Anda di halaman 1dari 39

LAPORAN PRAKTIKUM

MATAKULIAH TEKNOLOGI PANGAN FUNGSIONAL




MATERI
PENGUJIAN KOMPONEN BIOAKTIF POLIFENOL
SEBAGAI ANTIOKSIDAN



Oleh:
Eko Dhuhur Prakoso BL Sejatiyo
Kelompok 06
THP B








JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JEMBER
2014
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Indonesia memiliki keanekaragaman tanaman pangan yang melimpah.
Masyarakat banyak memanfaatkannya sebagai pangan fungsional. Pangan
fungsional adalah pangan yang tidak hanya berfungsi sebagai makanan atau
minuman, tetapi memiliki efek lain yang menyehatkan. Makanan dan minuman
fungsional ini biasanya dibuat dari tanaman yang memiliki kandungan zat-zat atau
senyawa yang secara klinis terbukti bermanfaat bagi kesehatan (Furnawanthi,
2002). Kandungan zat-zat atau senyawa yang secara klinis yang juga disebut
komponen bioaktif baik gizi maupun non gizi sangat beragam di pangan
fungsional.
Polifenol merupakan salah satu dari komponen bioaktif non gizi memberikan
efek fungsional sehat pada tubuh salah. Senyawa polifenol banyak terkandung
pada teh, kakao, rempah-rempah, biji-bijian, serealia, buah-buahan, bunga,
sayuran, dan lain-lain. Banyak senyawa polifenol yang menunjukkan aktivitasnya
sebagai antioksidan. Polifenol memiliki sifat fungsional salah satunya antioksidan.
Antioksidan adalah senyawa kimia yang dapat menyumbangkan satu atau lebih
elektron kepada radikal bebas, sehingga radikal bebas tersebut dapat diredam
(Nely, 2007). Antioksidan dibutuhkan bagi tubuh karena tubuh manusia setiap
harinya terkena radikal bebas dari lingkungan sekitar seperti asap kendaraan dan
asap rokok.
Kandungan polifenol pada suatu bahan pangan berbeda beda, tergantung
pada bahan pangan tersebut. Kandungan total polifenol pada bahan dapat diukur
menggunakan metode Follin-Ciocalteu, dimana reagen Follin-Ciocalteau
(campuran fosfomolibdat dan fosfotungstat) memiliki kemampuan dalam
mereduksi gugus hidroksi dan polifenol. Pada penentuan kadar fenolat total
digunakan standar asam galat. Pada pengujian antioksidan dari tanaman pangan
dapat dilakukan dengan menggunakan DPPH sebagai radikal bebas yang stabil.
Metode ini didasarkan pada kemampuan senyawa bioaktif polifenol pada tanaman
pangan menangkap radikal bebas DPPH. Tingginya aktivitas antioksidan pada
sampel akan ditunjukkan oleh banyaknya DPPH yang direduksi yang terlihat
dengan semakin pudarnya warna ungu. Warna yang terbentuk dibaca
absorbannya dengan spektrofotometri pada panjang gelombang 517 nm.
Kemampuan mengukur kandungan polifenol dan kemampuan antioksidan pada
suatu bahan pangan merupakan salah satu keahlian yang dimiliki mahasiswa
Teknologi Hasil Pertanian, sehingga perlu adanya praktikum pengukuran
kandungan polifenol pada beberapa pangan secara spektrofotometri dengan
menggunakan metode folin-ciocalteau. Sedangkan untuk menguji aktivitas
antioksidan dengan menggunakan metode DPPH.

1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum pengujian komponen bioaktif sebagai antioksidan
diantaranya sebagai berikut:
1. Mengetahui total polifenol antara bahan pangan segar dan pangan olahan
2. Mengetahui aktivitas antioksidan dari bahan pangan segar dan pangan olahan












BAB 2. BAHAN DAN METODE

2.1 Bahan
Bahan yang digunakan pada praktikum pengujian komponen bioaktif sebagai
antioksidan adalah sebagai berikut :
Bahan Pangan yang digunakan untuk analisa
1. Teh seduh dan minuman teh
2. Jahe segar dan minuman jahe
3. Anggur segar dan jus anggur
4. Rosella dan jus cranberry
5. Kakao bubuk dan minuman kakao
6. Biji kedelai dan susu kedelai
7. Secang segar dan minuman kakao
8. Pala biji dan minuman susu jahe
Bahan Kimia yang digunakan dalam analisa
1. Etanol teknis dan PA
2. Follin-ciocalteu
3. Na2CO3
4. Standar asam galat
5. DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrasi)
6. Aquades
2.2 Persiapan Bahan







Bahan
Penimbangan (5 g)
Penghancuran
(parut/mortar)
Pengupasan
Sampel
a. Preparasi bahan untuk jahe yaitu pertama-tama jahe dikupas kulitnya dan
dibersihkan agar tidak ada kotoran yang menempel. Kemudian jahe ditimbang
sebanyak 5 gram. Lalu jahe sebanyak 5 gram diparut dan dijadikan sampel.
b. Preparasi bahan untuk teh yaitu teh ditimbang sebanyak 5 gram dan
dihancurkan/ditumbuk dengan mortal. Hancuran teh digunakan sebagai
sampel.
c. Preparasi bahan untuk anggur yaitu buah anggur segar ditimbang sebanyak 5
gram kemudian dihancurkan menggunakan mortal sampai halus dan dijadikan
sampel.
d. Preparasi bahan untuk rosella yaitu bunga rosella kering ditimbang sebanyak
5 gram kemudian ditumbuk dengan mortal dan digunakan sebagai sampel.
e. Preparasi bahan untuk bubuk kakao yaitu bubuk kakao ditimbang sebanyak 5
gram dan digunakan sebagai sampel.
f. Preparasi bahan untuk biji kedelai yaitu biji kedelai ditimbang sebanyak 5
gram dan ditumbuk sampai halus kemudian digunakan sebagai sampel.
g. Preparasi bahan untuk secang segar yaitu secang segar ditimbang sebanyak
5 gram dan dihancurkan dengan cara digunting kecil-kecil kemudian
digunakan sebagai sampel.
h. Preparasi bahan untuk biji pala yaitu biji pala ditimbang sebanyak 5 gram dan
dihancurkan dengan cara diparut kemudian digunakan sebagai sampel.

