Anda di halaman 1dari 5

Laporan Pendahuluan Kista

1. DEFINISI
Kista adalah suatu jenis tumor, emyebab pastinya sendiri belum diketahui, diduga
seringnya memakai kesuburan. (Soemadi, 2006)
Kista adalah suatu jenis tumor berupa kantong abnormal yang berisi cairan atau benda
seperti bubur (e!a, 2000)
Kista adalah suatu bentukan yang kurang lebih bulat dengan dinding tipis, berisi cairan
atau bahan setengah cair (Sjamsuhidajat, 1""#).
Kista adalah pembesaran suatu organ yang di dalam berisi cairan seperti balon yang
berisi air. $ada !anita organ yang paling sering terjadi Kista adalah indung telur. %idak
ada keterkaitan apakah indung telur kiri atau kanan. $ada kebanyakan kasus justru tak
memerlukan operasi. (http&'' suara merdeka.com)
2. SIFAT KISTA
Kista (isiologis
Kista yang bersi)at )isiologis la*im terjadi dan itu normal normal saja. Sasuai suklus
menstruasi, di o+arium timbul )olikel dan )olikelnya berkembang, dan gambaranya
seperti kista. ,iasanya kista tersebut berukuran diba!ah - cm, dapat dideteksi dengan
menggunakan pemeriksaan .S/, dan dalam 0 bulan akan hilang. 1adi ,kista yang bersi)at
)isiologis tidak perlu operasi, karena tidak berbahaya dan tidak menyebabkan keganasan,
tetapi perlu diamati apakah kista tersebut mengalami pembesaran atau tidak.
Kista yang bersi)at )isiologis ini dialami oleh orang di usia reproduksi karena dia masih
mengalami menstruasi. ,ila seseorang diperiksa ada kista, jangan takut dulu, karena
mungkin kstanya bersi)at )isiologis. ,iasanya kista )isiologis tidak menimbuklkan nyeri
pada saat haid.
Kista $atologis (Kanker 2+arium)
Kista o+arium yang bersi)at ganas disebut juga kanker o+arium. Kanker o+arium
merupakan penyebab kematian terbanyak dari semua kanker ginekologi. 3ngka kematian
yang tinggi karena penyakit ini pada a!alnya bersi)at tanpa gejala dan tanpa
menimbulkan keluhan apabila sudah terjadi metastasis, sehingga 604506 pasien dating
pada stadium lanjut, penyakit ini disebut juga sebagai silent killer. 3ngka kematian
penyakit ini di 7ndonesia belum diketahui dengan pasti.
$ada yang patologis, pembesaran bisa terjadi relati+e cepat, yang kadang tidak disadari si
penderita. Karena, kista tersebut sering muncul tanpa gejala seperti penyakit umumnya.
7tu sebabnya diagnosa aalnya agak sulit dilakukan. /ejala gejala seperti perut yang agak
membuncit serta bagian ba!ah perut yang terasa tidak enak biasanya baru dirasakan saat
ukuranya sudah cukup besar. 1ika sudah demikian biasanya perlu dilakukan tindakan
pengangkatan melalui proses laparoskopi, sehingga tidak perlu dilakukan pengirisan di
bagian perut penderita. Setelah di angkat pemeriksaan rutin tetap perlu dilakukan untuk
mengetahui apakah kista itu akan muncul kembali atau tidak.
3da lagi jenis kista abnormal pada o+arium. 1enis ini ada yang bersi)at jinak dan ganas.
,ersi)at jinak jika bisa berupa spot dan benjolan yang tidak menyebar. 8eski jinak kista
ini dapat berubah menjadi ganas. Sayangnya sampai saat ini, belum diketahui dengan
pasti penyebab perubahan si)at tersebut.
Kista ganas yang mengarah ke kanker biasanya bersekat sekat dan dinding sel tebal dan
tidak teratur. %idak seperti kista )isiologis yang hanya berisi cairan, kista abnormal
memperlihatkan campuran cairan dan jaringan solid dan dapat bersi)at ganas.
0. JENIS KISTA
1enis kista indung telur meliputi&
Kista (ungsional.
Sering tanpa gejala, timbul gejala rasa sakit bila disertai komplikasi seprti terpuntir'
pecah, tetapi komplikasi ini sangat jarang. an sangat jarang pada kedua indung telur.
