Anda di halaman 1dari 4

Sumber : Zarb GA, Bolender CL.

Bouchers Prosthodontic Treatment for Edentulous


Patient.2004.St Louis:CV mosby co.

Ami, itu tinggal yang nomor yang aku kuningin (di judul dan di footnote) diganti aja
angkanya. Di footnote udah kutulis sumber paragraph ini.

CARA MENENTUKAN RELASI SENTRIK
1

Bila melakukan penentuan hubungan sentrik, sebaiknya bagian atas badan pasien
tegak dan tidak bersandar. Suruh pasien menelan beberapa
1
kali, karena biasanya
pasien dalam keadaan oklusi sentrik setelah melakukan penelanan. Ada baiknya
sewaktu berlatih melakukan gerakan-gerakan penelanan ini pasien dipersilahkan
untuk memajukan dan
memundurkan rahangnya. Mula-mula dokter gigi boleh membantu pasien dengan cara
menekan perlahan-lahan dagunya untuk menolong dan menjuruskan kepada
kedudukan paling belakang. Namun, bila pencatatan terakhir dilakukan, pasien jangan
disentuh. Pasien dipersilahkan memajukan dan memundurkan rahangnya dan menelan
sendiri. Selanjutnya pasien dipersilahkan menelan dengan mempertahankan oklusal
rim tetap berkontak. Dua tanda digoreskan pada sisi oklusal rim dari rahang atas ke
rahang bawah untuk mencatat kedudukan ini. Kemudian kita mempersilahkan pasien
menutup rahang dan menelan beberapa kali, tanda oklusal rim tersebut harus bertemu
dalam hubungan yang sama setiap saat. Metode lain untuk menyatukan hubungan
sentrik adalah mempersilahkan pasien dengan basis dan oklusal rim tetap di dalam
mulut, menempatkan ujung lidah pada bagian belakang langit-langit dan dengan lidah
tetap pada kedudukan tersebut, mengatupkan mulut dan oklusal rim bersamaan.
Oklusal rim ditandai dan penutupan rahang diulang beberapa kali untuk memastikan
bahwa oklusal rim berkontak untuk waktu yang sama setiap saat. Setelah relasi
vertikal dan relasi sentrik diperoleh, lalu oklusal rim difiksasi, dikeluarkan dari dalam
mulut dan dikembalikan ke model kerja, kemudian model kerja ditanam pada
artikulator/okludator.

1
Zarb GA, Bolender CL. Bouchers Prosthodontic Treatment for Edentulous Patient.2004.St Louis:CV
mosby co.

Perbedaan penentuan relasi vertikal/relasi sentrik antara pembuatan gigitiruan penuh
dan gigitiruan sebagian lepasan:
Pada gigitiruan penuh : relasi vertical ditentukan terlebih dahulu, kemudian relasi
sentrik ditentukan.
Pada gigitiruan sebagian lepasan : Jika oklusal stop masih ada, relasi vertikal dan
relasi sentrik ditentukan sekaligus yaitu : pasien disuruh menggigit dalam keadaan
sentrik oklusi. Jika oklusal stop tidak ada, relasi vertikal ditentukan terlebih dahulu,
kemudian relasi sentrik (sama dengan pembuatan gigitiruan penuh). Sekurang-
kurangnya ketepatan untuk menentukan hubungan rahang harus dengan memakai
malam penentu. Berhasilnya penentuan relasi sentrik atauhubungan sentrik dengan
malam penentu hubungan rahang dipengaruhi oleh konsistensi dari malam dan
ketepatannya sesudah dingin. Malam yang berlebihan yang berkontak pada
permukaan jaringan dapat menyebabkan bergeraknya jaringan lunak. Bergeraknya
malam selama atau sesudah dikeluarkan dari mulut, mungkin juga mempengaruhi
ketepatan pemasangan gigitiruan sebagian lepasan.Penentuan hubungan rahang
umumnya dengan menggunakan oklusal rim untuk tempat penggantian gigi. Basis
yang akurat digunakan untuk mendukung hubungan oklusal. Tepatnya hubungan
oklusal antara suatu gigitiruan sebagian lepasan dengan gigi asli adalah suatu faktor
yang diharuskan.