2.3 Ekstraksi Senyawa Polifenol








Penyaringan dengan kertas
saring
Pelarutan dlm 25 ml
etanol teknis
Sentrifuse dengan 4500 selama 10-15
menit
Ditera 100 ml
2x pengulangan
Sampel 5 g
2.4 Prosedur Analisa
Analisis Total Polifenol






















0,5/0,3 ml sampel
Dimasukan tabung reaksi
Di vortex
Didiamkan selama 5 menit
Di vortex

+ aquades hingga vol. 5
ml
+ 0,5 ml follin
+ 1 ml Na
2
CO
3

Didiamkan selama 60 menit ditempat gelap
Abs pada panjang gelombang 765 nm

Larutan Standar Asam Galat













Analisa Standar Analisa Kandungan Total Polifenol
Konsentrasi Asam Galat (mg) Rata-rata Nilai Absorbans (765 nm)
0 0
0,014 0,155
0,027 0,327
0,041 0,497
0,054 0,652
0,068 0,834
0,081 1,002
0,095 1,198
0,108 1,395
0,122 1,475

Di vortex
Didiamkan selama 5 menit
Di vortex
Di diamkan selama 60 menit
Dimasukan tabung reaksi
+ 0,5 ml follin

+ 1 ml Na2CO3 7%

Abs pada panjang gelombang 765
nm
0 5 mikrol larutan asam galat
0,05 0,050 mikrol larutan asam galat + 4950 mikrol aquades
0,10 0,100 mikrol larutan asam galat + 4900 mikrol aquades
0,15 0,150 mikrol larutan asam galat + 4850 mikrol aquades
0,20 0,200 mikrol larutan asam galat + 4800 mikrol aquades







Persamaan linier: y = 12,558x 0,0125
R2 = 0,9977
DPPH













y = 12,55x - 0,012
R = 0,997
-0.2
0
0.2
0.4
0.6
0.8
1
1.2
1.4
1.6
0 0.05 0.1 0.15
A
b
s
o
r
b
a
n
s
i

(
7
6
5

n
m
)

Konsentrasi Asam Galat (mg)
ABS
Linear (ABS)
DPPH
Di timbang 0,003943 g / 100 ml
(3,9 mg/100 ml)
Dilarutkan dengan 50 ml etanol dan stirrer selama 1 jam
Peneraan hingga 100 ml
Pengambilan 3 ml DPPH
Dimasukan dalam tabung reaksi
+ 0,5 ml etanol + 0,5 ml sampel (total 1 ml)
Di vortex
Di diamkan selama 15 menit
Abs pada panjang gelombang 517 nm
BAB 3. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Total polifenol
Tabel 3.1 Kandungan polifenol dari bahan segar dan olahan
Bahan
Abbsorbansi Konsentrasi (X) total polifenol rata-
rata
SD

RSD U1 U2 U1 U2 U1 U2
Teh 3,011 3,132 0,241 0,250 8,025 8,346 8,185 0,227 0,0278
Jahe 0,696 1,322 0,056 0,106 1,128 2,125 1,627 0,705 0,433
Anggur 0,328 0,502 0,027 0,041 0,542 0,819 0,681 0,196
0,288

