukan klaim hukum. DoaNya
merupakan permohonan dari Anak kepada Bapa.
3. Keberhasilan syafaatNya. Doa syafaat Kristus tidak pernah gagal. Yoh 11:42, Di
kuburan Lazarus Tuhan menyatakan jaminan bahwa Bapa selalu mendengarkan Dia.

REFLEKSI
Karya syafaat Kristus begitu besar pengaruhnya bagi hidup kita. Yesus disebut sebagai
paraklestos yang berarti pendamping kita, pengantara kita, dan wakil kita. Karena itu Yesus
merupakan penolong kita, tanpaNya kita tidak dapat mendapat penebusan. Setelah
melakukan penebusan pun syafaatNya tidak berhenti, Ia selalu memperhatikan kita dan
membantu kita. Ia juga selalu mendoakan umatNya, orang-orang pilihanNya, dan agar
orang-orang yang belum percaya dapat segera mengenalNya dan mendapat anugerah serta
pengampunan dosa. Begitu besar kasih Yesus di dalam hidup saya, benar kata buku ini
bahwa Yesus tidak pernah berhenti memperhatikan kita. Sebelumnya saya bukanlah orang
percaya, namun setelah saya mengenalNya, tidak pernah sedetikpun Ia meninggalkan saya,
ini saya rasakan dalam hidup saya. Setiap masalah yang saya hadapi, ketika saya bawa
kehadapanNya, Ia selalu memberi saya jalan. Begitu besar rahmatNya bagi kita semua,
karena itu kita harus selalu bersyukur kepadaNya. Ia sudah rela mati untuk menebus kita,
tidak ada salahnya apabila kita setiap hari meluangkan waktu untuk datang kepadaNya.

Bab 8 : Jabatan Sebagai Raja
A. Keadaan Kristus sebagai Raja Rohani
1. Natur dari jabatan Kristus sebagai Raja. Kristus sebagai Raja Rohani memerintah
kerajaanNya atas regnum gratiae, yaitu atas umat dan gerejaNya. Keadaan sebagai
Raja bersifat rohaniah karena mengandung maksud rohani dan tujuan akhir bersifat
rohani yaitu keselamatan atas umatNya. Jabatan ini dilaksanakan bukan karena
kekuatan dari luar tapi oleh Firman Roh. Keadaan sebagai Raja mengungkapkan
diriNya dalam hal mengumpulkan gereja, dalam pemerintahanNya juga melindungi
dan menyempurnakan. Kristus adalah kepala gereja sehingga dapat memerintah
secara organik dan rohaniah. Kaum Prelimenaris masa sekarang menekankan
pendapat mereka bahwa Yesus adalah Kepala gereja dan menyangkal keadaanya
sebagai Raja atas gereja dan Raja sekarang ini, sebab. Kaum Prelimenaris tidak
konsisten mengakui otoritas Tuhan.
2. Jangkauan kekuasaan kerajaan ini
a. Kerajaan ini berdasarkan karya penebusan. Regnum gratiae bermula dari
anugerah Nya yang menebus. Hanya orang yang ditebus yang memiliki
kehormatan dan hak istimewa. Kristus menebus mereka yang adalah
milikNya dan oleh RohNya memberikan mereka jasa pengorbananNya yang
sempurna, sehingga mereka adalah milikNya dan mengenal Dia sebagai
Tuhan dan Raja.
b. Kerajaan ini bersifat rohani. Natur rohaniah dari kerajaan dikemukakan
dengan berbagai cara. Secara negatif ditunjukkan kerjaan itu bukan kerajaan
eksternal dan nampak bagi orang Yahudi, Mat 8:11,12; 21:43; Luk 17:21;
Yoh 18:36. Secara positif kita diajarkan bahwa kerjaan hanya dapat kita
masuki melalui kelahiran kembali, Yih 3:3,5, yaitu seperti sebutir benih yang
ditaburkan di tanah Mrk 4:26,29, seperti biji sesawi, Mar 4:30, dan seperti
ragi, Mat 13:33. Kerajaan itu ada di dalam hati umatNya.
c. Kerajaan ini berada pada masa sekarang maupun di masa yang akan datang.
Kerajaan ini adalah masa sekarang yang terus berkembang, suatu kenyataan
dalam hati dan hidup manusia yang bersifat rohani dan pengaruh yang
dirasakan dalam cakupan yang terus menerus makin meluas. Kerajaan ini
juga merupakan harapan masa depan. Kerajaan masa depan akan terjadi
dengan berbagai macam perubahan katalismik.
d. Kerajaan itu berkaitan erat dengan Gereja walaupun tidak sepenuhnya identik
dengannya. Kewarganegaraan Kerajaan sama-sama ekstensif dengan
keanggotaan gereja yang nampak, tapi Kerajaan ini bidang cakupannya lebih
luas dari Gereja, karena bertujuan untuk mengatur kehidupan seluruh
manifestasinya.
3. Lamanya kerajaan ini
a. Permulaannya. Pendapat umum yang diterima gereja adalah Kristus
menerima pengangkatan sebagai raja yang menjadi Pengantara sejak dari
kekekalan, Ia mulai berfungsi sebagai Raja segera sesudah kejatuhan
manusia. Ams 8:23; Mzm 2:6. Ia diperkenankan menjadi Pengantara sebelum
inkarnasi, namun secara formal menduduki takhtaNya dan meresmikan
kerajaan rohaniNya setelah Ia naik ke surga dan duduk sebelah kanan Allah
Bapa, Kis 2:29-36; Flp 2:5-11.
b. Akhirnya (?). Jabatan Kristus sebagai Raja Rohaniah akan terus berlangsung
sampai kekekalan, walaupun kerajaan ini akan mengalami perubahan-
perubahan besar. Ia tidak mungkin berhenti menjadi kepala gereja karena Ia
tidak mungkin meninggalkan tubuh tanpa kepala.
B. Keadaan Kristus sebagai Raja atas Alam Semesta
1. Natur Kerajaan ini. Regum potentiae, menerangkan tentang kekuasaan Manusia
Ilahi, Tuhan Yesus Kristus atas alam semesta, pemerintahan providensi dan
yuridisNya atas segala sesuatu dalam hubungan dengan gereja. Sebagai Raja alam
semesta, Ia memimpin dan menentukan setiap pribadi individual umat yang telah
ditebusNya, melindungi mereka dari bahaya. Ia sekarang adalah tempat
perlindungan di atas takhta surga.
2. Kaitan antara regnum potentiae dan regnum gratiae.Kristus sebagai raja alam
semesta di bawah keadaanNya sebagai Raja secara rohani. Allah memberikan
kepadaNya otoritas dunia untuk memastikan dasar yang aman bagi umatNya dalam
dunia dan melindungi milikNya dari kuasa kegelapan. Di bawah kuasa Kristus,
kemarahan manusia dapat diubah menjadi pujian bagi Tuhan.
3. Lama berlangsungnya kerajaan ini.Kristus resmi diberikan kuasa sebagai Raja alam
semesta ketika ditinggikan di kanan Allah Bapa. Kemuliaan itu pahala yang telah
dijanjikan karena Ia telah mengalami penderitaan. Keadaan Kristus sebagai Raja
berlangsung sampai pada kemenangan atas musuh-musuhNya secara sempurna juga
setelah maut dikalahkan , I Kor 15:24-28.