Kista bisa mengecil dalam !aktu 140 bilan.
Kista ermoid.
%erjadi karena jaringan dalam telur yang tidak dibuahi kemudian tumbuh menjadi
beberapa jaringan seperti rambut, tulang, lemak. Kista dapat terjadi pada kedua indung
telur dan biasanya tanpa gejala. %imbul gejala rasa sakit bila kista terpuntir' pecah.
Kista 9okelat. (:dometrioma)
%erjadi karena lapisan didalam rahim (yang biasanya terlepas se!aktu haid dan terlihat
keluar dari kemaluan seperti darah); tidak terletak dalam ragim tetapi melekat pada
dinding luar indung telur. 3kibat peristi!a ini setiap kali haid, lapisan tersebut
menghasilakan darah haid yang akan terus menerus tertimbun dan menjadi kista. Kista ini
bisa 1 pada dua indung telur. %imbul gejala utama yaitu rasa sakit terutama se!aktu haid'
se<suale intercourse.
Kistadenoma.
,erasal dari pembungkus indung telur yang tumbuh menjadi kista. Kista jenis ini juga
dapat menyerang indung telur kanan dan kiri. /ejala yang timbul biasanya akibat
penekanan pada bagian tubuh sekitar seperti =. sehingga dapat menyebabkan
inkontinensia. 1arang terjadi tetapi mudah menjadi ganas terutama pada usia diatas >-
tahun atau kurang dari 20 tahun.
9ontoh Kistadenoma;
Kistadenoma o+arii serosum.
,erasal dari epitel germinati+um. ,entuk umunya unilokuler, bila multilokuler perlu
dicurigai adanya keganasan. Kista ini dapat membesar, tetapi tidak sebesar kista
musinosum.
/ambaran klinis pada kasus ini tidak klasik. Selain teraba massa intraabdominal, dapat
timbul asites. $enatalaksanaan umumnya sama seperti Kistadenoma o+arii musinosum.
Kistadenoma o+arii musinosum.
3sal kista belum pasti. 8enurut 8eyer, kista ini berasal dari teratoma, pendapat lain
mengemukakan kista ini berasal dari epitel germinati)um atau mempunyai asal yang
sama dengan tumor ,rener. ,entuk kista multilobuler, biasanya unilatelar dapat tumbuh
menjadi sangat bersar.
/ambaran klinis terdapat perdarahan dalam kista dan perubahan degenerati) sehingga
timbul pelekatan kista dengan omentum, usus dan peritoneum parietal. Selain itu, bisa
terjadi ileus karena perlekatan dan produksi musin yang terus bertambah akibat
pseudomiksoma peritonei.
$enatalaksanaan dengan pengangkatan kista tanpa pungsi terlebih dahulu dengan atau
tanpa salpingo oo)orektomi tergantung besarnya kista.
>. ETIOLOGI
(actor yang menyebabkan gajala kista meliputi;
/aya hidup tidak sehat.
iantaranya;
Konsumsi makanan yang tinggi lemak dan kurang serat
?at tambahan pada makanan
Kurang olah raga
8erokok dan konsumsi alcohol
%erpapar denga polusi dan agen in)eksius
Sering stress
(aktor genetic.
alam tubuh kita terdapat gen gen yang berpotensi memicu kanker, yaitu yang disebut
protoonkogen, karena suatu sebab tertentu, misalnya karena makanan yang bersi)at
karsinogen , polusi, atau terpapar *at kimia tertentu atau karena radiasi, protoonkogen ini
dapat berubah menjadi onkogen, yaitu gen pemicu kanker.
-. TANDA DAN GEJALA
Kebanyakan !anita dengan kanker o+arium tidak menimbulakan gejala dalam !aktu
yang lama. /ejala umumnya sangat ber)ariasi dan tidak spesi)ik.
$ada stadium a!al gejalanya dapat berupa;
/angguan haid
1ika sudah menekan rectum atau =. mungkin terjadi konstipasi atau sering berkemih.
apat terjadi peregangan atau penekanan daerah panggul yang menyebabkan nyeri
spontan dan sakit diperut.
@yeri saat bersenggama.