Rosella 1,389 1,397 0,112 0,112 2,232 2,245 2,238 0,009 0,368
Bubuk
kakao
1,379 1,262 0,111 0,102 3,692 3,384 3,538 0,218
0,062
Biji
kedelai
0,289 0,213 0,024 0,018 0,480 0,359 0,420 0,086
0,204
secang 0,809 1,468 0,065 0,118 6,542 11,789 9,165 3,711 0,405
Pala 2,723 2,784 0,218 0,223 7,261 7,423 7,342 0,114 0,016
Minuman
teh
0,298 0,514 0,025 0,042 0,495 0,839 0,667 0,243
0,365
Minuman
jahe
0,133 0,110 0,012 0,010 0,386 0,325 0,356 0,043
0,121
Minuman
anggur
0,096 0,232 0,009 0,019 0,173 0,389 0,281 0,153
0,545
Jus
Cranberry
0,239 0,416 0,020 0,034 0,401 0,682 0,541 0,199
0,004
Minuman
kakao
0,388 0,410 0,032 0,034 1,062 1,121 1,092 0,042
0,039
Susu
kedelai
0,354 0,408 0,029 0,033 0,584 0,670 0,627 0,061
0,097
Minuman
kakao
0,452 0,325 0,037 0,027 1,233 0,896 1,064 0,238
0,224
susu jahe 0,21 0,235 0,018 0,020 0,591 0,657 0,624 0,047 0,075
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa pada tanaman pangan
segar, kandungan total polifenol tertinggi yaitu terdapat pada secang dengan
rata rata sebesar 9,165 3,711 mg GAE/g dan yang terkecil yaitu pada biji
kedelai dengan rata rata sebesar 0,420 0,086 mg GAE/g. Hal itu
dikarenakan komponen yang terkandung pada secang mengandung asam
galat, brazilin (zat merah sappan) dan asam tanat (Kartasapoetra, 2004).
Beberapa triterpenoid, flavonoid, dan oksigen heterosiklik ditemukan dalam
isolasi komponen senyawa pada kayu secang dan brazilin ditemukan sebagai
komponen utama dalam kayu secang yang diduga berperan penting pada efek
farmakologis dari kayu secang. Brazilin mempunyai aktivitas farmakologis
seperti anti-inflamasi, antimikroba, antioksidan, antivirus, dan
anticomplementary, senyawa ini merupakan komponen utama dan senyawa
penciri dari kayu secang (Winarno, 2004)
Kandungan total polifenol terendah terdapat pada biji kedelai yaitu 0,420
0,086 mg GAE/g. Polifenol pada kedelai yaitu isoflavon namun kemungkinan
jumlahnya dalam kedelai cukup sedikit.
Pada bahan olahan (minuman), kandungan total polifenol tertinggi yaitu
terdapat pada minuman kakao dengan rata rata sebesar 1,092 0,042; 1,064
0,238 mg GAE/g dan yang terkecil terdapat pada minuman anggur sebesar
0,281 0,153 mg GAE/g. Biji kakao banyak mengandung senyawa polifenol,
terutama pada biji kakao yang tidak difermentasi yaitu sekitar (2-18%). Menurut
(Othman dkk, 2007) 37% polifenol dalam kakao berada dalam bentuk
monomer, yaitu katekin dan epikatekin.Kemungkinan, minuman kakao yang
diigunakan dalam praktikum, tidak difermentasi sehingga kandungan
polifenolnya masih tinggi. Sedangkan minuman anggur memiliki kandungan
polifenol yang rendah, hal ini dikarenakan pada sampel tersebut telah
mengalami proses pengolahan sehingga terjadi oksidasi polifenol dan
menyebabkan kadar polifenolnya berkurang.




3.2 Aktivitas Antioksidan
Tabel 3.2 Kandungan aktivitas antioksidan dari bahan segar dan olahan
Sampel u1 u2 rata-rata SD RSD
The 18,005 73,907 45,956 39,529 0,860
Jahe segar 58,696 71,756 65,226 9,235 0,142
Anggur 84,993 85,484 85,239 0,347 0,004
Rosella 87,567 83,578 85,573 2,821 0,033
bubuk kakao 80,663 75,532 78,098 3,628 0,046
Kedelai 34,331 15,789 25,060 13,111 0,523
Secang 51,765 39,918 45,842 8,377 0,183
Pala 69,063 77,996 51,765 6,317 0,122
minuman the 20,181 22,755 21,468 1,819 0,085
minuman jahe 14,130 7,023 10,577 5,025 0,475
minuman anggur 46,794 69,355 58,075 15,953 0,275
Jus Cranberry 56,622 74,927 65,775 12,944 0,197
minuman kakao -9,669 42,766 16,549 37,077 2,241
minuman susu
kedelai -34,173 -13,238 -23,706 14,803
-0,624
minuman kakao -11,765 68,724 28,480 56,914 1,994
minuman Susu jahe -192,810 -80,174 -136,492 79,646 -0,584


Diagram 3.2 Kandungan aktivitas antioksidan dari bahan segar dan olahan
Berdasarkan tabel dan diagram diatas, persen pengahambatan (aktivitas
antioksidan) yang terbesar hingga terkecil terdapat pada bahan Rosella,
anggur, bubuk kakao, Jus Cranberry, Jahe segar , minuman anggur, Pala, teh,
secang, minuman kakao, Kedelai, minuman teh, minuman kakao, minuman
jahe, minuman susu kedelai dan minuman susu jahe. Hal tersebut
menunjukkan bahwa pada rosella (bahan segar) memiliki polifenol yang lebih
banyak sehingga mampu menangkap radikal bebas yang banyak pula (aktivitas
antioksidannya tinggi). Pada rosella mengandung flavonoid, fenol atau
polifenol, asam sitrat, saponin, tannin, anti oksidan seperti gossypeptin,
anthocyanin, glucide hibiscin. Pada rosella memiliki nilai rata-rata 85,573 %.
Pada minuman susu kedelai dan minuman susu jahe didapatkan nilai minus,
hal ini dikarenakan kandungan senyawa polifenol pada kedua bahan tersebut
tidak memilki sifat antioksidan atau senyawa yang memiliki sifat antioksidannya
rendah dan ketika melalui proses pengolahan senyawa yang memiliki sifat
antioksidan mengalami oksidasi polifenol.


-250.000
-200.000
-150.000
-100.000
-50.000
0.000
50.000
100.000
150.000
A
k
t
i
v
i
t
a
s

A
n
t
i
o
k
s
i
d
a
n

Jenis bahan segar dan olahan
BAB 4. KESIMPULAN

Berdasarkan praktikum pengujian komponen bioaktif polifenol sebagai antioksidan
dari berbagai jenis tanaman pangan dan jus/minuman tanaman pangan yang telah
dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Kandungan total polifenol pada bahan segar paling tinggi terdapat pada secang
dengan rata rata sebesar 9,165 3,711 mg GAE/g, sedangkan pada bahan
olahan yaitu minuman kakao dengan rata rata sebesar 1,092 0,042; 1,064
0,238 mg GAE/g
2. Kandungan total polifenol pada bahan segar lebih tinggi dibandingkan dengan
kandungan total polifenol pada bahan minuman atau jus.
3. Semakin tinggi kandungan polifenol pada bahan maka semakin besar pula nilai
%penghambatannya.
4. Aktifitas antioksidan %penghambatan paling tinggi terdapat pada rosella yaitu
85,573%.












