Anda di halaman 1dari 12

PREPARAT MATA

Preparat untuk mata


Obat yang biasanya dipakai pada mata untuk maksud efek lokal pada
pengobatan bagian permukaan mata atau pada bagian dalamnya.
Yang paling sering dipakai adalah larutan dalam air dan salep mata
Preparat cairan sering diberikan dalam bentuk sediaan tetes
Guttae Ophthalmicae = Tetes Mata
Tetes mata adalah sediaan steril berupa larutan atau suspensi, yang
digunakan dengan cara meneteskan obat pada selaput lendir mata disekitar
kelopak mata dan bola mata.
Syarat syarat tetes mata :
Steril
Sedapat mungkin isotonis
Sedapat mungkin isohidris
Tetes mata yang berupa larutan : 1. Harus jernis
2. Bebas partikel asing, serat, dan benang
Steril adalah keadaan n=bebas dari mikroorganisme baik yang patogen
maupun apatogen atau kondisi yang tercipta akibat
penghancuran/penghilangan semua mikroorganisme.
Isotonis ialah larutan yang mempunyai tekanan osmosa sama dengan
cairan tubuh.
Isohidri ialah larutan yang mempunyai pH kira-kira sama dengan pH darah,
yakni 7,4.
Pelarut/Larutan pembawa pada obat
tetes mata
Larutan 2% asam borat cocaini
Hydrochloridum
Procaini Hydrochloridum
Zinci Sulfas
Aqua Destillata Protargol
Kalii Chloras
Larutan NaCl 0,9%
Zat pengawet
Tetes mata berair umumnya dibuat dengan
menggunakan cairan pembawa berair yang
mengandung zat pengawet.
Misalnya: 1. Fenil raksa (II) nitrat atau Fenil raksa (II)
asetat 0,002%
2. Benzalkonium klorida 0,01%
3. Nipagin, nipasol, klorbutanol
Pemilihan zat pengawet didasarkan atas ketercampuran
zat pengawet dengan obat yang terkandung didalamnya
selama waktu tetes mata itu dimungkinkan untuk
digunakan.
Benzalkonium klorida tidak cocok digunakan untuk tetes
mata yang mengandung anestetik lokal.
Obat tetes mata yang digunakan untuk pembedahan
mata tidak boleh mengandung pengawet karena dapat
menimbulkan iritasi pada jaringan mata.

Pendaparan
Pendaparan bertujuan untuk mencegah
kenaikan pH yang disebabkan oleh
pelepasan lambat ion hidroksil dari wadah
kaca
Kenaikan pH dapat mengganggu
kelarutan dan stabilitas obat.
Air mata normal memiliki pH 7,4 (dalam
beberapa hal ph dapat berkisar antara 3,5
sampai 8,5)
Bahan pengental
Contoh: Hydroksi propil metil selulosa
harus bebas dari partikel yang dapat
terlihat
Bahan pengental dapat ditambahkan
untuk meningkatkan kekentalan sehingga
obat lebih lama kontak dengan jaringan.
Suspensi Obat Mata
Suspensi obat mata adalah sediaan cair steril yang mengandung
partikel-partikel yang terdispersi dalam cairan pembawa.
Obat dalam suspensi harus dalam bentuk termikronisasi agar tidak
menimbulkan iritasi atau goresan pada kornea.
Suspensi obat mata digunakan lebih sedikit daripada larutan untuk
mata.
Sediaan suspensi obat mata dapat digunakan untuk meningkatkan
waktu kontak bahan obat dengan kornea sehingga memberikan
kerja yang lebih lama karena pelepasannya secara lambat.
Suspensi obat mata mungkin diperlukan bila zat obat tidak larut
dalam pembawa yang diinginkan, atau tidak stabil dalam bentuk
larutan.
Suspensi obat mata tidak boleh digunakan bila terjadi massa yang
mengeras atau penggumpalan.
Suspensi harus dikocok sebelum dipakai dan partikel partikelnya
harus menyebar merata ke seluruh pembawa.
Penandaan
Pada etiket harus tertera : tidak boleh digunakan lebih dari satu
bulan setelah tutup dibuka.
Perhitungan Isotonik
Dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:
Metoda penurunan titik beku
Metoda kesetaraan/ekivalensi NaCl
Metode White Vincent
Ad 1. Metoda penurunan titik beku
Penurunan titik beku serum darah dan air mata ialah -0,52. Oleh sebab itu
jika suatu larutan membeku pada -0,52, adalah larutan yang isotonik
dengan cairan tubuh atau serum dan air mata. Persen bahan yang
diperlukan untuk menjadikan suatu larutan hipotonik supaya isotonik dapat
dihitung dengan menggunakan rumus
W =
W = 5 b/v bahan pengisoton
a = Penurunan titik beku larutan 1% bahan yang ada dalam larutan
b = Penurunan titik beku larutan 1% bahan pengisoton
Ad 2. Metoda ekivalensi NaCl
E NaCl ialah jumlah NaCl yang akan menghasilkan tekanan osmosa yang
sama dengan satuan berat bahan lain
Misalnya : 1% acid boric E = 0,5% NaCl
1 g acid boric 0,5 g NaCl
Ad 3. Metoda white vincent
Metode ini melibatkan penambahan air ke dalam
larutan obat untuk mendapatkan larutan
isotonik. Kemudian diikuti dengan larutan buffer
isotonik sehingga diperoleh volume yang
diharapkan
Rumus: V = W x 111,1 x E
W = jumlah obat yang ada
V = Volume (ml) larutan isotonik yang diperoleh
dengan melarutkan obat di dalam air
E = Ekivalensi NaCl dari obat tersebut