$ada stadium lanjut;
3sites
$enyebaran ke omentum (lemak perut) serta oran organ di dalam rongga perut (usus dan
hati)
$erut membuncit, kembung, mual, gangguan na)su makan,
/angguan buang air besar dan kecil.
Sesak na)as akibat penumpukan cairan di rongga dada.
6. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
eteksi dini
Keterlambatan mendiagnosis kanker o+arium sering terjadi karena letak o+arium berada
didalam rongga panggul sehingga tidak terlihat dari luar. ,iasanya kanker o+arium ini di
deteksi le!at pemeriksaan dalam. ,ila kistanya sudah membesar maka akan terabab ada
benjolan. 1ika dokter menemukan kista, maka selanjutanya akan dilakukan .S/ untuk
memastikan apakah ada tanda tanda kanker atau tidak.
Kemudian dibutuhkan pemeriksaan lanjutan dengan mengambil jaringan (biopsy) untuk
memastikan kista tersebut jinak atau ganas. 7ni bisa dilakukan dengan laparskopi, melalui
lubang kecil di perut. $emeriksaan lainnya dengan 9% Scan dan tumor marker dengan
pemeriksaan darah.
5. PENATALAKSANAAN
$enderita kanker o+arium stadium dini dapat ditangani dengan operasi yang kemudian
dilanjutkan dengan terapi. ,ila kanker o+arium telah memasuki stadium lanjut baru di
lakukan kemoterapi atau radiasi.
$engkajian.
$engkajian umum kista&
3da tidaknya keluhan nyeri diperut bagian ba!ahA
3da tidaknya gangguan ,3, dan ,3A
3da tidaknya asitesA
3da tidaknya perut membuncitA
3da tidaknya gangguan na)su makanA
3da tidaknya kembungA
3da tidaknya sesak na)asA
$engkajian diagnostic kista&
.S/ & 3da tidaknya benjolan berdiameter B - cm
9% Scan& 3da tidaknya benjolan dan ukuran benjolan.
#. Nursing are Plan
Diagnosa !ang "un#ul
/angguan harga diri berhubungan dengan masalah tentang ketidaknyamanan mempunyai
anak, perubahan )eminimitas dan e)ek hubungan seksual.
is)ungsi seksual, resiko tinggi terhadap kemungkinan pola respon seksual, contoh
ketidaknyamanan ' nyeri +agina.
:liminasi urinarius, perubahan ' retensi berhubungan dengan adanya edema pada jaringan
local.
@yeri berhubungan dengan prases penyakit (penekanan'kompresi) jaringan pada organ
ruang abdomen
1ika diagnosa yang diambil adalah nyeri berhubungan dengan proses penyakit
(penekanan'kompresi) jaringan pada organ ruang abdomen maka &
%ujuan.
Klien dapat mengontrol nyeri yang dirasakan'nyeri berkurang setelah dilakukan tindakan
kepera!atan.
Kriteria hasil &
Klien mengatakan nyeri hilang'berkurang .
:kspresi !ajah rileks
Klien dapat menggambarkan keadaan nyeri minimal atau tidak ada.
Klien mampu melakukan teknik relaksasi dan distraksi saat nyeri timbul.
%anda4tanda +ital dalam batas normal.
7nter+ensi&
7denti)ikasi karakteristik nyeri dan tindakan penghilang nyeri
C & in)ormasi memberikan data dasar untuk e+aluasi kebutuhan 'kee)ekti)an inter+ensi.
,erikan tindakan kenyamanan dasar (reposisi, gosok punggung), hiburan dan lingkungan.
C & meningkatkan relaksasi dan membentu pasien )ocus kembali ke perhatian
3jarkan teknik relaksasi
C & partisipasi pasien secara akti)dan meningkatkan rasa kontrol
Kembangkan rencana manajemen nyeri antara pasien dan dokter
C & mengembangkan kesempatan control nyeri
,erikan analgesic sesuai resep.
C & mengurangi nyeri
a)tar $ustaka
oenges, 8arilynn :. Cencana 3suhan Kepera!atan& $edoman .ntuk $erencanaan dan
$endokumentasian $era!atan $asien. :disi 0. 1akarta & :/9. 2000.
8ansjoer, 3ri) dkk. Kapita Selekta Kedokteran. :disi 0. 1ilid 2. 1akarta& 8edia 3esculapius.
2000.