DAFTAR PUSTAKA

Furnawanthi I. 2007. Khasiat dan manfaat lidah buaya si tanaman ajaib. Edisi 8.
Jakarta selatan: PT. Agro Media Pustaka,: 1-29.

Kartasapoetra, G. 2004. Budidaya Tanaman Berkhasiat Obat. Penerbit Rineka Cipta,
Jakarta.

Nely,F. 2007. Aktivitas Antioksidan Rempah Pasar dan Bubuk Rempah Pabrik dengan
Metode Polifenol dan Uji AOM (Active Oxygen Method) [skripsi]. Bogor : Institut
Pertanian Bogor.

Othman, A., Ismail, A., Ghani, dan N.A., Adenan, I., 2007. Antioxidant Capacity and
Phenolic Content of Cocoa Bean. Food Chemistry., 1523-1530

Winarno, F.G. 2004. Kimia Pangan dan Gizi, PT gramedia pustaka utama, Jakarta.









LAMPIRAN PERHITUNGAN

KELOMPOK 1 (TEH SEGAR DAN MINUMAN TEH)
( Ulangan 1)
Aktifitas antioksidan
Absorbansi
Blanko = 0,735
Teh segar : 1. 0,4
2. 0,664
3. 0,744

Minuman teh 1. 0,579
2. 0,595
3. 0,586

Persen Penghambatan = [(A
0
As)/A
0
] x 100
Teh segar = [(0,735 0,602667)/0,735] x 100%
= 18,0045%
Minumanteh = [(0,735 0,586667)/0,735] x 100%
= 20,1814 %
Total Polifenol
Absorbansi
Teh segar 1. 3,0395
2. 3,0125
3. 2,9805

MinumanJahe 1. 0,2875
2. 0,299
3. 0,308

Kurva Standar y = 12,558 x 0,0125
Total Polifenol =




Teh segar
y = 12,558 x 0,0125
Rata-rata = 0,602667

Rata-rata = 0,586667

Rata-rata = 3,0108
= 0,057

Rata-rata = 0,2982
= 0,057

3,0108 = 12,558 x 0,0125
12,558 x = 3,0108 + 0,0125
x = 0,2407
Total Polifenol =




= 8,0233 mg GAE/g
Minuman teh
y = 12,558 x 0,0125
0,2982 = 12,558 x 0,0125
12,558 x = 0,2982 + 0,0125
x = 0,0247
Total Polifenol =




= 0,494 mg GAE/g
( Ulangan 2)
Aktifitas Antioksidan
Absorbansi
Blanko = 0,668
Teh segar : 1. 0,181
2. 0,168
3. 0,174

Minumanteh 1. 0,507
2. 0,508
3. 0,533

Persen Penghambatan = [(A
0
As)/A
0
] x 100
Teh segar = [(0,668 0,1743)/ 0,668] x 100%
= 73,9072 %
MinumanJahe = [(0,668 0,516)/ 0,668] x 100%
= 22,7545 %



Rata-rata = 0,1743
= 0,057

Rata-rata = 0,516
= 0,057

Total Polifenol
Absorbansi
Teh segar 1. 3,139
2. 3,1275
3. 3,129

Minumanteh 1. 0,491
2. 0,542
3. 0,509

Kurva Standar y = 12,558 x 0,0125
Total Polifenol =




Teh segar
y = 12,558 x 0,0125
3,1318 = 12,558 x 0,0125
12,558 x = 3,1318 + 0,0125
x = 0,2502
Total Polifenol =




=8,34 mg GAE/g
Minuman Jahe
y = 12,558 x 0,0125
0,514 = 12,558 x 0,0125
12,558 x = 0,514 + 0,0125
x = 0,0419
Total Polifenol =




= 0,838 mg GAE/g
Hasil Akhir
Aktivitas Antioksidan
Teh segar = (Ulangan 1 + Ulangan 2) / 2
= (18,0045 + 73,9072) / 2
= 45,9558 %
Minuman teh = (Ulangan 1 + Ulangan 2) / 2
Rata-rata = 3,1318
= 0,057

Rata-rata = 0,514
= 0,057

= (20,1814+ 22,7545 ) / 2
= 21,468 %
Total Polifenol
Teh segar = (Ulangan 1 + Ulangan 2) / 2
= (8,0233 + 8,3467) / 2
= 8,185 mg GAE/g
Minuman teh = (Ulangan 1 + Ulangan 2) / 2
= (0,494 + 0,838 ) / 2
= 0,666 mg GAE/g


KELOMPOK 2 (JAHE SEGAR DAN MINUMAN JAHE)
( Ulangan 1)
Aktifitas antioksidan
Absorbansi
Blanko = 0,736
Jahe segar : 1. 0,33
2. 0,298
3. 0,285

Minuman Jahe : 1. 0,646
2. 0,624
3. 0,627

Persen Penghambatan = [(A
0
As)/A
0
] x 100%
Jahe segar = [(0,736 0,304)/0,736] x 100%
= 58,696%
Minuman Jahe = [(0,736 0,632)/0,736] x 100%
= 14,130%


Rata-rata = 0,304

Rata-rata = 0,632

Total Polifenol
Absorbansi
Jahe segar 1. 0,682
2. 0,714
3. 0,692

Minuman Jahe 1. 0,124
2. 0,152
3. 0,123

Kurva Standar y = 12,558 x 0,0125
Total Polifenol =




Jahe segar
y = 12,558 x 0,0125
0,696 = 12,558 x 0,0125
12,558 x = 0,696 + 0,0125
x = 0,056