REFLEKSI
Bab terakhir dari buku ini membahas tentang peran terakhir yaitu peran Yesus
sebagai Raja. Yesus berperan sebagai Raja rohani yang memerintah kerajaanNya dan
mengatur atas gereja dan umatNya. Menurut saya Yesus mengatur segalanya agar
umatNya dapat mendapat keselamatan dan umatNya mendapat tempat di mata Tuhan
unutk mencegah terjadinya dosa. KerajaanNya merupakan kerajaan yang berbeda
dari kerajaan biasa. Allah memberikan diriNya otoritas dunia sehingga Yesus
menjadi Raja yang memastikan umatNya aman dan melindungi mereka dari kuasa
kegelapan. Kerajaan Yesus ini berlangsung sampai pada kekekalan dengan Yesus
tetap menjadi Raja, saya setuju dengan buku ini yang menuliskan Yesus tidak akan
berhenti menjadi Raja karena Ia tidak mungkin meninggalkan tubuh tanpa
kepalanya. Jadi dari apa yang telah saya baca Yesus merupakan kepala dari segala
kepala, tanpa Yesus kita tidak memiliki pemimpin yang dapat mengatur kita
umatNya mendapat keselamatan. Sebagai umat Kristiani, saya merasa bahwa Yesus
merupakan tumpuan hidup saya, bersama Nya saya merasa Yesus mengatur hidup
saya sedemikian rupa sehingga hidup saya menjadi lebih baik ketika mengenalNya.

Bagian ketiga dari buku ini telah selesai, selama membaca buku ini saya merasa
buku ini sangat berat untuk seseorang yang tidak mengerti teologi seperti saya. Saya
harus membacanya berkali-kali agar memahami artinya, karena itu saya meminta
maaf apabila terdapat banyak kesalahan.