1. Cara Penentuan Hubungan Rahang Atas Dan Rahang Bawah
Cara me-record hubungan oklusal untuk rahang yang masih memiliki gigi
banyak macamnya. Mulai dari suatu cara dimana kedua model rahang langsung
ditangkupkan, sampai pada cara me-record hubungan rahang seperti yang
dilakukan paa pembuata GTP. Untuk mencapai oklusi optimal pada pembuatan
gigi tiruan sebagian lepasan, gerakan mandibula harus dapat di tiru di
laboratorium. Karena itu, penentuan relasi sentrik, merupakan salah satu tahap
penting. Tindakan ini bertujuan untuk me-recor dengan tepat posisi hubungan
maksila terhadap mandibula pada kedudukan relasi sentrik. Metode penentuan
relasi sentrik sangat bergantung pada gigi geligi dan jaringan yang masih
tersisa. Bila gigi yang beroklusi masih cukup banyak maka penentuan hubungan
ini dapat ilakukan dengan mengatupkan model rahang atas dengan rahang
bawah. Sedangkan pada kasusu yang sudah tidak bergigi, atau masih bergigi
tetapi sudah tidak mempunyai gigitan lagi, penentuan dengan cara tadi tidak
dapat dilakukan lagi. Pada keadaan tersebut harus dibuatkan basis dan galengan
gigit yang bisa ditangkupkan untuk memperoleh hubungan rahang atas dan
bawah yang tepat. Hubungan ini kemudian dipindahkan ke artikulator.
2. Penetapan Relasi Sentris
Cara penetapan relasi sentris secara garis besar ada dua macam :
1. Cara Pasif/Statis
- Metode Rehm
Ibu jari dan telunjuk diletakan pada daerah vestibulum menekan lempeng
gigit, dan jari tengah dibengkokan ke bawah dagu. Perlahan mandibula
didorong ke posterior dan pasien disuruh menggigit. Kedua galengan di
fiksasi
- Metode Gravitasi
Pasien diminta duduk di kursi sedemikian rupa sehingga kepala mengadah
ke atas. Oleh gaya gravitasi, mandibula akan terdorong ke posterior
sehingga kondilus akan menempati posisi paling posterior tetapi tiak
tegang dalam fossa glenoid. Pasien disuruh menggigit dan kedua galengan
gigit difiksasi
- Metode Green
Pasien disuruh menggigit kuat, bila relasi sentrik benar, otot temporalis
bagian ventral akan terasa menggelembung pada saat diraba dengan jari-
jari kanan dan kiri. Kedua galengan gigi fiksasi
- Metode Gysi
Ibu jari telunjuk operator diletakan di bagian ventral muskulus masseter.
Pasien rileks, dan operator mendorong mandibular ke posterior. Pasien
diminta menggigit sehingga posisi kondilus dalam fosa glenoid tidak
tegang. Lalu kedua galengan di fiksasi.
2. Cara Aktif/Fungsional
- Cara Menelan
Setelah dimensi vertikal oklusal ditentukan dengan benar, pasien disuruh
menelan. Lalu galengan gigit atas dan bawah difiksasi.
- Cara Ukleus Walkhof
Malam model dibentuk bulat sebesar biji jagung. Lalu bulatan tersebut di
tempelkan ke lempeng gigit rahang atas palatum paling posterior pada
bagian tengah. Pasien diminta menyentuh dengan ujung lidah buatan
malam tadi sambil menutup mulut. Lalu kedua galengan gigit difiksasi

Setelah kita mendapatkan relasi rahang yang sesuai antara mulut pasien dan model
kerja, galengan gigi ttersebut selanjutnya ipindahkan ke artikulator. Agar
kedudukan galengan gigit tersebut tidak berubah, maka diperlukan fiksasi galengan
gigit.

Anda mungkin juga menyukai