Total Polifenol =




= 1,128 mg GAE/g
Minuman Jahe
y = 12,558 x 0,0125
0,133 = 12,558 x 0,0125
12,558 x = 0,133 + 0,0125
x = 0,012
Total Polifenol =




= 0,387 mg GAE/g
( Ulangan 2)
Aktifitas Antioksidan
Absorbansi
Blanko = 0,655
Jahe segar : 1. 0,190
2. 0,193
3. 0,173

Rata-rata = 0,696
= 0,057

Rata-rata = 1,133
= 0,057

Rata-rata = 0,185
= 0,057

Minuman Jahe 1. 0,635
2. 0,593
3. 0,598

Persen Penghambatan = [(A
0
As)/A
0
] x 100
Jahe segar = [(0,655 0,185)/ 0,655] x 100%
= 71,756 %
Minuman Jahe = [(0,655 0,609)/ 0,655] x 100%
= 7,023 %


Total Polifenol
Absorbansi
Jahe segar 1. 1,299
2. 1,283
3. 1,383

Minuman Jahe 1. 0,131
2. 0,082
3. 0,116

Kurva Standar y = 12,558 x 0,0125
Total Polifenol =




Jahe segar
y = 12,558 x 0,0125
1,322 = 12,558 x 0,0125
12,558 x = 1,322 + 0,0125
x = 0,106
Total Polifenol =




= 2,124 mg GAE/g
Minuman Jahe
y = 12,558 x 0,0125
0,11 = 12,558 x 0,0125
12,558 x = 0,11 + 0,0125
Rata-rata = 0,609
= 0,057

Rata-rata = 1,322
= 0,057

Rata-rata = 0,110
= 0,057

x = 0,010
Total Polifenol =




= 0,326 mg GAE/g
Hasil Akhir
Aktivitas Antioksidan
Jahe segar = (Ulangan 1 + Ulangan 2) / 2
= (58,696 + 71,756) / 2
= 65,266 %
Minuman Jahe = (Ulangan 1 + Ulangan 2) / 2
= (14,130 + 7,023 ) / 2
= 10,577 %
Total Polifenol
Jahe segar = (Ulangan 1 + Ulangan 2) / 2
= (1,128 + 2,124) / 2
= 1,626 mg GAE/g
Minuman Jahe = (Ulangan 1 + Ulangan 2) / 2
= (0,326 + 0,326 ) / 2
= 0,357 mg GAE/g

KELOMPOK 3 (ANGGUR SEGAR & MINUMANANGGUR)
( Ulangan 1)
Aktifitas Antioksidan
Absorbansi
Blanko = 0,733
Anggur segar : 1. 0,131
2. 0,101
3. 0,098
Rata-rata = 0,110

Minuman Anggur 1. 0,410
2. 0,365
3. 0,397

Persen Penghambatan = [(A
0
As)/A
0
] x 100
Anggur Segar = [(0,733

0,110)/0,733] x 100%
= [0,623/ 0,733] x 100%
= 84,993 %
Minuman anggur = [(0,733

0,390)/0,733] x 100%
= [0,343/ 0,733] x 100%
= 46,793 %

Total Polifenol
Absorbansi
Anggur segar 1. 0,325
2. 0,347
3. 0,313

Minuman anggur 1. 0,093
2. 0,100
3. 0,095

Kurva Standar y = 12,558 x 0,0125
Total Polifenol =




o Anggur segar
y = 12,558 x 0,0125
0,328 = 12,558 x 0,0125
12,558 x = 0,328+ 0,0125
12,558 x = 0,3405
x = 0,027
Total Polifenol =




= 0,054 x 10
= 0,54 mg GAE/g
Minuman Anggur
Rata-rata = 0,390
= 0,057

Rata-rata = 0,328
= 0,057
Rata-rata = 0,096
= 0,057

y = 12,558 x 0,0125
0,096 = 12,558 x 0,0125
12,558 x = 0,096 + 0,0125
12,558 x = 0,1085
X = 0,0086
Total Polifenol =




= 0,0712 x 10
= 0,712 mg GAE/g
( Ulangan 2)
Aktifitas Antioksidan
Absorbansi
Blanko = 0,682
Anngur segar : 1. 0,101
2. 0,098
3. 0,097

Minuman anggur 1. 0,273
2. 0,116
3. 0,240

Persen Penghambatan = [(A
0
As)/A
0
] x 100
Anggur Segar = [(0,682

0,099) /0,682] x 100%
= [0,583/ 0,682] x 100%
= 85,483 %
Minuman Anggur = [(0,682

0,209 )/0,682] x 100%
= [0,473 / 0,682] x 100%
= 69,354 %
Total Polifenol
Absorbansi
Anggur segar 1. 0,504
2. 0,524
3. 0,477

Rata-rata = 0,099

Rata-rata = 0,209
= 0,057

Rata-rata = 0,502
= 0,057

Minuman anggur 1. 0,209
2. 0,231
3. 0,255

Kurva Standar y = 12,558 x 0,0125
Total Polifenol =




Anggur segar
y = 12,558 x 0,0125
0,502 = 12,558 x 0,0125
12,558 x = 0,502 + 0,0125
x = 0,0409
Total Polifenol =




= 0,0818 x 10
= 0,818 mg GAE/g
Minuman Anggur
y = 12,558 x 0,0125
0,232 = 12,558 x 0,0125
12,558 x = 0,232 + 0,0125
x = 0,0194
Total Polifenol =




