Anda di halaman 1dari 9

STOP SEX ABUSE FOR CHILD

AND SAVE MY CHILD WITH SEX EDUCATION



Dosen Pembimbing: Anna Undarwati dan Binta Mutiya Rizki

Oleh: Asari,Syfa Rahmawati,Annisa Mukti S 1511411157

Abstrak

keyword:

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Akhir-akhir ini kita dikejutkan dengan berita mengenai kekerasan
seksual pada anak TK di sebuah sekolah internasional Jakarta .Sebenarnya
kasus ini bukan hal pertama kalinya,masih banyak kasus mengenai hal ini
namun tidak terungkapkan secara jelas .
Kejadian tersebut menimbulkan kekhawatiran pada orangtua dalam
merawatnya . Hal ini merupakan tugas dan tanggungjawab orangtua dalam
memberikan kenyaman dan perlindungan bagi anak . Apalagi sekolah
merupakan suatu tempat ke 2 setelah orangtua ,yang berkontribusi besar
dalam proses pembentukan yang sesuai dengan tahap perkembangan ini
tidak bisa mengayomi anak dengan benar ,ini akan menimbulkan
ketidakpercayaan pada proses pendidikan . Jika sekolah tidak bisa
memberikan kepercayaan,sebagai orangtua bisa memberikan pembekalan
pada anak dalam melindungi dirinya sendiri. Berdasarkan Wikipedia,dari
171 kasus pengaduan yang masuk, sebanyak 67,8 persen terkait dengan
kasus kekerasan. Dan dari kasus kekerasan tersebut yang paling banyak
terjadi adalah kasus kekerasan seksual yaitu sebesar 45,7 persen (53
kasus).Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) mencatat,
jenis kejahatan anak tertinggi sejak tahun 2007 adalah tindak sodomi
terhadap anak. Dan para pelakunya biasanya adalah guru sekolah, guru
privat termasuk guru ngaji, dan sopir pribadi. Tahun 2007, jumlah kasus
sodomi anak, tertinggi di antara jumlah kasus kejahatan anak lainnya. Dari
1.992 kasus kejahatan anak yang masuk ke Komnas Anak tahun itu,
sebanyak 1.160 kasus atau 61,8 persen, adalah kasus sodomi anak. Dari
tahun 2007 sampai akhir Maret 2008, jumlah kasus sodomi anak sendiri
sudah naik sebesar 50 persen.
Namun dalam memberikan pembekalan mengenai seks atau bisa
disebut seks education itu merupakan suatu hal yang tabu dibicarakan pada
anak. Menurut seksiolog dr. Andri wanananda,orangtua berpendapat
bahwa sex education belum pantas diterima oleh anak usia dini,
dikhawatirkan anak-anak malah kebabalsan. Karena sifat alamiah anak-
anak yang memiliki rasa ingin tahu yang besar. Padahal sex educaion
sangat berpengaruh untuk kehidupan anak . Karena hal ini membekali
untuk berhati-hati dengan perlakuan berbahaya yang bisa diterimanya,
seperti pelecehan seksual misalnya.
Anak merupakan tanggungjawab orangtua ,makadari itu orang tua
merupakan aktor utama dalam hal sex education usia dini.Kemampuan
mengajarkan sex education itu belum dimiliki orangtua,mereka masih
tabu terhadap hal ini dan khawatir saat salah memberikan pengertian pada
anak.
Dari hal itu,kita ingin memberikan pembekalan pada orangtua dalam
mengajarkan SEX EDUCATION pada anak .

B. Tujuan
Promosi kesehatan ini bertujuan untuk:
1. Memberi pengetahuan kepada orangtua mengenai pentingnya Sex
Education buat anak-anak
2. Membekali ketrampilan orangtua dalam menyampaikan Sex Education
kepada anak-anak yang dianggap masih tabu
3. Memberikan informasi mengenai pencegahan dan menangani terhadap
sex abuse terhadap anak
C. Manfaat
Manfaat promosi kesehatan mengenai pentingnya sex education, di antaranya:
1. Orang tua dapat sedini mungkin dalam mencegah sex abuse pada anaknya.
2. Orang tua dapat meyampaikan sex education kepada anaknya dengan baik dan
mudah dimengerti dengan anak
3. Orang tua dan masyarakat yang lain mengetahui apa yang harus dilakukan jika
bertemu dengan kasus tersebut.
4. Menumbuhkan kelekatan antara orangtua dan anak .

D.Tinjauan Pustaka
1. Pengertian Pendidikan

Secara etimologi, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata
pendidikan berasal dari kata didik yang berarti proses pengubah tingkah laku
seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui
pendidikan dan latihan. Seorang anak akan tumbuh kembang dengan baik
manakala ia memperoleh pendidikan yang paripurna (komprehensif), agar ia kelak
menjadi manusia yang berguna bagi masyarakat,bangsa,negara dan agama .
Pendidikan menurut istilah akan diuraikan sebagai berikut :
a) Menurut Kamus Besar BahasaIndonesiadisebutkan bahwa pendidikan
adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok
orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaram
dan latihan.
b) Menurut Drs.Amir Dien Indra Kusuma, bahwa bantuan yang diberikan
dengan sengaja kepada anak dalam pertumbuhan jasmaninya maupun
rohaninya untuk mencapai tingkat dewasa.
c) Menurut Prof.Dr. Zakiyah Darajat : Pendidikan adalah suatu aktifitas
untuk mengembangkan seluruh aspek kepribadian manusia berjalan
seumur hidup.Ini berarti pendidikan tidak hanya berlangsung didalam
kelas tetapi berlangsung diluar kelas.

Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah segala sesuatu
usaha yang dilakukan tanpa pamruh, dalam rangka memberikan bimbingan dan
pengarahan menuju suatu hidup yang harmonis dan sejahtera untuk individu-
individu dalam mengarungi kehidupan .
2. Pengertian Seks
Adapun kata seks dalam Kamus Bahasa Inggris berarti (1) perkelaminan;
(2) jenis kelamin.Makna yang sama dijumpai dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia yaitu (1) jenis kelamin; (2) hal yang berhubungan dengan alat kelamin.
Sedangkan menurut C.P. Chaplin, seks adalah:

1) Perbedaan yang khas antara perempuan dan laki- laki atau antara
organisme yang memproduksi telur dan sel sperma.
2) Proses reproduksi, pengembangbiakan.
3) Kesenangan atau kepuasan organis yang berasosiasi dengan perangsangan
terhadap organ- organ kemaluan (alat kelamin).

Dari pendapat diatas disimpulkan bahwa seks merupakan jenis kelamin atau
sesuatu yang berhubungan dengan kelamin seperti pria dan wanita,reproduksi
seks,kelenjar, dan hormon-hormon .
4. SEX EDUCATION / pendidikan seks
Pendidikan seks diungkapkan oleh para ahli dalam berbagai variasi,diantaranya:

1. Menurut M. Bukhori, pendidikan seks adalah pendidikan yang mempunyai
obyek khusus dalam bidang perkelaminan secara menyeluruh. Selanjutnya
menurut M. Bukhori mengenai arti dari pendidiakan seks ada berbagai
pendapat, antara lain:
a. Ilmu yang membahas mengenai perbedaan kelamin laki- laki dan
perempuan ditinjau dari sudut anatomi, fisiologi dan psikologi.
b. Ilmu yang membahas tentang nafsu birahi.
c. Ilmu yang membahas mengenai kelanjutan keturunan, procreation (hal
memperemajaan), perkembangbiakan manusia.
d. Ilmu yang membahas tentang penyakit kelamin.
e. Penerangan yang bertujuan untuk membimbing serta mengasuh setiap
laki-laki dan perempuan, sejak dari remaja-remaja sampai dewasa didalam
perihal pergaulan antar kelamin pada umumnya dan kehidupan seksual
kususnya.
2. Menurut Nina Surtiretna, pendidikan seks yaitu upaya memberikan
pengetahuan tentang perubahan biologis, psikologis dan psikososial sebagai
akibat pertumbuhan dan perkembangan manusia. Dengan kata lain,
pendidikan seks pada dasarnya merupakan upaya untuk memberikan
pengetahuan tentang fungsi organ reproduksi dengan menanamkan moral,
etika serta komitmen agar tidak terjadi penyalahgunaan organ reproduksi
tersebut. Dengan demikian, pendidikan seks ini bisa juga disebut pendidikan
kehidupan berkeluarga.
3. Menurut Dr. Sarlito Wirawan Sarwono, pendidikan seks adala salah satu cara
untuk mengurangi atau mencegah dampak negatif yang tidak direncanakan,
penyakit menular seksual, depresi dan perasaan berdosa.
4. Menurut Prof. Dr.Abdul Aziz Elqusy, pendidikan seks ialah pemberian
pengalaman yang benar kepada anak, agar dapat membantunya dalam
menyesuaikan diri dalam kehidupanyya dimasa depan sebagai hasil dari
pemberian pengalaman kepada si anak, dan si anak akan memperoleh sikap
mental yang baik terhadap maslah seks dan masalah keturunan.
Dari definisi-definisi diatas, para ahli mengungkapkan bahwa pendidikan seks
adalah usaha untuk memberikan bimbingan dan pengarahan agar dapat
memberikan pengertian tentang seks tidak disalahgunakan dalam rangka
pencapaian kehidupan yang teratur dan harmonis .

METODE
A. Langkah-Langkah
Promosi kesehatan ini dilakukan di PAUD Puspa Indah Jalan Gurami
II RT 8 RW 8, kecamatan Kuningan, Semarang. Peserta merupakan
orangtua dari siswa-siswa PAUD Puspa Indah. Adapun susunan acara dalam
promosi kesehatan yang dilakukan adalah sebagai berikut:
B. Alat
Penyuluhan mengenai Sex Education ini meggunakan media PPT
,maka dari itu alat yang digunakan LCD proyektor dan laptop saja .
C. Evaluasi

HASIL DAN PEMBAHASAN

SIMPULAN DAN SARAN


DAFTAR PUSTAKA

Supratna,wisna.2010.Pendidikan Seks Anak Dalam Keluarga Menurut Abdullah
Nashih Abdullah Nashih Ulwan.Skripsi.UIN Syarih Hidayatullah Jakarta
http://id.wikipedia.org/wiki/Pelecehan_seksual_terhadap_anak#Indonesia
http://www.harianterbit.com/read/2014/05/07/1850/22/22/Antisipasi-Kejahatan-
Seksual-Anak-Perlu-Diberikan-Pendidikan-Seks










LAMPIRAN