Preparat Telinga
Preparat telinga dikenal sebagai preparat otic/obat tetes telinga/Guttae
Auriculares
Umumnya sediaan preparat telinga berupa larutan atau suspensi
Pemakaian preparat telinga biasanya diteteskan atau dimasukkan dalam
jumlah kecil ke dalam saluran telinga untuk melepaskan kotoran telinga (lilin
telinga) atau untuk mengobati infeksi, peradangan, atau rasa sakit.
Preparat untuk melepaskan kotoran telinga
Kotoran telinga merupakan campuran sekresi kelenjar keringat dan kelenjar
sebasea dari saluran telinga bagian luar
Kotoran telinga kalau didiamkan akan menjadi kering setengah padat yang
lekat dan menahan sel-sel epitel, bulu yang terlepas, serta debu maupun
benda benda lain yang masuk ke dalam saluran telinga
Tumpukan kotoran telinga yang berlebihan dalam telinga dapat
menimbulkan gatal, rasa sakit, ganguan pendengaran.
Bila kotoran tersebut tidak dibuang secara periodik maka akan berpengaruh
buruk, dan mengeluarkannya akan menjadi lebih sukar dan menimbulkan
ras asakit
Untuk melunakkan kotoran tersebut dapat digunakan minyak mineral encer,
minyak nabati, dan hidrogen peroksida.
Tetes telinga adalah obat tetes yang digunakan dengan cara meneteskan
obat ke dalam telinga
Cairan pembawa tetes telinga
Bila tidak dinyatakan lain cairan pembawa yang digunakan adalah bukan air
Cairan pembawa yang digunakan harus mempunyai kekentalan yang
sesuai agar obat mudah menempel pada dinding telinga
Biasanya yang digunakan adalah gliserin dan propilen glikol
Selain itu bisa juga digunakan minyak lemak nabati
pH 5 6 (suasana asam) kalau basa tidak dikehendaki karena tidak fisiologi
dan mempermudah timbulnya radang
pH larutan telinga dari asam menjadi basa bakteri dan fungi akan tumbuh
pengawet
preparat cair telinga memerlukan pengawetan terhadap pertumbuhan
mikroba.
Contoh: 1. Klorobutanol 0,5%
2. kombinasi paraben paraben
Obat yang digunakan untuk melawan infeksi:
kloramfenikol
Neomisin
Obat yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit mengandung analgetika
(antipirin) dan anestetika (lidokain, benzokain).
Preparat Hidung
Preparat untuk hidung terutama mengandung zat zat dengan
aktivitas untuk menghilangkan penyumbatan pada mukosa hidung
atau nasal decongestan
Biasanya sediaan berbentuk larutan dan digunakan sebagai obat
tetes atau semprot hidung, ada juga yang berbentuk hirupan atau
inhaler
Preparat berair paling banyak dipakai pada hidung yang tersumbat,
dimana larutannya dibuat isotoni terhadap cairan hidung (kira kira
ekivalen dengan 0,9% NaCl).
Didapar untuk menjaga stabilitas obat sedang pH normal cairan
hidung diperkirakan sekitar pH 5,5 6,5.
Pengawet antimikroba digunakan sama dengan yang digunakan
dalam pengawetan larutan obat mata, yaitu benzalkonium klorida
0,01% sampai 0,1%
Sebagai bahan pembawa umumnya air tidak menggunakan cairan
pembawa minyak mineral atau minyak lemak.
Zat zat yang digunakan sebagai nasal decongestan antara lain:
Nafazolin HCl
Fenileprin HCl
Tetra hidrozolin HCl

Anda mungkin juga menyukai