= 0,0388 x 10
= 0,388 mg GAE/g
Hasil Akhir
Aktivitas Antioksidan
Anggur Segar = (Ulangan 1 + Ulangan 2) / 2
= (84,993 + 85,483) / 2
= 85,238 %
Minuman anggur = (Ulangan 1 + Ulangan 2) / 2
= (46,793 + 69,354 ) / 2
= 58,073 %
Total Polifenol
Rata-rata = 0,232
= 0,057

Anggur Segar = (Ulangan 1 + Ulangan 2) / 2
= (0,54+ 0,818) / 2
= 0,679 mg GAE/g
Minuman anggur = (Ulangan 1 + Ulangan 2) / 2
= (0,712 + 0,388) / 2
= 0,55 mg GAE/g

KELOMPOK 4 (Jus Cranberry dan Rosella)
Aktifitas antioksidan
Absorbansi
Blanko Ulangan 1 = 0,740
Blanko Ulangan 2 = 0,627

Jus Cranberry : 1. 0,350
Ulangan 1 2. 0,259
3. 0,355
Jus Cranberry : 1. 0,183
Ulangan 2 2. 0,147
3. 0,183

Rosella : 1. 0,090
Ulangan 1 2. 0,086
3. 0,100
Rosella : 1. 0,110
Ulangan 2 2. 0,072
3. 0,155



Rata-rata = 0,321

Rata-rata = 0,171

Rata-rata = 0,092

Rata-rata = 0,112

Persen Penghambatan = [(A
0
As)/A
0
] x 100
Jus Cranberry = [(0,740 0,321)/0,740] x 100%
Ulangan 1 = [0,419/ 0,740] x 100%
= 56,622 %
Jus Cranberry = [(0,627 0,171)/0,627] x 100%
Ulangan 2 = [0,456/ 0,627] x 100%
= 72,727 %


Rosella = [(0,740 0,092)/0,740] x 100%
Ulangan 1 = [0,648/ 0,740] x 100%
= 87,568 %
Rosella = [(0,627 0,112)/0,627] x 100%
Ulangan 2 = [0,515/ 0,627] x 100%
= 82,137 %
Total Polifenol
Absorbansi
Jus Cranberry : 1. 0,262
Ulangan 1 2. 0,226
3. 0,229
Jus Cranberry : 1. 0,402
Ulangan 2 2. 0,409
3. 0,436
Rosella : 1. 1,405
Ulangan 1 2. 1,388
3. 1,374
Rosella : 1. 1,366
Ulangan 2 2. 1,384
3. 1,441
Kurva Standar y = 12,558 x 0,0125
Total Polifenol =






Rata-rata = 64,675

Rata-rata = 84,853

Rata-rata = 0,239

Rata-rata = 0,416

Rata-rata = 1,389

Rata-rata = 1,397

Jus Cranberry Ulangan 1
y = 12,558 x 0,0125
0,239 = 12,558 x 0,0125
12,558 x = 0,239 + 0,0125
x = 0,0200
Total Polifenol =




= 0,04 x 10
= 0,4 mg GAE/g
Jus Cranberry Ulangan 2
y = 12,558 x 0,0125
0,416 = 12,558 x 0,0125
12,558 x = 0,416 + 0,0125
x = 0,0341
Total Polifenol =




= 0,0682 x 10
= 0,682 mg GAE/g
Rosella Ulangan 1
y = 12,558 x 0,0125
1,389 = 12,558 x 0,0125
12,558 x = 1,389 + 0,0125
x = 0,1116
Total Polifenol =




= 0,2232 x 10
= 2,232 GAE/g
Rosella Ulangan 2
y = 12,558 x 0,0125
1,397 = 12,558 x 0,0125
12,558 x = 1,397 + 0,0125
x = 0,1122
Total Polifenol =




= 0,2244 x 10
= 2,244 mg GAE/g

Rata-rata
Total Polifenol = 2,238

Rata-rata
Total Polifenol = 0,541

KELOMPOK 5 (Kakao bubuk dan minuman kakao)
Aktifitas antioksidan
Absorbansi
Blanko Ulangan 1 = 0,724
Blanko Ulangan 2 = 0,470

kakao bubuk : 1. 0,110
Ulangan 1 2. 0,203
3. 0,107
kakao bubuk : 1. 0,115
Ulangan 2 2. 0,117
3. 0,113
minuman kakao: 1. 0,723
Ulangan 1 2. 0,988
3. 0,672
minuman kakao: 1. 0,269
Ulangan 2 2. 0,262
3. 0,278
Persen Penghambatan = [(A
0
As)/A
0
] x 100
kakao bubuk = [(0,724 0,140)/0,724] x 100%
Ulangan 1 = 80,663 %
Kakao bubuk = [(0,470 0,115)/0,470] x 100%
Ulangan 2 = 75,532 %
minuman kakao = [(0,724 0,794)/0,794] x 100%
Ulangan 1 = -9,669 %
Minuman kakao = [(0,4700,269)/0,470] x 100%
Ulangan 2 = 42,766%

Total Polifenol
Absorbansi

Rata-rata = 0,140

Rata-rata = 0,115

Rata-rata = 0,794

Rata-rata = 0,269

Rata-rata = 78,098
%%

Rata-rata = 16,549

kakao bubuk : 1. 1,3915
Ulangan 1 2. 1,393
3. 1,3515
kakao bubuk : 1. 1,335
Ulangan 2 2. 1,269
3. 1,182
minuman kakao: 1. 0,3645
Ulangan 1 2. 0,3918
3. 0,4065
minuman kakao: 1. 0,3495
Ulangan 2 2. 0,475
3. 0,4055
Kurva Standar y = 12,558 x 0,0125
Total Polifenol =




kakao bubuk Ulangan 1
y = 12,558 x 0,0125
1.379 = 12,558 x 0,0125
12,558 x = 1,3925
x = 0,111
Total Polifenol =




= 3,692 mg GAE/g
Kakao bubuk Ulangan 2
y = 12,558 x 0,0125
1,262 = 12,558 x 0,0125
12,558 x = 1,2745
x = 0,102
Total Polifenol =




= 3,384 mg GAE/g





Rata-rata = 1,379

Rata-rata = 1,262

Rata-rata = 0,388

Rata-rata = 0,410

Rata-rata
Total Polifenol = 3,538

minuman kakao Ulangan 1
y = 12,558 x 0,0125
0,388 = 12,558 x 0,0125
12,558 x = 0,4005
x = 0,032
Total Polifenol =




= 1,062 GAE/g
Minuman kakao Ulangan 2
y = 12,558 x 0,0125
0,410 = 12,558 x 0,0125
12,558 x = 0,4225
x = 0,034
Total Polifenol =




= 1,121 mg GAE/g


KELOMPOK 6 (biji kedelai dan susu kedelai)
Aktifitas antioksidan
Absorbansi
Blanko Ulangan 1 = 0,635
Blanko Ulangan 2 = 0,627

biji kedelai : 1. 0,342
Ulangan 1 2. 0,462
3. 0,446
biji kedelai : 1. 0,531
Ulangan 2 2. 0,522
3. 0,531

Rata-rata
Total Polifenol = 1,092

Rata-rata = 0,417

Rata-rata = 0,528

susu kedelai : 1. 0,846
Ulangan 1 2. 0,846
3. 0,863
susu kedelai : 1. 0,695
Ulangan 2 2. 0,710
3. 0,724
Persen Penghambatan = [(A
0
As)/A
0
] x 100
biji kedelai = [(0,635 0,417)/0,635] x 100%
Ulangan 1 = 34,38 %
Biji kedelai = [(0,627 0,528)/0,627] x 100%
Ulangan 2 = 15,79 %
susu kedelai = [(0,635 0,852)/0,635] x 100%
Ulangan 1 = -34,12 %
Susu kedelai = [(0,627 0,710)/0,627] x 100%
Ulangan 2 = -13,18 %

Total Polifenol
Absorbansi
biji kedelai : 1. 0,275
Ulangan 1 2. 0,276
3. 0,317
biji kedelai : 1. 0,178
Ulangan 2 2. 0,199
3. 0,263

susu kedelai : 1. 0,399
Ulangan 1 2. 0,341
3. 0,321
susu kedelai : 1. 0,375
Ulangan 2 2. 0,459
3. 0,390
Kurva Standar y = 12,558 x 0,0125
Rata-rata = 0,852

Rata-rata = 0,710

Rata-rata = 25,09
%%

Rata-rata = -23,65

Rata-rata = 0,289

Rata-rata = 0,213

Rata-rata = 0,354

Rata-rata = 0,408

Total Polifenol =





Biji kedelai Ulangan 1
y = 12,558 x 0,0125
0,289 = 12,558 x 0,0125
12,558 x = 0,302
x = 0,024
Total Polifenol =




= 0,48 mg GAE/g
Biji kedelai Ulangan 2
y = 12,558 x 0,0125
0,213 = 12,558 x 0,0125
12,558 x = 0,226
x = 0,018
Total Polifenol =




= 0,36 mg GAE/g

susu kedelai Ulangan 1
y = 12,558 x 0,0125
0,354 = 12,558 x 0,0125
12,558 x = 0,367
x = 0,029
Total Polifenol =




= 0,58 GAE/g
Susu kedelai Ulangan 2
y = 12,558 x 0,0125
0,408 = 12,558 x 0,0125
12,558 x = 0,421
x = 0,033
Total Polifenol =




= 0,66 mg GAE/g

Rata-rata
Total Polifenol = 0,62

Rata-rata
Total Polifenol = 0,07

KELOMPOK 7 (SECANG SEGAR DAN MINUMAN KAKAO)
( Ulangan 1)
A. Aktifitas antioksidan
Absorbansi
Blanko = 0,680
Secang segar : 1. 0,335
2. 0,312
3. 0,337

Minuman Kakao : 1. 0,724
2. 0,802
3. 0,753

Persen Penghambatan = [(A
0
As)/A
0
] x 100
Secang segar = [(0,680 0,328)/0,680] x 100%
= 51,765%
Minuman Kakao = [(0,680 0,760)/0,680] x 100%
= -11,765 %

Total Polifenol
Absorbansi
Secang segar 1. 1,063
2. 0,907
3. 0,458

Minuman Kakao 1. 0,394
2. 0,502
3. 0,459

Kurva Standar y = 12,558 x 0,0125
Total Polifenol =




Secang segar
y = 12,558 x 0,0125
0,809 = 12,558 x 0,0125
12,558 x = 0,809 + 0,0125
Rata-rata = 0,328

Rata-rata = 0,760

Rata-rata = 0,809
= 0,057

Rata-rata = 0,452
= 0,057

x = 0,065

Total Polifenol =




= 6,542 mg GAE/g
Minuman Kakao
y = 12,558 x 0,0125
0,452 = 12,558 x 0,0125
12,558 x = 0,452 + 0,0125
x = 0,037
Total Polifenol =




= 1,233 mg GAE/g

( Ulangan 2)
Aktifitas Antioksidan
Absorbansi
Blanko = 0,729
Secang segar : 1. 0,563
2. 0,376
3. 0,376

Minuman kakao 1. 0,270
2. 0,238
3. 0,176

Persen Penghambatan = [(A
0
As)/A
0
] x 100
Secang segar = [(0,729 0,438)/ 0,729] x 100%
= 39,918 %
Minuman kakao = [(0,729 0,228)/ 0,729] x 100%
= 68,724 %



Rata-rata = 0,438
= 0,057

Rata-rata = 0,228
= 0,057

Total Polifenol
Absorbansi
Secang segar 1. 1,512
2. 1,275
3. 1,617

Minuman kakao 1. 0,351
2. 0,336
3. 0,288

Kurva Standar y = 12,558 x 0,0125
Total Polifenol =




Secang segar
y = 12,558 x 0,0125
1,468 = 12,558 x 0,0125
12,558 x = 1,468 + 0,0125
x = 0,118
Total Polifenol =




=11,789 mg GAE/g
Minuman Kakao
y = 12,558 x 0,0125
0,325 = 12,558 x 0,0125
12,558 x = 0,325 + 0,0125
x = 0,027
Total Polifenol =




= 0,896 mg GAE/g
Hasil Akhir
Aktivitas Antioksidan
Secang segar = (Ulangan 1 + Ulangan 2) / 2
= (6,542 + 11,789) / 2
= 9,165 %
Minuman kakao = (Ulangan 1 + Ulangan 2) / 2
= (1,233 + 0,896 ) / 2
Rata-rata = 1,468
= 0,057

Rata-rata = 0,325
= 0,057

= 1,064 %
Total Polifenol
Secang segar = (Ulangan 1 + Ulangan 2) / 2
= (51,765 + 39,918) / 2
= 45,841 mg GAE/g
Minuman kakao = (Ulangan 1 + Ulangan 2) / 2
= (-11,765 + 68,724 ) / 2
= 28,480 mg GAE/g


KELOMPOK 8 (BIJI PALA DAN MINUMAN JAHE SUSU)
( Ulangan 1)
Aktifitas antioksidan
Absorbansi
Blanko = 0,459
Biji Pala : 1. 0,301
2. 0,066
3. 0,061

Minuman Jahe Susu: 1. 1,339
2. 1,450
3. 1,244

Persen Penghambatan = [(A
0
As)/A
0
] x 100%
Biji Pala = [(0459 0,142)/0,459] x 100%
= 69,063%
Minuman Jahe Susu = [(0,459 1,344)/0,459] x 100%
= -192,81%


Rata-rata = 0,142

Rata-rata = 1,344

Total Polifenol
Absorbansi
Biji Pala 1. 2,779
2. 2,6335
3. 2,7575

Minuman Jahe Susu 1. 0,2245
2. 0,2125
3. 0,194

Kurva Standar y = 12,558 x 0,0125
Total Polifenol =




Biji Pala
y = 12,558 x 0,0125
2,723 = 12,558 x 0,0125
12,558 x = 2,723 + 0,0125
x = 0,217

Total Polifenol =




= 21,7mg GAE/g
Minuman Jahe Susu
y = 12,558 x 0,0125
0,210 = 12,558 x 0,0125
12,558 x = 0,210 + 0,0125
x = 0,018
Total Polifenol =




= 0,6 mg GAE/g








Rata-rata = 2,723
= 0,057

Rata-rata = 0,210
= 0,057

( Ulangan 2)
Aktifitas Antioksidan
Absorbansi
Blanko = 0,459
Biji Pala : 1. 0,191
2. 0,059
3. 0,055

Minuman Jahe Susu 1. 1,004
2. 1,214
3. 0,262

Persen Penghambatan = [(A
0
As)/A
0
] x 100
Biji Pala = [(0,459 0,101)/ 0,459] x 100%
= 77,96%
Minuman Jahe Susu = [(0,459 0,827)/ 0,459] x 100%
= -80,174 %

Total Polifenol
Absorbansi
Biji Pala 1. 2,726
2. 2,806
3. 2,822

Minuman Jahe Susu 1. 0,2275
2. 0,2556
3. 0,2315

Kurva Standar y = 12,558 x 0,0125
Total Polifenol =




Biji Pala
y = 12,558 x 0,0125
2,784 = 12,558 x 0,0125
12,558 x = 2,784 + 0,0125
x = 0,223
Rata-rata = 0,101
= 0,057

Rata-rata = 0,827
= 0,057

Rata-rata = 2,784
= 0,057
Rata-rata = 0,235
= 0,057

Total Polifenol =




= 22,3mg GAE/g
Minuman Jahe Susu
y = 12,558 x 0,0125
0,235 = 12,558 x 0,0125
12,558 x = 0,235 + 0,0125
x = 0,02
Total Polifenol =




= 0,667 mg GAE/g
Hasil Akhir
Aktivitas Antioksidan
Biji Pala = (Ulangan 1 + Ulangan 2) / 2
= (69,063 + 77,96) / 2
= 73,512 %
Minuman Jahe Susu = (Ulangan 1 + Ulangan 2) / 2
= (-192,81 + (-80,174) ) / 2
= -136,492 %
Total Polifenol
Biji Pala = (Ulangan 1 + Ulangan 2) / 2
= (21,7 + 22,3) / 2
= 22 mg GAE/g
Minuman Susu Jahe = (Ulangan 1 + Ulangan 2) / 2
= (0,6 + 0,667 ) / 2
= 0,633 mg GAE/g